cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
KESMAS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 961 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI Pasongli, Anita; Ratag, Budi T.; Kalesaran, Angela F.C
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nomophobia (No mobile phone phobia) merupakan gangguan abad ke-21 yang dihasilkan dari teknologi, dimana nomophobia menunjukkan rasa kecemasan atau tidak nyaman ketika tidak terhubung dengan smartphone. Mahasiswa adalah yang terbanyak mengalami nomophobia karena mahasiswa dikatakan sebagai awal menggunakan/memakai smartphone. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, usia, status tinggal, kepemilikan smartphone dan intensitas penggunaan smartphone dengan nomophobia. Penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan desain studi potong lintang (cross sectional  study) dengan populasi sebanyak 798 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi angkatan 2016-2019. Besar sampel penelitian sebanyak 210 mahasiswa, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Penelitian dilakukan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi dan pada bulan Juni sampai Oktober tahun 2020. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Uji statistik yang digunakan uji chi square test dan independent samples test dengan CI=95% (α=5%).  Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara jenis kelamin, usia, status tinggal, kepemilikan smatphone dan intensitas penggunaan smartphone dengan nomophobia, dengan p-value < 0,001.  Kata Kunci: faktor-faktor, nomophobia, mahasisw ABSTRACTNomophobia (No mobile phone phobia) is a 21st century disorder resulted from technology, with a sense of anxiety or discomfort when not connected to a smartphone. Students are the most experiencing nomophobia because students are said to be the first to use / use smartphones. The purpose of this study was to determine the relationship between gender, age, residence status, smartphone ownership and the intensity of smartphone use with nomophobia. This was an analytical survey research with a cross sectional study design, and the population was 798 students from Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, class 2016 to 2019. The sample size was 210 students, collected by simple random sampling technique. The research was conducted at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University and from June to October 2020. The data was analyzed by univariate analysis and bivariate analysis. The statistical test used was the chi square test and independent samples test, with CI = 95% (α = 5%). The results showed that there was a relationship between gender, age, residence status, smartphone ownership and the intensity of smartphone use with nomophobia, with p-value <0.001. Keywords: factors, nomophobia, students
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Tambuwun, Amanda A.; Kandou, Grace D.; Nelwan, Jeini E.
KESMAS Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan hipertensi memerlukan waktu yang lama sehingga kepatuhan individu ketika menjalani pengobatan menjadi salah satu hal yang mendasar untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan dan pekerjaan dengan kepatuhan berobat penderita hipertensi di Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa Utara. Metode penelitian ini adalah survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Wori dan waktu pelaksanaannya pada bulan Agustus sampai November tahun 2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dengan jumlah sampel 57 responden didapatkan melalui pengisian kuesioner Morisky Medication Adherance Scale (MMAS-8). Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat. Pengolahan data yang digunakan uji statistik Chi square dengan tingkat signifikansi 95% (α=0,05). Hasil penelitian didapatkan yaitu ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,013) dan pekerjaan (p=0,041) dengan kepatuhan berobat pada penderita hipertensi di Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa Utara sedangkan usia (p=1,000) dan tingkat pendidikan (p=0,462)  tidak ada hubungan dengan kepatuhan berobat pada hipertensi di Puskesmas Wori Kabupaten Minahasa Utara. Bagi penderita hipertensi terutama yang tidak patuh berobat diharapkan agar supaya sadar untuk lebih memperhatikan kesehatannya dengan rajin mengontrol kesehatan secara teratur di fasilitas kesehatan dan meminum obat antihipertensi sesuai anjuran dokter. Kata Kunci : Kepatuhan Berobat Hipertensi, Jenis Kelamin, Usia, Tingkat Pendidikan, Pekerjaan ABSTRACTMedication of hypertension  takes a long time so that individual adhrence when undergoing treatment becomes one of the basics to do. The purpose of research is to know the relationship between gender, age, level of education, and work with treatment adherence hypertension patients at the Puskesmas Wori North Minahasa Regency. Research methods are an analytic survey with research design that is a sectional cross. The study was conducted in the Wori village and the time of execution is in August to November 2020. The sample retrieval technique uses a total sampling with the number of samples 57 respondents was obtained through the filling of the Morisky Medication Adherance Scale (MMAS-8). The data analysis used is univariate and bivariate analysis. Data processing used the Chi Square statistical test with a 95% significance level (α=0,05). The results were there was a relationship between gender (p=0,013)  and work   (p=0,041) with treatment adherence hypertension patients while age (p=1,000)  and level of education (p=0,462) have nothing to do with treatment adherence hypertension patients at the Puskesmas Wori North Minahasa Regency. It is expected for hypertension people especially those who non adherence medical treatment to become conscious of better attention to their health by regurlarly taking health control at facilities and taking antihypertension medications as prescribed. Keywords : Hypertension Treatment Adherence, Gender, Age, Level of Education, Work
GAMBARAN PERILAKU PEDAGANG WARUNG TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Rompas, Jessika; Kawatu, Paul A.T; Pinontoan, Odi
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus corona merupakan salah satu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Pada manusia, dikonfirmasi bahwa virus corona bisa menyebabkan penyakit infeksi pernafasan mulai dari flu ringan, batuk, pilek, diare. Krisis akibat pandemi Covid-19 telah memberikan guncangan mendalam bagi para pelaku UMKM, tak terkecuali para pelaku usaha mikro seperti toko dan warung kelontong. Alasan peneliti memilih penelitian pada pedagang warung karena pedagang warung melakukan aktifitas yang beresiko tertular Covid-19 karena setiap harinya bertemu dengan orang-orang yang datang ke warung untuk membeli kebutuhan yang mereka perlukan, pedagang warung kontak secara dekat dengan pembeli, mengantar barang, mengambil barang, saat berbelanja bahan untuk warung, memegang uang untuk mengembalikan uang pembeli dan menerima uang dari pembeli. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Terhadap Pencegahan Covid-19 di Kecamatan Malalayang Kota Manado. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan, desain cross sectional. Penelitian di laksanakan di Manibang kecamatan Malalayang dengan total populasi 30 pedagang warung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pengetahuan berada pada kategori baik 76,6% Sikap dengan nilai 93,3% berada pada kategori sangat baik dan Tindakan dengan nilai tindakan cukup 60%. Diharapkan Pedagang warung meningkatkan perilaku dalam menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat atau kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 seperti dengan menjaga kebersihan tangan menggunakan hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari menyentuh bagian wajah (seperti, mata, hidung, dan mulut), menerapkan etika batuk dan bersin, memakai masker dan menjaga jarak (minimal 1 meter) dari orang lain. Kata Kunci: Covid-19, Pedagang Warung, Kecamatan Malalayang ABSTRACTThe corona virus is a group of viruses that can cause disease in animals and humans. In humans, it is confirmed that the corona virus can cause respiratory infections ranging from mild flu, coughs, colds, diarrhea. The crisis due to the Covid-19 pandemic has provided a deep shock to MSME players, including micro business actors such as shops and grocery stalls. The reason the researchers chose research on stall traders was because the shop traders carried out activities that were at risk of contracting Covid-19 because every day they met people who came to the shop to buy the necessities they needed, the shop traders had close contact with buyers, delivered goods, took goods , when shopping for materials for a stall, holding money to return buyers money and receiving money from buyers. The purpose of this study was to determine knowledge, attitudes and actions towards the prevention of Covid-19 in the District of Malalayang, Manado City. This type of research is quantitative using cross sectional design. The research was carried out in Manibang, Malalayang sub-district with a total population of 30 stall traders. The results showed that, Knowledge was in the good category 76.6% Attitude with a value of 93.3% was in the very good category and action with a moderate action value was 60%. It is hoped that stall traders will improve their behavior in carrying out clean and healthy living habits or compliance in implementing health protocols during the COVID-19 pandemic such as by maintaining hand hygiene using hand sanitizers or washing hands with soap and running water, avoiding touching the face (such as eyes, nose and mouth), practice coughing and sneezing etiquette, wear a mask and keep a distance (at least 1 meter) from other people.  Keywords: Covid-19, Stalls Merchant, Malalayang District
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP SEKS PRANIKAH PADA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 LOLAK KECAMATAN LOLAK KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW Ishak, Jihan Larasati; Adam, Hilman; Maramis, Franckie R.R
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seks pranikah yaitu terjadinya kehamilan diluar nikah, hubungan seksual yang di lakukan saat belum ada ikatan pernikahan disebut dengan seks pranikah, pernikahan yaitu di laksanakan menurut agama dan kepercayaan yang menurut hukum, dan yang dilakukan tanpa pernikahan yang resmi merupakan perilaku seksual pranikah. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap terhadap seks pranikah pada peserta didik di SMA Negeri 1 Lolak Kecamatan Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow. Metode penelitian yang bersikap survey deskriptif. Penelitian ini Peserta didik yang memiliki Pengetahuan Tentang Seks Pranikah kurang baik berjumlah 6 Peserta didik dengan 6.1%, dan Pengetahuan Tentang Seks Pranikah baik berjumlah 92 Peserta didik dengan 93.9%. Peserta didik yang memiliki Sikap Tentang Seks Pranikah kurang baik berjumlah 22 Peserta didik dengan 22.4%%, sedangkan Sikap Tentang Seks Pranikah baik berjumlah 76 Peserta didik dengan 77.6%. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Seks, Pranikah ABSTRACTPremarital sex, namely the occurrence of pregnancy outside of marriage, sexual relations that are carried out when there is no marriage bond is called premarital sex, marriage is carried out according to religion and belief according to law, and that is carried out without an official marriage is premarital sexual behavior. The purpose of this study was to describe the knowledge and attitudes towards premarital sex in students at SMA Negeri 1 Lolak, Lolak District, Bolaang Mongondow Regency. The research method is descriptive survey. In this study, students who had poor knowledge of premarital sex were 6 students with 6.1%, and knowledge of good premarital sex was 92 students with 93.9%. Students who had poor attitudes about premarital sex were 22 students with 22.4%%, while good attitudes about premarital sex were 76 students with 77.6%. Keywords: Knowledge, Attitudes, Sex, Premarital
HUBUNGAN ANTARA MASA KERJA DAN BEBAN KERJA FISIK DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEDAGANG ASONGAN DI KOTA MANADO Renaldi, Brian; Kawatu, Paul A. T.; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musculoskeletal disorder (MSDs) atau gangguan otot rangka adalah gangguan yang dialami karena kerusakan pada otot, saraf, tendon, ligament, persendian, kartilago, dan diskus invertebralis. Gangguan dapat berupa kerusakan pada otot yang dapat berupa ketegangan otot, inflamasi, dan degenerasi. Menurut International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD) bahwa distribusi pasien di rumah sakit di indonesia pada tahun 2008 mencatat ada 26.897 kasus penyakit muskuloskeletal yang menjalani rawat inap dengan presentase berdasarkan jenis kelamin yaitu pada laki-laki ada 13.425 kasus sedangkan perempuan ada 13.472 kasus. Pedagang asongan adalah pekerjaan yang menjual barang dagangannya dengan cara menawarkan langsung pada calon pembeli. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara masa kerja beban kerja fisik dengan keluhan muskuloskeletal pada pedagang asongan di Kota Manado. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Varialbel dependen (keluhan Muskuloskeletal pada pedagang asongan) dengan varialbel independen (masa kerja dan beban kerja fisik) diuji secara bersamaan. Pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling yang dimana seluruh populasi cocok dengan kriteria inklusidan eksklusi. Maka didapatkan jumlah responden sebanyak 40 pedagang asongan. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara masa kerja dengan keluhan musculoskeletal (p = 0,000) serta terdapat juga  hubungan antara beban kerja fisik dengan keluhan musculoskeletal (p = 0,016). Kata kunci : Masa kerja, Beban kerja fisik, Keluhan Muskuloskeletal ABSTRACT Musculoskeletal disorders (MSDs) or skeletal muscle disorders are disorders that are experienced due to damage to muscles, nerves, tendons, ligaments, joints, cartilages, and invertebral discs. Disorders can be in the form of damage to the muscles which can be in the form of muscle tension, inflammation, and degeneration. According to the International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD) that the distribution of patients in hospitals in Indonesia in 2008 recorded that there were 26,897 cases of musculoskeletal disease undergoing hospitalization with a percentage based on gender, namely in males there were 13,425 cases while females had 13,472 cases. Asongan are jobs that sell merchandise by offering directly to prospective buyers. The purpose of this research is to find out the relationship between the physical workload and working period with musculoskeletal complaint of asongan merchants in Manado City. Research conducted by researchers is a quantitative study using analytic observational methods with a cross sectional study approach. Dependent variables (Musculoskeletal complaints with hawkers) with independent variables (years of service and physical workload) are tested simultaneously. Sampling uses the Accidental Sampling method in which the entire population matches the inclusion and exclusion criteria. Then obtained the number of respondents as many as 40 asongan merchants. Bivariate analysis using the Spearman correlation test. The results showed that there is a relationship between the working period and the musculoskeletal complaint (P = 0.000) and there is also a relationship between physical workloads and musculoskeletal complaints (P = 0.016) Keywords: Working period, Physical workloads, Musculoskeletal disorders
GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN COVID-19 DI KELURAHAN TALIKURAN BARAT KECAMATAN KAWANGKOAN UTARA Rompas, Hanna P. D.; Maramis, Franckie R. R.; Rumayar, Adisti A.
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak kasus pertama diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020, penyebaran penularan COVID-19 terjadi dengan cepat di Indonesia. Hal ini memerlukan strategi penanggulangan sesuai dengan transmisi yang terjadi baik di tingkat nasional maupun provinsi, dengan tujuan yaitu, memperlambat dan menghentikan laju transmisi/penularan, dan menunda penyebaran penularan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana gambaran perilaku masyarakat terhadap pencegahan covid-19 di Kelurahan Talikuran Barat Kecamatan Kawangkoan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan  menggunakan desain cross sectional pada masyarakat kelurahan Talikuran Barat kecamatan Kawangkoan Utara pada bulan November 2020 – Januari 2021 dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk google formulir. Hasil penelitian yang dilakukan bahwa pengetahuan masyarakat dengan kategori baik yaitu 95,7%, dan cukup  baik 4,3%. Sikap masyarakat dengan kategori baik 94,6%, tingkat pencegehan Covid-19 kategori cukup  baik 5,4% dan tindakan masyarakat dengan kategori baik 95,7%, tindakan pencegahan masyarakat kategori cukup baik 4,3%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah gambaran perilaku masyarakat tentang pencegahan Covid-19 sudah baik.  Kata Kunci: Pencegahan, Perilaku, Covid-19  ABSTRACT Since the first case was announced on March 2, 2020, the spread of COVID-19 transmission has occurred rapidly in Indonesia. This requires a coping strategy in accordance with the transmission occurring at both the national and provincial levels, with the aim of slowing and stopping the transmission / transmission rate, and delaying the spread of transmission. The purpose of this study is to find out how the description of community behavior towards the prevention of Covid19 in Talikuran Barat Village, Kawangkoan District. The method used in this research is a descriptive study using a cross sectional design in the community of Talikuran Barat sub-district, North Kawangkoan sub-district from November 2020 to January 2021 using a questionnaire in the form of a google form. The results of the research conducted showed that public knowledge was categorized as good, namely 95.7%, and good enough for 4.3%. Public attitude with good category is 94.6%, the level of incidence of Covid-19 is good enough at 5.4% and community action is in good category 95.7%, community prevention action is categorized as good enough at 4.3%. The conclusion in this study is that the description of people's behavior regarding Covid-19 prevention is good. Keywords: Prevention, Behavior, Covid-19
GAMBARAN STRES DAN BODY IMAGE PADA MAHASISWA SEMESTER VI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Gimon, Novela Keren; Malonda, Nancy S. H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan salah satu respon dari tubuh yang tidak spesifik terhadap kebutuhan tubuh yang terganggu, sedangkan Body image didefinisikan sebagai suatu konsep pribadi seseorang terhadap penampilan fisiknya. adanya wabah Covid-19 menyebabkan ditetapkannya kebijakan kekarantinaan. Kebijakan ini memberi dampak bagi mahasiswa seperti stres. Selain itu, kebijakan karantina meyebabkan kurangnya aktivitas fisik dan aktivitas makanlah yang akan sering dilakukan sehingga memicu kenaikan berat badan serta body image pada seseorang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran stres dan body image pada mahasiswa Semester VI Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Selama Masa Pandemi Covid-19. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional, dilaksanakan pada bulan Mei - September 2020, di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado dengan jumlah sampel sebanyak 162 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dalam bentuk google forms dimana keadaan stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), sedangkan body image diukur menggunakan Multidimensional Body Self Relation Questionnaire-Appearance Scales (MBSRQ-AS). Hasil Penelitian variabel stres menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa semester VI Fakultas Kesehatan Masyarakat yang merasa stres cukup besar yaitu terdapat sebanyak 136 orang atau 84,0%, sedangkan 26 orang atau 16,0% lainnya tidak merasa stres. Kemudian hasil penelitian variabel body image pada mahasiswa menunjukkan bahwa hampir sebagian besar responden memiliki body image positif yaitu 108 orang atau 66,7% dibandingkan dengan responden yang memiliki body image negatif yaitu sebanyak 54 orang atau 33,3%. Kata Kunci : Stres, Body Image, Mahasiswa, Covid-19 ABSTRACTStress is the unspecific bodily response to a disturbed body needs, and body image is a personal concept of an individual about their physical appearance. The COVID-19 epidemic causes the implementation of quarantine policy. The policy has some effects on student, such as stress. Furthermore, quarantine policy decreases physical activity and increases eating activity, triggering weight gain and body image issues to an individual. The purpose of this study is to describe stress and body image of fourth semester students from Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi during the COVID-19 pandemic. This research was a descriptive research with a cross-sectional design and was conducted in May-September 2020 at Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, with the sample size of 162 respondents. Using google forms, questionnaires was administered as tools for measurement. Stress was measured using Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) and body image was measured using Multidimensional Body Self Relation Questionnaire-Appearance Scales (MBSRQ-AS). The result shows, for stress variable, most of the fourth semester students from Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi feel stressed. As many as 136 or 84,0% of the subjects, feel stressed, while 26 or 16,0% of the subjects did not feel stress. For body image variable of the students, 108 subjects or 66,7% had a positive body image, and the rest 54 subjects or 33,3% had a negative body image. Keywords : Stress, Body Image, Students, Covid-19
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG GIZI SEIMBANG PADA PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 NANUSA KABUPATEN TALAUD Iyong, Elvira Aprelia; Kairupan, B.H. Ralph; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan gizi pada peserta didik merupakan upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan status gizi peserta didik. Upaya peningkatan pengetahuan peserta didik melalui penyebaran informasi tentang gizi simbang perlu dilakukan agar mereka tahu dan mampu untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka. Penyuluhan kesehatan merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk menyebarluaskan informasi kesehatan kepada masyarakat untuk mendorong dan memandirikan mereka malalui pesan kesehatan yang telah diterimanya. Metode ceramah atau curah pendapat adalah salah satu bentuk metode yang sering digunakan agar ada interaksi antara sasaran penyuluhan dengan pemberi informasi.Tujuan enelitian untuk menganalisis pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan tentang gizi seimbang pada peserta didik di SMP Negeri 1 Nanusa Kabupaten Talaud. Metode penelitian yaitu penelitian eksperimen semu one group pre-test and post-test design. Populasi yang juga menjadi sampel dalam penelitian ini yakni seluruh peserta didik kelas VII sampai kelas IX SMP Negeri 1 Nanusa Kabupaten Talaud yang berjumlah 63 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu materi penyuluhan dalam bentuk slide power point, Laptop dan alat tulis menulis. Penelitian ini menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian sebelum dilakukan penyuluhan terdapat 47,6% peserta didik yang berada pada kategori pengetahuan kurang baik dengan nilai rata-rata 6,08. Terjadi peningkatan pengetahuan pada pelajar sesudah penyuluhan dengan nilai rata-rata meningkat menjadi 14,37 dan terdapat 65,1% peserta didik yang berada pada kategori pengetahuan baik. Ada pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan pelajar dengan nilai ρ value = 0,000 dengan perbedaan nilai rata-rata sebesar 8,29. Penyuluhan kesehatan berpengaruh terhadap pengetahuan tentang gizi seimbang pada peserta didik di SMP Negeri 1 Nanusa Kabupaten Talaud Kata Kunci: Penyuluhan Kesehatan, Gizi Seimbang, Peserta didik ABSTRACTThe fulfillment of nutrition requirement for adolescents is an effort that needs to be done to improve their nutritional status. Efforts to increase the knowledge of adolescents through the distribution of information on balanced nutrition need to be done so that they know and can meet their nutritional needs. Health education is one way to disseminate health information to the public to encourage and empower them through the health messages they have received. The lecture or brainstorming method is one form of method that is often used so that there is an interaction between the target of the counselling and the information provider. Research objective to analyze the effect of health education on knowledge about balanced nutrition in adolescents at SMP Negeri 1 Nanusa, Talaud Regency. This research used quasi-experimental, one group pre-test and post-test design. The sample of this research is the entire population, namely all adolescents who are in class VII to class IX SMP Negeri 1 Nanusa Talaud Regency, totaling 63 students.The research instrument used was lecture’s material in the form of power point slides, questionnaire, computers and writing instruments. This study used a paired t-test. Research results is prior to the counselling, 47.6% of adolescents were in the poor knowledge category with an average score of 6.08. There was an increase in students' knowledge after counseling with an average score increasing to 14.37 and there were 65.1% of adolescents who were in the good knowledge category. There is an influence of counseling on increasing student knowledge with a value of ρ value = 0.000 with a difference in the average value of 8.29. Health education affects knowledge about balanced nutrition in adolescents at SMP Negeri 1 Nanusa, Talaud Regency. Keyword: Health Education, balanced nutrition, adolescents
GAMBARAN AKTIVITAS FISIK MAHASISWA SEMESTER IV FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNSRAT SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Liando, Lestari E.; Amisi, Marsella D.; Sanggelorang, Yulianty
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi muda dalam hal ini mahasiswa di bidang kesehatan mempunyai peran penting dalam pembangunan bangsa Indonesia, mengingat secara demografis Indonesia akan mengalami bonus demografi atau masa emas pada rentang tahun 2020-2030. Tentunya terdapat prasyarat agar para generasi muda dapat memanfaatkan masa emas tersebut, dimana salah satu prasyaratnya ialah kondisi sehat. Kurangnya aktivitas fisik akan menjadi salah satu faktor risiko independen dalam suatu penyakit kronis yang bisa menyebabkan kematian secara global. Aktivitas fisik juga berpengaruh terhadap perubahan Indeks Massa Tubuh seseorang, kesehatan fisik mental dan spiritual seseorang, kecerdasan emosi seseorang dan kemampuan psikologis seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat UNSRAT semester IV saat pembatasan sosial masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan survey deskriptif, dilaksanakan pada bulan Maret-Oktober 2020. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 113 mahasiswa. Instrumen penelitian International Physical Activity Questionare/IPAQ dan Formulir Recall 2x24 jam. Hasil penelitian ini yaitu paling banyak responden tergolong dalam kategori sedang yaitu sebanyak 54 orang atau 47,8% kemudian diikuti oleh kategori ringan yaitu sebanyak 33 orang atau 29,2% dan paling sedikit berjumlah 26 orang atau 23,0% dalam kategori berat. Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Mahasiswa, COVID-19 ABSTRACTThe young generation, in this case, students in the health sector play an important role in the development of the Indonesian nation, considering that demographically Indonesia will experience a demographic bonus or golden period in the period 2020-2030. Of course there are prerequisites so that the younger generation can take advantage of this golden period, where one of the prerequisites is a healthy condition. Lack of physical activity will be an independent risk factor for a chronic disease that can cause death globally. Physical activity also affects changes in one's Body Mass Index, physical mental and spiritual health, emotional intelligence and psychological abilities. The purpose of this study was to describe the physical activity of the fourth semester students of the Faculty of Public Health UNSRAT during the social restrictions during the Covid-19 pandemic. Type of this research is a quantitative study with a descriptive survey held in March-October 2020. The sample in this study amounted to 113 students. This Research uses International Physical Activity Questionnaire/IPAQ and Recall Form 2x24 hours. This research obtained the following results, most of the respondents were in the moderate category, amounting to 54 people or 47.8%, then followed by the mild category, namely 33 people or 29.2% and the least in the heavy category amounting to 26 people or 23.0%. Keywords: Physical activity, College students, COVID-19
HUBUNGAN ANTARA SHIFT KERJA DAN BEBAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA MINIMARKET INDOMARET DI KOTA MANADO Liu, Resi Moren; Kawatu, Paul A.T; Sanggelorang, Yulianty
KESMAS Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tempat kerja memiliki jenis pekerjaan yang berbeda-beda yang dapat menimbulkan kelelahan kerja, sehingga dapat menurunkan konsentrasi pekerja. Shift kerja dan beban kerja adalah salah satu faktor yang menyebabkan kelelahan kerja. Shift kerja pada pagi hari lebih rentan terjadi kelelahan kerja pada pekerja, sehingga Beban kerja yang menumpuk dan berat sering terjadi dan menimbulkan kelelahan kerja pula. Minimarket Indomaret adalah salah satu minimarket yang ada di Kota Manado dan terdapat beberapa yang memiliki shift kerja 24 jam, dengan demikian beban kerja yang dirasakan berbeda dengan karyawan yang bekerja dengan sistem kerja hari biasa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara shift kerja dengan kelelahan kerja dan hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja Minimarket Indomaret di Kota. Jenis Penelitian menggunakan penelitian observasioanal analitik dengan pendekatan studi potong lintang yang dilakukan pada bulan Maret - Agustus 2020. Populasi dan sampel yaitu karyawan dari 6 indomaret  dengan sistem kerja 1 x 24 jam berjumlah 32 karyawan. Instrumen penelitian yaitu kuesioner dalam bentuk google form. Analisis data menggunakan Uji analisis Anova dan Uji Spearman rank. Hasil penelitian shift kerja dengan kelelahan kerja nilai rata-rata 60.15 dan nilai ρvalue= 0.007 (<0.05), beban kerja dan kelelahan kerja nilai ρvalue =0.020 (<0.05) dan nilai korelasinya sebesar -0.411. Kesimpulan dari hasil penelitian tersebut terdapat shift kerja kerja berpengaruh terhadap kelelahan kerja pada pekerja, dan terdapat hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja minimarket Indomaret di Kota Manado Kata Kunci : Shift Kerja, Beban Kerja, Kelelahan kerja ABSTRACTEvery workplace has a different type of work that can cause work fatigue, so as to reduce the concentration of workers. Shift work and workload are one of the factors that cause work fatigue. Shift work in the morning is more prone to work fatigue among workers, so that the accumulated and heavy workload often occurs and causes work fatigue as well. ndomaret Minimarket is one of the minimarkets in Manado City and there are several that have 24-hour work shifts, thus the perceived workload is different from employees who work on a regular day work system. This type of research used analytic observational research with a cross-sectional study approach which was conducted in March - August 2020. Population and sample, namely employees of 6 Indomaret with a work system of 1 x 24 hours totaling 32 employees. The research instrument is a questionnaire in the form of google form. Data analysis used ANOVA analysis test and Spearman rank test. The results of work shift research with work fatigue with an average value of 60.15 and a value of ρvalue = 0.007 (<0.05), workload and work fatigue, the value of ρvalue = 0.020 (<0.05) and the correlation value of -0.411. The conclusion from the results of these studies is that work shift has an effect on work fatigue in workers, and there is a relationship between workload and work fatigue in Indomaret minimarket workers in Manado City. Keywords: Work Shift, Workload, Work Fatigue

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 1 (2024): VOLUME 13, NOMOR 1, Januari - Maret Vol. 12 No. 2 (2023): VOLUME 12, NOMOR 2, April - Juni 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): VOLUME 12, NOMOR 1, Januari - Maret 2023 Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022 Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022 Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 10, No 8 (2021): VOLUME 10, NOMOR 8, AGUSTUS 2021 Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021 Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021 Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021 Vol 10, No 4 (2021): VOLUME 10, NOMOR 4, APRIL 2021 Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021 Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021 Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020 Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020 Vol 9, No 5 (2020): VOLUME 9, NOMOR 5, SEPTEMBER 2020 Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020 Vol 9, No 3 (2020): VOLUME 9, NOMOR 3, MEI 2020 Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020 Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020 Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019 Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019 Vol 8, No 5 (2019): Volume 8, Nomor 5, Juli 2019 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8, Nomor 3, April 2019 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Nomor 2, Maret 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Vol 7, No 6 (2018): Volume 7, Nomor 6, November 2018 Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7, Nomor 4, Juli 2018 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Januari 2018 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Maret 2017 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1, Januari 2016 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Maret 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 No. 1 Januari 2015 Vol 3, No 1 (2014): VOLUME 3 NOMOR 1, Januari 2014 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Januari 2012 More Issue