cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
Bagaimana Mahasiswa NU Memahami Islam Moderat? Benny Afwadzi; Miski Miski; Mila Aulia; Roudlotul Jannah
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 9 No 2 (2023): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v9i2.5054

Abstract

Abstract: This research is motivated by many scholars who challenge NU, which is considered a moderate Islamic organization, and the meanings of the word moderate vary. On the other hand, moderate Islam is a solution to many students' radical thoughts and terror. By taking Unisma as the research object, this article focuses on two topics: NU students' interpretation of moderate Islam and the factors that influence this interpretation. This article is qualitative research using in-depth interviews with 12 students with various study program characteristics. The findings obtained from this study are, first, NU students interpret moderate Islam with three models: teachings, nation and state, and relations with modernity. These three understandings are separate from NU's moderate principles. Most NU students accept moderate Islamic terminology, but a small number of them reject it. Second, the moderatism of NU students is influenced by many factors, including family background, education, social media, environment, and association. Furthermore, this study accepts that moderatism in NU is not on the same line but also rejects research suggesting that NU students tend to be radical and intolerant. And association. Furthermore, this study accepts that moderatism in NU is not on the same line but also rejects research suggesting that NU students tend to be radical and intolerant. And association. Furthermore, this study accepts that moderatism in NU is not on the same line but also rejects research suggesting that NU students tend to be radical and intolerant. Keywords: Doctrine, Moderate Islam, Modernity, Nation and State, NU students. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyak sarjana yang memberikan tantangan pada NU yang dianggap sebagai organisasi Islam moderat dan pemaknaan terhadap kata moderat yang bervariasi. Di sisi lain, Islam moderat merupakan solusi atas pemikiran radikal dan teror yang banyak dimiliki oleh mahasiswa. Dengan mengambil Unisma sebagai objek penelitian, artikel ini fokus pada dua topik, yakni interpretasi mahasiswa NU terhadap Islam moderat dan faktor-faktor yang mempengaruhi interpretasi tersebut. Artikel ini adalah penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam kepada 12 mahasiswa dengan karakter program studi yang bervariasi. Temuan yang didapatkan dari penelitian ini adalah, pertama, mahasiswa NU menginterpretasikan Islam moderat dengan tiga model: ajaran, berbangsa dan bernegara, dan relasi dengan modernitas. Ketiga pemahaman tersebut tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip moderat NU. Sebagian besar mahasiswa NU menerima terminologi Islam moderat, namun sebagian kecil dari mereka menolaknya. Kedua, moderatisme mahasiswa NU dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah latar belakang keluarga, pendidikan, media sosial, lingkungan, dan pergaulan. Lebih jauh, penelitian ini menerima anggapan bahwa moderatisme di NU tidak berada pada satu garis yang sama, tetapi juga menolak penelitian menyebut bahwa mahasiswa NU cenderung radikal dan intoleran. Kata Kunci: Ajaran, Bangsa dan Negara, Islam Moderat, Mahasiswa NU, Modernitas.
Pemikiran Pendidikan Mohammad Hatta dalam Perspektif Pendidikan Islam Ahmad Syauqi Fuady; Samsudin
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 9 No 2 (2023): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v9i2.5109

Abstract

Abstract: This article aims to analyze Mohammad Hatta's conception of educational thought from the perspective of Islamic education. Islam became an integral character of Mohammad Hatta's person, with an Islamic pattern that tends to be substantive rather than legal-formal. The writing of this article is directed to examine the extent of the influence and linkage of Mohammad Hatta's Islamic faith in the thoughts and views of education that he aspires to. This research is a library using the primary literature sources of Mohammad Hatta's writings in the Collection of Essays I and the Collection of Essays IV. The data analysis technique used is Content Analysis. The results of this study are as follows: First, faith is the main foundation in implementing Islamic education. Faith in God, as reflected in the First Precept of Pancasila, is used as a philosophical foundation for the implementation of life in aspects of government, politics, economy, socio-culture, and education. Second, knowledge for Hatta is the main instrument needed by humans in the world both to worship God and the management the universe for prosperity and well-being. Although for Hatta, science and religion have different areas of study and methods, the two cannot be separated. Third, education for Mohammad Hatta is aimed mainly at forming and creating a solid community life. Nevertheless, a stable society can be upright if individuals of faith, purity, brilliance, intelligence, intelligence and creativity sustain it. Keywords: Education, Thought, Mohammad Hatta, Islam Abstract: Artikel ini bertujuan melakukan analisis terhadap konsepsi pemikiran pendidikan Mohammad Hatta dalam perspektif pendidikan Islam. Islam menjadi karakter integral bagi pribadi Mohammad Hatta, dengan corak keberislaman yang cenderung substantif dibandingkan legal-formal. Penulisan artikel ini diarahkan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh dan keterkaitan keberislaman Mohammad Hatta dalam pemikiran dan pandangan pendidikan yang dicita-citakan. Penelitian ini merupakan library research menggunakan sumber kepustakaan utama tulisan Mohammad Hatta dalam Kumpulan Karangan I dan Kumpulan Karangan IV. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Isi (content analysis). Hasil kajian ini adalah: Pertama, keimanan merupakan pondasi utama dalam pelaksanaan pendidikan Islam. Keimanan kepada Tuhan, sebagaimana tercermin dalam Sila Pertama Pancasila, digunakan sebagai landasan filosofis bagi pelaksanaan kehidupan baik dalam aspek pemerintahan, politik, ekonomi, sosial-budaya, dan pendidikan. Kedua, ilmu bagi Hatta adalah instrumen utama yang diperlukan oleh manusia di dunia baik untuk beribadah kepada Tuhan, maupun dalam pengelolaan alam semesta bagi kemakmuran dan kesejahteraan. Meskipun bagi Hatta ilmu dan agama memiliki wilayah kajian dan metode berbeda, keduanya tidak bisa dipisahkan. Ketiga, pendidikan bagi Mohammad Hatta ditujukan, utamanya untuk membentuk dan menciptakan kehidupan masyarakat yang kokoh. Meskipun demikian, masyarakat yang kuat dan kokoh dapat tegak jika ditopang oleh individu-individu yang beriman, bertakwa, cemerlang, pintar, cerdas dan kreatif. Keywords: Pendidikan, Pemikiran, Mohammad Hatta, Islam
Masjid Sebagai Pusat Trilogi Pembinaan Tarbiyah Islamiyyah para Salafus Shalih Zainab Rahmatulloh Hikmatul Haq
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 10 No 1 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v10i1.4815

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the procedures of the salafus shalih fostering Islamic tarbiyah in the classical era focused on the centre, namely the mosque. A descriptive qualitative method was used in this study, with the type of library research and reviewing several references and literature to obtain the necessary study data. The results of the study stated that the mosque became the centre of the trilogy, an inseparable unit from the madrasa and Pondok, which became the successful procedure on the excellent salafus in fostering Islamic tarbiyah for the ummah and the transformation of the Islamic education system in classical times which started from: First, the mosque system as a trilogy centre. In the early days of Islam, this mosque system was a place for students who wanted to learn to pray, zakat, fasting from the righteous salafus. The development of the current mosque system has separated the system between Islamic boarding schools and madrasas to maintain the existence of a mosque that is calm and solemn. Second, the classic pondok system, a substitute for the mosque system, which is like a halaqah place for religious knowledge, but at this time, it is complicated to find the classic pondok system because it is influenced by several modern system regulations that require following the currents of modern times. Third, the madrasa system is a substitute for a mosque whose position is equivalent to a Pondok; modern Western educational methods have integrated madrasas into the present era. Keywords: Mosque, Boarding Schools, Madrasah, Salafus Shalih Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tatacara para salafus shalih membina tarbiyah islamiyyah pada zaman klasik terfokus pada pusatnya yaitu masjid. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan jenis penelitian kajian pustaka dan mengkaji beberapa referensi serta literatur untuk memperoleh data kajian yang diperlukan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa masjid menjadi pusat trilogi satu kesatuan tak terpisahkan dari madrasah dan pondok yang menjadi tatacara sukses para salafus shalih dalam membina tarbiyah islamiyyah pada umat dan transformasi sistem pendidikan Islam di zaman klasik yang bermula dari: Pertama, sistem masjid sebagai pusat trilogi. Pada awal permulaan Islam, sistem masjid ini merupakan tempat para murid yang ingin belajar shalat, zakat, puasa kepada para salafus shalih. Perkembangan sistem masjid saat ini telah memisahkan sistem antara pondok dan madrasah Islam dengan tujuan mempertahankan eksistensi masjid yang bersifat tenang dan khusyuk. Kedua, sistem pondok klasik, pengganti sistem masjid yaitu seperti tempat halaqoh ilmu agama, namun saat ini sangat susah menemukan sistem pondok klasik karena dipengaruhi oleh beberapa peraturan sistem modern yang mengharuskan mengikuti arus zaman modern. Ketiga, sistem madrasah sebagai pengganti masjid yang kedudukannya setara dengan pondok, madrasah di era sekarang telah menyatu dan terintegrasi dengan mengikuti metode pendidikan Barat modern. Keywords: Masjid, Pondok Pesantren, Madrasah, Salafus Shalih.
Penggunaan Metode Aktif Learning Tipe Group Diskusi Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Siswa di MTs Mambaul Huda Bojonegoro Burhanuddin, Hamam; Nur Hidayatul Khusna, Siti; Firda Rizka Rachma Wahdani, Firda
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 10 No 1 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v10i1.5062

Abstract

Abstract: This research aims to ascertain the use of active learning methods on the subject of aqidah morals at Madrasah Mambaul Huda. In learning activities, there are several problems faced by educators, including sleepy students, chatting in class during learning, a lack of concentration on the explanations conveyed by the teacher, a soft feeling of students' curiosity, students who don't dare to argue and are passive in class, and low achievement of the minimum completeness criteria. With the above problems, educators took the initiative to change learning strategies by applying the active learning method of group discussions. This qualitative research method uses a descriptive-qualitative approach using observation, in-depth interviews, and documentation. The research results are active learning strategies, including students being able to solve problems, express opinions, respect others, think critically, and want to express their ideas. The inhibiting factors for active learning are discussions dominated by students who like to talk, students who aren't talking tend to be busy alone, discussions take up a lot of time, and sometimes, the themes discussed must be more appropriate. Keywords: Active Learning Method, Aqidah Akhlak, Learning Outcome Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan metode pembelajaran aktif untuk meningkatkan aktivitas Peserta didik pada materi aqidahakhlak Madrasah Mambaul Huda, selama kegiatan pembelajaran pendidik dihadapkan pada beberapa masalah antara lain Peserta didik mengantuk, mengobrol di kelas saat belajar, kurang fokus pada pendidik. penjelasan, rasa ingin tahu peserta didik rendah, peserta didik tidak berani membantah, kelas pasif, standar ketuntasan minimal rendah. Menyikapi permasalahan di atas, pendidik berinisiatif mengadopsi metode pembelajaran aktif diskusi kelompok untuk mengubah strategi pembelajaran. Metode penelitian ini adalah kualitatif (penelitian lapangan) dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, catatan. Temuan penelitian adalah strategi pembelajaran aktif, antara lain Peserta didik mampu memecahkan masalah, mengemukakan pendapat, Menghormati orang lain, Peserta didik berpikir kritis dan mau mengungkapkan ide-idenya, penghambat belajar aktif adalah waktu diskusi yang dominan dan terkadang kurangnya korespondensi topik yang dibahas. Kata kunci: Metode Active Learning, AqidahAkhlak, Hasil Belajar Kognitif.
Strategi Koping Religius terhadap Stres Akademik Siswa SMA Karya Pembangunan Paron Ngawi Indah Fitri Sri Wulandari; Arih Merdekasari
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 10 No 1 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v10i1.5142

Abstract

Abstract: Internal and external pressures on student learning at school can cause academic stress. The ability to manage stress will raise the spirit of achievement, but uncontrolled academic stress will affect the decline in learning outcomes as well as physical and psychological disorders. This study aims to determine religious coping strategies for academic stress in SMA Karya Pembangunan Paron Ngawi. Case studies on three research subjects comprised 3 Karya Pembangunan Paron high school students who became female at Asy Syakur Islamic Boarding School. Methods of data collection using interviews and observation. Data validation uses triangulation, namely source triangulation. The study's results explain the physical symptoms of academic stress often shown by students, namely dizziness and cold sweats. The psychological symptoms that are felt are anxiety and sadness. This causes students to carry out emotional coping strategies through sharing with those closest to them. The dynamic aspect of faith encourages him to choose the plan from negative religious coping to positive religious coping. Passive religious deferral by submitting to Allah without much effort and punishing reappraisal considers the problems faced as a rebuke from Allah Swt. It is changed to a positive spiritual coping strategy when it doesn't work. Collaborative religious coping by trying to solve the problem optimally, then relying on Allah Swt, and benevolent reappraisal by introspecting himself by getting closer to Allah Swt. Keywords: Academic Stress, Religious coping, Students Abstract: Tekanan internal dan eksternal dalam pembelajaran siswa di sekolah dapat menyebabkan stress akademik. Kemampuan mengelola stress akan membangkitkan semangat berprestasi, tetapi stres akademik yang kurang terkendali akan mempengaruhi penurunan hasil belajar serta gangguan fsik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi koping religius terhadap stres akademik siswa SMA Karya Pembangunan Paron Ngawi. Studi kasus pada 3 subyek penelitian terdiri dari 3 siswa SMA Karya Pembangunan Paron yang menjadi santriwati di Pondok Pesantren Asy Syakur. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Validasi data menggunakan triangulasi, yaitu triangulasi sumber. Hasil penelitian menjelaskan gejala fisik stres akademik yang sering ditunjukkan siswa yaitu pusing dan keringat dingin. Sedangkan gejala psikologis yang dirasakan adalah gelisah dan sedih. Hal ini menyebabkan siswa melakukan strategi koping emosi melalui sharing dengan orang terdekat. Aspek keimanan yang dinamis mendorongnya memilih jenis strategi dari koping religius negatif ke koping religius positif. Passive religious deferral dengan pasrah kepada Allah Swt tanpa banyak usaha, dan punishing reappraisal menganggap permasalahan yang dihadapi sebagai teguran dari Allah Swt. Ketika tidak berhasil, maka dirubah menjadi strategi koping religius positif. Collaborative religious coping dengan berusaha optimal menyelesaikan masalahnya, kemudian bertawakal kepada Allah Swt, dan benevolent reappraisal dengan mengintropeksi dirinya dengan cara mendekat kepada Allah Swt. Keywords: Koping religius, Siswa, Stres Akademik
Self-Compassion Pada Wanita Yang Pernah Mengalami Keguguran Hanifah, Khanifah; Deslinda, Gadis; Ernawati
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 10 No 1 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v10i1.5201

Abstract

Abstract: Women who have had miscarriages are prone to experiencing mental health problems, such as experiencing stress, frustration and depression. Women need high self-compassion to be able to overcome them. Women who experience a lack of self-compassion will become maladaptive, such as assuming they have a problem, always judging others negatively, and being bound by negative emotions. Self-compassion is an open attitude, moved by the suffering experienced, compassion and care for oneself, understanding one's shortcomings and failures without judging, accepting one's strengths and weaknesses, and realizing the same experience can happen to others. This study aims to get an overview of self-compassion in women who have had a miscarriage. This qualitative research uses a phenomenological approach by collecting data using interviews, observation and documentation. This study involved three female informants who had experienced a miscarriage using purposive sampling and significant other techniques. The survey results show that self-compassion can help individuals accept when facing problems. The researcher concluded that the three informants had self-compassion in themselves and that there were three components of self-compassion in the three informants of this study. Keywords: Miscarriage; self-compassion; Woman Abstak: Wanita yang pernah mengalami keguguran rentan mengalami gangguan kesehatan mental, seperti mengalami stress, frustasi dan depresi. Wanita membutuhkan self compassion yang tinggi untuk dapat mengatasinya. Wanita yang mengalami self-compassion yang kurang maka akan menjadi maladaptif seperti menganggap bahwa dirinya bermasalah, selalu menilai orang lain secara negatif, dan selalu terikat dengan emosi negative. Self-compassion adalah sikap terbuka, tergerak oleh penderitaan yang dialami, kasih sayang dan peduli diri sendiri, memahami kekurangan dan kegagalan seseorang tanpa menghakimi, menerima kelebihan dan kekurangan seseorang, dan menyadari pengalaman yang sama dapat terjadi pada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai self-compassion pada wanita yang pernah mengalami keguguran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan pengumpulan data mengunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan tiga informan wanita yang pernah mengalami keguguran menggunakan teknik purposive sampling dan significant other. Hasil penelitian dapat diperoleh bahwa self-compassion dapat membantu individu menerima ketika menghadapi persoalan dalam hidupnya. Peneliti menyimpulkan bahwa ketiga informan memiliki self-compassion dalam dirinya, sesuai dengan terdapatnya tiga komponen self-compassion dalam diri ketiga informan penelitian ini. Kata Kunci: Keguguran; Self-compassion; Wanita
Implikasi Ikhlas Pada Resiliensi Remaja Dalam Menghadapi Masalah Keluarga Samsul Hadi; Ayu Apriliya; Syamsul Bakri; Yusup Rohmadi
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 10 No 1 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v10i1.5428

Abstract

Abstract: This study aimed to determine the impact of sincerity on the resilience of adolescents in dealing with family problems. This research method is a qualitative phenomenological study. The research subjects consisted of 3 female high school students at Karya Pembangunan Paron High School who had family problems with economic difficulties, orphans and divorce. Methods of data collection using observation, interviews and documentation. The results showed that family problems faced by adolescents included financial challenges caused by parents who did not have a permanent job, the issue of orphaned youth and the problem of lack of attention from parents due to a broken home divorce. A sincere picture of childhood in dealing with family problems, namely surrendering to Allah SWT. Adolescent resilience in dealing with family problems through family behaviour that supports each other, friendship environmental factors, the understanding that everything owned is only a deposit and expressions of gratitude. The impact of sincerity on the resilience of adolescents in dealing with family problems is obtaining inner satisfaction, understanding that we should not love the world excessively, feeling relieved after letting go and being persistent in doing good. Keywords: Sincere, Resilience, Family Problem, Youth Abstract: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak ikhlas pada resiliensi remaja dalam menghadapi masalah keluarga. Metode penelitian ini merupakan studio kualitatif fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari 3 siswi remaja SMA Karya Pembangunan Paron yang memiliki masalah keluarga kesulitan ekonomi, yatim dan perceraian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan keluarga yang dihadapi remaja antara lain masalah kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh faktor orang tua yang tidak memiliki pekerjaan tetap, masalah remaja yatim dan masalah kurangnya perhatian orang tua akibat dari broken home perceraian. Gambaran ikhlas remaja dalam menghadapi masalah keluarga yaitu berserah diri kepada Allah SWT. Resiliensi remaja dalam menghadapi masalah keluarga melalui perilaku keluarga yang saling mendukung, faktor lingkungan pertemanan, pemahaman bahwa segala yang dimiliki hanya titipan, dan ungkapan syukur. Dampak ikhlas pada resiliensi remaja dalam menghadapi masalah keluarga yaitu memperoleh kepuasan batin, memaknai bahwa kita tidak seharusnya menyayangi dunia secara berlebihan, merasa lega setelah mengiklaskan dan istiqomah dalam melakukan kebaikan. Kata Kunci: Ikhlas, Resiliensi, Masalah Keluarga, Remaja
Adab Terhadap Ilmu Perspektif Imam Al-Ghazali Sayid Ahmad Ramadhan; Hendra Sucipto
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 10 No 2 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v10i2.5297

Abstract

Abstract: Penguasaan terhadap ilmu akan mempengaruhi kualitas adab dan akhlak, sehingga jika seseorang sudah lebih dahulu menghormati serta memuliakan suatu ilmu maka hasilnya akan mendorong munculnya hal-hal postif didalam kehidupannya. Sebaliknya, jika tidak menghormati dan memuliakan ilmu maka akan mendorong munculnya hal negatif dalam kehidupannya. .Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan adab terhadap ilmu menurut perspektif Imam al-Ghazali. Kajian pustaka menggunakan sumber yang berasal dari artikel ilmiah dan buku. Hasil Penelitian menggambarkan kaidah Imam al-Ghazali dalam melahirkan adab atau akhlak terhadap ilmu bagi pendidik maupun peserta didik. Pertama, Senantiasa menempatkan ilmu dalam serangkaian aspek kehidupan. Kedua, memposisikan ilmu sebagaimana tempatnya. Ketiga, mempelajari dan menyampaikan ilmu dilandaskan keikhlasan. Keempat, menggunakan ilmu untuk mempererat tali silaturahim. Kelima, tidak menyandarkan ilmu terhadap sikap dan tindakan yang cenderung negatif, maksudnya jangan sampai menafsirkan suatu materi pelajaran sesuai kehendak kemudian menjadikannya argumen atau alasan untuk memperkuat sesuatu yang sudah jelas tidak dibenarkan syari’at agama. Keywords: Adab, Ilmu, Imam al-Ghazali. Abstract: Mastery of knowledge will influence the quality of manners and morals, so that if someone first respects and glorifies a knowledge then the results will encourage the emergence of positive things in their life. On the other hand, if you don't respect and glorify knowledge, it will encourage negative things to emerge in your life. This research aims to describe manners towards science from Imam al-Ghazali's perspective. The literature review uses sources originating from scientific articles and books. The research results illustrate the principles of al-Ghazali's participants in creating adab or morals towards science for educators and students. First, always place knowledge in a series of aspects of life. Second, positioning knowledge as it is. Third, study and convey knowledge based on sincerity. Fourth, use knowledge to strengthen ties of friendship. Fifth, do not rely on knowledge for attitudes and actions that tend to be negative, meaning that you should not understand a subject matter according to your wishes and then become an argument or reason to strengthen something that is clearly unacceptable to the Sharia religion. . Keywords: Adab, Imam al-Ghazali, Science
Agama dan Identitas Sosial Dalam Praktek Pembelajaran Hadis di Langgar di Kabupaten Malang Jawa Timur Pradana, Mahatva Yoga; Samsudin; Abror, Indal; Mansur, Muhamamad; Asrowy, Hanan
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 11 No 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v11i1.5468

Abstract

Abstract: This study examines the role of religion in shaping social identity through Hadith learning in the violations of Malang Regency, East Java. This study analyses how the teaching of Hadith in these places of worship affects individuals' perceptions of themselves and their communities. The research methodology involves in-depth interviews with teachers and pilgrims and content analysis of the learning materials used. The results of this study revealed that the practice of Hadith learning in Malang Regency has a significant role in shaping individual social identity. This manifests itself in the influence of religion on social norms, values, and community solidarity. The research also highlights the critical role of teachers in conveying religious messages and how these messages influence individual understanding and identity. This research provides in-depth insights into the complexity of the relationship between religion and social identity in the context of local communities. These findings may contribute to a better understanding of the role of religion in shaping social identity and guide learning efforts, as well as a better understanding of religion in diverse societies. Keywords: Religion, Social Identity, Hadith Learning, Langgar, East Java
Transformasi Nilai Moderasi Beragama Pada Generasi Z di Organisasi IPNU IPPNU Cabang Kencong Nur Jannah; Dhevin M.Q Agus Puspita W
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 10 No 2 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v10i2.5485

Abstract

Abstract: Generasi Z kini telah dilenakan dengan dunia maya yang sudah menjadi bagian dari kehidupannya tanpa takut batas sosial. Dengan keunikan kepribadian dan perilakunya, generasi Z perlu dibina agar bernilai positif dan tidak merugikan diri sendiri maupun lingkungannya. Berada di lingkungan yang penuh dengan keberagaman suku, agama, maupun budaya, adalah sebuah tantangan bagi generasi Z untuk menerapkan moderasi beragama. Melalui pendekatan studi kasus, bertujuan memahami transformasi nilai moderasi beragama generasi Z pada generasi Z yang tergabung dalam organisasi IPNU-IPPNU. Berdasarkan analisis data Cresswell yang diolah dari ditemukan upaya pelestarian karakteristik ajaran Nahdlatul Ulama yakni tawasuth, tasamuh, tawazun, I’tidal dan amar makruf nahi munkar serta mengembangkan eksistensi ajarannya agar keberadaan kader-kadernya mampu menjawab problematika masyarakat.Proses tranformasi nilai moderasi beragama pada generasi Z dilingkungan IPNU IPPNU Cabang Kencong berlangsung secara konstruktif melalui beberapa proses, Pertama, melalui Institusi Pendidikan di sekolah, kampus atau pesantren yang merupakan tempat di mana nilai itu bisa dibangun sejak dini. Kedua, kegiatan kepemudaan yang dilakukan untuk mempererat solidarias kebersamaan dalam bingkai perbedaan. Ketiga, Media Sosial karena media sosial menjadi salah satu fokus perhatian anak muda. Keywords: Beragama, Generasi Z, Moderasi, Transformasi Abstract: Generation Z has now become accustomed to the virtual world which has become a part of their lives without fear of social boundaries. With their unique personalities and behavior, generation Z needs to be nurtured so that they have positive values ​​and do not harm themselves or their environment. Being in an environment full of ethnic, religious and cultural diversity, is a challenge for generation Z to implement religious moderation. Through a case study approach, it aims to understand the transformation of generation Z's religious moderation values ​​in generation Z who are members of the IPNU-IPPNU organization. Based on Cresswell's data analysis, which was processed from efforts to preserve the characteristics of Nahdlatul Ulama's teachings, namely tawasuth, tasamuh, tawazun, I'tidal and amar makruf nahi munkar, as well as developing the existence of its teachings so that its cadres are able to answer society's problems. The process of transforming the value of religious moderation in generations Z in the IPNU IPPNU Kencong Branch environment takes place constructively through several processes, First, through Educational Institutions at schools, campuses or Islamic boarding schools which are places where these values ​​can be built from an early age. Second, youth activities are carried out to strengthen solidarity within the framework of differences. Third, Social Media because social media is one of the focuses of young people's attention. Keywords: Generation Z, Moderation, Religion, Transformation.