cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Penyebab Keterlambatan Pengembalian Berkas Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Nurmawati, Ida; Rohmah, Amaliya Nikmatul; Alfiansyah, Gamasiano
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk313

Abstract

Accuracy in returning medical record files is necessary in order to realize good medical record management, because it influences policy making, management decisions, and the delivery of information to each patient. So a study is needed that aims to study the causes of delays in returning inpatient medical record files at the hospital. This study is a literature review involving 19 articles from Google Scholar and the Garuda Portal. The results of the study stated that the causes of delays in returning medical record files were: 1) man: lack of knowledge regarding the deadline for returning medical record files, training had not been carried out, staff attitude was not good, education level was not appropriate, staff had less years of service; 2) money: budget is not yet available; 3) method: there is no SOP, the SOP has not been socialized, the officers do not work according to the SOP, monitoring has not been carried out; 4) material: incomplete filling of the patient's medical record file; 5) machine: lack of other supporting facilities.Keywords: hospital; late returns; medical records ABSTRAK Ketepatan pengembalian berkas rekam medis diperlukan guna mewujudkan manajemen rekam medis yang baik, karena berpengaruh terhadap pengambilan kebijakan, keputusan manajemen, serta penyampaian informasi kepada setiap pasien. Maka diperlukan studi yang bertujuan untuk mempelajari penyebab keterlambatan pengembalian berkas rekam medis rawat inap di rumah sakit. Studi ini merupakan literature review yang melibatkan 19 artikel dari Google Scholar dan Portal Garuda. Hasil studi menyatakan bahwa penyebab keterlambatan pengembalian berkas rekam medis adalah: 1) man: kurangnya pengetahuan terkait batas waktu pengembalian berkas rekam medis, belum dilakukan pelatihan, kurang baiknya sikap petugas, tingkat pendidikan tidak sesuai, masa kerja petugas kurang; 2) money: belum tersedianya anggaran; 3) method: belum ada SOP, belum disosialisasikannya SOP, petugas tidak bekerja sesuai SOP, belum dilaksanakannya monitoring; 4) material: ketidaklengkapan pengisian berkas rekam medis pasien; 5) machine: kurangnya sarana penunjang lain.Kata kunci: rumah sakit; keterlambatan pengembalian; rekam medis
Komunikasi Terapeutik dan Tingkat Kecemasan Pasien Kanker di RSUP Prof. DR. RD Kandou Manado Dina Mariana Larira; Muhamad Nurmansyah; Andi Buanasari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14126

Abstract

Cancer patients who will undergo therapy often feel anxious about the therapeutic procedures that will be given, and nurses have a key role through therapeutic communication. This study aims to determine the relationship between therapeutic communication and anxiety levels in cancer patients at Prof. Dr. RD Kandou Hospital, Manado. This study used a cross-sectional design involving 60 patients who would receive chemotherapy at Prof. Dr. RD Kandou Hospital, Manado. Data was collected by filling out a questionnaire, then analyzed using the Spearman correlation test. The results of the analysis show that the value of p = 0.09, with r = -0.221. It was concluded that there was no significant correlation between therapeutic communication and patient anxiety in facing cancer therapy procedures.Keywords: therapeutic communication; worry; cancer patient ABSTRAK Pasien kanker yang akan menjalani terapi sering merasa cemas terhadap prosedur terapi yang akan diberikan, dan perawat memiliki peran kunci melalui komunikasi terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan pada pasien kanker di RSUP Prof. Dr. RD Kandou, Manado. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional yang melibatkan 60 pasien yang akan menerima kemoterapi di RSUP Prof. DR. RD Kandou, Manado. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p = 0,09, dengan r = -0,221. Disimpulkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan antara komunikasi terapeutik dengan kecemasan pasien dalam menghadapi prosedur terapi kanker.Kata kunci: komunikasi terapeutik; kecemasan; pasien kanker
Anemia dalam Kehamilan Trimester III dan Kejadian Perdarahan Postpartum Primer Fitri Ikhtiarinawati Fajrin; Husnul Muthoharoh; Martha Marwahzuma
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk350

Abstract

The World Health Organization (WHO) says that the main cause of maternal death is bleeding. More than two thirds of deaths are due to primary postpartum hemorrhage. Anemia is known as a cause of primary postpartum hemorrhage due to a lack of hemoglobin in the blood which can cause a lack of oxygen to the cells of the body and brain, including the uterus. This study aims to analyze the relationship between the incidence of anemia and the incidence of postpartum hemorrhage, with a cross-sectional design. Data collection in this study was carried out for 3 months, from October to December 2021 in the VK Room, Maduran Health Center, Lamongan Regency. The collected data were analyzed using the Chi-square test. The results of data analysis showed a value of p = 0.015. It was concluded that there is a relationship between the incidence of anemia in pregnancy and the incidence of primary postpartum hemorrhage.Keywords: anemia; pregnancy; primary postpartum hemorrhage ABSTRAK World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan. Lebih dari dua pertiga kematian adalah karena perdarahan postpartum primer. Anemia dikenal sebagai penyebab perdarahan postpartum primer karena kekurangan hemoglobin dalam darah yang dapat menyebabkan kekurangan oksigen ke sel-sel tubuh dan otak, termasuk rahim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kejadian anemia dengan kejadian perdarahan postpartum, dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan data pada penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu pada bulan Oktober sampai Desember 2021 di Ruang VK, Puskesmas Maduran, Kabupaten Lamongan. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis data menunjukkan nilai p = 0,015. Disimpulkan bahwa ada hubungan antara kejadian anemia dalam kehamilan dengan kejadian perdarahan postpartum primer.Kata kunci: anemia; kehamilan; perdarahan postpartum primer
Jenis dan Dosis Latihan Intradialisis yang Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisa Hilda Anggraeni Laluyan; Indasah Indasah; Agusta Dian Ellina; Katmini Katmini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk314

Abstract

There are many risk factors for chronic kidney disease (CKD), one of which is age over 65 years and female sex. Hemodialysis is a way of treating stage 5 CKD, given in the long term so that it has an impact on various aspects of life. Patients can experience mental, social and physical disorders. Intradialysis exercises are exercises performed during a hemodialysis session. The purpose of doing this exercise is to increase muscle strength, shorten hospitalization time, improve blood pressure control, improve fat quality, and increase the effectiveness of dialysis. This study is a literature review involving 15 journal articles. The review results show that progressive resistance training is the most appropriate choice. This exercise can improve the patient's physical and psychological health, improve quality of life, reduce the risk of swelling and pain, and improve respiratory function. The dose of exercise three times per week is quite safe for patients. Exercise for 12 weeks can significantly improve the quality of life of hemodialysis patients.Keywords: hemodialysis; intradialysis exercises; quality of life ABSTRAK Banyak faktor resiko chronic kidney disease (CKD), salah satunya adalah usia di atas 65 tahun serta  jenis kemain perempuan. Hemodialisis merupakan salah satu cara pengobatan CKD tahap 5, diberikan dalam jangka panjang sehingga berdampak bagi berbagai aspek kehidupan. Pasien dapat mengalami gangguan mental, sosial maupun fisik. Latihan intradialisis adalah latihan yang dilakukan selama sesi hemodialisa. Tujuan dilakukannya latihan ini adalah untuk meningkatkan kekuatan otot, mempersingkat waktu rawat inap, meningkatkan kontrol tekanan darah, meningkatkan kualitas lemak, dan meningkatkan efektifitas dialisis. Studi ini merupakan literature review yang melibatkan 15 artikel jurnal. Hasil review menunjukkan bahwa progressive resistance training menjadi pilihan yang paling tepat. Latihan ini dapat meningkatkan kesehatan fisik dan psikologis pasien, meningkatkan kualitas hidup, menurunkan resiko bengkak dan nyeri, serta meningkatkan fungsi pernapasan. Dosis latihan tiga kali perminggu cukup aman bagi pasien. Latihan selama 12 minggu dapat meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis secara signifikan.Kata kunci: hemodialisa; latihan intradialisis; kualitas hidup
Hygiene Air Rumah Tangga Sebagai Faktor Resiko Kejadian Stunting pada Balita Zakiah Zakiah; Aulina Adamy; Faisal Bin Abdurrahman; Radhiah Zakaria
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk348

Abstract

Stunting is not only caused by a lack of nutrients, it is suspected that it also occurs due to other factors. This study aims to determine the relationship between household water hygiene and the incidence of stunting in toddlers in Central Aceh District. This was an analytic observational study using a case-control design. The samples in the study were 54 toddlers (24-59 months), consisting of 27 cases and 27 controls. The data that had been collected was analyzed using a multiple logistic regression test to determine the most dominant factor influencing the incidence of stunting. The results of the bivariate analysis showed that there was no relationship between the water factor, namely the source of drinking water, access to drinking water and the incidence of stunting. However, unprotected drinking water sources havd a 1.4 times greater risk of having stunted children than protected drinking water sources. Difficult access to drinking water was also 1.4 times at risk of having stunted toddlers compared to easy access to drinking water. The results of the bivariate analysis on behavioral factors also show that there was no relationship between the factors of latrine ownership, proper sanitation, hand washing habits and the incidence of stunting. However, without a latrines, the risk was 1.3 times greater for having stunted children under five, besides that inadequate sanitation was also 1.1 times more likely to had stunted children under five. Mothers with poor hand washing habits was 1.5 times more likely to have stunted toddlers.Keywords: stunting; toddler; hygieneABSTRAK Stunting selain disebabkan karena kekurangan zat gizi, diduga juga terjadi akibat faktor lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hygiene air rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita di Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini bersifat observasional analitik menggunakan rancangan case-control. Sampel dalam penelitian sebanyak 54 balita (24-59 bulan), terdiri atas 27 case dan 27 control. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan uji regresi logistik ganda untuk mengetahui faktor yang paling dominan mempengaruhi kejadian stunting. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara faktor air yaitu sumber air minum, akses air minum dengan kejadian stunting. Namun sumber air minum tidak terlindungi berisiko 1,4 kali lebih besar memiliki balita stunting dibandingkan dengan sumber air minum terlindungi. Akses air minum sulit juga berisiko 1,4 kali memiliki balita stunting dibandingkan dengan akses air minum mudah. Hasil analisis bivariat pada faktor perilaku juga diketahui bahwa tidak ada hubungan antara faktor kepemilikan jamban, sanitasi layak, kebiasaan cuci tangan dengan kejadian stunting. Namun ketiadaan jamban berisiko 1,3 kali lebih besar memiliki balita stunting, selain itu sanitasi tidak layak juga berisiko 1,1 kali memiliki balita stunting. Ibu dengan kebiasaan cuci tangan kurang baik berisiko 1,5 kali lebih besar memiliki balita stunting.Kata kunci: stunting; balita; hygiene
Hypnobreastfeeding untuk Meningkatkan Pengeluaran Air Susu Ibu pada Masa Nifas Arindiah Puspo Windari; Wiwi Rumaolat
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk445

Abstract

Breast milk is the nutrition that babies really need for growth, development and maintaining immunity. So research is needed which aims to determine the effect of hypnobreastfeeding techniques on the production of breast milk during the postpartum period. The design of this study was one group pretest-posttest, which involved 32 postpartum mothers, who were selected by total sampling technique. The smooth production of breast milk was measured through observation. In order to see the differences in the smoothness of milk production before and after being given the hypnobreastfeeding technique through education for postpartum mothers, an analysis was carried out using the Wilcoxon test, which had previously been tested for the normality of data distribution using the Shapiro Wilk test which showed that the data were not normally distributed. The p value of the Wilcoxon test was 0.000 so that it could be interpreted that there was a difference in the smoothness of breast milk production between before and after the intervention. It was concluded that the hypnobreastfeeding technique succeeded in expediting the release of breast milk during the postpartum period at the Taniwel Health Center.Keywords: breast milk; hypnobreastfeeding; childbirth ABSTRAK Air susu ibu merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh bayi Untuk pertumbuhan, perkembangan dan mempertahankan imunitas. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik hypnobreastfeeding terhadap pengeluaran air susu ibu pada masa nifas. Rancangan penelitian ini adalah one group pretest-posttest, yang melibatkan 32 ibu nifas, yang dipilih dengan teknik total sampling. Kelancaran pengeluaran air susu ibu diukur melalui observasi. Guna melihat perbedaan kelancaran produksi ASI sebelum dan sesudah diberikan teknik hypnobreastfeeding melalui edukasi pada ibu nifas, dilakukan analisis menggunakan uji Wilcoxon, yang sebelumnya telah diuji normalitas distribusi data menggunakan uji Shapiro wilk yang menunjukkan bahwa data tak terdistribusi normal. Nilai p dari uji Wilcoxon adalah 0,000 sehingga dapat ditafsirkan bahwaada perbedaan kelancaran pengeluaran air susu ibu antara sebelum dan sesudah intervensi. Disimpulkan bahwa teknik hypnobreastfeeding berhasil melancarkan pengeluaran air susu ibu pada masa nifas di Puskesmas Taniwel.Kata kunci: air susu ibu; hypnobreastfeeding; nifas
Rasio Hip-Acromion Sebagai Faktor Tingkat Kebugaran Wayan Rusni; Tanjung Subrata; Trisna Sumadewi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14112

Abstract

"Baswara Medical Assistance Team (TBM)" is an organizational forum that facilitates students in student activities, especially for handling emergencies and humanity in the field. TBM members are required to have excellent physical fitness to be able to provide basic medical assistance. While attending medical education, it turns out that the fitness level of students continues to experience a decline, which is more evident when they are in the pre-clinical education period. The purpose of this study was to determine the relationship between the hip-acromion ratio and the fitness level of TBM FKIK students. The design used was cross-sectional for 7 months, involving 68 students from TBM FKIK Unwar who were selected by simple random sampling technique. Measuring tools in the form of observation sheets, tension meter, scales and height meter. The data were analyzed descriptively and then tested the hypothesis using the Spearman rank test. The results showed a p value of less than 0.05 for the correlation between the hip-acromion ratio and sit ups and cardio-pulmonary endurance.Keywords: hip-acromion ratio; fitness; sit ups; push ups; cardiorespiratory endurance ABSTRAK “Tim Bantuan Medis Baswara (TBM)” adalah wadah organisasi yang memfasilitasi mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan, terutama untuk penanganan kegawatdaruratan dan kemanusiaan di lapangan. Anggota TBM dituntut memiliki kebugaran fisik yang prima untuk dapat memberikan pertolongan medis dasar. Selama mengikuti pendidikan kedokteran, tingkat kebugaran mahasiswa ternyata terus mengalami penurunan, yang tampak lebih nyata ketika mereka dalam masa pendidikan pre-klinik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara rasio hip-acromion dengan tingkat kebugaran mahasiswa TBM FKIK. Rancangan yang digunakan adalah cross-sectional selama 7 bulan, yang melibatkan 68 mahasiswa anggota TBM FKIK Unwar yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Alat ukur berupa lembar observasi, tensi meter, timbangan dan meteran tinggi badan. Data dianalisis secara deskriptif lalu dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan nilai p kurang dari 0,05 untuk korelasi antara rasio hip-acromion dengan sit up dan daya tahan jantung-paru.Kata kunci: rasio hip-acromion; kebugaran; sit up; push up; daya tahan jantung-paru
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Petani Sawah Krispianus Yertis Supriono; Andreas Umbu Roga; Agus Setyobudi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk438

Abstract

Pesticides are chemical substances that are widely used to eradicate pests and diseases that inhibit plant growth. This study aims to analyze the factors related to the behavior of using personal protective equipment on rice farmers in Lembor Selatan District, West Manggarai Regency, in 2022. This research was quantitative with a cross-sectional approach. The sample was 81 rice farmers in Lendong Village, who were selected using a multistage random sampling technique. The results showed that the three variables studied had a relationship with the behavior of using personal protective equipment, with p-value for knowledge = 0.000, attitude = 0.000 and the role of community leaders = 0.000. It was concluded that the knowledge, attitudes and roles of community leaders are determinants of the behavior of using personal protective equipment.Keywords: pesticides; personal protective equipment; behavior; rice farmer ABSTRAK Pestisida adalah suatu zat kimia yang banyak digunakan untuk memberantas hama serta penyakit yang menghambat pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri pada petani sawah di Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Tahun 2022. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel adalah 81 petani sawah di Desa Lendong, yang dipilih dengan teknik multistage random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel yang diteliti memiliki hubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri, dengan nilai p untuk pengetahuan = 0,000, sikap = 0,000 dan peran tokoh masyarakat = 0,000. Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap dan peran tokoh masyarakat merupakan determinan bagi perilaku penggunaan alat pelindung diri.Kata kunci: pestisida; alat pelindung diri; perilaku; petani sawah
Kesiapan Mental Tenaga Kesehatan yang Kurang Baik saat Menghadapi Covid-19 Varian Omicron di Rumah Sakit Provinsi Jawa Timur Arief Andriyanto; Eka Nur So'emah; Emyk Windartik
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk435

Abstract

The spread of the Covid-19 virus did not subside with the third wave spike with the omicron variant. The addition of cases with the latest variant will have an impact on society, especially health workers, one of which is mental health problems that occur in health workers as a result of patients undergoing treatment in hospitals are increasing. The purpose of this study was to describe the mental readiness of health workers when facing the omicron variant of Covid-19 at the East Java Provincial Hospital. This type of research was observational with a sample size of 453 health workers taken by purposive sampling. The research instrument was the Self-Reporting Questionnaire-29 questionnaire for mental health problems. The results of the study illustrated that the mental readiness of health workers could be categorized as follows: experience anxiety with an average of 3.70, psychomatic disorders with an average of 0.31, stress trauma with an average of 1.40. It was concluded that some health workers had poor mental readiness (not ready) to deal with the surge in cases of the omicron variant of Covid-19, so more preparation was needed to deal with the psychological impact that occurred on health workers through further education and training.Keywords: Covid-19; omicron variant; health workers; mental readiness ABSTRAK Penyebaran virus Covid-19 tidak kunjung mereda dengan terdapat lonjakan gelombang ketiga dengan varian omicron. Penambahan kasus dengan varian terbaru akan memberikan dampak kepada masyarakat khususnya tenaga kesehatan, yang salah satunya adalah masalah kesehatan jiwa yang terjadi pada tenaga kesehatan akibat pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit semakin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan kesiapan mental tenaga kesehatan saat menghadapi Covid-19 varian omicron di Rumah Sakit Provinsi Jawa Timur. Jenis penelitian adalah observasional dengan ukuran sampel 453 tenaga kesehatan yang diambil secara purposive sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner Self-Reporting Questionnaire-29 untuk masalah kesehatan jiwa. Hasil penelitian menggambarkan bahwa kesiapan mental tenaga kesehatan dapat dikategorikan sebagai berikut: mengalami kecemasan dengan rerata 3,70, gangguan psikomatik dengan rerata 0,31, stres trauma dengan rerata 1,40.  Disimpulkan bahwa sebagian tenaga kesehatan memiliki kesiapan mental yang kurang baik (tidak siap) dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian omicron, sehingga diperlukan persiapan yang lebih untuk mengatasi dampak psikologis yang terjadi pada tenaga kesehatan melalui edukasi dan pelatihan lebih lanjut. Kata kunci: Covid-19; varian omicron; tenaga kesehatan; kesiapan mental
Analisis Kesiapan penerapan Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit Jabal Nur Hamdani; Maya Weka Santi; Ervina Rachmawati; Sabran Sabran
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk315

Abstract

Readiness assessment prior to RME implementation can help identify processes and priority scales, as well as establish operational functions to support optimization when carrying out RME implementation. Therefore it is necessary to analyze the readiness of implementing RME to accelerate implementation in every hospital. The purpose of this study is to analyze the readiness of implementing RME in hospitals. This study is a literature review. Based on the results of the review, the highest readiness for implementing RME was 7 articles (64%) in the aspect of human resources, the hospital already knew the benefits of RME and the leadership had a commitment to implement RME, while the lowest readiness for implementing RME was 1 article (9%) in aspects of the hospital have made SOP related to RME. The conclusion of this study is that the readiness of implementing RME in hospitals can be increased by forming a special team, providing socialization and training to HR, making SOPs and providing hardware, software and IT staff.Keywords: electronic medical record; hospital; implementation; readiness ABSTRAK Penilaian kesiapan sebelum implementasi RME dapat membantu identifikasi proses dan skala prioritas, serta pembentukan fungsi operasional untuk mendukung optimalisasi saat melakukan implementasi RME. Oleh sebab itu perlu adanya analisis kesiapan penerapan RME untuk mempercepat penerapan disetiap Rumah Sakit. Tujuan studi ini adalah untuk menganalisis kesiapan penerapan RME di rumah sakit. Studi ini merupakan literature review. Berdasarkan hasil review, kesiapan penerapan RME paling tinggi sebanyak 7 artikel (64%) pada aspek sumber daya manusia rumah sakit telah mengetahui manfaat dari RME dan pimpinan telah memiliki komitmen untuk menerapkan RME, sedangkan kesiapan penerapan RME terendah sebanyak 1 artikel (9%) pada aspek rumah sakit telah membuat SOP terkait RME. Kesimpulan pada penelitian ini adalah kesiapan penerapan RME di rumah sakit dapat ditingkatkan melalui membentuk tim khusus, memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada SDM, membuat SOP dan menyediakan hardware, software, dan staf IT.Kata kunci: rekam medis elektronik; rumah sakit; implementasi; kesiapan

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue