cover
Contact Name
Alam Budiman Thamsi
Contact Email
alambudiman.thamsi@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geomine@umi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Geomine
ISSN : 24432083     EISSN : 25412116     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geomine (JG) merupakan jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah yang mengkaji ilmu-ilmu dan pengembangan dalam bidang pertambangan, geologi dan geofisika. Jurnal Geomine (JG) memiliki No.ISSN : 2443-2083 (Cetak) dan No.ISSN : 2541-2116 (Online). Jurnal Geomine diterbitkan oleh Prodi Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia. Terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada Bulan April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
Potensi Gempa Dan Upaya Peningkatan Kemampuan Mtigasi Bagi Siswa Disabilitas Di SDLB Kota Gorontalo Reskiyanto Fauzi Duwingik; Della Nawarita Putri Kasim; Dewi Ayu; Moh Aristo Dano; Intan Noviantari Manyoe
Jurnal Geomine Vol 7, No 2 (2019): Edisi Agustus 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.614 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i2.393

Abstract

Kota Gorontalo memiliki kerentanan yang tinggi terhadap bahaya gempa bumi, oleh karena itu pemahaman tentang gempa bumi perlu dilakukan sejak dini, terutama bagi anak-anak disabilitas. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui tingkat potensi gempa yang terjadi di wilayah Kota Gorontalo khususnya SDLB Kota Gorontalo dan sekitarnya serta upaya peningkatkan pengetahuan dan kemampuan mitigasi gempabumi bagi siswa disabilitas di SDLB Kota  Gorontalo khususnya tunanetra, tunarungu, dan tunagrahita. Metode yang digunakan terdiri dari  dua yaitu metode interpretasi struktur geologi menggunakan citra SRTM untuk deliniasi kelurusan dan metode fun learning dengan instrumen yang digunakan berupa MINING (Music Fun Learning), MICARD (Mitigation Flascard), MINAME (Mitigation of Nature Game) dan MIGAS (Mitigation Praise). Sampel sebanyak 34 siswa disabilitas di SDLB Kota Gorontalo yang terdiri dari siswa tunanetra, tunarungu dan tunagrahita. Hasil dileniasi yang diperoleh yaitu struktur geologi berupa kelurusan dengan arah relatif utara selatan yang tersebar di wilayah Kota Gorontalo. Kemudian terjadi peningkatan pengetahuan gempa dan kemampuan mitigasi gempa setelah penerapan metode fun learning yaitu MIE TITI (Mitigation of Earthquake Disaster for Disability) pada siswa disabilitas dimana pada anak tunanetra sebesar 50% dan 35%, tunarungu sebesar 45% dan 55%, dan tunagrahita sebesar 3% dan 2%.
Studi Komponen Gas Hidrokarbon Batubara Menggunakan Metode Pirolisis Gas Kromatografi Mulyono Dwiantoro; Sundek Hariyadi
Jurnal Geomine Vol 7, No 3 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (869.972 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i3.382

Abstract

This recent research was conducted to investigate the characteristics of lignite from organic geochemistry side using pyrolysis method of gas chromatography. Thi aim of the study is to analyze three important things concluding the generated hydrocarbon gases, calculate the gas volume, and investigate its environmental setting. The gas product is called pyrolisat which generated during processing of pyrolysis that shown as chromatogram graph on computer screen concluding group of short carbon- chain (C1-4), medium carbon-chain (C5-14), and long carbon-chain (C15). The research result revealed that short carbon-chain has dominant percentage (81,9%) than medium carbon chain (9,5%) or long carbon chain (8,6%). This condition indicates that coal sample consisted of various organic matter particularly methane which derived from land plants. Based on these research results, it can be conclude that organic matters were originally from terrestrial environmental setting.
Tipe, Lingkungan Dan Sejarah Diagenesis Batugamping Buliide Gorontalo Berdasarkan Analisis Petrografi Aang Panji Permana
Jurnal Geomine Vol 7, No 2 (2019): Edisi Agustus 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.39 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i2.327

Abstract

Penyebaran batugamping secara geologi yang berada di bagian tengah Cekungan Limboto menjadi daya tarik untuk penelitian mengenai tipe, lingkungan dan sejarah proses diagenesis batugamping. Penelitian difokuskan di Daerah Buliide Kota Gorontalo  yang berada di bagian selatan Danau Limboto. Penelitian ini menjadi menarik karena baru pertama kali dilakukan. Tujuan penelitian ini ada tiga yakni mengetahui tipe diagenesis, lingkungan diagenesis dan sejarah proses diagenesis batugamping Buliide. Ketiga tujuan penelitian tersebut akan dicapai melalui dua metode penelitian yakni survei lapangan berupa analisis petrologi dan analisis laboratorium berupa analisis petrografi. Hasil penelitian menunjukan nama batugamping Buliide adalah coralline floatstone. Tipe proses diagenesis yang terjadi ada lima yakni sementasi, pelarutan, penggantian, mikritisasi dan rekristalisasi. Lingkungan diagenesa batugamping Buliide terdiri dari zona marine phreatic, zona vadose dan zona freshwater  phreatic. Sejarah proses diagenesis batugamping Buliide dapat dibagi menjadi tiga tahapan yakni tahapan pertama terjadi di zona marine phreatic, tahapan kedua zona freshwater phreatic dan tahapan ketiga zona vadose dengan tipe diagenesis berbeda-beda.
Penentuan Tingkat Kematangan Batubara dengan Metode Reflektansi Vitrinit pada PT Bhumi Rantau Energi Kecamatan Lokpaikat, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan Annisa Annisa; Romla Noor Hakim; Devky Nawalludin; Muhamad Hardin Wakila; Andi Fahdli Heriansyah
Jurnal Geomine Vol 7, No 3 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.295 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i3.395

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan analisis proksimat, analisis nilai kalori dan analisis petrografi batubara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui parameter dan korelasi antara beberapa hasil analisis proksimat, analisis nilai kalori dan analisis petrografi batubara pada tingkat kematangan (rank) batubara, mengetahui komposisi maseral dari pada tiap sampel batubara dan penentuan tingkat kematangan (rank) batubara dari hasil analisis reflektansi vitrinit.  Metode penelitian ini adalah dengan analisis dari metode analisis proksimat, nilai kalori dengan standar analisis American Standard For Testing Material (ASTM) dan analisis petrografi batubara sesuai dengan Coal Maceral Analysis, The Standart Association of Australian Standart House, 1986. Kegiatan yang dilakukan adalah sampling pada 2 seam yang ada pada lokasi penelitian yaitu seam O dan seam P, dari hasil analisis dapat diketahui bahwa nilai maksimum reflektansi vitrinit berada antara 0.35 % - 0.55 %, dengan nilai maksimum reflektansi vitrinit tersebut dapat ditentukan bahwa tingkat kematangan (rank) batubara berada pada rank Lignit - Sub-bituminous.
Analisis Mineralogi Dan Kualitas Batubara Desa Kadingeh, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan Muhammad Fuad Avicenna; Sufriadin Sufriadin; Agus Ardianto Budiman; Sri Widodo
Jurnal Geomine Vol 7, No 2 (2019): Edisi Agustus 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.361 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i2.411

Abstract

Batubara Kadingeh di Kecematan Baraka, Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan secara geografis terletak pada titik koordinat: 03o28’31” Lintang Selatan dan 119o52’41” Bujur Timur dan termasuk dalam kategori rank batubara Subbituminous. Hal tersebut dibuktikan dengan beberapa hasil analisis yang telah dilakukan. Analisis mikroskopis menunjukkan bahwa terdapat dua mineral yang dominan seperti clay dan pirit. Sedangkan hasil analisis X-ray diffraction (XRD) batubara Desa Kadingeh menunjukkan kandungan mineral-mineral seperti kuarsa, goethit, illit dan pirit. Hasil analisis kualitas batubara menunjukkan bahwa kandungan inherent moisture berkisar dari 9,75%-11,17%, kandungan abu berkisar dari 3,54%-8,42%, volatile matter berkisar dari 25,26%-27,32%, fixed carbon berkisar dari 53,09%-61,45%, total sulfur berkisar dari 0,15%-0,21%, dan nilai kalori berkisar dari 5366,06 kcal/kg-6164,59% kcal/kg. Berdasarkan klasifikasi batubara menurut ASTM (1981), batubara Desa Kadingeh yang paling ekonomis digunakan pada industri yaitu SE-IIC dan SE-IIB tergolong batubara jenis Subbituminous A, sedangkan SE-IIA tergolong batubara Subbituminous B.
Optimasi Kondisi Pelarutan Logam Au Dalam Endapan Placer Dengan Proses Hidrometalurgi Irpan Muhammad; Agus Triantoro; Yuniar Siska Novianti
Jurnal Geomine Vol 7, No 3 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.214 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i3.465

Abstract

Emas diperoleh dengan cara mengisolasinya dari batuan bijih emas. Proses hidrometalurgi dengan Aqua Regia sebagai pereaksi digunakan untuk mengisolasi emas dari endapan alluvialnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hasil ekstraksi Au menggunakan Aqua Regia dan waktu optimum dari proses hidrometalurgi serta seberapa besar massa logam Au yang terlarut. Dalam penelitian ini sampel diambil di tiga titik berbeda yang berada Sungai Katingan Kalimantan Tengah dengan masing-masing kedalaman sampel 3 meter dari permukaan air, kemudian sampel dilindi menggunakan Aqua Regia dengan rentang waktu 5, 10, 20, 60, 100 dan 120 menit. Data yang digunakan berupa data konsentrasi logam Au yang didapatkan dari sampel yang telah dilindi sebelumnya dan dianalisis dengan menggunakan instrument AAS (Atomic Absorption Spectrometry) kemudian diolah dengan menggunakan kurva x dan y untuk mendapatkan waktu optimum serta massa logam Au terlarut didapatkan dengan menggunakan persamaan. Data hasil penelitian menghasilkan konsentrasi Au pada waktu pelindian dengan rentang waktu 5, 10, 20, 60, 100 dan 120 menit pada masing-masing sampel disetiap lokasi secara berurutan pada lokasi 1 adalah 11,07Mg/L, 10,68Mg/L, 11,02Mg/L, 11,23Mg/L, 2,21Mg/L, 0,51Mg/L dengan massa Au terlarut 1,27x10-3gr, 1,22x10-3gr, 1,26x10-3gr, 1,12x10-3gr, 2,54x10-4gr dan 5,87x10-5gr. Lokasi 2 adalah 656Mg/L, 587Mg/L, 584Mg/L, 625Mg/L, 645Mg/L, 210Mg/L dengan massa Au terlarut 7,54x10-2gr, 6,75x10-2gr, 6,71x10-2gr, 7,18x10-2gr, 7,41x10-2gr dan 2,41x10-2gr. Lokasi 3 adalah 261Mg/L, 931Mg/L, 625Mg/L, 631Mg/L, 639Mg/L, 915Mg/L dengan massa Au terlarut 3x10-2gr, 1,07x10-1gr, 7,18x10-2gr, 7,25x10-2gr, 7,34x10-2gr dan 1,05x10-1gr. Dari hasil tersebut memperlihatkan waktu yang paling optimal untuk proses hidrometalurgi pada endapan alluvial berada pada waktu 5 menit karena menghasilkan konsentrasi logam dan massa Au yang paling optimal dalam kondisi Aqua Regia yang masih stabil.
Pengaruh Ukuran Partikel Pada Analisis Moisture Batubara Jenis Low Rank Coal La Ifa; Firdaus F; Faisal Faisal; Deddy Sarmanto
Jurnal Geomine Vol 7, No 2 (2019): Edisi Agustus 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.103 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i2.329

Abstract

Kadar air batubara yang dihasilkan oleh tambang di Indonesia sebagian besar relatif besar dan memiliki nilai kalor yang rendah tergolong sebagai batubara peringkat rendah. Dampak negatif dari pemakaian batubara berperingkat rendah antara lain penurunan efisiensi pembakaran, penurunan efisiensi alat penukar kalor di dalam ketel uap, banyak mengandung mineral pengotor, dan biaya transportasi lebih mahal. batubara peringkat rendah dapat digunakan sebagai energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan industri dalam negeri. Tujuan penelitian ini yaitu memperoleh interval waktu yang seragam analisis kadar air dengan mempelajari pengaruh waktu ukuran partikel batubara. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah batubara peringkat rendah. Penilitian ini dilakukan terdiri dari tiga tahap yakni: persiapan bahan baku, tahap pengeringan, dan tahap analisis batubara. Tahap persiapan baku meliputi pengadaan sampel batubara dan tahap preparasi. pada tahap ini batubara terlebih dahulu dipreparasi untuk mendapatkan batubara dengan ukuran yang seragam. Analisis batubara meliputi Air Dry Loss (% ADL), Residual Moisture (%RM) dan Total Moisture (% TM). Dari hasil analisis diperoleh bahwa ukuran partikel terbaik adalah 1,80 mm dengan waktu pengeringan yang dibutuhkan 8 jam 36 menit. Pengaruh ukuran partikel tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap waktu pengeringan.
Korelasi Spasial Antara Klasifikasi Rock Mass Rating (RMR) Dan Jenis Alterasi Batuan Pada Tambang Emas Bawah Tanah Menggunakan Metode Indicator Kriging Alfin Ari Nugraha; Mohamad Nur Heriawan; Rizky Ardiansyah
Jurnal Geomine Vol 7, No 3 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2847.777 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i3.415

Abstract

Studi ini dilatarbelakangi oleh pentingnya rekomendasi geoteknik dalam desain penyanggaan di tambang bawah tanah. Rekomendasi yang baik akan menjamin kelancaran produksi sehingga akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Pemodelan parameter geoteknik pada massa batuan dapat dibantu dengan metode geostatistik. Tujuan dari studi ini adalah untuk menganalisis korelasi spasial antara sebaran klasifikasi Rock Mass Rating (RMR) dan jenis alterasi batuan di tambang emas bawah tanah. Mengingat klasifikasi RMR dan jenis alterasi tidak memiliki nilai yang kontinyu melainkan diskrit, maka dalam pemodelan geostatistik kedua variabel tersebut termasuk kedalam jenis kategorikal yang dapat diolah menjadi data indikator 1 dan 0 (data biner). Salah satu metode geostatistik yang dapat digunakan untuk pemodelan data kategorikal adalah Indicator Kriging (IK). Data diperoleh dari inti bor yang berjumlah sekitar 30 titik di tambang emas bawah tanah yang berlokasi di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Korelasi dilihat dari proporsi antara klasifikasi RMR dan jenis alterasi pada batuan. Dari studi ini diperoleh hasil bahwa alterasi jenis klorit, silisifikasi, dan epidote-klorit berkorelasi kuat dengan RMR fair, sedangkan alterasi ilit berkorelasi kuat dengan RMR poor. Kata kunci: geostatistik, RMR, alterasi, indicator kriging, korelasi spasial
Tipologi Sistem Akuifer Endapan Gunungapi Muhammad Fawzy Ismullah Massinai; Syarifullah Bundang; Muhammad Altin Massinai; Wahyu Hidayat
Jurnal Geomine Vol 7, No 2 (2019): Edisi Agustus 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1357.968 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i2.346

Abstract

Akuifer merupakan lapisan batuan bawah permukaan yang dapat menyimpan dan meloloskan air. Keberadaan air tanah di daerah endapan gunungapi umumnya pada batuan yang sangat berpori dan tidak kompak, berselang-seling dengan lapisan-lapisan aliran lava yang umumnya kedap air. Salah satu metoda yang digunakan dalam mengidentifikasi lapisan akuifer bawah permukaan adalah metoda geolistrik tahanan jenis. Metoda ini menggunakan prinsip aliran arus listrik yang mengalir di dalam tanah melalui batuan–batuan. Pada penyelidikan geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner yang dilakukan di Desa Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa bertujuan untuk menentukan jenis lapisan, mengidentifikasi posisi sebaran akuifer dan menentukan jenis akuifer. Pada penelitian ini terdapat tiga lintasan pengukuran tahanan jenis mapping dengan panjang setiap lintasan 470 m, jumlah elektroda sebanyak 48 dan spasi tiap elektroda 10 m. Pada daerah penelitian terdapat dua jenis lapisan yaitu lapisan tufa (12.47 – 75 Ωm) diinterpretasikan sebagai lapisan akuifer dan lapisan breksi berselingan lava (76 – 2.203,19 Ωm). Posisi akuifer pada daerah penyelidikan tersebar di setiap lintasan. Jenis akuifer yang ada pada daerah tersebut yaitu akuifer bebas dan akuifer menggantung.
Penerapan Sistem Informasi Geografis Untuk Mengidentifikasi Tingkat Bahaya Longsor Di Kec. Sabbang, Kab. Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan Alam Budiman Thamsi; Habibie Anwar; Suryanto Bakri; Harwan Harwan; Muh. Idris Juradi
Jurnal Geomine Vol 7, No 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.466 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i1.340

Abstract

Bencana alam merupakan kejadian yang perlu dilakukan penelitian lebih mendalam sehingga dapat meminimalisir kerugian yang diakibatkan oleh bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas daerah rawan bencana longsor, tingkat daerah bencana longsor dan foktor yang dapat menyebabkan terjadinya longsor. Metode penelitian dilakukan menggunakan aplikasi sistem informasi geografis (SIG) yang terdiri dari data curah hujan, penggunaan area lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, lithologi batuan, bentuk lahan dan struktur geologi. Data tersebut kemudian dilakukan pengharkatan (scoring) untuk memperoleh area tingkat bahaya longsor. Hasil penelitian diperoleh empat zona tingkat bahaya longsor yaitu zona bahaya longsor rendah dengan luas 3.656 Ha, zona bahaya longsor sedang dengan luas 22.628 Ha, zona bahaya longsor tinggi dengan lus 42.063 Ha dan zona bahaya longsor sangat tinggi 331 Ha. Hasil yang diperoleh mengidentifiksikan bahwa potensi untama bahaya longsor disebebkan oleh curah hujan yang tinggi yaitu 3826 mm/tahun. Area kemiringan lereng 40% sampai 100% yang luas juga merupakan factor yang menyebabkan potensi terjadinya longsor.