cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 962 Documents
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM GMIM BETHESDA TOMOHON Melissa, Wenur T; Tucunan, Ardiansa A.T; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi merupakan dorongan dari dalam diri  dan dari luar agar mempunyai gairah kerja untuk mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan ketrampilan demi mewujudkan kinerja perawat yang lebih baik. Rumah Sakit Umum GMIM Bethesda Tomohon adalah rumah sakit swasta yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan yang terletak di pusat Kota Tomohon dan memungkinkan banyaknya pasien yang datang untuk berobat di RSU GMIM Bethesda Tomohon ,dengan demikian tenaga kerja keperawatan sangat dibutuhkan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan. Dan dipatkan ada beberapa perawat yang merasa tidak puas dengan insentif yang diberikan oleh pihak rumah sakit yang menyebabkan kinerja perawat menjadi tidak maksimal dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara motivasi kerja dan kinerja perawat di RSU GMIM Bethesda Tomohon.Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional study atau studi potong lintang dengan menggunakan uji chi-square dan di dapatkan p value sebesar 0,010. Sampel dalam penelitian ini berjumlah yaitu 80 orang perawat di Rumah Sakit Umum GMIM Bethesda Tomohon yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis univariat, menunjukkan bahwa motivasi perawat 55,0% baik dan 45,0% tidak baik, kinerja perawat baik 63,8%, kinerja perawat tidak baik 36,3%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dari masing-masing variable yaitu motivasi kerja dan kinerja perawat. Kesimpulan Terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum GMIM Bethesda Tomohon. Saran Untuk Pihak rumah sakit harus lebih  memperhatikan setiap perawat yang berprestasi dengan mempromosikan perawat yang berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi. Perawat perlu memberikan masukan atau ide kepada manajemen Rumah Sakit untuk perbaikan pelayanan. Kata Kunci : Motivasi Kerja, Kinerja Perawat ABSTRACTMotivation is the encouragement inside and outside of ourselves to have passion in work and want to work hard by give all the abilities and skills to realize the better performance of the nurse. GMIM Bethesda Tomohon Hospital is private hospital which is one of the referral hospital located in central city of Tomohon and allows many patients to come to get treatment in GMIM Bethesda Hospital, so that the workforce of nursing is very needed to increase health service. And there were several nurses who were dissatisfied with the salary given by the hospital management that caused the performance of nurse not optimal in doing public service.Objective of this research is to know if there is correlation between work motivation and nurse performance at GMIM Bethesda Hospital. The method of this research is quantitative research with analytical survey and cross sectional study or “potong lintang”study using chi-square test and obtained total value 0,010. The sample of this research is 80 nurses in GMIM Bethesdah Hospital who fulfill inclusion criteria. The result of univariate analysis showed that 55,0% nurse motivation good and 45,0% is not. 63,8% nurse performance good, 36,3 % not. The result bivariate analysis showed that there was a significant correlation from each variables that is work motivation and nurse performance. Conclusion There were correlation between work motivation between nurse’s performance at GMIM Bethesda Tomohon Hospital. Suggestion Hospital management should pay more attention every nurse who have achievement by promoting them to the higher level. The nurse should give suggestion or idea to hospital management for service improvement. Keywords: Work Motivation, Nurse performance
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOTOLING TIMUR KABUPATEN MINAHASA SELATAN Turangan, Brenda D.; Amisi, Marsella D.; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi merupakan keseimbangan antara kebutuhan gizi seseorang dan asupan gizi yang diserap oleh tubuh, jika salah satu kebutuhan gizi tidak terpenuhi maka akan mempengaruhi status gizi seseorang.  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran status gizi ibu berdasarkan IMT dan status gizi anak berdasarkan BB/U, TB/U, BB/TB dan IMT/U serta mengetahui hubungan antara status gizi ibu dengan status anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Motoling Timur kabupaten Minahasa Selatan. Desain penelitian yaitu Cross-Sectional dilakukan pada bulan November 2019 sampai April 2020. Sampel pada penelitian ini berjumlah 80 anak dan ibu dihitung menggunakan rumus Slovin. Status gizi ibu (IMT) terdapat 3,7% kurus, 5% gemuk, 5% obesitas dan 86,3% normal. Status gizi anak terdapat 1,3% gizi kurang dan 98,7% gizi baik berdasarkan BB/U. 2,5% sangat pendek, 13,7% pendek dan 83,8% normal berdasarkan TB/U. 2,5% kurus, 3,8% gemuk dan 93,7% normal berdasarkan BB/TB. 3,8% kurus, 3,8% gemuk dan 92,4% normal berdasarkan IMT/U. Berdasarkan hasil uji Spearman didapatkan p = 0,000 dan nilai r = 0,613. Kesimpulannya terdapat hubungan antara status gizi ibu (IMT) dengan status gizi anak usia 24-59 bulan (IMT/U) di Wilayah Kerja Puskesmas Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan dengan nilai r=0,613. Disarankan ibu dapat menjaga asupan makan dan tetap mengawasi pemberian makan kepada anak dan rajin ke Pos Pelayanan Terpadu agar dapat memantau tumbuh kembang anak dengan bantuan kader kesehatan. Kata Kunci: Status Gizi, Anak, Ibu ABSTRACTNutritional status is a balance between a person's nutritional needs and nutritional intake absorbed by the body, if one nutritional requirement is not met it will affect one's nutritional status. The purpose of this study was to determine the description of the nutritional status of mothers based on BMI and nutritional status of children based on BB/U, TB/U, BB/TB and BMI/U as well as knowing the relationship between the nutritional status of mothers with the status of children aged 24-59 months in the Eastern Motoling Health Center working area of South Minahasa district. The research design is Cross-Sectional conducted in November 2019 until April 2020. The samples in this study were 80 children and mothers calculated using the Slovin formula. Maternal nutritional status (BMI) is 3.7% thin, 5% fat, 5% obese and 86.3% normal. The nutritional status of children is 1.3% undernourished and 98.7% good nutrition based on BB/U. 2.5% is very short, 13.7% is short and 83.8% is normal based on TB/U. 2.5% thin, 3.8% fat and 93.7% normal based on BB/TB. 3.8% thin, 3.8% are obese and 92.4% are normal based on BMI/U. Based on the Spearman test results obtained p = 0,000 and the value of r = 0.613. In conclusion there is a relationship between maternal nutritional status (BMI) and nutritional status of children aged 24-59 months (BMI / U) in the Motoling Timur Health Center working area of South Minahasa Regency with a value of r = 0.613. It is recommended that mothers can maintain their food intake and continue to oversee the feeding of children and diligently to the Integrated Service Post in order to monitor the child's growth and development with the help of health cadres. Keywords: Nutrition Status, Children, Mother
GAMBARAN SOSIALISASI PETUGAS KESEHATAN TENTANG PROGRAM JKN OLEH BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN DI PUSKESMAS KOTA MANADO Haezer, Sepang Megel Eben; Maramis, F .R.Raymond; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik pemerintah membuat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merupakan bagian dari program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) ini telah dilaksanakan sejak 1 Januari 2014 dan diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan yang telah ditetapkan oleh UU No 24 Tahun 2011. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran Sosialisasi Petugas Kesehatan Tentang Program JKN oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Di Puskesmas Sario  Kota Manado Sulawesi Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, tempat penelitian dilaksanakan di Puskesmas Sario, Puskesmas Bahu, Puskesmas karombasan Kota Manado Sulawesi utara, Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang, terdiri dari Kepala Puskesmas Sario , Kepala Puskesmas Bahu , Kepala Puskesmas Karombasan, Petugas Badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan, pasien/pengunjung puskesmas sario, pasien/pengunjung puskesmas bahu, pasien/pengunjung puskesmas ranotana. Hasil penelitian pada pelaksanaan sosialisasi program JKN di puskesmas sario telah dilaksanakan tetapi tidak maksimal, pelaksanaan sosialisasi program JKN di Puskesmas bahu sudah cukup baik, metode pelaksanaan sosialisasi dilakukan dengan cara perseorangan/individu saat pasien berobat, namun metode ini belum maksimal, pelaksanaan sosialisasi program JKN di Puskesmas Ranotana sudah cukup baik, dalam hal ini pelaksanaan sosialisasi dilakukan kepada pasien yang datang ke puskesmas maupun pasien yang berkunjung ke posyandu, sosialisasi juga dilakukan oleh petugas promkes melalui pon link (penyuluhan sambil jalan), media sosial dan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui kerja sama lintas sektor (lurah dan kepala lingkungan). Kata Kunci : sosialisasi, program JKN ABSTRACTEfforts to realize a better degree of health the government created a National Health Insurance Program (JKN) which is part of the National Social Security System (SJSN) program and used a mandatory social health insurer mechanism (mandatory) based on LAW No. 40 year 2004 on National Social Security System (SJSN). This National Social Security system (SJSN) has been implemented since 1 January 2014 and is held by the health insurance provider that has been established by LAW No. 24 of year 2011. The purpose of this research is to know the description of health officer socialization about JKN Program by social Security administering Agency (BPJS) health in Puskesmas area Sario, Bahu and Ranotana Weru Kota Manado North Sulawesi. This research is a qualitative research, where the research is conducted in Sario Puskesmas, shoulder Puskesmas, Puskesmas of the city of Manado North Sulawesi, the research will be held in June-August Informan in this study amounted to 7 people, consisting of Sario Head Health Center, Head Health Center, Head Health Center Karombasan, officers of Social Security provider (BPJS) healthcare, patients/visitors Sario Puskesmas, patients/visitors shoulder puskesmas, patient/visitor health care. The results of the research on the implementation of JKN program socialization in Sario has been implemented but not maximums, implementation of socialization of JKN program in shoulder health clinic is good enough, the method of socialization implementation is done by individual/individuals when patients have medication, but this method is not maximal, implementation of the socialization of JKN program in Ranotana Puskesmas is good enough, in this case the implementation of socialization is done to patients who come to health centers and patients visiting Posyandu, socialization is also conducted by promkes officers through a pound link (counseling on the road), social media and also socialize the community through cross-sector cooperation Keywords: Socialization, JKN program
DETERMINAN PERILAKU PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN AMURANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA SELATAN Ratu, Rifkha Elisabeth; Engkeng, Sulaemana; Adam, Hilman
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air susu ibu yang selanjutnya di singkat ASI adalah cairan hasil sekresi kelenjar payudara ibu. Air susu Ibu Eksklusif yang selanjutnya di sebut ASI Eksklusif adalah ASI yang di berikan kepada bayi sejak di lahirkan selama enam bulan tanpa menambah dan atau mengganti dengan makanan atau minuman.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan,sikap dan dukungan suami dengan pemberian ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatah. Jenis penelitian ini yaitu penelitian observasiona/survey analitik dengan desain cross sectional study dengan jumlah populasi yang diambil sebanyak 35 responden. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner.Analisis yang digunakan yaitu uji statistik menggunakan Chi Square.Hasil yang didapatkan yaitu diketahui adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan pemberian ASI (p=0,028), adanya hubungan antara sikap ibu dengan pemberian ASI (p=0,024), tidak adanya hubungan antara Dukungan pemberian ASI dengan perilaku pemberian ASI (p=0,395). Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap , Dukungan Suami ABSTRACTbreast milk abbreviated as ASI is fluid resulting from grandular secreations of breast. Exclusive breast milk abbreviated as ASI exclusive that is given to babies from birth for six months without added or replaced other foods and drinks. the research purpose is to know relation of knowledge, attitude, and supported by husband for the breastfeeding in the Puskesmas area of East Amurang Sub-district, South Minahasa Regency. This research uses analytic survey, using a cross sectional design with total population taken is 35 respondents. This instrument research uses a questionary. This analysis used is statistic test using Chi Square. The results are know mother’s knowledge & breastfeeding relation (p=0,028) , mother’s attitude and breastfeeding relation (p=0,024), and there is not relation between supporting and breastfeeding (p=0,395). Keywords : Knowledge, Attitude, Supported by Husband
DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PINELENG Limbat, Rio Daniel Christovel; Engkeng, Sulaemana; Punuh, Maureen Irinne
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling baik untuk bayi karena memiliki kandungan yang dibutuhkan bayi dalam proses tumbuh kembangnya, serta makanan yang paling aman karena terjamin kebersihannya. Usia bayi yang kurang dari 6 bulan jika diberikan makanan tambahan selain ASI dapat mengakibatkan bayi sakit pencernaan seperti diare yang dapat membahayakan kesehatannya. Keberhasilan ibu dalam memberikan ASI secara eksklusif harus didukung oleh keluarga terlebih dukungan suami dalam aspek emosional ibu, peran petugas kesehatan seperti bidan dapat membantu ibu untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam memberikan ASI kepada bayi. Faktor internal ibu pun berpengaruh seperti pengetahuan tetang manfaat ASI , sehingga ibu memiliki motivasi yang kuat. Cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Pineleng Kabupaten Minahasa tahun 2018 sebesar 26,3%. Hasil ini menunjukan Puskesmas Pineleng belum mencapai target Nasional yaitu 80%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Pineleng. Adapun jenis penelitian ini yakni penelitian kuantitatif dengan metode Survey Analitik dengan desain Cross Sectional. Jumlah populasi yaitu 236 ibu dan jumlah sampel yaitu 77 ibu yang mempunyai bayi berusia 6-12 bulan. Analisis data menggunakan uji statistik uji Chi-square. Hasil Penelitian pengetahuan dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p value = 0,028 (< 𝛼 0,05). Peran tenaga kesehatan dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p value = 0,036 (< 𝛼 0,05). Peran suami dengan pemberian ASI Eksklusif dengan nilai p value = 0,020 (< 𝛼 0,05). Kesimpulan: Adanya hubungan antara pengetahuan, peran tenaga kesehatan, peran suami dengan pemberian ASI EksklusifKata Kunci : ASI Eksklusif, Pengetahuan, Tenaga Kesehatan, Peran Suami ABSTRACT Breast milk (ASI) is the best food for babies because it has the content needed by the baby in the process of growth, as well as the safest food because of its cleanliness. The age of the baby is less than 6 months if given additional food other than breast milk can result in digestive pain such as diarrhea that can endanger his health. The success of the mother in giving exclusive breastfeeding must be supported by the family especially the support of the husband in the emotional aspects of the mother, the role of health workers such as midwives can help mothers to increase self-confidence in breastfeeding babies. Mother's internal factors also influence such as knowledge about the benefits of breast milk, so mothers have strong motivation. Coverage of exclusive breastfeeding in the area of Pineleng Public Health Center in Minahasa Regency in 2018 was 26.3%. These results indicate the Pineleng Health Center has not reached the National target of 80%. The purpose of this study was to determine the determinants associated with exclusive breastfeeding in infants aged 6-12 months in the Pineleng Public Health Center. The type of this research is quantitative research with Analytical Survey method with Cross Sectional design. Total population is 236 mothers and the number of samples is 77 mothers who have babies aged 6-12 months. Data analysis using statistical tests Chi-square test. Results of knowledge research with exclusive breastfeeding with p value = 0.028 (<α 0.05). The role of health workers with exclusive breastfeeding with p value = 0.036 (<α 0.05). The role of the husband with exclusive breastfeeding with p value = 0.020 (<α 0.05). Conclusion: There is a relationship between knowledge, the role of health workers, the role of husbands with exclusive breastfeedingKeyword: Exclusive Breast Milk, Knowledge, Health Workers, Role of Husband
HUBUNGAN ANTARA KELEMBAPAN DAN CURAH HUJAN TERHADAP ANGKA KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KOTA MANADO TAHUN 2014-2018 Canon, Fiqhi A.; Kalesaran, Angela F. C; Malonda, Nancy S. H
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Manado kasus DBD pada tahun 2015 tercatat sebanyak 446 kasus dan 6 kasus diantaranya meninggal dunia, tahun 2016 tercatat 567 kasus dan 6 kasus diantaranya meninggal dunia, tahun 2017 tercatat 139 kasus dan tidak ada yang meninggal dunia dan pada tahun 2018 tercatat 294 kasus (Dinkes Kota Manado, 2019). Metode :Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study.Sampel penelitian ini Kejadian DBD 1.969 kasus kejadian DBD tahun 2014-2018 (Dinas Kesehatan Kota Manado) dan jumlah kelembaban, dan curah hujan yang diambil dari tahun 2014-2018 (BMKG Kota Manado) Hasil :hasil uji korelasi (r) dengan p-value yang diperoleh nilai korelasir= -0.0341 tentang hubungan antara kejadian Demam berdarah dengue dengan kelembaban di kota manado tahun 2014-2018 dan hubungan yang cukup antara kejadian demam berdarah dengue dengan curah hujan di Kota Manado tahun 2014-2018 r= -0.0482. Kesimpulan:Dalam penelitian ini tidak terdapat hubungan antara kejadian Demam berdarah dengue dengan kelembaban di kota manado tahun 2014-2018 dan tidak terdapat hubungan yang cukup antara kejadian demam berdarah dengue dengan curah hujan di Kota Manado tahun 2014-2018.. Saran : Disarankan kepada Dinas Kesehatan baik kota maupun provinsi agar dapat mengontrol wilayah-wilayah yang rentan kejadian DBD yang tinggi dan dapat memantau kesehatan lingkungan pada masyarakat secara berkala serta mengadakan pembinaan kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan penyakit DBD. Kata kunci : DBD, Curah Hujan dan Kelembaban ABSTRACTBackground: Based on Data of the Ministry of Health (Dinkes) Manado City DBD case in 2015 recorded as many as 446 cases and 6 cases were passed away, the year 2016 recorded 567 cases and 6 cases of which died, 2017 recorded in 139 Case and no one died and in 2018 recorded 294 cases (Dinkes Kota Manado, 2019). Method: This study uses analytical survey methods with cross sectional study draft research. Sample of this research event DBD 1,969 cases of DBD year 2014-2018 (Dinas Health Office of Manado) and the amount of humidity, and rainfall taken from the year 2014-2018 (BMKG of Manado City). Result: Correlation test result (R) with P-value obtained the correlation value R =-0.0341 about the relationship between the incidence of dengue fever with the humidity in the city of Manado in 2014-2018 and sufficient relationship between dengue fever incidence with The rainfall in Manado city in 2014-2018 r =-0.0482 Conclusion: In this research there is no connection between the incidence of dengue fever with the humidity in the city of Manado in 2014-2018 and there is no adequate relationship between dengue fever occurrence with rainfall in Manado city in 2014-2018. Advice: It is recommended to the health Department of both cities and provinces in order to control areas vulnerable to high DBD events and can monitor environmental health in the community periodically and to conduct coaching to the community As an effort to prevent DBD disease. Keywords: DBD, rainfall and humidity
HUBUNGAN ANTARA UMUR, STATUS GIZI DAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS TUMINTING KOTA MANADO Konde, Clarita Paladan; Asrifuddin, Afnal; Langi, Fima Lanra Fredrik G.
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Secara global pada tahun 2017 tuberkulosis menyebabkan sekitar 1,3 juta kematian yang merupakan salah satu dari 10 penyebab utama kematian. Profil kesehatan Indonesia jumlah kasus baru TB di Indonesia sebanyak 420.994 kasus pada tahun 2017. Penyakit Tuberkulosis di Sulawesi Utara memiliki peningkatan jumlah kasus pada tahun 2018 sebanyak 6.786 kasus. Jumlah kasus penyakit Tuberkulosis Paru di Kota Manado pada tahun 2018 sebanyak 2303 kasus dan pada tahun 2019 pada bulan Januari-Maret memiliki jumlah kasus sebanyak 699 kasus. Menurut data Puskesmas Tuminting menunjukkan bahwa pada bulan Januari sampai dengan bulan Juni tahun 2019 memiliki kasus sebanyak 99 kasus. Jenis penilitian menggunakan desain penelitian study kasus kontrol dan penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Tuminting Kota Manado pada bulan November 2019 sampai dengan bulan Januari 2020. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 84 responden yang terdiri dari 42 responden pada kelompok kasus dan 42 responden pada kelompok kontrol. Penelitian diolah menggunakan SPSS dengan perhitungan Chi-Square. Dari hasil penelitian terdapat hubungan antara  Umur (p value = 0,003), Status Gizi (p value = 0,003), dan Kepadatan Hunian (p value = 0,002) dengan Tuberkulosis Paru. Kesimpulan hasil penelitian ini terdapat hubungan antara umur, Status Gizi, dan Kepadatan Hunian dengan Tuberkulosis Paru. Kata Kunci: Tuberkulosis Paru, Umur, Status Gizi, Kepadatan Hunian ABSTRACTTuberculosis is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. Globally in 2017 tuberculosis caused around 1.3 million deaths which is one of the 10 main causes of death. Indonesia's health profile The number of new TB cases in Indonesia was 420,994 cases in 2017. Tuberculosis in North Sulawesi has increased the number of cases in 2018 by 6,786 cases. The number of lung tuberculosis cases in Manado City in 2018 was 2303 cases and in 2019 in January-March there were 699 cases. According to data from the Tuminting Community Health Center, there are 99 cases in January to June 2019. This type of research uses a case control study design and this research was conducted in the Tuminting Community Health Center in Manado in November 2019 until January 2020. The total sample of this study were 84 respondents consisting of 42 respondents in the case group and 42 respondents in the control group . The study was processed using SPSSwith Chi-Square calculations . From the results of the study there is a relationship between Age ( p value = 0.003 ), Nutritional Status ( p value = 0.003) , and Occupancy Density ( p value = 0.002) with Lung Tuberculosis . Conclusion The results of this study are the relationship between age , status of nutrition , and Density Residential with Tuberculosis Lung .    Keywords: Lung Tuberculosis , Age , Nutritional Status , Occupancy Density
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETUGAS PENYAPU JALAN DI KECAMATAN SINGKIL DAN TUMINTING Kurusi, Fazni D.; Akili, Rahayu H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu sikap berfikir yang menghasilkan suatu lingkungan kerja yang menjadi bagian terpadu pada setiap prosedur yang dijalankan oleh perusahaan atau instansi kerja. Petugas penyapu jalan adalah orang yang bekerja di sepanjang jalan raya dan sangat berperan dalam terciptanya kebersihan tapi beberapa petugas penyapu jalan yang ditemui tidak menggunakan helm dan masker ketika sedang bekerja. Kebiasan yang tidak patuh terhadap penggunaan alat pelindung diri sering dilakukan petugas penyapu jalan diakibatkan para petugas belum menyadari bahaya maupun resiko dalam pekerjaan mereka. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada petugas penyapu jalan  di Kecamatan Singkil dan Tuminting. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional study (potong lintang). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah petugas penyapu jalan bidang kebersihan kota di Kecamatan Singkil sebanyak 20 orang dan di Kecamatan Tuminting sebanyak 43 orang dengan total sebanyak 63 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara masing-masing variabel yaitu pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (p=0.026),  sikap dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (p=0.035). Kesimpulan terdapat hibungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan pengguanan alat pelindung diri pada petugas penyapu jalan di Kecamatan Singkil dan Tuminting. Saran diharapkan untuk Dinas Kesehatan Agar dapat memberikan pengetahuan tentang dampak tidak menggunakan alat pelindung diri dan selalu mengontrol langsung dilapangan agar para penyapu menggunakan alat pelindung diri dan terhidar dari penyakit akibat kerja. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Penggunaan APD ABSTRACTOccupational safety and health is a mindset that results in a work environment that is an integrated part of every procedure carried out by the company or work agency. Road sweepers are people who work along the highway and are very instrumental in the creation of cleanliness but some road sweepers who are met do not use helmets and masks when working. Habits that do not comply with the use of personal protective equipment are often carried out by street sweepers because the officers are not aware of the dangers or risks in their work. The purpose of this study was to analyze the relationship between knowledge and attitude with compliance with the use of personal protective equipment on road sweepers in Singkil and Tuminting Districts. This research method is a descriptive study with a cross sectional study design (cross section). The population and sample in this study were 20 street cleaners in the city sanitation department in Singkil District and 43 in Tuminting District with 63 respondents. The results of this study indicate that there is a relationship between each variable, namely knowledge and compliance with the use of personal protective equipment (p = 0.026), attitude with compliance with the use of personal protective equipment (p = 0.035). Conclusion there is a significant combination of knowledge and attitude with the compliance of the use of personal protective equipment on road sweepers in Singkil and Tuminting Districts. Suggestions are expected for the Office of Health in order to be able to provide knowledge about the effects of not using personal protective equipment and always control directly in the field so that the sweeper uses personal protective equipment and avoid from occupational diseases. Keywords: Knowledge, Attitude, Use of personal protective equipment (PPE)
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA FISIK DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN OPERATOR BOILER DAN TURBIN DI PJBS PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP AMURANG Pua, Tita L.C.A.; Kawatu, Paul A.T; Kapantow, Nova H.
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja sering dikeluhkan sebagai salah satu permasalahan ditempat kerja, kelelahan sering atau dapat dirasakan oleh setiap manusia pada saat melakukan aktivitas, baik aktivitas ringan maupun aktivitas berat. Kelelahan kerja disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor usia, jenis kelamin, penyakit dan beban kerja. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian operator boiler dan turbin di PJBS Pembangkit Listrik Tenaga Uap Amurang.Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian adalah semua pekerja operator boiler dan turbin yang berjumlah 41 responden dan seluruh populasi dijadikan subjek dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reaction timer dan Penilaian beban kerja berdasarkan, SNI 7269:200S. Analisis data menggunakan uji korelasi pearson. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara beban kerja fisik dengan kelelahan kerja mendapatakan hasil p-value=0,000 (<0,05) dan nilai r= 0,578 atau korelasi sedang dengan arah hubungan yang positif. Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat hubungan antara beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja Operator Boiler dan Turbin di PJBS Pembangkit Listrik Tenaga Uap Amurang. Kata Kunci: Beban Kerja, Kelelahan Kerja ABSTRACKWorking fatigue is often complained of as one of the problems in the workplace, frequent fatigue or can be felt by every human being during activity, both light activity and heavy activity. Working fatigue is caused by factors such as age, gender, illness and workload. The purpose of this research is to know the relationship of physical workload with working fatigue in the workers part of the boiler and turbine operators in PJBS Steam Power Plant Amurang. The research method uses an analytical survey with a cross sectional approach (cut latitude). The population in the study was all the workers of the boiler and turbine operators amounting to 41 respondents and the entire population was made a subject in this study. The instrument used in this research is the reaction timer and assessment of workload based, SNI 7269:200S. Data analysis using Pearson correlation test. This research shows that there is a relationship between physical workloads and work fatigue to be the result of P-value = 0,000 (< 0.05) and the value of R = 0.578 or medium correlation with the direction of a positive relationship. Conclusion in this study there is a link between physical workload with working fatigue in the workers of Boiler and turbine operators in PJBS Amurang Steam Power Plant. Keywoards : Workload, Working Fatigue
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA, PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT DI TEMPAT PELELANGAN IKAN Londok, Nirwana V.J; Doda, Diana V.D; Sondakh, Ricky C.
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan yang sering dialami para pekerja masih dalam kategori ringan dan tidak fatal tetapi hal ini tetap menjadii perhatian bagi pengwas di tempat pelelangan ikan. Berdasarkan hasil penelitian yng dilakukan, menunjukkan bahwa sebanyak 82 responden (82,0%) yang pernah mengalami kecelakaan kerja dan sebanyak 18 responden (18,0%) yang tidk pernah mengalami kecelakaan kerja. Hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran dlam menerapkan keselamatan kerja juga tentunya bisa berpengaruh pada produktifitas kerja jika penerapan tersebut tidak dilaksanakan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antarra beban kerja, pengetahuan tentang kesehatasn dan keselamatan kerja dngan kejadian kecelakaan kerja pada tenaga kerja bongkar muat di Tempat Pelelangan Ikan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian survey analitik dengan desain study cross sectional dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 responden dngan menggunakan metode accidental sampling. Instrumen dlam penelitian ini menggunakan lembar penilaian metode Ovako Working Posture Analysis System dan kuesioner. Analisis yng digunakan yaitu uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil analisis yng di dapatkan yaitu terdapat hubungan antara beban kerja dengan kejadian kecelakaan kerja (p = 0,035), dan terdapat hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja (p = 0,003). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja dan terdapat hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan dan keselamatan kerja dengan kejadian kecelakaan kerja. Kata Kunci: Beban Kerja, Pengetahuan Tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Kejadian Kecelakaan Kerja ABSTRACTThe frequent accidents are still in light and not fatal categories but this remains a concern for supervisors at the fish auction site. Based on the results of the study, showed that as many as 82 respondents (82.0%) who have experienced a working accident and as many as 18 respondents (18.0%) who has never experienced a working accident. This is because the lack of awareness in implementing occupational safety can also have an effect on the work productivity if the implementation is not carried out optimally. This research aims to analyse the relationship between workload, knowledge about occupational health and safety with the incidence of occupational accident on unloading labor at the place of the fish auction in Manado city. This type of research uses analytical survey research with cross sectional study design and number of samples taken as many as 100 respondents using accidental sampling method. The instruments in this study used the Ovako Working Posture Analysis System Method Assessment sheet and questionnaire. The analysis used is a statistical test using Chi Square. The results of the analysis is that there is a link between workloads with occupational accident events (p = 0,035), and there is a relationship between knowledge of occupational health and safety with the incidence of occupational accident (p = 0.003). The conclusion of this research is that there is a relationship between knowledge about occupational health and safety with the incidence of occupational accident and there is a relationship between knowledge about occupational health and safety with accident events Work. Keywords: Workload, knowledge of occupational health and safety, occupational accident

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): KESMAS, Oktober - Desember Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue