cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Profil Perilaku, Kepatuhan Pemeriksaan ANC Dan Kecemasan Pada Ibu Hamil Di Era New Normal Zahrotur Rubbiyani; Nurdina Nurdina; Yenny Puspitasari; Byba Melda; Indasah Indasah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.2524

Abstract

Angka kematian ibu dan kematian neonatal di Indonesia dalam kondisi normal masih menjadi tantangan besar. Sehingga kehamilan di masa ini memiliki kekhawatiran tersendiri baik bagi ibu hamil maupun bagi keluarga. Salah satu yang paling banyak menjadi polemik mengenai prosedur pemeriksaan kesehatan di rumah sakit, termasuk pemeriksaan kehamilan.. Adanya ancaman penyebaran dan dampak Covid-19 pada ibu hamil, diikuti faktor lain seperti kesiapan ibu dalam menghadapi persalinan, dukungan sosial (keluarga), aktifitas fisik, pelayanan kesehatan, status ekonomi dan meningkatnya persentase covid-19 di lingkungan tempat tinggal mempengaruhi kecemasan pada ibu hamil.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku, kepatuhan pemeriksaan ANC dan kecemasan ibu hamil di era new normal di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Ibu hamil di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi mendapatkan berbagai informasi kesehatan dari petugas kesehatan baik dokter maupun bidan yang bertugas di Posyandu atau Puskesmas. Selain itu, pengetahuan dan informasi mengenai kehamilan di masa era new normal diterapkan oleh ibu hamil sesuai dengan anjuran-anjuran tenaga kesehatan. Para ibu hamil juga menjaga kesehatannya dan janinnya dari bahaya virus Covid-19 dengan cara mematuhi anjuran Pemerintah yaitu 3M. Ibu hamil di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi rajin memeriksakan kehamilannya bahkan lebih dari minimal yang dianjurkan yakni 4 kali pemeriksaan. Rata-rata ibu hamil memeriksakan kandungannya 5-6 kali. 3. Ibu hamil di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi mayoritas merasakan kecemasan dan sensitif selama kehamilan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya cemas akan janinnya dan juga dirinya sendiri. Selain itu faktor yang mempengaruhi kecemasan ibu hamil yang ada di RSUD Tora Belo Kabupaten Sigi adalah karena omongan orang lain, usia ibu hamil, dan mental yang belum siap.Kata kunci: Ibu hamil; kepatuhan ANC; kecemasan; RSUD Tora Belo.
Anemia dalam Kehamilan dan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Winda Winda; Ricky Susanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13441

Abstract

Anemia in pregnancy is a condition when there is a decrease in blood cell levels or a decrease in hemoglobin levels in the blood, resulting in reduced oxygen levels being transported. Pregnancy has anemia based on statistical data/research results have a high risk of giving low birth weight, because the nutritional intake of the fetus is reduced. Therefore, this study was conducted to examine the prevalence of anemia and LBW and to assess the relationship between anemia in pregnancy and the incidence of low birth weight (LBW). This study used an analytical observational method with a retrospective cohort approach. The samples in this study were infants with LBW and not LBW and their mothers, pregnant women with anemia and not anemia. This study was conducted using a retrospective cohort method. The results of the study obtained 15,4% mild anemia, 76,9% moderate anemia and 7,7% severe from 39 respondents and 100% of term pregnancies with p value less than 0.05 which means there is no relationship between anemia in pregnancy and the incidence of low birth weight.Keywords: low birth weight; anemia; pregnancy ABSTRAK Anemia pada kehamilan adalah kondisi ketika terjadinya penurunan kadar sel darah atau terjadinya penurunan kadar hemoglobin di dalam darah, sehingga kadar oksigen yang di angkut berkurang. Ibu hamil yang mengalami anemia berdasarkan data statistik/hasil penelitian memiliki risiko tinggi melahirkan bayi berat lahir rendah, dikarenakan asupan nutrisi pada janin menjadi berkurang. Oleh karena penelitian ini dilakukan bertujuan untuk melihat prevalensi anemia dan BBLR serta menilai hubungan anemia dalam kehamilan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR). Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cohort retrospective. Sampel pada penelitian ini merupakan bayi dengan BBLR dan tidak BBLR beserta ibunya, ibu hamil dengan anemia dan tidak anemia. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode cohort retrospective. Hasil penelitian didapatkan anemia ringan 15,4%, anemia sedang 76,9% dan berat 7,7% dari 30 responden serta kehamilan aterm sebanyak 100% dengan nilai p kurang dari 0,05 yang artinya tidak ada hubungan antara anemia dalam kehamilan dengan kejadian bayi berat lahir rendah. Kata kunci: bayi berat lahir rendah; anemia; kehamilan
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Laki Seks dengan Laki (LSL) HIV Positif di Kota Makassar Rahman, Framita; Harisa, Akbar; Fitriani, Nurlaila
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk436

Abstract

There has been an increase in HIV/AIDS cases in the key population of men who have sex with men (MSM) in several countries, including Indonesia. This increase in cases has forced the government to focus more on this key population. Nonetheless, MSM with HIV face various challenges in life because their existence is considered inconsistent with the cultural and religious values of Indonesian society. The purpose of this study was to determine the factors that may be related to the quality of life of MSM with HIV in Makassar City. The study design used was cross-sectional, involving 216 groups of the general population and 96 groups of MSM with HIV. This research was conducted in 2 health centers in Makassar City. The instruments used were the WHOQOL-BREF questionnaire, the stigma questionnaire, the family support questionnaire, and the use of HIV health services. Data were analyzed descriptively and bivariately using Chi-square and Mann-Whitney tests. The p value for type and family support = 0.00, for stigma from the community = 0.01 and use of HIV facilities = 0.019. It was concluded that these four variables are related to the quality of life of MSM with HIV.Keywords: family; stigma; use of HIV facilities; men sex with men (MSM); HIV/AIDS; quality of life ABSTRAK Terjadi peningkatan kasus HIV/AIDS pada populasi kunci laki seks dengan laki (LSL) pada beberapa negara, tidak terkecuali Indonesia. Kenaikan kasus ini membuat pemerintah memberikan fokus lebih pada populasi kunci ini. Meskipun demikian, LSL dengan HIV menghadapi berbagai tantangan hidup karena keberadaan mereka yang dianggap tidak sesuai dengan nilai budaya dan agama masyarakat Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang dapat berhubungan dengan kualitas hidup LSL dengan HIV di Kota Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional, yang melibatkan 216 kelompok populasi general (masyarakat umum) dan 96 kelompok LSL dengan HIV. Penelitian ini dilakukan di 2 puskesmas di Kota Makassar. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-BREF, kuesioner stigma, kuesioner dukungan keluarga, dan penggunaan layanan kesehatan HIV. Data dianalisis secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Chi-square dan Mann-Whitney. Nilai p untuk tipe dan dukungan keluarga = 0,00, untuk stigma dari masyarakat = 0,01 dan penggunaan fasilitas HIV = 0,019. Dismpulkan bahwa keempat variabel tersebut berhubungan dengan kualitas hidup LSL dengan HIV.Kata kunci: keluarga; stigma; penggunaan fasilitas HIV; laki seks dengan laki (LSL); HIV/AIDS; kualitas hidup
Abses Serebelum Otogenik dengan Methicillin Resistant Staphylococcus Epidermidis (MRSE) Rano Aditomo; Pujo Widodo; Rahayu Rahayu
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14101

Abstract

Methicillin Resistant Staphylococcus epidermidis (MRSE) is a bacteria that is difficult to treat in humans. MRSE is a variation of the bacterium Saphylococcus epidermidis which has evolved the ability to survive beta lactam antibiotics. S. epidermidis infection is associated with the use of implanted medical devices such as central venous catheters, joint prostheses and heart valves, pacemakers, cerebrospinal fluid replacement, and intraocular lenses. Cerebellar abscess due to MRSE is a rare case. This study reported a case of cerebellar abscess caused by Methicillin Resistant Staphylococcus epidermidis (MRSE). Reported a 24-year-old man with autogenic cerebellum abscess due to Methicillin resistant staphylococcus epidermidis / MRSE with radical mastoidectomy and skull base craniotomy with Burr hole approach and vancomycin injection therapy. The management of this case report was operative, namely radical mastoidectomy to remove the source of infection and craniotomy to evacuate cerebellar abscesses, and administration of intravenous antibiotics vancomycin. The response to operative therapy was not good, but medical therapy (vancomycin) was quite good, marked by reduced symptoms. MRSE infection in this patient is thought to have been obtained from nosocomial and long-term broadspectrum antibiotic therapy.Keywords: cerebellar abscess; autogenic abscess; Methicillin resistant staphylococcus epidermidis ABSTRAK Methicillin Resistant Staphylococcus epidermidis (MRSE) merupakan bakteri yang sulit diterapi pada manusia.  MRSE adalah salah satu variasi dari bakteri Saphylococcus epidermidis yang berevolusi memiliki kemampuan bertahan dari antibiotik beta laktam. Infeksi S. epidermidis berhubungan dengan penggunaan alat medis yang diimplan seperti kateter vena sentral, prosthesis sendi dan katup jantung, alat pacu jantung, penggantian cairan serebrospinal, dan lensa intraokuler. Abses serebelum akibat MRSE merupakan kasus yang jarang terjadi. Studi ini melaporkan sebuah kasus abses serebelum yang disebabkan Methicillin Resistant Staphylococcus epidermidis (MRSE). Dilaporkan seorang laki-laki 24 tahun dengan abses serebelum otogenik karena Methicillin resistant staphylococcus epidermidis / MRSE dengan dilakukan penanganan mastoidektomi radikal dan kraniotomi dasar tengkorakdengan pendekatan Burr holeserta pemberian terapi vancomycin injeksi. Penatalaksanaan pada laporan kasus ini adalah secara operatif yaitu mastoidektomi radikal untuk menghilangkan sumber infeksi dan kraniotomi untuk evakuasi abses serebelum, dan pemberian antibiotik vancomycin intravena. Respon terhadap terapi operatif kurang baik, namun terapi medikamentosa (vancomycin) cukup baik ditandai dengan gejala yang berkurang. Infeksi MRSE pada pasien ini diduga didapatkan dari nosokomial dan pemberian terapi antibiotik broadspectrum jangka lama.Kata kunci: abses serebelum; abses otogenik; Methicillin resistant Staphylococcus epidermidis
Pelatihan Keterampilan Ibu untuk Deteksi Perkembangan Anak Prasekolah Menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan Siti Yulaidah; Ayesha Hendriana Ngestiningrum; Tutiek Herlina; Astin Nur Hanifah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk341

Abstract

Monitoring the development of pre-school children during the Covid-19 pandemic cannot take place optimally, so parents can be trained to do this. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of the “Bulan Si Kembang” (Smart Mothers in Development Detection) training to improve mothers' skills in early detection of child development using KPSP (Child Development Pre Screening Questionnaire). The research design was one group pre-test and post-test. The samples were 42 guardians of pre-school children, who were selected by simple random sampling technique. The independent variable was the "Bulan Si Kembang" training, while the dependent variable is the mother's skill in detecting child development. Data collection was carried out using KPSP. Then an analysis of the differences in the skills of the mothers between before and after the training was carried out, using a paired sample t-test, because they were normally distributed. The results showed that the average skill before training = 66.07, while after training = 81.14. The p value of the t test results = 0.000, so it was interpreted that there is a significant difference in the skills of the mothers before and after the training. It was further concluded that the "Month of the Flower" training was effective in increasing mothers' skills in detecting child developmentKeywords: preschoolers; progress detection; mother; training ABSTRAK Pemantauan perkembangan anak pra sekolah selama masa pandemi Covid-19 tidak dapat berlangsung dengan optimal, maka orang tua dapat dilatih untuk melakukannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas pelatihan “Bulan Si Kembang” (Ibu Lancar Deteksi Perkembangan) untuk meningkatkan keterampilan ibu dalam deteksi dini perkembangan anak menggunakan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan Anak). Rancangan penelitian ini adalah one group pre-test and post-test. Sampel adalah 42 ibu wali murid anak pra sekolah, yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Variabel bebas adalah pelatihan “Bulan Si Kembang”, sedangkan variabel terikat adalah keterampilan ibu dalam melakukan deteksi perkembangan anak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan KPSP. Selanjutnya dilakukan analisis perbedaan keterampilan ibu antara sebelum dan sesudah pelatihan, menggunakan paired sample t-test, karena berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan rerata keterampilan sebelum pelatihan = 66,07, sedangkan sesudah pelatihan = 81,14. Nilai p dari hasil uji t = 0,000, sehingga diinterpretasikan bahwa ada perbedaan keterampilan ibu secara signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan. Selanjutnya disimpulkan bahwa pelatihan “Bulan Si Kembang” efektif untuk meningkatkan keterampilan ibu dalam deteksi perkembangan anakKata kunci: anak prasekolah; deteksi perkembangan; ibu; pelatihan
Motivasi Belajar dan Adaptasi Siswa Pondok Pesantren Eriyono Budi Wijoyo; Dela Novitasari; Roswita Hasan
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14134

Abstract

Adolescence is a transition from child to adult, which requires strong effort because this is a period of adaptation. So research is needed which aims to determine the learning motivation of Islamic boarding school youth in relation to their adaptation. This study applied a cross-sectional design, involving 55 students who were taken by purposive sampling. The independent variable in this study was learning motivation, while the dependent variable was adolescent adaptation. Both of these variables were measured by filling out adaptation and learning motivation questionnaires. The data that had been collected was analyzed using the Chi-square test in order to test the correlation of the two variables. The results of the analysis showed that the p-value was less than 0.05. Furthermore, it was concluded that there is a relationship between learning motivation and adaptation of Islamic boarding school students.Keywords: boarding school; motivation to learn; student adaptation ABSTRAK Remaja merupakan peralihan dari anak menuju dewasa, yang membutuhkan usaha kuat karena ini merupakan masa untuk beradaptasi. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar remaja pesantren dalam kaitannya adaptasi mereka. Penelitian ini menerapkan desain cross-sectional, yang melibatkan 55 siswa yang diambil dengan cara purposive sampling. Variabel independen dalam studi ini adalah motivasi belajar, sedangkan variabel dependen adalah adaptasi remaja. Kedua variabel ini diukur melalui pengisian kuesioner adaptasi dan motivasi belajar. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji Chi-square dalam rangka menguji korelasi kedua variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p kurang dari 0,05. Selanjutnya disimpulkan bahwa ada hubungan antara motivasi belajar dan adaptasi siswa pondok pesantren.Kata kunci: pesantren; motivasi belajar; adaptasi siswa
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Pasien yang Menjalani Operasi di RS Santa Elisabeth Ganjuran Yogyakarta Setiyowati, Elis; Theresia, Siwi Ikaristi Maria; Maria, Avin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14204

Abstract

Surgical medical action can be canceled because the patient experiences anxiety which results in changes in vital signs. This can affect the success of the operation. This study aims to determine the factors associated with the anxiety level of patients who will undergo surgery. The research design was cross-sectional. The number of respondents was 30 patients selected by accidental-purposive sampling technique. Data was collected by filling out a questionnaire, namely Hamilton Rating Sale for Anxiety (HRS-A). The collected data were analyzed using the Mann-Whitney, Pearson and Spearman test. The results of the analysis showed a value of p = 0.02 for the gender factor, p = 0.466 for the age factor, p = 0.635 for the educational level factor, and p = 0.078 for the operation history factor. It could be concluded that the factor that was significantly related to the patient's anxiety in facing surgery was gender.Keywords: pre operation; HRS-A; gender ABSTRAK Tindakan medis operasi dapat dibatalkan karena pasien mengalami kecemasan yang mengakibatkan perubahan tanda-tanda vital. Hal ini yang dapat mempengaruhi keberhasilan operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien yang akan menjalani operasi.  Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Jumlah responden adalah 30 pasien yang dipilih dengan teknik accidental-purposive sampling. Data dikumpulkan dengan melalui pengisian kuesioner yaitu Hamilton Rating Sale for Anxiety (HRS-A). Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney, Pearson dan Spearman. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,02 untuk faktor jenis kelamin, p = 0,466 untuk faktor usia, p = 0,635 untuk faktor tingkat pendidikan, dan p = 0,078 untuk faktor riwayat operasi. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang secara signifikan berhubungan dengan kecemasan pasien dalam menghadapi operasi adalah jenis kelamin.Kata kunci: pre operasi; HRS-A; jenis kelamin
KOORDINASI MATA-KAKI, KELINCAHAN DAN KECEPATAN MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA SISWA SEKOLAH SEPAK BOLA DI KARANGANYAR intan herlinawati; katmini katmini; sentot imam; byba melda
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i1.2475

Abstract

ABSTRACT Exercise is a necessity at a time like this in addition to making the body healthy and fit but can be entertainment and achievements. One of the fast-growing sports is football as evidenced by the development of football schools. The purpose of this is to develop the potential to be able to play football professionally. In improving football skills, basic skills are closely related to the coordination of physical, tactical and mental movements. Basic skills must be really mastered and learned early to develop the quality of the game which is one of the factors that determine the victory of a match, where the goal of playing football is that the player puts as much ball as possible into the opponent's goal and tries to keep his own goal from being included. In this study, researchers analyzed the components of physical skills, namely dribbling with the influence of eye-foot coordination, agility and speed on the dribbling ability of students of the Football School in Karanganyar. This study was a cross-sectional study with the subjects of 103 football students measured in 3 variables, namely dribbling, eye and foot coordination, agility, and speed. Data analysis was performed regression liner four predictors. The results showed that there was an influence of eye-foot coordination, agility and speed on the dribbling ability of SSB students in Karanganyar, then there was also an influence of eye-foot coordination on dribbling ability, the influence of agility on dribbling ability, and there was an influence of speed on the dribbling ability of SSB students in Karanganyar.Keywords: football; dribbling, eye-foot coordination; agility; speed ABSTRAK Olahraga merupakan sebuah kebutuhan disaat seperti ini selain menjadikan tubuh menjadi sehat dan bugar namun bisa menjadi hiburan serta prestasi. Salah satu olahraga yang berkembang pesat adalah sepak bola dibuktikan dengan berkembangnya sekolah sepak bola. Tujuan dari hal tersebut adalah mengembangkan potensi untuk bisa bermain sepak bola secara profesional. Dalam meningkatkan ketrampilan bermain sepak bola, ketrampilan dasar erat sekali hubungannya dengan kemampuan koordinasi gerak fisik, taktik dan mental. Ketrampilan dasar harus betul-betul dikuasai dan dipelajari lebih awal untuk mengembangkan mutu permainan yang merupakan salah satu faktor yang menentukan kemenangan suatu pertandingan, dimana tujuan dari bermain sepak bola adalah pemain memasukkan bola sebanyak-banyaknya ke gawang lawannya dan berusaha menjaga gawangnya sendiri agar tidak kemasukan. Pada penelitian ini peneliti menganalisis komponen keterampilan fisik yaitu dribbling dengan pengaruh koordinasi mata-kaki, kelincahan dan kecepatan terhadap kemampuan menggiring bola siswa Sekolah Sepak Bola di Karanganyar. Penelitian ini cross sectional study dengan subjek 103 siswa sepak bola yang diukur dalam 3 variabel yaitu menggiring bola, koordinasi mata dan kaki, kelincahan,serta kecepatan. Analisis data dilakukan regresi liner empat prediktor. Didapatkan hasil terdapat pengaruh koordinasi mata-kaki, kelincahan dan kecepatan terhadap kemampuan menggiring bola siswa SSB di Karanganyar kemudian terdapat juga pengaruh koordinasi mata kaki terhadap kemampuan menggiring bola, pengaruh kelincahan terhadap kemampuan menggiring bola, dan ada pengaruh kecepatan terhadap kemampuan menggiring bola siswa SSB di Karanganyar.Kata kunci: sepakbola;  dribbling, koordinasi mata kaki; kelincahan; kecepatan 
Kajian Jumlah Sel Limfosit Pasca Vaksinasi Covid-19 Dosis Tiga dengan Metode Diff CountKajian Jumlah Sel Limfosit Pasca Vaksinasi Covid-19 Dosis Tiga Dengan Metode Diff Count Asri Jumadewi; Irwana Wahab; Nazir Nazir; Halimatussakdiah Halimatussakdiah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14205

Abstract

The number of lymphocyte cells is one indicator of the body's immunity. Vaccination is carried out to increase immunity against COVID-19 disease. Injecting the third dose of the COVID-19 vaccine is expected to increase the lymphocyte cell count. This study aims to investigate the increase in the number of lymphocytes after the third stage of COVID-19 vaccination in adolescents. The research design applied in this study was cross-sectional. This study involved a sample of 80 adolescents, based on inclusion criteria, with a sampling technique that was purposive sampling. This research was conducted at the Department of Medical Laboratory Technology, Poltekkes Kemenkes Aceh, in September 2022. The blood samples obtained were then processed and analyzed using descriptive statistical methods. The results showed that there was an increase in the number of lymphocytes by 46.25%, the number of normal lymphocytes was 40%, and the number of lymphocytes decreased by 13.75% with an average value of 36.89% and a standard deviation of 12.68. It was concluded that the number of lymphocyte cells increased in respondents due to the third phase of the COVID-19 vaccine. This increase is expected to provide herd immunity against the spread of COVID-19 which has hit since 2019.Keywords: COVID-19; vaccination; lymphocyte count; diffcount; herd immunity ABSTRAK Jumlah sel limfosit merupakan salah satu indikator imunitas tubuh. Vaksinasi dilakukan untuk meningkatkan imunitas terhadap penyakit COVID-19. Penyuntikan vaksin COVID-19 dosis ketiga diperkirakan dapat meningkatkan limfosit cell count. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peningkatan jumlah limfosit setelah vaksinasi COVID-19 tahap ketiga pada usia remaja. Desain penelitian yang diterapkan dalam studi ini adalah cross-sectional. Penelitian ini melibatkan sampel dari 80 remaja, berdasarkan kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Teknologi Laboratorium Medik, Poltekkes Kemenkes Aceh, pada pada bulan September tahun 2022. Sampel darah yang didapatkan selanjutnya diolah dan dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah limfosit sebanyak 46,25%, jumlah limfosit normal sebanyak 40%, dan jumlah limfosit menurun sebanyak 13,75% dengan nilai rata-rata sebesar 36,89% dan deviasi standar 12,68. Disimpulkan bahwa jumlah sel limfosit meningkat pada responden akibat pemberian vaksin COVID-19 tahap ketiga. Peningkatan ini diharapkan dapat menjadi herd immunity terhadap penyebaran COVID-19 yang telah melanda semenjak tahun 2019 lalu.Kata kunci: COVID-19; vaksinasi; jumlah limfosit; diff count; herd immunity
Latihan Pilates dan Latihan Kekuatan Berpengaruh dalam Meningkatkan Kecepatan Lari 5 Kilometer Akbar Febriandree Sipahutar; Yuly Peristiowati; Nurdina Nurdina; Katmini Katmini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14132

Abstract

Running speed is influenced by several factors such as muscle strength, muscle flexibility, muscle endurance, balance and reaction time. These physical components are equally important to provide because they are interconnected with one another to increase running speed. One effort to optimize running speed is pilates training and muscle strength training. This study aimed to analyze the effect of pilates training and strength training on recreational runners' 5 km running speed. The study was conducted for 6 weeks involving 32 runners in Jakarta, who were divided into treatment group I with pilates training and treatment group 2 with muscle strength training. This research was conducted at Cardea Physiotherapy, Jakarta using application measurement tools for runners that are commonly used (I-Watch, Strava, Polar, Garmin and Nike Run Club). Furthermore, data analysis was carried out using a paired sample t-test and obtained p <0.05 for each group. When the values of the two groups were compared using the independent sample t-test, the p value <0.05 was obtained. So it was concluded that pilates training and muscle strength training can increase the speed of running 5 km in recreational runners in Jakarta; which in this case pilates exercises give better results.Keywords: running sport; running speed; pilates exercises; muscle strength training                                                                                  ABSTRAK                                     Kecepatan lari dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kekuatan otot, fleksibilitas otot, ketahanan otot, keseimbangan dan waktu reaksi. Komponen fisik tersebut sama pentingnya untuk diberikan karena saling berhubungan satu sama lain untuk meningkatkan kecepatan lari. Salah satu upaya untuk mengoptimalkan kecepatan lari adalah latihan pilates dan latihan kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan pilates dan latihan kekuatan terhadap kecepatan lari 5 km pelari rekreasi. Penelitian dilakukan selama 6 minggu yang melibatkan 32 pelari yang berada di Jakarta, yang dibagi dalam kelompok perlakuan I dengan latihan pilates dan kelompok perlakuan 2 dengan latihan kekuatan otot. Penelitian ini dilakukan di Cardea Physiotherapy, Jakarta dengan menggunakan alat ukur aplikasi untuk pelari yang biasa digunakan (I-Watch, Strava, Polar, Garmin dan Nike Run Club). Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan paired sample t-test dan didapatkan nilai p<0,05 untuk masing-masing kelompok. Ketika nilai dari kedua kelompok dibandingkan menggunakan independent sample t-test, didapatkan nilai p <0,05. Maka disimpulkan bahwa latihan pilates dan latihan kekuatan otot mampu meningkatkan kecepatan lari 5 km pada pelari rekreasi di Jakarta; yang dalam hal ini latihan pilates memberikan hasil yang lebih baik.Kata kunci: olahraga lari; kecepatan lari; latihan pilates; latihan kekuatan otot

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue