cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
Pembentukan Karakter Mahasiswa UINSU Medan Melalui Konsep Wahdatul Ulum Azwar Muharram Zebua; Rahmat Rifai Lubis; Anni Ropiah Batubara; Ariskan Kubawa Saragih; Suhalimatussa’diah
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 8 No 2 (2022): Januari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.922 KB) | DOI: 10.53627/jam.v8i2.4610

Abstract

This research carrying out into describe the formation of student character through the concept of wahdatul ulum. The purpose of this research was into grant in explanation of the role of wahdatul ulum in make up character and into detailed student compliance with the applied wahdatul ulum. The method used for this research is into detailed a descriptive on explanation by utilizing analysis and theoretical basis, so that the focus of the research is in accordance with the results that occur in the object and subject of research. The method used is also for develop broad and fully detailed insights regarding the role of the wahdatul ulum concept of define and into develop good individuals in community lively and the world of education. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pembentukan karakter mahasiswa melalui konsep wahdatul ulum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan mengenai peran wahdatul ulum dalam membentuk karakter dan mengetahui kepatuhan mahasiswa terhadap wahdatul ulum yang diterapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, pendeskripsian secara rinci tentang penjelasan dengan memanfaatkan analisis dan landasan teori, sehingga fokus penelitian sesuai dengan hasil yang terjadi pada objek dan subjek penelitian. Metode yang digunakan juga untuk mengembangkan wawasan yang luas dan mendetail mengenai peran konsep wahdatul ulum dalam menentukan dan mengembangkan individu yang baik dalam kehidupan masyarakat dan dunia pendidikan.
Peningkatan Motivasi , Berfikir Kritis Melalui Modul Pencemaran Lingkungan Berbasis POE (Prediksi, Observasi, Explain) Evita Rosilia Dewi
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 8 No 2 (2022): Januari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.793 KB) | DOI: 10.53627/jam.v8i2.4614

Abstract

Biology learning in class X SMA N 1 Kedunggar has not involved students fully because learning is still conventional in nature, thus making students less active in learning. Based on interviews with biology teachers, in the implementation of learning students tend to be less focused and just listen. One of the difficulties in studying biology according to students is because biology material tends to memorize a lot. Improving the quality of learning in schools is done by a variety of strategies, one alternative that can be taken is the development of teaching materials. Learning is needed that applies a factual learning model so that students are able to explore the knowledge gained and be able to think critically like POE-based modules. This module is expected to be able to develop students' motivation and critical thinking in learning, especially in environmental pollution material. This research was designed as a research and development (R&D). The development of POE-oriented print modules in this study adapted the 4D model (define, design, develop and disseminate) from Thiagarajan, et.al (1974). The results showed that there was an increase in motivation and empowerment of critical thinking through the POE model in learning science on environmental pollution material in SMA Negeri 1 Kedunggalar. Pembelajaran biologi di kelas X SMA N 1 Kedunggar belum melibatkan siswa sepenuhnya karena pembelajaran masih bersifat konvensional, sehingga mengakibatkan siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Sesuai wawancara dengan pengajar biologi, dalam pelaksanaan pembelajaran siswa cenderung kurang fokus serta hanya mendengarkan saja. Salah satu kesulitan belajar biologi menurut siswa yaitu karena materi biologi cenderung banyak hafalan. Peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dilakukan menggunakan banyak sekali seni manajemen, salah satu alternatif yang dapat ditempuh adalah pengembangan bahan ajar. Dibutuhkan pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran yang bersifat faktual sehingga siswa mampu menggali pengetahuan yang didapat serta mampu berpikir dengan kritis seperti modul berbasis POE. Modul ini diharapkan mampu membuat motivasi serta berfikir kritis peserta didik dalam belajar, khususnya pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini dibuat menjadi penelitian pengembangan (Research and Development) atau diklaim menggunakan penelitian R&D. Pengembangan modul cetak berorientasi POE dalam penelitian ini mengadaptasi contoh 4D (define, design, develop and disseminate) dari Thiagarajan, et.al (1974). Hal yang akan terjadi dalam penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan motivasi serta pemberdayaan berpikir kritis melalui model POE dalam pembelajaran IPA materi pencemaran lingkungan di SMA Negeri 1 Kedunggalar.
Pengaruh Terapi Murottal Al-Qur’an Untuk Menurunkan Stres Kerja Pada Guru Muhimmatul Hasanah; Chilvy Dezy Ayudya; Ima Fitri Sholichah
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 9 No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v9i1.4796

Abstract

Abstract: This study was conducted to determine the effectiveness of murottal Al-Qur'an therapy to reduce the stress work toward the teachers at Muslimat NU 29 Mahkota Kindergarten. Work stress is a reaction or psychological process of someone toward the environmental demands which are considered an unpleasant situation with the abilities that exist in him. This study tried to use the experimental quantitative methods with pre-experimental design research with a population of 20 teachers. The research design used in this study was the One – Group Pretest-Posttest Design. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique. About the data analysis technique, this study used the Wilcoxon signed rank test The results of statistical analysis showed that there was an effectiveness of murottal Al-Qur'an therapy to reduce work stress. The analysis showed that the experimental group had the experimental group with p-value = 0.012 or p <0.05 that Z count is -2.524 and sig is 0.012 of the Wilcoxon Ranks Test. It means that there was a significantly difference in the experimental group before and after the treatment given. Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh terapi murottal Al Qur’an pada penurunan tingkat stress kerja guru di TK Muslimat NU 29 Mahkota. Stres kerja merupakan reaksi atau proses psikologis seseorang terhadap tuntutan lingkungan, yang dipandang sebagai situasi yang tidak nyaman dengan kapasitas yang ada di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain penelitian berbentuk One – Group Pretest-Posttest Design. Teknik purposive sampling, digunakan untuk mendapatkan subjek penelitian yang berjumlah 20 Guru. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis uji wilcoxon signed rank test. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi murottal Al Qur’an terhadapp penurunan tingkat stress guru. Kelompok eksperimen menunjukkan hasil perhitungan uji Wilcoxon Ranks Test didapatkan p-value=0.012 atau p<0.05 bahwa Z hitung adalah -2,524 dan sig adalah 0,012 yaitu ada perbedaan yang signifikan pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan.
Pendidikan Karakter Anak Pada Keluarga Bercerai Moh. Toriqul Chaer; Azam Syukur Rahmatullah; Sukatin
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 9 No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v9i1.4802

Abstract

Abstract: Every parent wants their child to be a person with a good personality, a healthy mental attitude, and a commendable character. As the first personal shaper in a child's life, parents must be an example for their children. The object of this research is three divorced families in Ploso, Kendal, Ngawi, East Java. The method used is qualitative. The procedure for collecting data uses the following techniques: interviews, observation, and documentation. Based on the results of the study, it can be concluded that: 1) There are two parenting styles of divorced parents in educating their children, namely: a) democratic parenting with attitudes: mutual respect and respect, always discussing children's problems, providing opportunities for children to be independent, close relationships, b) Permissive Parenting with attitudes: parental attention is lacking for children, children are allowed to develop without parental guidance, children's interests are not prioritized, children are allowed to act and do as they please, children always get whatever they want. 2) The characteristics of children from divorced parents include: a) children become awkward in facing the realities of life, b) children sometimes dream of becoming famous, c) children prefer to fantasize about their lives, d) children have less imagination when they are playing, and e) the child experiences disturbances in social, cognitive and personality development. Abstrak: Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi orang yang berkepribadian baik, sikap mental yang sehat serta berakhlak yang terpuji. Orang tua sebagai pembentuk pribadi yang pertama dalam kehidupan anak, harus menjadi teladan bagi anak-anaknya. Objek penelitian adalah 3 keluarga yang bercerai di Desa Ploso Kendal, Ngawi, Jawa Timur. Metode yang digunakan metode kualitatif. Prosedur pengumpulan data dengan teknik: wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa: 1) Pola asuh orang tua yang bercerai dalam mendidik anaknya ada dua yaitu: a) pola asuh demokratis dengan sikap: saling menghargai dan menghormati, selalu mendiskusikan masalah anak, pemberian kesempatan anak agar mandiri, hubungan yang akrab, b) Pola Asuh Permisif dengan sikap: perhatian orang tua yang kurang terhadap anak, anak dibiarkan berkembang tanpa bimbingan orang tua, prioritas kepentingan anak tidak diutamakan, Anak dibiarkan bertindak dan sesuka hatinya, anak selalu memperoleh apapun yang dia inginkan. 2) Karakter anak dari orang tua yang bercerai antara lain: a) anak berubah menjadi canggung menghadapi kenyataan hidup, b) anak kadang-kadang bermimpi menjadi orang yang tenar, c) anak lebih suka berkhayal tentang hidupnya, d) anak imajinasinya berkurang saat mereka bermain, dan e) anak mengalami gangguan dalam perkembangan sosial, kognitif dan kepribadiannya.
Tradisi “Sapparan” Sebagai Bentuk Akulturasi Budaya Daerah dan Islam di Kabupaten Probolinggo Herwati
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 9 No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v9i1.4804

Abstract

Abstract: Criticism of modernists who think negatively of the Selametan tradition, it is necessary that positive spiritual values ​​be re-appeared in the Selametan series and tradition. The "Sapparan" tradition carried out by the majority of rural Muslim communities in Probolinggo district is a religious tradition that has been passed down from generation to generation as a form of cultural acculturation from the ancestors. The "Sapparan" tradition is expected to be a solution in creating a harmonious and peaceful Muslim community in Probolinggo Regency. The "Sapparan" tradition is also a means of maintaining and developing Islamic traditions that still exist today. The purpose of this research is to reveal; The first is the "Sapparan" tradition as a form of acculturation of culture and Islam. Second, the function of the "Sapparan" tradition in the life of the people of Probolinggo Regency. The research method used in this research is a qualitative research method through a phenomenological approach. The results (findings) of this study are first, the "Sapparan" tradition is a religious tradition for the Muslim community as a form of acculturation of culture and Islam. Second, as a means of friendship between villagers who teach togetherness and harmony and create peace. Third, as a community Islamic motivation, the implementation is only once a year, in which there are readings of istighosah, tahlil, sholawat julus, sholawat qiyam and prayer for the month of shofar with the aim of being given safety and launching fortune by Allah SWT. Abstrak:Kritik terhadap kaum modernis yang beranggapan negatif terhadap tradisi Selametan, maka perlu kiranya nilai-nilai spirtual positif dimuculkan kembali dalam rangkaian dan tradisi Selametan. Tradisi “Sapparan” yang dilakukan oleh mayoritas masyarakat Muslim pedesaan kabupaten Probolinggo merupakan tradisi keagamaan yang diwariskan secara turun temurun sebagai bentuk akulturasi budaya dari nenek moyang. Tradisi “Sapparan” diharapkan menjadi solusi dalm menciptakan masyarakat Muslim di Kabupaten Probolinggo rukun dan damai. Tradisi “Sapparan” juga menjadi sarana dalam mempertahankan dan mengembangkan tradisi keIslaman yang tetap eksis hingga saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap; pertama Tradisi “Sapparan” sebagai bentuk akulturasi budaya dan Islam. Kedua, Fungsi tradisi “Sapparan” dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Probolinggo. Metde penelelin yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif melalui pendekatan fenomenologi. Hasil (temuan) penelitian ini adalah pertama, Tradisi “Sapparan” merupakan tradisi keagamaan bagi Masyarakat muslim sebagai bentuk akulturasi budaya dan Islam. Kedua, sebagai sarana silaturrahmi antar warga desa yang mengajarkan kebersamaan dan kerukunan serta menciptakan kedamian. Ktiga, sebagai motivasi keIslaman masyarakat pelaksanaannya hanya 1 tahun sekali, didalamnya terdapat bacaan istighosah, tahlil, sholawat julus, sholawat qiyam dan doa bulan shofar dengan tujuan agar diberi keselamatan dan dilancarkan rejekinya oleh ALAH SWT.
Pembelajaran Shalat Siswa Tunagrahita di Kelas X SLB YPPABK Ngawi Setiana Musarofah; Arih Merdekasari; Rela Mar'ati
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 9 No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v9i1.4892

Abstract

Abstract: Prayer is obligatory worship for all Muslims, including mentally retarded student who are Muslim. This requires adaptive learning that can adapt to the characteristics of mentally retarded student. The study was conducted on three mentally retarded students who were in the mild, moderate, and severe categories. The case study uses interview, observation, and documentation methods. The results showed that learning prayer in class X SLB YPPABK was carried out with adaptive learning. Student with mild mental retardation can feel happy and satisfied when praying on time and trying to always be orderly in the implementation of the five daily prayers. While psychomotor can perform the prayer movement well. What is the subject's cognitive mastery at the evaluation stage, namely the condition where the issue has tried to improve the quality of his prayer by continuously improving the quality of reading. Students with mental retardation in the moderate category can feel happy, and satisfied when praying on time but cannot be ordered in the implementation of the five daily prayers. Learning outcomes psychomotor able to carry out the prayer movement well but still need direction from other people, namely parents and teachers. The subject's cognitive mastery is at the understanding stage. Meanwhile, students with severe mental retardation have not shown happy emotions when praying on time. His knowledge of prayer is still scanty and requires direction. The best learning outcomes are in the psychomotor aspect, which can carry out prayer movements under the direction of parents and teachers. Keywords: Mentally Retarded Students, Prayer Learning, SLB Abstrak: Shalat merupakan ibadah wajib bagi seluruh umat Islam, termasuk siswa Tunagrahita yang beragama Islam. Hal ini membutuhkan pembelajaran adaptif yang mampu meyesuaikan dengan karakteristik siswa Tunagrahita. Penelitian dilaksanakan kepada tiga siswa Tunagrahita yang berada pada kategori ringan, sedang dan berat. Studi kasus menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sholat di kelas X SLB YPPABK dilaksanakan dengan pembelajaran adaptif. Siswa Tunagrahita kategori ringan mampu merasakan rasa senang dan puas ketika melaksanakan shalat tepat waktu dan berusaha untuk selalu tertib dalam pelaksanaan shalat lima waktu. Sedangkan secara psikomotorik mampu melaksanakan gerakan shalat dengan baik. Penguasaan kognitif subyek berapa pada tahap evaluasi yaitu kondisi dimana subyek sudah berusaha memperbaiki kualitas shalatnya dengan terus memperbaiki kualitas bacaan. Siswa Tunagrahita kategori sedang mampu merasakan rasa senang, puas ketika melaksanakan shalat tepat waktu tetapi belum bisa tertib dalam pelaksanaan shalat lima waktu. Hasil belajar psikomotorik mampu melaksanakan gerakan shalat dengan baik tetapi masih membutuhka arahan dari orang lain, yaitu orang tua dan guru. Penguasaan kognitif subyek berada pada tahap pemahaman. Sedangkan siswa Tunagrahita kategori berat belum menunjukkan emosi senang ketika melaksanakan shalat tepat waktu. Pengetahuannya tentang sholat masih sedikit dan memerlukan arahan. Hasil belajar yang paling baik ada pada aspek psikomotorik, yaitu mampu melaksanakan gerakan sholat dengan arahan orangtua dan gurunya. Keywords: Pembelajaran Sholat, Siswa Tunagrahita, SLB
Peranan Pimpinan Ranting Muhammadiyah dalam Mengelola Santunan Anak Yatim Berdasarkan Nilai-Nilai dalam Al-Qur’an di Desa Semen Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi Susi Fitriana
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 9 No 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v9i1.4920

Abstract

Abstract: Semen village Muhammadiyah Branch is a branch that has several programs, especially on social humanity and its position is under the Muhammadiyah Branch of Paron District. Over the past 10 years, it has shown its existence in social, religious, educational and humanitarian fields, especially for orphans, even though there are too few people in Semen village who are members of Muhammadiyah, their human spirit is very high. Muhammadiyah is an Islamic da'wah movement that aims to uphold the religion of Islam so that the realization of Muslims who are rahmatallil'alamin and can implement the ideals of the Muhammadiyah organization to become an Islamic forum. This charity activity for orphans is a form of our affection or concern for the lives of orphans who are so noble in front of Rasulullah Muhammad SAW. The research method used is field research, the type of approach is descriptive qualitative. Data obtained from interviews, documentation and observations were then analyzed using data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification. According to the results of research data, it can be interpreted that the Muhammadiyah branch of Semen village has the capacity to manage compensation for orphans. The form of the implementation is in the form of giving compensation to orphans which is held twice a year, namely at the Maulid Nabi Muhammad SAW event and the halal bi halal event for Eid al-Fitr. Provision of compensation from the age of 1 month to 12 years. Abstract: Pada dasarnya Ranting Muhammadiyah Desa Semen merupakan ranting yang mempunyai beberapa program, khususnya pada sosial kemanusiaan dan posisinya berada dibawah Cabang Muhammadiyah Kecamatan Paron. Selama 10 tahun belakangan ini telah menunjukkan eksistensinya di sosial keagamaan, pendidikan dan kemanusiaan khususnya uanak yatim, walaupun masyarakat desa Semen yang menjadi anggota Muhammadiyah masih terlalu sedikit, akan tetapi jiwa kemanusiaanya sangat tinggi. Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam bertujuan untuk menegakkan agama Islam sehingga terwujudnya umat Islam yang rahmatallil’alamin serta dapat mengimplementasikan cita-cita organisasi Muhammadiyah menjadi wadah keislaman. Kegiatan santunan anak yatim ini merupakan bentuk afeksi atau perhatian kita pada kehidupan anak yatim yang begitu mulia dihadapan Rasullulah Muhammad SAW. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian lapangan, jenis pendekatan bersifat deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari wawancara, dokumentasi dan observasi kemudian dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Menurut hasil data penelitian dapat diartikan bahwa ranting Muhammadiyah desa Semen mempunyai kapasitas mengelola santunan anak Yatim. Bentuk penyelenggaraannya berupa pemberian santunan kepada anak yatim yang dilaksanakan setiap satu tahun dua kali yaitu pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan acara halal bi halal hari Raya Idul Fitri. Pemberian santunan mulai dari usia 1 bulan hingga 12 tahun.
Teknik Self-Management pada Layanan Konseling untuk Peningkatan Kedisiplinan Siswa Ahmad Khoirul Umam Umam; Muhimmatul Hasanah; Musbikhin
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 9 No 2 (2023): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v9i2.4974

Abstract

Abstract: This research was conducted to determine the influence of Counseling Services with Self-Management Techniques in improving the discipline of MTs. Sunan Drajat Lamongan students. Student Discipline is the attitude or behavior of students who obey and obey the rules in the school and carry out their duties with full awareness. This research uses quantitative experimental methods with research designs in the form of Quasi Expermental Design. Sampling technique with Purposive Sampling, with 16 study subjects. The data analysis technique in this study is the Mann Whitney U-Test. The results of the analysis show a significant influence of Counseling Services with Self-Management Techniques in improving student discipline. Data analysis showed that before treatment, the experimental group and the control group had the same level of discipline, namely Z = -,317; Asymp. Sig.= ,751. and after being given treatment, a value of Z = -2.371 was obtained; Asymp. Sig.= ,001. From the results of the analysis, it can be concluded that Counseling Services with Self-Management Techniques are effective in improving student discipline. Keywords : Discipline, Self Management, Student Abstrak : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling dengan Teknik Self-Management dalam meningkatkan kedisiplinan siswa MTs. Sunan Drajat Lamongan. Kedisiplinan Siswa merupakan sikap atau tingkah laku siswa yang taat dan patuh akan peraturan yang ada di sekolah dan menjalankan kewaibannya dengan penuh kesadaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain penelitian yang berbentuk Quasi Expermental Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan subjek penelitian yang berjumlah 16 siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah Uji Mann Whitney U-Test. Hasil dari analisis menunjukan adanya pengaruh yang signifikan dari Layanan Konseling dengan Teknik Self-Management dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Analisis data menunjukan bahwa sebelum diberikan perlakuan, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki tinhgkat kedisiplinan yang sama, yaitu Z = -,317; Asymp. Sig.= ,751. dan setelah diberikan perlakuan, diperoleh nilai Z = -2,371; Asymp. Sig.= ,001. dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Layanan Konseling dengan Teknik Self-Management efektif dalam meningkatkan kedisiplinan siswa. Keywords : Kedisiplinan, Self-Management, Siswa
Moderasi Beragama Menjawab Intoleransi di Dalam Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 4 Tahun 2005 Muhammad Torieq Abdillah; Ichwan Ahnaz Alamudi; Rahimah Tul Sa'dah
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 9 No 2 (2023): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v9i2.5021

Abstract

Abstract: In recent years, various acts of violence in the form of intolerance have turned out to be massive social phenomena under the pretext of being an excuse to legitimize acts of violence committed. In fact, from a national point of view, Indonesia has stipulated freedom of religion as stated in the Constitution, namely Article 28 of the 1945 Constitution. Apart from that, also in Banjarmasin City Regional Regulation No. 4 of 2005 is one of the sharia-based regional regulations. However, over time, this regional regulation experienced many violations in terms of violating its rules and discriminatory attitudes towards non-Muslim groups regarding freedom of religion and people's welfare. This study's normative juridical research method is a legal, conceptual, and case approach. The study results show that the regional regulation is contrary to the constitution because of the flawed material content coupled with cases that lead to discriminatory attitudes and intolerance when non-halal food stalls are also the target of raids during Ramadan. The existence of Al-Qur'an verses that discuss the concept of religious moderation can be a means of answering this problem. Keywords: Intolerance, Local Regulations, Religious Moderation Abstract: Beberapa tahun terakhir, berbagai tindakan kekerasan berupa intoleransi menjadi fenomena sosial masif dengan dalih menjadi alasan untuk melegitimasi tindakan kekerasan yang dilakukan. Padahal, jika dilihat dari sisi negara, Indonesia telah menetapkan kebebasan beragama sebagaimana tertuang di dalam UUD, yaitu Pasal 28 UUD 1945. Selain itu, juga di dalam Perda Kota Banjarmasin No. 4 Tahun 2005 merupakan salah satu Perda berbasis syariah. Namun, seiring berjalannya waktu, Perda ini justru mengalami banyak pelanggaran dalam hal melanggar aturan sendiri dan sikap diskriminatif terhadap kelompok nonmuslim dalam hal kebebasan beragama dan kesejahteraan rakyat. Metode penelitian yuridis normatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan hukum, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perda tersebut dianggap bertentangan dengan konstitusi karena kandungan materi yang cacat ditambah kasus-kasus yang menyebabkan sikap diskriminatif dan intoleransi ketika warung makanan nonhalal juga menjadi sasaran razia selama Ramadan. Adanya ayat Al-Qur'an yang membahas konsep moderasi agama dapat menjadi sarana dalam menjawab permasalahan ini. Keywords: Intoleransi, Moderasi Beragama, Peraturan Daerah
Dinamika Motivasi Belajar Mahasiswa yang Sudah Menikah di IAIN Kerinci Ahmad Khairul Nuzuli; Agung Tri Prasetia; Puji Kurnia; Rezki Rosalia Indah; Ria Julita Sari; Rahmat Rhafizt P
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 9 No 2 (2023): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v9i2.5032

Abstract

Abstract: Students who decide to get married face various challenges in completing their studies. Learning motivation is a motivating factor for married students in carrying out their education process well. This study uses a qualitative method with a phenomenological approach. The research subjects were three married students from the Kerinci State Islamic Institute (IAIN). Data collection is done by interview. The results showed that the learning motivation of married students came from external sources, namely wanting to finish college so that after graduation, they could focus on taking care of their children and the support of parents and husbands to complete their studies immediately. The challenges in managing their learning motivation are related to the distance between home and campus—difficulty handling time in carrying out duties as a student and wife. The study's results also show that the ability to divide roles between husband and wife can help married students deal with time management problems. Keywords: Dynamics, Learning Motivation, Married, Students Abstract: Mahasiswa yang memutuskan menikah menghadapi berbagai tantangan dalam menyelesaikan studinya. Motivasi belajar menjadi faktor pendorong bagi mahasiswa yang sudah menikah dalam menjalani proses pendidikannya dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Femenologi. Subyek penelitian mreupakan tiga mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci yang sudah menikah . Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar mahasiswa yang sudah menikah bersumber dari eksternal, yaitu ingin menyelesaikan kuliah agar setelah tamat bisa fokus mengurus anak dan adanya dukungan orang tua dan suami untuk segera menyelesaikan perkuliahannya. Tantangan yang dihadapi dalam mengelola motivasi belajarnya terkait dengan kendala jarak antara rumah dan kampus. Kesulitan memanajemen waktu dalam pelaksanaan tugas sebagai mahasiswa dan istri. Hasil studi juga menunjukkan bahwa kemampuan membagi peran antara suami dan istri dapt membantu mahasiswa yang sudah menikah dalam mengahadapi masalah manajemen waktunya. Kata kunci : Dinamika, Mahasiswa, Menikah, Motivasi Belajar