cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 962 Documents
SEBARAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE BERDASARKAN KETINGGIAN DAN KEPADATAN PENDUDUK DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO TAHUN 2019 Paomey, Virginia C.; Nelwan, Jeini E.; Kaunang, Wulan P.J.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit akibat virus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kasus DBD Kota Manado pada bulan Januari tahun 2019 kasus DBD sebanyak 165 kasus dimana Kecamatan Malalayang merupakan kecamatan dengan kasus tertinggi dengan jumlah 62 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran kejadian DBD berdasarkan ketinggian dan kepadatan penduduk di Kecamatan Malalayang Kota Manado Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian ekologis dengan pendekatan spasial. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita DBD bulan Januari-Mei tahun 2019 berdasarkan data dari Puskesmas Bahu dan Puskesmas Minanga yaitu 84 penderita. Adapun instrumen penelitian yang digunakan ialah laptop, Arc. GIS 10.5, GPS Garmin, microsoft excel 2010. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa kasus DBD tertinggi terdapat pada Kelurahan Malalayang I sebanyak 16 kasus dan terendah pada Kelurahan Winangun II sebanyak 4 kasus. Terdapat keterkaitan antara ketinggian tempat dan kasus DBD. Dataran yang rendah memiliki kasus DBD lebih banyak. Kepadatan penduduk tidak terlihat keterkaitan dengan kasus DBD. Kasus DBD lebih banyak terdapat pada daerah dengan kepadatan penduduk rendah. Kesimpulan penelitian ini yaitu sebaran kasus DBD tertinggi terdapat pada Kelurahan Malalayang I dan terendah pada Kelurahan Winangun II. Sebaran kasus DBD lebih banyak terdapat pada dataran dengan ketinggian yang rendah dan pada daerah dengan kepadatan penduduk tinggi. Kata Kunci: Ketinggian, Kepadatan Penduduk, Demam Berdarah Dengue ABSTRACTDengue hemorrhagic fever (DHF) is a disease that is transmitted through Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. Dengue Fever Case in Manado City 2019 amounted to 165 cases, where Malalayang Subdistrict was the district with the highest case that is 62 cases. The purpose of this research to determine the distribution of DHF events based on height and population density in Malalayang District, Manado City in 2019. This study is an ecological study with a spatial approach. The population in this study were all DHF sufferers from January to May 2019 based on information from Health Center Bahu and Minanga, as many as 84 patients. The research instrument used is a laptop, Arc.GIS 10.5, GPS Garmin, Microsoft Excel 2010. The results of the study found that the highest dengue cases were found in Malalayang I Village as many as 16 cases and the lowest was in Winangun II Village as many as 4 cases. There is a link between the height of the place and the case of DHF. Lowlands have more DHF cases. Population density, there is no association with DHF cases. It was found that dengue cases were more prevalent in areas with low population density. The conclusion of this research is that the highest distribution of DHF cases was found in Malalayang I Village and the lowest was in Winangun II Village. The distribution of DHF cases is more common in low altitude areas and in high population density areas. Keywords: Altitude, Population Density, Dengue hemorrhagic fever
HIGIENE DAN SANITASI DEPOT AIR MINUM SERTA KUALITAS MIKROBIOLOGI AIR ISI ULANG PADA DEPOT AIR MINUM DI KECAMATAN SULUUN TARERAN DAN KECAMATAN AMURANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA SELATAN TAHUN 2019 Mondoringin, Dyna C.; Sondakh, Ricky C.; Sumampouw, Oksfriani J.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air adalah sumber yang sangat dibutuhkan oleh hidup manusia selain udara. Air yang dikonsumsi manusia harus memenuhi standar yang sudah ditetapkan yaitu dari aspek kimia, fisik, radioaktif dan mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hygiene dan sanitasi depot air minum serta kualitas mikrobiologi yang terdapat pada air isi ulang pada DAM di Kecamatan Suluun Tareran dan Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2019. Desain penelitian ini adalah dengan uji laboratorium sekaligus observasi lapangan dan wawancara serta lokasi penelitian yaitu di Kecamatan Suluun Tareran dan Kecamatan Amurang Timur dan waktu penelitian ini dimulai pada bulan Agustus hingga Oktober tahun 2019. Populasi dan sampel adalah 6 DAM. Pemeriksaan kualitas mikrobiologi air isi ulang di depot air minum diperiksa di Balai Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Manado dengan parameter yang diukur yaitu bakteri E.coli  dan Total Coliform, dan hasil uji laboratorium mengacu pada Permenkes RI Nomor 492 Tahun 2010. Hasil dari observasi sekaligus wawancara hygiene dan sanitasi DAM terdapat 3 depot air minum yang tidak memenuhi syarat. Berdasarkan hasil yang didapatkan ini, maka disarakan untuk pemerintah terkait baik itu yang ada di kecamatan maupun kabupaten dan pusat agar melakukan pengawasan yang lebih ketat dan berkala terhadap DAM agar lebih menjamin kualitas air minum yang dihasilkan dan tetap terjaga keamanannya. Kata Kunci: Higiene dan Sanitasi, Kualitas Mikrobiologi, Depot Air Minum ABSTRACTWater is the most important requirement in human life after air. Safe drinking water must be meet established standards starting from the physical, chemical, microbiological, and radioactive aspects. This research aims to determine the quality of microbiology and hygiene sanitation of drinking water depots. The design of this research is based laboratory with observational and interview approaches, with research locations in Suluun Tareran District and East Amurang District, and the time of the research is in August until September 2019. The population and sample are 6 drinking water depots. Microbiological quality examination of refill water in drinking water depots was examined at the Manado City Health Laboratory Office with measured parameters, namely E. coli bacteria and Total Coliform, and the results of laboratory tests referring to the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation Law Number. 492 of 2010. The results of the examination of the quality of microbiology with E. coli and total Coliform parameters which did not meet the requirements contained 3 drinking water depots. The results of interviews and observation of drinking water depot sanitation hygiene, there are 3 drinking water depots that do not meet the requirements. Based on the results obtained, it is recommended for the government related both in the sub-district and district and central level to conduct more stringent and periodic supervision of the dam in order to better guarantee the quality of drinking water produced and maintain its safety. Keywords: Sanitary and Hygiene, Quality of Microbiology, Drinking Water Depot
GAMBARAN PENGETAHUAN SANITASI LINGKUNGAN PADA IBU YANG MEMILIKI BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PINELENG KABUPATEN MINAHASA Kamagi, Pingkan Sara G.; Akili, Rahayu H.; Joseph, Woodford B. S.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi lingkungan berpengaruh terhadap derajat kesehatan diantaranya kepemilikan jamban sehat dan penyediaan air bersih. Penyebab stunting secara tidak langsung yaitu kondisi sanitasi lingkungan. Praktik sanitasi lingkungan yang buruk dapat menyebabkan penyakit infeksi yang merupakan faktor penyebab secara langsung dari masalah gizi Stunting. Pada tahun 2019 jumlah penduduk di wilayak kerja Puskesmas Pineleng berjumlah 29.886 penduduk dan sebanyak 98.6% penduduk telah memiliki akses jamban dan sebanyak penduduk 89% telah memiliki akses air bersih. Jumlah balita stunting tahun 2019 di wilayah kerja Puskesmas Pineleng adalah 156 dan merupakan jumlah tertinggi di Kabupaten Minahasa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan sanitasi lingkungan berupa gambaran pengetahuan jamban dan air bersih pada ibu yang memiliki balita Stunting di wilayah kerja Puskesmas Pineleng Kabupaten Minahasa. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan cara pengumpulan data melalui wawancara lewat telepon. Populasi penelitian ini adalah Ibu yang memiliki balita stunting berjumlah 41 orang. Sampel penelitian adalah total populasi yaitu sebanyak 41 orang. Variabel penelitian adalah pengetahuan jamban dan pengetahuan air bersih. Hasil penelitian tentang gambaran pengetahuan jamban pada ibu yang memiliki balita stunting kategori baik berjumlah 27 orang (65.9%). Hasil penelitian tentang gambaran pengetahuan air bersih ibu yang memilki balita stunting kategori baik berjumlah 35 orang (85.4%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan sanitasi lingkungan berupa gambaran pengetahuan jamban dan air bersih Ibu sudah baik tapi balitanya mengalami stunting dikarenakan faktor pengetahuan sanitasi lingkungan merupakan faktor penyebab tidak langsung dari Stunting, dan faktor penyebab secara langsung dari Stunting adalah tidak cukup asupan makanan dan penyakit infeksi. Kata Kunci : Sanitasi Lingkungan, Pengetahuan, Stunting ABSTRACTEnvironmental sanitation affects the degree of health including the ownership of healthy latrines and the provision of clean water. Indirect causes of stunting are environmental sanitation conditions. Poor environmental sanitation practices can cause infectious diseases which are a direct cause of Stunting nutrition problems. In 2019 the population in the Pineleng Community Health Center was 29,886 residents and 98.6% of the population had access to a toilet and 89% of the population had access to clean water. The number of stunting toddlers in 2019 in the working area of the Pineleng Community Health Center is 156 and is the highest number in the Minahasa Regency. The purpose of this study was to determine the description of environmental sanitation knowledge in the form of toilet knowledge and clean water knowledge for mothers who have children under five years old in the area of Pineleng Health Center, Minahasa Regency. This type of research uses descriptive research by collecting data through telephone interviews. The population of this research is 41 mothers with stunting toddlers. The research sample is a total population of 41 people. The research variables are toilet knowledge and clean water knowledge, The results of the study illustrate the latrine knowledge of mothers who have stunting toddlers in both categories amounting to 27 people (65.9%). The results of the study illustrate the knowledge of clean water for mothers who have stunting toddlers both categories amounted to 35 people (85.4%). These results indicate that environmental sanitation knowledge in the form of knowledge of latrines and clean water is good but the toddler is stunted because environmental sanitation knowledge is an indirect causative factor of Stunting, and the direct factor of Stunting is insufficient food intake and infectious diseases. Keywords : Stunting, Knowledge, Environmental Sanitation
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK III MANADO Kumayas, Putri Elshadai; Kawatu, Paul A.T.; Warouw, Finny
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan keselamatan kerja di rumah sakit adalah segala bentuk upaya terpadu seluruh pekerja rumah sakit, pasien, pengunjung atau pengantar orang sakit untuk menciptakan lingkungan kerja dan tempat kerja rumah sakit yang sehat, aman, dan nyaman baik bagi pekerja rumah sakit, pasien, pengunjung maupun masyarakat yang terdapat dalam lingkungan rumah sakit. Salah satu faktor kesehatan dan keselamatan kerja yaitu pengetahuan dan sikap sangat berpengaruh pada kesehatan keselamatan kerja bagi perawat di rumah sakit. Metode penelitian ini menggunakan survey analitk. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 111 responden dan sampel yang digunakan merupakan total dari populasi. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai probablitas pada pengetahuan dan penerapan K3 yaitu 0,019 dan nilai probabilitas sikap dan penarapan K3 adalah 0,000. Kesimpulan yaitu terdapat hubungan pengetahuan dan sikap dengan penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (k3) pada perawat di rumah sakit Bhayangkara Tk III Manado. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap dan Penerapan K3 ABSTRACTHealth and occupational safety in the hospital we got all sorts of an integrated effort all hospital workers, patients, visitors or preface a sick person to work creates an environment and working space by the hospitals that healthy, safe, and comfortable better for hospital workers, patients , visitors and the community that was found in the hospital environment. One of the factors health and occupational safety namely knowledge and affect the attitude health occupational safety for the nurses at the hospital. The methodology it uses analitk survey. Population in this study were 111 respondents and those used are total of the population. The result of this research shows probablitas on knowledge and application of k3 namely 0,019 and the probability attitudes and penarapan k3 is 0,000. That is the conclusion is knowledge and attitude by the application of health and occupational safety ( k3 ) in nurses in hospital bhayangkara Tk III Manado. Keywords : Knowledge , attitudes and the application of K3
HUBUNGAN ANTARA SUPERVISI DAN KEAMANAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DIRUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM HERMANA LEMBEAN Warouw, Claudya Nathasya; Kolibu, Febi K.; Mandagi, Chreisye K. F
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supervisi merupakan bagian penting dari manajemen keperawatan, karena dapat mengatasi masalah dalam organisasi dengan cepat, perawat juga menginginkan lingkungan kerja yang nyaman untuk memudahkan dalam mengerjakan tugasnya agar kinerja menjadi baik. Supervisi dan Keamanan kerja memang sangat berpengaruh terhadap kinerja dari perawat. Untuk menganalisis hubungan antara supervisi dan keamanan kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Hermana Lembean. Metode penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional study (studi potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah 80 perawat.Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan dari masing-masing variable yaitu supervisi dan keamanan kerja dengan kinerja perawat. Kesimpulan terdapat hubungan antara supervisi dan keamanan kerja dengan kinerja perawat di ruang rawat inap RSU Hermana Lembean. Disarankan kepada pihak rumah sakit dapat meningkatkan supervisi dan keamanan kerja supaya menjadi lebih baik lagi agar tercipta kinerja yang baik dan dapat mencapai tujuan maupun visi misi rumah sakit. Kata Kunci: Supervisi, Keamanan Kerja, Kinerja Perawat ABSTRACTSupervision is an important part of nursing management, because it can solve problems in an organization quickly, nurses also want a comfortable work environment to make it easier to do their jobs so that performance is good. Work supervision and safety are very influential on the performance of nurses. To analyze the relationship between supervision and job security and the performance of nurses in the inpatient room of Hermana Lembean General Hospital. This research method is an analytical survey with a cross sectional study design. The population in this study was 80 nurses. The measuring instrument used was a questionnaire. The results of this study indicate there is a relationship between each variable, namely supervision and job security with nurse performance. Conclusion there is a relationship between supervision and job security with the performance of nurses in the inpatient room at Hermana Lembean General Hospital. It is recommended to the hospital to improve supervision and job security in order to be even better in order to create good performance and be able to achieve the goals and vision and mission of the hospital. Keywords: Supervision, Job Security, Nurse Performance
GAMBARAN KEBERADAAN BAKTERI ESCHERCHIA COLI PADA SAYUR KEMANGI PELENGKAP MAKANAN LALAPAN DI RUMAH MAKAN DI KELURAHAN TUMINTING KOTA MANADO Duhupo, Dewinta; Joseph, Woodford B.S.; Sumampouw, Oksfriani J.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rumah Makan adalah salah satu jenis usaha jasa pangan yang bertempat disebagian atau seluruh bangunan yang permanen dilengkapi dengan peralatanan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan, penyajian dan penjualan makanan dan minuman bagi umum ditempat usahanya. Makanan yang telah dicemari oleh bakteri seperti Eschercia Colisetelah dikonsumsi biasanya menimbulkan gejala-gejala seperti muntah-muntah, demam, sakit perut, gejala terjadi 4-12 jam yang memberi kesan langsung pada lapisan usus dan menyebabkan peradangan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa banyak bakteri Escherchia coli pada pada sayur kemangi pelengkap makanan lalapan di rumah makan di Kelurahan Tuminting Kota Manado.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksploratif.Populasi dalam penelitian ini adalah sayur kemangi dan berjumlah 6 sampel.Penelitian dilakukan menggunakan Uji Laboratorium. Hasil penelitian menyatakan bahwa seluruh sampel sayur kemangi pelengkap makanan lalapan dirumah makan di kelurahan tuminting kota manado, mengandung bakteri Escherichia colisebanyak ˂ 3 APM/gram. Sebagai saran, Perlu adanya perhatian dari pemerintah tentang makanan-makanan yang sudah mengandung bahan berbahaya untuk dikonsumsi dan perlu dilakukan pengawasan dan juga sidak di setiap rumah makan yang ada di Manado agar dapat mencegah penjualan makanan yang mengandung bahan berbahaya. Kata Kunci: Eschercia Coli, Sayur Kemangi, Rumah Makan Abstract Restaurant is one type of food service business which is located in part or all permanent buildings equipped with equipment and equipment for the process of making, storing, serving and selling food and drinks for the public at their place of business. Foods that have been contaminated by bacteria such as Eschercia Coli after consumption usually cause symptoms such as vomiting, fever, abdominal pain, symptoms occur 4-12 hours which give a direct impression on the intestinal lining and cause inflammation. The purpose of this study was to determine how many Escherchia coli bacteria in basil vegetables complemented fresh vegetables at a restaurant in Tuminting Village, Manado City.This type of research is exploratory research. The population in this study was basil vegetables and amounted to 6 samples. The study was conducted using Laboratory Tests. The results of the study stated that the entire sample of basil vegetables supplemented with fresh food at a restaurant in the tuminting urban village of Manado, contained Escherichia colis as much as ˂ 3 APM / gram. As a suggestion, there needs to be attention from the government about foods that already contain hazardous ingredients for consumption and needs to be monitored and also inspected at every restaurant in Manado in order to prevent the sale of foods containing hazardous ingredients.Keyword: Eschercia Coli, Basil, Restaurant
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG BAHAYA MEROKOK TERHADAP SIKAP PESERTA DIDIK LAKI-LAKI DI SMK COKROAMINOTO KOTA MANADO Adam, Reski Eka Pratiwi; Engkeng, Sulaemana; Rattu, A. J.M
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan suatu fenomenal, artinya meskipun sudah diketahui dampak negatif rokok, jumlah perokok tetap tinggi. Rokok adalah salah satu produk tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar dan dihisap dan atau dihirup asapnya. Sekolah merupakan perpanjangan tangan keluarga, artinya sekolah merupakan tempat lanjutan untuk meletakan dasar perilaku bagi anak, termasuk perilaku kesehatan. Peran guru dalam promosi kesehatan di sekolah sangat penting karena guru pada umumnya lebih dipatuhi oleh anak-anak dari pada orang tuanya. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Tentang Bahaya Merokok Terhadap Sikap Peserta Didik Laki-Laki Di SMK Cokroaminoto Kota Manado. Jenis penelitian yang digunakan adalah True-Eksperiment dengan penelitian pretest-posttest control grup design. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Oktober 2019. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI yang berjumlah 40 peserta didik yang diambil secara random. Hasil statistik menggunakan Uji Paired Test menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan sikap bahaya merokok pada kontrol grup yang diberikan leaflet diketahui nilai p value 0.000 dengan nilai rata-rata 18,25, sedangkan nilai p value untuk Perbedaan sikap bahaya merokok pada eksperimen grup yang diberikan penyuluhan yaitu 0,000 dengan nilai rata-rata 25,10. Kesimpulan berdasarkan penelitian yang dilakukan yaitu pemberian perlakuan berupa penyuluhan kesehatan pada eksperimen grup lebih berpengaruh terhadap sikap tentang bahaya merokok dibandingkan dengan pemberian perlakuan berupa leaflet pada kontrol grup. Kata kunci: Merokok, Sekolah, Penyuluhan, Sikap ABSTRACTSmoking is phenomenal, it means that despite the known negative effects of smoking, the number of smokers remains high. Cigarettes are one of the tobacco products that are intended to be burned and smoked and inhaled by the smoke. School is an extended arm of the family, it means the school is a continuation place for laying the foundation of behavior for children, including health behavior. The role of teachers in health promotion in schools is very important because teachers in general are more obeyed by children than their parents.The purpose of this research was to determine the effect of health education on the dangers of smoking on the attitudes of male students in the Cokroaminoto Vocational High School, Manado. This type of research is a True-Experiment with pretest-posttest control group design. This research was conducted in September-October 2019. The sample in this study was class XI, amounting to 40 random peoples. Statistical results using the Paired Test showed that there were differences in the smoking hazard attitudes in the control group given leaflets known to the p value 0,000 with an average value of 18.25, while the p value for the difference in smoking hazard attitudes in the experimental group given counseling 0,000 with an average value of 25,10. Conclusion based on research conducted, the provision of treatment in the form of health education in group experiments has more influence on attitudes about the dangers of smoking compared to the treatment of leaflets in group control. Keywords: Smoke,School, Counseling, Attitudes
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MINANGA KOTA MANADO Sumajow, Marcellino R.; Kandou, Grace D.; Langi, Fima L. F. G.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi termasuk dalam kategori Penyakit Tidak Menular (PTM), hipertensi saat ini masih menjadi masalah di bidang kesehatan dan sering ditemukan pada tempat pelayanan kesehatan primer yaitu puskesmas. Dinas Kesehatan Kota Manado (2019) menjelaskan bahwa penyakit hipertensi termasuk dalam 10 penyakit  umum tertinggi di Sulawesi Utara, sedangkan dalam kategori PTM hipertensi berada di urutan teratas. Puskesmas Minanga tercatat merupakan salah satu Puskesmas dengan jumlah kasus kejadian hipertensi paling menonjol di Kota Manado. Ttujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Minanga. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Cross Sectional Study (Studi Potong Lintang). Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan besaran jumlah sampel sebanyak 94 responden yang diambil dari masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Minanga. Dari hasil perhitungan uji analisis statistik dengan menggunakan uji regresi logistik menunjukkan adanya hubungan antara variabel umur, stres, dan obesitas terhadap penyakit hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Minanga setelah nilai signifikan ketiga variabel tersebut lebih rendah dari nilai α yaitu 0,05. Sedangkan untuk variabel jenis kelamin, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol tidak ditemukan adanya hubungan dengan penyakit hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Minanga karena nilai signifikan variabel melebihi nilai α yaitu 0,05. Kata Kunci: Faktor-Faktor, Hipertensi ABSTRACTHypertension is included in the category of Non-Communicable Diseases, hypertension is currently a problem in the health sector and is often found in primary health care centers like Public Health Center. Manado City Health Office (2019) explained that hypertension was among the 10 highest common diseases in North Sulawesi, while hypertension was in the top rank of Non-Communicable Diseases. Minanga Public Health Center is recorded as one of the Public Health Center’s with the most prominent cases of hypertension in Manado. This study aims to determine the factors associated with hypertension in the community in the Minanga Community Health Center. The type of research used is the Cross Sectional Study. The technique used in sampling is purposive sampling with a sample reach 94 respondents taken from the community in the Minanga Community Health Center. From the results of the calculation of statistical analysis tests using linear regression tests showed a relationship between the variables of age, stress, and obesity to hypertension in the community in the Minanga Health Center working area after the significant values of the variables are lower than the α value of 0.05. As for the variable of gender, smoking habits, alcohol consumption, there was no association with hypertension in the community in the Minanga Health Center working area because the significant value of the variables exceeded the α value of 0.05. Keywords: Factors, Hypertension
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN CARA PENCEGAHAN PENYAKIT SKABIES DI DESA PAKUWERU KECAMATAN TENGA KABUPATEN MINAHASA SELATAN Egeten, Esri Andrew Koresa; Engkeng, Sulaemana; Mandagi, Chreisye K. F.
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian skabies di negara berkembang termasuk Indonesia terkait dengan kontak fisik antar individu, kepadatan hunian, kemiskinan dengan tingkat kebersihan yang rendah dan keterbatasan akses air bersih memudahkan transmisi dan infentasi tungau scabies. Pencegahan skabies pada manusia dapat dilakukan dengan cara mengindari kontak langsung dengan penderita dan mencegah penggunaan barang-barang penderita secara bersama-sama Tujuan dalam penelitian ini ialah mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan cara pencegahan skabies di Desa Pakuweru Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di Desa Pakuweru Kecamatan Tenga Kabupaten Kabupaten Minahasa Selatan pada bulan Juli 2019. Variabel bebas dalam penelitian ini ialah pengetahuan dan sikap sedangkan variable terikat adalah cara pencegahan penyakit. Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan cara pencegahan skabies dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan cara pencegahan penyakit scabies. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Cara Pencegahan. ABSTRACTThe incidence of scabies in developing countries including Indonesia is related to physical contact between individuals, occupancy density, poverty with low levels of cleanliness and limited access to clean water facilitates the transmission and infabation of scabies mites. Prevention of scabies in humans can be done by avoiding direct contact with sufferers and preventing the use of patient items together. The purpose of this study is to determine the relationship between knowledge and attitudes by preventing scabies in Pakuweru Village, Tenga District, South Minahasa Regency. This research is an analytic observational study with cross sectional study design. This research was conducted in Pakuweru Village, Tenga District, South Minahasa Regency in July 2019. The independent variable in this study was knowledge and attitude, while the dependent variable was a way to prevent disease. To find out the relationship between knowledge and attitude with prevent of scabies using the Chi Square test. The results of this study shows that there is a relationship between knowledge and attitude with how to prevent scabies Keywords: Knowledge, Attitude, Prevent.
ANALISIS PROSEDUR PENGAJUAN KLAIM BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN DI RAWAT INAP RSUD LAPANGAN SAWANG KABUPATEN KEPULAUAN SIAU TAGULANDANG BIARO Adam, Cicilia Miranda; Maramis, Franckie R.R; Wowor, Ribka E.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKlaim merupakan suatu permintaan salah satu atau dua pihak yang mempunyai ikatan,agar haknya terpenuhi,satu dari dua pihak yang melakukan ikatan tersebut akan mengajukan klaimnya kepada pihak lainnya sesuai dengan perjanjian atau polis yang disepakati bersama oleh kedua belah pihak. BPJS kesehatan menerapkan sistem pembayaran prospektif, yaitu metode pembayaran dilakukan atas dasar layanan kesehatan yang besarnya telah diketahui sebelum pelayanan kesehatan diberikan dengan melakukan pembayaran kepada fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL) dengan sistem Indonesian Case Base Group’s (INA-CBG’s). Prosedur pengajuan klaim bpjs kesehatan di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan mencakup pembuatan surat eligibilitas peserta,koding dan entry data,scan berkas dan verifikasi berkas klaim. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis prosedur pengajuan klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) lapangan sawang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro yang sesuai dengan  prosedur.     Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan eksloratif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang terlibat langsung dalam prosedur pengajuan klaim. Instrumen penelitian yang digunakan adalah  pedoman wawancara, alat perekam suara, dan alat tulis menulis. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder diperoleh melalui dokumen-dokumen yang terkait dengan penelitian dan data primer yang didapatkan dari wawancara mendalam dengan informan dan data sekunder diperoleh melalui dokumen-dokumen yang terkait dengan penelitian.     Prosedur pengajuan klaim yang meliputi pembuatan surat eligibilitas peserta (SEP) dilakukan dengan mengunakan e-klaim,proses entry dan koding dilakukan mengunakan aplikasi INA-CBG’s dengan memasukan data berdasarkan resume medis pasien sesuai aturan pengkodean berdasarkan  ICD 10 untuk kode diagnosa dan kode prosedur ICD 9,scan berkas tidak dilakukan dikarenakan keterbatasan alat scan serta koneksi jaringan yang kurang memadai dan dalam proses verifikasi klaim dilakukan dengan memeriksa dan menguji kelayakan berkas-berkas klaim yang dimasukan dengan berkas klaim yang telah dikirim. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pelaksanaan  prosedur pengajuan klaim di RSUD Lapangan Sawang sudah sesuai dengan ketentuan yang ada ,namun masih terdapat kendala-kendala yang menghambat proses pengajuan klaim.Kata Kunci: Pengajuan klaim, rumah sakitABSTRACT The claim is a request of one or two parties have ties, so that their rights are met, one of the two parties to the bond will submit its claim to the other party in accordance with the agreements or policies agreed upon by both parties. BPJS implement health prospective payment system, the method of payment shall be based on the amount of health care have been known before the health care given to make payments to advanced level referral health facilities (FKRTL) with the Indonesian system Case Base Group's (INA-CBG's). Procedures for filing claims BPJS referral health facility advanced level participants include the manufacture of the eligibility letter, coding and data entry, scanning files and verification of the claim file.The method used in this study is a qualitative approach eksloratif. The informant in this research were 5 people who were directly involved in the procedure of filing a claim. The research instrument used is interview, sound recording equipment, and stationery.The data collected is secondary data obtained through documents related to the investigation danPrimary data were obtained from in-depth interviews with informants and secondary data obtained through documents related to the study. Procedures for filing claims covering the making of the eligibility of participants (SEP) is done by using e-claims, the process of entry and coding is done using the INA-CBG's application by entering data based on the patient's resume appropriate ICD 10 coding rules based on diagnosis codes and ICD 9 procedure codes, scanned beam is not done due to limitations of the scanning device and the network connection is inadequate and in the claims verification process carried out by inspect and test the feasibility of the files included with the claim that the claim file has been sent. The results showed that in the implementation of procedures for filing a claim at Field Hospital Sawang is in conformity with the existing regulations, but there are still obstacles that hinder the process of filing a claim.Keywords: Claims, Hospital 

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 4 (2025): KESMAS, Oktober - Desember Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue