cover
Contact Name
Alam Budiman Thamsi
Contact Email
alambudiman.thamsi@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geomine@umi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Geomine
ISSN : 24432083     EISSN : 25412116     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geomine (JG) merupakan jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah yang mengkaji ilmu-ilmu dan pengembangan dalam bidang pertambangan, geologi dan geofisika. Jurnal Geomine (JG) memiliki No.ISSN : 2443-2083 (Cetak) dan No.ISSN : 2541-2116 (Online). Jurnal Geomine diterbitkan oleh Prodi Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia. Terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada Bulan April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
KARAKTERISASI DAN PEMANFAATAN LUMPUR SIDOARJO UNTUK CAMPURAN BAHAN BAKU PEMBUATAN BRIKET Kezia Kartika Windya Kezia Kartika Windya; Wahyu Wilopo Wahyu Wilopo; Ferian Anggara Ferian Anggara
Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.686 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i3.242

Abstract

Briket merupakan bahan bakar alternatif yang terbuat dari sisa bahan organik dengan campuran bahan perekat organik maupun anorganik untuk memperbaiki karakteritik biomassa. Penggunaan lumpur Sidoarjo digunakan sebagai bahan perekat anorganik serta kandungan unsurnya dapat meningkatkan nilai kalori briket. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan nilai optimum briket yang dihasilkan dari penggunaan lumpur Sidoarjo. Hal tersebut dikarenakan briket yang dihasilkan ditentukan oleh karakteristik lumpur sebagai mineral lempung. Karakteristik lumpur dan biomassa yang diteliti meliputi mineralogi yang dilakukan dengan cara XRD (x-ray diffraction), kandungan unsur kimia lumpur dengan metode SEM-EDX (scanning electron microscope), ICP (Inductively Coupled Plasma) dan Gravimetri, serta nilai kalor dengan metode Bomb calorimetter. Karakteristik briket dihasilkan dengan analisis proksimat, nilai kuat tekan dan nilai kalor. Mineralogi lumpur Sidoarjo adalah smektit, plagioklas, kuarsa, pirit, monmorilonit, ilit dan kaolinit. Kandungan senyawa kimia lumpur menunjukkan SiO2 (47,51%), Al2O3 (20,09%), Fe2O3 (7,28%), CaO (1,57%). Kandungan unsur lumpur menunjukkan Fe (33,5%) Al (9,36%), Si (1,08%). Nilai kalori briket yang dihasilkan dari penggunaan lumpur semakin meningkat. Kuat tekan briket yang dihasilkan memenuhi standar dan menunjukkan bahwa briket tidak mudah pecah. Karakteristik briket dengan campuran perekat lumpur Sidoarjo menghasilkan peningkatan nilai kalor yag cukup tinggi sebesar 5971,59 kal/gr, kadar lengas 5,67%, volatile matter 14,60%, kadar abu 8,1%, kadar karbon tertambat 71,62%, nilai kuat tekan 76,10 kg/cm2. Data pengujian analisis proksimat, nilai kalor dan nilai kuat tekan memperlihatkan pengaruh penggunaan lumpur Sidoarjo dapat memenuhi standarisasi briket berdasarkan acuan SNI (Standard Nasional Indonesia).
DESAIN PIT COMPARTMENT PADA HILL KONDE SOUTH MENGGUNAKAN MANUAL PIT DAN AUTOMATION PIT DESAIN DI PT. VALE INDONESIA Tbk. Taufik Hidayat Taufik Hidayat; Djamaluddin Djamaluddin; Alfian Nawir Alfian Nawir
Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.897 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i3.247

Abstract

Desain pit compartment merupakan desain pit yang dibuat mengikuti bentuk bijih (ore body) dengan membagi ore body (block model) menjadi beberapa bagian berdasarkan tujuan tertentu, sehingga menghasilkan beberapa desain pit dalam block model yang sama. Pembuatan desain pit compartment dari elevasi terendah pada sebuah block model menuju elevasi tertinggi, dan hal tersebut merupakan cara mendesain pit secara manual. Dalam pengeluaran terbaru software vulcan, tools tambahan (automation pit desain) memberikan kemudahan untuk mendesain pit dalam keterbatasan waktu, dikarenakan tolls tambahan tersebut memberikan cara mudah dan cepat dalam mendesain sebuah pit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah OB, Waste, Ore, Civil Matrials, dan Tonase Ni yang didapatkan pada pembuatan desain pit secara manual dan automation setiap compartment, serta untuk mengetahui parameter yang perlu dievaluasi dari pembuatan desain pit berdasarkan hasil desain yang didapatkan. Dari desain pit yang dibuat menggunakan metode manual desain didapatkan nilai total material berupa OB sebanyak 16,483,561.84Ton, Waste sebanyak 41,528.33Ton, Ore sebanyak 3,912,634.21Ton, Civil sebanyak 4,905,053.85Ton, dan Tonase Ni sebanyak 17,117.14Ton. Sedangkan pada metode automation desain didapatkan nilai total material berupa OB sebanyak 14,969,099.60Ton, Waste sebanyak 40,063.11Ton, Ore sebanyak 3,577,130.06Ton, Civil sebanyak 4,460,710.26Ton, dan Tonase Ni sebanyak 15,872.27Ton.
PENINGKATAN NILAI KALORI PADA BATUBARA LIGNIT DENGAN METODE AGLOMERASI AIR DAN MINYAK SAWIT PADA PT. INDONESIA POWER UJP PLTU BARRU Adi Setiawan Rauf Adi Setiawan Rauf; Sri Widodo Sri Widodo; Alfian Nawir Alfian Nawir
Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.113 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i3.243

Abstract

Penggunaan batubara di PLTU sangat bergantung kepada kualitas batubara yang digunakan, karena semakin tinggi kualitas batubara maka akan memaksimalkan pembakaran dan secara langsung akan berdampak pada produksi listrik yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan nilai kalori pada batubara lignit. Pada penelitian ini digunakan metode aglomerasi dengan media air dan minyak sawit yang pada setiap sampel diberi perlakukan yang sama namun mengalami peningkatan yang berbeda. Ada tiga sampel yang digunakan pada penelitian ini dimana pada setiap sampel memiliki komposisi batubara lignit seberat 1 gram, minyak sawit sebanyak 10,20,30 ml dan air sebanyak 100 ml. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin banyak konsentrasi minyak maka semakin tinggi kadar karbon yang diikat, sehingga dapat meningkatkan nilai kalori batubara. Dilihat dari konsentrasi 30% pada setiap sampel batubara mengalami peningkatan nilai kalori yang sebelumnya 3.765,23 cal/gr menjadi 5.279,46 cal/gr pada sampel pertama, 3.567,44 cal/gr menjadi 4.989,07 cal/gr pada sampel kedua dan 4.026,07 cal/gr menjadi 5.166,98 cal/gr pada sampel ketiga. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa batubara lignit yang digunakan di PLTU dapat ditingkatkan nilai kalorinya menggunakan metode aglomerasi air dan minyak sawit.
KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN PROGRAM SLOPE/W PADA PIT GN-10 PULAU GAG KABUPATEN RAJA AMPAT PAPUA BARAT Abdul Salam Munir Abdul Salam Munir
Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.289 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i3.248

Abstract

Kestabilan lereng merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam menerapkan penambangan yang aman dan produktif serta berwawasan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kemiringan lereng yang aman diterapkan pada Pit GN-10 Pulau Gag. Studi kestabilan lereng ini menggunakan program komputer Slope/W dengan memasukkan data geometri lereng dan parameter yang telah didapatkan dari hasil pengeboran geoteknik dan pengujian laboratorium mekanika tanah. Program ini menghitung nilai faktor keamanan pada setiap kemiringan lereng yang telah disimulasikan, yakni 40°, 45°, 50°, 55° dan 60°. Hasil perhitungan menunjukkan kemiringan lereng 40°-50° menghasilkan nilai faktor keamanan di atas 1,2, sedangkan kemiringan lereng 55°-60° menghasilkan nilai faktor keamanan di bawah 1,2. Nilai faktor keamanan pada setiap kemiringan lereng yang telah disimulasikan, kemudian dilakukan perbandingan dengan nilai standar minimum faktor keamanan lereng yang dianggap stabil. Berdasarkan hasil studi kestabilan lereng tersebut, maka kemiringan lereng yang dapat diterapkan pada Pit GN-10 maksimum 50° dengan nilai faktor keamanan menggunakan metode Bishop 1,269.
Endapan Emas Placer Di Daerah Wumbubangka Kecamatan Rarowatu Dan Rarowatu Utara, Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara Sapto Heru Yuwanto; Satria Heruroso
Jurnal Geomine Vol 7, No 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.322 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i1.341

Abstract

Daerah penelitian berada di Daerah Wumbubangka, Rarowatu dan Rarowatu Utara, Bombana, Sulawesi Tenggara. Geologi regional daerah penelitian, kondisi geomorfologi terdiri dari perbukitan yang tererosi dan dataran alluvial, litologi terdiri dari satuan batuan sekis berumur Akhir Kapur – Paleosen, satuan batupasir berumur Plistosen. Metode yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan dan analisis sampel batuan dengan geokimia AAS (Atomic Absorbsion Spektrophotometri). Berdasarkan analisis data dan pembahasan, litologi daerah penelitian terdiri atas satuan batuan konglomerat dengan fragmen sekis, batupasir dan kuarsit. Satuan batuan sekis yang terdiri dari sekis gloukofan, sekis amfibolit, meta batugamping dan rijang. Endapan emas placer di daerah penelitian adalah endapan eluvial placer dan endapan terrace placer, dimana endapan emas diendapkan dengan endapan alluvial lainnya. Arah penyebaran endapan emas placer, dari Barat dengan morfologi didominasi oleh bukit-bukit sekis hingga ke Timur yang memiliki morfologi dataran aluvial.
Analisis Pengaruh Fase Tumbuh Tanaman Eceng Gondok Terhadap Kemampuan Fitoremediasi Cr6+ Pada Limbah Cair Pertambangan Nikel Iis Nursari; Nurliah Jafar; Firman Nullah Yusuf; Moh. Salman Said
Jurnal Geomine Vol 7, No 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.918 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i1.337

Abstract

Pembangunan industri pertambangan yang makin meningkat mengandung resiko pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. PT. Vale Indonesia Tbk. merupakan salah satu perusahaan tambang nikel yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan penambangan PT. Vale Indonesia Tbk. menghasilkan air limbah yang terkontaminasi Cr6+ dengan konsentrasinya 0.56 ppm yang tidak sesuai dengan standar baku mutu air limbah pertambangan nikel yang tercantum pada PERMENLH No.9/2006, maka perlulah treatment berikutnya. Penelitian ini mencoba menggunakan metode fitoremediasi dengan parameter fase tumbuh tanaman eceng gondok terhadap fitoremediasi Cr6+ serta mengetahui penyerapan pH. Pada penelitian ini dilakukan 3 perlakuan pada air limbah, meliputi perlakuan satu air limbah dengan eceng gondok fase tumbuh muda dengan tinggi tanaman 35 cm, perlakuan dua air limbah dengan eceng gondok fase tumbuh sedang dengan tinggi tanaman 35-60 cm, dan perlakuan 3 air limbah dengan eceng gondok fase tumbuh tua dengan tinggi tanaman 60-80 cm, dengan waktu fitoremediasi 7 hari. Tanaman eceng gondok diambil dari perairan Sungai Jeneberang Makassar dengan metode purposife sampling. Untuk analisis kadar logam Cr6+ digunakan metode Spektrofotometri UV berdasarkan SNI 6989.71.2009 di Laboratorium Air dan Lingkungan Balai Besar Industri Hasil Perkebunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitoremediasi Cr6+ oleh tanaman eceng gondok mampu mereduksi Cr6+ hingga mencapai konsentrasi 0.2050 ppm yang dilakukan oleh tanaman eceng gondok fase sedang, dengan penyerapan terbaiknya terjadi pada hari pertama. Serta tanaman eceng gondok untuk semua fasenya mampu menurunkan nilai pH air menuju nilai yang lebih netral.
Pengaruh Tingkat Pelapukan Terhadap Kadar Nikel Laterit Pada Daerah Ussu, Kec. Malili Kab. Luwu Timur Prov. Sulawesi Selatan Muhamad Hardin Wakila; Andi Fadhli Heriansyah; Firdaus F; Sitti Ratmi Nurhawaisyah
Jurnal Geomine Vol 7, No 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.509 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i1.338

Abstract

Dampak dari pergantian musim akan mempengaruhi tingkat pelapukan, dan kadar nikel laterit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pelapukan terhadap kadar nikel laterit. Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung dan pendiskripsian terhadap sampel core dari lubang bor yang mewakili daerah landai dan daerah curam. Hasil deskripsinya akan dianalisis sehingga diketahui nilai kadar pada masing-masing lubang bor, baik lubang bor di daerah landai maupun lubang bor di daerah curam. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lubang bor yang mewakili daerah landai yakni DH-016, DH- 015, DH-014, dan DH-O13, memiliki ketebalan limonit yang relatif tinggi yakni berkisar 8 sampai 17 meter, dan ketebalan zona saprolitnya berkisar 8 sampai 16 meter, serta mempunyai nilai kadar Ni zona limonit yang berkisar antara 0,85 % sampai 1,01 %, dan nilai kadar Ni zona saprolit yang berkisar antara 1,88 % sampai 2,01 %. Hal ini berbanding terbalik dengan lubang bor yang mewakili daerah curam dimana ketebalan zona limonitnya hanya mencapai 1 meter, dan ketebalan zona saprolitnya hanya berkisar 2 sampai 5 meter, serta nilai kadar Ni zona limonitnya berkisar 0,49 % sampai 0,71 %, dan nilai kadar Ni zona saprolitnya berkisar 1,43 % sampai 1,54 %, dan juga dijumpai zona bedrock dengan kisaran kadar Ni antara 0,94 % sampai 1,06 %. Dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa pelapukan berpengaruh terhadap kadar Ni, sebab semakin tinggi tingkat pelapukan pada suatu daerah, maka semakin tinggi pula kadar Ni pada daerah tersebut.
Kajian Sistem Penyaliran Tambang Batubara Bengalon Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur Haeruddin Haeruddin; Anshariah Anshariah; Arif Nurwaskito; Abdul Salam Munir
Jurnal Geomine Vol 7, No 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.126 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i1.334

Abstract

Salah satu kegiatan penting yang dilakukan pada usaha pertambangan adalah penyaliran tambang. Tujuan penelitian ini mengetahui debit air limpasan yang masuk Sump, mengetahui luasan catchment area dan mengetahui debit outlet pompa. Metode penelitian yang dilakukan observasi langsung ke lapangan yang meliputi luas paritan dan diameter pipa. Air masuk terkumpul di sump harus dapat dikeluarkan dari tambang hingga kering. Hasil debit pompa aktual 227 Liter/detik atau 0,227 m3/detik, 817,2 m3/jam dengan volume sump 4.269.344 m3. Luas paritan 3,99 m2, pompa yang digunakan adalah pompa multiflo 420EX dengan jenis pipa HDPE (High Density Polytethylene) dengan diameter pipa adalah 14 inch dan panjang pipa adalah 1500 m. Penyaliran tambang yang digunakan pada pit A mine dewatering yang terdiri dari paritan (open channel) dan sump, air yang masuk ke dalam lokasi penambang adalah air limpasan, air limpasan yang masuk ke tambang adalah 3.469,28 m3/jam, luas catchment area yang didapat yaitu 683,71 Ha, yang terdiri dari daerah dasar pit dan jenjang 595,88 Ha dan rehab 87,83 Ha.
Pemodelan Pemenuhan Kebutuhan Batubara Untuk Pembangkit Listrik Di Kalimantan Timur Nijusiho Manik; Nur Asmiani
Jurnal Geomine Vol 7, No 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.044 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i1.339

Abstract

Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu wilayah yang masih mengalami kekurangan pasokan listrik. Pembangkit tenaga listrik di Kalimantan Timur hingga tahun 2012 sebagian besar sumber energi primernya berasal dari minyak bumi yang semakin hari cadangannya semakin terbatas. Sementara dari total kapasitas pembangkit tenaga listrik di Kalimantan Timur hingga tahun 2012 baru 21,16% yang menggunakan batubara sebagai energi primernya, padahal batubara merupakan salah satu cadangan energi fosil dan tersebar di wilayah Kalimantan Timur dengan total cadangan sebesar 12.018 juta ton. Sementara itu diperkirakan pada masa mendatang, kebutuhan energi listrik akan meningkat sebagai dampak pertumbuhan ekonomi serta penduduk. Oleh karena itu diperlukan kesiapan energi alternatif seperti batubara sebagai pengganti minyak bumi dan gas bumi untuk dapat memenuhi kebutuhan listrik tersebut. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kebutuhan listrik di Provinsi Kalimantan Timur agar dapat memproyeksikan kebutuhan listrik pada tahun 2020. Metodologi dalam penelitian ini adalah membuat model kebutuhan energi listrik yang dibangun berdasarkan model ekonometrik. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data potensi sumberdaya dan cadangan batubara, pertumbuhan ekonomi daerah, jumlah pelanggan, dan harga listrik. Hasil penelitian dengan simulasi model ekonometrik dengan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 3,38% per tahun menunjukkan bahwa pada tahun 2022, kebutuhan listrik di Kalimantan Timur sebesar 4.995,37 GWh dengan laju pertumbuhan kebutuhan listrik rata-rata sebesar 7,6%.
Potensi Bidang Gelincir Di Daerah Palludda Kabupaten Barru Sulawesi Selatan Alfian Nawir; Djamaluddin Djamaluddin; Hasbi Bakri; Aryadi Nurfalaq; Emi Prasetyawati Umar
Jurnal Geomine Vol 7, No 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.981 KB) | DOI: 10.33536/jg.v7i1.335

Abstract

Daerah Paludda di Kabupaten Barru, potensi longsor umumnya terdapat di pinggiran jalan, kondisi ini, membahayakan pengguna jalan dan dapat menghambat alur lalu lintas warga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi tanah longsor daerah Paludda Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Untuk mengetahui potensi tersebut, digunakan metode resistivity. Metode ini dapat memberikan informasi mengenai lapisan batuan bawah permukaan. Heterogenitas lapisan diperoleh dari beda parameter fisis daya hantar listrik antar batuan bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga lapisan batuan pada lokasi penelitian yaitu batulempung (lapisan bawah), batupasir pejal (lapisan tengah) dan top soil (lapisan atas). Bidang gelincir diprediksi pada lapisan batulempung yang memiliki permeabilitas yang baik. Hal tersebut didukung oleh top soil yang tidak terkonsolidasi dengan baik dan batupasir pejal yang banyak memiliki rekahan, juga didukung kemiringan batuan sebesar 160. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa potensi longsor daerah Palludda tergolong tinggi.