cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
Mohammad Fauziddin
Phone
+6282285580676
Journal Mail Official
jurnalobsesi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai Nomor 23 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 23561327     EISSN : 25498959     DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi
Core Subject : Education,
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini is an peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of early childhood educatuion. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the advancement of science and technology, the Jurnal Obsesi follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 2,981 Documents
Intensitas Penggunaan Gadget dan Kompetensi Interaksi Sosial Anak Usia 5–6 Tahun di Era Digital: Sebuah Systematic Literature Review Rian Indriani; Nur Cholimah; Prayitno Prayitno
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8534

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh intensitas penggunaan gadget terhadap kemampuan kompetensi interaksi sosial anak usia 5–6 tahun di era digital melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan menggunakan kerangka PICO dengan menelusuri artikel dari Google Scholar yang dipublikasikan pada tahun 2023–2026. Dari 50 artikel yang ditemukan, sebanyak 16 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan teknik sintesis deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, survei, dan eksplanatori. Temuan secara konsisten menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara intensitas penggunaan gadget dan kemampuan kompetensi interaksi sosial anak. Nilai korelasi yang ditemukan berkisar antara sedang hingga sangat kuat (r = -0,50 sampai r = -0,87) dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Penggunaan gadget yang berlebihan berkontribusi terhadap penurunan kemampuan komunikasi, empati, kerja sama, dan partisipasi sosial anak. Temuan ini menegaskan pentingnya pengawasan orang tua dan guru dalam mengatur durasi serta kualitas penggunaan gadget guna mendukung perkembangan sosial anak usia dini secara optimal.
Microsite-Based Academic Supervision: Inovasi Digital untuk Pengembangan Profesional Guru TK Anita Rahmadiyanti Ulfah; Rini Agustiningsih; Prayitno; M. Ihsan Fauzi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8563

Abstract

Supervisi akademik di satuan Taman Kanak-kanak masih menghadapi tantangan struktural yang serius, meliputi pelaksanaan yang tidak terjadwal, minimnya dokumentasi umpan balik, dan terbatasnya akses guru terhadap materi panduan pembelajaran berkualitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi microsite dalam meningkatkan kualitas supervisi akademik guru TK. Pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-naratif diterapkan, dengan data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, delapan guru, dan satu pengawas PAUD. Analisis data mengacu pada model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan condensation data, coding tematik dua lapis (descriptive dan pattern coding), penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang diverifikasi melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi microsite meningkatkan frekuensi supervisi dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali per bulan, mentransformasi kualitas umpan balik dari lisan menjadi tertulis dan terdokumentasi secara digital, serta mendorong pergeseran orientasi guru dari resistensi menuju keterlibatan aktif dalam pengembangan profesional berbasis refleksi. Kebaruan penelitian ini terletak pada konteks TK Negeri sebagai satuan yang belum banyak dikaji dalam literatur supervisi digital, sekaligus pada integrasi perspektif guru sebagai subjek yang disupervisi. Microsite terbukti berfungsi sebagai medium kolaboratif yang mengubah paradigma supervisi dari pendekatan top-down evaluatif menjadi reflektif-partisipatif dan berkelanjutan.
Implementasi Model Neurodiversity-Based Differentiated Learning untuk Pendidikan Inklusi Anak Usia Dini Andraina Rizki Aulia; Wanati; Dwi Kasihani; Munawarah; Sai Handari; Lina Revilla Malik
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Model Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Neurodiversity dalam pendidikan inklusi anak usia dini. Penelitian dilakukan di RA Al-Muttaqien Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan analisis dokumen (RPH, PPI, catatan perkembangan anak) selama tiga bulan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan teknik coding tematik (open, axial, dan selective coding). Subjek penelitian meliputi 12 anak usia 3–6 tahun dan 10–15 informan (guru, GPK, orang tua, dan kepala sekolah). Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama implementasi model, yaitu diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Ditemukan peningkatan motivasi dan partisipasi anak neurodiverse sebesar 80%, penurunan frekuensi meltdown, serta peningkatan interaksi sosial antara anak neurodiverse dan tipikal. Guru menerapkan strategi fleksibel berupa pembelajaran berbasis area, alat bantu sensorik, calm-down corner, dan penyesuaian Program Pendidikan Individual (PPI) sesuai profil neurodiversity anak. Simpulan penelitian ini menyatakan bahwa Model Pembelajaran Diferensiasi Berbasis Neurodiversity efektif sebagai pendekatan responsif dan berbasis kekuatan (strengths-based) dalam menciptakan pendidikan inklusi yang adaptif di PAUD. Implikasi praktis penelitian ini adalah memberikan panduan bagi guru dan lembaga PAUD untuk mengintegrasikan perspektif neurodiversity dalam perencanaan pembelajaran, sementara implikasi teoretis memperkaya kajian integrasi neurodiversity dengan differentiated instruction pada pendidikan anak usia dini di Indonesia Timur.
Implementasi Ragam Main Media Transportasi bus tayo-va Untuk Menstimulasi Motorik Halus Anak Usia Dini Syilvana Rohmawati Dewi; Musayyadah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8660

Abstract

Perkembangan motorik halus anak usia dini memerlukan stimulasi yang tepat melalui kegiatan bermain yang menarik dan bervariasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi media BIS-TAYO VA sebagai ragam main untuk menstimulasi motorik halus anak usia 4–5 tahun di TK Panca Karsa serta respon anak dalam penggunaan media. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 12 anak Kelompok A dan satu guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media BIS-TAYO VA diimplementasikan melalui aktivitas menggunting, meronce, mengancing, menyusun puzzle, serta menempel dan melepas angka menggunakan velcro. Penggunaan media memperoleh respon positif yang ditunjukkan melalui antusiasme, ketertarikan, fokus, dan keterlibatan aktif anak selama kegiatan berlangsung. Implementasi media didukung oleh desain yang menarik, penggunaan karakter Bus Tayo, variasi aktivitas bermain, dan pendampingan guru. Temuan ini menunjukkan bahwa media BIS-TAYO VA efektif memfasilitasi stimulasi motorik halus melalui aktivitas bermain manipulatif yang bervariasi. Implikasi penelitian ini adalah media BIS-TAYO VA dapat menjadi alternatif pembelajaran bagi guru PAUD dalam merancang kegiatan yang lebih menarik, variatif, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan motorik halus anak.
Intervensi Writing-Based Classroom Dan Keterlibatan Orang Tua Untuk Mengurangi Separation Anxiety Sigit Widiyarto; Windi Megayanti; Isroyati; Suhardiman
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8664

Abstract

Kecemasan perpisahan (separation anxiety) merupakan hambatan emosional yang sering dialami siswa kelas 1 SD saat masa transisi sekolah, yang dapat mengganggu proses adaptasi dan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan Writing-Based Classroom (WBC) yang didukung keterlibatan orang tua dalam mereduksi tingkat kecemasan tersebut. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test pada 21 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi perilaku dan penggunaan instrumen skala kecemasan yang dimodifikasi ke dalam bentuk visual (skala gambar) agar sesuai dengan perkembangan kognitif anak, serta didukung oleh lembar laporan perkembangan harian dari orang tua. Setelah memenuhi syarat uji normalitas, teknik analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Paired Sample T-Test untuk membandingkan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang mengonfirmasi bahwa intervensi ini secara signifikan mampu menurunkan tingkat kecemasan siswa. Aktivitas menulis yang terstruktur terbukti menjadi media katarsis yang efektif bagi anak untuk mengekspresikan emosi, sementara dukungan orang tua memperkuat rasa aman siswa di lingkungan sekolah. Disarankan bagi pihak sekolah untuk mengintegrasikan pendekatan literasi berbasis ekspresi ini ke dalam kurikulum transisi serta meningkatkan kolaborasi aktif dengan orang tua guna menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung kesehatan mental dan kemandirian siswa sejak dini.
Augmented Reality Berbasis Permainan Tradisional Congklak untuk Menstimulasi Kesadaran Multikultural Anak Usia Dini Vava Imam Agus Faisal; Sibawaihi; Zulkipli Lessy; Salis Wahyu Hidayati; Umi Latifah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8665

Abstract

Pengintegrasian nilai-nilai budaya ke dalam media digital anak usia dini masih kurang dieksplorasi, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang waktu penggunaan layar tanpa pengembangan karakter yang substansial. Studi ini meneliti implementasi permainan tradisional, Conngklak berbasis Augmented Reality (AR), untuk merangsang kesadaran multikultural dan karakter afektif sosial dalam pendidikan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan deskriptif analitis. Subjek penelitian terdiri atas 15 anak usia 4–5 tahun di KB Al Ikhlas Wonosobo yang berasal dari latar belakang dengan sosial ekonomi beragam pada wilayah pinggiran dan pegunungan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan guru, dan dokumentasi di KB Al Ikhlas Wonosobo, kemudian dianalisis secara sirkular menggunakan model analisis tematik menurut Virginia Braun dan Victoria Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Congklak berbasis AR meningkatkan keterlibatan belajar, rasa ingin tahu, serta pemahaman anak terhadap keberagaman budaya. Permainan ini juga menumbuhkan regulasi diri, kerja sama, toleransi, dan perilaku prososial. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi etnopedagogi dan teknologi AR merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk memperkuat kesadaran multikultural dan karakter sosial anak usia dini.
Pengaruh Kegiatan Motorik Kasar Terstruktur terhadap Motivasi Belajar Anak Usia Dini: Pendekatan Self-Determination Theory Widiyawati Widiyawati; Iman Nurjaman; Nurul Fitria Kumala Dewi
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8666

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan proses pembelajaran pada anak usia dini. Namun, pembelajaran di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih didominasi oleh aktivitas yang berpusat pada guru sehingga kesempatan anak untuk bergerak dan belajar melalui pengalaman langsung relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kegiatan motorik kasar terhadap motivasi belajar anak usia dini di RA Nurul Hikmah Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 40 anak yang terdiri atas 20 anak pada kelompok eksperimen dan 20 anak pada kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi motivasi belajar dan dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar anak pada kelompok eksperimen meningkat lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata skor motivasi belajar kelompok eksperimen meningkat dari 47,95 menjadi 56,20, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 48,95 menjadi 51,75. Hasil independent sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok setelah perlakuan diberikan dengan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Dengan demikian, kegiatan motorik kasar berpengaruh signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar anak usia dini.
Modifikasi Model Klasikal Berbasis Pendekatan Berpusat Pada Anak Dalam Pembelajaran Emosi Anak Usia Dini Rizka Dwi Ayu; Widodo; Rivo Nugroho
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan modifikasi model pembelajaran klasikal berbasis pendekatan berpusat pada anak dalam kegiatan bertema pengenalan emosi pada satuan Pendidikan Anak Usia Dini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi terhadap proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model klasikal dapat dimodifikasi secara efektif melalui pemberian kebebasan mengekspresikan pilihan emosi, fleksibilitas penentuan bentuk karya, penerapan bantuan bertahap, dan penguatan memori peserta didik pada sesi penarikan kesimpulan. Modifikasi ini mengubah struktur kelas yang kaku menjadi lebih fleksibel, responsif, dan berorientasi pada proses pembelajaran. Dampak positif dari penerapan model ini terlihat pada peningkatan perkembangan sosial-emosional, kemampuan berbahasa, kreativitas, serta rasa percaya diri anak. Penelitian ini membuktikan bahwa prinsip berpusat pada anak dapat diintegrasikan ke dalam model klasikal tanpa menghilangkan keteraturan kelas. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi adaptasi praktis model klasikal yang humanis dan relevan untuk stimulasi kecerdasan emosional anak usia dini.
Pembelajaran Kontekstual Eksploratif Berbasis Deep Learning pada Anak Usia Dini Gina Asri Ruwaida; Azi Matur Rahmi; Mariana Panji Ramadan; Siti Kholifah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8678

Abstract

Pembelajaran anak usia dini perlu dirancang secara kontekstual dan eksploratif agar anak tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu membangun makna melalui pengalaman langsung. Namun, praktik pembelajaran di PAUD masih sering didominasi oleh hafalan, pengulangan, dan penyelesaian tugas mekanis, sehingga keterlibatan aktif anak belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran kontekstual dan eksploratif berbasis deep learning pada pendidikan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian meliputi guru PAUD sebagai informan utama, anak sebagai subjek yang diamati, serta orang tua sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis deep learning tampak melalui kegiatan bermain, tanya jawab, eksplorasi benda konkret, diskusi sederhana, dan pengaitan tema pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari anak. Implementasi tersebut didukung oleh kesiapan guru, media belajar konkret, lingkungan kelas yang aman, serta keterlibatan orang tua dalam memperkuat pengalaman belajar anak di rumah. Hambatan yang ditemukan meliputi pemahaman guru yang belum merata, kebiasaan metode konvensional, keterbatasan waktu, dan keterbatasan media. Temuan ini menegaskan bahwa deep learning pada PAUD dapat diwujudkan melalui pembelajaran kontekstual, eksploratif, dialogis, dan didukung oleh kesinambungan pengasuhan di lingkungan keluarga.
Dampak Kontradiksi Norma Lingkungan Sosial terhadap Regulasi Emosi Anak Usia 5-6 Tahun Pengguna Gawai Tita Chairunisa; Ratna Faeruz
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8687

Abstract

Penggunaan gawai pada anak usia dini berpotensi memengaruhi regulasi emosi, terutama ketika anak menghadapi kontradiksi norma lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kontradiksi norma lingkungan sosial terhadap regulasi emosi anak usia dini pengguna gawai melalui Systematic Literature Review (SLR). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif terhadap 15 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada 2022–2024, diperoleh melalui ResearchGate dan Google Scholar berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan gawai berlebihan berkaitan dengan tantrum, kesulitan mengendalikan emosi, dan menurunnya interaksi sosial. Kontradiksi norma lingkungan sosial memperkuat dampak tersebut, sedangkan pendampingan orang tua yang konsisten berperan sebagai faktor protektif. Disimpulkan bahwa konsistensi norma lingkungan sosial merupakan faktor penting dalam mendukung regulasi emosi anak usia dini. Temuan ini memberikan kontribusi konseptual dengan menempatkan kontradiksi norma lingkungan sosial sebagai faktor kontekstual yang perlu dipertimbangkan dalam pengasuhan digital dan pengembangan regulasi emosi anak.