cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
Mohammad Fauziddin
Phone
+6282285580676
Journal Mail Official
jurnalobsesi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai Nomor 23 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 23561327     EISSN : 25498959     DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi
Core Subject : Education,
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini is an peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of early childhood educatuion. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the advancement of science and technology, the Jurnal Obsesi follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 2,923 Documents
Strategi Guru Mengembangkan Keterampilan Sosial Emosional Anak untuk Kesiapan Sekolah Dasar Umi Fityatul Millah; Neneng Tasu’ah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8430

Abstract

Peralihan dari pendidikan untuk anak usia dini ke jenjang pendidikan dasar merupakan tahap penting dalam perkembangan anak. Kesiapan yang optimal pada masa transisi ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan anak saat mulai memasuki sekolah dasar. Dalam proses tersebut, guru memiliki peran strategis karena menjadi pihak yang secara langsung membimbing, menstimulasi, dan membentuk keterampilan sosial emosional anak sebagai bekal menghadapi lingkungan sekolah baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di RA Miftakhul Huda. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, dua guru kelompok B, dan anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai penyampai materi, teladan, pembimbing, dan fasilitator dalam pengembangan sosial emosional anak. Penguatan dilakukan melalui komunikasi empatik, bermain peran, permainan kolaboratif, serta pembiasaan sosial yang membantu anak belajar bekerja sama, mengelola emosi, dan berinteraksi positif dengan teman sebaya sehingga mendukung kesiapan memasuki sekolah dasar.
Implementasi Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (Phbs) Berbasis Pembiasaan Anak Usia 5-6 Tahun Nita Hayati; Khadijah Khadijah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8434

Abstract

Studi ini dilakukan untuk menjelaskan pelaksanaan Program perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang berfokus pada aktivitas rutin anak-anak berusia 5 hingga 6 tahun di RA Al-Kamal. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru serta anak-anak berusia 5 hingga 6 tahun yang secara langsung terlibat dalam kegiatan PHBS di sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Matthew B. Miles, A. Michael Huberman, dan Johnny Saldana, yang mencakup pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PHBS dilakukan dengan membiasakan anak-anak untuk menjalani kegiatan sehari-hari, seperti mencuci tangan dengan sabun, memotong kuku, menyikat gigi, mengonsumsi makanan sehat, menggunakan toilet bersih, berolahraga secara teratur, memilih makanan ringan yang sehat, serta membuang sampah pada tempatnya. Implementasi program didukung oleh teladan dari guru, penggunaan metode pembelajaran yang menarik, seperti lagu dan demonstrasi, serta adanya fasilitas sekolah yang memadai. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa sebagian besar anak mulai dapat secara mandiri menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari, meskipun masih membutuhkan bantuan dan dorongan dari guru dan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program PHBS yang berbasis pada kegiatan rutin efektif dalam membangun pola hidup sehat pada anak-anak usia dini dan memberikan kontribusi untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, nyaman, dan mendukung.
Seleksi Dalam Konstitusi: Analisis Kritis SPMB dalam Perspektif Hak Atas Pendidikan Menurut UUD 1945 M. Muslimin; Muhammad Jufri Salman; Sumarni Sumarni; Engki Saputra; Hajrul Aswat; Robinas Robinas
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.8435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mereinterpretasi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah dalam kerangka konstitusi UUD 1945, melalui pendekatan manajemen pendidikan. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana proses seleksi saat ini berpotensi menimbulkan ketimpangan akses dan tidak sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan dan pemerataan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi dokumen terhadap regulasi nasional, kebijakan teknis SPMB, serta pedoman pelaksanaan seleksi di berbagai daerah. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik SPMB di beberapa wilayah masih terpusat pada aspek akademik dan zonasi semata, tanpa mempertimbangkan prinsip manajemen berbasis keadilan, partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas. Hal ini berpotensi menghambat tujuan pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 Pasal 31. Rekomendasi dari penelitian ini menekankan pentingnya reformulasi sistem manajemen seleksi murid baru yang lebih inklusif, berbasis data, dan memperhatikan konteks sosial serta kebutuhan lokal. Negara dan pemangku kepentingan pendidikan perlu memperkuat tata kelola pendidikan yang berkeadilan dan adaptif agar seleksi murid benar-benar menjadi pintu awal menuju pendidikan yang bermutu dan merata.
Kesiapan Guru PAUD dalam Pendidikan Inklusif: Peran Karakteristik Profesional dan Demografis Dilla Alifah Putri; Riana Mashar; Dewi Ekowati; Febritesna Nuraini
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8438

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesiapan guru PAUD dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif di ranah PAUD yang dipengaruhi faktor profesional dan demografis guru. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan guru pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta mengkaji perbedaannya berdasarkan karakteristik guru. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan guru PAUD sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji independent sample t-test dan one-way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan guru pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara umum berada pada kategori sedang. Secara deskriptif terdapat sedikit perbedaan berdasarkan usia, sertifikasi, pengalaman pelatihan, dan tingkat pendidikan. Namun, hasil uji inferensial menunjukkan bahwa karakteristik profesional dan demografis guru tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap kesiapan guru dalam pendidikan inklusif. Temuan ini menunjukkan bahwa kesiapan guru kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain di luar karakteristik profesional dan demografis guru.
Dampak Gangguan Okupasi terhadap Perkembangan Sosial dan Akademik Anak Usia Dini Sayyidah Qurratu’ Aini; Tri Whayuningsih; Malpaleni Satriana
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8440

Abstract

Gangguan okupasi pada anak merupakan kondisi yang dapat mempengaruhi kemampuan anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk bermain, belajar, dan berinteraksi sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak gangguan okupasi terhadap perkembangan sosial dan akademik anak. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap 15 artikel ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2018-2023 dan diperoleh dari Google Scholar serta PubMed. Hasil kajian menunjukkan bahwa gangguan okupasi berpengaruh terhadap kemampuan sosial anak, seperti interaksi dengan teman sebaya, komunikasi, dan partisipasi dalam lingkungan sosial. Selain itu, gangguan okupasi juga berdampak pada aspek akademik, terutama dalam konsentrasi, mengikuti instruksi, dan keterlibatan dalam kegiatan belajar. Berbagai faktor pendukung, seperti lingkungan keluarga yang positif, intervensi terapi okupasi, dan dukungan sekolah, berperan dalam mengurangi dampak yang muncul. Oleh karena itu, kerja sama orang tua, guru, dan tenaga profesional diperlukan untuk mendukung perkembangan sosial dan akademik anak secara optimal.
Permainan Board Games ‘Si Kemal Jago Finansial’ dalam Mengembangkan Sikap Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun Risma Rustianingrum; Yulianti Fitriani; Pepi Nuroniah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8452

Abstract

Sikap tanggung jawab sebagai bagian dari perkembangan sosial emosional merupakan hal krusial yang perlu distimulasi sejak dini sebagai bekal hidup anak di kemudian hari. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sikap tanggung jawab anak usia 5–6 tahun melalui permainan board game ‘Si Kemal Jago Finansial’. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 5 anak di kelas B TK Segar Amanah. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, wawancara, dan instrumen penilaian, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan konsisten dari pra-siklus hingga siklus II. Rata-rata klasikal pra-siklus hanya mencapai 35%, meningkat menjadi 65% pada siklus I, dan mencapai 95% pada siklus II. Temuan ini membuktikan bahwa board game berbasis konteks finansial sederhana efektif membentuk sikap tanggung jawab anak usia dini dan dapat dijadikan strategi pembelajaran yang replikatif oleh pendidik PAUD.
Efektivitas Media Interaktif untuk Meningkatkan Perilaku Prososial Anak Usia Dini Yovani Sri Watipah; Tuti Rahmi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.7729

Abstract

Perilaku prososial merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang mencakup perilaku berbagi, bekerja sama, dan menolong orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas media story telling dan permainan edukatif puzzle dalam meningkatkan perilaku prososial anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) yang melibatkan dua kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol. Subjek penelitian ini yaitu 30 anak usia 5-6 tahun, instrument yang digunakan adalah Child Prosocial Behavior Questionnare (CPBQ). Analisis data dilakukan melalui perhitungan N-Gain, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Kruskal–Wallis, dan uji lanjut Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok (<0,05), dimana permainan edukatif puzzle lebih efektif dalam meningkatkan perilaku prososial dibandingkan dengan media story telling. Permainan edukatif puzzle dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku prososial melalui memperkuat kemampuan berbagi, bekerja sama, membantu, serta menunjukkan kepedulian terhadap orang lain melalui pengalaman belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna. Sedangkan Media story telling cocok untuk meningkatkan perilaku prososial melalui penanaman nilai-nilai moral secara mendalam. Oleh karena itu, pemanfaatan media pembelajaran yang bersifat partisipatif perlu dioptimalkan dalam pendidikan anak usia dini.
Literasi Digital Simulatif Konten Anomali AI dan Risiko Brain Rot Anak Usia Dini Melati Mediana Tobing; Silvia Nevane Paramasari
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8170

Abstract

Maraknya konten digital Anomali AI (Artificial Intelligence) meresahkan masyarakat sehingga perlu dilakukan literasi digital terkait konten maupun dampak paparannya terhadap risiko Brain Rot. Kegiatan edukasi sekaligus memperingati Hari Anak Nasional 2025 ini diikuti oleh 20 orang tua, 10 guru TK, dan 29 anak (usia 3-5 tahun). Metode edukasi meliputi: penyuluhan interaktif, pelatihan partisipasi, diskusi dan analisis konten. Sebelum dan setelah kegiatan juga dilakukan tes untuk evaluasi tingkat pencapaian literasi digital peserta. Secara terpisah, bagi anak dilakukan simulasi konten Anomali AI yang berbahaya dan alternatif kegiatan: mendengarkan dongeng dan lomba mewarnai. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan: 58% peserta mengetahui bahaya konten anomali AI saat tes awal dan kemudian mencapai 94% saat tes akhir. Akhirnya, guru dan orang tua dapat mengenali elemen anomali pada konten digital AI serta berkomitmen melakukan pendampingan anak, termasuk pembatasan durasi menonton dan pemilihan konten edukatif yang sehat. Kesinambungan program literasi digital ini dapat dilakukan dengan mengevaluasi praktik pendampingan anak usia dini oleh orang tua dan guru, atau melaksanakan program literasi yang sama namun dengan cakupan wilayah yang lebih luas.
Eksplorasi Regulasi Emosi Anak Usia Dini dan Peran Guru di TK Kota Padang Riskha Hanifa Nasution; Nurhafizah Nurhafizah; Amalia Husna; Elvira Khori Uln; Wulan Rahmadia Novera; Harlina Ramelan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8231

Abstract

Regulasi emosi merupakan kemampuan penting dalam perkembangan sosial emosional yang mendukung kemampuan anak dalam berinteraksi dan menyesuaikan diri. Meskipun penelitian tentang regulasi emosi sudah banyak dilakukan, kajian yang secara khusus mengeksplorasi praktik dukungan guru terhadap regulasi emosi anak dalam pendidikan anak usia dini di tingkat lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perkembangan regulasi emosi anak serta peran guru dalam mendukung regulasi emosi anak di taman kanak-kanak wilayah Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif kontekstual dengan teknik purposive sampling. Partisipan penelitian terdiri dari 15 guru pada 5 TK di Kota Padang yang memiliki pengalaman mengajar minimal tiga tahun. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan triangulasi sumber dan metode untuk memastikan kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi anak usia dini masih berkembang dan ditandai dengan ekspresi emosi yang cenderung spontan. Namun, dukungan guru melalui pendekatan berbasis empati, penguatan positif, dan pemberian label emosi membantu anak secara bertahap mengenali serta mengelola emosinya. Temuan penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman praktik dukungan emosional di lingkungan PAUD, sekaligus menegaskan peran strategis guru sebagai co-regulator dalam proses perkembangan regulasi emosi anak.
Locomove Path Carpet Media: Inovasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini Azizah Nur Fitriana; Afifah Rahmaningrum; Eka Cahya Maulidiyah; Yes Matheos Lasarus Malaikosa
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8439

Abstract

Keterampilan motorik kasar sangat penting dalam mendorong perkembangan anak usia dini. Namun, faktanya kemampuan motorik kasar anak usia 4–5 tahun masih tergolong rendah sehingga memerlukan stimulasi yang tepat. Strategi yang dapat dilakukan adalah melalui penerapan media locomove path carpet dalam proses pembelajaran. Tujuan dari kajian ilmiah ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan media locomove path carpet terhadap kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain one group pretest–posttest. Subjek penelitian melibatkan 24 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan lembar observasi checklist. Data yang dikumpulkan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik kasar setelah diberikan treatment. Hal ini dibuktikan melalui uji Wilcoxon membuktikan bahwa nilai Z = -4.331 dan nilai p-value = < 0.001 yang menunjukkan hasil pre-test dan post-test memiliki perbedaan yang siginifikan, serta seluruh anak mengalami peningkatan. Dapat disimpulkan bahwa media locomove path carpet berpengaruh dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia dini dan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun.