cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
Search results for , issue "2022" : 404 Documents clear
Pengembangan Video Basic Life Support Terhadap peningkatan Keterampilan Warga Desa Paya Bujuk Beuramo, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa Magfirah Magfirah; Nora Veri; Cut Mutiah; Dewita Dewita; Sri Wahyuni Ms; Barirah Madani; Kasad Kasad; Idwar Idwar
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 2 (2022): April 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13254

Abstract

 Sudden cardiac arrest has become a major cause of morbidity and mortality, and is responsible for one-third of all deaths in Indonesia. Sudden heart attack has become a public health problem that is often encountered in the community. Currently, the treatment of cardiac arrest can not only be handled by health workers, but can also be handled by ordinary people and families. Cardiac arrest can be treated immediately by performing Basic Life Support (BLS). The purpose of this study was to determine the effect of developing Basic Life Support videos distributed via Whatsapp on the skills of Gampong residents of Paya Bujuk Beuramo Village, West Langsa District, Langsa City. The design of this study was a non-randomized post-test only with a control group. The sample in this study was 26 residents of Gampung Paya Bujuk Beuramo aged 20-45 years, selected by purposive sampling technique, which was then divided into an intervention group and a control group, each consisting of 26 people. BLS skills are measured by means of observation. Data were analyzed using independent sample t-test. The results of the analysis showed p value = 0.0001, so it was interpreted that there was a significant difference in BLS skills between the intervention group and the control group. Furthermore, it was concluded that the development of BLS videos was effective in improving the skills of citizens in carrying out BLS.Keywords: basic life support; videos, Whatsapp; skills ABSTRAK Serangan jantung mendadak telah menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas, serta bertanggung jawab atas sepertiga dari semua kematian di Indonesia. Serangan jantung mendadak telah menjadi masalah kesehatan masyarakat yang sering ditemui pada masyarakat. Saat ini penanganan terhadap henti jantung tidak hanya dapat ditangani oeh petugas kesehatan, tetapi juga dapat ditangani oleh orang awam dan keluarga. Henti jantung dapat ditangani segera dengan melakukan Basic life Support (BLS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengembangan video Basic Life Support yang disebarkan melalui Whatsapp terhadap keterampilan warga Gampong Desa Paya Bujuk Beuramo, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa. Rancangan penelitian ini adalah non-randomized post-test only with control group. Sampel dalam penelitian ini adalah 26 warga Gampung Paya Bujuk Beuramo yang berusia 20-45 tahun, yang dipilih dengan teknik purposive sampling, yang selanjutnya dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing terdiri atas 26 orang. Keterampilan BLS diukur dengan cara observasi. Data dianalisis menggunakan independent sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,0001, sehingga diinterpretasikan bahwa ada perbedaan keterampilan BLS secara signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Selanjutnya disimpulkan bahwa pengembangan video BLS efektif untuk meningkatkan keterampilan warga dalam melakakukan BLS.Kata kunci: basic life support; video, Whatsapp; keterampilan
Respon Masyarakat Terhadap Program Vaksin Covid-19 di Kelurahan Bojong Rawalumbu, Bekasi Alya Zahra Hamidah; Novita Dwi Istanti; Laily Hanifah; Acim Heri Iswanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13342

Abstract

The Covid-19 vaccine program targeted by the government for each region resulted in various responses from the community. This study aims to analyze the community's response to the Covid-19 vaccine program in Bojong Rawalumbu Village, Bekasi City using a cross-sectional design. This research was conducted online involving 358 people aged 17-64 years. Data were collected using a questionnaire and after being collected were analyzed descriptively and continued with the Chi-square test. The results of the analysis showed the p value for age = 0.04; for employment status = 0.049; for vaccine effectiveness = 0.041; for chronic disease = 0.000; and for the perception of vulnerability = 0.049. Furthermore, it was concluded that the response to vaccination was related to age, employment status, vaccine effectiveness, chronic disease and perceived susceptibility.Keywords: Covid-19; vaccination; community response ABSTRAK Program vaksin Covid-19 yang ditargetkan oleh pemerintah bagi setiap daerah menghasilkan berbagai respon dari masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon masyarakat terhadap program vaksin Covid-19 di Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi menggunakan desain cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan secara online yang melibatkan 358 orang berusia 17-64 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan setelah terkumpul dianalisis secara deskriptif dan dilanjutkan dengan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p untuk umur = 0,04; untuk status pekerjaan = 0,049; untuk efektivitas vaksin = 0,041; untuk penyakit kronis = 0,000; dan untuk persepsi kerentanan = 0,049. Selanjutnya disimpulkan bahwa respon terhadap vaksinasi berhubungan dengan umur, status pekerjaan, efektivitas vaksin, penyakit kronis dan persepsi kerentanan.Kata kunci: Covid-19; vaksinasi; respon masyarakat
Pengetahuan, Sikap dan Penerimaan Vaksin COVID-19 di Kabupaten Sidenreng Rappang Ayu Fitriani; Nurani St Juwaeriyah AM; Nurul Arfah Ilman; Nurdini Nurdini; Nurul Ainy Mansul S; Fadli Fadli
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i3.1695

Abstract

The COVID-19 vaccine can reduce the spread of the disease in a population because the vaccine protects not only those who have been vaccinated but also the wider community. The purpose of this study was to determine the knowledge and attitudes of the community towards the process of receiving the COVID-19 vaccine. This study was a quantitative research with a cross-sectional design, involving 103 respondents. Data were collected through filling out a questionnaire and then analyzed using the Chi-square test. The results of this study indicated a p value = 0.022 for the relationship between knowledge and the process of receiving the COVID-19 vaccine and 0.000 for the relationship between attitudes and the process of receiving vaccines. Furthermore, it was concluded that knowledge and attitudes were significantly related to the acceptance of the COVID-19 vaccine.Keywords: COVID-19; receipt of vaccines; knowledge; attitude ABSTRAK Vaksin COVID-19 dapat mengurangi penyebaran penyakit dalam suatu populasi karena vaksin tidak hanya melindungi mereka yang sudah divaksinasi tetapi juga masyarakat luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap proses penerimaan vaksin COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, yang melibatkan 103 responden. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai p = 0,022 untuk hubungan antara pengetahuan dengan proses penerimaan vaksin COVID-19 dan 0,000 untuk hubungan antara sikap dengan proses penerimaan vaksin. Selanjutnya disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap berhubungan secara signifikan dengan penerimaan vaksin COVID-19.Kata kunci: COVID-19; penerimaan vaksin; pengetahuan; sikap
Status Nutrisi dan Stress Sebagai Faktor yang Berhubungan dengan Penyembuhan Luka Apendiktomi Rizki Hidayat; Nita Sukamti; Altika Anggreni Hidayah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 2 (2022): April 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i2.2008

Abstract

Appendectomy wound healing is a process of postoperative injury recovery, and nutritional conditions and stress are the two elements that influence the process. Psychological stress causes an increase in the hormones cortisol, aldosterone, and adrenaline, which slows wound healing. The purpose of this study was to see how nutritional status and stress affect the healing of appendectomy wounds in the RT. 004 Depok Jaya Village. The research design used was descriptive descriptive with a cross-sectional approach. Total population sampling was used as the sampling method. The validity of the nutritional status and stress level questionnaires were used in this study. To examine the relationship between nutritional status and stress on appendectomy wound healing, data were analyzed using the Chi-square test. The p-value for nutritional status was 0.004 and the p-value for stress was 0.003. Furthermore, it was concluded that there was a relationship between nutritional status and stress with appendectomy wound healing.Keywords: nutritional status; stress; appendectomy wound healing ABSTRAK Penyembuhan luka apendiktomi merupakan proses pemulihan cedera pasca operasi, dan kondisi gizi serta stres merupakan dua unsur yang mempengaruhi proses tersebut. Stres psikologis menyebabkan peningkatan hormon kortisol, aldosteron, dan adrenalin, yang memperlambat penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana status nutrisi dan stres mempengaruhi penyembuhan luka operasi usus buntu di RT. 004 Kelurahan Depok Jaya. Desain penelitian yang digunakan adalah deksritif koleratif dengan pendekatan cross-sectional. Total population sampling digunakan sebagai metode pengambilan sampel. Kuesioner status gizi dan tingkat stres yang telah diverifikasi validitasnya digunakan dalam penelitian ini. Untuk menguji hubungan antara status nutrisi dan stres pada penyembuhan luka apendektomi, data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Nilai p untuk status nutrisi adalah 0,004 dan nilai p untuk stres adalah 0,003. Selanjutnya disimpulkan bahwa ada hubungan antara status nutrisi dengan stres dengan penyembuhan luka apendektomi.Kata kunci: status nutrisi; stress; penyembuhan luka apendiktomi
Keterkaitan Pemilihan Keberagaman dengan Status Gizi Anak Ulfia Fitriani Nafista; Nani Nurhaeni; Imami Nur Rachmawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i3.2160

Abstract

The nutritional status of children is critical, especially in the early stages of child growth. Inadequate child nutrition will cause stunting, wasting, and even obesity problems. One of the factors related to the nutritional status of children is the diversity of children's food, especially during the complementary feeding phase. This article was a systematic review that discusses the relationship between the diversity of complementary foods in children and nutritional status. Search sources were Science Direct, Scopus, Wiley Online Library, Sage Pub Journal, and Clinical Key published from 2016-2021. The results showed that various complementary foods positively impact and can reduce the risk of impaired child development. Therefore, parents need to provide a variety of foods according to the existing recommendations to maintain the nutritional status of children.Keywords: complementary feeding; dietary diversity; nutritional status ABSTRAK Status gizi anak sangat penting terutama pada masa awal pertumbuhan anak. Ketidakadekuatan gizi anak akan menimbulkan masalah seperti stunting, wasting bahkan obesitas. Salah satu faktor yang berhubungan dengan status gizi anak adalah keberagaman makanan anak terutama pada fase pemberian MPASI. Artikel ini merupakan systematic review yang membahas hubungan keberagaman MPASI anak dan status gizi. Sumber pencarian adalah Science Direct, Scopus, Wiley Online Library, Sage Pub Journal, dan Clinical key yang diterbitkan dari 2016-2021. Hasil menunjukkan bawah pemberian makanan MPASI yang beragam memiliki dampak positif dan mampu mengurangi risiko gangguan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu penting bagi orang tua untuk memberikan makanan yang beragam sesuai anjuran yang ada untuk menjaga status gizi anak.Kata Kunci: keberagaman makanan; MPASI; status gizi
Pemanfaatan Serbuk Biji Kapulaga (Amomum compactum) untuk Meningkatkan Imunitas di Masa Pandemi Covid-19 Shelby Indah Cantika Permatasari; Lia Herliana; Dudi Hartono; Heru Santoso Wahito Nugroho
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i3.1744

Abstract

Cardamom Immune Booster is a processed product made from dried cardamom seeds. After going through the drying process, the next step is manual pounding and filtering, then packaged in 10 gram sachets. This spice plant contains many chemical compounds that function as anti-oxidants such as phenolic compounds (phenolic acids, flavonoids, quinones, coumarins, lignins, stilbenes, tannins) which can help prevent disease and maintain health. Cardamom is also a source of minerals such as potassium, calcium, and magnesium. Potassium is an important component of cell and body fluids that help control heart rate and blood pressure, and copper is needed for the production of red blood cells. Taking into account several supporting factors, both in terms of costs, natural resources and human resources of the Sirnagalih Village community, the activities carried out are focused on the use of the cardamom plant (Amomum compactum) as a food supplement to strengthen the immune system (immunity) which is very important during the Pandemic. COVID-19. The availability of raw materials (cardamom plants) in the Sirnagalih village area is very abundant but has not been used optimally (only for plantation commodities). Seeing this phenomenon, it is necessary to innovate and campaign for the use of cardamom in powder form that can be consumed practically and has high economic value. This innovation is expected to increase public interest in consuming processed cardamom seeds. The pattern of activities in order to make cardamom processed products is carried out by communicating in advance about the aims and objectives of the activity to the Sirnagalih Village Government and the Family Welfare Movement (PKK) group, providing socialization about the importance of implementing a healthy lifestyle especially related to the situation during the Covid-19 Pandemic, and provide assistance to each group on processing procedures, packaging, and make marketing plans for processed products that can encourage economic growth during the pandemic with the existence of MSMEs. Given that cardamom seeds are very rich in antioxidants and proven to be immune system boosters, the authors highly recommend starting to get used to consuming cardamom like tea or coffee.Keywords: cardamom; immune boosterABSTRAK Kapulaga Immune Booster merupakan produk olahan dengan bahan baku biji kapulaga yang telah dikeringkan. Setelah melalui proses pengeringan, tahap selanjutnya dilakukan penumbukkan dan penyaringan secara manual, kemudian dikemas dalam bentuk sachet berukuran 10 gram. Tanaman rempah-rempah ini banyak mengandung senyawa kimia yang berfungsi sebagai anti-oksidan misalnya senyawa fenolik (asam fenolat, flavonoid, kuinon, kumarin, lignin, stilbenes, tannin) yang dapat membantu mencegah penyakit dan menjaga kesehatan. Kapulaga juga merupakan sumber mineral seperti kalium, kalsium, dan magnesium. Kalium merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengontrol detak jantung dan tekanan darah, serta tembaga yang dibutuhkan dalam produksi sel darah merah. Dengan mempertimbangkan beberapa faktor pendukung, baik dari segi biaya, sumber daya alam dan sumber daya manusia masyarakat Desa Sirnagalih, kegiatan yang dilakukan mengerucut pada pemanfaatan tanaman kapulaga (Amomum compactum) sebagai suplemen makanan penguat sistem kekebalan tubuh (imunitas) yang sangat penting di masa Pandemi COVID-19. Ketersediaan bahan baku (tanaman kapulaga) di wilayah desa Sirnagalih sangat melimpah namun belum dimanfaatkan dengan optimal (sebatas komoditas hasil perkebunan). Melihat fenomena tersebut perlu inovasi dan mengampanyekan pemanfaatan kapulaga dalam olahan bentuk serbuk yang dapat dikonsumsi secara praktis dan bernilai ekonomis tinggi. Inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk mengonsumsi olahan biji kapulaga. Pola kegiatan dalam rangka membuat produk olahan kapulaga dilakukan dengan mengkomunikasikan terlebih dahulu mengenai maksud dan tujuan kegiatan kepada Pemerintah Desa Sirnagalih serta kelompok Penggerak Kesejahteraan Keluarga (PKK), memberikan sosialisasi mengenai pentingnya penerapan pola hidup sehat apalagi dikaitkan dengan situasi masa Pandemi Covid-19, serta melakukan pendampingan kepada setiap kelompok tentang tatacara pengolahan, pengemasan, dan membuat perencanaan pemasaran hasil olahan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di masa pandemi dengan adanya UMKM. Mengingat biji kapulaga sangat kaya akan kandungan antioksidan dan terbukti menjadi penguat sistem kekebalan tubuh, penulis sangat merekomendasikan untuk mulai membiasakan mengonsumsi kapulaga layaknya teh mau pun kopi.Kata kunci: kapulaga; immune booster
Pengaruh Suplemen Ekstrak Ikan Gabus pada Pasien Nephrotic Syndrome Rosiana Waicang; Riri Maria; Tuti Herawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i3.2331

Abstract

 Nephrotic syndrome characterized by hypoalbuminea is found in 90% of cases of children with dietary management done to increase albumin levels with balanced supplementation with protein intake needed by animal protein with a better biological content than vegetable protein to increase serum albumin. Snakehead fish is one of the river fish that has high protein compared to others and is spread throughout Indonesia. The purpose of this literature review is to determine whether snakehead fish formula supplements can significantly increase serum albumin in patients with nephrotic syndrome. This study used several databases, namely Google Scholar, ScienceDirect, and Pubmed/Medline. The results of a review of 6 articles showed that snakehead fish formula supplements could significantly increase serum albumin in nephrotic syndrome patients with different administration times. The protein content in snakehead fish can increase serum albumin in patients with nephrotic syndrome.Keywords: albumin; snakehead fish extract; nephrotic syndrome ABSTRAK Syndrome nephrotic yang ditandai dengan hipoalbuminea ditemukan pada 90% kasus anak dengan penatalaksanaan diet dilakukan untuk meningkatkan kadar albumin dengan suplementasi yang seimbang dengan asupan protein yang dibutuhkan protein hewani dengan kandungan biologis yang lebih baik daripada protein nabati untuk meningkatkan albumin serum. Ikan gabus adalah salah satu ikan sungai yang memiliki protein tinggi dibandingkan dengan yang lainnya dan tersebar di seluruh Indonesia. Tujuan lirerature review ini adalah untuk mengetahui apakah suplemen formula ikan gabus dapat meningkatkan albumin serum secara signifikan pada pasien nephrotic syndrome. Studi ini menggunakan beberapa database yaitu Google Scholar, ScienceDirect, dan Pubmed/Medline. Hasil telaah review dari 6 artikel menunjukkan bahwa suplemen formula ikan gabus dapat meningkatkan albumin serum secara signifikan pada pasien nephrotic syndrome dengan waktu pemberian berbeda beda. Kandungan protein dalam  ikan gabus dapat meningkatkan albumin serum pada pasien nephrotic syndrome.Kata kunci: albumin; ekstrak ikan gabus; nephrotic syndrome
Potensi Filtrat Daun Salam sebagai Bioinsektisida Lalat Rumah dengan Metode Efikasi Aerosol Chandra Bagaskara Putra; Ngadino Ngadino; Setiawan Setiawan
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i3.1582

Abstract

 The house fly (Musca domestica) is one of the disease-carrying vectors that can be found around community settlements. The potential for various diseases carried by house flies is the reason why vector control efforts are quite important, one of which is the use of bioinsecticides. This study aims to determine the potential of bay leaf filtrate (Syzygium polyanthum) as a bioinsecticide for house flies. This study was categorized as an experiment with a posttest-only design with a control group, with a concentration of 7.5%, 10%, 15%, control and 6 times of replication. Data were analyzed using One Way Anova, Two Way Anova, and probit analysis. The results showed that the p-value <0.05, which means that there is a difference in the average mortality of house flies using various concentrations and duration of exposure to bay leaf filtrate. Based on the results of the probit test, the Lethal Concentration (LC50) at 1 hour is 20.672%, at 12 hours is 10.256%, and at 24 hours the concentration is 9.646%. It can be concluded that bay leaf filtrate can be used as a house fly bioinsecticide.Keywords: bay leaf (Syzygium polyanthum); filtrate; house fly (Musca domestica); bioinsecticide ABSTRAKLalat rumah (Musca domestica) adalah salah satu vektor pembawa penyakit yang dapat dijumpai di sekitar pemukiman masyarakat. Potensi berbagai macam penyakit yang dibawa lalat rumah menjadi alasan mengapa upaya pengendalian vektor ini menjadi cukup penting, salah satunya dengan penggunaan bioinsektisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi filtrat daun salam (Syzygium polyanthum) sebagai bioinsektisida lalat rumah. Penelitian ini dikategorikan sebagai eksperimen dengan rancangan posttest-only with control group, dengan konsentrasi 7,5%, 10%, 15%, kontrol dan 6 kali replikasi. Data dianalisis menggunakan One Way Anova, Two Way Anova, dan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa p-value <0,05 yang artinya ada perbedaan rata-rata kematian lalat rumah dengan menggunakan berbagai konsentrasi dan lama waktu paparan filtrat daun salam. Berdasarkan hasil uji probit didapatkan Lethal Concentration (LC50) pada 1 jam yaitu 20,672%, pada 12 jam yaitu 10,256%, dan pada 24 jam menunjukkan konsentrasi 9,646%. Dapat disimpulkan bahwa filtrat daun salam dapat digunakan sebagai bioinsektisida lalat rumah.Kata kunci: daun salam (Syzygium polyanthum); filtrat; lalat rumah (Musca domestica); bioinsektisida
Media Pembelajaran Interaktif dan Kepuasan Mahasiswa Selama Pandemi Covid-19 Murbiah Murbiah; Maya Fadlilah; Paray Theo Lonando; Zairinayati Zairinayati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i3.1943

Abstract

 Efforts to reduce the spread of Covid-19 in the education sector are by implementing online learning. Some online learning media are interactive media and e-learning. Student satisfaction in the online learning process is very important to increase student motivation and achievement during the Covid-19 pandemic. The purpose of this study was to determine the difference in student satisfaction between the use of interactive learning media without a network and with a network during the Covid-19 pandemic. This study was applied with a cross-sectional design. The sample is Semester IV students of the Nursing Science Study Program who take maternity nursing courses. This study compares the difference in satisfaction of 2 groups, each of which is learning with a network and without a network. The results of the analysis show that the average satisfaction of the interactive learning group without the network is 34.36 and with the network is 33.38. The results of the comparison test show the value of t = 3.040 with a value of p = 0.003. It was concluded that there was a difference in student satisfaction between those using interactive media without a network and with a network.Keywords: satisfaction; interactive media; network; Covid-19 pandemic ABSTRAK Upaya pengurangan penyebaran Covid-19 pada bidang pendidikan adalah dengan memberlakukan pembelajaran daring. Beberapa media pembelajaran daring adalah media interaktif dan e-learning. Kepuasan mahasiswa dalam proses pembelajaran daring sangat penting untuk meningkatkan motivasi dan prestasi mahasiswa selama pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kepuasan mahasiswa antara penggunaan media pembelajaran interaktif tanpa jarigan dan dengan jaringan selama masa pandemi Covid-19. Penelitian ini diterapkan dengan desain cross-sectional. Sampel adalah mahasiswa Semester IV Program Studi Ilmu Keperawatan yang mengambil mata kuliah keperawatan maternitas. Studi ini membandingkan perbedaan kepuasan 2 kelompok, masing-masing adalah pembelajaran dengan jaringan dan tanpa jairngan. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata kepuasan kelompok pembelajaran interaktif tanpa jaringan adalah 34,36 dan dengan jaringan adalah 33,38. Hasil uji komparasi menunjukkan nilai t = 3,040 dengan nilai p = 0,003. Disimpulkan bahwa ada perbedaan kepuasan mahasiswa antara yang menggunakan media interaktif tanpa jaringan dan dengan jaringan.Kata kunci: kepuasan; media interaktif; jaringan; pandemi Covid-19
Pengalaman Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif pada Anak dengan Kondisi Stunting Risna Merysa; Nani Nurhaeni; Dessie Wanda
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13308

Abstract

One of the factors associated with the incidence of stunting is exclusive breastfeeding. This literature study aims to explore the experience of mothers in exclusive breastfeeding for children with stunting conditions. The authors have systematically analyzed studies published between 2015 and 2021 through identification in Scopus, Wiley Online Library, and ProQuest. The keywords used in the article search were mother AND breastfeeding AND “experience OR practice” AND “stunting OR malnutrition”. A total of 10 articles have been analyzed and several themes have been obtained, namely: 1) the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting, 2) factors that influence exclusive breastfeeding, and 3) the benefits of breastfeeding. The practice of exclusive breastfeeding in children is one of the factors that can reduce the incidence of stunting. Thus, it is necessary to involve all parties to increase the success rate of exclusive breastfeeding in accordance with WHO recommendations.Keywords: exclusive breastfeeding; experience; stunting ABSTRAK Salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu pemberian ASI eksklusif. Studi literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman ibu dalam pemberian ASI eksklusif pada anak dengan kondisi stunting. Penulis telah menganalisis secara sistematis studi yang diterbitkan antara 2015 dan 2021 melalui identifikasi di Scopus, Wiley Online Library, dan ProQuest. Kata kunci yang digunakan dalam melakukan pencarian artikel yaitu mother AND breastfeeding AND “experience OR practice” AND “stunting OR malnutrition”. Sebanyak 10 artikel telah dianalisis dan diperoleh beberapa tema yaitu: 1) hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting, 2) faktor yang memengaruhi pemberian ASI eksklusif, serta 3) manfaat ASI. Praktik pemberian ASI eksklusif pada anak merupakan salah satu faktor yang dapat mengurangi tingkat kejadian stunting. Dengan demikian diperlukan keterlibatan dari semua pihak untuk meningkatkan angka keberhasilan pemberian ASI eksklusif sesuai dengan rekomendasi WHO.Kata kunci: ASI eksklusif; pengalaman; stunting

Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue