cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
Search results for , issue "2022" : 404 Documents clear
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Petani Sawah Krispianus Yertis Supriono; Andreas Umbu Roga; Agus Setyobudi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk438

Abstract

Pesticides are chemical substances that are widely used to eradicate pests and diseases that inhibit plant growth. This study aims to analyze the factors related to the behavior of using personal protective equipment on rice farmers in Lembor Selatan District, West Manggarai Regency, in 2022. This research was quantitative with a cross-sectional approach. The sample was 81 rice farmers in Lendong Village, who were selected using a multistage random sampling technique. The results showed that the three variables studied had a relationship with the behavior of using personal protective equipment, with p-value for knowledge = 0.000, attitude = 0.000 and the role of community leaders = 0.000. It was concluded that the knowledge, attitudes and roles of community leaders are determinants of the behavior of using personal protective equipment.Keywords: pesticides; personal protective equipment; behavior; rice farmer ABSTRAK Pestisida adalah suatu zat kimia yang banyak digunakan untuk memberantas hama serta penyakit yang menghambat pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri pada petani sawah di Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Tahun 2022. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel adalah 81 petani sawah di Desa Lendong, yang dipilih dengan teknik multistage random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel yang diteliti memiliki hubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri, dengan nilai p untuk pengetahuan = 0,000, sikap = 0,000 dan peran tokoh masyarakat = 0,000. Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap dan peran tokoh masyarakat merupakan determinan bagi perilaku penggunaan alat pelindung diri.Kata kunci: pestisida; alat pelindung diri; perilaku; petani sawah
Kesiapan Mental Tenaga Kesehatan yang Kurang Baik saat Menghadapi Covid-19 Varian Omicron di Rumah Sakit Provinsi Jawa Timur Arief Andriyanto; Eka Nur So'emah; Emyk Windartik
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk435

Abstract

The spread of the Covid-19 virus did not subside with the third wave spike with the omicron variant. The addition of cases with the latest variant will have an impact on society, especially health workers, one of which is mental health problems that occur in health workers as a result of patients undergoing treatment in hospitals are increasing. The purpose of this study was to describe the mental readiness of health workers when facing the omicron variant of Covid-19 at the East Java Provincial Hospital. This type of research was observational with a sample size of 453 health workers taken by purposive sampling. The research instrument was the Self-Reporting Questionnaire-29 questionnaire for mental health problems. The results of the study illustrated that the mental readiness of health workers could be categorized as follows: experience anxiety with an average of 3.70, psychomatic disorders with an average of 0.31, stress trauma with an average of 1.40. It was concluded that some health workers had poor mental readiness (not ready) to deal with the surge in cases of the omicron variant of Covid-19, so more preparation was needed to deal with the psychological impact that occurred on health workers through further education and training.Keywords: Covid-19; omicron variant; health workers; mental readiness ABSTRAK Penyebaran virus Covid-19 tidak kunjung mereda dengan terdapat lonjakan gelombang ketiga dengan varian omicron. Penambahan kasus dengan varian terbaru akan memberikan dampak kepada masyarakat khususnya tenaga kesehatan, yang salah satunya adalah masalah kesehatan jiwa yang terjadi pada tenaga kesehatan akibat pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit semakin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan kesiapan mental tenaga kesehatan saat menghadapi Covid-19 varian omicron di Rumah Sakit Provinsi Jawa Timur. Jenis penelitian adalah observasional dengan ukuran sampel 453 tenaga kesehatan yang diambil secara purposive sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner Self-Reporting Questionnaire-29 untuk masalah kesehatan jiwa. Hasil penelitian menggambarkan bahwa kesiapan mental tenaga kesehatan dapat dikategorikan sebagai berikut: mengalami kecemasan dengan rerata 3,70, gangguan psikomatik dengan rerata 0,31, stres trauma dengan rerata 1,40.  Disimpulkan bahwa sebagian tenaga kesehatan memiliki kesiapan mental yang kurang baik (tidak siap) dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian omicron, sehingga diperlukan persiapan yang lebih untuk mengatasi dampak psikologis yang terjadi pada tenaga kesehatan melalui edukasi dan pelatihan lebih lanjut. Kata kunci: Covid-19; varian omicron; tenaga kesehatan; kesiapan mental
Analisis Kesiapan penerapan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Jabal Nur Hamdani; Maya Weka Santi; Ervina Rachmawati; Sabran Sabran
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk315

Abstract

Readiness assessment prior to RME implementation can help identify processes and priority scales, as well as establish operational functions to support optimization when carrying out RME implementation. Therefore it is necessary to analyze the readiness of implementing RME to accelerate implementation in every hospital. The purpose of this study is to analyze the readiness of implementing RME in hospitals. This study is a literature review. Based on the results of the review, the highest readiness for implementing RME was 7 articles (64%) in the aspect of human resources, the hospital already knew the benefits of RME and the leadership had a commitment to implement RME, while the lowest readiness for implementing RME was 1 article (9%) in aspects of the hospital have made SOP related to RME. The conclusion of this study is that the readiness of implementing RME in hospitals can be increased by forming a special team, providing socialization and training to HR, making SOPs and providing hardware, software and IT staff.Keywords: electronic medical record; hospital; implementation; readiness ABSTRAK Penilaian kesiapan sebelum implementasi RME dapat membantu identifikasi proses dan skala prioritas, serta pembentukan fungsi operasional untuk mendukung optimalisasi saat melakukan implementasi RME. Oleh sebab itu perlu adanya analisis kesiapan penerapan RME untuk mempercepat penerapan disetiap Rumah Sakit. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis kesiapan penerapan RME di rumah sakit. Studi ini merupakan literature review. Berdasarkan hasil review, kesiapan penerapan RME paling tinggi sebanyak 7 artikel (64%) pada aspek sumber daya manusia rumah sakit telah mengetahui manfaat dari RME dan pimpinan telah memiliki komitmen untuk menerapkan RME, sedangkan kesiapan penerapan RME terendah sebanyak 1 artikel (9%) pada aspek rumah sakit telah membuat SOP terkait RME. Kesimpulan pada penelitian ini adalah kesiapan penerapan RME di rumah sakit dapat ditingkatkan melalui membentuk tim khusus, memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada SDM, membuat SOP dan menyediakan hardware, software, dan staf IT.Kata kunci: rekam medis elektronik; rumah sakit; implementasi; kesiapan
Indeks Eritrosit dan Kadar Retikulosit Hemoglobin (Ret-He) pada Ibu Hamil dengan Anemia Defisiensi Besi Fridayanti, Ni Made Risma; Handayati, Anik; Rahayuningsih, Christ Kartika
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk352

Abstract

Anemia of pregnancy is a condition of the body with hemoglobin levels in the blood <11g% in the 1st and 3rd trimesters. The erythrocyte index is used as a screening test to diagnose anemia based on its morphology. Ret-He is a new parameter that functions to assess iron in the body. This study aims to analyze the relationship between red blood cell index and reticulocyte hemoglobin (Ret-He) levels in pregnant women with iron deficiency anemia. The study design was cross-sectional involving 15 pregnant women at Wangaya Hospital, Denpasar. The measurement results data were then analyzed using the Pearson correlation test. The results showed that the mean MCV = 70.04 fL, average MCH = 24.05 pg, average MCHC = 27.48 g/dL, average Ret-He = 23.64 pg. The results of statistical analysis on the correlation between Ret-He and MCV, MCH and MCHC, showed p values were 0.004 for MCV, 0.001 for MCH and 0.793 for MCHC respectively. The conclusion of this study is that there is a relationship between Ret-He and MCV and MCH.Keywords: erythrocyte index; Ret-He; iron deficiency anaemia ABSTRAK Anemia kehamilan adalah kondisi tubuh dengan kadar hemoglobin dalam darah <11g% pada trimester 1 dan 3. Indeks eritrosit digunakan sebagai pemeriksaan penyaring untuk mendiagnosis terjadinya anemia berdasarkan morfologinya. Ret-He merupakan suatu parameter terbaru yang berfungsi menilai zat besi dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara indeks eritrosit dengan kadar retikulosit hemoglobin (Ret-He) pada ibu hamil dengan anemia defisiensi besi. Rancangan penelitian ini cross-sectional yang melibatkan 15 ibu hamil di RSUD Wangaya, Denpasar. Data hasil pengukuran selanjutnya dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata MCV = 70,04 fL, rerata MCH = 24,05 pg, rerata MCHC = 27,48 g/dL, rerata Ret-He = 23,64 pg. Hasil analisis statistik pada korelasi antara Ret-He dengan MCV, MCH dan MCHC, menunjukkan nilai p masing-masing adalah 0,004 untuk  MCV, 0,001 untuk MCH dan 0,793 untuk MCHC. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara Ret-He dengan MCV dan MCH.Kata kunci: indeks eritrosit; Ret-He; anemia defisiensi besi
Pengaruh Core Stability Exercise Dan Balance Exercise Terhadap Pencegahan Resiko Cedera Pada Pemain Futsal Galacticos Girl Di Palembang Suryani, Lily; Imam, MM, dr. Sentot; Wardani, S.Si., MM, Ratna
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.2961

Abstract

Sport is an activity that many people are interested in. Every sport has a risk for injury, including futsal. Sports injuries are all kinds of injuries that arise. both during training and during exercise (matches) or after matches. The purpose of this study was to determine the effect of the Core Stability Exercise and Balance Exercise on preventing the risk of injury to female futsal team players in the city of Palembang. This research is quantitative research with an experimental research design. with research design, true experimental pre and post-with controlled design. Respondents were from the women's futsal team Galacticos Girl, totaling 20 respondents, taken by random sampling. Group 1 was given Core Stability Exercise and Balance Exercise. Group 2 was the control group with 18 meetings within 6 weeks with a frequency of 3 times per week. The instrument in this study uses a Functional Movement Screen (FMS) as a predictor of the risk of injury. Measurements were made before treatment and after treatment. The results showed that there was a significant difference in the effect of Core Stability Exercise and Balance Exercise on reducing the risk of injury to futsal players in group 1 with treatment and Group 2, namely the control group tested with Paired Sample T-Test showing the results of p-0,000 (p< 0.05), the different test with the Independent Sample T-Test showed the results of p-0.000 (p<0.05). In future researchers, it is hoped that research can be more complex and both interventions with shorter duration. Keywords: core stability exercise; balance exercise; female futsal player. 
Ergonomic Training untuk Memperbaiki Intensitas Nyeri dan Aktivitas Fungsional Penderita Nyeri Pinggang Agus Setiyawan; Ratna Wardani; Nurdina Nurdina; Nurwijayanti Nurwijayanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk451

Abstract

Ergonomic training is a training that discusses certain positions to optimize body position when carrying out functional activities. This study aims to determine the effect of ergonomic training for low back pain sufferers on pain intensity and functional activity in employees of RSU Aisyiyah Ponorogo. This study applied a cross-sectional design, involving 79 respondents who were selected randomly. The data were obtained by filling out a questionnaire, then analyzed using a linear regression test. The results showed that there was a negative effect of ergonomic training on pain intensity. This showed that ergonomic training can reduce the risk of low back pain. In addition, there was a negative effect of ergonomic training on functional activity pain. This showed that ergonomic training can reduce the potential for functional pain in workers.Keywords: occupational disease; low back pain; ergonomic training ABSTRAK Ergonomic training merupakan sebuah pelatihan yang membahas terkait posisi tertentu untuk optimalisasi posisi tubuh saat melakukan aktivitas fungsional. Penelitian ini berujuan untuk mengetahui pengaruh ergonomic training untuk penderita low back pain terhadap intensitas nyeri dan aktivitas fungsional pada karyawan RSU Aisyiyah Ponorogo. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional, yang melibatkan 79 responden yang dipilih secara random. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh negatif dari ergonomic training terhadap intensitas nyeri. Ini menunjukkan bahwa ergonomic training mampu menurunkan resiko low back pain. Selain itu terdapat pengaruh negatif dari ergonomic training terhadap nyeri aktivitas fungsional. Ini menunjukkan bahwa ergonomic training mampu menurunkan potensi nyeri fungsional pekerja.Kata kunci: penyakit akibat kerja; low back pain; ergonomic training
Static dan Dynamic Stretching Exercise Meningkatkan Kemampuan Sprint pada Pemain Sepak Bola Ryan Hidayatullah; Nurwijayanti Nurwijayanti; Novita Anna Anggraeni; Indasah Indasah; Byba Melda Suhita
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk359

Abstract

Football is one of the sports that is in great demand by the public. Early childhood sports injuries can occur due to various things while undergoing training or during matches, such as physical training, techniques and tactics that are not programmed properly. Elasticity plays a role as an important factor that affects the increase in speed. Muscle elasticity must be maintained in order to produce good speed. The purpose of this study was to analyze the benefits of static and dynamic stretching exercises to increase the speed (sprint) of soccer players. This research was carried out for 6 weeks with the intensity of training 3 times a week from April 2022 to May 2022, involving 27 Paramed FC soccer players. The measuring instrument used to measure running speed is the 30 Meter Sprint Test. In the Static Stretching (K1), Dynamic Stretching (K2) and Control Group (K3) treatment groups, the pretest-posttest values showed that the data were normally distributed (p > 0.05). In the pretest-posttest after the Static Stretching (K1) treatment, Dynamic Stretching (K2) Control Group (K3) obtained a p value <0.05, which means that there is a significant difference between the pretest and posttest. It can be concluded that the interventions provided are effective in increasing sprint ability in soccer players.Keywords: static stretching; dynamic stretching; sprints; football ABSTRAK Sepak bola menjadi salah satu cabang olahraga yang sangat diminati oleh masyarakat. Cedera olahraga sepak bola usia dini dapat terjadi karena berbagai hal saat menjalani latihan maupun saat bertanding, seperti latihan fisik, teknik dan taktik yang tidak terprogram dengan baik. Elastisitas memegang peranan sebagai faktor penting yang berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan. Elastisitas otot harus dipelihara agar dapat menghasilkan kecepatan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis manfaat latihan static dan dynamic stretching untuk meningkatkan kemampuan kecepatan (sprint) pada pemain sepak bola. Penelitian ini dilaksanakan selama 6 minggu dengan intensitas latihan 3 kali dalam seminggu  pada bulan April 2022 sampai Mei 2022, dengan melibatkan 27 pemain sepak bola Paramed FC. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kecepatan lari adalah 30 Metre Sprint Test. Pada kelompok perlakuan Static Stretching (K1), Dynamic Stretching (K2) dan Control Group (K3) nilai pretest-posttest menunjukkan data terdistribusi normal (p >0,05). Pada pretest-posttest setelah dilakukan perlakuan Static Stretching (K1), Dynamic Stretching (K2) Control Group(K3) didapatkan nilai p <0,05, yang bermakna bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Dapat disimpulkan bahwa intervensi yang diberikan efektif untuk meningkatkan kemampuan sprint pada pemain sepak bola.Kata kunci: static stretching; dynamic stretching; sprint; sepakbola
Keluarga, Jenis Kelamin, Budaya dan Persepsi Remaja tentang Pernikahan di Bawah Umur Zahra Gita Disayang; Chahya Kharin Herbawani; Agustina Agustina; Novita Dwi Istanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk349

Abstract

Underage marriages have continued to increase since the Covid-19 pandemic in Indonesia, including in Bogor Regency. The impact of underage marriage becomes a long-term problem including health and economic problems. This study aims to determine the relationship between family, gender and culture with adolescent perceptions of underage marriage. The study design used was cross-sectional. This study involved 282 junior high school students selected by purposive sampling technique. Data was collected through filling out questionnaires, then analyzed by Chi square test and multiple logistic regression. The results showed that the p-value for gender = 0.008, family = 0.000 and culture = 0.000, so it was concluded that it was related to adolescents' perceptions of underage marriage. Meanwhile, the variables age, pandemic situation, parents' education, parents' income, ethnicity, peers and social media were not related to adolescents' perceptions of underage marriage. Family is the most related variable in this study. Families are expected to be able to provide attention and supervision to adolescents and provide adolescents with the opportunity to carry out positive activities.Keywords: underage marriage; perception; teenager; family ABSTRAK Pernikahan di bawah umur terus meningkat sejak pandemi Covid-19 di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bogor. Dampak dari pernikahan di bawah umur menjadi permasalahan jangka panjang meliputi masalah kesehatan dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara keluarga, jenis kelamin dan budaya dengan persepsi remaja tentang pernikahan di bawah umur. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 282 siswa SMP yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis dengan uji Chi square dan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk jenis kelamin = 0,008, keluarga = 0,000 dan budaya = 0,000, sehingga disimpulkan berhubungan dengan persepsi remaja tentang pernikahan di bawah umur. Sementara itu variabel umur, situasi pandemi, pendidikan orang tua, penghasilan orang tua, suku, teman sebaya dan media sosial tidak berhubungan dengan persepsi remaja tentang pernikahan di bawah umur. Keluarga menjadi variabel yang paling berhubungan pada penelitian ini. Keluarga diharapkan dapat memberikan perhatian dan pengawasan pada remaja serta memberikan remaja kesempatan untuk melakukan kegiatan positif.Kata kunci: pernikahan di bawah umur; persepsi; remaja; keluarga
Perawatan Gigi dan Kejadian Penyakit Gigi dan Mulut pada Anak Usia Sekolah di Puskesmas Cijagra Lama Enisah Maksum; Nadirawati Nadirawati; Irma Darmawati; Asri Handayani; Neni Rocmayati Satuhu
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk421

Abstract

Dental and mouth disease in school children reaches 60-90%. Efforts to care for teeth in school-age children is an important thing to do to prevent dental and oral diseases. This study aims to determine the relationship between dental care efforts and the incidence of dental and oral disease in elementary school students in the working area of the Cijagra Lama Health Center, Bandung City. This study used a cross-sectional approach, involving 261 students selected by accidental sampling technique. Data were analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis showed a p value> 0.05 for the analysis of the relationship between control to the dentist and the incidence of dental and oral disease; meanwhile the value <0.05 for the analysis of the relationship between the behavior of brushing teeth regularly with the incidence of dental and oral disease. Dental care by brushing your teeth regularly can prevent caries, toothache and swollen teeth in school-age children.Keywords: dental and oral disease; elementary school students; dental care efforts; brushing teeth ABSTRAK Penyakit gigi dan mulut pada anak sekolah mencapai angka 60-90%. Upaya perawatan gigi pada anak usia sekolah merupakan hal yang penting dilakukan untuk mencegah penyakit gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara upaya perawatan gigi dengan kejadian penyakit gigi dan mulut pada siswa sekolah dasar di Wilayah Kerja Puskesmas Cijagra Lama, Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional, yang melibatkan 261 siswa yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p >0,05 untuk analisis hubungan antara kontrol ke dokter gigi dengan kejadian penyakit gigi dan mulut; sementara itu nilai <0,05 untuk analisis hubungan antara perilaku menggosok gigi secara teratur dengan kejadian penyakit gigi dan mulut. Perawatan gigi dengan menggosok gigi secara teratur dapat  mencegah karies, sakit gigi dan gigi bengkak pada anak usia sekolah.Kata kunci: penyakit gigi dan mulut; siswa sekolah dasar; upaya perawatan gigi; menggosok gigi
Profil Perilaku, Kepatuhan Pemeriksaan ANC Dan Kecemasan Pada Ibu Hamil Di Era New Normal Zahrotur Rubbiyani; Nurdina Nurdina; Yenny Puspitasari; Byba Melda; Indasah Indasah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.2524

Abstract

Angka kematian ibu dan kematian neonatal di Indonesia dalam kondisi normal masih menjadi tantangan besar. Sehingga kehamilan di masa ini memiliki kekhawatiran tersendiri baik bagi ibu hamil maupun bagi keluarga. Salah satu yang paling banyak menjadi polemik mengenai prosedur pemeriksaan kesehatan di rumah sakit, termasuk pemeriksaan kehamilan.. Adanya ancaman penyebaran dan dampak Covid-19 pada ibu hamil, diikuti faktor lain seperti kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan, dukungan sosial (keluarga), aktifitas fisik, pelayanan kesehatan, status ekonomi dan meningkatnya persentase covid-19 di lingkungan tempat tinggal mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku, kepatuhan pemeriksaan ANC dan kecemasan ibu hamil di era new normal di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ibu hamil di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi mendapatkan berbagai informasi kesehatan dari petugas kesehatan baik dokter maupun bidan yang bertugas di Posyandu atau Puskesmas. Selain itu, pengetahuan dan informasi mengenai kehamilan di masa era new normal diterapkan oleh ibu hamil sesuai dengan anjuran-anjuran tenaga kesehatan. Para ibu hamil juga menjaga kesehatannya dan janinnya dari bahaya virus Covid-19 dengan cara mematuhi anjuran Pemerintah yaitu 3M. Ibu hamil di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi rajin memeriksakan kehamilannya bahkan lebih dari minimal yang dianjurkan yakni 4 kali pemeriksaan. Rata-rata ibu hamil memeriksakan kandungannya 5-6 kali. 3. Ibu hamil di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi mayoritas merasakan kecemasan dan sensitif selama kehamilan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya cemas akan janinnya dan juga dirinya sendiri. Selain itu faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu hamil yang ada di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi adalah karena omongan orang lain, usia ibu hamil, dan mental yang belum siap.Kata kunci: Ibu hamil; kepatuhan ANC; kecemasan; RSUD Tora Belo.

Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue