cover
Contact Name
Alam Budiman Thamsi
Contact Email
alambudiman.thamsi@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geomine@umi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Geomine
ISSN : 24432083     EISSN : 25412116     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geomine (JG) merupakan jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah yang mengkaji ilmu-ilmu dan pengembangan dalam bidang pertambangan, geologi dan geofisika. Jurnal Geomine (JG) memiliki No.ISSN : 2443-2083 (Cetak) dan No.ISSN : 2541-2116 (Online). Jurnal Geomine diterbitkan oleh Prodi Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia. Terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada Bulan April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
Analisis Kualitas Dan Pemanfaatan Air Tanah Di Kecamatan Kota Barat Gorontalo Panji Permana
Jurnal Geomine Vol 7, No 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.579 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i1.336

Abstract

Morfologi Kecamatan Kota Barat yang merupakan kecamatan terluas di Kota Gorontalo dominan merupakan dataran aluvial berbatasan langsung dengan Danau Limboto di sebelah barat. Tujuan utama penelitian yakni mengetahui kualitas air tanah di Kecamatan Kota Barat berdasarkan paramater fisika dan kimia serta mengetahui pemanfaatan air tanah dari sumur warga. Untuk mencapai tujuan tersebut maka digunakan dua metode yaitu survei lapangan dan analisis laboratorium. Pendekatan penelitian yang diterapkan terdiri dari dua yakni analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan kualitas air tanah didominasi kondisi air jernih 64%, tidak berbau 82%, tidak berasa 92% dan tidak mengandung zat padatan terlarut 90-92%. Untuk analisis kimia kandungan arsen, besi dan nitrat sebagai N dalam batasan aman karena masih dibawah kadar maksimum. Pemanfaatan air tanah dari sumur warga didominasi untuk mandi, cuci dan kakus sebanyak 64%. Ketinggian rata-rata muka air tanah adalah 4,286 meter di atas permukaan air laut.
Optimalisasi Geometri Lereng Tambang Nikel Menggunakan Metode Probabilistik Pada Hill Pit 05 PT Vale Indonesia Tbk, Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan Masagus Ahmad Azizi; Romla Noor Hakim; Aldi Dwi Nugraha
Jurnal Geomine Vol 7, No 2 (2019): Edisi Agustus 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.064 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i2.344

Abstract

PT Vale Indonesia Tbk melakukan evaluasi disain lereng awal dalam upaya memastikan lereng dalam kondisi stabil dan tidak berpotensi longsor dengan cara melakukan optimalisasi geometri lereng tunggal dan keseluruhan. Adapun metode yang digunakan mencakup metode uji baik suai untuk mengkarakterisasi data, metode kesetimbangan batas “Bishop Disederhanakan” untuk menentukan nilai faktor keamanan (FK), serta metode Probabilistik dengan menggunakan metode Sampling Monte Carlo untuk memperbanyak data serta menentukan nilai probabilitas kelongsoran (PK). Hasil uji baik suai didapatkan untuk batuan limonit, jenis distribusi yang paling baik untuk bobot isi adalah lognormal, kohesi adalah gamma dan sudut gesek dalam adalah normal. Sedangkan pada batuan saprolit, jenis distribusi yang paling baik untuk bobot isi adalah normal, kohesi adalah gamma dan sudut gesek dalam adalah normal. Hasil optimalisasi geometri lereng tunggal dengan tinggi lereng 10 meter dengan sudut lereng 60°, menghasilkan nilai FK 1.52 dan PK 23.9%. Hasil evaluasi disain awal lereng keseluruhan section I – I’ didapatkan tinggi lereng 58.6 meter dengan sudut lereng 22° menghasilkan nilai FK 1.09 dan PK 52.7%. Setelah dilakukan redisain didapatkan tinggi lereng 57,7 meter dengan sudut lereng 190 menghasilkan nilai FK 1.36 dan PK 14.5%.
Analisis Losses pada Pemindahan Material Lgso di Front Penambangan Bukit Hilux Menuju Stockyard Pelabuhan PT Antam UBPN Sultra Habibie Anwar; Sri Widodo; Muhammad Nur Alim; Emi Prasetyawati Umar; Dirgahayu Lantara; Arif Nurwaskito; Alam Budiman Thamsi
Jurnal Geomine Vol 7, No 3 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.782 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i3.295

Abstract

Salah satu front penambangan yang dimiliki PT.ANTAM Tbk. UBPN SULTRA adalah Bukit Hilux. Kegiatan produksi penambangan di Bukit Hilux difokuskan pada penambangan material Low Grade Saprolith Ore (LGSO). Material LGSO adalah kelompok bijih nikel kadar rendah yang diperuntukkan untuk ekspor dengan batas kadar tertentu. Sebelum diekspor, hasil penambangan material LGSO ini diangkut menuju Stockyard Transito yang ditumpuk menjadi tumpukan Eksportable Transit Ore (ETO) kemudian dilakukan rechek sampel. Setelah hasil rechek sampel keluar, maka material LGSO tersebut diangkut menuju Stockyard Pelabuhan dan ditumpuk menjadi tumpukan  Eksportable Final Ore (EFO) yang siap untuk diekspor. Adanya tahapan pemindahan material LGSO dari front penambangan Bukit Hilux hingga ke Stockyard Pelabuhan menyebabkan losses material. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis berapa persentase losses material LGSO tersebut dan penyebab terjadinya dengan melakukan perhitungan tonase menggunakan metode survey dan ritase alat angkut yang dikalibrasikan dengan data timbangan serta pengamatan kegiatan pemindahan. Adapun losses yang dihasilkan sebesar 2,17 % untuk pemindahan dari front menuju Stockyard Transito dan 1,33 % untuk pemindahan dari Stockyard Transito menuju Stockyard Pelabuhan. Penyebab terjadinya losses antara lain adanya material yang melekat pada alat berat dan faktor dumping yang membuat sebagian material menjadi landasan.
Tinjauan Karakteristik Batubara Asal Sulawesi Tengah Dan Pengaruhnya Dalam Proses Konversi Menjadi Bahan Bakar Cair Muhammad Arif; Bambang Sardi; Dwiki Rivaldy
Jurnal Geomine Vol 7, No 2 (2019): Edisi Agustus 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1632.129 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i2.364

Abstract

Karakteristik batubara seperti calorie value, proximate, ultimate, kandungan maseral dan mineral memiliki pengaruh yang cukup signifikan pada proses konversi batubara peringkat rendah menjadi bahan bakar cair. Tinjauan ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik batubara asal Sulawesi Tengah yang terdiri dari kabupaten/kota seperti Donggala, Sigi, Morowali, Buol dan Banggai Kepulauan terhadap kinerja proses konversi menjadi bahan bakar cair melalui metode piolisis. Metodologi penelitian, yaitu melakukan review terhadap literatur yang relevan dengan karakteristik batubara asal Sulawesi Tengah dan pengaruhnya terhadap proses konversi menjadi bahan bakar cair. Berdasarkan karakteristik berupa calorie value, proximate, ultimate, kandungan maseral dan mineral dari batubara asal Kabupaten Banggai Kepulauan menunjukkan karakteristik sebagai batubara terbaik asal Sulawesi Tengah untuk dikonversi menjadi bahan bakar cair melalui metode pirolisis. Dengan, karakteristik batubara, yaitu: (1) calorie value berada pada interval 5.600-5.700 kkal/kg; (2) proximate, yaitu: moisture 4,77%; volatile matter 42,67%; fixed carbon 38,06%; ash content 12,45%; dan total sulfur 2,05%; (3) ultimate, yaitu: karbon 65,33%; hidrogen 4,55%; nitrogen 1,64%; sulfur 2,54%; dan oksigen 25,94%; (5) komposisi maseral dan mineral, yaitu vitrinit 86,85%; inertinit 0,45%; liptinit 1,45%; clay 7,90%; Fe Oksida  2,10%; dan pirit 1,25%.
Analisis Kandungan Fly Ash Sebagai Alternatif Bahan Penetral Dalam Penanggulangan Air Asam Tambang Moh Salman Said; Sitti Ratmi Nurhawaisyah; Muhammad Idris Juradi; Nur Asmiani; Ginting Jalu Kusuma
Jurnal Geomine Vol 7, No 3 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1665.431 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i3.479

Abstract

Air Asam Tambang (AAT) merupakan dampak lingkungan penting dari kegiatan pertambangan, baik tambang bijih maupun tambang batubara yang terokdidasi dengan mineral sulfida. Isu ini menjadi semakin penting apabila penanganan Air Asam Tambang tidak dilakukan dengan baik maka akan menjadi beban pada masa pascatambang. Material yang digunakan dalam proses pengolahan air asam tambang adalah bahan yang memiliki alkalinitas seperti batu gamping namun fly ash atau abu sisa pembakaran batubara berpotensi memiliki kadar alkalinitas dan selama ini hanya dianggap sebagai limbah B3 karena bisa menjadi kontaminan pencemar, maka dari itu dilakukan penelitian untuk mengkaji lebih dalam mengenai potensi pemanfaatan fly ash sebagai bahan penetral. Pada penelitian ini fly ash digunakan sebagai bahan utama, studi ini bertujuan untuk melakukan analisis kandungan fly ash untuk proses penetralan air asam tambang dan untuk mengkaji karakteristik dari fly ash berkaitan denga kandungannya. Percobaan ini menganalisis kandungan fly ash dengan bebeberapa pengujian yaitu uji sifat fisik ( distribusi ukuran partikel, SEM-EDS) dan pengujian sifat kimia (XRF, XRD, Uji Statik). Hasil penilitian ini menunjukan fly ash dapat dijadikan salah satu alternatif bahan penetral asam karena memiliki nilai ANC yang tinggi 337,88 kgH2SO4/ton dan kandungan Total Sulfur yang rendah 0,37%. Nilai pH paste dan NAG pH menunjukan bahwa fly ash sangat reaktif dan ukuran butir fly ash yang kecil menunjukan bahwa semakin kecil ukuran butir, maka semakin besar luas permukaan sampel untuk kontak dengan air asam tambang. Hal ini menyebabkan sampel fly ash semakin reaktif atau sangat mudah bereaksi dengan air asam tambang yang digunakan dalam proses penetralan. Dari hasil pengujian mineral dan unsur dengan keterdapatan kandungan alumunium oksida, gypsum dan mineral yang mengandung kapur diindikasikan fly ash memiliki sifat alkalinitas.
Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Daerah Bonto Tiro Menggunakan Metode Seismik Refraksi Jamaluddin Jamal; Maria Maria
Jurnal Geomine Vol 7, No 2 (2019): Edisi Agustus 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.44 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i2.379

Abstract

Penyelidikan tentang lapisan batuan bawah permukaan sangat penting dilakukan untuk mengetahui beberapa informasi sebelum melakukan pembangunan proyek. Salah satu metode geofisika yang dapat digunakan untuk mengetahui lapisan bawah permukaan dangkal adalah metode seismik refraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi lapisan batuan yang letaknya cukup dangkal. Pengambilan data lapangan dilakukan pada 2 (dua) lintasan dengan 4 (empat) kali penembakan pada masing-masing lintasan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan lapisan bawah permukaan yang terdiri dari 3 lapisan berdasarkan perbedaan kecepatannya. Lapisan 1 (pertama) merupakan lapisan lapuk dengan kecepatan 300 m/s, lapisan 2 (dua) berisi sand unsaturated dengan kecepatan 867 m/s – 1056 m/s dan lapisan ke-3 (tiga) merupakan lapisan lempung dengan kecepatan 1369 m/s – 1999 m/s. Berdasarkan jenis lapisan batuan tersebut, maka daerah tersebut telah mengalami proses pelapukan.
Perancangan Sequence Penambangan Batubara pada PT XYZ Provinsi Sumatera Selatan Fahrul Indrajaya; Ayu Lusi Natallia; Neny Sukmawatie
Jurnal Geomine Vol 7, No 3 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.843 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i3.436

Abstract

Sequence penambangan merupakan tahapan penambangan yang menunjukkan suatu pit akan ditambang dari bukaan awal hingga bentuk akhir. Tujuan penelitian ini untuk membuat rancangan design tahunan pit 2019 dan disposal 2019 berdasarkan target produksi kemudian membuat rancangan sequence penambangan batubara selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan rencana jangka pendek yaitu di bawah 1 tahun dengan menggunakan Software minescape v 5.7. Penelitian ini berada pada Formasi Air Benakat dengan 5 seam batubara. Dalam penelitian ini memerlukan beberapa data yang bersifat sekunder, yaitu; peta geologi regional perusahaan, peta topografi, boundary LOM, design actual 2018, data cropline, target produksi, dan nisbah pengupasan. Batubara PT. XYZ secara aktual memiliki ketebalan 35 m, top soil 1 - 1,5 m dan kalori 4000-4500 kkal dengan kelas batubara lignit. Perancangan design pit 2019 pada seam S4 dan S3 dengan sebaran relatif seragam dan mempunyai kemiringan 10˚-15˚. Cadangan batubara sebesar 1.085.785 ton dan overburden sebesar 3.480.355 BCM dengan faktor pengembang 1 yang berada pada SR 3,2. Proses penggalian menggunakan metode free digging. Parameter geometri penambangan yaitu; 35˚ high wall, 16˚ overall slope, 15˚ low wall, lebar jenjang 10 m, dan tinggi jenjang 6 m. Target produksi bulanan pada tahun 2019 sebesar 90.500 ton batubara dengan overburden 290.000 BCM. Design pit bulan pertama seluas 5 Ha memiliki cadangan 93.806 ton. Design pit bulan kedua seluas 7 Ha memiliki cadangan 89.194 ton. Design pit bulan ketiga seluas 11 Ha memiliki cadangan 91.899 ton,. Disposal tahun 2019 seluas 20 Ha dengan tinggi jenjang 5 m, slope 45˚, berada pada elevasi 50 m – 85 m. Disposal bulan pertama berkapasitas 291128 LCM. Disposal bulan kedua berkapasitas 287.000 LCM. Disposal bulan ketiga berkapasitas 296.292 LCM. Design pit bulan pertama memiliki nisbah pengupasan 3.1, design pit bulan kedua memiliki nisbah pengupasan 3.2, design pit bulan ketiga memiliki nisbah pengupasan 3.2.
Analisis Manfaat Biaya Penerapan Intermediate Stockpile Di Nickel Hill PT Vale Indonesia Tbk Aryanti Virtanti Anas; Michael Matika
Jurnal Geomine Vol 7, No 2 (2019): Edisi Agustus 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.134 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i2.370

Abstract

PT Vale Indonesia, Tbk. membuat intermediate stockpile untuk mengatasi pertambahan jarak angkut dari front penambangan ke screening station agar produktivitas alat muat dan alat angkut meningkat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan investasi penerapan intermediate stockpile. Metode analisis yang digunakan adalah analisis manfaat biaya dengan mempertimbangkan nilai waktu terhadap uang dan analisis sensitivitas untuk mengetahui variabel yang berpengaruh terhadap kelayakan investasi. Data yang digunakan adalah target produksi bijih dan lapisan tanah penutup, spesifikasi alat, waktu edar alat, efisiensi kerja, harga nikel, harga alat, biaya sewa alat, biaya operasional alat, dan biaya konstruksi stockpile. Berdasarkan hasil equipment model maka diperlukan penambahan alat angkut tipe Caterpillar 777D sebanyak dua unit dan satu unit Caterpillar 992D. Pengadaan alat dilakukan dengan alternatif pembelian karena memiliki nilai present value biaya yang lebih kecil dibandingkan alternatif sewa. Nilai present value biaya alternatif pembelian sebesar US$ 21,263,642, sedangkan alternatif sewa sebesar US$ 25,133,374.28. Nilai rasio manfaat biaya investasi sebesar 1,42 dan nilai sekarang bersih (NSB) sebesar US$5,764,942.74 yang berarti bahwa investasi intermediate stockpile layak untuk diterapkan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan penurunan produksi Ni,  penurunan harga Ni, dan kenaikan biaya operasional berpengaruh terhadap kelayakan investasi karena nilai sekarang bersih menjadi negatif (tidak layak).
Desulfurisasi Dan Deashing Pada Batubara Menggunakan NaOH Dan HCL Sebagai Leaching Agent Sri Widodo; Sufriadin Sufriadin; Erwin Suhendar
Jurnal Geomine Vol 7, No 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.892 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i1.342

Abstract

Penelitian mengenai desulfurisasi dan deashing pada batubara, selain untuk meningkatkan kualitas batubara juga merupakan usaha untuk mengurangi unsur-unsur yang menjadi penyebab terjadinya pencemaran lingkungan. Sampel batubara pada penelitian ini berasal dari batubara Desa Tondongkura, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan. Desulfurisasi dan deashing batubara Tondongkura pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan NaOH dan HCl sebagai leaching agent. Untuk mengetahui pengaruh dari beberapa faktor dalam proses leaching, maka percobaan dilakukan dalam beberapa variabel, yaitu waktu, suhu, ukuran partikel, konsentrasi larutan NaOH, dan konsentrasi HCl. Hasil percobaan menunjukkan kadar total sulfur awal dari 3,67% turun hingga 2,93%, atau persentase penurunan maksimum total sulfur sebesar 20,03%, sedangkan persentase maksimum penurunan kadar abu sebesar 12,29%, atau dari kadar abu awal 27,44% turun hingga 24,06%. HCl digunakan sebagai leaching agent pada leaching tahap kedua pada batubara yang sebelumnya dileaching menggunakan larutan NaOH pada kondisi optimum. Dari hasil percobaan didapatkan maksimum persentase penurunan total sulfur sebesar 42,51%, yaitu dari total sulfur awal sebesar 3,67% diturunkan hingga 2,11% dan kadar abu sampel pada awalnya sebesar 27,44% diturunkan hingga 22,04%, atau persentase maksimum penurunan kadar abu sebesar 19,67%.
Studi Petrografi dan Alterasi Batuan Diabas sebagai Batuan Samping (Wall-Rock) pada Daerah Pationgi Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan Adi Maulana; Kaharuddin Kaharuddin; Patra Syiam
Jurnal Geomine Vol 7, No 3 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5962.995 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i3.478

Abstract

Penelitian tentang petrografi dan alterasi batuan diabase sebagai batuan samping (wall-rock) di daerah Pationgi Kecamatan Patimpeng Kabupaten Bone Sulawesi Selatan telah dilakukan. Secara administratif, daerah penelitian terletak di Daerah Pationgi Kecamatan Patimpeng Provinsi Sulawesi Selatan, yang terletak pada koordinat 04o54’00" – 04°56’00" Lintang Selatan (LS) dan 120°10'00" - 120°12’00" Bujur Timur (BT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik batuan diabas secara petrografi yang menjadi batuan samping atau wall-rock dan mengetahui mineral-mineral alterasi alterasi serta untuk menentukan kisaran temperatur dan kedalaman proses mineralisasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan melakukan pemetaan geologi permukaan yang meliputi kegiatan orientasi lapangan dan pengambilan data-data geologi seperti geomorfologi, stratigrafi dan struktur geologi serta pengambilan detail sampel batuan samping yang telah mengalami alterasi. Analisis laboratorium sampel batuan dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan detail petrografi mengunakan mikroskop polarisasi. Batuan diabas yang bertindak sebagai wall rock pada daerah penelitian menunjukkan kondisi yang lapuk sedang, disusun oleh mineral utama berupa piroksin dan plagioklas yang memperlihatkan tekstur diabasik. Hasil pengamatan petrografi menunjukkan proses alterasi di daerah penelitian ditunjukkan oleh adanya kehadiran mineral lempung-klorit-kuarsa-serisit dan mineral karbonat. Himpunan mineral-mineral hasil alterasi ini mengindikasikan bahwa zona alterasi yang berkembang pada daerah ini yaitu Zona Argilik. Berdasarkan kehadiran mineral-mineral alterasi tersebut, proses mineralisasi pada daerah penelitian diinterpretasikan terbentuk pada kisaran suhu 100 0C – 150 0C pada kedalaman 0 – 50 meter dibawah permukaan.