cover
Contact Name
Alam Budiman Thamsi
Contact Email
alambudiman.thamsi@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geomine@umi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Geomine
ISSN : 24432083     EISSN : 25412116     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geomine (JG) merupakan jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah yang mengkaji ilmu-ilmu dan pengembangan dalam bidang pertambangan, geologi dan geofisika. Jurnal Geomine (JG) memiliki No.ISSN : 2443-2083 (Cetak) dan No.ISSN : 2541-2116 (Online). Jurnal Geomine diterbitkan oleh Prodi Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia. Terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada Bulan April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
Karakteristik Batubara Peringkat Rendah Formasi Bobong dan Implikasinya Terhadap Coal Liquefaction Supardin Nompo; Bambang Sardi; Muhammad Arif
Jurnal Geomine Vol 8, No 1 (2020): Edisi April 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.417 KB) | DOI: 10.33536/jg.v8i1.545

Abstract

This research was conducted on the Bobong Formation coal in the form of geochemical analysis. The Bobong Formation is geologically located in the Banggai Sula Basin, Pulau Taliabu Regency, North Maluku Province. The study focused on low rank coal on the liquefaction process. Sampling locations are carried out in each coal outcrop near the river channel north of Taliabu Island. Sampling is done by the ply by ply method. Sampling is done at several points of observation in the form of a station. Coal sample analysis is carried out in the form of proximate and ultimate. The coal liquefaction experiment through the pyrolysis method with assisted microwave was carried out with raw material in the form of 300 g of 20 mesh coal, 3 g active carbon catalyst, temperature of 600 C, vacuum pressure (-3 mmHg) and 600 watt microwave power. These problems are focused on the influence of low rank coal geochemistry of the Bobong Formation in the Banggai Sula Basin on coal liquefaction and the behavior of coal liquefaction on changes in time variables. The physical and chemical characteristics of coal in coal content are ash (16.36%) adb, inherent humidity (8.19%) adb, volatile substances (22.21)%) adb and fixed carbon (48.60% ) adb, hydrogen (4.55% adb), oxygen (25.94% adb), carbon (65.33% adb), sulfur (2.54% adb) and nitrogen (1.64% adb). The optimal coal liquefaction yield with a reaction time of 60 minutes is 49%. The results of coal liquefaction did not change at the reaction time of 70 minutes and 80 minutes, respectively 49.01% and 49.02%. Coal with more lignite is more easily liquefied than sub-bituminous because coal has a higher hydroxyl group.
Analisis Pengaruh Jumlah Bahan Peledak Terhadap Ground Vibration Akibat Ledakan Pada Area Pit SM-A Tambang Batubara Di PT. Sims Jaya Kaltim Jobsite PT. Kideco Jaya Agung Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur A Al'Faizah Ma'rief; Ahmad Qadri; Nur Okviyani; Enni Tri Mahyuni
Jurnal Geomine Vol 8, No 1 (2020): Edisi April 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.29 KB) | DOI: 10.33536/jg.v8i1.578

Abstract

Kegiatan peledakan memberikan dampak negatif bagi lingkungan sekitar, salah satu dampak negatif yang diakibatkan oleh kegiatan peledakan adalah getaran tanah (ground vibration).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh Jumah bahan peledak yang digunakan terhadap ground vibration yang dihasilkan (2) Perbandingan ground vibration Aktual dengan prediksi (3) Standar Vibrasi peledakan SNI dengan lokasi tambang. Penelitian ini dilakukan pada lokasi PT. Sims Jaya Kaltim (115° 51' 00" BT – 115° 56' 00" BT dan 01° 50' 00" LS – 01° 57' 02" LS). Data Penelitian berupa pengukuran geometri peledakan dan pengukuran ground vibration yang kemudian diolah dalam perhitungan statistik berdasarkan Persamaan R.L.Ash, perhitungan peak particle velocity dan nilai konstanta menggunakan USBM Oriard’ Formula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ground vibration sangat dipengaruhi oleh jumlah bahan peledak yang digunakan untuk powder factor 0,18 dengan jumlah muatan 130 kg/hole nilai peak particle velocity yang dihasilkan 11,8 mm/s sedangkan untuk peak particle velocity 0,17 dengan jumlah muatan 122 kg/hole nilai peak particle velocity yang dihasilkan 5,1 mm/s, Jadi semakin besar jumlah bahan peledak yang digunakan maka intensitas ground vibration yang dihasilkan akan semakin meningkat. Perbandingan ground vibration aktual dan prediksi diperoleh perbedaan cukup jauh dengan nilai persentase rata – rata 66,54 %. Dari hasil ground vibration yang didapat 5,1 mm/s, nilai tersebut dikategorikan aman dikarenakan nilainya tidak melewati nilai ambang batas standar peak particle velocity yang diterapkan SNI yaitu 12 mm/s. Efek peledakan yang ditimbulkan diarea slope kritis berkaitan dengan powder factor yang digunakan pada lokasi SM-A masih mengikuti prosedur peledakan. Kata kunci: Peledakan, Ground Vibration, bahan peledak,Peak Particle Velocity, Powder Factor.
Peramalan Kebutuhan Mangan Domestik Menggunakan Model Time Series Dan Analisis Dampak Ekonomi Sektor Pertambangan Mangan Terhadap Perekonomian Nasional Hasriyanti Hasriyanti; Aryo Prawoto Wibowo
Jurnal Geomine Vol 8, No 1 (2020): Edisi April 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.397 KB) | DOI: 10.33536/jg.v8i1.419

Abstract

Pengelolaan pertambangan bijih mangan nasional yang belum maksimal mengakibatkan Indonesia masih mengimpor bijih mangan untuk memenuhi kebutuhan pasokan smelter mangan sebagai supplier industri besi baja dalam negeri. Untuk mengetahui jumlah konsumsi baja nasional hingga tahun 2019, diperlukan model untuk memproyeksikan konsumsi baja ditahun tersebut. Hasil dari model tersebut akan menjadi acuan untuk menghitung kebutuhan bijih mangan sebagai salah satu bahan campuran yang digunakan untuk pembuatan baja. Peramalan konsumsi baja nasional dilakukan dengan menggunakan model time series, kemudian untuk menghitung dampak ekonomi terhadap pengelolaan sektor pertambangan mangan digunakan Tabel Input Output Nasional Tahun 2010. Total kebutuhan bijih mangan berdasarkan konsumsi baja nasional tahun 2014-2019 adalah sebesar 4.696.898,41 ton. Penciptaan dampak output pada sektor pertambangan mangan yakni sebesar Rp. 13,173 triliun.
Rock Types Classification and Distribution on Anabanua Village, Barru Regency, South Sulawesi Muhammad Resky Ariansyah; Muhammad Fawzy Ismullah Massinai; Muhammad Altin Massinai
Jurnal Geomine Vol 8, No 1 (2020): Edisi April 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6745.469 KB) | DOI: 10.33536/jg.v8i1.530

Abstract

Anabanua Village, Barru Regency is one of the areas in South Sulawesi that has quite unique geological conditions. This condition inseparably comes from the complicated geological process that took place during the formation of the island, Sulawesi. In Anabanua Village, there are many types of rocks such as sedimentary rocks, metamorphic rocks and igneous rocks. This paper aims to map and classify the types of rock by taking samples on different places in the research area. Then we observe the samples physical properties. The results showed, from taking 10 rock samples in different places, they have various characteristics. 8 of them were sedimentary rocks, they are Limestone Quartz, Limestone Sand, Shale, Sandstone, Coal, Limestone Bioturbation, Breccia, and Chert Stone. The other 2 samples were metamorphic rocks, they are Greenschist and Quartzite.
Analisis Kestabilan Lereng Disposal PT Bara Anugrah Sejahtera Muara Enim Sumatera Selatan Wangga Sebayang; Edy Sutriyono; Stevanus Nalendra Jati
Jurnal Geomine Vol 8, No 1 (2020): Edisi April 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2038.118 KB) | DOI: 10.33536/jg.v8i1.532

Abstract

Dalam sistem tambang terbuka diperlukan suatu tempat untuk membuang material overburden yang disebut sebagai disposal, di mana disposal tersebut nantinya akan membentuk lereng-lereng yang berpotensi mengalami kelongsoran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng Out Pit Disposal (OPD) tambang PT Bara Anugrah Sejahtera. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis kesetimbangan batas (Limit Equilibrium Method) dan perhitungan faktor keamanan menggunakan metode Morgenstern-Price yang di-running dengan software Slide V6. Parameter yang digunakan dalam menganalisis kestabilan lereng adalah menggunakan data geometri lereng hasil dari section disposal dan nilai material properties yang didapatkan dari back analysis, meliputi nilai kohesi, berat jenis, dan sudut geser dari material timbunan, sand, dan silty clay. Dari sebelas section OPD yang dianalisis, lereng disposal terbilang dalam keadaan yang stabil dengan FK 1,3. Namun pada 2 section didapatkan hasil FK 1,26 untuk section E – E’ dan FK 1,05 untuk section F –F’. Secara keseluruhan disposal dapat dianggap stabil, namun perlu diperhatikan pada beberapa faktor yang dapat mengganggu kestabilan lereng seperti curah hujan yang cukup tinggi, sehingga perlu upaya untuk menjaga stabilitas lereng disposal.
Penaksiran Kadar Al2O3 Pada Endapan Bauksit Laterit Dengan Metode Ordinary Kriging (OK) Dan Inverse Distance Weighting (IDW) Untuk Estimasi Jumlah Sumberdaya Bauksit (Al2O3) Di PT Sandai Kemakmuran Utama Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat Saparnas Roni; A.A. Inung Arie Adnyano; Ag. Isjudarto
Jurnal Geomine Vol 8, No 1 (2020): Edisi April 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1555.602 KB) | DOI: 10.33536/jg.v8i1.500

Abstract

Penerapan metode interpolasi dalam penaksiran kadar maupun ketebalan memberikan manfaat yang signifikan terhadap estimasi sumberdaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Ordinary Kriging (OK) dan metode Inverse Distance Weighting (IDW). Dalam penaksiran masing-masing metode akan memberikan nilai RMSE (Root Mean Square Eror) dari hasil cross validation. Nilai RMSE adalah parameter yang dipakai dalam menilai performa masing-masing metode. Model dengan nilai RMSE terkecil dipilih sebagai yang terbaik. Penelitian dilakukan berdasarkan data hasil test pit eksplorasi sebanyak 104 titik. Pada metode interpolasi OK, fitting variogram eksperimental dilakukan dengan menggunakan model spherical, exponential, dan gaussian. Berdasarkan studi variogram, nilai RMSE terkecil terhadap penaksiran ketebalan overburden diperoleh model variogram terbaik adalah exponential sedangkan untuk penaksiran ketebalan ore adalah spherical, dan untuk penaksiran kadar Al2O3 adalah exponential. Estimasi sumberdaya terukur hasil taksiran OK didapatkan total volume OB adalah 791.927,6768 BCM dan 1.341.549,615 ton bijih dengan kadar rata-rata 41,881% Al2O3. Berdasarkan evaluasi parameter power pada metode IDW diperoleh bahwa nilai RMSE terkecil pada penaksiran ketebalan OB menggunakan IDW power 2, sedangkan pada penaksiran ketebalan ore menggunakan IDW power 5, dan pada penaksiran kadar Al2O3 menggunakan IDW power 4. Estimasi sumberdaya terukur hasil taksiran IDW didapatkan total volume OB adalah 770.009,6711 BCM dan 1.329.135,518 ton bijih dengan kadar rata-rata 42,075% Al2O3. Dari hasil analisis metode interpolasi terbaik didapatkan metode terbaik untuk penaksiran ketebalan OB adalah metode IDW (power 2), sedangkan untuk penaksiran ketebalan ore adalah metode OK (spherical), dan untuk penaksiran kadar Al2O3 adalah metode IDW (power 4) sehingga hasil estimasi sumberdaya terukur dengan metode terbaik didapatkan total volume OB adalah 770.009,6711 BCM dan 1.323.541,218 ton bijih dengan kadar rata-rata 42,065% Al2O3.
Penyebaran Nikel Laterit Mengunakan Korelasi Lapisan Pada PT Vale Indonesia Site Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara Syahrul - rul; Adi Dermawan
Jurnal Geomine Vol 8, No 1 (2020): Edisi April 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.361 KB) | DOI: 10.33536/jg.v8i1.509

Abstract

Nikel laterit merupakan endapan yang terbentuk akibat proses pelapukan dan leaching batuan peridotit sehingga membuat kadar dan ketebalan lapisannya tidak tersebar merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan korelasi lapisan hasil pemboran nikel laterit dan mengetahui arah sebaran dan ketebalan nikel laterit. Sebelum pengambilan data dilakukan pengamatan secara langsung kondisi lapangan. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini ada 2 yaitu data sekunder dan data primer, data yang diambil di lapangan berupa data koordinat, elevasi dan data logging dari hasil pemboran data ini diambil dengan cara membuat deskripsi dari setiap lapisan hasil pemboran. Pengolahan data yang dilakukan mengunakan Ms. Excel sebagai data awal, Surfer sebagai dasar pebutan penampang dan Corel Draw untuk korelasi. Peta sebaran dalam penelitian dibuat mengunakan software ArcMap dengan metode interpolasi kriging 3D. Pada PT. Vale Indonesia Cabang Pomalaa membagi lapisan nikel laterit atas tiga bagian yaitu limonit, saprolit dan bedrock. Dari 12 titik bor yang dikorelasikan menghasilkan 3 korlasi arah Utara – Selatan, 5 korelasi arah Barat – Timur, 4 korelasi arah Barat Laut Tenggara dan 5 korelasi arah Timur Laut – Barat Daya. Lapisan saprolit merupakan lapisan yang memiliki kandungan Ni paling tinggi diantara lapisan saprolit dan bedrock. Titik bor dengan ketebalan saprolit lebih dari 5 meter terdapat 4 titik. Lapisan saprolit yang ada pada daerah penelitian tersebar di wilayah Barat. Korelasi lapisan dilakukan dengan beberapa tahap yaitu logging, membuat penampang, kemudian membuat korelasi dari hasil pemboran dari tahap ini dapat di tentukan bahwa lapisan saprolit dengan ketebalan lebih dari 5 m tersebar di daerah Barat Laut wilayah penelitian
Material Analysis Supporting Cement Industry Muara Dua Area South Oku Regency South Sumatera Desianto Payung Battu; Jamaluddin Jamaluddin; Fathony Akbar Praktikno
Jurnal Geomine Vol 8, No 1 (2020): Edisi April 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2939.083 KB) | DOI: 10.33536/jg.v8i1.526

Abstract

Material cement industry are mostly formed by carbonate and silica. Geology of Muara Dua area was contain those material used in cement industry. Mineralogy of carbonate this area mostly formed by Calcium (Ca) contained on Calcite (CaCO3), Dolomite (CaMg(CO3)2) while Silica, Alumina, Iron Oxide element found as SiO2, Al2O3, Fe2O3, MgO on rock. Research area mostly generated by tectonically complex where the sedimentation mostly controlled the existence of material using in cement industry. Three analysis method were conducted which are Geological Mapping to describe macro petrology, Petrography analysis to determine mineralogy microscopic and Geochemical method using XRF to identified chemical mineralogy of rock. Limestone is one of lithology unit that develop on research area where known as Packstone to Wackestone (Petrography) while "Calcitic Limestone” to “Marly Limestone” classification from Geochemical analysis (XRF). Another material such as Silica and trass material are definitely found on this research area to support cement industry. Element for support cement industry that exist on Muara Dua area formed due to sedimentation process that effected by tectonic and volcanic.
Simulasi Pengolahan Air Asam Tambang Menggunakan Open Limestone Channel Skala Laboratorium Nurfasiha Abd Djawad; Ginting Jalu Kusuma
Jurnal Geomine Vol 8, No 1 (2020): Edisi April 2020
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.045 KB) | DOI: 10.33536/jg.v8i1.418

Abstract

Air asam tambang merupakan air yang mempunyai tingkat keasaman dan logam terlarut yang relatif tinggi, terbentuk dari hasil oksidasi mineral pirit, oleh oksigen dan air. Untuk memperoleh kualitas air yang sesuai dengan standar baku, maka harus dilakukan pengolahan. Salah satu teknologi pengolahan air asam tambang yaitu Open limestone channel. Open limestone channel dirancang untuk menetralkan keasaman menggunakan batugamping sebagai bahan penetral. Untuk mengetahui kemampuan open limestone channel dalam menetralkan air asam tambang maka dilakukanlah penelitian pada skala laboratorium yang bertujuan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja/performa open limestone channel dalam meningkatkan kualitas air asam tambang. Berdasarkan hasil pengujian kualitas air dengan debit air Q1Q2Q3, kenaikan nilai pH rata-rata pada outlet untuk ukuran butir besar (C50 = 11 mm) yaitu 3,40 pada Q1, 2,93 pada Q2 dan 3,22 pada Q3. Untuk ukuran butir sedang (C50 = 7,12 mm) nilai pH rata-ratanya yaitu 6,53 untuk Q1, 5,72 untuk Q2 dan 5,99 untuk Q3. Sedangkan untuk ukuran butir kecil (C50 = 4,05 mm) nilai pH rata-ratanya yaitu 6,51 untuk Q1, 6,25 untuk Q2 dan 6,26 untuk Q3. Dari hasil pengujian kualitas air tersebut dapat diketahui bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja open limestone channel (OLC) diantaranya yaitu luas permukaan batugamping dan waktu tinggal. Semakin luas permukaan batugamping maka kualitas air yang dihasilkan akan semakin baik dan semakin lama waktu tinggal maka waktu (kecepatan) reaksi antara batugamping dengan air asam tambang akan semakin lama sehingga kualitas air yang dihasilkan akan semakin baik pula.
Analisis Deformasi Lereng Menggunakan Metode Monitoring pada Lereng Jalan Trans Provinsi Kilometer 18 Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara Sahrul Sahrul; Vita Astini
Jurnal Geomine Vol 7, No 3 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v7i3.422

Abstract

Penelitian mengenai analisis deformasi atau pergerakan massa batuan atau tanah penyusun lereng ini dilakukan pada jalan trans provinsi kilometer 18 Kolaka. Tujuan penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh kondisi dan geometri lereng jalan terhadap kestabilan lereng dan menghitung laju perpindahan atau pergerakan massa batuan atau tanah penyusun lereng serta menganalisis tipe longsoran yang dapat terjadi pada lereng jalan Trans Provinsi KM 18 Kolaka.. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode monitoring langsung dengan bantuan instrument pemantauan Total Station atau Theodolit dan metode permodelan numerik Phase 2D Rocscience sebagai pendekatan lain yang digunakan untuk memperoleh gambaran visual deformasi yang dapat terjadi pada lereng.Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa karakteristik material penyusun lereng jalan trans provinsi KM 18 Kolaka didominasi oleh batuan lunak (soft rock) dengan nilai kekerasan batuan berkisar 25 – 50 MPa dan tanah (soil) dengan tingkat pelapukan signifikan diatas 70% yang disebabkan oleh keberadaan mineral mika dan sekis yang memiliki karakteristik sangat mudah mengalami pelapukan oleh keberadaan air pada daerah lembab hingga basah. Hasil monitoring laju deformasi berdasarkan metode monitoring langsung dan permodelan numeric phase 2D menunjukkan bahwa lereng jalan trans provinsi KM 18 Kolaka diklasifikasi kedalam lereng kritis dengan nilai laju deformasi masing-masing rata-rata berkisar 5 – 215 mm/hari dan 30 – 114 mm/hari dimana pada kondisi normal nilai laju deformasi lereng hanya berkisar 12 mm/hari. Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa Tipe longsoran yang terjadi pada lereng jalan trans provinsi KM 18 Kolaka yang di identifikasi dari pengamatan langsung berdasarkan pendekatan korelasi penyusun material lereng adalah tipe longsoran rotasional.