cover
Contact Name
Arif Abadi, S.Kom.
Contact Email
penerbitan@isbi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
penerbitan@isbi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Panggung
ISSN : -     EISSN : 25023640     DOI : 10.26742/panggung
Core Subject : Education,
Panggung is online peer-review journal focusing on studies and researches in the areas related to performing arts and culture studies with various perspectives. The journal invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in those areas mentioned above related to arts and culture in Indonesia and Southeast Asia in different perspectives.
Arjuna Subject : -
Articles 913 Documents
Tari Kele: Sebuah Gagasan Kreatif Neng Peking Khairunnisa, Az-zahra; Sumiati, Lilis; Azizah, Farah Nurul
PANGGUNG Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i3.3561

Abstract

ABSTRAK Tari Kele merupakan karya tari kreasi baru dari Kabupaten Ciamis yang diciptakan oleh Neng Peking pada tahun 2006 di Studio Titik Dua. Tarian ini merupakan tarian baru yang memuat nilai-nilai tentang fenomena budaya dari Upacara Adat Nyangku. Keunikan dari Tari ini yaitu menggunakan properti kele yang disimpan di atas kepala (disuhun) dan koreografinya dilakukan sambil menjinjit dengan memegang daun hanjuang. Hal tersebut menjadi daya tarik untuk diteliti lebih dalam dengan tujuan untuk mengetahui kreativitas Neng Peking dalam menciptakan Tari Kele. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Rhodes mengenai 4P yaitu (person, process, press, product) dengan menggunakan metode kualitatif dalam prosedur pengumpulan datanya dilakukan melalui tiga tahapan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah Neng Peking sebagai pribadi kreatif (person) dengan adanya pendorong internal dan eksternal (press) untuk melakukan sebuah proses kreatif (process) yang cukup panjang dapat menghasilkan produk kreatif (product) yaitu Tari Kele yang berkualitas. Kata Kunci: Tari Kele, Kreasi Baru, Kreativitas, Neng Peking
The Habitus of the People of Tempellemahbang Village Through Rencek Media in Contemporary Art Rizka, Imawati; Dikdik, Sayahdikumullah; Dwi, Kurniawati
PANGGUNG Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i3.3562

Abstract

ABSTRACT The abundant teak wood waste in the village of Tempellemahbang, Blora Regency, which is called rencek, Rencek is a Javanese term that means the remains of pieces of wood that are no longer used and are identically used as firewood,was explored through a creative process by the author and used as a medium for creating paintings. Awareness of the exploration of rencek as a medium for painting is supported by the author’s aesthetic intuition and the habitus connection between the people of Tempellemahbang Village and the writer. As for the method of creating works, namely, the author collects & formulates problems related to the topic of the habitus of the people of Tempellemahbang Village, interprets the topic of the problem that the writer stretches to make it an idea for the work, the work design process starts from the medium used to the visualization of the work form, and the execution stage and work realization. In creating this work, the author is interested in and uses references to the work of several Indonesian artists Heri Dono, Amrus Natalsya, and Masmundari. The author explores using teak wood as a medium and produces five works with the title of work, among others; (1) Si Gadis Desa, (2) Tutup Telinga dan Teriaklah, (3) Blandong Kayu, (4) Raut Ekspresi Kami. The writer, who is a native of Tempelembang Village, is intrigued and wants to voice the issue of housing inconveniences in the environment by representing it in the form of works of art. The author uses the medium of rencek wood waste originating from industry. The author is interested in all the activities, expressions and responses of the surrounding community regarding the wood industry environment which can be expressed in contemporary works of art. Through this painting, it is hoped that it will be able to become a medium of artistic expression in expressing the expression of a society that is “oppressed” by capitalists. Keywords: Rencek, Contemporary Art, Decorative, Blora Regency
Inovasi Produk Suvenir Destinasi Wisata Kearifan Lokal Sebagai Peluang Usaha Masyarakat Adat Rohaeni, Ai Juju; Ananta K P, Dede
PANGGUNG Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v34i3.3563

Abstract

ABSTRAK Inovasi produk suvenir berwawasan budaya lokal masyarakat adat, memberikan peran penting untuk mempertahankan dan mewariskan juga turut mempromosikan kearifan lokal masyarakat adat ke dunia luar. Kearifan lokal ini merujuk pada nilai-nilai tradisi lokal dan filosofi yang menjadi kekuatan positif pelestarian budaya. Hal tersebut menjadi ide dalam pengembangan produk suvenir khas. Inovasi bahan, teknik, fungsi, desain, dan motif produk suvenir digali dari ikon masyarakat adat Mahmud Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat dan Masyarakat Adat Cinta Dame Batak Toba Sumatera Utara, menjadi perpaduan dua budaya, dalam upaya membuka peluang usaha baru dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat adat dan pemerintah daerahnya. Tujuan dari penelitian ini untuk menambah kreatifitas yang berkelanjutan, agar produk suvenir menjadi daya tarik bernilai jual untuk kebutuhan pariwisata. Metode Kualitatif deskriptif dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data survey, wawancara, eksperimen dan produksi membuat Model produk suvenir. Hasil akhir dari penelitian ini memberikan alternative model produk khas yang melalui pengkajian dari kearifan lokal dua masyarakat adat, untuk dikembangkan berbagai usaha yang dapat meningkat kesejahteraan dan ekonomi. Kata Kunci: Inovasi Produk Suvenir, Ikon Kearifan lokal, Pariwisata, Peluang Usaha
Musik dan Pergeseran Kesadaran Bagus, Ovan
PANGGUNG Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i4.3624

Abstract

This study discusses the presence of immanent consciousness through music. The issue discussed is how this immanent reality is present in the practice of playing music. Thus, the locus of this research is a study of the aesthetic experience of musicians when playing music. This is because, so far, when informants talk about the topic of music performance, the object of study tends to focus on practical matters such as the effectiveness of playing techniques, repertoire selection strategies, music analysis, and performance management. In Indonesia, music studies that discuss immanent experiences tend to emphasize non-sensory experiences: immanence as a type of transcendent experience that is divine, cosmic, or metaphysical. Conversely, the role of music in relation to the emergence of immanent experiences has not been widely discussed. Using Deleuze's concept of the virtual, this study elaborates on various immanent experiences in the context of traditional musicians. Research data was collected through interviews with two traditional musicians: Iwan Gunawan (drummer) and Maspon (saluang player). The data was then categorized into three types of experiences: empirical experiences, threshold experiences, and various sensations felt. Findings indicate that musical practice facilitates a shift in consciousness, moving from empirical perception toward immanent awareness. This shift enables musicians to encounter new forms of reality beyond standardized performance norms—emerging as pre-predicative modes of understanding.
Gamelan Gamelan sebagai cermin identitas budaya: gamelan Trijayanto, Septian; Karsiwan; Sari, Lisa Retno
PANGGUNG Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i4.3633

Abstract

Gamelan has a strong social and spiritual function, strengthening solidarity and reflecting the traditional values of society. The purpose of this study is to determine the function of gamelan as a cultural identity of the Javanese community in Palas Subdistrict, South Lampung Regency. The type of research used is descriptive qualitative, with data collection using in-depth interviews, observation and documentation techniques. Data analysis utilised qualitative data analysis with stages of data collection, data reduction, and conclusion drawing. The results of the study illustrate that gamelan acts as a social medium that connects generations and strengthens community social bonds. Gamelan also functions as a spiritual symbol in various traditional ceremonies and religious rituals, creating harmony and balance in the cultural identity of its owners. The local community in the Palas area plays a role through art associations by continuing to strive to preserve the gamelan tradition in a sustainable manner. In addition, efforts to preserve and pass on traditional arts and culture can be carried out in various ways, such as integrating gamelan as part of performing arts into the education curriculum through cultural arts lessons and local content, as well as holding festivals or regional cultural events so that gamelan continues to have a stage in accompanying traditional music and other performances.
Pengelolaan Risiko pada Pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka Gunawan, Agim; Mulyana, Aton Rustandi; Simatupang, Gabriel Roosmargo Lono Lastoro
PANGGUNG Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i4.3638

Abstract

Pepe-Pepeka ri Makka merupakan kesenian tradisional yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam pertunjukannya, kesenian Pepe-Pepeka ri Makka menyajikan penari yang berinteraksi dengan api. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana risiko-risiko yang terlibat dalam pertunjukan Pepe-Pepeka ri Makka, dikelola oleh para penampil. Metode kualitatif dan pendekatan performance studies digunakan dalam penelitian ini, guna mengeksplorasi dua dimensi dalam pengelolaan risiko, yaitu dimensi teknis dan nonteknis. Dimensi teknis mencakup keterampilan dan kecakapan penari, sementara dimensi nonteknis melibatkan penggunaan doa, ritual, dan kepercayaan spiritual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan risiko tidak hanya bergantung pada keterampilan teknis penampil, namun juga dipengaruhi oleh keyakinan spiritual. Oleh karenanya, kombinasi antar kedua dimensi ini sangat berpengaruh terhadap keselamatan para penampil.
A Pengembangan Empowering dan Calming Music sebagai Modal Instrumental pada Music Therapy: Pendekatan Kreatif dalam Menciptakan Instrumen untuk Peningkatan Kesejahteraan Emosional Ilham, Muhammad Arifin Ilham; Ilham, Rully Aprilia Zandra
PANGGUNG Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i4.3657

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan musik terapi dan pentingnya kevalidan komposisi musik dalam mengatasi permasalahan stres serta merosotnya motivasi individu. Pengembangan dua produk instrumental bertujuan sebagai alat bantu akurat untuk intervensi peningkatan mood; lagu A untuk motivasi dan lagu B untuk relaksasi. Modifikasi R&D Borg and Gall meliputi studi pendahuluan hingga validasi ahli dan revisi menjadi metode penelitian dan pengembangan yang digunakan. Validasi dilakukan terhadap lima praktisi musik, sementara uji reliabilitas menggunakan Cohen Kappa’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk empowering memperoleh nilai total 93% (sangat valid) dan tingkat reliabilitas 0,783 (excellent agreement). Sementara, calming memperoleh nilai total 94%(sangat valid) dan tingkat reliabilitas 1,000 (excellent agreement). Kedua produk terbukti valid dan reliabel sesuai standar pengujian. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi praktisi musik dalam menciptakan musik yang dirancang untuk mendukung relaksasi atau motivasi individu. Penelitian ini memperkaya wawasan metodologis dengan memberikan alternatif langkah pengembangan Borg and Gall pada konteks seni musik.
Toaleang Marusu: Konsep Kreativitas Perekaciptaan Tari Inspirasi dari Jejak Peradaban Manusia Leang-leang Maros di Sulawesi Selatan Haruna, Ilham; M, Rahma; Nurwahidah; Syakruni; Saleh, Sukmawati
PANGGUNG Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i4.3819

Abstract

Koreografi Tari Toaleang Marusu diciptakan berdasarkan penemuan arkeologis di Leang-Leang, Maros, yang menunjukkan adanya peradaban manusia prasejarah Toalean. Perekaciptaan koreografi tari ini bertujuan untuk memberikan pembacaan baru pada tinggalan-tinggalan artefak yang ditemukan. Hal ini untuk menghasilkan transformasi dan reinterpretasi gagasan visual serta artistika dalam wujud Tari Toaleang Marusu. Riset dilakukan dengan metode kualitatif dan mengelaborasi pendekatan kreativitas General model of the creative process oleh Zeng yaitu analisis, penggagasan ide, evaluasi, dan implementasi. Pendekatan pengkomposisian tari dari Minton yang terdiri lima tahapan yaitu, inspirasi, responsif, inkubasi, evaluasi, dan visualisasi. Pengejawantahan praksis ini, dimulai dari pra-imajinasi, imajinasi abstrak, dan kemudian menghasilkan imajinasi konkret. Penjajakan budaya manusia prasejarah Toalean menjadi refleksi alih wahana yang tertuang pada sebuah repertoar Tari Toaleang Marusu sebagai imaji konkret. Hasil transformasi seni ini berdampak pula pada keberlanjutan proses kreatif, menghadirkan produk seni lainnya, dan yang utama adalah menjaga kelestarian dan eksistensi ekologi situs-situs prasejarah leang-leang Maros Sulawesi Selatan.
Makna Pendidikan dalam Struktur Simbolis Kayon Ganesha: Sebuah Penelusuran Epistemologis dalam Konstruksi Semiotika Visual Wijaya, Yasin Surya
PANGGUNG Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i4.3826

Abstract

This study aims to explore the educational values embodied in the visual symbolic structure of Kayon Ganesha, a creation by Enthus Susmono. The academic values represented in Kayon Ganesha are essential to be examined and utilized as a source of moral and character development for future generations. The research employs a descriptive, qualitative approach with a single-case study design. Data were collected from informants, settings, and documents through in-depth interviews, participatory observation, and content analysis. Data validity was tested using two techniques: data source triangulation and informant review. Data analysis followed a flow model consisting of data reduction, data display, and verification. The findings reveal that Kayon Ganesha consists of three structural parts, namely lower (palemahan), middle (lengkeh), and upper (pucuk), each containing symbols that represent the human journey toward ultimate truth through education. The figure of Lord Ganesha in Kayon Ganesha also comprises three parts, namely head, body, and feet, symbolizing the ideal qualities of a knowledgeable person. The implication of this study emphasizes that the educational values within Kayon Ganesha can serve as a source for character education based on local wisdom in the field of art and cultural creativity.
Mencabar Kebenaran Teks: Menelisik Kelindan “Hanjuang Di Kutamaya” Dalam Naskah Dramatari Dan Kawih Sunda Sumiati, Lilis; Mulyati, Eti; Asyari, Pradasta
PANGGUNG Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v35i4.3904

Abstract

Every artwork  is viewed  as a network of interconnected meaning, forming a dynamic structure akin to a spider's web. This view is reflected in Dance Drama and Sundanese Kawih, both of which adapt the Jaya Perkosa episode from the Babad Sumedang script. To analyze this relationship, the intertextuality approach is employed to trace the interlocking texts and meanings. On the other hand, the critical discourse approach is used to dissect how both voice criticism and discourse are shaped by the historical relations. As a result, the two works reproduce the content of the Babad Sumedang to reflect current social, political, and cultural conditions. Intertextuality contributes to connecting old texts with contemporary contexts, thereby facilitating a meeting between tradition and modernity. This process demonstrates that cultural texts are continually in dynamic negotiation with an ever-evolving reality.

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 4 (2025): Transformasi, Simbolisme, dan Kreativitas dalam Ekspresi Budaya Nusantara: Studi Vol 35 No 3 (2025): Estetika, Identitas, dan Digitalisasi: Praktik Seni dan Budaya Nusantara dalam P Vol 35 No 2 (2025): Representasi, Transformasi, dan Negosiasi Budaya dalam Media, Seni, dan Ruang So Vol 35 No 1 (2025): Wacana Seni dalam Identitas, Simbol, Pendidikan Karakter, Moral Spiritual dan Pr Vol 34 No 4 (2024): Dekonstruksi dan Rekonstruksi Identitas Budaya Vol 34 No 3 (2024): Kreativitas, Seni Kontemporer, dan Pariwisata Berkelanjutan Vol 34 No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34, No 2 (2024): Estetika, Budaya Material, dan Komodifikasi Seni Vol 34 No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 34, No 1 (2024): Artistik dan Estetik pada Rupa, Tari, dan Musik Vol 33 No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33, No 4 (2023): Eksistensi Tradisi dalam Narasi Seni Modern Vol 33, No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreati Vol 33 No 3 (2023): Resiliensi Budaya sebagai Ketahanan dalam Menjaga Tradisi hingga Ekonomi Kreatif Vol 33, No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33 No 2 (2023): Ideologi, Identitas, dan Kontekstualitas Seni Budaya Media Vol 33, No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 33 No 1 (2023): Nilai-Nilai Seni Indonesia: Rekonstruksi, Implementasi, dan Inovasi Vol 32, No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32 No 4 (2022): Keragaman Budaya, Kajian Seni, dan Media Vol 32, No 3 (2022): Komodifikasi dan Komoditas Seni Budaya di Era industri Kreatif Vol 32, No 2 (2022): Ragam Fenomena Budaya dan Konsep Seni Vol 32, No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 32 No 1 (2022): Varian Model Proses Kreatif dalam Cipta Karya Seni Vol 31, No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31 No 4 (2021): Implementasi Revitalisasi Identitas Seni Tradisi Vol 31 No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31, No 3 (2021): Budaya Ritual, Tradisi, dan Kreativitas Vol 31, No 2 (2021): Estetika Dalam Keberagaman Fungsi, Makna, dan Nilai Seni Vol 31 No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 31, No 1 (2021): Eksistensi Seni Budaya di Masa Pandemi Vol 30 No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 4 (2020): Kearifan Lokal dalam Metode, Model dan Inovasi Seni Vol 30, No 3 (2020): Pewarisan Seni Budaya: Konsepsi dan Ekspresi Vol 30 No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30, No 2 (2020): Identitas Sosial Budaya dan Ekonomi Kreatif Vol 30 No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 30, No 1 (2020): Polisemi dalam Interpretasi Tradisi Kreatif Vol 29, No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29 No 4 (2019): Keragaman Seni dan Inovasi Estetik Vol 29, No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29 No 3 (2019): Transformasi Bentuk dan Nilai dalam Seni Budaya Tradisi Vol 29, No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29 No 2 (2019): Konstruksi Identitas Budaya dalam Seni dan Sastra Vol 29, No 1 (2019): Pegeseran Estetik Dalam Seni Budaya Tradisi Masa Kini Vol 28, No 4 (2018): Dinamika Seni Tradisi dan Modern: Kontinuitas dan Perubahan Vol 28, No 3 (2018): Identitas Kelokalan dalam Keragaman Seni Budaya Nusantara Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 2 (2018): Dinamika Keilmuan Seni Budaya dalam Inovasi Bentuk dan Fungsi Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 28, No 1 (2018): Kontestasi Tradisi: Seni dalam Visualisasi Estetik, Naskah, dan Pertunjukan Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in C Vol 27, No 4 (2017): Comparison and Development in Visual Arts, Performing Arts, and Education in Co Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 3 (2017): Education, Creation, and Cultural Expression in Art Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 2 (2017): The Revitalization of Tradition, Ritual and Tourism Arts Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 27, No 1 (2017): Pergeseran Dimensi Estetik dalam Teknik, Pragmatik, Filsafat, dan Imagi Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Estet Vol 26, No 4 (2016): Orientalisme & Oksidentalisme Sebagai Relasi, Dominasi, dan Batasan dalam Este Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 3 (2016): Visualisasi Nilai, Konsep, Narasi, Reputasi Seni Rupa dan Seni Pertunjukan Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 2 (2016): Semiotika, Estetika, dan Kreativitas Visual Budaya Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 26, No 1 (2016): Nilai dan Identitas Seni Tradisi dalam Penguatan Budaya Bangsa Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 4 (2015): Representasi, Transformasi, Identitas dan Tanda Dalam Karya Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 3 (2015): Ekspresi, Makna dan Fungsi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 2 (2015): Pendidikan, Metode, dan Aplikasi Seni Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 25, No 1 (2015): Kontribusi Seni Bagi Masyarakat Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 4 (2014): Dinamika Seni Tari, Rupa dan Desain Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 3 (2014): Identitas dalam Bingkai Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 24, No 1 (2014): Fenomena dan Estetika Seni Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 4 (2013): Membaca Tradisi Kreatif, Menelisik Ruang Transendental Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 3 (2013): Sejarah, Konseptualisasi, dan Praksis Tradisi Kreatif Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 2 (2013): Eksplorasi Gagasan, Identitas, dam Keberdayaan Seni Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelajar Vol 23, No 1 (2013): Strategi dan Transformasi Tradisi Kreatif: Pembacaan, Pemaknaan, dan Pembelaja Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 4 (2012): Dimensi Sejarah, Transformasi, dan Diseminasi Seni Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 3 (2012): Manifestasi Konsep, Estetika, dan Makna Seni dalam Keberbagaian Ekspresi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 2 (2012): Signifikasi Makna Seni Dalam Berbagai Dimensi Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 22, No 1 (2012): Menggali KEkayaan Bentuk dan Makna Seni Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 3 (2011): Narasi Metaforik. Strategi, dan Elanvital Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 2 (2011): Simbol, Dokumentasi, dan Pengaruh Eksternal Seni Vol 21, No 1 (2011): Seni, Lokalitas, Vitalitas, dan Pemaknaan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 18, No 1 (2008): Komunikasi, Makna Tekstual dan Kontekstual dalam Seni Pertunjukan Vol 15, No 36 (2005): JURNAL PANGGUNG: JURNAL SENI STSI BANDUNG Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradisional Vol 1, No 31 (2004): Aksi Parsons Dalam Bajidor: Sistem Mata Pencaharian Komunitas Seni Tradision More Issue