cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 962 Documents
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI PURIN RIWAYAT KELUARGA DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN HIPERURISEMIA PADA LANSIA DI KELURAHAN MALALAYANG I TIMUR Manoppo, Maria T.L; Ratag, Budi T.; Mantjoro, Eva M.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperurisemia adalah peningkatan kadar asam urat yang melebihi batas normalnya. Konsumsi makanan purin yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya hiperurisemia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara konsumsi purin, riwayat keluarga, dan jenis kelamin dengan kejadian hiperuisemia pada lansia di Kelurahan Malalayang I Timur. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectiona study, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai november 2019 di Kelurahan Malalayang I Timur. Sampel yang digunakan sebesar 54 lansia. Instrumen penelitian: kuesioner, alat rapid test asam urat, dan formulir recall 1x24 jam, dan buku foto makanan. Pengolahan data menggunakan uji chi- square dengan α 0,05. Konsumsi purin dengan hiperurisemia terdapat hubungan yang bermakna dengan p- value 0,001, riwayat keluarga dengan hiperurisemia tidak terdapat hubungan yang bermakan dengan p- value 1,000, dan jenis kelamin dengan hiperurisemia terdapat hubungan yang bermakna dengan p- value 0,004. Kata kunci : Hiperurisemia, Konsumsi Purin, Riwayat Keluarga, Jenis Kelamin ABSTRACT Hyperuricemia is an increase in uric acid levels that exceeds normal limits. High consumption of purine foods can cause hyperuricemia. The purpose of this research was to determine the relationship between purine consumption, family history, and gender with the incidence of hyperuricemia in the elderly in Kelurahan Malalayang I Timur. This research uses an analytic observational cross-sectional study design, this research was conducted from October to November 2019 in the East Malalayang I Village. The sample used was 54 elderly. Research instruments: questionnaires, gout rapid test kits, and 1x24 hour recall forms, and food photo books. Data processing using a chi-square test with α 0.05. Purine consumption with hyperuricemia has a significant relationship with a p-value of 0.001, a family history of hyperuricemia has no relationship with a p-value of 1,000, and gender with hyperuricemia has a significant relationship with a p-value of 0.004. Keywords : Hyperuricemi, Consumption of Purine, Family History, Gender
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. A.L DENGAN TINDAKAN EPSIOTOMI DI RUANG BERSALIN PUSKESMAS BAHU KOTA MANADO Lasut, Feilan Carolina
KESMAS Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidan dalam memberikan pelayanan belum seluruhnya secara profesional menggunakan metode pendekatan ilmiah. Dalam praktek kebidanan pendekatan ilmiah yang dimaksud adalah proses Manajemen Kebidanan. Oleh karena itu, diharapkan bidan harus memiliki kemampuan praktek manajemen kebidanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen asuhan kebidanan pada ibu bersalin dengan tindakan episiotomi di Puskesmas Bahu Kota Manado. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan studi kasus, yang dilaksanakan di Puskesmas Bahu, Kecamatan Malalayang Kota Manado pada Juni-Agustus 2016. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Pengkajian pada Ny.A.L, G1P0A0, Umur 18 tahun, persalinan dengan tindakan episiotomi dilaksanakan dengan pengumpulan data subjectif dari hasil wawancara dan data objektif dari hasil pemeriksaan fisik; (2) Interpretasi data meliputi diagnosa kebidanan yaitu Ny.A.L umur 18 Tahun G1P0A0 hamil 39-40 minggu inpartu janin intra uterin tungga hidup letak kepala dengan perineum kaku; (3) Identifikasi diagnosa/masalah potensial Ny.A.L kala II lama dan kemungkinan terjadi rupture perineum totalis dengan dasar TBBJ 3.410gr dan perineum kaku; (4) Tindakan segera pada Ny.A.L yaitu melakukan kolaborasi dengan tengan kesehatan (bidan) untuk tindakan episiotomy; (5) Pada rencana asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.A.L yaitu periksa DJJ, siapkan diri menolong persalinan, siapkan ibu dalam proses persalianan, pimpin persalinan, lakukan episiotomi, persiapan penolongan  kelahiran bayi, penanganan bayi baru lahir, lakukan manjemen aktif kala III, dan pengawasan kala IV; (6) Pelaksanaan pada kasus Ny.A.L persalinan dengan tindakan episiotomi; (7) Evaluasinya adalah Ny.A.L 18 tahun P1A0, setelah dilakukan episiotomi dalam proses persalinan tidak terjadi pendarahan, tidak terjadi gawat janin, robekan perineum tingkat II dan luka episiotomi terawat. Kata kunci: Manajemen Asuhan Kebidanan, Ibu Bersalin, Tindakan Episiotomi AbstractMidwives in providing services are not entirely professional using the scientific approach. In midwifery practice the scientific approach in question is the Midwifery Management process. Therefore, it is expected that midwives must have the ability to practice midwifery management. The purpose of this study was to determine how midwifery care management for women giving birth with episiotomy in Bahu Kota Manado Puskesmas. This study was a descriptive study with a case study design, which was carried out at Bahu Puskesmas, Malalayang District, Manado City in June-August 2016. The results of this study are as follows: (1) Assessment of Ny.AL, G1P0A0, Age 18 years, childbirth with episiotomy measures are carried out by collecting data subjectif from the results of interviews and objective data from the results of physical examination; (2) Interpretation of data including midwifery diagnoses namely Ny. A.L age 18 years G1P0A0 pregnant 39-40 weeks in fetal intra uterine disease can live in the location of the head with a stiff perineum; (3) Identify potential diagnoses / problems for Ny.A.L in the second period and the possibility of perineal totalis rupture on the basis of TBBJ 3.410gr and stiff perineum; (4) Immediate action on Ny.A.L is to collaborate with health professionals (midwives) for episiotomy; (5) In the midwifery care plan given to Ny.AL, namely examining the DJJ, prepare yourself to help in the delivery, prepare the mother in the process of childbirth, lead the delivery, do the episiotomy, prepare for the birth of the baby, handle the new baby, do active management when III, and monitoring IV times; (6) Implementation in the case of Ny.A.L labor with episiotomy; (7) The evaluation was Ny.A.L 18 years old P1A0, after episiotomy during labor there was no bleeding, fetal distress did not occur, level II perineal tears and episiotomy wounds were maintained. Keywords: Midwifery Care Management, Maternity Care, Episiotomy Actions
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN AKTIVITAS MEROKOK PELAJAR SMA NEGERI 1 AIRMADIDI KABUPATEN MINAHASA UTARA Sonjaya, Kurnia Herdalita; Engkeng, Sulaemana; Munayang, Herdy
KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data survei dari Global Youth Tobacco Survey (GYTS) 2014 dari total remaja yang disurvei ditemukan 19,4% remaja pengisap tembakau selama 30 hari terakhir. Pada remaja yang disurvei tersebut didapatkan 35,3% remaja laki-laki dan 3,4% remaja perempuan. Sementara itu dari total remaja yang disurvei didapatkan 18,3% remaja pengisap rokok selama 30 hari terakhir, sebanyak 33,9% pada remaja laki-laki dan 2,5% pada remaja perempuan. Total remaja yang disurvei sebanyak 32,1% pernah merokok walaupun hanya 1-2 isapan, dan pada remaja tersebut ditemukan 54,1% remaja laki-laki dan 9,1% remaja perempuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap pelajar dengan aktivitas merokok pelajar SMA Negeri 1 Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret 2019 di SMA Negeri I Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Kuesioner yang berisi pertanyaan mengenai karakteristik responden, pengetahuan, sikap dan aktivitas merokok mrupakan instrument yang dilakukan dalam penelitian ini. Uji chi-square digunakan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan aktivitas merokok.. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan aktivitas merokok pelajar SMA Negeri Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Aktivitas Merokok.  ABSTRACTBased on survey data from the 2014 Global Youth Tobacco Survey (GYTS) of the total teens surveyed it was found that 19.4% of teenagers smoked tobacco for the past 30 days. The teens surveyed found 35.3% of adolescent boys and 3.4% of adolescent girls. Meanwhile, of the total teens surveyed, 18.3% of teenagers smoked cigarettes for the past 30 days, 33.9% in adolescent boys and 2.5% in adolescent girls. A total of 32.1% of teens surveyed had ever smoked even though they were only 1-2 sucking, and in these adolescents found 54.1% of adolescents and 9.1% of adolescents. This study was conducted to determine the relationship between students' knowledge and attitudes to smoking activities of students of Airmadidi 1 Public High School in North Minahasa Regency. This research is a quantitative study with a cross sectional approach. The research was conducted in March 2019 at the Airmadidi State High School in North Minahasa Regency. The questionnaire containing questions about respondents' characteristics, knowledge, attitudes and smoking activities was the instrument carried out in this study. The chi-square test was used to determine the relationship between knowledge and attitudes with smoking activity. The results of this study indicate there is a relationship between knowledge and attitudes with smoking activities of students of the Airmadidi High School in North Minahasa Regency Keywords: Knowledge, Attitude, Smoking Activity.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT TK. III. R. W. MONGISIDI MANADO TAHUN 2017 Rahalus, Rianty; Asrifuddin, Afnal; Kaunang, Wulan P.J
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus sudah menjadi masalah kesehatan secara global pada masyarakat, karena prevalensi dari diabetes mellitus terus mengalami peningkatan, baik pada negara maju maupun pada negara yang sedang berkembang. Diabetes mellitus merupakan sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah/hiperglikemia akibat jumlah dan atau fungsi insulin terganggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit TK. III. R. W. Mongisidi Manado. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study dan dilaksanakan di Poliklinik Interna Rumah Sakit TK. III. R. W. Mongisidi Manado pada bulan Maret - Juni 2017. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh pasien rawat jalan yang berkunjung di Poliklinik Interna Rumah Sakit TK. III. R. W. Mongisidi Manado. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 86 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Dari hasil penelitian terdapat 35 responden yang memiliki riwayat keluarga menderita diabetes mellitus dan 11 responden yang tidak menderita diabetes mellitus, sedangkan yang tidak memiliki riwayat keluarga menderita diabetes mellitus terdapat 14 responden menderita diabetes mellitus dan 26 responden yang tidak menderita diabetes mellitus. Nilai Pvalue = 0,000 yang berarti terdapat hubungan antara riwayat keluarga menderita diabetes mellitus dengan kejadian diabetes mellitus tipe 2 di Rumah Sakit TK. III. R. W. Mongisidi Manado. Nilai PR riwayat keluarga menderita diabetes mellitus yang didapat adalah PR= 5,90 dimana nilai PR > 1 yang berarti bahwa riwayat keluarga menderita diabetes merupakan faktor risiko kejadian diabetes mellitus tipe 2.Kata Kunci : Pendidikan, Pekerjaan, Riwayat Keluarga Menderita Diabetes, Aktifitas Fisik dan Kejadian Diabetes Mellitus tipe 2 ABSTRACTDiabetes mellitus has become a global health problem in the society, because the prevalence of diabetes mellitus continues to increase, both in developed countries and developing countries. Diabetes mellitus is a group of metabolic diseases characterized by elevated blood sugar levels or hyperglycemia due to the interrupted amount and/or function of insulin. The purpose of this research was to determine the factors associated with the occurrence of diabetes mellitus type 2 in the TK. III. R. W. Mongisidi Hospital, Manado. This research was an analytic survey research with cross sectional study approach and this research was conducted in Internal Polyclinic of TK. III. R. W. Mongisidi Hospital, Manado in March - June 2017. The population in this research was the entire outpatients who visited the Internal Polyclinic of TK. III. R. W. Mongisidi Hospital, Manado. The number of samples used was 86 respondents. Data were collected by questionnaire. From the results of the research, there were 35 respondents who had a family history of diabetes mellitus and 11 respondents who did not suffer from diabetes mellitus, while those with no family history of diabetes mellitus were 14 respondents who suffered from diabetes mellitus and 26 respondents who did not suffer from diabetes mellitus. Pvalue = 0,000, which means that there was a relationship between family history of diabetes mellitus with the occurrence of diabetes mellitus type 2 in the TK. III. R. W. Mongisidi Hospital, Manado. Value PR The family history of diabetes mellitus was PR=5,90 where the value of PR > 1 it is mean that family history of diabetes is a contributing factor to the risk of the occurrence of diabetes mellitus type 2.Keywords: Education, Occupation, Family History of Diabetes Mellitus, Physical Activity and The Occurrence of Diabetes Mellitus type 2
HUBUNGAN ANTARA SUHU LINGKUNGAN KERJA DAN JAM KERJA DENGAN STRES KERJA di PT. ADHI KARYA (PERSERO) TBK UNIT MANADO PROYEK UNIVERSITAS SAM RATULANGI Lukas, Ligriani; Suoth, Lery F.; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres kerja merupakan respon psikologis negatif dari pekerja, yang mengalami stres kerja 35% diantaranya mengalami stres kerja berakibat fatal dan diperkirakan hari kerja yang hilang sebesar 43%. Suhu lingkungan kerja merupakan faktor fisik lingkungan kerja, terdapat suhu lingkungan diatas nilai ambang batas dan dibawah nilai ambang batas. Jam kerja/hari seorang pekerja dapat bekerja dengan normal yaitu 8 jam/hari. tekanan yang berlebihan dari pekerjaan, hal ini dapat memicu stres akibat kerja. Jenis penelitian ini yaitu survei analitik yang bersifat observasional. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara suhu lingkungan kerja dan jam kerja dengan stres kerja di PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Unit Manado Proyek Universitas Sam Ratulangi. Sampel dalam penelitian ini yaitu 88 responden. Alat pengukuran untuk stres kerja menggunakan heat stress monitor, dan pengukuran stres kerja menggunakan kuesioner, serta di dalam kuesioner terdapat keterangan untuk jam masuk kerja dan pulang kerja untuk mengukur jam kerja/hari. Data diolah secara statistik menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian terdapat 71 (80,7%) responden berada pada suhu lingkungan kerja diatas nilai ambang batas dan 17 (19,3%) responden berada pada suhu lingkungan dibawah nilai ambang batas. Tingakat stres kerja paling banyak responden berada pada tingkat stres kerja tinggi yaitu 60 (72,3%). Dengan P-value 0,000 artinya <0,05 dan r 0,666. Hasil pengukuran jam kerja dimana pekerja paling banyak bekerja >8jam/hari yaitu 83(94,3%), dan paling sedikit =/<8jam/hari 5 (5,7%). Dengan p-value 0,037 dan r 0,223. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara suhu lingkungan kerja dengan stres kerja dan kekuatan hubungan kuat dengan arah hubungan positif, dan terdapat hubungan antara jam kerja dengan stres kerja dengan kekuatan hubungan lemah dan arah hubungan positif. Perlu adanya program perbaikan pengaturan jam kerja untuk mengurangi waktu paparan dengan suhu lingkungan kerja diatas nilai ambang batas.Kata kunci: Stres kerja, suhu lingkungan kerja dan jam kerjaABSTRACTJob stress is a negative psychological response from workers, who experience work stress 35% of them experience work stress which is fatal and estimated work days are lost by 43%. Work environment temperature is working environment factors there are environmental temperature threshold values above and below the threshold value. Working hours / days a worker can work normally which is 8 hours / day. excessive pressure from work, this can trigger stress due to work. This type of research is an observational analytical survey. The purpose of this study is to determine the relationship between the temperature of the work environment and working hours with work stress at PT. Adhi Karya (Persero) Tbk Unit Manado Proyek Universita Sam Ratulangi. The sample in this study is 88 respondents. Measuring tools for work stress using heat stress monitors, and work stress measurements using questionnaires, as well as in the questionnaire there are information for working hours and returning to work to measure working hours / day. Data is processed statistically using SPSS. From the results of the study there were 71 (80.7%) respondents at the work environment temperature above the threshold value and 17 (19.3%) respondents were at ambient temperature below the threshold value. Job stress levels at most respondents are at high job stress levels of 60 (72.3%). With P-value 0,000 it means <0.05 and r 0.666. The results of the measurement of working hours where the worker works the most> 8 hours / day is 83 (94.3%), and at least = / <8 hours / day 5 (5.7%). With p-value 0.037 and r 0.223. Based on these results it can be concluded that there is a relationship between the temperature of the work environment with work stress and the strength of a strong relationship with the direction of a positive relationship, and there is a relationship between working hours and work stress with the strength of weak relationships and the direction of positive relationships. There is a need to improve work hours regulation to reduce exposure time with work environment temperature above the threshold value.Keywords: Job stress, work environment temperature and working hours
HUBUNGAN ANTARA KECANDUAN INTERNET DENGAN OBESITAS PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI Darinaung, Edgar Rinhard Williams; Langi, Fima L. F. G.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecanduan merupakan suatu keterlibatan secara terus-menerus dengan sebuah aktivitas meskipun hal-hal tersebut mengakibatkan konsekuensi negatif. Obesitas adalah suatu penyakit serius yang dapat mengakibatkan masalah emosional dan social. Seseorang disebut obesitas apabila kelebihan berat badan mencapai lebih 20% dari berat normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecanduan internet dengan obesitas pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan studi cross sectional atau potong lintang, yang dilaksanakan pada bulan September- November 2019. Subjek penelitian adalah 130 mahasiswa. Instrumen penelitian yaitu kuisoner, timbangan dan mikrotois. Analisis data menggunakan Fisher Exact. Penelitian ini menunjukan responden yang memiliki IMT dengan presentase responden yang berstatus kurus 66,9%, untuk status gizi normal dengan persentase 21,5%, kemudian responden yang berstatus gizi gemuk dengan persentase 3,8%, dan untuk responden yang berstatus gizi obesitas 7,7%, responden yang kecanduan internet memiliki nilai persentase 96.9% dan responden yang tidak kecanduan sebesar 3,1%.Penelitian ini juga  didapatkan 6,2% responden yang kecanduan internet dan 1,5% responden yang tidak kecanduan internet memiliki status gizi obesitas, sedangkan 90,8% responden yang kecanduan internet dan 1,5% responden yang tidak kecanduan internet memiliki status gizi Non obesitas. Uji statistik menunjukan bahwa ada hubungan antara kecanduan internet dengan obesitas dengan nilai p= 0,030<0,05.Bagi mahasiswa diharapkan agar peduli terhadap kesehatan diri sendiri dengan membatasi pemakaian internet secara berlebihan yang dapat berpengaruh terhadap keseimbangan antara pemakaian internet dengan aktifitas social yang ada di lingkungan rumah atau di tempat lainya sehingga memiliki aktifitas fisik yang baik dan terhindar dari obesitas. Kata Kunci : Kecanduan internet, Obesitas, Mahasiswa FKM Unsrat ABSTRACTAddiction is an involvement continuously with activity even though these things result in negative consequences. Obesity is a serious illness that can cause emotional and social problems. Someone called obesity if overweight reaches more than 20% of normal weight. The purpose of this research was to determine the relationship between internet addiction and obesity among students of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University. This research is a quantitative research using a cross-sectional study, which was conducted in September-November 2019. The research subjects were 130 students. The research instruments are questionnaires, the scale, and microtois. Data analysis using Fisher Exact. This research shows that respondents who have a BMI with a percentage of respondents the status skinny 66.9%, for normal nutritional status with a percentage of 21.5%, then respondents who are obese nutritional status with a percentage of 3.8%, and for respondents who are obese nutritional status 7,7%, respondents who are addicted to the internet have a percentage value of 96.9% and respondents who are not addicted by 3.1%. This research also found 6.2% of respondents who are addicted to the internet and 1.5% of respondents who are not addicted to the internet have nutritional status of obesity, while 90.8% of respondents who are addicted to the internet and 1.5% of respondents who are not addicted to the internet have nutritional status non obesity. Keywords: Internet Addiction, Obesity, Students of The Faculty of Public Health Sam Ratulangi University.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PENGGUNAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA CLEANING SERVICE DI RSUP PROF. DR.R.D. KANDOU MANADO Bahar, Aprillia Pratiwi Iriany; Kawatu, Paul A. T; Adam, Hilman
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja suatu pemikiran dan upaya yang bertujuan untuk menjamin kesempurnaan serta keutuhan jasmani maupun  rohani dan diharapkan pekerja dapat melaksanakan setiap pekerjaannya dengan kondisi yang aman dan nyaman. Pekerjaan yang aman yaitu jika apapun yang dilakukan pekerja tersebut terhindar dari resiko bahaya di tempat kerja. Pekerjaan dikategorikan nyaman jika dalam melakukan pekerjaanya, setiap pekerja dapat merasa nyaman dan betah sehingga pekerja menjadi tidak mudah capek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja pada pekerja cleaning service di RSUP Prof. Dr.R.D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Simple Random Sampling yaitu dengan mengundi sampel sehingga dari total populasi yaitu 147, diambil 107 yang menjadi sampel penelitian. Kuisioner digunakan dalam pengukuran tingkat pengetahuan, sikap dengan tindakan penggunaan APD.Dengan menggunakan uji chi square didapatlah hasil yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri dengan nilai p=0,042, serta terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri dengan nilai p=0,018. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan penggunaan APD, dan terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan penggunaan APD pada pekerja cleaning service di RSUP.Prof.Dr.R.D.Kandou.Manado  Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Alat Pelindung Diri   ABSTRACT Occupational health and safety a thought and effort that aims to guarantee perfection and wholeness of physical as well as spiritual and expected workers can carry out his job with any condition that is safe and comfortable. A secure job that is if any of these workers is done to avoid the risk of danger in the workplace. Jobs categorized inconvenient if in doing improvements, each worker can feel comfortable and at home so that workers be not easily tired. This research aims to know the relationship between knowledge and attitudes with the use of Peraonl Protective Equipment (PPE) on workers at the workers in the cleaning service was Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. This research uses a cross-sectional approach. Sampling done by the method of Simple Random Sampling is to draw a sample so that the total population of 147, i.e. taken 107 who became the research sample. Questionnaire used in the measurement of the level of knowledge, attitudes with use of the PPE actions. By using test chi square didapatlah results i.e. There is a relationship between knowledge with the use of protective actions themselves with value p = 0.042, and there is a relationship between attitudes with the use of protective actions themselves with the value of 0,018 p =. The conclusions of the study i.e. There is a relationship between the use of PERSONAL knowledge with action, and there is a relationship between attitudes with use of the PPE actions on a worker cleaning service in was. Prof. Dr. R.D. Kandou. Manado  Keywords: Knowledge, Attitude, Act, Personal Protective Equipment 
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANGTUA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA MANADO Pasaribu, Prisniade; Mayulu, Nelly; Malonda, Nancy S.H
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI merupakan yang terbaik untuk bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya. Kebutuhan nutrisi yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral semua dapat tercukupi dari ASI. Pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya status sosial ekonomi keluarga. Status sosial ekonomi merupakan bagian dari pendidikan, pekerjaan dan pendapatan, hal ini biasanya menjadi penilaian atas status sosial atau kelas dari seorang individu atau kelompok. Penelitian ini dilakukan untuk melihat Hubungan Status Sosial Ekonomi Orangtua dengan Pemberian ASI Eksklusif di Kota Manado. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif korelatif dengan menggunakan metode penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 0-12 bulan di Kota Manado. Responden yang berhasil didapatkan peneliti adalah 186 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisikan tentang sosial ekonomi orangtua dan pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini dilakukan di 5 puskesmas Kota Manado yaitu Puskesmas Paniki Bawah, Puskesmas Kombos, Puskesmas Tuminting, Puskesmas Ranotana Weru dan Puskesmas Bahu. Distribusi frekuensi dan persentase digunakan untuk analisa deskriptif, sedangkan uji Chisquare(𝛼=0,05) digunakan untuk analisa analitik. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pekerjaan mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif dimana p=0.020<0,05, pendapatan tidak mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif dimana p=0,723>0,05, dan pendidikan tidak mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif p=0,0302>0,05.Kata Kunci : Status Sosial Ekonomi, Pekerjaan, Pendapatan, Pendidikan, ASI EksklusifABSTRACTBreast milk is the best food for babies in the first 6 months of its life. Nutrients such as proteins, carbohydrates, fats, vitamins, and minerals can be fulfilled from breast milk alone. Exclusive breastfeeding is affected by many factors, such as socioeconomic status of the family. Socioeconomic status is part of education, occupation, and income, it is usually an assessment of the social status of an individual or group. This study was conducted to see the Relationship of Socioeconomic Status of Parents with Exclusive Breastfeeding in Manado. This research is quantitative descriptive correlative with cross-sectional research method. Samples in this research are mother who have baby 0-12 month in Manado and the respondents are 186. The technique in this research is purposive sampling. This research instrument use a questionnaire that contains about the social economy of parents and exclusive breastfeeding. This research was conducted in 5 work areas of public health care center in Manado; they are Tuminting health care center, PanikiBawah health care center, RanotanaWeru health care center, Kombos health care center, and Bahu health care center. The frequencies and percentages were used for descriptive analysis and chi-square test (α = 0.05) was used for analytical analysis. The result of this study is found that the mother’s occupation affects exclusive breastfeeding where p = 0.020 <0.05, income doesn’t affect exclusive breastfeeding where p = 0.723> 0.05, and education doesn’t affect exclusive breastfeeding p = 0.0302> 0.05.Keywords: Socioeconomic Status, Occupation, Income, Education, Exclusive Breastfeeding
HUBUNGAN PERILAKU KESEHATAN MENGGOSOK GIGI DENGAN KARIES GIGI PADA ANAK DI SD INPRES WINANGUN KOTA MANADO. SKRIPSI. FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT Hasiru, Febrianti; Engkeng, Sulaemana; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit gigi dan mulut menjadi masalah dunia yang dapat memengaruhi kesehatan umum dan kualitas hidup. National Institution of Health di Amerika Serikat melaporkan bahwa karies gigi menjadi penyakit kronis yang paling sering diderita anak umur 5 – 17 tahun, yang kasusnya lima kali lebih banyak dibanding asma dan tujuh kali dari demam akibat alergi. Jika tidak diobati, karies gigi dapat menyebabkan timbulnya rasa sakit pada gigi, gangguan penyerapan makanan, mempengaruhi pertumbuhan tubuh anak dan hilangnya waktu sekolah karena sakit gigi. Tujuan dalam penelitian ini ialah mengetahui hubungan perilaku kesehatan menggosok gigi dengan karies gigi anak kelas V dan VI SD Inpres Winangun Kota Manado. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Inpres Winangun pada bulan Agustus 2019. Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan tindakan dengan karies gigi menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara sikap dan tindakan dengan karies gigi. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan, Karies Gigi. ABSTRACTDental and oral diseases are a global problem that can affect general health and quality of life. The National Institution of Health in the United States reports that dental caries is the most common chronic disease among children aged 5-17 years, five times more cases than asthma and seven times from allergic fever. If left untreated, dental caries can cause pain in the teeth, impaired absorption of food, affect the growth of the child's body and loss of school time due to toothache. The purpose of this study was to determine the relationship between health behavior of brushing teeth with dental caries of children in class V and VI SD Inpres Winangun, Manado City. This research is an analytic observational study with cross sectional study design. This research was conducted at Winangun Inpres Elementary School in August 2019. To determine the relationship between knowledge, attitudes and actions with dental caries using the Chi Square test. The results of this study indicate there is a relationship between attitude and action with dental caries Keywords: Knowledge, Attitude, Action, Dental Caries.
HUBUNGAN ANTARA BERAT BADAN LAHIR ANAK DAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOTANA WERU KOTA MANADO Cristina, Ridzka; Kapantow, Nova H.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu indikator kesehatan yang dinilai keberhasilan pencapaiannya dalam MDGs adalah status gizi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara tahun 2014, kasus gizi buruk terbanyak di Kota Manado sebanyak 7 kasus dan balita BGM sebanyak 364 balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir anak dan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada anak usia 24 -59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ranotana Weru yang berjumlah 1196 anak. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 101 anak dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis bivariat dan univariat menggunalan uji chi square (CI=95%, α=0,05). Status gizi indikator BB/U sebanyak 23,8% gizi kurang dan 76,2% gizi baik. Indikator TB/U sebanyak 25,7% pendek dan 74,3% normal. Indikator BB/TB sebanyak 9,9% kurus dan 90,1% normal. Berat badan lahir anak sebanyak 98% normal dan 2,0% rendah. Cakupan pemberian ASI Eksklusif kategori dua sebanyak 61,4% dan kategori tiga sebanyak 40,6%. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara berat badan lahir anak dengan status gizi. Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif kategori dua dengan status gizi. Terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian ASI eksklusif kategori tiga dengan status gizi.   Kata Kunci: Status Gizi Anak, Berat Badan Lahir, ASI Ekslusif.     ABSTRACT One of the health indicators that assessed  its success achievment in MDGs is nutritional status. Based on data from North Sulawesi Provincial Health Department in 2014, most cases of severe malnutrition in Manado are 7 cases and 364 toddlers BGM. The purpose of this study is to determine the correlation between children birth weight  and exclusive breastfeeding with nutritional status on 24-59 months old children in Puskesmas Ranotana Weru Manado. This is an observational analytic cross-sectional design. The population in this study is all 24-59 months old children in Puskesmas Ranotana Weru totaling 1196 children. The sample in this study is 101 children by using purposive sampling method. Univariate and bivariate analysis uses chi-square test (CI = 95%, α = 0.05). Nutritional status indicator of BB / U as much as 23.8% malnutrition and 76.2% good nutrition. Indicators TB / U as much as 25.7% short and 74.3% normal. Indicator of BB / TB as much as 9.9% thin 90.1% and normal. Children birth weight as much as 98% of normal and 2.0% low. Coverage of exclusive breastfeeding as much as 61.4% category two and category three as much as 40.6%. There is no significant correation between children birth weight with nutritional status. There is a significant correlation between the two categories of exclusive breastfeeding and nutritional status. There is a significant correlation between the three categories of exclusive breastfeeding and nutritional status.   Keywords: Nutritional Status of Children, Birth Weight, Exclusive Breastfeeding

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): KESMAS, Oktober - Desember Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue