cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
Mohammad Fauziddin
Phone
+6282285580676
Journal Mail Official
jurnalobsesi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai Nomor 23 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 23561327     EISSN : 25498959     DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi
Core Subject : Education,
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini is an peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of early childhood educatuion. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the advancement of science and technology, the Jurnal Obsesi follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 2,981 Documents
Strategi Guru dalam Menginternalisasi Nilai Agama dan Moral Anak Usia Dini melalui Kegiatan Religius Kreatif Dewi Pusparini; Desy Wachdania Dwi Alfia; Siti Muzdalifah; Lin Istianah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8256

Abstract

Pembelajaran religius pada anak usia dini masih cenderung dilakukan secara rutin sehingga nilai agama dan moral belum sepenuhnya terbentuk dalam perilaku anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menginternalisasi nilai agama dan moral melalui kegiatan religius kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dengan subjek guru dan anak usia dini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai dilakukan melalui pembiasaan kegiatan religius, keteladanan guru, serta penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi seperti bercerita, bernyanyi, bermain peran, dan media audio-visual. Lingkungan belajar dan peran keluarga turut mendukung proses tersebut, meskipun masih terdapat kendala seperti kejenuhan anak dan perbedaan latar belakang keluarga. Dengan demikian, strategi yang menggabungkan pembiasaan, keteladanan, dan pengalaman belajar secara langsung dapat membantu anak memahami dan menerapkan nilai agama dan moral dalam kehidupan sehari-hari.
Academic Procrastination pada Siswa Menengah: Scoping Review 2019-2026 Zulfikar Ahmad Wildan; Fitri Andriani; Nono Hery Yoenanto
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8319

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan dan mengidentifikasi pola academic procrastination pada siswa SMP dan SMA selama 2019 sampai 2026, mengingat literatur sebelumnya lebih banyak berfokus pada mahasiswa. Scoping review dilakukan melalui Web of Science dengan kerangka d-cocospe dan pelaporan PRISMA. Seleksi studi menghasilkan 223 rekaman, 31 artikel full text dinilai, dan 26 studi dimasukkan. Analisis data dilakukan secara deskriptif tematik melalui content analysis untuk mengelompokkan temuan ke dalam kategori tema. Hasil sintesis menunjukkan tema yang konsisten meliputi regulasi diri, efikasi diri, keterlibatan akademik, dukungan orang tua, secure attachment, kecanduan smartphone dan internet, serta konteks pembelajaran sekolah. Secara umum, sumber daya personal dan keluarga yang adaptif berkaitan negatif dengan academic procrastination, sedangkan faktor risiko digital dan beberapa indikator maladaptasi akademik berkaitan positif. Bukti yang tersedia masih didominasi studi potong lintang, sehingga inferensi kausal tetap terbatas. Dengan demikian, academic procrastination pada siswa menengah perlu dipahami sebagai fenomena multidimensional yang dapat ditangani melalui penguatan regulasi diri, dukungan keluarga, dan intervensi sekolah berbasis bukti.
Storytelling Berbasis Gurindam 12: Penguatan Dimensi Keimanan dan Kemandirian Anak Usia Dini Maria Safriana
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8325

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode storytelling berbasis Gurindam Dua Belas dalam penguatan dimensi keimanan dan kemandirian anak usia dini. Penelitian dilatarbelakangi oleh implementasi pendidikan karakter yang masih bersifat normatif dan belum optimal memanfaatkan kearifan lokal sebagai sumber pembelajaran kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan anak usia 5–6 tahun sebanyak dua puluh satu anak sebagai sampel partisipan. Teknik pengumpulan data mencakup observasi terstruktur, wawancara semi-terstruktur, serta dokumentasi. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis melalui model analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa storytelling berbasis Gurindam Dua Belas mampu menginternalisasikan nilai religius melalui pembiasaan doa, rasa syukur, dan kesadaran ketuhanan. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan regulasi diri, tanggung jawab, serta keberanian anak dalam mengambil keputusan sederhana. Integrasi kearifan lokal melalui storytelling terbukti menjadi strategi pedagogis kontekstual dan reflektif yang efektif dalam memperkuat pembentukan karakter sesuai Profil Lulusan PAUD.
Pengembangan Ular Tangga Numerical Journey: Media Edukatif Kemampuan Berhitung Anak Usia 5-6 Tahun Zidna Rizkya; Luh Putu Indah Budyawati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8330

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media edukatif Ular Tangga Numerical Journey yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak usia 5–6 tahun di TK Amelia Jember. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya kemampuan anak dalam mengurutkan bilangan 1–20, mencocokkan jumlah benda dengan lambang bilangan, serta melakukan operasi hitung sederhana akibat terbatasnya penggunaan media interaktif. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian berjumlah 12 anak dengan menggunakan teknik sampling total sampling. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, observasi kepraktisan, serta pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan tingkat validitas sebesar 92,5% dengan kategori sangat valid dan kepraktisan sebesar 97% dengan kategori sangat praktis. Nilai gain score sebesar 0,665 menunjukkan peningkatan kemampuan berhitung pada kategori sedang. Dengan demikian, media dinyatakan layak dan efektif digunakan.
Media Cerita Bergambar Digital Berbasis Gemini untuk Meningkatkan Membaca Pemahaman Moh. Qowiyuddin Shofi; Heny Sulistyowati; Ana Fauziyah; Ari Rohmawati; Diah Oktavia Sari; Siti Sa’adah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8333

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media cerita bergambar digital berbasis aplikasi Gemini dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berlangsung dengan baik serta mampu meningkatkan perhatian, aktivitas, dan keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran. Penggunaan media digital yang mengintegrasikan teks dan visual membantu peserta didik memahami isi bacaan secara lebih konkret dan menarik. Selain itu, terjadi peningkatan kemampuan membaca pemahaman setelah penerapan media tersebut. Media ini juga mendorong pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, media cerita bergambar digital berbasis aplikasi Gemini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran membaca pemahaman di sekolah dasar serta mendukung pengembangan literasi berbasis teknologi.
Interferensi Bahasa Jawa dalam Tuturan Bahasa Indonesia Siswa Sekolah Dasar Cindy Septyani; Heni Sulistyowati; Khoirum Muslikah; Asifa Aulia Darojah; Novi Aidawati; Retno Ari Astuti
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8334

Abstract

Fenomena interferensi bahasa daerah dalam tuturan bahasa Indonesia umum terjadi pada siswa sekolah dasar dalam lingkungan Masyarakat dwibahasa. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan faktor penyebab interferensi bahasa Jawa dalam tuturan bahasa Indonesia pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa sekolah dasar yang aktif menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia untuk komunikasi sehari-hari. Data dikumpulkan melalui observasi, pencatatan tuturan, dan wawancara untuk selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interferensi bahasa Jawa tampak dalam hal substitusi bunyi, penghilangan bunyi, dan penambahan bunyi pada pengucapan kosakata bahasa Indonesia. Interferensi paling banyak ditemukan pada penggunaan nomina. Faktor penyebab interferensi adalah dominasi bahasa Jawa sebagai bahasa pertama, kebiasaan linguistik lingkungan, pemerolehan bahasa Indonesia yang belum optimal, serta transfer negatif dari bahasa ibu. Temuan dalam penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia, terutama dalam meningkatkan ketepatan pelafalan dan penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Kurikulum Bystander Berbasis Empati untuk Menumbuhkan Keberanian Sosial Anak Usia Dini Shally Jagis Bararena; Ika Budi Maryatun
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8339

Abstract

Perilaku bystander pada anak usia dini dalam situasi sosial yang tidak menyenangkan sering kali tampak melalui respons pasif, ragu, atau bergantung pada bantuan orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dokumen rancangan Kurikulum Bystander berbasis empati dalam menumbuhkan keberanian sosial anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kajian konseptual melalui analisis dokumen kurikulum dan sintesis literatur. Data utama berupa dokumen rancangan Kurikulum Bystander, sedangkan data pendukung berupa 26 artikel ilmiah tahun 2023-2026 yang berkaitan dengan bystander, empati, perilaku prososial, perkembangan sosial-emosional, bullying, pendidikan karakter, strategi pembelajaran, dan kurikulum PAUD. Data dianalisis melalui sintesis naratif tematik untuk menelaah keterkaitan antara nilai inti, tahapan perkembangan, strategi pembelajaran, dan penilaian autentik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Bystander menghubungkan empati, pemahaman sosial, regulasi diri, komunikasi peduli, dan tindakan prososial dalam satu alur pembelajaran. Kurikulum ini memosisikan keberanian sosial sebagai proses bertahap yang membantu anak mengenali situasi sosial, memahami perasaan teman, mengelola respons diri, dan mencoba tindakan prososial yang aman. Kurikulum ini dapat menjadi acuan awal bagi guru PAUD dalam merancang pembelajaran sosial-emosional berbasis empati, tetapi masih memerlukan validasi ahli, uji keterbacaan guru, dan uji coba empiris terbatas.
Manajemen Pembiayaan Pada Lembaga Bimbingan Belajar Studi Kasus di Bimbel Aletheia di Poris, Tangerang Shyta Patrilia Chandra; Mesta Limbong
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen pembiayaan pada lembaga bimbingan belajar Aletheia di Poris, Tangerang. Dalam konteks pendidikan nonformal, pembiayaan menjadi aspek fundamental yang menentukan kualitas dan keberlanjutan lembaga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pembiayaan lembaga terbesar berasal dari dana yayasan. Pola pengelolaan keuangan mengikuti prinsip efisiensi dan transparansi, dengan sistem pelaporan berjenjang kepada pengurus Yayasan. Kendala utama terletak pada keterbatasan dana dan ketergantungan tinggi terhadap subsidi Yayasan. Studi ini menegaskan pentingnya pengelolaan sumber dana dan penguatan sistem akuntabilitas untuk menjamin keberlanjutan lembaga bimbingan belajar di bawah naungan Yayasan.
Fathers’ Lived Experiences in Parenting Children with Autism Spectrum Disorder Ega Asnatasia Maharani; Putri Sabrina Uswatun Hasanah; Riana Mashar; Iyan Sofyan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8379

Abstract

The purpose of this study is to explore fathers’ experiences, meanings, and emotional dynamics regarding their role in supporting the development of children with ASD. This study employs a qualitative approach with a phenomenological design to explore fathers’ experiences in the early childhood care of children with ASD. The study was conducted at the Pembina State Special School in Yogyakarta and the Srawung Bocah Inclusive Early Childhood Education Center. Data were collected through in-depth interviews lasting approximately 30–40 minutes with two fathers who have children diagnosed with ASD, and were subsequently analyzed using Braun & Clark’s thematic analysis. The results indicate that fathers’ understanding of their role in caring for children with ASD evolves through a process of acceptance, emotional reflection, and role negotiation between economic responsibilities and caregiving duties. Fathers’ involvement is manifested through adaptive parenting practices, emotional engagement, and collaboration with mothers in supporting their children’s development. Additionally, spirituality, social support, and family dynamics are key factors shaping fathers’ resilience in fulfilling their parenting roles for children with ASD.
Pola Asuh Demokratis dan Implikasinya terhadap Perkembangan Kreativitas Anak Usia Dini Fainka Laksitandriya; Slamet Subiyantoro; Adam Wahida
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh demokratis terhadap perkembangan kreativitas anak usia dini, khususnya di Taman kanak-kanak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian studi kasus di TK Kartikasari, melibatkan kepala sekolah, satu guru kelas, dan tiga puluh lima anak didik. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola asuh demokratis yang diterapkan oleh guru secara optimal dapat mengembangkan kreativitas anak didik. Pola asuh demokratis yang di terapkan dengan menganalisis sketsa mewarnai yang anak didik buat, kemudian di analisis menggunakan teori utami Munandar (2009) yaitu, keluwesan berpikir (Fluency), kelancaran berpikir (Flexibility), Originalitas (Originality), dan elaborasi (elaboration). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh demokratis berpengaruh signifikan terhadap kreativitas anak usia dini, menciptakan ruang yang aman dan mendukung bagi anak untuk berkembang. Pengaruh positif ini mendorong kemandirian sambil tetap menjaga batasan yang jelas dan konsisten, yang meningkatkan tahap perkembangan dan kreativitas anak.   Kata Kunci: pola asuh guru, kreativitas anak, pendidikan anak usia dini, studi kasus kualitatif.