cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan BSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 110 Documents
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia (Studi Kasus: di Kelurahan Sukamiskin Kota Bandung) Ningrum, Tita Puspita; Okatiranti, Okatiranti; Kencana Wati, Desak Ketut
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.911 KB)

Abstract

ABSTRAKPeningkatan harapan hidup lanjut usia mempunyai dampak yang berpengaruh terhadap kualitas kesehatan lansia. Keluarga merupakan support sistem bagi lansia dalam mempertahankan kesehatannya. Dukungan keluarga merupakan salah satu hal terpenting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Dukungan keluarga yang baik akan meningkatkan kualitas hidup lansia sehingga lansia dapat menikmati hidup di masa tuanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Sukamiskin Wilayah Kerja Puskesmas Arcamanik Kota Bandung. Desain penelitian menggunakan studi korelasi dengan rancangan cross sectional. Responden sebanyak 160 orang diambil dengan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data  menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kualitas hidup WHOQOL BREF. Analisis univariat menggunakan rumus persentase, sedangkan untuk melihat hubungan variabel dependen dan independen menggunakan  uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh lansia yaitu 106 orang (100%) memiliki tingkat dukungan keluarga yang cukup, dan hampir seluruh lansia yaitu 105 orang (99%) memiliki kualitas hidup yang cukup. Hasil uji statistic rank spearman menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia dengan nilai signifikansi 0,048< 0,05. Nilai koefisiensi sebesar 0,193 yang menunjukkan keeratan hubungan yang rendah. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup, Lansia. ABSTRACTThis research aims at recognizing the correlation between family support and the quality of elderly life in Sukamiskin Village coverage area of Public Health Center of Arcamanik, Bandung. The research design implemented in this research was cross sectional. The population was all elderlies living in Sukamiskin Village coverage area of Public Health Center of Arcamanik, Bandung in 2016 of 1,058 people. The data was gathered by using questionnaire of family support and questionnaire of quality of life. The respondents of 106 people were selected through stratified random sampling technique. The data were analyzed by using spearman rank correlation test. The research results shows that all respondents of 106 people (100%) considered to have sufficient family support, and pertaining quality of life, 105 respondents (99%) considered to have sufficient quality of life. The result of spearman rank shows that there is correlation between family support and the quality of elderly life in Sukamiskin Village coverage area of Public Health Center of Arcamanik with significant value 0.048 < 0.05. The coefficient value is 0.193 showing a low level of correlation. It suggested that the Public Health Center and Community become more aware about the elderly existence and health to provide a support for a better quality of elderly life. Keywords: Elderly, Family Support,  Quality of Life
GAMBARAN KEMAMPUAN KOGNITIF DAN KESEIMBANGAN PADA WANITA LANJUT USIA Okatiranti, Okatiranti; Kurniaty, Indah
KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2014): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.751 KB)

Abstract

Abstract - Increasing age will also causing a decreased organ function and physical changes. Cognitive abilities and the balance in the elderly will also decreased. The purpose of this research is to identify a picture of cognitive abilities and balance in older women. Research method is descriptive, subjects are taken by purposive sampling of 30 respondents in The Elderly Social Institution Budi Pertiwi Bandung, data retrieval using Trail Making Test B research  instruments for cognitive ability and  standing with one leg eyes closed for balance, then the data is processed using distribution percentages and descriptive statistics. The research overview of cognitive abilities in older women in The Elderly Social Institution Budi Pertiwi Bandung is 90% lack and 10 % good category. While the picture of the balnce of the elderly is 87% lack and 13 % good category. The conclusion of this research is almost all elderly women in The Elderly Social Institution Budi Pertiwi Bandung decreased cognitive abilities and balance. Keyword : Elderly, Cognitive, Balance Abstrak - Bertambahnya  usia juga akan  menyebabkan  penurunan fungsi organ tubuh dan berbagai perubahan fisik. Kemampuan kognitif dan  keseimbangan  pada  lanjut  usia juga akan  mengalami kemunduran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran kemampuan kognitif dan keseimbangan  pada wanita lanjut usia. Metode penelitian adalah deskriptif, subyek penelitian yang diambil  berdasarkan  purposive sampling  sebanyak 30 responden di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi Bandung, pengambilan data menggunakan instrumen penelitian Trail Making Test B untuk kemampuan  kognitif dan  Berdiri Satu  Kaki  Dengan  Mata Tertutup untuk keseimbangan, kemudian data diolah  menggunakan distribusi prosentase dan statistik deskriptif. Hasil penelitian gambaran kemampuan  kognitif  pada wanita  lanjut usia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi yaitu 90% kategori  kurang dan 10% kategori baik. Sedangkan  gambaran keseimbangan lansia yaitu 87% kategori  kurang dan 13%  kategori sedang. Kesimpulan adalah hampir seluruh wanita lansia di Panti sosial Tresa Werdha Budi Pertiwi Bandung  mengalami penurunan kemampuan kognitif dan keseimbangan. Kata Kunci : Lansia,  Kognitif
Gambaran Deteksi Dini Kesehatan Jiwa Di Desa Ranjeng Dan Cilopang Kabupaten Sumedang Sutini, Titin; Hidayati, Nur Oktavia
KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.597 KB)

Abstract

ABSTRAKPrevalensi gangguan mental emosional berupa depresi dan cemas pada masyarakat berumur di atas 15 tahun mencapai 11,6%. Desa Ranjeng dan desa cilopang yang terletak di kecamatan Cisitu kabupaten Sumedang merupakan sebuah desa dengan kunjungan ke poli jiwa puskesmas cisitu sebanyak 654 orang, dengan keluhan gangguan tidur, sering mengeluh sakit kepala tampa sebab,  stress ringan bahkan sampai gangguan jiwa berat, yang penanganannya belum bisa dilakukan secara optimal oleh puskesmas Cisitu, sehingga perlu ada pemberdayaan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan jiwa, yaitu melalui deteksi dini. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif serta analisa data dilakukan dengan mencari nilai rata-rata pada data pre-test dan post-test. Tehnik sampel yang digunakan adalah total sampling, dengan jumlah sampel 59 untuk desa Ranjeng dan 51 untuk Desa Cilopang. Kuesioner yang digunakan adalah 10 item pertanyaan pilihan tunggal.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan antara sebelum dan sesudah pelatihan. Kenaikan pengetahuan  masyarakat Desa Ranjeng total rata-rata (65), dan kenaikan pengetahuan masyarakat Desa Cilopang (64). Kegiatan ini belum dapat menjangkau sebagian besar dari masyarakat di ke dua desa oleh karena itu hendaknya kegiatan ini diteruskan dengan pembentukan kader kesehatan jiwa dan pelatihan kader kesehatan jiwa dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.Kata kunci:  deteksi dini,  kesehatan jiwa , Pemberdayaan. ABSTRACTThe prevalence of mental disorders such as depression and emotional anxiety in the community over the age of 15 years reached 11.6 % . Ranjeng and cilopang village located in the district Cisitu Sumedang is a village with a visit to a mental health clinic poly Cisitu many as 654 people , with complaints of sleep disturbance , often complain of headaches without cause , even mild stress to severe mental disorder , that treatment can not be done optimally by Cisitu health centers , so there needs to be community empowerment in addressing mental health issues , namely through early detection . This activity aims to enhance the publics ability to make early detection as the initial discovery of the problem so as to reduce the incidence of mental disorders in the community and will create a healthy standby village life. Research methodology used was descriptive quantitative as well as data available for analysis done by searching the average value of the data on pre-test and post-test .Sample tehnik used was a total of sampling , namely sample collected is 59 for a village Ranjeng and 51 for a village Cilopang.The questionnaires used is 10 items question single choice. The results of evaluation showed an increase in knowledge scores between before and after training . The increase public knowledge Ranjeng village average total ( 65 ) , and an increase in public knowledge Cilopang village ( 64 ) . This activity has not been able to reach most of the people in the two villages therefore this activity should be continued with the establishment of mental health workers and mental health workers training involving various members of the government and society .Keywords: Empowerment, early detection, mental health.
TINGKAT STRES PADA REMAJA WANITA YANG MENIKAH DINI DI KECAMATAN BABAKANCIKAO KABUPATEN PURWAKARTA Khairunnisa, Destia; Hidayati, Nur Oktavia; Setiawan, Setiawan
KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.187 KB)

Abstract

ABSTRAKAngka pernikahan dini di Indonesia masih tinggi. Berbagai stresor dalam pernikahan dini menyebabkan timbulnya stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat stres pada remaja wanita yang menikah dini di Kecamatan Babakancikao Kabupaten Purwakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah remaja wanita yang menikah dini dibawah 20 tahun berjumlah 82 orang dengan metode total sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner skala stres DASS 42 yang telah dimodifikasi dan telah dilakukan content validity dengan nilai validitas 0,8 dan nilai reabilitas 0,9. Hasil penelitian telah dianalisis dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan hampir setengahnya dari responden (41,46%) berada pada tingkat stres normal. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada keluarga untuk lebih mendukung pada seorang wanita yang menjalankan peran sebagai istri, karena dukungan yang baik dapat mengurangi atau bahkan mengatasi stres, dan kepada perawat komunitas diharapkan untuk dapat memberi pendidikan kesehatan mental dan konseling mengenai menejemen stres.Kata Kunci : pernikahan dini, remaja, stres  ABSTRACTThe number of early marriages in Indonesia was still high. The various causes of stress in early marriage caused the onset of stress. This research aimed to know the level of stress in teenagers women who marry early in Purwakarta Regency Babakancikao. The methods used in this research was descriptive quantitative. The population of this research was that women marry early teens under 20 years amounts to 82 people with total sampling method. This research used questionnaire scale stress DASS 42 had been modified and had done a content validity validity value of 0.8 and value reabilitas 0.9. The research results had been analyzed with the frequency distribution. The results showed almost half of the respondents (41,46%) is at a normal level of stress. Based on the results of such research were suggested to the family for more support on a woman who runs a role as a wife, because a good support can reduce or even to cope with stress, and to the nursing community was expected to able to provide mental health education and counseling managed stress. Keywords: child marriage, teenager, stress
GAMBARAN CITRA DIRI SISWA – SISWI DI SMPN 3 SOREANG PADA MASA PUBERTAS Marhamah, Qarinatul; Okatiranti, Okatiranti
KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.115 KB)

Abstract

Abstract - Puberty is a period marked by rapin physical growth. At this time as a teenager will exsperience physical changes drastically changes both psychological, mental, and emotional. Adolescents become more aware of looking at her and him apend more time looking at himself. The physical changes of puberty age is one of the things that often cause problems among early adolescents. To improve her image often teenagers do various things to make it more interesting. This study aims to describe the self-image of students at SMP 3 Soreang at puberty. With the goal of proficiency level, the descriptive research with quantitative analysis of the students at SMP 3 Soreang,with a population of 400 respondents and a sample of 200 respondents. Sampling technique is purposive sampling. Techniques of data collection is done by aclosed questionnaire. Analysis of self-image by finding the score T. The result showed more than 50% of himself have a negative self-image and nearly half had a positive self-image. Himself showed a positive self-image 0f 47% and negative 53%. In girls showed more than 50% have a positive self-image and nearly half had a negative self-image. Herself showed a positive self-image by 54% and negative 46%.  It can be concluded that the boys had more negative self-image than girls. Based on theses result need for efforts to improve the selfiimage in himself and effort to maintain and improve the self-image for herself, with one way that health education. Keyword : Self-image, Puberty, Junior High School Students. Abstrak - Masa pubertas adalah periode yang ditandai dengan pertumbuhan fisik yang pesat. Pada masa ini sebagai remaja akan mengalami perubahan fisik yang drastis baik perubahan psikologis, mental, dan emosional. Perubahan fisik usia pubertas merupakan salah satu hal yang sering menimbulkan masalah dikalangan remaja awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran citra diri siswa – siswi di SMPN 3 Soreang pada masa pubertas. Desain penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan analisa kuantitatif pada siswa – siswi di SMPN 3 Soreang, dengan populasi 400 responden dan sampel 200 responden. Tehnik pengambilan sampel yaitu proporsional random sampling. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan angket tertutup. Analisa citra diri dengan mencari skor T. Hasil penelitian menunjukan lebih dari 50% anak laki-laki memiliki citra diri negatif dan hampir setengahnya memiliki citra diri positif. Anak laki-laki menunjukan citra diri positif sebesar 47% dan negatif sebesar 53%. Pada anak perempuan menunjukan lebih dari 50% memiliki citra diri positif dan hampir setengahnya memiliki citra diri negatif. Anak perempuan menunjukan citra diri positif sebesar 54% dan negatif sebesar 46%. Melihat demikian dapat disimpulkan bahwa anak laki-laki memiliki citra diri lebih negatif dibandingkan dengan anak perempuan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut perlu adanya usaha untuk meningkatkan citra diri pada anak laki-laki dan usaha mempertahankan dan meningkatkan citra diri untuk anak perempuan, dengan penyuluhan kesehatan mengenai cara meningkatkan potensi tubuh. Kata Kunci : Citra Diri, Pubertas, Siswa-Siswi SMP. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TB PARU ANAK DI WILAYAH PUSKESMAS GARUDA KOTA BANDUNG Febrian, Mira Ayu
KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.162 KB)

Abstract

ABSTRACT - TB is an infectious disease which has long been known in the world. The disease is becoming a pretty big problem for public health, especially in developing countries like Indonesia. According to the WHO report of 2009, Indonesia ranked fifth after India, China, South Africa and Nigeria. Child TB cases in 2011 was 1,707 / 100,000 population. West Java is the province that has the most TB in children is high, that is 267 / 100,000 population. TB child will cause growth disorders, even to the death. This study aimed to determine the nutritional status, patients with a history of contact with adult TB patients and BCG immunization status in children TB history. This study used descriptive method with a population of 22 respondents history of pulmonary TB child and his parents. The sampling technique this study using total sampling. Retrieval of data obtained by the study of documentation, questionnaires, and observations by using univariate data processing percentages. Research results that the nutritional status of almost half of the respondents including good nutrition (40.9%) and malnutrition (36.4%), and a small proportion of respondents (22.7%) including malnutrition. Patients with a history of contact with adult TB patients most respondents (72.7%) had a positive contact history, and nearly half of the respondents (27.3%) had a history of negative contact. Then, BCG immunization status almost all respondents (86.4%) had a positive immunization status, and a small proportion of respondents (13.6%) had a negative immunization status. The conclusion that the nutritional status of almost half of the respondents nourished and malnourished. Contact history the majority of respondents have a positive contact history. BCG immunization status then almost all respondents have a positive immunization status.Keywords: Nutritional status, contact history, BCG immunization, Tuberculosis ChildrenABSTRAK - TB merupakan penyakit infeksi yang telah lama di kenal di dunia. Penyakit ini menjadi masalah yang cukup besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Menurut laporan WHO 2009, Indonesia menduduki peringkat kelima setelah India, Cina,  South  Afrika  dan  Nigeria. Kasus TB anak pada 2011 adalah 1.707/100.000 penduduk. Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki penderita TB pada anak paling tinggi, yaitu 267/100.000 penduduk. TB anak akan menyebabkan terjadinya gangguan tumbuh kembang, bahkan sampai pada kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi, riwayat kontak penderita dengan penderita TB dewasa, dan status imunisasi BCG pada anak riwayat TB Paru.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan jumlah populasi 22 responden anak riwayat TB Paru dan orang tuanya. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan total sampling. Pengambilan data diperoleh dengan studi dokumentasi, kuesioner, dan observasi dengan pengolahan data univariate menggunakan prosentase. Hasil Penelitian bahwa status gizi hampir setengah responden termasuk gizi baik (40,9 %) dan gizi buruk (36,4 %), dan sebagian kecil responden (22,7 %) termasuk gizi kurang. Riwayat kontak penderita dengan penderita TB dewasa sebagian besar responden (72,7 %) memiliki riwayat kontak positif, dan hampir setengah responden (27,3 %) memiliki riwayat kontak negatif. Kemudian, status imunisasi BCG hampir seluruh responden (86,4 %) memiliki status imunisasi positif, dan sebagian kecil responden (13,6%) memiliki status imunisasi negatif. Kesimpulannya bahwa status gizi hampir setengah responden berstatus gizi baik dan gizi buruk. Riwayat kontak sebagian besar responden mempunyai riwayat kontak positif. Kemudian status imunisasi BCG hampir seluruh responden mempunyai status imunisasi positif.Kata Kunci : Status Gizi, Riwayat Kontak, Imunisasi BCG, Tuberkulosis Paru Anak
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Penderita Kanker Payudara Irawan, Erna; Hayati, Sri; Purwaningsih, Desi
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.883 KB)

Abstract

ABSTRAKKanker payudara merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak menyerang perempuan, lebih dari 400.000 wanita meninggal akibat kanker payudara. Penderita kanker payudara akan merasa malu karena perubahan fisik yang terjadi pada dirinya, dan akan berpengaruh pada kualitas hidupnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita kanker payudara di Rumah Singgah Kanker Rumah teduh Sahabat Iin Kota Bandung. Desain penelitian studi korelasi dengan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh penderita kanker payudara di Rumah Singgah Kanker Rumah Teduh Sahabat Iin Kota Bandung sebanyak 33 orang. Sampel penelitian diambil dengan teknik total sampling Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data dilakukan uji korelasi rank spearman. Hasil menunjukan bahwa sebagian responden 21 orang (63,6%) memiliki dukungan keluarga dengan kategori cukup, dan untuk kualitas hidup hampir seluruh responden 30 orang (90,9%) memiliki kualitas hidup dalam kategori baik. Berdasarkan hasil uji statistic rank spearman menunjukan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita kanker payudara di Rumah Singgah Kanker Rumah Teduh Dahabat Iin Kota Bandung dengan nilai signifikansi 0,024 < 0,05. Nilai koefisiensi +0,393 yang menunjukkan terdapat hubungan yang positif. Saran kepada pengelola diharapkanuntuk merencanakan program yang berkaitan dengan dukungan keluarga ataupun kualitas hidup penderita kanker payudara.Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kanker Payudara, Kualitas Hidup ABSTRACTBackground: Breast cancer is one of the most non infectious diseases that affects to women, more than 400,000 women die after breast cancer. Breast cancer patients will feel ashamed of the physical changes, and affect the quality of life. The one factors affect quality of life is family support. This Purpose is need to knowing the correlation family support with the quality of life of breast cancer patients in Rumah Singgah Kanker Rumah Teduh Sahabat Iin Bandung. Research design correlation study with cross sectional. The population of this study all breast cancer patients in shelter Rumah Singgah Kanker Rumah Teduh Sahabat Iin Bandung as much as 33 people. Data collection using questionnaires with total sampling technique. Data analysis by spearman rank correlation test. The result that some respondents 21 people (63,6%) have sufficient family support, and for quality of life almost all respondents 30 people (90,9%) have quality of life in good category. Result of spearman rank statistic test, there is relation between family support with quality of life of breast cancer patient at Rumah Singgah Kanker Rumah Teduh Sahabat Iin Bandung with significance value 0,024<0,05. Coefficient value of +0.393 positive correlation. Good family support will improve the quality of life breast cancer patients. Recomendations to managers It is expected that managers to plan programs related family support or quality of life for breast cancer patients.Keywords: Breast Cancer, Family Support, Quality of Life
PENGARUH TERAPI RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP TINGKAT NYERI AKUT PADA PASIEN ABDOMINAL PAIN DI IGD RSUD KARAWANG 2014 Syamsiah, Nita; Muslihat, Endang
KEPERAWATAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.472 KB)

Abstract

ABSTRACT - Management of pain in abdominal pain implemented in two ways, namely by pharmacological and non pharmacological. Pharmacological pain management implemented in collaboration with other health professionals in providing analgesic. While the non-pharmacological therapy is one of them is to provide relaxation therapy. The objective of this study was to determine the effect of relaxation techniques (autogenic) on the level of acute pain in patients with abdominal pain. The study design using analytic quasi experiment, respondents were patients who come to the Emergency Room in RSUD Karawang hospitals  with a diagnosis of abdominal pain, a number of 30 respondents. Data processing techniques were analyzed by independent t-test. The results showed there is a significant effect of relaxation techniques for acute pain in patients with abdominal pain in emergency hospitals Karawang. Results of the analysis (Pv = 0.000) <α (0.005). Under these conditions, the recommendations of the results of this study are to the health care unit to be able to implement procedures autogenic relaxation techniques as an alternative to reduce the level of pain in patients with abdominal pain in particular.Keywords: relaxation technique autogenic, acut pain, abdominal pain ABSTRAK - Penatalaksanaan nyeri pada abdominal pain dilaksanakan dengan dua cara yaitu secara farmakologis dan non farmakologis. Penatalaksanaan nyeri secara farmakologis dilakukan secara berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain dalam pemberian analgetik. Sedangkan tindakan non farmakologis yaitu salah satunya adalah dengan memberikan terapi relaksasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tehnik relaksasi  (autogenik) terhadap tingkat nyeri akut pada pasien dengan abdominal pain. Desain penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan quasi eksperiment, responden penelitian adalah pasien yang datang ke IGD RSUD Karawang dengan diagnosa abdominal pain sebanyak 30 responden. Tehnik pengolahan data dianalisis dengan uji  independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh tehnik relaksasi yang signifikan terhadap nyeri akut pada pasien dengan abdominal pain di IGD RSUD Karawang. Hasil analisa diperoleh (Pv=0,000) < α (0,005).  Berdasarkan hal tersebut maka rekomendasi dari hasil penelitian ini adalah kepada unit pelayanan kesehatan untuk  dapat menerapkan prosedur tehnik relaksasi autogenik sebagai salah satu alternatif untuk menurunkan tingkat nyeri pada pasien khususnya abdominal pain. Kata kunci: tehnik relaksasi autogenik, nyeri akut, nyeri abdomen
Gambaran Adversity Quotient Pada Petugas Di LPKA Kelas II Bandung Ramdani, Dani; Hidayati, Nur Oktavia; Fitria, Nita
KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.556 KB)

Abstract

ABSTRAKPetugas Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II Bandung menjalankan pembinaan dengan jumlah yang banyak, yaitu sekitar 190 anak. Petugas LPKA mempunyai peran ganda dalam menjalankan tugasnya, selain menjalankan tugas pokok, petugas berperan sebagai wali bagi anak dengan berbagai karakter anak yang berbeda. Kondisi yang terjadi tentunya menjadi sebuah tantangan dalam bertugas. Adversity Quotient (AQ) menjadi hal yang penting bagi petugas LPKA dalam menghadapi tantangan dan masalah yang terjadi selama bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Adversity Quotient pada petugas LPKA kelas II Bandung. Rancangan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan populasi 28 orang petugas yang berkaitan langsung dengan anak. Setelah menggunakan teknik total populasi didapatkan sampel 28 orang. Alat ukur yang digunakan yaitu instrumen Adversity Response Profile (ARP) Quick TakeTM yang telah dimodifikasi. Instrumen ini berupa kuisioner yang terdiri dari 40 pertanyaan yang mencakup keempat dimensi AQ. Data dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi.Berdasarkan analisa data didapatkan hasil bahwa  Adversity Quotient petugas LPKA kelas II Bandung sebagian besar responden yaitu 17 orang (60,1%) pada kelompok transisi camper ke climber, 6 orang (21,43 %) pada kelompok climber, 5 orang (17,86 %) pada kelompok camper, tidak seorangpun yaitu 0 orang (0.00%) pada kelompok transisi quitter ke camper dan tidak seorangpun yaitu 0 orang (0.00%) pada kelompok  quitter. Simpulan penelitian didapatkan bahwa sebagian besar petugas pada transisi camper ke climber. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka disarankan untuk diadakan pelatihan motivasi dan dilakukan penelitian selanjutnya mengenai faktor-faktor yang mempengarugi AQ pada petugas di LPKA kelas II Bandung. Kata kunci: Adversity Quotient, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II bandung, Petugas LPKA.  ABSTRACTLPKA  class II Bandung runs coaching in large numbers of children, which are about 190. The warders in LPKA also acting as guardian for children with a variety of children’s characters. This condition is a challenge for carrying out the duty. Adversity Quotient (AQ) becomes important for the officers in facing the challenges and problems that occur during the work. The purpose of this study is to find out the description of the warders’ AQ.The design of the research used quantitative descriptive method. The total population is 28 warders - who are directly related to the children. After using total population technique, it is obtained 28 participants. The used measuring instrument is ARP Quick TakeTM – which has been modified. These instruments seem like questionnaire consisting of 40 questions and covering the four dimensions . Data was analyzed using frequency distribution. Based on the analysis of the data, it showed that the officers’ AQ is majority respondents (17 respondents or 60.1%) including in the group of transition camper to the climber, 6 respondents (21.43%) are in the group of climbers, 5 respondents (17.86 %) are in the camper, no one (0.00%) is in the group of transition quitter to the camper and also no one 0 (0.00%) is in the quitter group. The conclusion showed that the majority of warders are in the camper transition to the climber. That’s suggested to arrange a motivational training and conduct further research about factors that cause AQ towards the warders. Keywords: Adversity Quotient, LPKA class II bandung, warders in LPKA
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN KARSINOMA SERVIKS STADIUM III DI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG Hayati, Sri
KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.669 KB)

Abstract

Abstract - Background. Anxiety commonly found in patients with locally advanced cervical carcinoma (III and IV), it is proved by the half of the population of cervical carcinoma patients in both inpatient and outpatient encounter any psychiatric disorders (anxiety level w / panic), where 85% of the they have signs of anxiety and depression. The risk of depression is expected to increase in line with the progress of the disease. Purpose. The purpose of this study was to gain a patients level of anxiety in cervical carcinoma stage III Hasan Sadikin Hospital in Bandung.Research methods. The study design used was descriptive quantitative. Sampling Quota sampling manner amounted to 45 respondents. Data collection techniques using standard questionnaires of the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Analysis of data using formulas presentation.Result. The results showed that 64.4% of respondents experienced severe anxiety, moderate anxiety 26.7%, and 8.9% experienced mild anxiety.Conclusions and Suggestions. From this study it can be concluded that the majority of cervical carcinoma stage III patients in Hasan Sadikin Bandung Hospital suffered severe anxiety levels. Therefore, nurses should be able to pay more attention on the anxiety felt by the patient by identifying the level of anxiety and perform better management of anxiety are supportive, protective and reedukatif.  Keywords: levels of anxiety, cervical carcinoma stage III Abstrak - Latar belakang. Kecemasan banyak ditemui pada pasien karsinoma serviks dengan stadium lanjut (III dan IV), hal tersebut dibuktikan dengan setengah dari populasi pasien karsinoma serviks baik pada pasien rawat inap maupun rawat jalan ditemui adanya gangguan kejiwaan (tingkat kecemasan berat/panik), dimana 85% dari mereka mempunyai tanda-tanda kecemasan dan depresi. Resiko depresi tersebut akan meningkat sejalan dengan kemajuan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tingkat kecemasan pasien karsinoma serviks stadium III di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Metode penelitian . Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif.  Teknik pengambilan sampel dengan cara Quota sampling yang berjumlah 45 responden. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner baku dari Zung Self-Rating anxiety Scale (ZSAS). Analisis data menggunakan rumus presentasi.Hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64,4% responden mengalami kecemasan berat, 26,7% kecemasan sedang, dan 8,9% mengalami kecemasan ringan.Simpulan dan Saran. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pasien karsinoma serviks stadium III di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung mengalami tingkat kecemasan berat. Oleh karena itu sebaiknya perawat dapat memberikan perhatian yang lebih tentang kecemasan yang dirasakan pasien dengan mengidentifikasi tingkat kecemasan dan melakukan penatalaksanaan kecemasan baik bersifat supportif, protektif maupun reedukatif. Kata Kunci : tingkat kecemasan, karsinoma serviks stadium III 

Page 4 of 11 | Total Record : 110