cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 962 Documents
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA MURID SEKOLAH DASAR GMIM 9 DAN SEKOLAH DASAR NEGERI INPRES PINANGUNIAN KOTA BITUNG Bawole, Belliani B.; Umboh, Jootje M.L.; Sumampouw, Oksfriani J.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak sejak dini harus ditanamkan pendidikan dan pembinaan tentang kesehatan, diharapkan mereka memiliki perilaku hidup bersih dan  sehat dan dapat dipraktekkan dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah agar kebiasaan berperilaku yang sehat dapat dibawah hingga beranjak dewasa nanti. Hasil data diare yang diambil dari Dinas Kesehatan Kota Bitung yang di rekapitulasi laporan penyakit diare pada tahun 2016 adalah jumlah penderita pada anak laki-laki dan anak perempuan yaitu berjumlah 279 orang. Penelitian ini yaitu penelitian survei analitik dengan menggunakan rancangan study cross sectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini yaitu semua murid kelas IV, V dan VI yang ada di Sekolah Dasar GMIM 9 yaitu berjumlah 50 murid dan Sekolah Dasar Negeri Inpres yaitu berjumlah 33 murid. Analisis bivariat uji Chai Square (α=0,05) dengan menggunakan program komputer SPPS Statistik 21. Penelitian ini menggunakan Uji Chi-square Sekolah Dasar GMIM 9 dan Sekolah Dasar Negeri Inpres yaitu pengetahuann 62.7% atau sebanyak 52 murid di katakana baik dan 37.3%  atau sebanyak 31 murid dikatakan kurang baik. Sikap 50.6% atau 42 murid dikatakan baik dan 49.4% atau 41 murid dikatakan kurang baik. Tindakan 54.2% atau 45 murid dikatakan baik dan 45.8% atau 38 murid dikatakan kurang baik. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan ABSTRACTEarly childhood must be educated and educated on health, it is hoped that they will have a clean and healthy lifestyle and can be practiced in the school environment and outside the school so that healthy behavioral habits can be brought down until they grow up later. The results of diarrhea data taken from the Bitung City Health Office in the recapitulation of reports of diarrheal diseases in 2016 were the number of patients in boys and girls, amounting to 279 people. This research is analytic survey research using cross sectional study design. The population in this studyn were all students of grade IV, V and VI who were in GMIM 9 elementary School, which amounted to 50 studens and SDN Inpres, amounting to 33 students. Bivariate analysis of Chai Square test (α=0,05) using a computer program SPSS Statistics 21. This study uses Chi Square SD GMIM 9 and SDN Inpres, namely knowledge 62.7% or as many as 52 students saig to be good and 37.3% or as many as 31 students said to be lacking. Attitudes of 50.6% or 42 students were said to be good 49.4% or 41 students were said to be lacking. The actions of 54.2% or 45 students were said to be good and 45.8% or 38 students were said to be lacking. Keywords: Knowledge, Attitude, Action 
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA FISIK DAN STRES KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS PEKERJA DI PT. ADHI KARYA (PERSERO) TBK Matindas, Rygienia; Suoth, Lery Fransil; Nelwan, Jeini Ester
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kerja menjadi salah satu hal yang penting dalam kelangsungan suatu perusahaan khususnya perusahaan konstruksi. Jika pekerja mengalami produktivitas yang kurang baik akan mempengaruhi hasil yang ditargetkan. Beberapa faktor yang mempengaruhi produktivitas yaitu beban kerja dan stres kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara beban kerja fisik dan stres kerja dengan produktivitas pekerja di PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. Desain penelitian ini survei analitik yang bersifat observasional dengan rancangan  penelitian studi potong lintang. Penelitian ini dilaksanakan pada September-Oktober 2018 di PT. Adhi Karya (Persero) Tbk dengan menjalankan kuesioner pada 87 pekerja. Berdasarkan hasil uji Spreaman Rank terdapat hubungan antara beban kerja fisik dengan produktivitas pekerja dengan nilai ρ value = 0,045 dengan nilai r = 0,680 berarti terdapat kekuatan hubungan kuat dengan arah korelasi positif. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara stres kerja dengan produktivitas pekerja dengan nilai ρ value = 0,000 dengan nilai r = 0,764 berarti terdapat kekuatan hubungan kuat dengan arah korelasi positif. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara beban kerja fisik dan stress kerja dengan produktivitas kerja dimana semakin tinggi beban dan stress kerja maka produktivitas kerja semakin tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya upaya menjaga beban dan stress kerja pekerja sehingga bisa meningkatkan produktivitas kerja.  Kata Kunci : produktivitas, beban kerja fisik, stres kerja ABSTRACTWork productivity is one of the important things in the continuity of a company, especially a construction company. If workers experience poor productivity, it will affect the targeted results. Therefore, it is necessary to pay attention to the work productivity of the workforce, especially to minimize the factors that affect productivity itself such as workload and work stress. The purpose of this study was to determine the relationship between physical workload and work stress with the productivity of workers at PT. Adhi Karya (Persero) Tbk. The design of this study was an analytical observational survey with a cross-sectional study design. This research was conducted from September to October 2018 at PT. Adhi Karya (Persero) Tbk by running a questionnaire on 87 workers. Based on the Spreaman Rank test results, there is a relationship between physical workload and worker productivity with a value of ρ value = 0.045 with a value of r = 0.680 which means that there is a strong relationship with the direction of positive correlation. The results of this study also indicate that there is a relationship between work stress and worker productivity with a value of ρ value = 0,000 with a value of r = 0.764 means that there is a strong strength of the relationship with the direction of positive correlation. The conclusion of this study is that it means there is a relationship between physical workload and work stress with worker productivity where high workloads and stresses are high with work productivity. Therefor, there is a need to maintain workload and stress on workers so as to increase work productivity. Keywords : Worker Productivity, Physical Workload, Job Stress 
HUBUNGAN ANTARA SHIFT KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP YEHESKIEL DAN HANA DI RUMAH SAKIT UMUM GMIM PANCARAN KASIH MANADO Wiyarso, Juandy
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja ialah aneka keadaan yang disertai penurunan efisiensi dan ketahanan dalam bekerja, beberapa faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya kelelahan kerja,bermacam-macam, faktor lingkungan kerja yang tidak memadai, beban kerja, shift kerja sampai kepada masalah psikososial dapat berpengaruh terhadap terjadinya kelelahan kerja. Pekerjaan seorang perawat tidak terlepas dari sistem shift kerja. Hal ini memberikan konsekuensi terhadap perpanjangan jam kerja pekerja dan salah satunya yaitu dengan mempekerjakan pekerja melampaui waktu yang telah ditetapkan dan atau memberlakukan shift kerja. Data dari ILO yang menunjukkan bahwa hampir setiap tahun sebanyak dua juta pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor kelelahan. Penelitian ini menggunakan metode observational analitik. Dengan jumlah populasi sebanyak 34 responden. Analisis ini dilakukan dengan uji statistik chi-square yang dimana jika nilai sig.<0.05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi/hubungan antara variable independent dan variable dependent.Berdasarkan hasil analisis statistik didapat hasil sig.=0,043 (sig.<0,05), yang berarti terdapat hubungan antara shift kerja dan kelelahan kerja. Berdasarkan hasil analisis statistik didapat hasil sig.=0,008 (sig. <0,05), yang berarti terdapat hubungan antara beban kerja dankelelahan kerja. Kata Kunci : Shift Kerja, Beban Kerja, Kelelahan Kerja . ABSTRACTFatigue is a variety of conditions accompanied by a decrease in efficiency and resilience in work, factors that can affect work fatigue, various, ranging from inadequate work environment factors, workloads, work shifts to psychosocial problems can affect the occurrence of fatigue work. The work of a nurse is inseparable from the work shift system. This provides consequences for the extension of working hours of workers and one of them is by hiring workers beyond the specified time and / or imposing work shifts. Data from the ILO shows that almost every year two million workers die from workplace accidents caused by fatigue. This study uses analytic observational methods. With a population of 34 respondents. This analysis is carried out by chi-square statistical test, where if the value of sig. <0.05, it can be concluded that there is a correlation / relationship between independent variables and dependent variables. Based on the results of statistical analysis, the results of sig. = 0.043 (sig. <0.05) are obtained. , which means there is a relationship between work shifts and work fatigue. Based on the results of statistical analysis, the results of sig. = 0.008 (sig. <0.05), which means that there is a relationship between workload and work fatigue. Keywords: Work Shift, Workload, Work Fatigue
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KEAMANAN JAJANAN PADA PESERTA DIDIK DI SD GMIM PONDANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Sunkudon, Stephanie D.; Engkeng, Sulaemana; Punuh, Maureen I
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keamanan jajanan merupakan salah satu masalah kesehatan yang harus diperhatikan, karena jutaan manusia dilaporkan keracunan pangan dan masyarakat yang sering mengalami keracunan pangan adalah anak sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap tentang keamanan jajanan pada peserta didik di SD GMIM Pondang Kabupaten Minahasa Selatan. Ditinjau dari jenis datanya metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen semu atau quasi experiment dengan metode ceramah dengan rancangan pre-test dan post-test one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V dan kelas VI SD GMIM Pondang Kabupaten Minahasa Selatan. Kelas V berjumlah 28 peserta dan kelas VI berjumlah 22 peserta dengan total keseluruhan peserta didik berjumlah 50 peserta didik. Tehnik pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu uji T-test untuk mengetahui perbedaan dan regresi untuk mengetahui pengaruh. Hasil yang diperoleh yaitu ada perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan keamanan jajanan dengan nilai mendapatkan hasil 1,18 setelah dilakukan perlakuan pada peserta didik mengalami peningkatan pengetahuan dan sikap 1,50 pada post-test. pada pre-test sikap didapat hasil 1,22 pretest dan setelah dilakukan perlakuan didapat hasil 1,56. Lewat table diatas dapat dilihat adanya Pengaruh perlakuan tentang keamanan jajanan terhadap pengetahuan pelajar yang signifikan pada peserta didik di SD GMIM Pondang yang terlihat pada kelompok pelajar. Saran peneliti yang direkomendasikan diharapkan sekolah dapat mengambil peran untuk terus memberikan informasi tentang keamanan jajanan dan melakukan kerjasama antara petugas kesehatan dan sekolah untuk diberikan pendidikan kesehatan melalui penyuluhan kesehatan keamanan jajanan. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Keamanan Jajanan, Peserta Didik. ABSTRACT Food safety is one of the health problems that must be considered, because millions of people are reported to be food poisoning and people who often experience food poisoning are school children. The purpose of this study isto find out the effect of health education on knowledge and attitudes about snacks safety in students in SDIM Pondang, South Minahasa Regency. Judging from the type of data, the research method used in this study is a quantitative method using quasi-experimental method or quasi experiment with lecture method with pre-test and post-test one group design. The population in this study were students of class V and class VI of GMIM Pondang Elementary School in South Minahasa Regency. Class V has 28 participants and Class VI has 22 participants with a total of 50 students.Data collection techniques using a questionnaire. The analysis used is the T-test to find out the differences and regression to determine the effect. The results obtained are there are differences in knowledge and attitudes before and after counseling food security with valuesget results 1.18 after the treatment of students has increased knowledge and attitudes 1.50 on the post-test. in the pre-test attitudes the results obtained 1.22 pretest and after treatment the results obtained 1.56. Through the table above, it can be seen that there is a significant influence of the treatment of snacks on the knowledge of students in students in Pondang GMIM Elementary School seen in student groups.. Suggested researchers' recommendationsIt is hoped that schools will be able to take on the role of continuing to provide information on food safety and collaborating with health workers and schools to provide health education through health education on food security. Keywords: Knowledge, Attitude, Food Safety, Students
Gambaran Kondisi Fisik Sumur Gali di Tinjau dari Aspek Kesehatan Lingkungan dan Perilaku Pengguna Sumur Gali di Kelurahan Sumompo Kecamatan Tuminting Kota Manado Katiho, Angela Suryani; Joseph, Woodford B. S.; Malonda, Nancy S. H.
KESMAS Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The dug well is one of the sources of water supply for communities in rural and urban areas. The dug well as water sources must be compatible with the requirements laid down between the physical condition of the dug well in which the terms related to the construction of wells and the location of wells to the sources of pollutants, so that the water from the wells is safe for healthy to consumption. 1. To describe the physical condition of The dug well include construction, distance latrine to the dug well, and distance from the source of other pollutants such as cattle sheds and a pool of water; 2. To determine the behavior of resident user about the physical condition of the dug well, including knowledge, attitudes and actions. This study is a descriptive survey in which the population was divided into the dug wells population which amount 20 dug well and the dug well resident user behavior population which amounts to 125 respondents. Observation the dug well were using a checklist as an instrument of research and user behavior were using questionnaires. The physical condition of all the dug well 100% does not fulfill the requirements, which based on the construction of the dug well, distance the dug well to the latrine, the distance to the cattle sheds and a pool of water as a source of other pollutants. Based on user aspects of dug well; 78% of respondents knowledgeable well, 22% less; 74% have a good attitude, 26% less, and 32% had good action, 68% less. From the results of this study researchers to grant suggestion as good as posible to repair the physical condition of the dug well, to do espionage to the resident user the dug well about the physical condition of the dug well, there is a need for monitoring and surveillance of water quality, and should to involve to society independently of absolute needs clean water. ABSTRAKSumur gali merupakan salah satu sumber penyediaan air bersih bagi masyarakat di pedesaan, maupun perkotaan. Sumur gali sebagai sumber air bersih harus ditunjang dengan persyaratan yang ditetapkan diantaranya kondisi fisik sumur gali yang didalamnya menyangkut syarat konstruksi sumur dan lokasi sumur dengan sumber pencemar, agar air sumur aman bagi kesehatan untuk di konsumsi. 1. Untuk menggambarkan kondisi fisik sumur gali meliputi konstruksi sumur gali, jarak jamban dengan sumur gali dan jarak sumber pencemar lain seperti kandang ternak dan genangan air dengan sumur gali; 2. Untuk mengetahui perilaku pengguna sumur gali tentang kondisi fisik sumur gali meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan. Penelitian ini bersifat survei deskriptif dimana populasi dalam penelitian ini terbagi menjadi populasi sumur gali yakni 20 sumur gali dan populasi perilaku pengguna sumur gali yang berjumlah 125 responden. Pengamatan sumur gali ini menggunakan checklist sebagai instrumen penelitian sedangkan perilaku pengguna sumur gali menggunakan kuesioner.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik pada semua sumur gali 100% tidak memenuhi syarat, yakni berdasarkan konstruksi sumur gali, jarak dengan jamban, jarak dengan kandang ternak dan genangan air sebagai sumber pencemar lain. Berdasarkan aspek pengguna sumur gali ; 78% responden berpengetahuan baik, 22% kurang ; 74% memiliki sikap yang baik, 26% kurang ; dan 32% memiliki tindakan yang baik, 68% kurang. Dari hasil penelitian ini peneliti memberikan saran perlunya perbaikan kondisi fisik sumur gali, perlu dilakukan penyuluhan kepada masyarakat pengguna sumur gali tentang kondisi fisik sumur gali, perlu adanya pemantauan dan pengawasan kualitas air bersih, dan sebaiknya melibatkatkan masyarakat agar masyarakat secara mandiri memenuhi kebutuhan mutlak yakni air bersih.
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ENERGI DAN KETAATAN KONSUMSI TABLET Fe DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BAHU KOTA MANADO Lapian, Angelina
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia ibu hamil terjadi karenaketidakseimbangan kebutuhan Fe yang meningkat dengan asupan yang kurang.Ibu hamil membutuhkan Fe sebanyak 1000 mg, sedangkan asupan Fe yang berasal dari makanan selama kehamilan seringkali tidak banyak berubah, sehingga kebutuhan tersebut tidak dapat terpenuhi. Pada umumnya anemia dapat diatasi dan dicegah dengan memperbaiki pola makan, yaitu mengkonsumsi makanan kaya Fe. Namun kebutuhan tersebut seringkali tidak terpenuhi karena sumber Fe terbaik dari makanan hewani umumnya berharga mahal. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan minum suplemen Fe, yang dikenal dengan nama Tabet Tambah Darah (TTD). Tujuan penelitian ini yaitu, untuk menganalisis adakah hubungan antara asupan energi dan ketaatan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di PUSKESMAS Bahu Kota Manado. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional (potong lintang). Pengambilan sampel dilakukan kepadda seluruh ibu hamil yang memeriksa kehamilannya di PUSKESMAS Bahu Kota Manado selama penelitian berlangsung, dengan jumlah responden 60 orang. Analisis yang digunakan yaitu, uji Chi-Square dengan α = 0,05. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu, terdapat hubungan antara ketaatan konsumsi tablet fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di PUSKESMAS Bahu Kota Manado dengan p value = 0,022 < 0,05. Kata Kunci: Asupan Energi, Ketaatan Konsumsi Tablet Fe, Anemia  ABSTRACTAnemia of pregnant women occurs because of an imbalance of increased Fe demand with a low intake. Pregnant women need as much as 1000 mg of Fe, while the intake of Fe derived from food during pregnancy often does not change much. so that these needs cannot be met. Generally anemia can be overcome and prevented by improving diet, which is consuming Fe-rich foods. But these needs are often not met because the best Fe sources of animal foods are generally expensive. Therefore, pregnant women are encouraged to take Fe supplements, which is known as Blood Increaser Tabet (BIT). The purpose of this study is to analyze the relationship between energy intake and adherence to consumption of Fe tablets with the incidence of anemia in pregnant women at Public Health Center Bahu in Manado City. This type of research is an analytic observational study with cross sectional research design. Sampling was carried out to all pregnant women who examined their pregnancies at the Public Health Center of Manado City during the study, with 60 respondents. The analysis used is, Chi-Square test with α = 0.05. The conclusion of the results of this study is that there is a relationship between adherence to consumption of tablet fe with the incidence of anemia in pregnant women at Public Health Center Bahu Kota Manado with p value = 0.022 <0.05. Keywords: Energy Intake, Obedience of Consumption Fe Tablets, Anemia
GAMBARAN INTENSITAS PENCAHAYAAN PADA PENJAHIT DI KOMPLEKS GEDUNG PRESIDENT PASAR 45 KOTA MANADO Pompano, Sendiarto; Suoth, Lery F.; Maramis, Franckie R. R
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Agustin Puryani Wulandari, (2010) pengaruh intensitas cahaya terhadap aktivitas kerja bagian produksi di PT. Indofood Cbp Sukses Makmur Divisi Noodle Cabang Semarang. Penelitian ini menunjukan bahwa pengaruh intensitas cahaya pada proses kerja yang tidak sesuai dengan jenis pekerjaan akan mengakibatkan gangguan ketidaknyamanan pada aktivitas kerja. Pencahayaan adalah faktor lingkungan kerja yang termasuk dalam kelompok faktor risiko. Oleh karenanya sama seperti faktor lingkungan yang lain (seperti kadar debu yang banyak, intensitas bising yang tinggi, panas yang berlebihan, radiasi mengion ataupun radiasi yang tidak mengion), apabila intensitas pencahayaan tidak memadai (suram ataupun menyilaukan), maka dapat menyebabkan produktivitas tenaga kerja menurun ataupun menjadi rendah. Pencahayaan yang kurang baik dapat mengakibatkan pekerjaan menjadi lebih rumit dan sukar karena mengganggu penglihatan dari penjahit pakaian. Metode penelitian: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif.  Yaitu  memberikan gambaran secara jelas yang terbatas pada usaha mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya sehingga hanya merupakan penyikapan suatu fakta dan data yang diperoleh digunakan sebagai bahan penulisan laporan. Dalam laporan ini, penulis memaparkan hasil peninjauan, pengamatan dan pengukuran tentang intensitas penerangan pada penjahit di kompleks Gedung President Pasar 45 Kota Manado. Populasi dari penelitian ini adalah semua penjahit di kompleks Gedung President Pasar 45 yang berjumlah 31 penjahit. Sampel  dari penelitian ini adalah semua populasi penjahit di kompleks Gedung President Pasar 45 yang berjumlah 31 penjahit. Intensitas pencahayaan ini di ukur menggunakan alat ukur pencahayaan (Lux meter) dengan satuan pengukuran 200 Lux. Hasil penelitian: Distribusi frekuensi gambaran intensitas pencahayaan terdapat 29 Orang (93,5%) pekerja dengan umur 15-49 tahundan 2 orang (6,5%) pekerja dengan umur ≥ 50 tahun, 16 orang (51,6%) pekerja laki-laki dan 15 (48,4%) pekerja perempuan, 25 orang (80,6%) pekerja berpendidikan terkahir SMA dan 6 Orang (19,4%) pekerja berpendidikan terakhir SMP, dan 21 Orang (67,7%) dengan masa kerja> 4 Tahun dan 10 Orang (32,3%) dengan masa kerja ≤ 4 Tahun. Dari Intensitas pencahayaan, terdapat 18 orang (58,1%) pekerja yang bekerja dengan memenuhi persyaratan Luks minimal untuk bekerja dan 13 Orang (41,9%). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan intensitas pencahayaan pada penjahit di Kompleks Gedung President Pasar 45 Kota Manado yang dimana ada sejumlah 13 penjahit yang intensitas pencahayaannya tidak memenuhi syarat (<200 Luks) dan 18 penjahit yang intensitas pencahayaannya memenuhi syarat ≥200 Luks. Kata Kunci : Intensitas Pencahayaan ABSTRACTbased on previous research conducted by Agustin Puryani Wulandari, (2010) the influence of light intensity towards the production of parts in the work activities of PT Indofood Cbp Affluent Successful Division of Semarang branch of the Noodle. This research showed that the influence of light intensity on a work process that is incompatible with the type of work will result in the disruption of discomfort at work activities. Lighting is a work that includes environmental factors in a group of risk factors. Therefore, just as the other environmental factors (such as the levels of dust, high noise intensity, excessive heat, radiation or radiation that is not mengion mengion), when the intensity of the lighting is inadequate (or bleak dazzling), then it can lead to declining labor productivity or become low. A less good lighting can lead to the job become more complicated and difficult because of the disturbing sight of a tailor. research methods used in this research is descriptive. that is clearly illustrates the limited effort revealed a problem and circumstances as it is so just how is a fact and the data obtained is used as material for the writing of the report. In this report, the author presents the results of the review, observations and measurements of the intensity of the illumination at the tailor in the complex Building President 45 Market City of Manado. The population of this research is all the tailors in the Building complex totalling 45 Markets President 31 tailor. The sample of this research is all population tailors Building complex totalling 45 Markets President 31 tailor. The intensity of the lighting in this measure using a measuring instrument illumination (Lux meters) with units of measurement 200 Lux. The frequency distribution of the image of the intensity of the lighting there is 29 people (93.5%) of workers aged 15-49 years and 2 people (6.5%) of workers aged ≥ 50 years of age, 16 (51.6%) of male workers and 15 (48.4%) of female workers, 25 (80.6%) workers This last one educated high school and 6 persons (19.4%) of workers educated the last junior high, and 21 men (67.7%) with a working period > 4 years and 10 people (32.3%) with a working period ≤ 4 years. From the intensity of the lighting, there are 18 persons (58.1%) workers working with Luks are eligible to work on and at least 13 people (41.9%). Based on the results of research conducted can be concluded that there is a difference in the intensity of the lighting on the tailor in the complex Building President Market 45 Manado city in which there are a number of 13 seamstresses intensity pencahayaannya not qualified (200 < Luks) and 18 tailor who qualified pencahayaannya intensity ≥ 200 Luks. Keywords: Lighting Intensity.
HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DENGAN KEJADIAN KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJA PROYEK KONSTRUKSI PEMBANGUNAN GEDUNG BARU FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Suak, Meilindah C.C; Kawatu, Paul A.T; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak diinginkan yang dapat menyebabkan kerugian harta benda,waktu bahkan dapat menghilangkan nyawa seseorang.  Penggunaan APD merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir terjadinya kejadian kecelakaan kerja. Tujuan untuk mengetahui hubungan kedua variable yaitu Penggunaan APD dan Kejadian kecelakaan kerja. Metode penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 90. Pengambilan data diperoleh melalui wawancara dan menjalankan kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square. Dalam penelitian ini dapat disimpulakn bahwa kedua variable tersebut dinyatakan berhubungan dengan nilai p-value= 0,011<0,05.. Kata kunci: Penggunaan APD, Kecelakaan Kerja ABSTRACTWorkplace accidents are unwanted events that can cause loss of property, time can even eliminate a person's life. The use of PPE is to minimize the occurrence of occupational accidents. This study aims to determine the relationship between two variables, namely the use of PPE and the incidence of workplace accidents. This research method uses a cross-sectional approach with a total sample of 90. Data collection was obtained through interviews and running questionnaires. Data analysis in this study used the chi-square test. In this study it can be concluded that the variables are related to the p-value = 0.011 <0.05. Keywords: Personal Protective Equipment, Work Accident
GAMBARAN ANGKA KUMAN DAN KEBERADAAN ESCHERICHIA COLI PADA PERALATAN MAKAN RUMAH MAKAN DI KELURAHAN MAHAKERET BARAT DAN MAHAKERET TIMUR KECAMATAN WENANG KOTA MANADO Telew, Merceline; Joseph, Woodford B. S.; Pinontoan, Odi
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah makan dan restoran dalam menjalankan usahanya harus memenuhi persyaratan hygiene sanitasi. Peralatan makan merupakan salah satu persyaratan hygiene sanitasi rumah makan. Kebersihan dan cara penyimpanan peralatan pengelolah makanan harus memenuhi persyaratan sanitasi. Peralatan makan yaitu segala macam alat yang digunakan untuk mengelolah dan menyajikan makanan dengan ketentuan peralatan makan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran angka kuman dan keberadaan Escherichia coli pada peralataan makan rumah makan di kelurahan mahakeret barat dan mahakeret timur.  Hasil penelitian Terdapat 6 rumah makan (100%) yang jumlah angka kumannya melebihi ambang batas dan terdapat 2 rumah makan (33,3%) yang positif mengandung bakteri Escherichia Coli.Seluruh Rumah makan positif memiliki jumlah angka kuman yang melebihi ambang batas. Dan terdapat 2 rumah makan yang positif E. coli berdasarkan hasil tersebut diharapkan Dinas Kesehatan Kota Manado dapat menindaklanjuti Rumah Makan yang tidak memenuhi standart Inspeksi Kesehatan Lingkungan, serta melakukan kerjasama dengan Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan secara berkala. Kata Kunci:Angka Kuman, Escherichia Coli, Alat Makan. AbstractBrasserie and restaurant in running its business must meet the requirements of hygiene and sanitation. Tableware is one of the requirements of hygiene sanitary restaurants. Hygiene and food pengelolah equipment storage must meet the requirements of sanitation. Tableware, namely all kinds of tools used to manage and serves food with utensils. Objective to describe the number of numbers of bacteria and Escherichia Coli bacteria on tableware in restaurants in West Mahakeret Village and East Mahakeret. The results of the research there are 6 restaurants (100%) the number of digits with TB germs to exceed threshold and there are 2 restaurants (33.3%) positive contain bacteria Escherichia Coli. The whole House has a number of positive numbers eating germs that exceeds the threshold. And there are two restaurants-positive e. coli based on the expected results of Manado City Health Office may follow up on Restaurants that do not meet standard Environmental Health Inspection, as well as cooperation with health centers to do the inspection at regular intervals. Keywords: Germ number, Escherichia Coli, Cutlery
HIGIENE SANITASI PENGELOLAAN MAKANAN DAN ANGKA KUMAN PERALATAN MAKAN (PIRING) DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT UMUM PANCARAN KASIH GMIM KOTA MANADO Syahlan, Vioni L. G.; Joseph, Woodford B. S.; Sumampouw, Oksfriani Jufri
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Higiene dan sanitasi sangatlah penting, terutama di tempat-tempat umum yang melayani orang banyak, salah satunya Rumah Sakit (RS) upaya penyediaan pelayanan kesehatan ini pula dapat menjadi tempat penularan serta memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan. Penanganan sanitasi yang kurang baik dapat menyebabkan terjadinya hal-hal yang merugikan seperti keracunan. Peranan pencucian peralatan makan secara baik dapat menghasilkan peralatan makanan yang bersih dan sehat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran hygiene sanitasi pengelolaan makanan dan angka kuman peralatan makan (piring) di RS Pancaran Kasih GMIM Kota Manado. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif observasional. Subyek penelitian yaitu 6 buah piring yang diambil secara acak dari ruangan kelas I, II, dan III. Pemeriksaan hygiene sanitasi menggunakan lembar observasi. Aspek pengukuran memenuhi syarat jika nilai yang diperoleh >90% dari total penelitian. Pemeriksaan mikrobiologi usap alat makan yang dilakukan di laboratorium Badan Teknik Kesehatan Lingkungan Kota Manado semua sampel yang diambil tidak memenuhi syarat dengan persyaratan angka kuman >100 koloni/cm2(28.000-72.000 koloni/cm2). Hasil observasi hygiene sanitasi pengelolaan makanan dengan menggunakan lembar observasi mendapat skor 15 sehingga dinyatakan tidak memenuhi syarat. Perlu diadakannya pengawasan dan penyuluhan oleh instalasi gizi RS Umum Pancaran Kasih GMIM Kota manado tentang pentingnya hygiene sanitasi pengelolaan makanan dan pearalatan makan sehingga memenuhi syarat kesehatan. Kata Kunci: Higiene sanitasi, angka kuman, instalasi gizi, rumah sakit ABSTRACT Hygiene and sanitation are very important, especially in public places that serve many people, one of which is the hospital's efforts to provide health services can also be a place of transmission and enable environmental pollution and health problems. Handling poor sanitation can cause harmful things such as poisoning. The role of cleaning or washing equipment properly, will produce clean and healthy food processing equipment. The purpose of this study was to describe the hygiene sanitation of food management and the number of plate feeding germs in the Pancaran Kasih GMIM Hospital in Manado City. The type of research used is descriptive observational research. The population of this study was all food trays, samples in this study were 6 samples, taken from class I, II, III. Sanitation hygiene checks using observation sheets, measurement aspects meet the requirements if the value obtained> 90% of the total study with a score of> 16.2. Microbiological examination of cutlery made at the Manado City Environmental Engineering Agency laboratory, all samples taken did not meet the requirements with germ number requirements> 100 colonies / cm2. The results of observation of hygiene sanitation in food management using the observation sheet got a score of 15, said to be ineligible due to the score obtained <16.2. Examination of plate feeding germ number is done at 11.00-11.46 WITA and the total germ number obtained varies from 28,000-72,000 colonies / cm2. Need to hold supervision and counseling by nutrition installation of public hospitals Pancaran Kasih of Manado City GMIM about the importance of sanitation hygiene in food management and food equipment so that it meets health requirements. Keywords: Hygiene Sanitary, number of Microbes, diet instalation, hospital

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): KESMAS, Oktober - Desember Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue