cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 962 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS GOGAGOMAN KOTA KOTAMOBAGU. Carundeng, Maurien Chintia; Malonda, Nancy S. H.; Umboh, Jootje M. L.
KESMAS Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penyakit demam berdarah dengue merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat penting di Indonesia dan sering menimbulkan suatu letusan kejadian luar biasa (KLB) dengan kematian yang besar. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu jumlah penderita DBD pada tahun 2014 yaitu 84, dan  jumlah penderita DBD terbanyak berada di Puskesmas Gogagoman dengan jumlah penderita 36 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mengubur atau menyingkirkan barang bekas dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Puskesmas Gogagoman Kota Kotamobagu. Penelitian yang dilaksanakan merupakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan case control study. Populasi penelitian adalah masyarakat yang berada di wilayah kerja Puskesmas Gogagoman yang menderita DBD dan yang tidak menderita DBD, Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi kasus, 36 responden yang dimasukan dalam kelompok kasus dan yang menjadi sampel untuk kelompok kontrol berjumlah 36 responden dengan perbandingan kasus : kontrol yaitu 1:1 berjumlah 72 responden. Pada penelitian ini dilakukan matching pada kelompok umur dan jenis kelamin. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Analisis bivariat dengan menggunakan Uji Chi Square untuk mengetahui apakah ada hubungan  antara menguras tempat penampungan air (TPA), menutup tempat penampungan air (TPA), mengubur barang bekas dengan kejadian DBD di Puskesmas Gogagoman. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan menguras tempat penampungan air dengan kejadian Demam Berdarah Dengue p = 0.000 (p<0.05) dan nilai OR =5.9 (CI=2.137-16.342). Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara kebisaan menutup tempat penampungan air dengan kejadian Demam Berdarah Dengue  p = 0.004 (p<0.05) dan nilai OR 4,3 (1.571-12.187). Hasil  penelitian ini menunjukan ada hubungan antara kebiasaan mengubur barang bekas dengan kejadian Demam Berdarah Dengue p = 0.000 (p>0.05) dan nilai OR 3,7 (2.365-6.006). Melakukan penyuluhan kepada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Gogagoman melalui kegiatan PKK, arisan, ibadah, atau kegiatan lainnya agar masyarakat selalu menjaga kebersihan dan pencegahannya dengan Pemberantasan sarang nyamuk, seperti Menguras TPA, Menutup TPA dan Mengubur barang bekas. Kata kunci: DBD, Menguras TPA, Menutup TPA, Mengubur barang bekas ABSTRACT Dengue hemorrhagic fever was one of the important public health's problem in Indonesia and often lead to extraordinary events with large loss. Dengue hemorrhagic fever was a disease caused by dengue virus and transmitted through the bite of Aedes Aegypti and Aedes Albopictus. Based on data from the health department of Kotamobagu city, number of patients with dengue hemorrhagic fever on 2014 was 84, and the most  was in Gogagoman's health center with 36 cases. The purpose of this study was to determine the relationship between habitual  of drain water reservoirs, close the water reservoirs, bury or get rid of junk with dengue hemorrhagic fever  on Gogagoman's Health Center, Kotamobagu city. This study was analytical survey design with case control approach. The population was people in Gogagoman's health center who suffered Dengue Hemorrhagic Fever and neither. Sample was the total population of the case, 36 for the case group and 36 as control group with comparison case: control was 1:1, amounted to 72 people. Matching has been done in the age group andgender. Data has taken by questionnaire. Bivariate analysis was using the chi-square test to determine whether there was a relationship between habitual  of drain water reservoirs, close the water reservoirs, bury or get rid of junk with dengue hemorrhagic fever on Gogagoman's Health Center. The results showed that there was a relationship between habitual drain water reservoirs with dengue fever, p value = 0.000 (p < 0.05)  and OR = 5.9 (CI = 2.137 - 16.342).there was a relationship between the habit of closing the water reservoirs with dengue fever, p value 0.004 (p < 0.05) and OR = 4.3 (1.571 - 12.187). There was a relationship between the habits of thrift buried with dengue hemorrhagic fever with p value = 0.000 (p < 0.05) and OR = 3.7 (2.365 - 6.006). Doing outreach to the community through the activities of the gathering, worship so that people maintain hygiene and prevention through mosquito eradication, such as drain, close the water reservoirs, and bury thrift. Keywords : DHF, Drain water reservoir, Close the water reservoir, Bury thrift
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SEKSUAL BERISIKO PADA REMAJA DI SMP NEGERI 3 MANADO Pangandaheng, Maya Sari Stasia; Korompis, Grace E.C.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan reproduksi remaja yang mencakup pengetahuan, pemahaman tingkat agama, peranan keluarga dan pencarian informasi dapat mempengaruhi timbulnya masalah menyangkut kesehatan reproduksi. Mengingat besarnya potensi terjadinya perilaku seksual berisiko di kalangan pelajar maka perilaku tersebut harus segera ditangani dan diberikan perhatian khusus agar dapat mengurangi dampak negatifnya bagi kesehatan reproduki remaja. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMP Negeri 3 Manado. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan metode observasional analitik dan menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan di SMP Negeri 3 Manado pada bulan November 2019 – Juli 2020. Populasi dalam penelitian ini yaitu pelajar kelas VIII di SMP Negeri 3 Manado. Jumlah sampel yaitu 167 responden. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Analisis data adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan hubungan antara pengetahuan dengan perilaku seksual berisiko remaja dengan  p value 0,037, pemahaman tingkat agama dengan perilaku seksual berisiko remaja dengan p value 0,005, peranan keluarga dengan perilaku seksual berisiko remaja dengan p value 0,004 dan pencarian informasi dengan perilaku seksual berisiko remaja dengan p value 0,008. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan, pemahaman tingkat agama, peranan keluarga dan pencarian informasi dengan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMP Negeri 3 Manado. Saran: Ditujukan bagi pihak sekolah, bagi siswa, bagi orang tua dan bagi peneliti selanjutnya sehubungan dengan faktor-faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi perilaku seksual berisiko remaja. Kata Kunci : Pengetahuan, pemahaman tingkat agama, peranan keluarga, pencarian informasi, Perilaku seksual remaja ABSTRACT Background: The factors that influence teenager’s reproductive health behavior, such as knowledge, the levels of religious understanding, the role of family and information retrieval, can influence the emergence of problems concerning reproductive health. If the behavior is not treated immediately, it will bring negative impacts on teenager’s reproductive health. The purpose of this research is to finding the relation between these factors with the risky sexual behavior on teenagers at SMPN 3 Manado. The research method used is quantitative with analytic observational method and by using a cross sectional approach conducted at SMPN 3 Manado in November 2019 – July 2020. The population in this study were students of class VIII. The number of samples is 167 respondents. The sampling technique used was simple random sampling. The data were analyzed using univariate and bivariate analysis. From the results of this research show that there is a relation between knowledge and risky sexual behavior of teenager at a p value of 0.037, the levels of religious understanding with risky sexual behavior of teenager at a  p value of 0.005, the role of family with risky sexual behavior of teenager at a p value of 0.004 and information retrieval with risky sexual behavior of teenager at a p value of 0.008.Summary: The conclusion of this study, there is a relation between knowledge, the levels of religious understanding, the role of family and information retrieval with risky sexual behavior of teenagers at SMPN 3 Manado. Suggestions: So the suggestions for this research are expected for schools, students, parents, and also to future researchers. Keywords: Knowledge, the levels of religious understanding, the role of family, information retrieval, sexual behavior
ANALISIS PELAKSANAAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) PADA BAGIAN MAINTENANCE MECHANICAL DI PT. MEARES SOPUTAN MINING (MSM) LIKUPANG Porawouw, Jounne; Kawatu, Paul A.T; Umboh, Jootje M.L
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kecelakaan kerja di Indonesia mengalami peningkatan dan setiap tahunnya pekerja mengalami sakit dan dapat mengakibatkan kematian. Berdasarkan data dari BPJS Ketenagakerjaan pada tahun 2016 memiliki data kasus sebanyak 105.182 kasus, pada tahun 2017 meningkat menjadi 123.041 kasus kecelakaan kerja sampai pada tahun 2018 mengalami peningkatan sampai 173.105 kasus dan pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 130.923 kasus kecelakaan kerja. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan Job Safety Analysis dalam mengidentifikasi potensi bahaya ditempat kerja. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam pada 5 informan yang terdiri dari 1 supervisor, 1 leader, 1 safety officer dan 2 senior mechanic. Dari hasil penelitian dalam 3 tahap proses kerja yaitu penggantian tyre, perbaikan unit dan unit inspection untuk pelaksanaan metode Job Safety Analysis dari perusahaan memiliki kekurangan seperti tidak dicantumkan jenis bahaya dan pelaksana atau pekerja yang akan bekerja pada setiap tahap pekerjaan. Dalam pelaksanaan pekerjaan sudah sesuai dengan prosedur yang ada dan setiap sebelum melakukan pekerjaan dilakukan breifing untuk memahami proses kerja yang aman. Dalam setiap tahap pekerjaan terdapat berbagai potensi bahaya yaitu terbentur, terjepit, tertimpa unit, terpeleset, terjatuh, tersetrum, terbakar dan lecet. Pengendalian yang dapat dilakukan yaitu administrasi control dan penggunaan alat pelindung diri.  Kata Kunci: Job Safety Analysis, Potensi Bahaya, Pengendalian bahaya, Perbaikan, Pelaksanaan ABSTRACTCases of work accidents in Indonesia have increased and every year workers experience illness and can result in death. Based on data from BPJS Employment in 2016, there were 105,182 case data, in 2017 it increased to 123,041 work accident cases until 2018, it increased to 173,105 cases and in 2019 it decreased to 130,923 work accident cases. The purpose of this study is to determine the implementation of the Job Safety Analysis in identifying potential hazards in the workplace. This type of research is qualitative research with in-depth interviews with 5 informants consisting of 1 supervisor, 1 leader, 1 safety officer and 2 senior mechanics. From the results of research in 3 stages of the work process namely replacement tire, repair units and inspection units for the implementation of the Job Safety Analysis method of the company has shortcomings such as not mentioning the types of hazards and executors or workers who will work at each stage of work. In carrying out the work in accordance with existing procedures and each breifing before carrying out the work carried out to understand the safe work processes. In each stage of work, there are various potential hazards, namely bumping, pinching, falling on the unit, slipping, falling, shocked, burning and blisters. Control that can be done is the administration of control and the use of personal protective equipment. Kata Kunci: Job Safety Analysis, Potensi Bahaya, Pengendalian bahaya, Perbaikan, Pelaksanaan
HUBUNGAN ANTARA SIKAP DAN BEBAN KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSLKELETAL PADA BURUH TANI DI DESA PINABETENGAN SELATAN KECAMATAN TOMPASO BARAT Seroy, Meywinsy; Kawatu, Paul A.T.; Kalesaran, Angela F.C.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dengan proses produksi baik jasa maupun industri. Oleh karena itu ada beberapa Penyakit Akibat Kerja (PAK) salah satunya adalah Penyakit yang disebabkan oleh sikap dan beban kerja yaitu, musculoskeletal. Keluhan musculoskeletal atau biasa disebut musculoskeletal disorder adalah menerima beban statis secara berulang dan terus menerus dalam jangka waktu yang lama dan dapat menyebabkan keluhan seperti kerusakan pada sendi, ligamen dan tendon. banyak petani yang melakukan gerakan statis atau secara berulang dan memiliki beban kerja berlebih oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang penelitian ini. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sikap dan beban kerja dengan keluhan musculoskeletal pada petani di Desa Pinabetengan Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Berdasarakan hasil penelitian yang dilakukan dengan penggukuran menggunakan REBA (Rapid Entire Body Assigment), Pengukuran Nadi, dan NBM (Nordic Body Map). Hasil analisis data menggunakan uji spearman di dapatkan bahwa nilai sikap kerja (p= 0,001) dan beban kerja (p= 0,001) berhubungan dengan keluhan Muscloskeletal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara beban kerja dan sikap kerja dengan keluhan musculoskeletal pada buruh tani di Desa Pinabetengan Selatan Kecamatan Tompaso Barat. Seta ada beberapa saran yang terlebih khusus untuk para petani yaitu diharapkan bagi para petani untuk menjadi kondisi fisik, dan perlu memerhatikan posisi kerja yang benar serta perlu adanya pengadaan alat bantu bekerja seperti traktor. Kata kunci: Sikap Kerja, Beban Kerja, Keluhan Musculoskeletal, Desa Pinabetengan Selatan ABSTRACTOccupational Health and Safety cannot be separated from the production process, both service and industry. Therefore there are several Occupational Diseases, one of which is a disease caused by attitude and workload, namely, musculoskeletal. Musculoskeletal complaints or so-called musculoskeletal disorders are receiving static loads repeatedly and continuously for a long time and can cause complaints such as damage to the joints, ligaments and tendons. many farmers who carry out static or repetitive movements and have excessive workloads are therefore interested researchers to examine more deeply about this research. The purpose of this study was to determine the relationship between attitudes and workload with musculoskeletal disorder in farmers in the South Pinabetengan Village. This research is a quantitative study using an observational analytic method with a cross sectional study approach. Based on the results of research conducted by shaving using REBA (Rapid Entire Body Assigment), Pulse Measurements, and NBM (Nordic Body Map). The results of data analysis using the Spearman test found that the value of work attitude (p = 0.001) and work load (p = 0.001) are associated with Muscloskeletal disorders. The conclusion of this study is that there is a relationship between workload and work attitude with musculosceletal complaints on farm laborers in South Pinabetengan Village, West Tompaso District. Then, there are some suggestions especially for farmers, which are expected for farmers to be in physical condition, and need to pay attention to their correct work position and the need for procurement of working aids such as tractors. Keywords: Work Attitude, Workload, Musculoskeletal Disorders, South Pinabetengan Village
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA PUTRI DI DESA KAYUUWI DAN KAYUUWI SATU KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT Rorimpandei, Cindy Ch.; Kapantow, Nova H.; Malonda, Nancy S.H
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan masa transisi atau masa peralihan dari anak ke dewasa dan salah satu kelompok rentan gizi. Perkembangan yang terjadi pada individu khusus pada remaja relatif pesat, sehingga dibutuhkan asupan zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan remaja. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis apakah terdapat hubungan antara asupan zat gizi makro dengan starus gizi pada remaja putri.  Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional study. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja putri yang memenuhi syarat kriteria inklusi dan eksklusi yaitu sebanyak 45 responden, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2019 - Juni 2020 di Desa Kayuuwi dan Desa Kayuuwi Satu Kecamatan Kawangkoan Barat. Instrumen dalam penelitian ini mengunakan kuesioner food recall 24 jam, timbangan digital, dan mikrotoise. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Remaja putri dengan status gizi normal sebanyak 77,8%, status gizi lebih 13,3% dan status gizi obesitas 8,9%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat (p = 0,000; r = 0,552), lemak (p = 0,000; r = 0,575), dan protein (p = 0,020; r = 0,345) dengan status gizi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara asupan zat gizi makro dengan status gizi pada remaja putri di Desa Kayuuwi dan Desa Kayuuwi Satu Kecamatan Kawangkoan Barat dan saran dari penelitian ini diharapkan remaja putri lebih memperhatikan pola makanan yang bergizi seimbang. Kata Kunci : Status Gizi, Asupan Zat Gizi Makro , Remaja Putri ABSTRAKAdolescents are a transitional period or a period of transition from child to adult and one of the vulnerable groups of nutrition. The development that occurs in the specific individual in adolescents is relatively rapid, so it is necessary to intake of nutrients that fit the needs of teenagers. The subject in this study is a young woman who qualifies for inclusion and exclusion criteria of 45 respondents, this study was conducted in December 2019 - June 2020 in Kayuuwi village and Kayuuwi one subdistrict of West Kawangkoan. The instruments in this study use a 24-hour food recall questionnaire, digital scales, and microtoise. Data analysis using the Spearman Rank test. Adolescents girls with a normal nutritional status of 77,8%, while young women with a nutritional status of more than 13,3% and young women with a nutritional status of obesity are 8,9%. The results showed that there was a significant link between the intake of carbohydrates (p = 0,000; r = 0,552), fat (p = 0,000; r = 0,575), and proteins (P = 0,020; r = 0,345) with nutritional status. The conclusion of this research is that there is a link between nutrient intake of macro with nutritional status in young women in Kayuuwi village and Kayuuwi Village one district of West Kawangkoan and the advice of this research is expected that the young women are more concerned about the nutritious diet patterns. Keywords : nutritional status, macro nutrient intake, adolescents girl
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN AKREDITASI PUSKESMAS DI KOTA MANADO Sondakh, Inricka Cristy; Korompis, Grace E.C.; Mandagi, Chreisye K.F.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPeraturan Menteri Kesehatan No 75 Tahun 75 2015 tetang Puskesmas (pasal 39) menyebutkan bahwa puskesmas wajib diakreditasi dan dilaksanaka secara berkala paling sedikit tiga tahun sekali. Untuk itu penting memahami proses pelaksanaannya tidak hanya mengenai apa yang berhasil dan tidak berhasil, tetapi juga memahami bagaimana dan mengapa implementasi berjalan dengan benar atau salah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informasi dikumpulkan dari 8 informan dari kedua puskesmas dengan menggunakan metode Triangulasi. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder yaitu dokumen-dokumen yang diperlukan dan data primer yang dilakukan dengan wawancara langsung dengan informan yaki wawancara mendalam. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pelaksanaan akreditasi puskesmas dikedua puskesmas dilakukan dengan beberapa tahap, dari faktor pendukung seperti persiapan dalam akreditasi puskesmas hingga peran puskesmas dalam menghadapi faktor penghambat yaitu kendala-kendala dalam pelaksanaan akreditasi puskesmas. Terdapat perbedaan dari kedua puskesmas dalam melakukan persiapan untuk akreditasi puskesmas. Puskesmas Tuminting melakukan persiapan disesuaikan dengan pedoman yang dipakai dalam akkreditasi puskesmas. Dan untuk Puskesmas Minanga melakukan persiapan dari bidan SDM dan mempersiapkan dokumen-dookumen yang diperlukan. Kata kunci : Implementasi Kebijakan, Akreditasi Puskesmas ABSTRACTMinister of Health Regulation No. 75 Year 75 2015 about health center (article 39) states that health center must be accredited and carried out regularly at least once every three years. For this reason it is important to understand the implementation process not only about what works and what does not, but also understanding how and why the implementation is going right or wrong. This study used qualitative research methods. Information was collected from 8 informants from both health center using the Triangulation method. Data collection is done by collecting secondary data that is the documents needed and primary data which is done by direct interviews with in-depth interview informants. The results obtained were the implementation of health center accreditation in both health center carried out in several stages, from supporting factors such as preparation in health center accreditation to the role of health center in dealing with inhibiting factors namely obstacles in implementing health centers accreditation. There are differences between the two health center in making preparations for health center accreditation. Tuminting health centers make preparations tailored to the guidelines used in health center accreditation. And for Minanga health center do preparations from the HR midwife and prepare the required documents. Keyword : Policy Implementation, Health Center Accreditation
DETERMINAN PERILAKU PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS MOLOMPAR TOMBATU TIMUR MINAHASA TENGGARA Wawointana, Ivana Putri Youlma; Engkeng, Sulaemana; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air susu ibu (ASI) adalah makanan yang terbaik dalam memenuhi kebutuhan gizi pada bayi. Akan tetapi saat ini dengan adanya susu formula yang beredar dengan berbagai macam merek dagang untuk bayi usia dibawah 12 bulan, membuat kaum ibu di daerah perkotaan atau di pedesaaan seringkali memberikan susu formula sebagai penganti atau sebagai pendamping ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku pemberian susu formula pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah Puskesmas Molompar Tombatu Timur Minahasa Tenggara. Desain penelitian yang digunakan yaitu survei analitik dengan rancangan studi potong lintang. Populasi dalam penelitian ini 258 ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan. Jumlah sampel 80 ibu, diambil secara acak, penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin. Penelitian dilakukan pada bulan Maret, pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Data diuji dengan mengunakan uji chi square. Analisis hasil penelitian untuk bayi yang diberikan susu formula pada usia < 6 Bulan  sebanyak 56,3% dan ≥ 6 Bulan sebanyak 43,7%. Ibu yang berada pada kategori tingkat pengetahuan baik 63,7 % dan ρ value=0,208. Sikap ibu  berada pada kategori baik 48,8%, dan ρ value=0,000. Untuk  ibu yang mendapat dukungan keluarga pada kategori baik sebanyak 63,7% dan nilai ρ value = 0,004. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan yaitu yang menjadi determinan dalam perilaku pemberian susu formula adalah sikap, tindakan dan dukungan keluarga, karena  Pengetahuan tidak menjadi determinan yang berhubungan dengan perilaku pemberian susu formula pada bayi 0-6 bulan. Disarankan untuk dilakukan pemberdayaan kepada ibu, suami dan keluarga seperti pemberian informasi serta motivasi kepada ibu untuk mendukung upaya pemberian ASI Eksklusif Kata Kunci: Susu Formula, Pengetahuan, Sikap, Dukungan Keluarga ABSTRACTBreast milk (ASI) is the best food in meeting the nutritional needs of infants. However, now with the presence of formula milk that is circulating with various trademarks for infants under 12 months of age, it makes mothers in urban areas or in rural areas often provide formula milk as a substitute or as a complement to breast milk. This study aims to determine the determinants of infant formula feeding behavior in infants aged 0-6 months in the area of Eastompongan Tombatu Molompar, East Minahasa. The research design used was an analytic survey with a cross-sectional study design. The population in this study were 258 mothers who had babies aged 6-24 months. A total of 80 mothers, taken randomly, determined the number of samples using the Slovin formula. The study was conducted in March, collecting data using questionnaire sheets. Data were tested using the chi square test. Analysis of the results of research for infants who were given formula milk at age <6 months were 56.3% and ≥ 6 months were 43.7%. Mothers who are in the good knowledge level category are 63.7% and ρ value = 0.208. The mother's attitude is in the good category of 48.8%, and ρ value = 0,000. For mothers who received family support in the good category as much as 63.7% and the value of ρ value = 0.004. From these results it can be concluded that what is determinant in the behavior of formula feeding is attitudes, actions and family support, because Knowledge is not a determinant related to the behavior of formula feeding in infants 0-6 months. It is recommended that empowerment be done to mothers, husbands and families such as providing information and motivation to mothers to support efforts to provide exclusive breastfeeding Keyword: Formula Milk, Knowledge, Attitude, Family Support
TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTERI TENTANG MENARCHE DI SMP NEGERI 3 RATAHAN KECAMATAN RATAHAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Pontororing, Fekie
KESMAS Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menarche adalah keluarnya darah pertama kali pada wanita yang menginjak dewasa melalui sistem reproduksinya. Usia saat seorang anak perempuan mulai mendapat menstruasi sangat bervariasi, sebab hal itu tergantung kepada faktor suku, genetik, gizi, social dan ekonomi seseorang. Umumnya menarche terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun atau pada masa awal remaja di tengah masa pubertas sebelum memasuki masa reproduksi. Dari survey awal yang dilakukan oleh peneliti di SMP Negeri 3 Ratahan jumlah siswa siswi SMP Negeri 3 Ratahan sampai pada bulan juli tahun 2014 berjumlah 110 siswa dengan jumlah siswa laki-laki 57 orang dan jumlah siswi perempuan 53 orang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja puteri tentang Menarche di SMP Negeri 3 Ratahan. Jenis Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif untuk menggambarkan pengetahuan remaja puteri tentang Menarche. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 53 siswi. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi yang berjumlah 53 responden. Analisis data dalam bentuk tabel frekwensi. Hasil penelitian ini adalah pengetahuan responden bahwa dari 53 responden, yang sudah mengalami menarche berjumlah 37 responden (69,8%) dan belum mengalami menarche berjumlah 16 responden (30,2%), dengan tingkat pengetahuan remaja puteri yang sudah mengalami menarche terbanyak berpengetahuan baik yaitu 31 responden (58,5%), sedangkan remaja puteri yang belum mengalami menarche terbanyak berpengetahuan cukup yaitu 9 responden (17%). Kesimpulan bahwa remaja puteri yang sudah mengalami menarche memiliki pengetahuan lebih tinggi dari pada remaja puteri yang belum mengalami menarche oleh karena itu perlunya petugas kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja tentang menarche agar kesehatan reproduksi remaja puteri akan jadi lebih baik dimulai sejak dini. Kata Kunci : Pengetahuan Remaja, Menarche ABSTRACTMenarche in Teenagers is the first menstrual period that occurs in puberty in a woman. Age occurs in menarche at the age of 11-13 years according to sarwono 2011. Impact if young women do not know how to cleanse themselves, namely: there will be itching on the skin, inflammation of the vaginal surface, and the occurrence of UTI (urinary tract infection) and throwing pads instead of the place. The results of interviews with one teacher said that there were about 5 female students who did not attend school because of menstrual symptoms that made them feel uncomfortable. The aim of the study was to explore in depth all the teenagers who did not know and know about menarche at the Kendahe State Middle School, Kendahe District, Tahuna District. This type of research is a type of qualitative research that is a method using a thought process that starts with collecting data and then draw conclusions in general from the results of his research. The subjects in the study were 3 female students and 2 homerooms and 1 school principal. Conclusion Research shows that the knowledge of young women about menarche preparation at Kendahe I Middle School has not been known and has never heard of menarche. The absence of more specific menarche reproductive health activities / programs carried out by schools and health centers in Kendahe I Middle School. Keywords: Knowledge, Youth, Menarche
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PERSONAL HYGIENE PADA IBU YANG MEMILIKI BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PINELENG KABUPATEN MINAHASA Barri, Stephanie G.; Akili, Rahayu H.; Joseph, Woodford B. S.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Personal Hygiene merupakan upaya kebersihan yang dilakukan untuk mempertahankan kebersihan diri secara fisik maupun psikologis. Pengetahuan personal hygiene yang baik dapat mempengaruhi seseorang mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Personal hygiene merupakan salah satu faktor tidak langsung yang mempengaruhi stunting pada Balita, yaitu balita terkena penyakit infeksi seperti diare yang dapat menyebabkan kehilangan zat-zat gizi penting dalam pertumbuhan balita. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan Tentang Personal Hygiene Pada Ibu Yang Memiliki Balita Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Pineleng Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei deskriptif pada bulan April-Juli 2020. Populasi penelitian yaitu ibu yang memiliki balita stunting di wilayah kerja puskesmas pineleng kabupaten minahasa. Sampel penelitian menggunakan total populasi yaitu 41 ibu yang memiliki balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Pineleng Kabupaten Minahasa. Pengambilan data dilakukan wawancara melalui telepon berdasarkan pada  kuesioner (check list). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya pengetahuan personal hygiene pada ibu yang memiliki balita stunting yaitu berkategori baik sebanyak 37 responden (90.2%), berkategori cukup sebanyak 3 responden (7.3%) dan berkategori kurang sebanyak 1 responden (2.4%). Kesimpulan penelitian ini yaitu pengetahuan personal hygiene pada ibu yaitu baik. Pengetahuan personal hygiene dapat mempengaruhi kejadian stunting pada balita. Kata Kunci: personal hygiene, stunting, ibu, balita, pineleng ABSTRACTPersonal Hygiene is a hygiene effort made to maintain personal hygiene physically and psychologically. Good personal hygiene knowledge can influence someone to apply it in daily life. Personal hygiene is one of the indirect factors that affect stunting in children, namely infants exposed to infectious diseases such as diarrhea that can cause loss of essential nutrients in the growth of children . The purpose of this study was to determine the depiction of knowledge about personal hygiene in mothers who have stunting children  in the working area of the Public Health Center Pineleng Sub-district in Minahasa. This study uses a descriptive survey research design in April-July 2020. The study population is mothers who have stunting children under five in the area of Public Health Center Pineleng Sub-district. The research sample uses a total population of 41 mothers who have stunting children  in the working area of the Public Health Center Pineleng Sub-district. Data was collected by telephone interview based on questionnaire (check list). The results showed that in general personal hygiene knowledge in mothers who have stunting children  is in the good category of 37 respondents (90.2%), there are only 3 respondents (7.3%) in the category and less in the category of 1 respondent (2.4%). The conclusion of this research is personal hygiene knowledge in mothers, which is good. Personal hygiene knowledge can affect the incidence of stunting in children . Keywords: personal hygiene, stunting, mother, children, pineleng
HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DENGAN KINERJA PEGAWAI DI PUSKESMAS MINANGA Sumampow, Rine Debora Jhona; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mutu terpadu atau disebut juga Total Quality Management (TQM) dapat didefinisikan dari tiga kata yang dimilikinya yaitu: Total (keseluruhan), Quality (kualitas, derajat/tingkat keunggulan barang atau jasa), Management (tindakan, seni, cara menghendel, pengendalian, pengarahan). Dari ketiga kata yang dimilikinya, definisi TQM adalah: “sistem manajemen yang berorientasi pada kepuasan pelanggan (customer satisfaction) dengan kegiatan yang diupayakan benar sekali (right first time), melalui perbaikan berkesinambungan (continous improvement) dan memotivasi karyawan “. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan antara penerapan total quality management dengan kinerja pegawai di Puskesmas Minanga. metode penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilakukan di Puskesmas Minanga dan waktu pelaksanaannya pada bulan Januari sampai bulan Februari tahun 2020. Responden ialah pegawai yang berada di Puskesmas Minanga. penelitian ini adalah semua pegawai yang berada di Puskesmas Minanga yang berjumlah 40 pegawai. Analisis data yang digunakan berupa analisis univariat dan analisis bivariat. Pengolahan data yang digunakan uji Chi Square test.  untuk tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian didapatkan kinerja baik 62,5%, pendidikan dan pelatihan dilaksanakan 62,5%, kesatuan tujuan dilaksanakan 75.0%, pelibatan dan pemberdayaan pegawai dilaksanakan 50,0%. sehingga memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara pendidikan dan pelatihan dengan kinerja pegawai (p-value = 0,023 < 0,05) adanya hubungan antara kesatuan tujuan dengan kinerja pegawai (p-value = 0,024 < 0,05) dan adanya hubungan antara pelibatan dan pemberdayaan pegawai dengan kinerja pegawai (p-value = 0,000 < 0,05). Kata Kunci : Pendidikan dan Pelatihan, Kesatujuan Tujuan, Pelibatan dan Pemberdayaan pegawai, Kinerja Pegawai ABSTRACTIntegrated quality or also called Total Quality Management (TQM) can be defined from the three words it has, namely: Total (overall), Quality (quality, degree / level of excellence of goods or services), Management (action, art, holding, controlling, directing ). Of the three words that it has, the definition of TQM is: "a management system oriented to customer satisfaction with activities that are pursued absolutely right (right first time), through continuous improvement and motivating employees". The research objective is to determine the relationship between the application of total quality management with employee performance at the Minanga Health Center. The research method is descriptive analytic with cross sectional study approach. The study was conducted at the Minanga Health Center and the time of its implementation was in January to February 2020. Respondents were employees who were at the Minanga Health Center. This study is all employees who are in Minanga Health Center, amounting to 40 employees. Analysis of the data usedin the form of univariate analysis and bivariate analysis. Data processing used was Chi Square test. for a significance level of 95% (α = 0.05). The results of the study showed good performance62.5%, education and training carried out 62.5%, unity of objectives carried out 75.0%, involvement and empowerment of employees carried out 50.0%. thus showing a significant relationship between education and training with employee performance (p-value = 0.023< 0.05) there is a relationship between unity of purpose and employee performance (p-value = 0.024 < 0.05) and the relationship between employee engagement and empowerment and employee performance (p-value = 0,000 < 0.05). Keywords: Education and Training, Unity of Purpose, Employee Engagement and Empowerment, Employee Performance

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): KESMAS, Oktober - Desember Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue