cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
Mohammad Fauziddin
Phone
+6282285580676
Journal Mail Official
jurnalobsesi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai Nomor 23 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 23561327     EISSN : 25498959     DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi
Core Subject : Education,
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini is an peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of early childhood educatuion. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the advancement of science and technology, the Jurnal Obsesi follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 83 Documents
Search results for , issue "vol. 10 no. 4 (2026)" : 83 Documents clear
Inovasi Pembelajaran Keaksaraan Anak Berbasis Montessori dengan Media Sandpaper Letters Indrawati Indrawati; Sirjon Sirjon; Retno Handasah; Petronela Suripatty; Fitriani Fitriani; Etty Manalu; Neli Aprianti
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8280

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan keaksaraan anak, khususnya dalam mengenal huruf, menulis permulaan, dan membaca permulaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan anak melalui penerapan metode pembelajaran Montessori berbantuan media sandpaper letters. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 13 anak kelompok B. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Montessori berbantuan media sandpaper letters efektif dalam meningkatkan kemampuan keaksaraan anak. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan capaian klasikal dari 65% pada siklus I menjadi 93% pada siklus II dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode Montessori dengan media sandpaper letters dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kemampuan keaksaraan anak usia dini.
Model Pendampingan Belajar Berbasis Scaffolding pada Keluarga Pesisir untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Anak I Wayan Nias Astawa; Novianty Djafri; Misran Rahman
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8444

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pendampingan belajar berbasis keluarga pesisir untuk meningkatkan motivasi belajar anak sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian terdiri atas 15 keluarga pesisir yang memiliki anak sekolah dasar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, Focus Group Discussion (FGD), dan validasi ahli. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk menilai kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas model yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan terdiri atas empat strategi utama, yaitu Embedded Scaffolding, Time Slot Micro Scaffolding, Delegated Scaffolding, dan Kelompok Belajar Keluarga Pesisir. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa model memiliki tingkat kelayakan yang sangat tinggi dengan skor ahli materi sebesar 96,88%, ahli bahasa 84,00%, dan ahli media 78,26%, dengan rata-rata kelayakan mencapai 86,38%. Kebaruan model terletak pada integrasi empat teknik scaffolding yang disesuaikan dengan karakteristik sosial-ekonomi keluarga pesisir sehingga memungkinkan keterlibatan orang tua dalam pendampingan belajar meskipun memiliki keterbatasan waktu. Hasil uji coba menunjukkan bahwa model mudah diterapkan oleh orang tua, meningkatkan keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan anak, serta berdampak positif terhadap motivasi belajar anak sekolah dasar.
Transmisi Bahasa dan Nilai-Nilai Budaya Antargenerasi melalui Ritual Adat: Studi Enkulturasi di Masyarakat Karampuang Indegen Andi Muh. Akbar; Gunarni Dwi Lestari; Widodo Widodo; Mardliyah Sjafiatul; Yulianingsih Wiwin
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8474

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran tradisi massuro ade’ sebagai ruang enkulturasi bahasa dan nilai budaya lokal anak usia dini pada masyarakat adat Karampuang di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Pendekatan Kualitatif dengan desain etnografi digunakan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan informan kunci meliputi pemangku adat, sesepuh kampung, tokoh pemuda, dan pihak pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Mekanisme pembelajaran bahasa berlangsung secara alami melalui kehadiran langsung, pengulangan tuturan, dan pemaknaan kontekstual. (2) Interaksi antargenerasi menciptakan ruang belajar yang dialogis dan partisipatif dalam mewariskan nilai, norma, dan identitas budaya lokal. (3) Faktor penghambat enkulturasi meliputi modernisasi, minimnya dukungan pemerintah, dan rendahnya minat generasi muda. Secara teoritis, penelitian ini memperkuat konsep enkulturasi sebagai proses pendidikan informal berbasis komunitas. Secara praktis, temuan ini menjadi landasan pengembangan model pembelajaran anak usia dini berbasis kearifan lokal untuk pelestarian bahasa daerah dan pembangunan karakter sejak dini.
Meningkatkan Keterampilan Kerjasama pada Anak Usia Dini Melalui Team Games Tournamament dengan Media Counting Cup Imroatus Shalehah; Siti Farida
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8483

Abstract

Keterampilan kolaborasi anak-anak di Kelompok B RA Al-Faizin Proppo masih tergolong rendah, menurut hasil observasi awal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah gaya pembelajaran Team Games Tournament (TGT), yang menggunakan media Counting Cup, dapat meningkatkan kemampuan anak dalam bermain kooperatif. Pendekatan Classroom Action Research (CAR) digunakan dalam penelitian ini. Pendekatan ini merupakan proses dua siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Di kelompok B, 22 anak berusia 5 hingga 6 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan metode kuantitatif mengandalkan observasi dan dokumentasi sebagai metodologi pengumpulan data utama. Pada setiap siklus, data menunjukkan bahwa kemampuan anak-anak untuk bekerja sama meningkat. Nol persen anak-anak pada tahap pra-aksi telah mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) atau Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Siklus I menunjukkan peningkatan 32% pada persentase anak yang mencapai kategori BSH dan BSB setelah model TGT, dengan bantuan media Counting Cup, diimplementasikan. Selain itu, indikator keberhasilan ditetapkan pada 80%, dan terdapat peningkatan yang signifikan menjadi 91% pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, kemampuan kolaborasi anak usia dini dapat ditingkatkan melalui aktivitas pembelajaran yang menarik, interaktif, dan menghibur ketika model Team Games Tournament (TGT) digunakan bersamaan dengan media Counting Cup.
Model Pendampingan Parenting Bagi Orang Tua pada Masa Transisi Pendidikan Anak Usia Dini ke Sekolah Dasar Berbasis Huyula Srivemi Vemi Nuna; Misran Rahman; Mohamad Zubaidi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8484

Abstract

Proses pendampingan transisi anak menuju SD masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak seperti kondisi yang ditemui di lapangan pada penilitian ini masih minimnya kesiapan orang tua dalam mendampingi anak ke SD, Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Model Pendampingan Parenting Bagi Orang Tua Pada Masa Transisi Pendidikan Anak Usia Dini Ke Sekolah Dasar Berbasis Huyula. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pada tahap pengembangan, model divalidasi oleh empat ahli, yaitu ahli Pendidikan Anak Usia Dini, praktisi PAUD, ahli bahasa, dan ahli layout/desain untuk memastikan kelayakan isi, bahasa, dan tampilan. Subjek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak usia 5–7 tahun, guru PAUD dan Sekolah Dasar. Hasil penelitian ini menghasilkan suatu model pendampingan yang memiliki kebaruan (novelty). Kebaruan tersebut terletak pada pengembangan model pendampingan parenting berbasis nilai huyula sebagai kearifan lokal masyarakat Gorontalo dalam mendukung masa transisi anak dari PAUD ke SD. Model ini mengintegrasikan pendekatan kolektif berbasis komunitas dalam praktik pengasuhan, yang tidak hanya menekankan peran orang tua, tetapi juga melibatkan guru TK, guru SD, serta lingkungan sosial secara aktif. Selain itu, model ini bersifat kontekstual karena mengoperasionalkan nilai-nilai budaya lokal ke dalam strategi pendampingan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pemetaan Praktik Pedagogis Guru dalam Mendukung Perilaku Prososial dan Mengelola Agresivitas Anak Usia Dini Ammi Osa Pakpahan; Lia Mawarsari Boediman
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8519

Abstract

Perilaku prososial dan agresif merupakan indikator penting dalam perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang dipengaruhi oleh peran guru di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pedagogis guru dalam mendukung perilaku prososial dan mengelola agresivitas anak usia dini. Menggunakan metode Systematic Literature Review terhadap lima belas artikel empiris yang diterbitkan pada tahun 2016–2026. Artikel diperoleh melalui basis data Scopus, ProQuest, ScienceDirect, dan Taylor & Francis, kemudian dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang mencakup anak usia dini, praktik pedagogis guru, serta perilaku prososial dan/atau perilaku agresif anak. Hasil kajian menunjukkan tiga tema utama yaitu kualitas relasi dan interaksi guru-anak, strategi pendekatan pedagogis, serta intervensi berbasis guru. Temuan ini menyimpulkan bahwa praktik pedagogis yang hangat, responsif, terstruktur dan berbasis pengalaman sosial efektif dalam mengoptimalkan perilaku sosial anak, serta berkontribusi dalam memetakan strategi pembelajaran sosial-emosional di pendidikan anak usia dini.
Tantangan Integrasi Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital dan Artificial Intelligence (AI) pada Implementasi Deep Learning di Pendidikan Anak Usia Dini Nelti Rizka; Sukasih Sukasih; Hafiko Andresni; Siti Fadilah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan integrasi media pembelajaran berbasis teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) dalam implementasi deep learning di satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, survei, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah dan guru PAUD. Analisis data dilakukan menggunakan teknik coding melalui tahapan member checking, rich text description, dan audit trail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa tantangan utama integrasi media pembelajaran berbasis teknologi digital dan AI di PAUD meliputi rendahnya kompetensi digital guru, akses internet, serta minimnya pelatihan pemanfaatan AI. Satuan PAUD sudah mulai menggunakan video pembelajaran, smartphone, Interactive Flat Panel (IFP), Smart TV, dan audio edukatif, namun penggunaannya masih bersifat sederhana dan belum terintegrasi secara optimal dalam implementasi deep learning. Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) juga masih sangat terbatas karena rendahnya kompetensi digital guru dan minimnya pelatihan. Faktor pendukung meliputi tersedianya perangkat teknologi, akses sumber belajar digital, motivasi guru, serta dukungan kebijakan pendidikan. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana prasarana, akses internet, kompetensi digital guru, serta kekhawatiran terhadap dampak penggunaan gadget pada anak usia dini.
Reposisi Trial Class dalam Manajemen Peserta Didik Berbasis Asesmen Awal: Studi Kasus di PAUD Meinawati Eka Nur Fadhila; Nanda Regitha Wahdani Gawis; Kaniati Amalia; Muhamad Sholeh
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8569

Abstract

Manajemen peserta didik di lembaga PAUD umumnya masih terbatas pada fungsi administratif, sementara program Trial Class kerap dipandang sekadar sebagai strategi promosi tanpa dikaji perannya secara manajerial. Penelitian ini bertujuan menganalisis reposisi Program Trial Class sebagai instrument manajemen peserta didik berbasis asesmen awal di KB-TK Labschool UNESA 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Trial Class berfungsi tidak hanya sebagai sarana promosi, tetapi juga sebagai instrument strategis dalam manajemen peserta didik. Program ini mendukung adaptasi anak terhadap lingkungan sekolah, memfasilitasi asesmen awal karakteristik dan kebutuhan perkembangan peserta didik, memperkuat kepercayaan orang tua melalui pengalaman belajar yang autentik, serta membantu sekolah dalam menyusun komposisi kelas dan strategi pembelajaran. Secara teoretis, temuan ini memperkuat konsep child-centered student management sebagai kerangka pengelolaan peserta didik yang berpusat pada data perkembangan anak. Secara praktis, penelitian ini memberikan implementasi Trial Class yang dapat diadaptasi oleh lembaga PAUD lain sebagai instrument asesmen awal yang terintegrasi dalam sistem penerimaan peserta didik baru.
Strategi Pengasuhan Berbasis Komunitas pada Orang Tua Tunggal dalam Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini Sriyanti Nihi; Muqowim Muqowim
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8585

Abstract

Meningkatnya jumlah keluarga single parent menimbulkan tantangan tersendiri dalam proses pengasuhan, terutama dalam mendukung perkembangan kemampuan sosial anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman strategi pengasuhan single parent dan peran dukungan komunitas dalam meningkatkan kemampuan sosial anak usia dini. Penelitian ini dilaksanakan di Komunitas Sekolah Gajahwong Yogyakarta selama kurang lebih sebulan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa single parent menerapkan strategi pengasuhan yang beragam sesuai kondisi keluarga, meliputi komunikasi, keteladanan, pembiasaan perilaku prososial, serta pemberian kesempatan berinteraksi dengan lingkungan. Penelitian juga menemukan bahwa komunitas berperan dalam mengembangkan kemampuan sosial anak dan mendukung pengasuhan orang tua melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan interaksi sosial. Temuan ini memberikan penguatan bahwa pengasuhan adaptif yang didukung komunitas sekolah berkontribusi terhadap perkembangan kemampuan sosial anak usia dini dalam keluarga single parent.
Pengaruh Gentle Parenting dengan Perilaku Prososial: Analisis Regresi pada Anak Usia 4–6 Tahun Raiyannisah Alya; Naili Rohmah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8622

Abstract

Pola asuh orang tua berperan penting dalam membentuk perilaku tersebut, salah satunya melalui pendekatan Gentle Parenting yang menekankan empati, kedekatan emosional, dan disiplin positif. Namun, penelitian empiris yang mengkaji hubungan langsung antara Gentle Parenting dan perilaku prososial masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Gentle Parenting terhadap perilaku prososial anak usia 4–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal melalui analisis regresi linier sederhana. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan 40 responden yang terdiri atas orang tua dan anak usia 4–6 tahun di TK ABA 61 Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gentle Parenting tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku prososial (p = 0,344 > 0,05) dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,024. Artinya, hanya 2,4% variasi perilaku prososial dijelaskan oleh Gentle Parenting, sedangkan 97,6% dipengaruhi oleh factor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku prososial dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, seperti kecerdasan emosional, interaksi teman sebaya, dan lingkungan sosial. Oleh karena itu, upaya meningkatkan perilaku prososial perlu dilakukan secara komprehensif melalui pola asuh, pengembangan emosi, dan interaksi sosial dalam pendidikan anak usia dini.