cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Determinan Depresi pada Ibu dan Pengaruhnya Terhadap Kemadirian Anak dengan Disabilitas Intelektual Nabila, Nabila; Abdullah, Asnawi; Marthoenis, M.; Aramico IB, Basri; Rani, Hafnidar A.
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v16i2.5862

Abstract

in process
Analisis Sistem Pengisian Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap Rumah Sakit X di Jakarta Ayuda, Khallista Indah; Dewi, Evindiyah Prita; Musniati, Nia
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16300a

Abstract

One of the important parameters in assessing the quality of hospital services is the completeness of data and information in medical records, which is essential for smooth administration. This study was conducted to analyze the inpatient medical record filing system at Hospital X in Jakarta. This study used a mixed methods approach. The subjects were 95 inpatient medical records selected using simple random sampling from April to June 2023. Data were analyzed both quantitatively and qualitatively. The analysis revealed several factors hindering file completeness, including a lack of discipline among medical personnel, the lack of specialized training, the absence of a reward and punishment system, limited facilities and infrastructure, inadequate procedural socialization, and policy inconsistencies, as well as obstacles in the assembly process caused by a limited workforce. Only 32% of inpatient medical records were completed, with 68% having deficiencies. This study concluded that the medical record filing system at Hospital X in Jakarta is still not optimal due to issues with input and processing that are not running smoothly. Therefore, additional medical records personnel, training, incentives, and sanctions are needed to optimize medical record management.Keywords: medical records; filling; inpatient  ABSTRAK Salah satu parameter penting dalam menilai kualitas pelayanan rumah sakit adalah kelengkapan data dan informasi dalam rekam medis, yang sangat diperlukan untuk kelancaran administrasi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sistem pengisian berkas rekam medis pasien rawat inap Rumah Sakit X di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods. Subyek penelitian adalah 95 rekam medis pasien rawat inap pada bulan April sampai Juni 2023 yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sejumlah faktor penghambat kelengkapan berkas seperti kurangnya disiplin tenaga medis, pelatihan khusus yang belum tersedia, belum adanya sistem reward dan punishment, keterbatasan sarana dan prasarana, sosialisasi prosedur yang kurang, dan ketidaksesuaian kebijakan serta hambatan dalam proses pelaksanaan assembling yang disebabkan oleh keterbatasan jumlah tenaga kerja. Hanya 32% dari berkas rekam medis pasien rawat inap yang terisi lengkap, dengan 68% mengalami kekurangan. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa sistem pengisian berkas rekam medis Rumah Sakit X di Jakarta masih belum mencapai tingkat optimal karena masalah input dan proses pengisian yang belum berjalan dengan baik, sehingga diperlukan penambahan tenaga rekam medis, pelatihan, insentif dan sanksi dalam mengoptimalkan penyelenggaraan rekam medis.Kata kunci: rekam medis; pengisian; rawat inap
Strategi Edukasi Perawatan Diri Pasien Kanker untuk Meningkatkan Kemandirian dalam Menghadapi Efek Samping Kemoterapi Rosita, Ita; Gayatri, Dewi; Nuraini, Tuti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16246

Abstract

Chemotherapy is one of the modalities of cancer therapy that has side effects that can affect the physical and psychological condition of patients, so patients need the ability to manage the side effects of chemotherapy by performing self-care in overcoming the effects of chemotherapy so that it can improve the quality of life of patients. The purpose of this study was to determine the method of self-care education that is well accepted and effective in increasing the knowledge of cancer patients. This study was conducted using a systematic review method systematically, according to the PRISMA guidelines. Literature was obtained from several databases, namely ProQuest, ScienceDirect, Sage Journals, Springer, Willey, Scopus, Taylor and Francis, and EbscoHost based on the MeSH (Medical Subject Heading) terminology using keywords related to self-care and the effects of chemotherapy. The inclusion criteria used were research with a randomized controlled trial and quasi-experimental design. The review results obtained 13 studies that showed a decrease in side effects in cancer patients after implementing a self-care program. It was concluded that self-care in cancer patients with chemotherapy can help patients to deal with and adapt to the side effects of chemotherapy, which in turn can improve the quality of life of patients.Keywords: education; self-care; effects of chemotherapy; quality of life; cancer patient ABSTRAK Kemoterapi merupakan salah satu modalitas terapi pada kanker yang mempunyai efek samping yang dapat berpengaruh pada kondisi fisik dan psikologis pasien, sehingga pasien memerlukan kemampuan untuk bisa mengelola efek samping kemoterapi dengan melakukan perawatan diri dalam mengatasi efek kemoterapi sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui metode edukasi perawatan diri yang dapat diterima dengan baik dan efektif meningkatkan pengetahuan pasien kanker. Studi ini dilakukan menggunakan metode systematic review secara sistematis, sesuai pedoman PRISMA. Literatur diperoleh dari beberapa database yaitu ProQuest, ScienceDirect, Sage Journals, Springer, Willey, Scopus, Taylor and Francis, serta EbscoHost berbasis terminologi MESH (Medical Subject Heading) dengan menggunakan kata kunci yang terkait dengan perawatan diri dan efek kemoterapi. Kriteria inklusi pada yang digunakan adalah riset dengan desain randomized controlled trial dan quasi eksperimental. Hasil review mendapatkan 13 studi yang menunjukkan penurunan efek samping pada pasien kanker setelah menerapkan program perawatan diri. Disimpulkan bahwa perawatan diri pada pasien kanker dengan kemoterapi mampu membantu pasien untuk menghadapi dan beradaptasi terhadap efek samping kemoterapi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.Kata kunci: edukasi; perawatan diri; efek kemoterapi; kualitas hidup; pasien kanker
fast track: The Influance of Predisposing, Enabling, and Reinforcing Factors on Patient Behaivor in The Care and Treatment Plan of Inpatients at Baiturrahim Jambi Hospital Oktavia, Melani; Girsang, Ermi; Nasution, Ali Napiah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v16i2.6137

Abstract

One of the main problems in the management of inpatients is the low behavior and noncompliance of patients with the care and treatment plan that has been prepared by the medical team. This is thought to be influenced by predisposing, enabling, and reinforcing factors. This study aims to analyze the influence of Predisposing, Enabling, and Reinforcing factors on the behavior of inpatients in the care and treatment plan. This research is quantitative research with a cross sectional study approach. The research was conducted at Baiturrahim Jambi Hospital. The population of this study were all 380 inpatients, while the sample obtained was 258 people. Sample withdrawal by purposive sampling. Data were analyzed through the stages of univariate analysis, then bivariate analysis using the Chi-Square test, and multivariate analysis using multiple logistic regression tests. The results showed that the variables of knowledge, attitude, trust, access to health facilities, hospital facilities, health worker feedback, and previous experience had a significant effect on the behavior of inpatients at Baiturrahim Jambi Hospital, while the availability of information and family support had no significant effect. Of all the variables, knowledge had the greatest influence, where patients with good knowledge had a 21.7 times higher chance of behaving well in following the care and treatment plan.
Potensi Fraksi Etil Asetat Pelepah Nipah (Nypa fruticans. Wurmb) sebagai Antihiperglikemia pada Tikus yang Diinduksi Streptozotocin Raharjo, Danang; Haryoto, Haryoto; Sujono, Tanti Azizah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16206

Abstract

 Diabetes mellitus remains a global health challenge. In Indonesia, diabetes ranks third as a killer disease after heart disease and cancer. Flavonoids as natural antioxidants have been proven effective in reducing the pathogenesis of diabetes and its complications. Nypa fruticans is one of the plants that has the potential as an antidiabetic with high flavonoid content. The purpose of this study was to explore the potential of the ethyl acetate fraction of nipah fronds as an antidiabetic, especially in reducing blood glucose levels, stimulating insulin secretion, improving pancreatic β-cells and increasing the number of pancreatic β-cells. This study was an experimental study conducted in-vivo with a streptozotocin (STZ)-induced diabetic rat model. The ethyl acetate fraction of nipah fronds with doses of 125, 250 and 500 mg/kgBW was administered to STZ-induced diabetic rats 65 mg/kgBW with glibenclamide 0.45 mg/kgBW as a comparison for 21 days with observed parameters including serum insulin levels and histopathology. The results showed that administration of the ethyl acetate fraction of nipah fronds at doses of 250 and 500 mg/kgBW caused a significant decrease (p<0.05) in blood glucose levels with a significant increase (p<0.05) in serum insulin levels compared to the negative control. In a histopathological study of the pancreas, the ethyl acetate fraction showed a regenerative effect on pancreatic β-cells by reducing the degree of insulitis and significantly increasing (p<0.05) the number of pancreatic β-cells in the islets of Langerhans compared to the negative control. Based on these results, it can be concluded that administration of the ethyl acetate fraction of nipah fronds exhibits antihyperglycemic activity by regenerating pancreatic β-cells and increasing the number of pancreatic β-cells, thereby increasing serum insulin levels.Keywords: Nypa fruticans Wurmb; antidiabetic; insulin secretion; insulitis; pancreatic β-cells ABSTRAK Diabetes mellitus masih menjadi tantangan kesehatan secara global. Di Indonesia, diabetes menduduki peringkat ketiga sebagai penyakit pembunuh setelah penyakit jantung dan kanker. Flavonoid sebagai antioksidan alami terbukti efektif dalam mengurangi patogenesis diabetes dan komplikasinya. Nypa fruticans merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antidiabetes dengan kandungan tinggi flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi potensi fraksi etil asetat pelepah nipah sebagai antidiabetes khususnya dalam menurunkan kadar glukosa darah, stimulasi sekresi insulin, perbaikan sel β-pankreas dan peningkatan jumlah sel β-pankreas. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang dilakukan secara in-vivo dengan model tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin (STZ). Fraksi etil asetat pelepah nipah dengan dosis 125, 250 dan 500 mg/kgBB diberikan pada tikus diabetes yang diinduksi STZ 65 mg/kg BB dengan glibenclamide 0,45 mg/kgBB sebagai pembanding selama 21 hari dengan parameter yang diamati meliputi kadar insulin serum, dan histopatologi pankreas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian fraksi etil asetat pelepah nipah dengan dosis 250 dan 500 mg/kgBB menyebabkan penurunan signifikan (p <0,05) kadar glukosa darah dengan peningkatan signifikan (p <0,05) kadar insulin serum jika dibandingkan dengan kontrol negatif. Dalam studi histopatologi pankreas fraksi etil asetat menunjukkan efek regenerasi sel β-pankreas dengan menurunkan derajat insulitis dan peningkatan secara signifikan (p <0,05) jumlah sel β-pankreas pulau Langerhans jika dibanding kontrol negatif. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian fraksi etil asetat pelepah nipah menunjukkan aktivitas antihiperglikemik dengan meregenerasi sel-sel β-pankreas dan meningkatkan jumlah sel β-pankreas, sehingga meningkatkan kadar insulin serum.Kata kunci: Nypa fruticans Wurmb; antidiabetes; sekresi insulin; insulitis; sel β-pankreas
Keberhasilan Implementasi Kebijakan Pelayanan Gizi di Rumah Sakit Izah, Ismatul; Ratnawati, Leersia Yusi; Sugiyanta, Sugiyanta
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16300h

Abstract

One of the primary services, including medical support, is nutrition services, which are efforts undertaken to provide added value, especially nutrition, to improve nutritional status. Nutrition service regulations cover various aspects, from monitoring patient nutrition to regulating the quality and safety of food served in healthcare facilities. The purpose of this study was to examine nutrition service regulations and their impact on the quality of nutrition services at Hospital X. This study used a qualitative approach in the form of a case study to understand related social phenomena. The research involved interviewing informants and documenting how nutrition staff provided nutrition services. The data sources were nine informants, consisting of key informants and key informants, namely medical personnel. Data were collected through in-depth interviews and observations of how nutrition staff provided services. The results of the narrative analysis indicate that, in general, the nutrition regulation policy at the hospital has been implemented quite well. However, several shortcomings remain, such as staff compliance or discipline, communication, and monitoring and evaluation. Furthermore, it was concluded that the nutrition regulation policy at the hospital has been implemented quite well, but requires improvement, particularly with regard to human resources.Keywords: nutrition services; hospital; policy; regulation; implementation ABSTRAK Salah satu pelayanan utama dan termasuk penunjang medik yakni layanan gizi, yang merupakan upaya yang dilakukan dalam rangka memberikan nilai tambah terutama nutrisi agar status gizi meningkat. Regulasi pelayanan gizi mencakup berbagai aspek, mulai dari pemantauan gizi pasien hingga pengaturan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan di fasilitas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji regulasi pelayanan gizi dan dampaknya terhadap mutu layanan gizi di Rumah Sakit X. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif berupa studi kasus, dalam rangka mengetahui fenomena sosial terkait. dengan informan serta mencatat bagaimana petugas gizi memberikan pelayanan gizi. Sumber data adalah 9 informan yang terdiri atas informan inti dan informan utama yakni para tenaga medis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, serta observasi tentang bagaimana petugas gizi memberikan pelayanan. Hasil analisis secara naratif menunjukkan bahwa secara umum, kebijakan regulasi gizi di rumah sakit telah dilaksanakan dengan cukup baik, namun demikian masih terdapat beberapa kekurangan, seperti kepatuhan atau kedisiplinan petugas, komunikasi, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi. Selanjutnya disimpulkan bahwa kebijakan regulasi gizi di Rumah Sakit telah terlaksana dengan cukup baik, dan memerlukan perbaikan khususnya yang berkaitan dengan aspek sumberdaya manusia.Kata kunci: pelayanan gizi; rumah sakit; kebijakan; regulasi; implementasi 
Menurunkan Fenomena Gunung Es “Shaken Baby Syndrome” Mirta, Surya Bin; Yuliani, Ita; Yulindawati, Asworoningrum; Dumilah, Retno
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16247

Abstract

Shaken Baby Syndrome (SBS) is a form of head trauma due to physical violence that causes brain damage, subdural hematoma, and long-term neurological complications. The purpose of this study was to determine evidence-based SBS prevention strategies, in order to fill the information gap and provide preventive policy recommendations in child health services. This study was a literature review by collecting articles from the PubMed database published between 2020 and 2024, with keywords related to SBS prevention. Furthermore, 8 relevant articles were obtained based on the inclusion criteria. The results of the review showed that educational programs have been shown to reduce the incidence of SBS by 30%. In Egypt and India, educational programs were effective in increasing knowledge about SBS prevention, although there are barriers to access to education in remote areas. Early detection is very important, with symptoms such as vomiting and seizures as the first signs of SBS. In Sweden, a policy of educating parents during pregnancy significantly reduced the incidence of SBS. It was concluded that training and awareness programs have been shown to be effective in reducing the incidence of SBS.Keywords: shaken baby syndrome; education; prevention ABSTRAK Shaken Baby Syndrome (SBS) merupakan salah satu bentuk trauma kepala akibat kekerasan fisik yang menyebabkan kerusakan otak, hematoma subdural, dan komplikasi neurologis jangka panjang. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui strategi pencegahan SBS yang berbasis bukti, guna mengisi kesenjangan informasi dan memberikan rekomendasi kebijakan preventif dalam pelayanan kesehatan anak. Studi ini merupakan tinjauan literatur dengan mengumpulkan artikel dari basis data PubMed yang diterbitkan antara tahun 2020 sampai 2024, dengan kata kunci yang terkait dengan pencegahan SBS. Selanjutnya didapatkan 8 artikel relevan berdasarkan kriteria inklusi. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa program pendidikan terbukti mengurangi kejadian SBS hingga 30%. Di Mesir dan India, program pendidikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan SBS, meskipun terdapat hambatan akses pendidikan di daerah terpencil. Deteksi dini sangat penting, dengan gejala seperti muntah dan kejang sebagai tanda pertama SBS. Di Swedia, kebijakan mendidik orang tua selama kehamilan secara bermakna mengurangi kejadian SBS. Disimpulkan bahwa program pelatihan dan peningkatan kesadaran terbukti efektif dalam mengurangi kejadian SBS.Kata kunci: shaken baby syndrome; pendidikan; pencegahan
Konsumsi Pods dan Rokok dalam Kaitannya dengan Kadar Glukosa Darah di Lingkungan Dance Cover K-Pop Kusdiantini, Andini; Setiawan, Rona
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16300b

Abstract

Currently, electronic cigarettes, commonly called pods or vapes, have developed. Both can trigger blood glucose levels due to disruption of the insulin mechanism. Therefore, research was needed to compare the blood glucose levels of cigarette and pod/vape users with those of non-cigarette and pod/vape users. This study involved 30 respondents, 15 each for cigarette and pod/vape users and non-consumers. Blood glucose levels were obtained using a POCT test. A comparative analysis of glucose levels between the two groups was conducted using an independent samples t-test. Of the 15 cigarette and pod/vape users, the average blood glucose level was 111.87 mg/dL, while in the 15 non-cigarette and pod/vape users, the p-value from the comparative analysis was 0.805 (not significantly different). These results indicate a trend towards increased blood glucose levels in cigarette and pod/vape users, although the difference compared to non-consumers was still small. The conclusion of this study indicates that, although not statistically significant, there is a trend toward increased blood glucose levels in cigarette and pod/vape users compared to non-users.Keywords: cigarettes; pods; vape; blood glucose ABSTRAK Saat ini telah berkembang rokok elektrik yang lazim disebut pods atau vape. Keduanya mampu memicu kadar glukosa darah karena terganggunya mekanisme kerja insulin. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk membandingkan kadar glukosa darah konsumen rokok dan pods/vape dengan bukan konsumen rokok dan pods/vape. Studi ini melibatkan 30 responden, masing-masing 15 orang untuk konsumen dan bukan konsumen rokok dan pods/vape. Kadar glukosa darah didapatkan dengan pengujian menggunakan alat POCT. Selanjutnya dilakukan analisis perbandingan kadar glukosa antara kedua kelompok, menggunakan independent samples t-test. Dari 15 konsumen rokok dan pods/vape diperoleh rerata kadar glukosa darah adalah 111,87 mg/dL, sedangkan pada 15 bukan konsumen rokok dan pods/vape adalah 110,47 mg/dL. Nilai p dari analisis perbandingan adalah 0,805 (tidak berbeda secara signifikan). Hasil tersebut menunjukan adanya kecenderungan peningkatan kadar glukosa darah konsumen rokok dan pods/vape, meskipun perbedaannya dengan bukan konsumen masih kecil. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa meskipun tidak signifikan secara statistik, terdapat kecenderungan peningkatan kadar glukosa darah pada konsumen rokok dan pods/vape dibandingkan dengan bukan konsumen.   Kata kunci: rokok; pods; vape; glukosa darah 
Penurunan Tingkat Kecemasan Anak Usia Prasekolah Selama Pemberian Injeksi dengan Menggunakan Distraksi Audiovisual Anto, Sardi; Amin, Kurniawan; Haerani, Herty
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16300f

Abstract

When preschool children fall ill, parents are sometimes unable to provide optimal care at home. Such circumstances force the child to receive intensive care in the hospital. Hospitalized children often experience anxiety due to medical interventions such as administering medication through injections. Many anxiety-reducing interventions in children are expected to be suitable for implementation in hospitals, one of which is audiovisual distraction using cartoons. The purpose of this study was to test the effectiveness of audiovisual distraction to reduce anxiety levels in preschool children during injection procedures. This study used a one-group pretest and posttest design, involving 15 preschool children undergoing hospitalization. They were given an audiovisual distraction intervention using cartoons, and anxiety levels were measured before and after the intervention using a facial image scale. Furthermore, a comparative analysis of anxiety levels between before and after the intervention was conducted using the Wilcoxon test. The analysis showed a p-value of 0.000, indicating a significant difference in anxiety levels between the study before and after the audiovisual distraction. Thus, it can be concluded that audiovisual distraction is an effective method for reducing anxiety in preschool children undergoing invasive procedures in the hospital.Keywords: audiovisual distraction; anxiety level; preschool age ABSTRAK Ketika anak prasekolah jatuh sakit, terkadang orang tua tidak dapat memberikan perawatan maksimal di rumah. Keadaan yang seperti itu memaksa anak harus mendapatkan perawatan yang intensif di rumah sakit. Anak yang dirawat di rumah sakit sering merasa cemas akibat intervensi medis seperti pemberian obat melalui suntikan atau injeksi. Banyak intervensi penurun kecemasan pada anak yang diharapkan cocok untuk diterapkan di rumah sakit, salahsatunya adalah distraksi audiovisual menggunakan film kartun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas distraksi audiovisual untuk menurunkan tingkat kecemasan anak usia prasekolah selama prosedur pemberian injeksi. Rancangan peneliian ini adalah one group pretest and posttest, yang melibatkankan 15 anak pra sekolah yang menjalani perawatan di rumah sakit. Mereka diberi intervensi distraksi audiovisual menggunakan film kartun, dan pada fase sebelum dan sesudah pemberian intervensi tersebut dilakuka pengukuran tingkat kecemasan menggunakan facial image scale. Selanjutnya dilakukan analisis perbandingan tingkat kecemasan antara sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 yang berarti bahwa ada perbedaan tingkat kecemasan secara signifikan antara penelitian sebelum dan sesudah pemberian distraksi audiovisual. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa distraksi audio visual adalah metode yang efektif untuk menurunkan kecemasan anak prasekolah pada saat ini menjalani prosedur invasif di rumah sakit.Kata kunci: distraksi audiovisual; tingkat kecemasan; usia prasekolah
Tingkat Manajemen Usaha Kesehatan Sekolah dan Kebiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa Sekolah Dasar Lubay, Husein Hasibuan; Lubay, Lukmannul Haqim; Nugroho, Wildan Alfia; Budiman, Didin; Mahendra, Agus; Sumarno, Gano
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16302

Abstract

 School health initiatives are an effort to foster and develop healthy lifestyles through programmed habits within health education and services in schools and universities. The purpose of this study was to analyze the implementation of school health initiatives and clean and healthy living behaviors among elementary school students. This research was a quantitative descriptive study. Data were obtained from three elementary schools in Bandung City through questionnaires on the stratification of school health initiatives completed by teachers or administrators. Meanwhile, data on clean and healthy living behaviors were obtained through questionnaires completed by students. Data were analyzed descriptively using category-based percentages. The results showed that schools with optimal implementation of school health initiatives had a higher proportion of students with clean and healthy living behaviors; and vice versa. Based on these results, it is concluded that effective school health initiatives management plays a crucial role in supporting the development of clean and healthy living behaviors among elementary school students.Keywords: school health initiatives; management; clean and healthy living behaviors; elementary school students ABSTRAK Usaha kesehatan sekolah adalah sebuah upaya pembinaan dan pengembangan tentang cara hidup sehat melalui kebiasaan terprogram dalam pendidikan dan layanan kesehatan di sekolah dan perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan manajemen usaha kesehatan sekolah dan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari tiga sekolah dasar di Kota Bandung melalui pengisian kuesioner tentang stratifikasi usaha kesehatan sekolah yang diisi oleh guru atau pengelola. Sementara itu, data tentang perilaku hidup bersih dan sehat diperoleh melalui pengisian kuesioner oleh siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif berupa persentase berbasis kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah dengan pelaksanaan usaha kesehatan sekolah yang optimal memiliki proporsi siswa dengan perilaku hidup hidup bersih dan sehat yang lebih tinggi; demikian pula sebaliknya. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa manajemen usaha kesehatan sekolah yang efektif berperan penting dalam mendukung pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa sekolah dasar.Kata kunci: usaha kesehatan sekolah; manajemen; perilaku hidup bersih dan sehat; siswa sekolah dasar  

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue