cover
Contact Name
Arif Abadi, S.Kom.
Contact Email
penerbitan@isbi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isbi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Panggung
ISSN : -     EISSN : 25023640     DOI : 10.26742/panggung
Core Subject : Education,
Panggung is online peer-review journal focusing on studies and researches in the areas related to performing arts and culture studies with various perspectives. The journal invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in those areas mentioned above related to arts and culture in Indonesia and Southeast Asia in different perspectives.
Arjuna Subject : -
Articles 913 Documents
Keberadaan Jenis Kacapi dalam Ganre Kesenian Tradisional Sunda tardi ruswandi; Asep Nugraha; Dody Satya Ekagustdiman
PANGGUNG Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.828 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i2.2052

Abstract

Alat musik petik tradisional di Sunda dikenal dengan sebutan kacapi telah tampil melewati perjalanan ruang dan waktu yang sangat panjang. Instrumen ini telah berhasil mewariskan nilainilai estetik musikal pada musik Karawitan di Sunda. Namun pada masa sekarang disenyalir beberapa alat musik petik tradisional di Sunda ini ada yang sedikit termarginalkan karena tidak lagi digunakan dan difungsikan dalam kehidupan sosial budaya masyarakatnya. Padahal tidak semua orang Sunda yang sudah mengenal dengan baik setiap alat musik petik tradisional yang mereka miliki. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai keberadaan alat musik petik tradisional di Sunda atau kacapi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis, bermaksud agar kerja penelitian menjadi efisien dalam memecahkan masalah dalam penelitian, karena adanya pendeksripsian dan analisis. Penelitian ini menghasilkan sintesa bahwa alat musik tradisional yang ada di Sunda adalah kacapi baduy, kacapi jentréng Rancakalong dan Cibalong Tasikmalaya, kacapi pantun, kacapi indung cianjuran, dan kacapi wanda anyar. Rekomendasi dari hasil penelitian adalah kerja kreatif agar alat musik ini tetap eksis mengarungi waktu di masa yang akan datang.Kata kunci: kacapi, penelusuran, Sunda.
TOMUBA Sajian Karya Seni Toleat dan Musik Bambu Whayan Christiana; Teguh Gumilar
PANGGUNG Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.76 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i2.2056

Abstract

Judul penciptaan karya seni adalah Tomuba yaitu singkatan dari Toleat dan Musik Bambu. Karya ini merupakaan bentuk karya seni musik bambu dengan mengusung instrumen toleat sebagai media utamanya. Kekuatan timbre dari alat musik Toleat akan dijadikan sebagai sumber ide penciptaan. Karya ini menyajikan nuansa yang menceritakan tentang perubahan fungsi toleat pada masyarakat Subang dari yang awalnya sebagai kalangenan menjadi pintonan. Struktur karya terdiri dari 2 bagian, meliputi bagian A dan bagian B. Metode penciptaan karya seni ini meliputi proses observasi, eksplorasi dan eksperimentasi. Karya TOMUBA ini diharapkan dapat memberikan temuan dan solusi dalam bentuk karya seni sebagai sarana untuk bisa memperkenalkan instrumen khas Subang yaitu toleat dan menjadikan sarana promosi untuk prodi Angklung dan Musik Bambu. Sebagai tawaran bentuk karya seni musik bambu untuk dijadikan sebagai model penciptaan karya seni musik bambu. Kesimpulan karya ini adalah menyajikan kemasan karya baru yaitu ansambel toleat dengan instrumen musik bambu lainnya.Kata kunci: Tomuba, musik bambu, toleat, penciptaan, kalangenan, pintonan
Menjilid Sitaralak: Konsep Garap Penciptaan Tari dari Memori Silek Pak Guru Ali Sukri; Nanik Sri Prihatini; Eko Supriyanto; Silvister Pamardi
PANGGUNG Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.441 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i2.2053

Abstract

Aktifitas silat, selain sebagai praktik untuk meningkatkan ketahanan fisik, juga menjadi bekal ketika menghadapi betapa kerasnya dunia terutama ketika berada di rantau. Hal ini bisa dilihat pada masyarakat Minangkabau zaman dahulu yang menganggap bahwa silat ibarat sebuah pakaian atau identitas diri yang wajib dibawa ke manapun pergi. Penciptaan karya ini mengarah pada pendekatan istilah tradisional Minangkabau, yaitu Kiek Kieh. Istilah Kiek Kieh terdiri atas dua kata yaitu kiek dan kieh. Kiek adalah ‘cara’ atau ‘metode’, atau bisa juga disebut ‘kiat’, sedangkan Kieh bisa diartikan ‘kias’ atau ‘umpama’. Pengertian bahasa kias (figure of speech) adalah pilihan kata tertentu sesuai dengan maksud penulis atau pembicara dalam rangka memperoleh aspek keindahan. Karya menjilid sitaralak ini lahir dalam rangka melihat perkembangan pembelajaran silat di Minangkabau yang pada saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Untuk itu, perlu ada karya seni yang memperlihatkan bahwa silat masih menjadi wilayah yang perlu dikembangkan dan dilestarikan.Kata kunci: Silek, tari, kiek-kieh, menjilid sitaralak
IMPLEMENTASI AJARAN TRI HITA KARANA PADA RITUAL ACI SANGHYANG GRODOG DI DESA LEMBONGAN KLUNGKUNG BALI I Gede Yuda Pramada; I Nengah Mariasa; Trisakti Trisakti
PANGGUNG Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.776 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i2.1712

Abstract

The teachings of Tri Hita Karana which are implemented in the Sanghyang Ritual. The ritual of sanghyang grodog is a vision of the universality of life and life, it is also a teaching of real behavior, respect or politeness, living together in relation to God, fellow creatures and nature. The subject of this research is the entire community of Lembongan Village. The method used in this study is a qualitative method, all of which data were obtained from observations, interviews, and literature studies. This study aims to describe the implementation of the teachings of Tri Hita Karana in the sanghyang grodog ritual in Lembongan Village, Nusa Penida, Klungkung Bali. The teachings of Tri Hita Karana are parhayangan, which is the relationship between humans and God, the weak relationship between humans and humans, and the pawongan relationship between humans and nature.          Keywords: Implementation, Tri hitakarana, Sanghyang GrodogAjaran Tri Hita Karana yang di Implementasikan pada ritual Sanghyang. Ritual Sanghyang Grodog merupakan visi kesemestaan hidup dan kehidupan, juga merupakan ajaran prilaku nyata penghargaan atau kesantunan hidup bersama dalam kaitan dengan tuhan, sesama mahluk dana alam. Subyek penelitian ini adalah seluruh masyarakat Desa Lembongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kualitatif yang seluruh datanya diperoleh dari observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Penelitian ini bertujuan sebagai gambaran Implementasi ajaran Tri Hita Karana dalam ritual Sanghyang Grodog di Desa Lembongan, Nusa Penida, Klungkung Bali. Ajaran Tri Hita Karana terdapat parhayangan yang dimana hubungan manusia dengan tuhan, palemahan hubungan manusia dengan manusia, dan pawongan hubungan manusia dengan alam bungan manusia dengan manusia, dan pawongan hubungan manusia dengan alam.Kata kunci: Implementasi, Tri hitakarana, Sanghyang Grodog
Ritual Ngarosulkeun dan Kekerabatan Pada Masyarakat Tani Pasigaran Luffita Rizky
PANGGUNG Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.363 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i2.1781

Abstract

Beragam ritual pertanian di wilayah pedesaan Indonesia sampai saat ini dapat ditemui, seperti ritual ngarosulkeun yang dilakukan sehari sebelum panen tiba sebagai bentuk rasa syukur atas panen yang akan didapat esok hari. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui ritual sebagai penguat kekerabatan pada masyarakat tani. Metode penelitian yang digunakan, adalah etnografi yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, kekerabatan pada masyarakat tani Pasigaran terbentuk bukan hanya berdasarkan biologis. Kerabat dapat terbentuk karena ada kesemaan wilayah tempat tinggal (dulur salembur) seperti tetangga, dan kerabat yang dibentuk karena adanya penggabungan budaya tertentu (dukungan materi dan emosional) yang berlangsung lama seperti dengan pemilik lahan. Tahapan ritual ngarosulkeun merepresentasikan perekat kekerabatan, yaitu adanya pegangan hidup rarangken kersa nyai dan elmu karahayuan. Terdapat nilai kehidupan, di antanya bagi kehidupan, bagi agam dan kepercayaan, dan bagi kelancaran dalam bertani. Asepek penguat kerabat dapat dilihat pada sikap berbagi dan memberi, gotong royong, dan bersilaturahmi.Kata Kunci: Ritual Ngarosulkeun, Kekerabatan, Petani, Kehidupan
“Kampung Yang Hilang”: Cara Mencari Daya dan Daya Mencari Cara Alfiyanto Alfiyanto; Sri Rochana Widiastutieningrum; Sarwanto Sarwanto; Eko Supriyanto
PANGGUNG Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2170.338 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i2.2054

Abstract

Karya tari “Kampung yang Hilang” diciptakan dengan pola garap tari kontemporer dengan pendekatan ekokultural dan partisipatori, untuk mengambil objek tentang anak-anak masyarakat Kampung Ciganitri, baik dikaji secara formal maupun material. Persoalan ini ditafsir kembali sehingga menjadi sebuah pengalaman empirik ekspresi kekinian. Pemilihan pola garap tari kontemporer dengan pemilihan sampling penari anak-anak sebagai media edukasi, di samping juga sebagai wadah bagaimana menuangkan emosi menjadi ekspresi untuk menyampaikan isu-isu kekinian. Mewujudkan proses penciptaan karya tari “Kampung yang Hilang” dilakukan sebuah penelitian artistik, practice based research, serta metode pelatihan Literasi Tubuh Wajiwa untuk menggiring anak-anak Kampung Ciganitri ke ranah kreativitas tari kontemporer. Metode penciptaan mengaplikasikan metode Literasi Tubuh Wajiwa dan garap tari kontemporer membentuk sebuah jejaringan yang saling memperkuat, terjadinya konektivitas dalam mewujudkan nilai edukasi baik nilai intrinsik maupun nilai ekstrinsik untuk meningkatkan kecakapan potensi tubuh anak-anak. Hasil penciptaan ini diharapkan menjadi sebuah proses kreatif penciptaan karya tari “Kampung yang Hilang” menjadi sebuah platform metode penciptaan tari kontemporer sebagai media baru dalam inovasi edukasi dan proses kreativitas penciptaan tari yang berbasis ekologi baik anak-anak maupun lingkungan alam sekitar.Kata kunci: kreativitas, literasi tubuh, kontemporer anak, ekologi
Estetika Morfologi Logo Dida I. Abdurrahman; Reiza D. Dienaputra; Sri R. Wardiani; Nandang Rachmat
PANGGUNG Vol 32, No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1864.353 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i1.2115

Abstract

Perancangan logo adalah proses analisa spesifik di dalam sistem relasi komponen visual yang akan mengindikasikan sebuah abstraksi nilai, esensi, dan makna dari entitas yang direpresentasikanya. Kekuatan ekspresi visual logo dicapai melalui pertimbangan intensif terhadap strategi estetiknya. Deskripsi esensial morfologi logo kemudian dikaburkan dalam pemahaman yang beragam. Dengan menggunakan metode studi literatur, pendekatan sejarah, fenomena perkembangan, dan kualifikasi terminologisnya, ditemukan sebuah landasan epistemologis morfologi logo yang mencakup aspek ikonografi, komposisi, dan estetika. Estetika morfologi logo adalah acuan permodelan artistik yang dibentuk dari kombinasi logogram dan fonogram. Dengan penggunaaan ikonografi yang khas dalam menghadirkan makna dan pengaturan komposisi tertentu dalam merefleksikan penekanan nilai informasi, estetika morfologi logo secara keseluruhan adalah strategi penyusunan relasi antar komponen visual untuk menghasilkan konfigurasi logo yang memadai dan akurat sebagai bagian dari sistem identitas visual.Kata Kunci: estetika, morfologi, logo
Fungsi Gambar dalam Memproses Perancangan Interior pada Masa Pandemi Covid-19 Suastiwi Triatmodjo
PANGGUNG Vol 32, No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.51 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i1.2116

Abstract

Gambar adalah salah satu alat komunikasi yang efektif dalam lingkungan kerja desain interior. Aneka jenis gambar menjadi alat penting dan diperlukan dalam kegiatan perancangan dengan design thinking . Tahun 1990-an berkembang riset tentang desain serta gambar-menggambar yang dikaitkan dengan teori Embodied Cognition , yang berpengaruh terhadap fungsi gambar dalam proses berpikir. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana peran gambar dalam sebuah kegiatan berpikir dan bekerja dalam pembelajaran perancangan interior. Caracara seperti apa sajakah yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mengaplikasikan gambar dalam menyelesaikan tugas perancangannya. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif analitis. Data dikumpulkan lewat studi pustaka, pemeriksaan dokumen perancangan, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambar tidak hanya penting untuk berkomunikasi dengan orang lain tetapi lebih penting lagi adalah untuk dipakai berkomunikasi dengan diri sendiri atau untuk berpikir, yaitu dalam rangka melancarkan proses pengembangan gagasan. Dan pada masa pandemi covid-19 pembelajaran menggambar dalam desain masih menghadapi beberapa kendala.Kata kunci: embodied cognition, proses desain, gambar, pengembangan gagasan, pandemi covid-19.
Penciptaan Kriya Logam Dekorasi Dinding Berbahan Limbah Alumunium Supriaswoto Supriaswoto; Anton Nurcahya; Dheasari Rachdantia
PANGGUNG Vol 32, No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1988.741 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i1.2117

Abstract

Limbah logam mudah ditemukan, terutama dalam hal ini jenis limbah logam aluminium yang berasal dari bekas komponen onderdil otomotif, bekas alat rumah tangga, sisa bahan produksi barang, bekas kaleng makanan, dan lainnya. Limbah seperti tersebut menarik penulis untuk dibuat karya seni kriya logam jenis dekorasi dinding dua dimensi dengan memanfaatkan aluminium bekas untuk meningkatkan nilai prestise dan ekonomi. Capaian estetisnya dengan rekayasa pengaplikasian teknik esembling las aluminium, tempa, dan ukir etsa. Penelitian terapan ini menggunakan metode kualitatif eksploratif Practiced Based Research dengan menggali inspirasi berbagai limbah logam aluminium. Proses penciptaan dengan konsep eskplorasi melalui sketsa rancang bentuk, perwujudan, dan finishing. Rangkaian proses itu merupakan metode operasional penciptaan untuk menghasilkan karya seni kriya logam dekorasi dinding berjumlah dua karya yang unik dan artistik sesuai kaidah ilmu seni rupa. Karya ini menjadi prototipe yang dapat diaplikasikan pada industri manufaktur seni untuk meningkatkan ekonomi masyarakat bangsa Indonesia.Kata kunci: kriya logam, dekorasi dinding, limbah, aluminium
Drama Politik dalam Ingatan dan Visualisasi Seorang Pelukis Kajian Kritis Terhadap Trilogi Lukisan Karya Djokopekik Suwarno Wisetrotomo; Pradani Ratna Pramastuti
PANGGUNG Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.208 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v32i2.2118

Abstract

Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia 1965 merupakan tragedi politik sejarah gelap bangsa Indonesia, yang masih menyisakan pengalaman traumatis pada sebagian warga bangsa. Tak terkecuali, kalangan seniman, banyak yang terseret, karena keterlibatannya di sanggar seni atau Lembaga Kebudajaan Rakjat (LEKRA). Mereka yang terlibat diburu, ditangkap, dan dipenjara. Salah seorang di antaranya adalah Djokopekik, pernah aktif di Sanggar Bumi Tarung. Ia berupaya lari dari Yogyakarta ke Jakarta, dan akhirnya tertangkap, kemudian dipenjara di Benteng Vredeburgh dan Wirogunan. Djokopekik menuai sukses setelah karyanya dipamerkan pada Pameran Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat (KIAS, 1990/1991). Tema karyanya sekitar persoalan kemanusiaan dan keadilan. Tiga karya (trilogi) memiliki narasi panjang terkait dirinya adalah Lintang Kemukus (2003), Sirkus September (2016), dan Indonesia Berburu Celeng (2009) yang menjadi fokus penelitian ini. Metode menggunakan pendekatan kajian budaya dan media, utamanya kajian kritis ekonomi politik, serta bersifat deskriptif. Karya-karya Djokopekik dapat dimaknai sebagai penyembuhan (healing) dari trauma kekerasan politik.Kata kunci: drama politik, penyembuhan trauma, pameran KIAS, kajian budaya, Orde Baru

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi Vol 35 No 3 (2025): Estetika, Identitas, dan Digitalisasi: Praktik Seni dan Budaya Nusantara dalam P Vol 35 No 2 (2025): Representasi, Transformasi, dan Negosiasi Budaya dalam Media, Seni, dan Ruang So Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr Vol 34 No 4 (2024): Dekonstruksi dan Rekonstruksi Identitas Budaya Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34, No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 34, No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 33, No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif Vol 33, No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33, No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 32, No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32 No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32, No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 32, No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 31, No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31, No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31, No 2 (2021): Estetika Dalam Keberagaman Fungsi, Makna, dan Nilai Seni Vol 31 No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 31, No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 3 (2020): Pewarisan Seni Budaya: Konsepsi dan Ekspresi Vol 30, No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30 No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 30, No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 29, No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29 No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29, No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29 No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29 No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29, No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29, No 1 (2019): Pegeseran Estetik Dalam Seni Budaya Tradisi Masa Kini Vol 28, No 4 (2018): Dinamika Seni Tradisi dan Modern: Kontinuitas dan Perubahan Vol 28, No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in Co Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in C Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Este Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Estet Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelajar Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelaja Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 1 (2011): Seni, Lokalitas, Vitalitas, dan Pemaknaan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 15, No 36 (2005): JURNAL PANGGUNG: JURNAL SENI STSI BANDUNG Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradisional Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradision More Issue