cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan BSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 110 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENDIDIKAN SEKS DENGAN PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA DI SMA Z KOTA BANDUNG Pratama, Egy; Hayati, Sri; Supriatin, Eva
KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.47 KB)

Abstract

Abstract - Adolescent is defined as a period of transition between the development of childhood and adulthood, which is accompanied by changes in the biological, cognitive, and socio emotional. Premarital sexual behavior is any behavior that is driven by sexual desire with the opposite sex before marriage. The incidence of premarital sexual behavior in adolescents is likely to increase every year this is caused by several factors, one of which is the lack of knowledge about sex education, which is one component that can form premarital sexual behavior. This study aims to determine the relationship of adolescent knowledge about sex education with sexual behavior in adolescents at SMA Pasundan 1 Bandung. This study uses a quantitative research design with a model in which the correlation of total population of 682 people and a large sample of 20% of the total population of 136 respondents in order to obtain the result. This research sampling method is simple random sampling and analyzed using Spearman rank correlation. Collecting data in this study using a questionnaire. These results indicate that the majority of respondents 84.6% had good knowledge, a fraction of 15.4% of respondents have sufficient knowledge, and none of the respondents 0% have less knowledge. In addition, most respondents 86% are not at risk of sexual behavior and 14% of respondents fraction risky sexual behavior. Analysis results obtained p <0.01 and the value of rs 0583 it also means that as many as 58% of premarital sexual behavior is influenced by knowledge of sex education and the rest influenced by other factors outside the study. In this study concluded that there is a relationship between knowledge about sex education with sexual behavior in adolescents at SMA Pasundan 1 Bandung. therefore institutions must prepare positive activities for youth such as counseling about sex education. Keywords : Knowledge, Sex Education, Premarital Sexual Behavior, Teen Abstrak - Remaja di definisikan sebagai suatu periode perkembangan dari transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa, yang diikuti oleh perubahan biologis, kognitif, dan sosio emosional. Perilaku seks pranikah adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual dengan lawan jenis sebelum menikah. Angka kejadian perilaku seks pranikah pada remaja setiap tahun cenderung meningkat hal ini disebabkan oleh beberapa faktorsalah satunya adalah kurangnya pengetahuan tentang pendidikan seks yang merupakan salah satu komponen yang dapat membentuk perilaku seksual pranikah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja tentang pendidikan seks dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMA Pasundan 1 Bandung. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan model korelasi dimana jumlah populasi sebanyak 682 orang dan besar sampel 20% dari jumlah populasi sehingga diperoleh hasilnya 136 responden. Metode sampling penelitian ini adalah simple random sampling dan di analisa menggunakan korelasi rank spearman. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden 84,6% memiliki pengetahuan baik, sebagian kecil responden 15,4% memiliki pengetahuan cukup, dan tidak ada satupun responden  0% memiliki pengetahuan kurang. Selain itu sebagian besar responden 86% berperilaku seks tidak beresiko dan sebagian kecil responden 14% berperilaku seks beresiko. Hasil analisa diperoleh p<0,01 dan nilai rs0.583 itu berarti juga bahwa sebanyak 58% perilaku seks pranikah dipengaruhi oleh pengetahuan tentang pendidikan seks dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan tentang pendidikan seks dengan perilaku seks pranikah pada remaja di SMA Pasundan 1 Bandung. maka dari itu institusi harus menyiapkan kegiatan-kegiatan yang positif bagi remaja misalnya penyuluhan tentang pendidikan seks. Kata Kunci : Pengetahuan, Pendidikan Seks, Perilaku Seks Pranikah, Remaja
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI DESA KERTAJAYA Irawan, Erna
KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.174 KB)

Abstract

 Abstract - Adolescence is a period of transition from children to adults who marked change in the physical, emotional and psychological. Reproductive health knowledge is important for adolescents to improve health behaviors, to avoid free sex, and decrease in the number of infectious illness sex. The purpose of this study was to overview knowledge of reproductive health among adolescents. This study was a descriptive design. The research was conducted on October 20 until November 15, 2015 in the Desa Ketajaya Kabupaten Bandung Barat. The samples were selected from adolescents in that village using proposive sampling. . The samples used were 96 respondents. The instrument for measuring knowledge was valid and reliable. The descriptive analysis were used to analyze the data. Data showed that the respondents were females (57%) and males (43%). The respondents had average of age (Mean=12.3) years (SD=1.63). Results of the respondents knowledge is 11.5% less, 81.3% moderate, and 7.3%. The data showed that the teenager Yang memilki Still Few Good knowledge that Need No Further Research The interventions to improve the knowledge of the respondent review. Key words: Adolescent, Reproductive Health Abstrak - Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak kedewasa yang ditandai perubahan fisik, emosi dan psikis. Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sangat penting bagi remaja untuk meningkatkan perilaku keshatan, menhindari sex bebas, dan penurunan jumlan infeksi menular seksual. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Desain penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober sampai dengan 15 November 2015 di Desa Ketajaya Kabupaten Bandung Barat. Sampel dipilih menggunakan purposve sampling. Sample yang digunakan adalah 96 orang. Instrument untuk mengukur pengetahuan adalah valid dan reliable. Data menunjukan jumlah responden perempuan 57% dan laki-laki 43%. Rata-rata usia responden adalah (Mean-12.3) tahun (SD-1.63).  Hasil pengetahuan responden adalah 11.5% kurang, 81.3% sedang, dan 7.3% baik. Data menunjukan bahwa remaja yang memiliki pengetahuan baik masih sedikit sehingga untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk memberikan intervensi agar pengetahuan responden dapat meningkat. Kata Kunci: Kesehatan Reproduksi Remaja, Pengetahuan, Remaja, 
Sosial Budaya Dalam Kehidupan Klien Kanker Payudara: Study Literatur Witdiawati, Witdiawati; Purnama, Dadang; Eriyani, Theresia
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.135 KB)

Abstract

ABSTRAKKanker payudara masih menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian  pada kasus baru kanker di Indonesia bahkan didunia. Faktor sosial budaya merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita kanker payudara. Tujuan penulisan ini adalah mengidentifikasi pengaruh sosial budaya dalam kehidupan klien dengan kanker payudara. Metodologi penelaahan artikel adalah dengan literatur review naratif pada penelitian kuantitatif dan kualitatif yang terpublikasi secara online dari tahun 2010-2017 dengan database EBSCO, CINAHL, Proquest dan Goggle schollar dengan menggunakan kata kunci sosial budaya, kanker payudara. Hasil telaahan didapatkan bentuk faktor sosial budaya yang teridentifikasi dalam  penelitian ini adalah unsur agama  (religi), komunikasi, informasi, dukungan sosial dan keluarga, kondisi sosial ekonomi dan pelayanan kesehatan. Faktor sosial budaya dapat mempengaruhi dan meningkatkan kualitas hidup serta perawatan penderita kanker payudara. Review ini menyimpulkan kajian penelitian menunjukan sosial budaya dapat mempengaruhi kehidupan serta kualitas hidup bagi penderita kanker payudara dari mulai awal didiagnosa. Intervensi keperawatan dengan berbasis sosial budaya sangat penting dalam penatalaksanaan perawatan kanker payudara. Kata Kunci: sosial budaya, kanker payudara ABSTRACTBreast cancer mortality is a high rate cases in Indonesia and even the world. The purpose of this study was to explore the socio- cultural in breast cancer patients’ life. The purpose of this study was to explore the influence socio- cultural factor in breast cancer patients’ life. The methodology of the article review is with the narrative review literature on quantitative and qualitative research published online from 2010-2017 with EBSCO, CINAHL, Proquest and Goggle schollar databases using socio-cultural keywords, breast cancer. Search results are the socio-cultural factors identified in this study are religious (religious), communication, information, social and family support, socio-economic conditions and health services. Socio-cultural factors can affect and improve the quality of life and treatment of breast cancer patients. This review concludes that research studies show that social culture can affect life and quality of life for breast cancer patients from early on diagnosed. Nursing interventions with socio-cultural based is very important in the management of breast cancer care. Keywords: socio-cultural, breast cancer.
PENGARUH PERAWATAN PALIATIF TERHADAP PASIEN KANKER STADIUM AKHIR (LITERATURE REVIEW) Irawan, Erna
KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (2013): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.479 KB)

Abstract

Abstract - One of the incurable diseases is cancer, Cancer is process to begin when abnormal cells transformed by genetic mutation of the cellular DNA. There are 4 stages, ie stage I, II, III, and IV. Consist of stage IV,  patients are  significantly decrease in the physical, social and spiritual. One of the treatments performed is palliative care. which is an important part of patient care that can be done at the terminal that simple. There are still few hospitals that implement palliative care for cancer patients because most only use curative. The method is used to review the literature of nursing, medicine, and public health from tahun1987 to 2013 using 15 journals related palliatie care and teori of cancer as reference palliative care. The results of the literature review showed that the Palliative Care effect on late-stage cancer patients. The conclusion obtained is that palliative care is very instrumental in achieving maximum quality of life in patients with stage IV cancer, thereby reducing pain or preparation for death. Keywords: Palliative Care, Quality Of Life, End-Stage Cancer.  Bibliography: 29, 1998-2013 Abstrak - Salah satu penyakit yang belum bisa disembuhkan adalah kanker, Kanker adalah proses yang bermula ketika sel abnormal diubah oleh mutasi genetic dari DNA seluler. Terdapat 4 stadium atau tahapan keganasan penyakit kanker, yaitu stadium I, II, III, dan IV.  Pada pasien stadium IV terjadi penurunan yang signifikan didalam fisik, social dan spiritual.  Salah satu nya paliatif yang merupakan  bagian penting dalam perawatan pasien  terminal yang dapat dilakuakan    secara sederhana. Selama ini masih sedikit rumah sakit yang menerapkan perawatan paliatif untuk pasien kanker karena kebanyakan hanya menggunakan kuratif. Metode yang digunakan adalah mengulas literatur keperawatan, kedokteran, dan kesehatan masyarakat dari tahun1999 sampai 2013 dengan menggunakan 15  jurnal yang terkait perawatan paliatif dan konsep kanker  sebagai referensi perawatan paliatif. Hasil ulasan literatur menunjukan bahwa Perawatan Paliatif  berpengaruh  terhadap pasien kanker stadium akhir. Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa perawatan paliatif amat berperan dalam tercapainya  kualitas hidup maksimal pada pasien kanker stadium IV  sehingga mengurangi sakit ataupun persiapan terhadap kematian. Kata Kunci : Perawatan Paliatif, Kualitas Hidup, Kanker Stadium Akhir.
Resiliensi Remaja Stunting: Sebagian Merasa Sulit Bangkit dan Bertahan Menghadapi Permasalahan Sari, Rina Fajar; Sari, Sheizi Prista; Hernawaty, Taty
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.774 KB)

Abstract

ABSTRAKRemaja dengan perawakan pendek (stunting) perlu memiliki resiliensi yang tinggi  agar mampu bangkit dan bertahan dalam situasi yang terjadi pada dirinya. Jika mereka mempunyai tingkat resiliensi yang rendah maka akan menimbulkan permasalahan psikososial yang semakin parah seperti depresi dan menarik diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran resiliensi remaja dengan stunting yang dilakukan melalui pendekatan deskriptif kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 2 Jatinangor kelas VII dan kelas VIII yang mengalami stunting sebanyak 65 siswa. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Resilience Scale for Adolescent (READ) yang telah diuji back translate methode dan dilakukan uji construct dengan nilai reliabilitas 0,86-0.90. Hasil penelitian menunjukan bahwa 53,8% responden sudah memiliki resiliensi tinggi namun masih terdapat 46,2% responden memiliki tingkat resiliensinya rendah. Resiliensi rendah ditemukan mayoritas pada siswa berjenis kelamin laki-laki. Diperlukan upaya pendampingan yang terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan resiliensi, khususnya pada remaja yang masih memiliki resiliensi rendah, supaya mereka dapat dicegah dari depresi dan menarik diri serta dapat melewati masa remaja dengan baik.   Kata kunci: Remaja, Resiliensi, Stunting   ABSTRACTAdolescents who are stunting need to have high resilience to adopt in any difficult situations because of their physical condition. If they have low level of resilience it will lead to severe psychosocial problems such as depression and withdrawal. This study aimed to determine the resilience of adolescents who are stunting by quantitave descriptive method. Respondents were all stunting students of SMPN 2 Jatinangor class VII and class VIII. Data were collected using Resilience Scale for Adolescent (READ) instrument with reliability value 0.86-0.90. The results showed that some respondents (53.8%) or as many as 35 people have high resilience level, while some respondents (46.2%) or 30 people have low resilience. Low resilience is found in majority among female students. An intensive and well planning program is needed to improve resilience among students who still have low capability in adaptation process in order to accompany them successfully past adolescence.  Keywords: Adolescent, Resilience, Stunting.
HUBUNGAN KECEMASAN REMAJA DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA SISWI SMP X BANDUNG Supriatin, Eva
KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2014): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.703 KB)

Abstract

Abstract - One of the factors that influence adolescent dysmenorrhoea is anxiety. Teens who were anxious to increase their synthesis prostaglandin causing to dysmenorrhoea.   This thesis is a descriptive study related to cross-sectional design. The goal is to get an overview of the correlation between anxiety levels and dysmenorrhoea of female students in SMP X Bandung. The population in this  study was 122 female students-who have been menstruating of grade 7, 8, and 9. The number of samples was 55 students at proposional random sampling. Analysis of correlation among variables were statistically tasted, it’s kolmogorov Smirnov.  And the result is P value= 0,016 (≤0,05). This concludes that there is a significant correlation anxiety with the dysmenorrhoea. It is expected that school could optimize its guidance and counseling to decrease students anxiety. Keywords: teenagers, anxiety, dysmenorrhea Abstrak - Faktor  yang  mempengaruhi  kejadian  dismenorea  pada  remaja salah satunya adalah kecemasan. Remaja yang mengalami kecemasan akan meningkatkan sintesis prostaglandin sehingga terjadi dismenorea.  Penelitian  ini merupakan penelitian deskriptif  korelasi dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran hubungan kecemasan remaja dengan kejadian dismenorea pada  siswi SMP X Bandung. Populasi dalam  penelitian ini adalah siswi SMP X Bandung kelas 7, 8 dan 9 yang  sudah mengalami menstruasi yang berjumlah 122 orang. Jumlah  sampel dalam penelitian ini adalah 55 orang dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Analisa hubungan variabel dilakukan melalui uji statistik yaitu uji kolmogorov Smirnov.  Hasil penelitian di SMP X Bandung menunjukan P-value = 0,016 (≤0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan remaja dengan kejadian dismenorea pada siswi. Diharapkan pihak sekolah dapat mengoptimalkan bimbingan dan konseling untuk mengatasi kecemasan Kata Kunci : remaja, kecemasan, dismenorea
HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR LANSIA DI POSBINDU ANYELIR KECAMATAN CISARUA KABUPATEN BANDUNG BARAT Dariah, Elis Deti; Okatiranti, Okatiranti
KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.814 KB)

Abstract

ABSTRACT  - According to the Central Bureau of Statistics, in 2005 in Indonesia there are 18,283,107 elderly population. Many elderly people face a variety of health problems that need immediate attention and integrated. Along with bertambahnnya age, there will be a decrease in body function in the elderly, physically, physiologically, and psychologically. Mental health problems that often occur in the elderly are anxiety, depression, insomnia, paranoia and dementia. Anxiety experienced by the elderly can cause trouble sleeping and can affect concentration, alertness, and also increases health risks. Lack of sleep in elderly give effect to the physical, cognitive abilities, and quality of life. The research objective is to identify the relationship anxiety with the quality of sleep of elderly in Posbindu Carnations Cisarua District of West Bandung regency. This study uses a correlation method, using cross sectional survey design, using accidental sampling technique. The population in this study was 198 elderly, the sample used is the elderly who come to posbindu, with a sample of 66 people. This study data analysis using the Spearman rank correlation test. The results showed that none of the respondents who do not experience anxiety, very few respondents (7.6%) had mild anxiety, most respondents (60.0%) had moderate anxiety, a small percentage of respondents (31.8%) experienced anxiety weight, and none of the respondents experienced a panic. In addition, most respondents (45.4%) had a good sleep quality and some of the respondents (54.6%) had poor sleep quality. The analysis shows the relationship between the level of anxiety and sleep quality of the elderly, with a 0.765 correlation value which indicates that the two variables relate strong and a p-value of 0.000 (α <0.001).Keywords: Elderly, Anxiety, Sleep Quality ABSTRAK - Menurut Biro Pusat Statistik, pada tahun2005 di Indonesia terdapat 18.283.107 penduduk lanjut usia. Lansia banyak menghadapi berbagai masalah kesehatan yang perlu penanganan segera dan terintegrasi. Seiring dengan bertambahnnya usia, maka akan terjadi penurunan fungsi tubuh pada lansia, baik fisik, fisiologis, maupun psikologis. Masalah kesehatan jiwa yang sering terjadi pada lansia adalah kecemasan, depresi, insomnia, paranoid, dan demensia. Kecemasan yang dialami lansia dapat menyebabkan kesulitan tidur serta dapat mempengaruhi konsentrasi, kesiagaan, dan juga meningkatkan resiko-resiko kesehatan. Kekurangan tidur pada lansia memberikan pengaruh terhadap fisik, kemampuan kognitif, dan juga kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan kecemasan dengan kualitas tidur lansia di Posbindu Anyelir Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan metode korelasional, dengan menggunakan rancangan survey cross sectional, dengan menggunakan teknik accidental sampling.  Populasi pada penelitian ini adalah 198 lansia, sampel yang digunakan yaitu lansia yang datang ke posbindu, dengan sampel 66 orang. Analisa data penelitian ini menggunakan uji korelasi Rank Sperman. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak satupun dari responden yang tidak mengalami kecemasan, sangat sedikit responden (7,6%) mengalami kecemasan ringan, sebagian besar responden (60,0%) mengalami kecemasan sedang, sebagian kecil responden (31,8%) mengalami kecemasan berat, dan tidak satupun responden mengalami panik. Selain itu sebagian responden (45,4%) mengalami kualitas tidur yang baik dan sebagian lagi responden (54,6%) mengalami kualitas tidur yang buruk. Hasil analisa menunjukan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dan kualitas tidur lansia, dengan nilai korelasi 0,765 yang menandakan bahwa kedua variabel berhubungan yang kuat dan nilai p 0,000 (α < 0,001).Kata Kunci: Lansia, Kecemasan, Kualitas Tidur
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TRIMESTER I TENTANG PENGARUH ROKOK TERHADAP TUMBUH KEMBANG JANIN DI POLIKANDUNGAN RSUD KOTA BANDUNG Maidartati, Maidartati; Parsaulian, Priska
KEPERAWATAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.702 KB)

Abstract

Abstrac - A pregnant it is a favor have to protect as good as possible with attend all kind’s of factor have to be impact the pregnant, either one with keep away our self from explanation of smoke (as good as he is active smoker or as passive smoker). Direction of this examination it is for indentification The Knowledge Description Of Pregnant Mother Trimester I Is About Influence Of Smoke Towards To Grow The Foetus In Pregnancy Poli At Area Common Of Bandung City Hospital. Kind of fuction this examination in all of the pregnant mother trimester I who has come to examine the pregnant in pregnancy Poli at area common of Bandung city Hospital. Totally as whole 34 people’s. Use technic sampling in this examination it’saccidental sampling with 24 people’s total of sample. Collecting data in this examination to use kuesioner with validity value is 0,632 with rehabilitee value is 0,763. Data from this examination result to analysis with to use formula prosentase. After to do this examination have been know that more 50% responden (58,33%) it is enought knowledge, almost a half of them (29,12%) it is less knowledge and the small part responden (12,5%) it is a good knowledge, althought the knowledge of mother pregnant in pregnancy Poli in enough category however in the big half responden (79,16%) stil stay in environment of smoker so that have been a risk for explanation of the vapour of smoke in a high. Suggestion for health the power that is to give health enlighten about influence of smoke to have crash for growing up the foetus. To give this health enlighten it is not only for pregnant mother, but it is for husband or for pregnant mother family.Keyword : The Knowledge, Pregnant Mother Trimester I, Towards To Grow Up            Abstrak - Kehamilan adalah suatu anugerah yang harus dijaga sebaik mungkin dengan memperhatikan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kehamilan, salah satunya dengan menjauhkan diri dari paparan rokok (baik sebagai perokok aktif maupun sebagai perokok pasif). Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Trimester I Tentang Pengaruh Rokok Terhadap Tumbuh Kembang Janin di Poli Kandungan Rumah Sakit Umum Daerah Ujung Berung Bandung.). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester I yang datang untuk memeriksa kehamilan di Poli Kandungan Rumah Sakit Umum Daerah Ujung Berung Bandungseluruhnya berjumlah 34 orang.Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental samplingdengan jumlah sampel 24 orang. Pengumpulan datadalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan nilai validitas 0,632 dengan nilai reliabilitas 0,763. Data dari hasil penelitian ini dianalisa dengan menggunakan rumus prosentase. Setelah dilakukan penelitian dapat diketahui bahwa lebih dari 50% responden (58,33%) 14 orang berpengetahuan cukup, hampir setengahnya (29,17%) 7 orang berpengetahuan kurang, dan sebagian kecil responden (12,5%) 3 orang berpengetahuan baik. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil di Poli Kandungan dalam kategori cukup (58,33%)akan tetapi sebagian besar responden (79,16%) masih berada dalam lingkungan yang merokok sehingga resiko untuk keterpaparan asap rokok masih tinggi.Saran bagi tenaga kesehatan memberikan penyuluhan kesehatan tentang pengaruh rokok yang memilki dampak bagi tumbuh kembang janin. Penyuluhan kesehatan ini diberikan bukan hanya untuk ibu hamil melainkan dapat diberikan kepada suami ataupun keluarga ibu hamil.Kata kunci : Pengetahuan, Ibu Hamil Trimester I, Tumbuh Kembang
Gambaran Tingkat Harga Diri Warga Binaan Perempuan Di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Klas IIA Bandung Hidayati, Nur Oktavia; Sutini, Titin
KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.587 KB)

Abstract

ABSTRAK Masalah psikososial dan gender merupakan salah satu masalah yang penting dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Stressor yang dirasakan oleh warga binaan perempuan sangat beragam dan menjadi salah satu penyebab tingginya angka gangguan jiwa di Lapas. Tercatat 73% warga binaan perempuan di Amerika Serikat mengalami gangguan jiwa. Masalah yanag banyak dikeluhkam oleh warga binaan perempuan di Lapas wanita adalah harga diri rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat harga diri warga binaan perempuan. Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Teknik penarikan sampel penelitian adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 105 responden, dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dengan menggunakan prosentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (60,9%)mempunyai harga diri rendah dan sebagian kecil dari responden (39,1%) mempunyai harga diri tinggi. Dari  hasil tersebut perlu adanya peningkatan pelayanan kesehatan dalam upaya mengidentifikasi warga binaan perempuan yang mengalami masalah-masalah psikososial seperti harga diri rendah serta penelitian tentang pengaruh terapi keperawatan terhadap penanganan masalah-masalah psikososial seperti harga diri rendah sehingga dapat diketahui keefektifannya terhadap warga binaan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan. Kata kunci: Harga Diri, Warga binaan perempuan, Lapas. ABSTRACTPsychosocial and gender problem is one of the important problems in correctional institution. Stressor felt by women inmates very diverse and causes of the high number of mental disorder in correctional institution. Recorded 73 % women inmates in the United States had mental disorder. Many problems that complained by women inmates in Lapas wanita Bandung is low self esteem. The purpose of this research to know the level of self esteem of the women inmates. A design study was descriptive quantitative.The type of sampling was stratified random sampling with the total sample  105 respondents, data collected by using a questionnaire. Data analysis by using prosentase. The result showed the majority of respondents (60,9%) have low self esteem  and a small portion of respondents (39,1%) have high self esteem. This result encourages of the health services in attempting to identify women inmates who had psychosocial problems as low self esteem and research on the influence therapy nursing in handling psychosocial problems in correctional institution. Keywords: Self-Esteem , women inmates , correctional institution.
ADVERSITY QUOTIENT MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN YANG SEDANG MENGIKUTI KBK DENGAN METODE SCL Fitria, Nita
KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.173 KB)

Abstract

ABSTRAKAdversity Quotient (AQ) merupakan suatu bentuk pengukuran yang digunakan untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam merespons suatu tantangan atau kesulitan dalam kehidupannya untuk mencapai suatu keberhasilan. Salah satu tantangan dan kesulitan bagi mahasiswa keperawatan dalam menghadapi program  Kurikulum Berbasis  Kompetensi (KBK) dengan Metode Student Centered Learning (SCL). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran  Adversity Quotient  Mahasiswa Fakultas Keperawatan Angkatan 2011 yang  sedang mengikuti Kurikulum Berbasis  Kompetensi dengan Metode Student Centered Learning (SCL). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah total populasi  dengan jumlah sampel 142 orang mahasiswa keperawatan angkatan 2011. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah modifikasi dari Adversity Response Profile Quick TakeTM. Hasil penelitian didapatkan Adversity Quotient mahasiswa Angkatan 2011 yang sedang mengikui KBK dengan metode SCL adalah sebagian besar responden yaitu 87 orang (61,27%) pada kelompok climber, sebagian kecil dari responden yaitu 50 orang ( 35,21 %)  pada kelompok transisi camper ke climber, sebagian kecil dari responden yaitu 5 orang ( 3,52 %) pada kelompok camper, tidak seorangpun responden yaitu 0 orang ( 0,00%) pada kelompok transisi quitter ke camper dan tidak seorangpun responden yaitu 0 orang ( 0,00%) pada kelompok quitter. Berdasarkan hasil penelitian diatas disimpulkan sebagian besar mahasiswa pada kelompok climber. Kata Kunci: Adversity Quotient, KBK, SCL ABSTRACTAdversity Quotient (AQ) is a form of measurement used to determine a persons ability to respond to a challenge or difficulty in achieving a successful life. One of the challenges and difficulties for nursing students was the face of programs Competency-Based Curriculum (CBC) with the method of Student Centered Learning (SCL). The purpose of this study to determine the image Adversity Quotient Force 2011 Nursing Students who are following the competency based curriculum with the method of Student Centered Learning (SCL). The method used was descriptive method quantitative. Sampling technique used was the total population with a sample of 142 nursing students of 2011 class. Measuring device is used in this study is a modification of the Adversity Response Profile Quick TakeTM.The results obtained Adversity Quotient was a student from 2011 who attended a CBC with SCL method is the majority of respondents ie 87 people (61.27%) in the climber, a fraction of the respondents is 50 people (35.21%) in the transition to a camper climber, a fraction of the respondents ie 5 persons (3.52%) in the camper, none of the respondents ie 0 (0.00%) in the transition to a camper quitter and none of the respondents, namely 0 (0.00%) on the quitter. Keywords: Adversity Quotient, the Competency Based Curriculum, Student Centered Learning

Page 2 of 11 | Total Record : 110