cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education
ISSN : 25486020     EISSN : -     DOI : -
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education is published periodically, twice a year (June and December), by State Institute for Islamic Studies (IAIN) Salatiga, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 118 Documents
Restoring Moslem identity by integrating Islamic values in English speaking class A. Hasyim, Umar Alfaruq; no, Suho
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.393 KB)

Abstract

AbstractCulture and language are like two sides of a coin, it cannot be separated witheach other. Therefore, when we learn a language, we cannot ignore the culture underpaining the language. However, the problem happened, when the culture of the language being learned is contradicted with our culture. English is a language mostly spoken by western people that has different culture from us (moslems). Thus, there should be a way to protect the language learners from negative foreign culture. One of ways to solve that problem is intergrating Islamic values in English language learning. Finally, this research was case study that was conducted in IAIM NU Metro Lampung, especially first semester students of English departement in speaking class. Moreover, the data obtained from interview with the lecturer, observation of teaching and learning process as well as document analysis. The  interactive data analysis used to analysis the obtained data. Moreover, the integration of islamic values was conducted by adding islamic terms, place, name, expression in teaching and learning process. Keywords: integrating; Islamic values; speaking class AbstrakBudaya dan bahasa ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, ketika kita belajar suatu bahasa, kita tidak dapat meninggalkan budaya bahasa yang kita pelajari. Kemudian, yang menjadi permasalahan adalah, ketika budaya dari bahasa yang kita pelajari tidak sesuai atau bertentangan dengan  identitas atau budaya kita. Dalam hal ini adalah pembelajaran  bahasa Inggris, bahasa yang notabene berasal dari budaya barat yang tetunya berbeda dengan nilai-nilai budaya kita khususnya budaya atau nilai-nilai Islam. Sehingga, harus ada jalan tengah agar para pembelajar bahasa Inggris tidak kehilangan identitasnya ketika mempelajari bahasa tersebut. Salah satu cara untuk mengatasi hal tesebut dengan mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam pembelajaran bahasa Inggris.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif khususnya studi kasus yang dilaksanakan di IAIM NU Metro Lampung, khususnya pada mahasiswa semester satu Prodi Pendidikan bahasa Inggris pada matakuliah speaking1. Data diperoleh melalui wawancara dengan dosen pengampu matakulaiah speaking1, observasi pelaksanaan pembalajaran, serta analisa dokumen. Kemudian, data yang diperoleh dianalisa menggunakan analisa data interaktif. Sehingga ditemukan bahwa pengintegrasiaan nilai-nilai keislaman pada pembelajaran speaking dilakukan dengan menambahkan istilah-istilah, tempat, nama, ekspresi-ekspresi keislaman. Kata kunci: integrasi; nilai-nilai keislaman; mata kuliah speaking
INTEGRASI PENGETAHUAN UMUM DAN KEISLAMAN DI INDONESIA: STUDI INTEGRASI KEILMUAN DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI DI INDONESIA huddin, Mifta
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.743 KB)

Abstract

 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan konsep integrasi pengetahuan pada tiga Universitas Islam Negeri di Indonesia yaitu UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, dan UIN Malang, sehingga menghasilkan model pengetahuan terintegrasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang berlaku pendekatan historis, filosofis dan fenomenologis. Desain penelitian ini menggunakan studi multi-kasus yang melibatkan Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Yogyakarta dan Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model integrasi pengetahuan yang dikembangkan oleh tiga universitas ini bervariasi, dan dapat dikategorikan ke dalam tiga paradigma: Islamisasi Ilmu, ilmuisasi Islam dan paradigma dialogis. Pelaksanaan integrasi pengetahuan diwujudkan dalam perluasan fakultas dan program studi melalui penambahan fakultas sekuler dan departemen, dan reposisi dari beberapa departemen dalam studi Islam. Implementasi ini juga dapat dilihat pada pergeseran kurikulum baru yang mengadopsi ilmu alam, ilmu sosial, dan humaniora. Selain itu, ini juga dapat dilihat dalam pergeseran tradisi akademik yang konsep mereka tentang integrasi pengetahuan dari Universitas Islam Negeri masing-masing. Proses integrasi pengetahuan telah dibentuk oleh respon internal dan eksternal dinamis baik mendorong atau menghambat proses. The purpose of this study is to investigate the implementation of the concept of knowledge integration in three Islamic state universities in Indonesia namely UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, and UIN Malang, so as to produce the model of integrated knowledge. This research is qualitative research, which applies historical, philosophical and phenomenological approaches. The design of this research use multi-cases studies which involves the UIN Jakarta, Yogyakarta and Malang. The result of this study shows that the model of knowledge integration developed by three Islamic universities varies, and it can be categorized into three paradigms: Islamization of science, scientification of Islam, and dialogic paradigm. The implementation of knowledge integration is embodied in the expansion of faculties and study programs through additions of secular faculties and departments, and reposition of some departments within Islamic studies.  The implementation also can be seen in the shifting of new curriculum which adopts natural sciences, social sciences, and humanities. Additionally, these can also be seen in the shifting of academic tradition which is their concept of knowledge integration of the respective state Islamic universities. The process of knowledge integration has been shaped by the internal and external dynamic responses either encouraging or impeding the process. Kata kunci: Ilmu Keislaman, Integrasi Keilmuan, Universitas Islam Negeri (UIN)
Guidance and reinforcement of student value system: the case of Islamic boarding school Yanbu’ul Quran Kudus Rozikan, Muhamad
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.868 KB)

Abstract

Islamic Boarding School of Tahfidh Yanbuul Quran for children in Kudus Regency has a unique implementation of guidance and reinforcement of student value system. They organize 6-12 years old children to memorize Quran (30 chapters). The supervision activity has extraordinary challenges and difficulties because their age is commonly the time to play and have fun. Based on above contextual condition, the issues arise namely how guidance and reinforcement of student value system are applied by the teachers (ustadz). In response to such challenges, the research on ustadz activities in supervising students to rapidly memorize Quran is conducted. This research uses qualitative approach and interactive model data analysis. To validate the data, several ways are carried out such as finding different information and data sources. Data analysis is applied through three stages (1) data reduction, (2) data presentation followed by analysis, (3) drawing conclusions and analysis. The result shows that there are guidance and reinforcement of student value system applied by ustadz, including: the process of memorizing Quran (i.e. planning, implementation, management and method of memorizing Quran), the student output (evaluation and further study), and some positive values of teachers, student, and process of handling difficulties in memorizing Quran based on religious principles. Keywords: guidance, reinforcement, students’ value system AbstrakPondok pesantren Tahfidh Yanbu’ul Quran anak-anak kabupaten kudus memiliki keunikan dalam pelaksanaan bimbingan dan penguatan sistem nilai santri, mereka membimbing anak usia 6-12 tahun untuk menghafal al-Quran secara utuh (30 Juz), bimbingan tersebut memiliki tantangan dan kesulitan yang luar biasa, padahal secara umum usia tersebut adalah  masa-masa untuk  bermain dan  bersenang-senang. Ada beberapa masalah yang muncul dari latar belakang seperti diatas, yaitu bagaimana bimbingan dan penguatan sistem nilai santri yang diterapkan oleh ustadz. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan penelitian terhadap kegiatan yang dilakukan ustadz atau pembimbing dalam membimbing santri agar cepat menghafal al-Qur’an. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan analisis data model interaktif, untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh, diupayakan dengan cara-cara seperti mencari informasi dan sumber data yang berbeda, analisis data dilakukan melalui tiga tahap (1) reduksi data, (2) penyajian data diikuti dengan analisis, (3) menarik kesimpulan dan analisis. Hasil penelitian diperoleh menunjukkan adanya bimbingan dan penguatan sistem nilai santri yang diterapkan ustadz/pembimbing, yang meliputi : proses penghafalan al-Qur’an (perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan dan metode menghafal al-Qur’an) dan, output santri (evaluasi dan studi lanjut santri), adanya hal-hal positif yang ada pada ustadz, santri dan proses penanganan kesulitan bimbingan menghafal al-Qur’an yang dilakukan ustadz/pembimbing terhadap santrinya dengan menggunakan pendekatan bimbingan dan penguatan Sistem nilai santri sesuai dengan kaidah agama. Kata kunci: bimbingan, penguatan, sistem nilai santri
PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN IMPLEMENTASINYA DALAM MATERI SAINS Billah, Arif
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.67 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatari oleh maraknya kasus-kasus moral yang menjadi viral di media sosial, yang mengindikasikan telah terjadi degradasi moral di negeri tercinta ini, khususnya pada kalangan remaja. Diantaranya adalah munculnya video siswa Sekolah Dasar (SD) yang memarahi gurunya, siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berkata kotor pada aparat kepolisian yang sedang bertugas, hingga tindakan pelecehan seksual oleh pelajar. Fenomena tersebut meniscayakan adanya perbaikan pada sektor pendidikan. Salah satunya adalah melalui pendidikan karakter. Berkenaan dengan ini, yang paling tepat adalah dimulai sejak anak usia dini (dibawah 6 tahun), sehingga dapat menjadi pondasi awal dalam berperilaku di masa yang akan datang. Kehidupan anak tidak dapat terlepas dari sains dan teknologi, kreativitas dan aktivitas sosial. Hal tersebut menjadi relevan untuk mengimplementasikan pendidikan karakter untuk anak usia dini yang sesuai dengan perspektif Islam dalam materi sains. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif kepustakaan. Penulis menelusur berbagai karya, baik dalam bentuk buku, jurnal, maupun artikel. Setelah melakukan studi kepustakaan dari berbagai literatur, ditemukan hasil bahwa pembentukan karakter yang paling efektif jika diterapkan sejak anak usia dini. Apabila pendidikan karakter telah masuk pada ranah terkecil dan dimulai sedini mungkin maka akan lahir generasi penerus yang memilki kepribadian berkualitas sehingga mampu menjadi penopang bagi bangsa yang hebat, tangguh dan mampu berperan dalam tataran dunia. Pembelajaran sains dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan kata lain, sains bisa menjadi salah satu media pengembangan pendidikan karakter untuk anak usia dini. The background of this research is that there are so many moral cases becoming viral in social media, it indicates moral degradation in our beloved country especially for adolescense. For example we can see video about elementary school student who scolded his teacher, the sudent of senior high school who told rudely to the police and sexual harrassment of the students. The pheomenon necessitates better  education, especially character building. This will be the most appropriate if it is started at an early age (under 6 years old), so that could be the initial foundation for their behaviour in the future. A child’s life can not be separated from science and technology, creativity and social activity. Thus, it is relevant to implement character education which is in line with Islamic perspective in science-related materials. This research is a qualitative descriptive literature. Authors searched the various works in form of books, journals and articles. After conducting a literature study from various books, journals and articles. It was found that the character education could be formed when applied at an early age. If the character education begins at an early age, it is expected to produce generations who have qualified character so they will be able to contibute their nation become great and stong  nation and can involve  the world. Learning science can be used to develop the ability of coqnitive, psychomotor and affective. In other words, science can be used as a medium to develop the character at an early age. Kata Kunci: pendidikan karakter, pendidikan karakter untuk anak usia dini, pengembangan materi sains
Computer-based lesson planning for the subject of Islamic Culture History Cahyono, Guntur
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.408 KB)

Abstract

AbstractThis study aims to describe the planning, implementation, evaluation, constraints and advantages of computer utilization in the History of Islamic Culture subject in MAN Salatiga. This research is a field study, aimed at studying intensively the background, current state, and environmental interaction of a social unit. Viewed from the type of data collected, this research is included in the category of qualitative research. Qualitative research is a research procedure that produces descriptive data in the form of written or spoken words from the people, or their behavior that can be observed. Subjects of this study are teachers and students. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Data analysis uses data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study indicate that the planning is done by classroom teachers by making lesson plan based on 2013 Curriculum guideline. Teachers have written the utilization of computers on the lesson plan components. Utilization of computers in the classroom is as a medium and the one in the computer laboratory as media and learning resources. Computers are used as a substitute for books due to their limited availability. It is also practiced as a habituation for preparing the computer-based national examination (UNBK). Keywords: computer utilization, learning, history of Islamic culture subject Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, kendala dan kelebihan pemanfaatan komputer dalam pembelajaran mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MAN Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan bertujuan mempelajari secara intensif latar belakang, keadaan sekarang, dan interaksi lingkungan suatu unit sosial. Jika dilihat dari jenis data yang dikumpulkan, maka penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan oleh guru kelas dengan membuat RPP menggunakan pedoman Kurikulum 2013. Guru sudah menuliskan pemanfaatan komputer pada komponen RPP. Pemanfaatan komputer di kelas sebagai media dan di laboratorium komputer sebagai media dan sumber belajar. Komputer dijadikan sebagai alat pengganti buku karena terbatasnya ketersediaan buku. Sekaligus sebagai pembiasaan komputer untuk persiapan UNBK.                                                                                                          Kata kunci: pemanfaatan komputer, pembelajaran, SKI
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BACA TULIS AL-QUR’AN (BTA) DENGAN MENGGUNAKAN METODE YANBU’A idah, Musta
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.277 KB)

Abstract

 Ruang lingkup penelitian ini kelas IV SD Negeri 02 Candirejo Kab. Semarang Tahun 2016. Fokus permasalahan dalam kajian ini adalah upaya meningkatkan kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) dengan menggunakan metode Yanbu’a, dan bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI khususnya di bidang Baca Tulis Al-Qur’an. Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilaksanakan selama dua siklus, melalui pendekatan metode yanbu’a terjadi peningkatan hasil belajar secara keseluruhan, yang terjadi pada nilai terendah maupun pada nilai tertinggi, sebelum tindakan, nilai terendah 10, setelah siklus I meningkat menjadi 70 dan setelah siklus II meningkat menjadi 72. Sedangkan nilai tertinggi sebelum tindakan 86, seteleh siklus I nilai tertinggi meningkat menjadi 88, sedangkan pada siklus II nilai tertinggi meningkat menjadi 100. Peningkatan ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata-rata kelas pada tes awal sebesar 55,84, sedangkan pada siklus pertama nilai rata-rata meningkat menjadi 78,72 dan pada siklus kedua nilai rata-rata meningkat menjadi 90,10. Untuk siswa, nilai ketuntasan belajar yang harus di tempuh adalah (KKM ≥ 70). Pada tes awal prosentase ketuntasan sebesar 52,63%, sementara pada siklus pertama prosentase ketuntasan meningkat menjadi 66,66% dan pada siklus kedua prosentase ketuntasan meningkat menjadi 88,88%. Hasil penelitian ini berimplikasi pada guru PAI dalam mata pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an untuk menerapkan metode yanbu’a dalam prose pembelajaran, sehingga membuat siswa lebih aktif, suasana belajar menyenangkan dan siswa mampu menjawab pertanyaan, mengerjakan soal dan pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar. This research aimed to improve Baca Tulis Al-Qur’an (BTA, Read and Write Al-Qur’an) ability by using Yanbu’a method so that the achievement of PAI lesson  will be better, especially in reading and writing al-Qur’an (BTA). This research took place in SD Negeri 02 Kab. Semarang, fourth grade. Based on the assesment of  two cycles , the method of yanbu’a can  give improvement, for the lowest and the highest assesment. Before doing research the lowest was 10, in the first cycle became 70 and the second cycle 72. For the highest, before researching was 86, in the first cycle became  88 and the second cycle 100.  The improvement of the score can be seen from the average score of the students, the first test 55, 84, the average score in the first cycle 78.72 and the average score in the second cycle 90.10.  The minimum learning mastery for the students ≥ 70. The first test the students achieved 52.63% of minimum learning mastery, the first cycle the students achieved 66,66% of minimum learning mastery and the second cycle the students achieved 88,88% above minimum learning mastery, 70. The result of this research can be applied by PAI teachers, by using Yanbu’a Method in reading and writing al-Qur’an so the students will be active, enjoyable, cheerful and have the ability to answer and do the test, so it can improve the result of the assestment. Kata kunci: kemampuan BTA, Metode Yanbu’a, hasil belajar
ANTARA KESEHATAN MENTAL DAN PENDIDIKAN KARAKTER: PANDANGAN KEISLAMAN TERINTEGRASI Nurrohim, Ahmad
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.392 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan titik integrasi antara kesehatan jiwa dan pendidikan karakter. Dinamika studi keilmuan islam dituntut mengembangkan paradigma penyatuan ilmu keislaman dengan ilmu eksakta maupun ilmu humaniora. Penelitian ini berusaha memberikan sumbangsih di bidang ilmu pendidikan dengan mengintegrasikan dengan ilmu kesehatan mental dan ilmu tafsir. Integrasi ilmu kesehatan mental diharapkan memberikan kemapanan dalam konsepsi memahami dinamika manusia. Integrasi dengan ilmu tafsir dimaksudkan untuk menemukan orisinalitas konsep dalam islam. Harapannya, penelitian ini mampu menemukan konsep komprehesif, holistik, mendalam dan aplikatif dalam dunia pendidikan, sehingga mampu memperkaya keilmuan pendidikan di satu sisi dan memberikan solusi terbaik persoalan kemanusiaan di sisi lain. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka berjenis kualitatif. Sumber informasi penelitian ini adalah Al-Qur’an, Al-Hadis dan karya sarjana-sarjana di bidang ilmu kesehatan mental dan pendidikan karakter. Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek tazkiyah nafs merupakan titik integrasi antara kesehatan jiwa dan pendidikan karakter, dalam kerangka membangun individu sehat dan berkarakter. This library research aimed to find the point of integration between mental health and character education. The dynamics of Islamic study is presecuted to develop  the paradigm unity of Islamic study, exact sciences and humanities. This research try to contribute pedagogic by intergrating mental health science with  Tafseer. Hopefully the intergration of mental health science gives the steady in conception in understanding of human dynamics. Integration with Tafseer meant to find originality in Islam. So this research is able to find the concept of comprehensive, holistic, in depth and applicable in the world of education.This is a qualitative research that used informaton from Al-Qur’an, Al-Hadis, books of mental health experts and character education experts. The documentation method was used to collect the data of research. This research try to reveal and to ta’shil  the understanding of mental, mental health and tazkiyah nafs then aplicate this understanding into character education. The result of the research indicates that tazkiyah nafs is the point of integration between mental health and character education for building healthy and  characteristic individual. Kata kunci: mental, sehat mental, tazkiyah nafs
URGENSI PENILAIAN LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL DALAM PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Eferi, Adri
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.764 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang urgensi penilaian lingkungan internal dan eksternal dalam penerapan Total Quality Management (TQM). Dari penelitian dapat penulis simpulkan bahwa lingkungan organisasi  dapat dibedakan atas lingkungan internal (internal environment) yang terdiri tiga unsur pendukung yaitu: pertama, struktur (structure), berkenaan  dengan komunikasi, wewenang dan arus kerja. Struktur sering juga disebut rantai perintah, dan digambarkan secara grafis dengan menggunakan bagan organisasi; kedua, budaya (culture),  merupakan pola keyakinan, pengharapan, dan nilai-nilai yang berlaku di kalangan anggota organisasi; ketiga, sumber daya (resources), meliputi keahlian seseorang, kemampuan, dan bakat manajerial dari setiap anggota organisasi. Sedangkan lingkungan eksternal adalah kondisi-kondisi yang berada diluar organisasi, yang secara langsung juga memberi pengaruh terhadap kelangsungan jalannya roda organisasi seperti terjadinya aksi protes atau pemogokkan, munculnya perubahan undang-undang, ketidakpastian lingkungan (environmental uncertainty) dan lain-lain. Adapun dalam menilai kedua lingkungan tersebut, bisa dilakukan dengan mengunakan sepuluh karakteristik yang ada dalam Total Quality Management (TQM) yaitu: a) fokus pada pelanggan; b) obsesi terhadap kualitas; c) pendekatan ilmiah; d) komitmen jangka panjang; e) kerjasama tim (team work); f) perbaikan sistem secara berkesinambungan; g) pendidikan dan pelatihan; h) kebebasan yang terkendali; i) kesatuan tujuan, dan j) adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan.        This article aims to explain the urgency of the internal and external environment assessment in the application of TQM. From the authors conclude that the study can be distinguished on the Environment organizations internal environment which comprises three supporting elements: first, the structure, with regard to communication, authority and work flows. The structure is often also called the chain of command, and depicted graphically using organization charts; secondly, culture, a pattern of beliefs, expectations, and values that prevail among members of the organization; and third, the resource, include the individuals expertise, capabilities, and managerial talents of every member of the organization. While the external environment is the conditions that are outside the organization, which also directly influences the survival of organizations. As in assessing both the environment, can be done by using the characteristics that exist in TQM, namely: a) focus on the customer; b) obsession with quality; c) a scientific approach; d) long-term commitment; e) team work; f) improvement of the system on an ongoing basis; g) education and training; h) freedom of hand; i) unity of purpose; and j) the involvement and empowerment of employees.
The modernization practices of pesantrens in Salatiga Fani Farida
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.429 KB) | DOI: 10.18326/attarbiyah.v2i2.153-173

Abstract

This study aims to analyze the practices of modernization in the pesantren of Salatiga in 2017. Modernization of Islamic boarding schools (pesantren) should be developed in order that their function as an Islamic educational institution is not eroded by times. In this study, the authors used a qualitative descriptive research method by conducting interviews, observation and field studies to three boarding school in Salatiga namely Pondok Pesantren An Nida, Pondok Pesantren Al Falah, and Pondok Pesantren Sunan Giri. The results of this study stated that the practices of modernization among others modernization of the curriculum; dynamic punishment; as well as the utilization of information technology and transformation to support boarding activities. Whereas the causes of modernization internal factors: curriculum of schools undergoing change, free use of communication tools, permissibility of carrying transportation, as well as a dynamic punishment; external factors (the interaction of students with the environment outside of pesantren and build a network with outsiders). The impact of modernization on the existence of pesantren include positive impacts for boarding schools (pesantren become more widely known and the curriculum becomes more advanced), for students (make students knowledgeable, students more familiar with the technology, the mobility of students becomes easier, and students become more self through self-employment. the negative effects tend to students who then impact the schools, such as students tend to be individualized; students more easily break the rules boarding school, and the erosion of moral values of students.
Implementation of character education in Dasa Darma of Scouts and Hizbulwathan Boys Scout Laws Ana Zulfaturrohmawati
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.913 KB) | DOI: 10.18326/attarbiyah.v2i2.256-275

Abstract

This research is based on the importance of implanting of the character education of students as the provision of life in the society, leads the students to develop the potential of students have with the values contained in dasa darma of scout and Hizbul Wathan Boys Scout Laws. The aim of this study is to find the implementation of character education, and the similarities dimensions and the differences implementation of character education in the Dasa Darma of Scout and the Boys Scout Laws of Hizbul Wathan. This research uses qualitative methods. Based on the results of the scout activities using team systems, adult member partnerships in activities and separate unit systems, and coaches provide role models to Scout members. Hizbul Wathan scouting is the practice of Islamic aqidah, the formation and guidance of noble morals according to Islamic teachings. Implementation equation in character education in Dasa Darma of Scout and Hizbul Wathan Boys Scout laws (1) aspect of goal to inculcate the value of positive character, (2) habituation and practice, giving exemplary one, creation of a pleasant milieu of character (3) internalization of positive values inculcated by all the citizens of the school. While the difference is (1) the scout honor code is dasa darma, whereas Hizbul Wathan is the boys scout laws, (2) scouting is universal, while Hizbul Wathan is national, and (3) scouting fill knowledge, mental stability, skills, experiences, social, spiritual, and emotional feelings, while Hizbul Wathan on Islam religion and scouting skills.

Page 2 of 12 | Total Record : 118