cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Kombinasi Faktor Internal dan Eksternal dalam Pengambilan Keputusan Manajer Keperawatan Manoppo, Inggerid Agnes; Novieastari, Enie; Handiyani, Hanny; Nuraini, Tuti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16344

Abstract

Decision-making is a key factor in management, as all tasks and decision-making are strategic components of nursing management practice, crucially determining the quality of care and the success of cross-professional collaboration. The purpose of this study was to provide a comprehensive overview of the factors influencing decision-making by nursing managers in a multicultural environment and to develop an integrated and standardized decision-making model. This study was a systematic literature review using the PRISMA 2020 approach. A total of 77 articles were retrieved from the Scopus database, and after screening and assessing eligibility, 20 selected articles were subjected to thematic narrative analysis. The review findings indicated that nursing managers' decision-making is influenced by various factors, including managerial competence, ethical self-confidence, self-leadership, institutional support, organizational structure, information systems, and sensitivity to local ethical and cultural values. The analyzed studies also highlight the important roles of communication, leadership, and the use of technology in enhancing decision effectiveness. This study develops a conceptual framework that integrates all these dimensions, contributing to the development of nursing management theory and practice in a multicultural context. In conclusion, this review highlights the need for a holistic and contextual decision-making model to support nursing managers in making equitable, inclusive, and values-based decisions.Keywords: decision-making; nursing managers; internal factors; external factors ABSTRAK Pengambilan keputusan merupakan faktor kunci manajemen, karena semua tugas dan pengambilan keputusan merupakan komponen strategis dalam praktik manajemen keperawatan yang sangat menentukan kualitas layanan dan keberhasilan kolaborasi lintas profesi. Tujuan studi ini adalah memberikan gambaran komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan oleh manajer keperawatan dalam lingkungan multikultural serta menyusun model pengambilan keputusan yang terpadu dan terstandarisasi. Studi ini merupakan systematic literature review dengan pendekatan PRISMA 2020. Sebanyak 77 artikel didapatkan dari basis data Scopus, dan setelah melalui proses penyaringan serta penilaian kelayakan, 20 artikel terpilih dianalisis secara tematik naratif. Hasil tinjauan ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan manajer keperawatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kompetensi manajerial, kepercayaan diri etis, self-leadership, dukungan institusional, struktur organisasi, sistem informasi, serta sensitivitas terhadap nilai-nilai etika dan budaya lokal. Studi-studi yang dianalisis juga menyoroti peran penting komunikasi, kepemimpinan, dan penggunaan teknologi dalam meningkatkan efektivitas keputusan. Penelitian ini menyusun kerangka konseptual yang mengintegrasikan semua dimensi tersebut, memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori dan praktik manajemen keperawatan di konteks multikultural. Sebagai kesimpulan, tinjauan ini menegaskan perlunya model pengambilan keputusan yang holistik dan kontekstual untuk mendukung manajer keperawatan dalam membuat keputusan yang adil, inklusif, dan berbasis nilai.Kata kunci: pengambilan keputusan; manajer keperawatan; faktor internal; faktor eksternal
Akurasi dan Presisi Alat Hb Meter HemoCue Hb 301 dan Onemed Hb Check Terhadap Hematology Analyzer Maulida, Nailis Fathna; Handayati, Anik; Puspitasari, Ayu
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16300m

Abstract

The Hb meter is a tool for checking hemoglobin levels using the Point of Care Testing (POCT) method using a small volume of capillary blood samples. Quality control of the Hb meter is needed to see the accuracy and precision values so that the suitability of the tool can be determined. Accuracy is the accuracy of the test results close to the true value and precision is the accuracy of repeated measurement results. The purpose of this study was to determine the accuracy and precision of hemoglobin examinations using two brands of POCT methods on a Hematology Analyzer. The type of research used was a comparative analytical study with a cross-sectional approach. This study was conducted at a community health center, using 30 test materials from outpatients. The measurement results were analyzed descriptively, then continued with ANOVA tests. The results showed that the accuracy value of the POCT method of the HemoCue Hb 301 brand obtained a bias (d%) of 1.8% with a recovery of 101.2%. While the Onemed Hb Check brand obtained a bias (d%) of 8.3% with a recovery of 108.3%. The precision value of the hemoglobin level using the HemoCue Hb 301 POCT method achieved a CV of 1.95%, while the Onemed Hb Check achieved a CV of 2.96%. Furthermore, it can be concluded that the accuracy of the HemoCue Hb 301 and Onemed Hb Check POCT methods on the Hematology Analyzer is good.Keywords: hemoglobin; Hb meter; accuracy; precision; hematology analyzer ABSTRAK Hb meter merupakan salah satu alat pemeriksaan kadar hemoglobin metode Point of Care Testing (POCT) menggunakan sampel darah kapiler dengan volume yang sedikit. Diperlukan pengendalian mutu Hb meter untuk melihat nilai akurasi dan presisi sehingga dapat diketahui kelayakan alat tersebut. Akurasi adalah ketepatan hasil uji mendekati dengan nilai benar dan presisi merupakan ketelitian hasil pengukuran yang berulang. Tujuan penelitian ini adalh untuk mengetahui akurasi dan presisi pemeriksaan hemoglobin menggunakan dua merek metode POCT terhadap alat Hematology Analyzer. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi analitik komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di puskesmas, menggunakan 30 bahan uji dari pasien rawat jalan. Hasil pengukuran dianalisis secara deskriptif, lalu dilanjutkan dengan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai akurasi metode POCT merek HemoCue Hb 301 memperoleh bias (d%) sebesar 1,8% dengan recovery sebesar 101,2%. Sedangkan merek Onemed Hb Check memperoleh bias (d%) sebesar 8,3% dengan recovery sebesar 108,3%. Hasil nilai presisi kadar hemoglobin metode POCT merek HemoCue Hb 301 memperoleh CV sebesar 1,95% sedangkan merek Onemed Hb Check memperoleh CV sebesar 2,96%. Selanjutnya dapat disimpulkan akurasi metode POCT merek HemoCue Hb 301 dan Onemed Hb Check terhadap alat Hematology Analyzer adalah baik.Kata kunci: hemoglobin; Hb meter; akurasi; presisi; hematology analyzer
Pendidikan Kesehatan Berdampak pada Sikap Ibu Hamil tentang Skrining Hipotiroid Kongenital Sundari, Sundari; Hardika, Mufida Dian; Ardhianingtyas, Nisa; Arwiyantasari, Wida Rahma; Frameswari, Fara; Uma, Elita Chobi Batul
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16203

Abstract

Congenital hypothyroidism is a condition where the thyroid gland is underdeveloped or non-functioning in newborns. The impacts of congenital hypothyroidism include growth retardation and cognitive impairment. One approach is to provide health education to pregnant women about congenital hypothyroidism screening. The purpose of this study was to analyze the impact of health education provided to pregnant women on their attitudes toward congenital hypothyroidism screening. The study design used a one-group pretest and posttest, involving 30 pregnant women selected using a total sampling method. Maternal attitudes before and after health education were measured using a questionnaire. A paired samples t-test was then used to test for differences in attitudes before and after treatment. The results showed that the mean attitude scores before and after treatment were 20.03 and 31.67, respectively. The p-value was 0.001, indicating a significant difference in attitude scores between before and after treatment. The researchers concluded that health education successfully increased positive attitudes among pregnant women toward congenital hypothyroidism screening.Keywords: pregnant women; congenital hypothyroidism; screening; health education; attitude ABSTRAK Hipotiroid kongenital merupakan keadaan ketika kelenjar tiroid menurun atau tidak berfungsi pada bayi baru lahir. Dampak yang ditimbulkan oleh hipotiroid kongenital adalah gangguan pertumbuhan dan gangguan kognitif. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil tentang skrining hipotiroid kongenital. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak pendidikan kesehatan yang diberikan kepada ibu hamil terhadap sikap ibu tentang skrining hipotirod kongenital. Rancangan penelitian ini adalah one group pretest and postest, yang melibatkan 30 ibu hamil yang dipilih secara total sampling. Sikap ibu sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan diukur melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya dilakukan uji perbedaan sikap antara sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan paired samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor sikap sebelum dan sesudah perlakukan masing-masing adalah 20,03 dan 31,67. Nilai p adalah 0,001 yang berarti ada perbedaan skor sikap secara signifikan antara sebelum dan sesudah perlakukan. Peneliti menyimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berhasil meningkatkan sikap positif ibu hamil terhadap skrining hipotiroid kongenital.Kata kunci: ibu hamil; hipotiroid kongenital; skrining; pendidikan kesehatan; sikap 
Tingkat Keberhasilan Implementasi Program Rujuk Balik pada Pasien Penyakit Kronis di Puskesmas Al'fadiyah, Lola; Solida, Adila; Wardiah, Rizalia
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16300e

Abstract

The referral program is a program to improve the quality of health services for participants of the Social Security Administering Body for Health and facilitate access to health services for participants suffering from chronic diseases. Community health centers often receive referrals, but not all health centers utilize the referral program optimally and result in a low number of participants in the referral program. The purpose of this study was to analyze the implementation of the referral program for chronic disease patients in community health centers. This study was a qualitative study, involving 6 informants, consisting of 1 person in charge of the referral program, 2 program implementing officers, 1 head of the community health center, and 2 patients of the referral program. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, observation and document studies, then analyzed narratively. The results of the analysis on the input aspect showed that man was not optimal due to the lack of program management staff; mandatory materials were not all adequate; machines still need to be increased, especially computers for services. In the process aspect, the registration process for participants was assisted by officers and given a referral letter to the community health center in a stable condition, while the eligibility letter can also be seen from proof of participation, but officers did not understand the form of the eligibility letter. In conclusion, the problematic input aspect is a lack of manpower, materials, and machinery, which disrupts the process aspect, such as the suboptimal performance of the referral program managers in providing services.Keywords: referral program; chronic disease; input; process ABSTRAK Program rujuk balik merupakan program untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dan mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi peserta yang menderita penyakit kronis. Puskesmas sering menerima rujukan balik, namun tidak semua puskesmas menggunakan program rujukan secara optimal dan menyebabkan rendahnya jumlah peserta program rujuk balik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi program rujuk balik pada pasien penyakit kronis di puskesmas. Penelitian ini merupakan studi kualitatif, yang melibatkan 6 informan, terdiri atas 1 orang penanggung jawab program rujuk balik, 2 orang petugas pelaksana program rujuk balik, 1 orang kepala puskesmas, dan 2 orang pasien program rujuk balik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen, lalu dianalisis secara naratif. Hasil analisis pada aspek input menunjukkan bahwa man belum optimal karena masih kurangnya tenaga pengelola program;  material yang wajib belum semuanya memadai; machines masih perlu diperbanyak terutama komputer untuk pelayanan. Pada aspek process, alur pendaftaran peserta dibantu petugas dan diberikan surat rujukan balik lalu ke puskesmas dengan kondisi stabil, sedangkan surat elijibilitas juga dapat dilihat dari bukti kepesertaan, namun petugas kurang memahami bentuk surat elijibilitas. Sebagai kesimpulan, aspek input bermasalah pada kurangnya man, material dan machines yang menyebabkan terganggunya aspek process seperti kurang optimalnya kinerja pengelola program rujukan balik dalam memberikan pelayanan. Kata kunci: program rujuk balik; penyakit kronis; input; process
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DAN MANAJEMEN DIRI PENDERITA DM TIPE 2 PADA MASA PANDEMI COVID-19 rahmadiya, Siska
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction : Diabetes mellitus type 2 is a metabolic condition brought on by either the body's ineffective use of insulin or diminished insulin synthesis by pancreatic ß-cells called hyperglycemia. People with Type 2 Diabetes Mellitus can self-manage their high blood sugar.  During the COVID-19 epidemic, Type 2 Diabetes Mellitus patients had trouble managing their condition on their own. The CoVID-19 pandemic has caused everyone's activities to be limited. People with diabetes mellitus saw a decline in their capacity to do self-care during the Covid-19 epidemic. This study was conducted to determine the relationship between self-efficacy and self-management of people with Type 2 DM during the COVID-19 pandemic.. Methods: This study's cross-sectional methodology approach and correlational research design involved 88 respondents. Result: The study's findings revealed that 58 participants (92.1%) had sufficient self-efficacy and 17 respondents (68.0%) had very confident self-efficacy. The Chi-Square test's statistical findings revealed a significant relationship between self-efficacy (p-value (0.007)) Conclusions : In order to maximize self-management during a pandemic or post-pandemic, researchers believe that nursing services will be able to evaluate the elements that affect the self-management of persons with Type 2 DM. Key words: Type 2 DM, Self Management, COVID-19 pandemic, Self Efficacy
Ekstrak Pare Belut (Trichosanthes cucumerina) Berpotensi Sebagai Antibakteri bagi Salmonella thypi dan Bacillus cereus Susilowati, Intan Maharani; Astuti, Tri Dyah; Shafriani, Nazula Rahma
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16300o

Abstract

Gastroenteritis is an inflammation of the stomach and small intestine that can be caused by bacteria such as Salmonella thypi and Bacillus cereus. Currently, bacterial infections are treated with antibiotics, but inappropriate use of antibiotics can cause several problems such as resistance, so traditional medicine becomes an alternative. One of the traditional ingredients is eel bitter melon (Trichosanthes cucumerina) which contains alkaloids, tannins, saponins and flavonoids, which act as antibacterials and digestive drugs. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of eel bitter melon extract against Salmonella thypi and Bacillus cereus bacteria. This research was an experimental study using the Kirby-Bauer method to determine the diameter of the bacterial inhibition zone. The researchers created five groups: a positive control with ciprofloxacin, a negative control with distilled water, and bitter melon extract at 12.5%, 25%, and 50%. The bacterial growth inhibition zone was examined in each group. Data from the inhibition zone examination were then compared using the Kruskal Wallis test and continued with the Mann-Whitney test. The results showed a p-value of less than 0.05, so it was interpreted that statistically, there was a difference in the inhibition zone between extract concentrations. Observations showed that the 50% extract concentration had a larger inhibitory diameter than the 12.5% and 25% concentrations, with an average inhibitory diameter of 10.6 mm for Salmonella thypi and 15 mm for Bacillus cereus. It was further concluded that bitter melon extract has potential as an antibacterial agent against Salmonella thypi and Bacillus cereus, especially at high concentrations.Keywords: Trichosanthes cucumerina; Salmonella thypi; Bacillus cereus ABSTRAK Gastroenteritis merupakan peradangan pada lambung dan usus kecil yang dapat disebabkan oleh bakteri seperti Salmonella thypi dan Bacillus cereus. Saat ini, infeksi bakteri diobati dengan antibiotik, namun penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan beberapa permasalahan seperti resistensi, sehingga pengobatan tradisional menjadi alternatif. Salah satu bahan tradisional adalah pare belut (Trichosanthes cucumerina) yang mengandung senyawa alkaloid, tannin, saponin dan flavonoid, yang berperan sebagai antibakteri dan obat pencernaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas ekstrak pare belut terhadap bakteri Salmonella thypi dan Bacillus cereus. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan menggunakan metode ­Kirby-Bauer untuk melihat diameter zona hambat bakteri. Peneliti membuat 5 kelompok yakni kontrol positif dengan Ciprofloxacin, kontrol negatif dengan aquades, ekstrak pare belut 12,5%, 25% dan 50%. Pada masing-masing kelompok dilakukan pemeriksaan zona hambat pertumbuhan bakteri. Data hasil pemeriksaan zona hambat selanjutnya dibandingkan menggunakan uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan nilai p kurang dari 0,05, sehingga ditafsirkan bahwa secara statistik, ada perbedaan zona ahambar antar konsentrasi ekstrak. Hasil observasi menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak 50% memiliki diameter hambat lebih besar dibandingkan konsentrasi 12,5% dan 25% dengan rerata diameter hambat 10,6 mm pada bakteri Salmonella thypi dan 15 mm pada bakteri Bacillus cereus. Selanjutnya disimpulkan bahwa ekstrak pare belut memiliki potensi sebagai agen antibakteri terhadap Salmonella thypi dan Bacillus cereus, terutama pada konsentrasi tinggi.Kata kunci: Trichosanthes cucumerina; Salmonella thypi; Bacillus cereus
Pengembangan Modul Ajar Mitigasi Bencana yang Berhasil Meningkatkan Kesiapsiagaan Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak Muchtar, Desy Mardianti; Isa, Abd. Hamid; Rahman, Misran; Pomalango, Zulkifli B.
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/SF16300g

Abstract

Disaster preparedness from an early age is a crucial part of developing a culture of disaster awareness, as emphasized in the Disaster-Safe Education Unit Program and the Early Childhood Education accreditation instrument. Very few preschools have implemented disaster mitigation learning, and most teachers experience difficulties in designing learning due to limited references and curriculum changes. The purpose of this study was to develop a disaster mitigation teaching module that aligns with the principles and structure of the independent curriculum to improve early childhood preparedness. This study used a research and development (R&D) approach with the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model. The results showed that the teaching module was successfully developed at the analysis, design, and development stages. Then, during the implementation and evaluation stages, a pilot test was conducted and analyzed using a paired samples t-test, with a p-value of 0.000. This indicates a difference in preparedness before and after using the module. Therefore, it can be concluded that this module is effective in increasing knowledge about disaster mitigation in early childhood education settings.Keywords: early childhood; education; disaster mitigation; preparedness; teaching modules  ABSTRAK Kesiapsiagaan terhadap bencana sejak usia dini merupakan bagian penting dalam pembentukan budaya sadar bencana, sebagaimana ditekankan dalam Program Satuan Pendidikan Aman Bencana dan instrumen akreditasi Penddidikan Anak Usia Dini. Sangat jarang tempat pendidikan kanak-kanak yang sudah menerapkan pembelajaran mitigasi bencana, dan sebagian besar guru mengalami kesulitan dalam merancang pembelajaran karena keterbatasan referensi dan perubahan kurikulum. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan modul ajar mitigasi bencana yang sesuai dengan prinsip dan struktur kurikulum merdeka guna meningkatkan kesiapsiagaan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar berhasil dikembangkan pada tahap analysis, design dan developmet, kemudian pada tahap implementasi dan evaluasi dilakukan uji coba dan dilakukan analisis menggunakan paired samples t-test, dengan nilai p = 0,000. Ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kesiapsiagaan antara sebelum dan sesudah penggunaan modul. Dengan demikia bisa disimpulkan bahwa modul ini efektif untuk meningkatkan pengetahuan tentang mitigasi bencana di lingkungan pendidikan anak usia dini.Kata kunci: anak usia dini; pendidikan; mitigasi bencana; kesiapsiagaan; modul ajar
Penurunan Kadar CA 15-3 dan Gambaran Kadar Trombosit pada Penderita Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi pada Tahun 2021-2024 Mada, Sitti Nur Amelia; Shafriani, Nazula Rahma; Bimantara, Arif
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16315

Abstract

Breast cancer is a malignancy with a high prevalence among women and often requires chemotherapy as a primary treatment option. Monitoring tumor markers such as CA 15-3 and hematological parameters like platelet count is essential to evaluate the effectiveness of therapy and patient condition. This study aimed to assess CA 15- 3 levels and platelet counts in breast cancer patients before and after chemotherapy. A descriptive study with a cross-sectional design was conducted. A total of 32 patients were selected using total sampling, with inclusion criteria being a confirmed diagnosis of breast cancer, undergoing chemotherapy, and having complete CA 15-3 and platelet data. Data were obtained from medical records and analyzed using Wilcoxon test. Most patients who had completed chemotherapy showed CA 15-3 levels of ≤25 U/mL, indicating a favorable therapeutic response. The Wilcoxon test revealed a mean decrease in platelet count of 12.63%, although the change was not statistically significant (p = 0.089). In conclusion, the majority of patients experienced a reduction in CA 15-3 levels to within the normal range after chemotherapy, while changes in platelet count were not statistically significant between pre- and post-chemotherapy.Keywords: breast cancer; CA 15-3; chemotherapy; tumor markers ABSTRAK Kanker payudara merupakan jenis keganasan dengan prevalensi tinggi pada wanita dan sering kali memerlukan kemoterapi sebagai pilihan utama pengobatan. Pemantauan terhadap penanda tumor seperti CA 15-3 dan parameter hematologis seperti kadar trombosit penting dilakukan untuk menilai respons terapi serta kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar CA 15-3 dan jumlah trombosit pada pasien kanker payudara sebelum dan setelah menjalani kemoterapi. Penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional diterapkan. Sebanyak 32 pasien dipilih menggunakan teknik total sampling, dengan kriteria inklusi pasien terdiagnosis kanker payudara, menjalani kemoterapi, dan memiliki data kadar CA 15-3 dan trombosit yang lengkap. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Sebagian besar pasien yang telah menyelesaikan kemoterapi menunjukkan kadar CA 15-3 ≤25 U/mL, yang mengindikasikan respons terapi yang baik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan rerata penurunan kadar trombosit sebesar 12,63%, namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,089). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien mengalami penurunan kadar CA 15-3 hingga berada dalam batas normal setelah kemoterapi, sedangkan perubahan kadar trombosit tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah kemoterapi.Kata kunci: kanker payudara; CA 15-3; kemoterapi; penanda tumor 
Aktivitas Antibakteri Minuman Fermentasi Tepache Terhadap Proteus mirabilis dan Staphylococcus aureus Penyebab Infeksi Saluran Kemih Tiara, Anggi; Yulianti, Melinda; Carissa, Respati Putri; Pasha, Salsya Islami; Wuladari, Novita; Amanda, Seprida Mega; Rachmawati, Firdha; Naully, Patricia Gita
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16205

Abstract

Urinary tract infections can be caused by several types of bacteria, including Proteus mirabilis and Staphylococcus aureus. Urinary tract infections caused by these two bacteria can be treated with antibacterials such as penicillin, methicillin, or ampicillin, which often cause resistance, so alternative antibacterial compounds derived from natural ingredients are needed. Tepache is a prehistoric Mexican fermented drink usually made from pineapple peel. Several studies have reported that Tepache contains probiotics and can inhibit the growth of Escherichia coli. The purpose of this study was to make a Tepache drink and test its antibacterial activity against P. mirabilis and S. aureus bacteria. This study began with the fermentation of Tepache for 10 days. The antibacterial activity of Tepache against P. mirabilis and S. aureus bacteria was tested using the diffusion method, by comparing concentrations of 15%, 25%, 50% and 100%. The results showed that tepache fermentation was successful with a final pH of 3. Tepache with various concentrations of 15%, 25%, 50%, and 100% produced inhibition zones for P. mirabilis and S. aureus. Tepache with a concentration of 100% produced the largest inhibition zones, namely 12.75 mm for P. mirabilis and 13.5 mm for S. aureus. Therefore, it can be concluded that tepache has antibacterial activity at an optimum concentration of 100%.Keywords: antibacterial; tepache; Proteus mirabilis; Staphylococcus aureus ABSTRAK Infeksi saluran kemih dapat disebabkan oleh beberapa jenis bakteri antara lain Proteus mirabilis dan Staphylococcus aureus. Infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh kedua bakteri tersebut dapat diobati dengan antibakteri seperti penisilin, metisilin, atau ampisilin, yang sering menyebabkan resistensi, sehingga dibutuhkan senyawa antibakteri alternatif yang berasal dari bahan alami. Tepache adalah minuman fermentasi pra-sejarah Meksiko yang biasanya dibuat dari kulit nanas. Beberapa penelitian melaporkan bahwa Tepache mengandung probiotik dan dapat menghambat pertumbuhan Eschericia coli. Tujuan penelitian ini adalah membuat minuman Tepache dan menguji aktivitas antibakterinya terhadap bakteri P. mirabilis dan S. aureus. Penelitian ini diawali dengan fermentasi Tepache selama 10 hari. Aktivitas antibakteri Tepache terhadap bakteri P. mirabilis dan S. aureus diuji dengan metode difusi, dengan membandingkan konsentrasi 15%, 25%, 50% dan 100%. Hasil penelitian menunjukan bahwa fermentasi Tepache berhasil dilakukan dengan pH akhir 3. Tepache dengan varian konsentrasi sebesar 15%, 25%, 50% dan 100% dapat menghasilkan zona hambat pada P. mirabilis dan S. aureus. Tepache dengan konsentrasi 100% dapat menghasilkan zona hambat terbesar yaitu 12,75 mm pada P. mirabilis dan 13,5 mm pada S. aureus. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa Tepache memiliki aktivitas antibakteri pada konsentasi optimum sebesar 100%.Kata kunci: antibakteri; Tepache; Proteus mirabilis; Staphylococcus aureus
Prediksi Kefatalan dari Mutasi Missense dan Frameshift pada Varian Gen ULK2 Berpotensi Mengganggu Fungsi Autophagy pada Manusia Pradan, Erlan; Herliana, Fadhilla Ika; Putri, Vanisa Pricilia; Siregar, Tegar Adriansyah Putra
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16300d

Abstract

The Unc-51 like kinase 2 (ULK2) protein plays a role in the formation of autophagosomes, a type of cellular compartment. ULK2 acts as an initiator in regulating the autophagy process, interacting with various other proteins in its regulation. ULK2 can experience disruptions in the process, one of which is caused by mutations. Genetic variations such as missense and frameshift mutations can cause changes in the three-dimensional structure of the protein, thereby disrupting cell performance and function. Therefore, the purpose of this study was to determine the distribution of genetic variations or mutations in the ULK2 gene in humans, as well as to determine the fatality rate of missense and frameshift mutations in ULK2 gene variants using PolyPhen-2 software. This type of study is a descriptive observational study with a bioinformatics analysis approach to predict the fatality rate of missense and frameshift mutations in ULK2 gene variants. The data source is genetic variant data of the ULK2 gene accessed and collected from the NCBI dbSNP (Database of Single Nucleotide Polymorphism) database. The research variables were analyzed using PolyPhen-2 software. The analysis results showed that 36% of ULK2 gene variants with missense and frameshift mutations were considered benign, 15% were possibly damaging, and 49% were probably damaging. Meanwhile, 27.27% of frameshift mutations in the ULK2 gene were considered benign, 13.63% were possibly damaging, and 59.09% were probably damaging. In conclusion, predicting the lethality of missense and frameshift mutations in ULK2 gene variants using PolyPhen-2 software has the potential to disrupt protein functionality and autophagy processes based on their lethality level.Keywords: Unc-51 like kinase 2; single nucleotide polymorphism; missense; frameshift; PolyPhen-2 ABSTRAK Protein Unc-51 like kinase 2 (ULK2) berperan dalam pembentukan autophagosome, salah satu jenis kompartemen seluler. ULK2 memiliki peran sebagai inisiator dalam mengatur proses autophagy, berinteraksi dengan berbagai protein lainnya dalam regulasi tersebut. ULK2 dapat mengalami gangguan dalam prosesnya, salah satunya disebabkan terjadinya mutasi. Variasi genetik seperti mutasi missense dan frameshift dapat menyebabkan perubahan struktur tiga dimensi dari protein sehingga akan mengganggu kinerja dan fungsi sel. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi variasi genetik atau mutasi yang dimiliki oleh gen ULK2 pada manusia, serta untuk mengetahui tingkat kefatalan dari mutasi missense dan frameshift pada varian gen ULK2 dengan menggunakan piranti lunak PolyPhen-2. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan analisis bioinformatika untuk mengetahui prediksi tingkat kefatalan mutasi missense dan frameshit dari varian gen ULK2. Sumber data merupakan data varian genetik gen ULK2 yang diakses dan dikumpulkan dari database NCBI dbSNP (Database of Single Nucleotida Polymorphism). Variabel penelitian dianalisis dengan piranti lunak PolyPhen-2. Hasil analisis menunjukkan bahwa gen ULK2 yang mengalami mutasi missense dan frameshift, varian gen ULK2 yang mengalami mutasi missense menunjukkan bahwa 36% dianggap benign, 15% possibly damaging, dan 49% probably damaging. Adapun mutasi frameshift pada gen ULK2 memberikan hasil bahwa 27,27% dianggap benign, 13,63% possibly damaging, dan 59,09% probably damaging. Sebagai kesimpulan, prediksi kefatalan mutasi missense dan frameshift terhadap varian gen ULK2 menggunakan piranti lunak PolyPhen-2 berpotensi mengganggu fungsionalitas dari protein dan proses autophagy berdasarkan tingkat kefatalannya.Kata kunci: Unc-51 like kinase 2; single nucleotida polymorphism; missense; frameshift; PolyPhen-2 

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue