cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
Mohammad Fauziddin
Phone
+6282285580676
Journal Mail Official
jurnalobsesi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai Nomor 23 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 23561327     EISSN : 25498959     DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi
Core Subject : Education,
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini is an peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of early childhood educatuion. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the advancement of science and technology, the Jurnal Obsesi follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 2,923 Documents
Perspesi Orang Tua Anak Prasekolah terhadap Permainan Berisiko di Luar Ruangan Siti Munawarah; Dini Anggia; Wafi Afiqah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8477

Abstract

Permainan berisiko di luar ruangan merupakan aktivitas yang penting untuk mendukung perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kemampuan pengambilan keputusan anak prasekolah. Namun, meningkatnya kekhawatiran orang tua terhadap keselamatan anak sering kali membatasi kesempatan anak untuk terlibat dalam aktivitas tersebut. Meskipun berbagai penelitian telah menyoroti manfaat permainan berisiko, kajian mengenai bagaimana orang tua memaknai keseimbangan antara risiko dan manfaat permainan berisiko pada anak prasekolah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis persepsi orang tua terhadap permainan berisiko di luar ruangan pada anak prasekolah serta faktor-faktor yang memengaruhi persepsi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 57 orang tua anak prasekolah yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebagian besar orang tua mengakui manfaat permainan berisiko dalam mengembangkan kemandirian, keberanian, dan kemampuan pemecahan masalah anak; (2) kekhawatiran terhadap cedera fisik dan keamanan lingkungan menjadi faktor utama yang membatasi pemberian kesempatan bermain; (3) pengalaman pengasuhan, paparan informasi, dan kondisi lingkungan memengaruhi tingkat penerimaan orang tua terhadap permainan berisiko; serta (4) orang tua cenderung mendukung permainan berisiko apabila tersedia pengawasan dan lingkungan yang dianggap aman.
Pengelolaan Screen Time Anak Usia Dini dalam Keluarga: Studi Kasus tentang Pengawasan, Pendampingan, dan Tantangan Orang Tua Lukman Hakim; Kristiyuana Kristiyuana
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik digital parenting dalam pengelolaan screen time anak usia dini di lingkungan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus terhadap lima orang tua yang memiliki anak usia 2–6 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget pada anak usia dini umumnya digunakan untuk hiburan, media belajar, serta membantu aktivitas pengasuhan sehari-hari, terutama saat makan atau ketika orang tua bekerja. Orang tua menerapkan berbagai bentuk pengawasan seperti pembatasan durasi, pendampingan penggunaan, dan seleksi konten digital. Penelitian ini juga menemukan adanya dampak positif berupa peningkatan kosakata dan kepercayaan diri anak, namun tetap terdapat kekhawatiran terhadap potensi ketergantungan gadget. Keterlibatan aktif orang tua menjadi faktor utama dalam pengelolaan screen time anak usia dini. Penelitian memberikan implikasi praktis bahwa pengelolaan screen time pada anak usia dini perlu didukung oleh pendampingan aktif, komunikasi yang baik, dan konsistensi aturan dalam keluarga, serta dapat menjadi rujukan bagi orang tua dan pendidik PAUD dalam membangun praktik digital parenting yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Pembelajaran Bermain Konstruktivistik melalui Stimulasi, Eksplorasi, dan Refleksi dalam Mengembangkan Kemampuan Kognitif Anak Usia 5–6 Tahun Shabrina Adilah Rafaiyah; Imron Arifin; Yudithia Dian Putra
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran bermain konstruktivistik melalui tahapan stimulasi, eksplorasi, dan refleksi dalam mengembangkan kemampuan kognitif anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus yang dilaksanakan di RA Bina Umat Namlea, Kabupaten Buru, Maluku selama tiga bulan. Subjek penelitian terdiri atas 27 anak usia 5–6 tahun, 3 guru kelas, 1 kepala sekolah, dan 5 orang tua yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bermain konstruktivistik dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu stimulasi, eksplorasi, dan refleksi yang menempatkan anak sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Aktivitas bermain manipulatif, simbolik, dan eksploratif terbukti mendukung perkembangan kemampuan klasifikasi, pemecahan masalah, dan penalaran logis anak. Selain itu, interaksi sosial dan scaffolding yang diberikan guru berperan penting dalam memperkuat proses konstruksi pengetahuan anak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bermain konstruktivistik merupakan pendekatan yang efektif untuk mengoptimalkan perkembangan kognitif anak usia dini.
Strategi Pedagogi Berbasis Budaya dalam Mengembangkan Kemandirian Anak Usia Dini Soviana Nadia; Imron Arifin; Yudithia Dian Putra
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8503

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif dan menguraikan secara mendalam strategi pedagogi berbasis budaya dalam mengembangkan kemandirian anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di TK Al-Miftah Pamekasan. Sumber data penelitian meliputi guru, kepala sekolah, anak, serta dokumen pembelajaran yang relevan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan pendekatan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pedagogi berbasis budaya diwujudkan melalui empat aspek utama, yaitu pembiasaan rutin, integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam kegiatan pembelajaran, peran guru sebagai fasilitator dan teladan, serta penciptaan lingkungan belajar yang mendorong eksplorasi, tanggung jawab, dan pengambilan keputusan sederhana oleh anak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pedagogi berbasis budaya mampu mendukung perkembangan kemandirian anak secara lebih kontekstual dan bermakna. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang mengintegrasikan budaya lokal untuk mengembangkan kemandirian anak usia dini. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian tentang strategi pedagogi berbasis budaya sebagai pendekatan yang relevan dalam penguatan karakter dan kemandirian anak usia dini.
Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini: Pendekatan Integratif Kognitif, Sosiokultural, dan Ekologis Dinar Nur Inten; Asep Supena; Sri Indah Pujiastuti
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan bahasa anak usia dini berdasarkan perspektif kognitif, sosiokultural, dan ekologis. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan partisipan 62 anak usia dini dan orang tuanya, serta enam guru pada salah satu PAUD/RA di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner guru, dan kuesioner orang tua, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi sosial anak berkembang lebih optimal dibandingkan kemampuan linguistik strukturalnya. Capaian interaksi verbal dengan teman sebaya (4,00) dan aktivitas bercerita bersama orang tua di rumah (3,89), sedangkan kemampuan menyusun kalimat lisan (3,31). Interaksi sosial dan lingkungan keluarga berperan penting dalam memperkuat perkembangan bahasa anak. Simpulan menegaskan perkembangan bahasa anak berlangsung secara optimal melalui sinergi perspektif kognitif, sosiokultural, dan ekologis. Implikasi praktisnya, pendidik PAUD perlu merancang pembelajaran yang terintegrasi dengan stimulasi komunikasi yang konsisten antara sekolah dan keluarga.
Integrasi STEAM dalam Kurikulum Merdeka: Praktik Pengajaran Adaptif, Tantangan Implementasi, dan Hasil Pembelajaran Kontekstual dalam Pendidikan Anak Usia Dini Dani Arianto; Yennizar N; Maisarah Gusvita; Syifah Fajria
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8570

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi STEAM dalam Kurikulum Merdeka pada PAUD dengan menelaah praktik adaptif guru, tantangan implementasi, dan capaian belajar kontekstual yang muncul pada anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga informan kunci, yaitu satu kepala TK dan dua guru kelas TK A yang terlibat langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran; observasi dilakukan pada kegiatan belajar anak TK A usia 4-5 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi, serta triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi STEAM dilaksanakan melalui pola Eksplorasi-Simulasi-Autentik (ESA) pada tema transportasi darat. Anak memperoleh pengalaman mengenal fungsi kendaraan, simbol lalu lintas, klasifikasi bentuk dan warna, kerja sama, komunikasi, serta representasi visual melalui aktivitas bermain. Tantangan utama meliputi keterbatasan media, manajemen waktu, dan kebutuhan pendampingan guru. Temuan ini menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka berbasis STEAM dapat dikembangkan secara kontekstual melalui media sederhana, lingkungan sekitar, dan dukungan kelembagaan
Perilaku Prososial Anak Usia Dini: Pengaruh Keterlibatan Ayah pada Aspek Responsibility Dini Putri Pratiwi; Deri Hendriawan; Nenden Sundari; Iik Nurulpaik
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8612

Abstract

Keterlibatan ayah merupakan salah satu aspek pengasuhan yang berhubungan dengan perkembangan perilaku prososial anak usia dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keterlibatan ayah terhadap perkembangan perilaku prososial anak usia dini dengan mengidentifikasi dimensi keterlibatan ayah yang paling dominan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yang melibatkan 55 ayah dan 55 anak usia 4–6 tahun di Kabupaten Tangerang. Data dikumpulkan melalui kuesioner keterlibatan ayah dan lembar observasi perilaku prososial dengan skala Likert 1–4. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi responsibility merupakan aspek keterlibatan ayah dengan capaian tertinggi (90,9%), sedangkan aspek kooperatif menunjukkan capaian tertinggi perilaku prososial anak (81,4%). Keterlibatan ayah berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku prososial anak (r = 0,464; R² = 0,215; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan ayah, khususnya pada dimensi responsibility, berkontribusi terhadap perkembangan perilaku prososial anak usia dini.
Pengembangan Motorik Kasar Anak Usia Dini melalui Pembelajaran Tari Tradisional: Sebuah Literature Review Diah Ayu Puspita; Angraeny Unedia Rachman; Asti Bhawika Adwitiya
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8644

Abstract

Perkembangan motorik kasar merupakan aspek penting yang memerlukan stimulasi sejak usia dini melalui pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pembelajaran tari tradisional dalam mengembangkan motorik kasar anak usia dini. Penelitian menggunakan metode Studi literature review dengan menganalisis 15 artikel nasional dan 10 artikel internasional yang diterbitkan pada tahun 2021 sampai 2025. Artikel tersebut dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk mengidentifikasi pola temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran tari tradisional secara terus menerus meningkatkan koordinasi gerak, keseimbangan, kelincahan, kekuatan otot, serta kemampuan lokomotor dan nonlokomotor anak. Selain itu, kegiatan menari juga mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan sosial, dan apresiasi terhadap budaya lokal. Dengan demikian, pembelajaran tari tradisional layak diterapkan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengoptimalkan perkembangan motorik kasar anak usia dini dan juga mendukung pelestarian budaya sejak usia dini.
Meningkatkan Nilai Moral Anak Usia Dini melalui Integrasi Cerita Rakyat dalam Pembelajaran Luluk Ull Jannah; Istikomah Istikomah; Wiwin Darti
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8645

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena degradasi moral dan krisis karakter pada anak Kelompok B di RA Tarbiyah Islamiyah Tanjung Agung, seperti rendahnya kepatuhan, ketidaksabaran, konflik antar-siswa, serta minimnya penggunaan kata santun. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menguji peningkatan nilai-nilai karakter anak usia dini melalui penerapan model pembelajaran berbasis integrasi cerita rakyat Bungo. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 15 anak didik. Data dikumpulkan menggunakan instrumen lembar observasi terstruktur dan catatan lapangan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis persentase ketercapaian indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi cerita rakyat Bungo melalui media audio-visual dan lembar aktivitas terbukti efektif meningkatkan nilai karakter anak. Peningkatan signifikan terlihat dari lonjakan persentase anak yang mencapai kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB), yaitu dari 26,67% pada Siklus I menjadi 86,67% pada Siklus II. Simpulan penelitian ini adalah integrasi cerita rakyat lokal dalam pembelajaran efektif meningkatkan nilai karakter religiositas, kemandirian, kejujuran, dan sopan santun anak usia dini.
Pengembangan Kartu Seri Bergambar dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Pada usia 5-6 tahun Luvitha Sari; Novita Ashari; Sri Mulianah; A. Tien Asmara Palintan
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 4 (2026): in Progress
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i4.8650

Abstract

Kemampuan bahasa reseptif anak usia dini masih menjadi tantangan dalam pembelajaran, khususnya dalam memahami alur cerita, menangkap pesan, dan mengikuti instruksi yang disampaikan melalui media pembelajaran. Penelitian terdahulu umumnya berfokus pada penggunaan media digital atau permainan tertentu, sedangkan pengembangan media konkret berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media kartu seri bergambar berbasis dongeng cerita rakyat Parepare untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) model Borg & Gall dengan melibatkan 20 peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, angket validasi ahli materi dan ahli media, angket respon guru, serta tes kemampuan bahasa reseptif anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sebesar 84,75% (sangat baik), kepraktisan sebesar 93,33% (sangat baik), dan keefektifan sebesar 72,08% (baik), dengan rata-rata keseluruhan sebesar 83,39% yang termasuk kategori sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa media kartu seri bergambar berbasis cerita rakyat lokal valid, praktis, dan efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak usia dini. Secara praktis, media ini dapat menjadi alternatif bagi guru dalam menyediakan pembelajaran bahasa yang lebih interaktif, kontekstual, dan berorientasi pada pelestarian budaya lokal.