cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 961 Documents
HUBUNGAN KEBIASAAN PENGGUNAAN GADGET DENGAN STATUS MENTAL KECERDASAN EMOSIONAL PADA ANAK SEKOLAH di SD NEGERI 1 TAHUNA KABUPATEN SANGIHE Lahiwu, Renaldy J.C.; Maramis, F .R.Raymond; Kolibu, Febi K.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era digitalisasi usia anak untuk bersentuhan dengan gadget sudah semakin mudah, dikarenakan gadget menanpilkan fitur-fitur aplikasi, game, dan multimedia yang mebuat anak tertarik untuk memainkanya. Namun penggunaan Gadget secara berlebihan menibulkan dampak bagi kesehatan mental anak khususnya dalam pengembangan kecerdasan emosional anak yang dapat membuat anak sulit mengekspresi emosinya dengan tepat, kemampuan dalam berempati, mengolah emosi, Memotivasi diri sendiri, dan Mengenali emosi orang lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis Hubungan Kebiasaan Penggunaan Gedget dengan Status Mental Kecerdasan Emosional pada Anak Usia Sekolah di SD Negeri 1 Tahuna. Metode penelitian kuantitatif yang  bersifat korelasional dengan pendekatan cross sectional dilaksanakan di SD Negeri 1 Tahuna Kabupaten Sangihe pada bulan September 2020 dengan jumlah reposnden 90 Siswa. Variabel penelitian kebiasaan penggunana Gadget dan Kecerdasan Emosional. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner. Hasil penelitian Durasi penggunan gadget didapatkan 39 siswa atau 43,3% menggunakan gadget <2 jam dalam kategori baik, untuk kecerdasan emosional anak didapatkan kategori baik dengan 48 siswa atau 53,3%. untuk Uji statistik Somers’D dengan α 0,05 hasil penelitian di dapatkan bahwa ρ value = 0,025 kurang dari 0,05 artinya terdapat hubungan. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan kebiasan penggunan gadget dengan satus mental kecerdasan emosinal pada anak sekolah. Saran diharapkan bagi orang tua siswa agar lebih berhati-hati dalam meberikan keluasaan pada anak untuk bermain gadget jika anak sudah melebih batas maksimal yaitu lebih dari 3 jam dalam sehari  dan utamakan untuk sering bermain dengan anak tanpa menggunakan gadget agar meperkuat hubungan orang tua dan anak. Kata Kunci : Gadget, Kecrdasan Emosional   ABSTRACT The era of digitizing the age of children to come into contact with gadgets is getting easier, because gadgets display application, game, and multimedia features that make children interested in playing them. However, excessive use of gadgets has an impact on children's mental health, especially in the development of children's emotional intelligence, which can make it difficult for children to express their emotions appropriately, the ability to empathize, process emotions, motivate themselves, and recognize the emotions of others. The purpose of this study is to analyze the relationship between the habit of using gedget and the mental status of emotional intelligence in school-age children at 1 year public elementary school. A correlational quantitative research method with a cross sectional approach was carried out at SD Negeri 1 Tahuna Sangihe Regency in September 2020 with a total number of reposnden of 90 students. Research variables of Gadget usage habits and Emotional Intelligence. The research instrument used a questionnaire. The results showed that 39 students or 43.3% of the time using gadgets used gadgets <2 hours was in the good category, for children's emotional intelligence it was found that the good category was 48 students or 53.3%. For the Somers'D statistical test with α 0.05, the results showed that ρ value = 0.025 was less than 0.05, meaning that there was a relationship. The conclusion of the study is that there is a relationship between the habits of using gadgets and the mental status of emotional intelligence in school children. Suggestions are expected for parents of students to be more careful in giving flexibility to children to play gadgets if the child has exceeded the maximum limit, which is more than 3 hours a day and prioritize playing with children often without using gadgets to strengthen the relationship between parents and children. Keywords: Gadgets, Emotional Intelligence
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Sumakul, Hiskia; Kawatu, Paul A. T.; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Amurang Kabupaten Minahasa Selatan memiliki 63 tenaga perawat yang terdiri dari 29 ASN dan 34 Honorer dengan waktu kerja hanya memiliki dua sift kerja. Peneliti melakukan penelitian tentang motivasi kerja dengan kinerja di tempat penelitian tersebut karena saat wawancara awal kepada perawat, ada yang mengeluhkan tentang beban kerja yang tinggi dengan memerlukan penanganan yang cepat, tentunya sangat berpengaruh terhadap kinerja dari perawat. Kinerja perawat yang saat ini sangat di tuntut dalam melakukan pelayanan kepada pasien di rumah sakit, namun terkadang masih belum maksimal dan hal ini sangat dikeluhkan oleh pasien karena pelayanan kepada pasien adalah hal yang paling penting di rumah sakit. Untuk mencapai kinerja yang baik, motivasi kerja perawat merupakan salah satu variable penentu untuk meningkatkan kinerja perawat agar pelayanan kepada pasien dapat dilaksanakan dengan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian survei analitik dengan desain cross-sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat pelaksana yang terdaftar di daftar tenaga perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Amurang Kabupaten Minahasa Selatan yang berjumlah 63 tenaga perawat. Variabel yang di teliti adalah motivasi kerja dan kinerja. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan menggunakan Uji Chi Square. Berdasarkan uji hubungan antara motivasi dengan kinerja pada perawat di RSUD Amurang Kabupaten Minahasa Selatan dengan menggunakan uji korelasi Chi-square dengan nilai p = 0,008 atau (p < 0,05). Terdapat hubungan antara motivasi kerja dengan kinerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Kinerja ABSTRACTThe number of registered nurses is 63 nurses, consisting of 29 ASN nurses and 34 Honorary nurses. Based on preliminary interviews with several nurses and also office employees, the hospital only has two work shifts, there are also some nurses with high work complaints by providing fast security so that they can improve maximum vision. To determine the relationship between work motivation and performance in nurses at Amurang District General Hospital in South Minahasa Regency. This research belongs to the category of analytic survey research with cross-sectional study design. The population in this study were all implementing nurses who were registered in the list of nurses in the Amurang District General Hospital in South Minahasa Regency, totaling 63 nurses. Variables examined were work motivation and performance. The research instrument was a questionnaire and used the Chi Square Test. Based on the test of the relationship between motivation and performance of nurses in Amurang Regional Hospital in South Minahasa Regency using the Chi-square correlation test with a value of p = 0.008 or (p <0.05). There is a relationship between work motivation and performance of nurses in the Amurang District General Hospital in South Minahasa Regency. Keywords: Work Motivation, Performance
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA DI SMK NEGERI 1 HALMAHERA TIMUR Yakub, Faradebi; Adam, Hilman; Langi, Fima L.F.G
KESMAS Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja ialah suatu kondisi sehat yang menyangkut dengan sistem, fungsi, dan proses  reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Tujuan dilakukannya penelitian ini yakni untuk dapat mengetahui hubungan antara tingkat perilaku mengenai kesehatan reproduksi terhadap perilaku seks pranikah pada remaja di SMK Negeri 1 Halmahera Timur. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan menggunakan konsep Cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Halmahera Timur pada bulan September 2020. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa SMK Negeri 1 Halmahera Timur dan jumlah sampel yang diambil dalam penelitian yaitu 108 sampel. Alat ukur penelitian ini dengan menggunakan kuisioner. Analsis data yang digunakan yaitu dengan menggunakan uji mann whitney dalam aplikasi SPSS. Hasil uji mann whitney dengan nilai p=1,59 lebih besar dari a=0,05. menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seks pranikah pada remaja di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Halmahera Timur.   Kata Kunci: Seks Pranikah, Pengetahuan, Perilaku. ABSTRACTAdolescent reproductive health is a healthy condition related to the reproductive systems, functions and processes possessed by adolescents. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of behavior regarding reproductive health and premarital sex behavior among adolescents at SMK Negeri 1 Halmahera Timur. This research is an analytical survey using the concept of cross sectional study. This research was conducted at SMK Negeri 1 Halmahera Timur in September 2020. The study population was all students of SMK Negeri 1 Halmahera Timur and the number of samples taken in the study was 108 samples. The measuring instrument of this research using a questionnaire. Data analysis used is by using the Mann Whitney test. The results of the Mann Whitney test with a p value = 1.59 greater than a = 0.05. shows that there is no significant relationship between the level of knowledge about reproductive health and premarital sex behavior among adolescents in Vocational High School (SMK) Negeri 1 East Halmahera. Keywords: Premarital Sex, Knowledge, Behavior
GAMBARAN KADAR LIMBAH CAIR BERDASARKAN PARAMETER BOD (BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND), COD (CHEMICAL OXYGEN DEMAND) DAN PH (POWER OF HYDROGEN) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA KOTAMOBAGU Paputungan, Isnah Anggreli; Sondakh, Ricky C.; Umboh, Joutje M.L.
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan yang lain merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat potensial karena mengandung senyawa organik yang cukup tinggi, serta senyawa kimia lain yang berbahaya serta mikroorganisme patogen yang berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu air limbah tersebut harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan maupun masalah kesehatan masyarakat. Karena potensi dampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat sangat besar maka berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit maka setiap fasilitas pelayanan kesehatan diwajibkan memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sedangkan baku mutu air limbah berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif berbasis uji laboratorium. Sampel air limbah diambil dari bak inlet dan bak outlet IPAL. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Grab Sampling pada bak inlet dan bak outlet. Pengambilan sampel dilakukan selama 2 (dua) kali pada IPAL dengan 2 (dua) perbedaan waktu berbeda, yaitu waktu pagi hari jam 08.00 WITA dan pada sore hari jam 15.30 WITA. Pada 1 titik inlet IPAL dan 1 titik outlet IPAL. Untuk kadar BOD (Biological Oxygen Demand), yang dirata-ratakan per hari yaitu hari pertama sebesar 2,4 Mg/L, hari kedua 3,6 Mg/L dan hari ketiga 3,6 Mg/L. Untuk COD (Chemical Oxygen Demand) per hari yaitu hari pertama sebesar 22,5 Mg/L, hari kedua 14,5 Mg/L dan hari ketiga 24 Mg/L, demikian juga dengan kadar pH pada ketiga titik masih dalam rentang 6 – 9. Kadar BOD, COD dan pH ini baik sebelum pengolahan maupun setelah pengolahan (bak Inlet maupun outlet) Memenuhi Standard Baku Mutu Limbah Cair sesuai Permen LH Nomor 5 tahun 2014. Kata Kunci: BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand) Dan pH (Power Of Hydrogen). ABSTRACTWastewater generated by activities of hospitals or other health care facilities is one of the potential sources of water pollution because it contains high levels of organic compounds and other dangerous chemical compounds and pathogenic microorganisms that are harmful to health. Therefore, the waste water must be managed properly so as not to cause problems for the environment or public health problems. Because the potential impact on the environment and public health is very large, based on the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 7 of 2019 concerning Hospital Environmental Health regarding Hospital Environmental Health Requirements, every health service facility is required to have a Wastewater Treatment Plant (IPAL). Meanwhile, the waste water quality standard is based on the Regulation of the Minister of Environment of the Republic of Indonesia Number 5 of 2014 concerning Wastewater Quality Standards. This research uses descriptive research based on laboratory tests. Wastewater samples were taken from the inlet and outlet tanks of WWTP. The sampling technique in this study used the Grab Sampling technique in the inlet and outlet tanks. Sampling was carried out for 2 (two) times at WWTP with 2 (two) different time differences, namely in the morning at 08.00 WITA and in the afternoon at 15.30 WITA. At 1 IPAL inlet point and 1 IPAL outlet point. For levels of BOD (Biological Oxygen Demand), which averaged per day, namely the first day of 2.4 Mg / L, the second day of 3.6 Mg / L and the third day of 3.6 Mg / L. For COD (Chemical Oxygen Demand) per day, namely the first day of 22.5 Mg / L, the second day 14.5 Mg / L and the third day 24 Mg / L, likewise the pH levels at the three points are still in the range 6 - 9 The levels of BOD, COD and pH both before processing and after processing (inlet and outlet tanks) meet the Liquid Waste Quality Standard according to the Minister of Environment and Forestry Regulation Number 5 of 2014. Keywords: BOD (Biological Oxygen Demand), COD (Chemical Oxygen Demand) Dan pH (Power Of Hydrogen).
PENGARUH PENYULUHAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN TERHADAP SIKAP PENCEGAHAN DIARE PADA PESERTA DIDIK DI SD GMIST IMANUEL ONDONG KABUPATEN SITARO Sagune, Novanda Sri Regina; Engkeng, Sulaemana; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cuci tangan merupakan suatu investasi yang paling efektif untuk mengurangi kejadian diare pada anak. Penyuluhan kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan (Notoatmodjo, 2012). Sikap merupakan reaksi maupun respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu objek (Notoatmodjo, 2003). Penelitian yang dilakukan di SD GMIST Imanuel Ondong Kabupaten Sitaro khususnya yang dilakukan pada peserta didik kelas IV, V, dan VI dengan jumlah total responden 51 peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang cuci tangan pakai sabun terhadap sikap pencegahan diare pada peserta didik di SD GMIST Imanuel Ondong Kabupaten Sitaro. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest. Populasi yang diambil pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas IV, V, dan VI SD GMIST Imanuel Ondong Kabupaten Sitaro yang berjumlah 51 peserta didik. Analisis data menggunakan uji statistic T-Test dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil sikap responden sebelum dilakukan penyuluhan yaitu baik sebanyak sebanyak 18 peserta didik (35,3 %) dan kurang baik sebanyak 33 peserta didik (64,7%) dan hasil sesudah dilakukan penyuluhan yaitu yang mempunyai sikap baik sebanyak 18 peserta didik (100,0%). Hasil analisis dengan menggunakan Uji T sampel berpasangan,dan diperoleh hasil nilai T hitung Sikap Sebelum-Sesudah penyuluhan kelas IV yaitu t hitung= -8,767 dengan P value = ,000, dan Sikap Sebelum-Sesudah penyuluhan kelas V yaitu t hitung= -4,703 dengan P value = 0,003 dan Sikap peserta didik Sebelum-Sesudah penyuluhan kelas VI yaitu t hitung= -7,216 dangan P value = 0,000 artinya terdapat peningkatan yang signifikan antara sikap responden sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan. Setelah dilakukannya pre test dan post test  terdapat pengaruh yang bermakna terhadap sikap peserta didik SD GMIST Imanuel Ondong Kabupaten Sitaro Kata Kunci : Cuci tangan pakai sabun,sikap pencegahan diare,peserta didik ABSTRACT Washing hands is the most cost effective investment to reduce the incidence of diarrhea in children. Health education as a part or branch of health sciences also has two sides, namely the science and the arts (Notoatmodjo, 2012). Attitude is a reaction or response that is still closed from a person to a stimulus or object (Notoatmodjo, 2003). Research conducted at SD GMIST Imanuel Ondong, Sitaro Regency, especially those conducted on grade IV, V, and VI students with a total number of respondents was 51 students. This study aims to determine the effect of counseling on washing hands with soap on diarrhea prevention attitudes in students at SD GMIST Imanuel Ondong, Sitaro Regency. This type of research is a quantitative study and uses a quasi-experimental method with a one group pretest posttest approach. The population taken in this study were students in grades IV, V, and VI of SD GMIST Imanuel Ondong, Sitaro Regency, totaling 51 students. Data analysis used statistical T-Test with a confidence level of 95%. The results of the respondent's attitude before counseling were good as many as 18 students (35.3%) and less good as many as 33 students (64.7%) and the results after counseling were those who had good attitudes as many as 18 students (100.0 %). The results of the analysis using the paired sample T test, obtained the T value of the attitude before-after counseling class IV, namely t = -8,767 with P value =, 000, the attitude before-after counseling class V, namely t count = -4,703 with P value =, 003 and the attitude before-after counseling in class VI, namely t count = -7.216 with P value = .000 means that there is a significant increase between the attitudes of the respondents before and after the extension. After conducting the pre-test and post-test, there was a significant influence on the attitudes of students at SD GMIST Imanuel Ondong, Sitaro Regency.. Keywords: Learners, Diare, Health Counseling
GAMBARAN KECUKUPAN MINERAL MIKRO PADA TENAGA PENDIDI DAN KEPENDIDIKAN DI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Sianjpar, Monika M.; Punuh, Maureen I.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat gizi merupakan zat kimia yang digunakan oleh makhluk hidup untuk mempertahankan kegiatan metabolisme dalam tubuhnya. Zat gizi tersebut dibedakan menjadi dua yaitu zat gizi makro dan zat gizi mikro. Zat gizi mikro merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dengan jumlah yang sedikit antara lain vitamin dan mineral. Mineral mikro terdapat dalam tubuh dalam jumlah yang sangat kecil antara lain yaitu besi (Fe), seng (Zn), Tembaga (Cu), Iodium (I) mangan (Mn). Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecukupan mineral mikro pada tenaga pendidik dan kependidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado selama pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei deskriptif, yang dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada bulan Mei-Oktober 2020. Subjek penelitian ini adalah tenaga pendidik dan kependidikan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, dengan sampel yang berjumlah 40 orang. Penelitian ini  menggunakan alat ukur Kuesioner formulir food record dalam 2x24 jam dan buku foto  makanan. Penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada tingkat kecukupan mineral mikro pada kategori kurang yaitu tingkat kecukupan zat besi kurang sebesar 62,5%, tingkat kecukupan seng kurang sebesar 70%, tingkat kecukupan iodium kurang sebesar 47,5% dan tingkat kecukupan tembaga kurang sebesar 95%.  Kata kunci: Kecukupan Mineral Mikro, Tenaga Pendidik dan Kependidikan  ABSTRACTNutrients are chemicals used by living things to maintain metabolic activities in their bodies. These nutrients can be divided into two, namely macro nutrients and micro nutrients. Micronutrients are nutrients that are needed by the body in small amounts, including vitamins and minerals. Micro minerals are present in the body in very small amounts, including iron (Fe), zinc (Zn), copper (Cu), Iodine (I) manganese (Mn). This study aims to determine the adequacy of micro minerals in teaching and education staff at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, Manado during the Covid-19 pandemic. This research is a quantitative research with a descriptive survey research design, which was conducted at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University in May-October 2020. The subjects of this study were educators and education staff at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, with a sample of 40 people. This study used aform questionnaire measuring instrument food record in 2x24 hours and a food photo book. This study uses univariate analysis. The results of this study indicated that most of the respondents were in the micro mineral adequacy level in the deficient category, namely the iron deficiency level of 62.5%, the insufficient zinc adequacy level of 70%, the insufficient iodine level of 47.5% and the adequacy level of copper. less by 95%.Keywords: Adequacy of Micro Minerals, Educators and Education Staff
GAMBARAN HIGIENE SANITASI DAN PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI PADA DEPOT AIR MINUM DI KECAMATAN MELONGUANE KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Tatuwo, Ingrid Azalia; Joseph, Woodford B. S.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau yang telah memenuhi syarat dan dapat langsung diminum.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi higiene sanitasi depot air minum serta total bakteri Coliform dan keberadaan E.coli pada air di depot air minum isi ulang di Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional berbasis laboratorium. Penelitian dilakukan terhadap 6 (enam) Depot Air Minum (DAM) pada bulan November - Mei tahun 2020. Higiene Sanitasi DAM ditentukan dengan menggunakan kuisione standar sesuai Permenkes No. 43 Tahun 2014. Pemeriksaan mikrobiologi pada air minum dilaksanakan di laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. Syarat kandungan total bakteri Coliform dan keberadaan E. coli pada air minum sesuai standar pada Permenkes No.492/Menkes/Per/IV/2010. Analisis data dilakukan dengan membandingkan data hasil penelitian dengan standar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh DAM (100%) memperoleh skor higiene santasi >70. Jumlah total bakteri Coliform untuk seluruh DAM (100%)  yaitu 0MPN/100 ml. Tidak ditemukan bakteri E. coli pada air minum yang dijual di seluruh DAM (100%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu seluruh DAM memenuhi syarat higiene sanitasi dan kualitas air minum berdasarkan parameter total bakteri Coliform dan keberadaan E. coli. Kata kunci : Higiene Sanitasi, Depot Air Minum, E.Coli  ABSTRACT Drinking water is water that has been processed or has fulfilled the requirements and can be drunk directly.This Research purpose is to find out the hygiene sanitation conditions of drinking water depots and total Coliform bacteria and the presence of E.coli in water in refill drinking water depots in the Melonguane District, Talaud Islands Regency. This research is a descriptive study with an observational laboratory. The research  was conducted on six drinking water depots in November - May 2020. Hygiene sanitation of drinking water depots is determined using standard questionnaire according to Permenkes No. 43 of 2014. Microbiological examination of drinking water is carried out in the North Sulawesi Provincial Health Office laboratory. The requirements for the total content of Coliform bacteria and the presence of E. coli in drinking water are according to the standards in Permenkes No.492 / Menkes / Per / IV / 2010. Data analysis was performed by comparing the research data with standards. The results showed that all drinking water depots (100%) obtained sanitation hygiene scores> 70. The total number of Coliform bacteria for all drinking water depots (100%) is 0MPN / 100 ml. There is no E. coli bacteria was found in all drinking water depots that have been sold. The conclusion of this research is that all drinking water depots are qualified of sanitation hygiene and drinking water quality based on the total parameters of Coliform bacteria and the presence of E. coli. Keywords: Sanitation Hygiene, Drinking Water Depots, E.Coli
GAMBARAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA PENGISIAN GAS ELPIJI DI PT. SINAR PRATAMA CEMERLANG MANADO Supit, Muhammad A. F. L.; Kawatu, Paul A. T.; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Sinar Pratama Cemerlang adalah mitra kerja dari perusahaan BUMN (Pertamina Persero) dan bergerak di bidang industry pengisian gas elpiji dan memperkerjakan tenaga kerja pengisi ulang gas elpiji,(operator elpiji). Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek. Sikap merupakan reaksi atau respons seseorang. Tindakan adalah suatu perbuatan dari seseorang. Alat pelindung diri yang biasa disebut APD ialah suatu alat yang biasanya digunakan para pekerja pengisian gas elpiji. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif observational yang bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku penggunaan alat pelindung diri pada pekerja pengisian gas elpiji. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 32 orang responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan petugas pengisian gas elpiji terhadap pemakaian alat pelindung diri dalam bekerja termasuk kategori baik (62,5%), untuk sikap termasuk dalam kategori sikap yang mendukung (65,6%), sedangkan untuk tindakan termasuk dalam kategori tidak lengkap memakai alat pelindung diri (59%). Pihak perusahaan disarankan untuk meningkatkan untuk meningkatkan pengawasan dan pembinaan dalam penggunaan alat pelindung diri, memberikan informasi tentang manfaat alat pelindung diri untuk menjaga Kesehatan dan keselamatan pada saat bekerja, menyediakan tempat khusus untuk penyimpanan alat pelindung diri agar dapat terjaga dengan baik, memberikan sanksi tegas terhadap petugas pengisi gas elpiji yang tidak patuh dalam menggunakan alat pelindung diri serta memberikan penghargaan bagi pekerja yang patuh dalam menggunakan alat pelindung diri.  Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan, dan Alat Pelindung Diri  ABSTRACT PT. Sinar Pratama Cemerlang is a partner of a state-owned company (Pertamina Persero) and is engaged in the LPG gas filling industry and employs LPG gas refillers (LPG operators). Knowledge is the result of knowing, and this happens after people sense an object. Attitude is a person's reaction or response. Action is an act of someone. Personal protective equipment, commonly called PPE, is a tool that is usually used by LPG gas filling workers. This research is descriptive observational which aims to describe the behavior of the use of personal protective equipment in LPG gas filling workers. Sampling was done by total sampling and obtained a total sample of 32 respondents. The results of this study indicate that the LPG gas filling officers' knowledge of the use of personal protective equipment at work is categorized as good (62.5%), for attitudes are included in the category of supportive attitudes (65.6%), while for actions are included in the incomplete category. wearing personal protective equipment (59%). The company is advised to increase supervision and guidance in the use of personal protective equipment, provide information about the benefits of personal protective equipment to maintain health and safety at work, provide a special place for storage of personal protective equipment so that it can be properly maintained, provide strict sanctions against LPG filling officers who are not obedient in using personal protective equipment and give rewards to workers who are obedient in using personal protective equipment.  Keywords: Knowledge, Attitudes, Actions, and Personal Protective Equipment
HUBUNGAN PERSEPSI PASIEN MENGENAI KINERJA PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KAWANGKOAN UTARA KABUPATEN MINAHASA Lumanaw, Harianto K.J; Mandagi, Chreisye K. F; Wowor, Ribka
KESMAS Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang melaksanakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Pelayanan keperawatan sangat dibutuhkan di Puskesmas dalam hal perawatan bagi para penderita penyakit yang datang berkunjung di pelayanan kesehatan. Kinerja perawat adalah hasil kerja perawat dalam bentuk tindakan atau praktek yang dapat diamati dan dinilai. Kinerja keperawatan mencerminkan kemampuan perawat untuk menggambarkan proses keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui hubungan persepsi pasien mengenai kinerja Perawat Terhadap Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Kawangkoan utara Kabupaten Minahasa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 77 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuisoner. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 53.2% responden menyatkan kinerja perawat baik dan 63,6% menyatakan puas dengan kinerja yang diberikan perawat. Data analisis menggunakan uji chi square dengan signifikasi 95% dengan p-value sebesar 0.002 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara persepsi pasien mengenai kinerja Perawat Terhadap Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Kawangkoan utara Kabupaten Minahasa. Kata Kunci: Kinerja Perawat, Kepuasan, Puskesmas ABSTRACTPuskesmas is a first-level health care facility that carries out public health efforts and individual health efforts. Nursing services are needed in puskesmas in terms of care for people with diseases who come to visit the health service. The performance of nurses is the result of the work of nurses in the form of actions or practices that can be observed and assessed. Nursing performance reflects the ability of nurses to describe the nursing process. The purpose of this study was to find out the relationship of patient perception regarding the performance of Nurses to Outpatients in Kawangkoan Health Center north of Minahasa Regency. This type of research is quantitative with a cross sectional study approach with a sample of 77 respondents. Data collection techniques using questionnaire method. The results were obtained as many as 53.2% of respondents encouraged the performance of good nurses and 63.6% expressed satisfaction with the performance provided by nurses. The analysis data using chi square test with 95% signification with p-value of 0.002 so that it can be concluded that there is a relationship between patient perception regarding nurse performance towards outpatients in Kawangkoan Health Center north of Minahasa Regency. Keywords: Nurse performance, satisfaction, health care
GAMBARAN KELUHAN (CARPAL TUNNEL SYNDROME) PADA KARYAWAN URUSAN PELAYANAN MEDIS RUMAH SAKIT ROBERT WOLTER MONGISIDI MANADO Kaligis, Revanly S.; Kawatu, Paul A.T.; Langi, Fima L.F.G.
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan musculoskeletal merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang paling umum diderita oleh pekerja. Salah satu jenis Musculoskeletal disorder adalah gangguan pergelangan tangan. Gangguan pergelangan tangan merupakan gangguan umum yang berhubungan dengan pekerjaan yang disebabkan gerakan berulang dan posisi yang menetap pada jangka waktu yang lama yang dapat mempengaruhi saraf, suplai darah ke tangan dan pergelangan tangan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui  gambaran gangguan pergelangan tangan secara umum berdasarkan keluhan subjektif yang dirasakan oleh karyawan Uryanmed di Rumah Robert Wolter Mongisidi Manado. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli 2020. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan diperlukan gambaran bahwa  gejala/keluhan subjektif terkait gangguan pergelangan tangan yang paling banyak dialami responden yaitu  rasa kesemutan dan mati rasa yang tidak hilang setelah menggerak-gerakan tangan (90.6%). Keluhan subjektif yang paling sedikit dialami responden ialah parastesia/kesemutan, rasa sakit dan mati rasa (6.3%). Disampung itu, karyawan urusan pelayanan medis di Rumah Sakit Robert Wolter Monginsidi Manado yang memiliki masa kerja < 10 tahun lebih banyak mengalami keluhan subjektif gangguan pergelangan tangan daripada karyawan yang memiliki masa kerja ≥10 tahun. Karyawan yang memiliki jam kerja  ≥7 jam/hari lebih banyak mengalami gangguan pergelangan tangan berdasarkan keluhan subjektif yang dirasakan, dibandingkan dengan karyawan yang memiliki jam kerja yang sama namun tidak mengalami keluhan subjektif terkait gangguan pergelangan tangan. Bagi pekerja yang mengalami keluhan gangguan pergelangan tangan sebaiknya mempunyai inisiatif untuk memeriksakan keluhan di Poli rumah sakit agar keluhan mereka segera ditindak-lanjuti. Kata kunci : keluhan subjektif, gangguan pergelangan tangan, karyawan rumah sakit ABSTRACT Musculoskeletal complaints are one of the most common occupational diseases suffered by workers. One type of musculoskeletal disorder is a wrist disorder. Wrist disorders are a common work-related disorder caused by repetitive movements and positions that remain for long periods of time that can affect the nerves, blood supply to the hands and wrists. The purpose of this study was to determine the general description of wrist disorders based on subjective complaints felt by employees of Uryanmed at the Robert Wolter Mongisidi House, Manado. This type of research is a cross sectional descriptive study. This research was conducted in June-July 2020. Based on the results of the analysis, it is necessary to illustrate that the most common symptoms / complaints related to wrist disorders experienced by respondents are tingling sensations and numbness that do not disappear after moving the hands (90.6%). The least subjective complaints experienced by respondents were paraesthesia / tingling, pain and numbness (6.3%). In that area, employees of medical service affairs at the Robert Wolter Monginsidi Hospital Manado who have a service period of <10 years experience more subjective complaints of wrist disorders than employees who have a service life of ≥10 years. Employees who have working hours ≥7 hours / day experience more wrist problems based on perceived subjective complaints, compared to employees who have the same working hours but do not experience subjective complaints related to wrist problems. For workers who experience complaints of wrist problems, it is better if they have the initiative to have their complaints examined at the hospital clinic so that their complaints are immediately followed up. Keywords: subjective complaint, wrist disorder, hospital employee

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue