cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan BSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 110 Documents
PENGARUH SUPERVISI KLINIS TERHADAP PENATALAKSANAAN UNIVERSAL PRECAUTION OLEH PERAWAT (LITERATURE REVIEW) Wati, Ira Mehara
KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.412 KB)

Abstract

Abstract - The cases of nosocomial infection and low safety nurses Is still rampant and it make health care provided has not been said to be good. Culture of safety for patients or nurses are influenced by universal precaution containment procedures that can not be separated with clinical supervision. Implementation of clinical supervision is to help evaluate nursing actions so in accordance with the standard. During the implementation of clinical supervision in the management of universal precautions has not been done in a structured and not optimally. This article aims to identify and review of previous studies related to the influence of universal precautions supervise management. The method used is to review the literature of nursing, medicine, and public health from tahun1987 to 2013 using 12 related articles of universal precautions and supervision as reference. The results of the literature review showed that clinical supervision affect the application of universal precautions by nurses. The conclusion obtained is that clinical supervision is very instrumental in the achievement of the implementation of nursing practice to conform to the standards that have been defined, in this case in order to achieve universal culture of safety precautions so as to prevent infection and accidents for nurses.Keyword : Universal Precautions, Supervision, Safety Culture, Infection, Nosocomial Bibliography: 29, 1998-2013 Abstrak - Masih maraknya kasus infeksi nosocomial dan rendahnya keselamatan kerja perawat membuat pelayanan kesehatan yang diberikan belum dikatakan baik. Budaya safety bagi pasien atau perawat dipengaruhi oleh penatalaksaan universal precaution yang tidak terlepas dengan pengawasan atau supervisi klinis. Pelaksanaan supervisi klinis dimaksud untuk membantu mengevaluasi tindakan keperawatan sehingga sesuai dengan standar. Selama ini pelaksanaan supervisi klinis dalam penatalaksanaan universal precaution belum dilakukan secara terstruktur dan optimal. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengulas penelitian sebelumnya terkait pengaruh supervisi terhadap penatalaksanaan universal precaution.Metode yang digunakan adalah mengulas literatur keperawatan, kedokteran, dan kesehatan masyarakat dari tahun1987 sampai 2013 dengan menggunakan 12 artikel terkait universal precaution dan supervisi  sebagai referensiHasil ulasan literatur menunjukan bahwa supervisi klinis berpengaruh  terhadap penerapan universal precaution oleh perawat.Kesimpulan yang didapatkan adalah bahwa supervisi klinis amat berperan dalam tercapainya penerapan praktik keperawatan agar sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan, dalam hal ini adalah universal precaution guna tercapainya budaya safety sehingga mencegah infeksi dan kecelakaan kerja bagi perawat. Kata Kunci : Universal Precaution, Supervisi, Budaya Safety, Infeksi, NosocomialBibliografi : 29, 1998-2013 
PENGARUH SENAM HAMIL YOGA TERHADAP KESIAPAN IBU HAMIL MENGHADAPI PERSALINAN DI RSIA LIMIJATI BANDUNG Rusmita, Eli
KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.012 KB)

Abstract

Abstract - The discomfort due to the physical and psychological changes in pregnant women is one of the problems that arise during pregnancy, so that the maternity nurse can provide nursing care by intervening yoga exercise during pregnancy. Pregnancy yoga exercise can help prepare for the physical and psychological condition of pregnant women in facing confinement. This research studied the effect of pregnancy yoga exercise for the readiness of pregnant women to face childbirth in RSIA Limijati Bandung. The design of this study is a retrospective cohort study through purposive sampling and 96 samples using chi square. This study showed a significant result (p = 0.014) so it can be recommended in nursing care for pregnant women and more research is needed regarding the benefits of yoga exercise in pregnancy.Keywords: pregnancy yoga exercise, pregnant women, maternal readiness to face childbirth  Abstrak - Ketidaknyamanan akibat terjadinya perubahan fisik dan psikologis pada ibu hamil merupakan salah satu masalah yang muncul pada masa kehamilan, sehingga perawat maternitas dapat memberikan asuhan keperawatan dengan melakukan intervensi senam hamil yoga selama kehamilan. Senam hamil yoga dapat membantu mempersiapkan kondisi fisik dan psikologi ibu hamil dalam menghadapi persalinannya. Penelitian ini mempelajari pengaruh senam hamil yoga terhadap kesiapan ibu hamil menghadapi persalinan  di RSIA Limijati Bandung. Desain penelitian ini adalah kohort retrospective study melalui purposive sampling dan 96 sampel yang mengunakan chi square. Penelitian ini menunjukkan hasil yang signifikan (p=0,014) sehingga dapat direkomendasikan dalam asuhan keperawatan pada ibu hamil dan diperlukan penelitian lebih lanjut terkait manfaat senam hamil yoga dalam kehamilan.Kata kunci: Senam hamil yoga, ibu hamil, kesiapan ibu menghadapi persalinan
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita (Studi Kasus: Puskesmas Babakansari) Maidartati, Maidartati; Anggraeni, Rima Dewi
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.979 KB)

Abstract

ABSTRAKPenyakit diare merupakan sesuatu penyakit endemis di Indonesia khususnya kelompok umur balita. Kejadian diare tersebut disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya faktor gizi, makanan, sosial ekonomi dan lingkungan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Babakan sari Kota Bandung. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik, dengan menggunakan rancangan survey cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orangtua dan balita usia 1 – 5 Tahun yang berobat ke Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung pada bulan Januari – April 2017 dengan jumlah sampel sebanyak 128 responden, tehnik pengumpulan data secara accidental sampling. Analisis Data menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian diare pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Babakan sari Kota Bandung yaitu faktor gizi p(0.000), faktor makanan p(0.000), faktor sosial ekonomi (pendidikan orangtua p(0.004), penghasilan orangtua p(0.038), dan faktor lingkungan p(0.000). Saran bagi orang tua berdasarkan hasil penelitian menyarankan orangtua dapat memperhatikan balitanya ketika memberikan makanan kepada anaknya dengan melakukan pencucian terlebih dahulu pada makanan mentah dan menjaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah makan. Kata kunci: Balita, Diare, Faktor-faktor kejadian Diare  ABSTRACTDiarrhea was an endemic disease in Indonesia, especially in children under five years old. where the incidence of diarrhea is caused by various factors such as nutritional factors, food, social economy and environment. The aims of this study was to identified the factors related to the incidence of diarrhea in infants aged 1-5 years old at Babakansari Public Health Center Bandung. The methodof this research is analytical observational with cross sectional design. The population in this study were all parents and children aged 1- 5 years who went to Puskesmas Babakan Sari Bandung in January - April 2017 with 128 respondent used accidental sampling technique. The data was Analyze used Chi Square analysis.The result of this tudy showed that the factorswhich has a significant correlationwith diarrheain infant aged 1-5 years old at Puskesmas Babakansari Kota Bandung was nutrition factor p(0.000), food factor p(0.000), social economic factor (parent’s education) p(0.004), parents’ income p(0.038), and environment factor p(0.000). Based on the results of this study, adviceable to parents to put attention when giving foods to their children by washing the raw of food firstly, and keep the hand hygiene before and after meals time. Keywords: Toddler, Diarrhea, Factors of Diarrhea Occurrence
Hubungan Perilaku Sakit Dalam Aspek Psikososial Dengan Kualitas Hidup Remaja Thalasemia Yanitawati, Yanitawati; Mardhiyah, AI; Widianti, Efri
KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.936 KB)

Abstract

ABSTRAKPerilaku sakit dapat dikonseptualisasikan sebagai respon seseorang terhadap ancaman kesehatan yang dirasakan. Respon ini yang mendorong seseorang untuk mempersepsikan ancaman kesehatan yang mendasari timbulnya perilaku sakit. Perilaku sakit menurut konsep abnormal illness behaviour yang dikembangkan oleh Pilowsky adalah suatu respon seseorang dari gangguan keadaan sakit yang menimbulkan perilaku sakit abnormal. Munculnya perilaku sakit pada individu sakit bisa dianggap perilaku yang normal. Namun bila perilaku sakit pada individu tersebut menimbulkan aspek psikososial yang berlebihan dan mengarah negatif, maka perilaku sakit pun akan menjadi perilaku sakit abnormal. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku sakit dalam aspek psikososial dengan kualitas hidup remaja thalasemia Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional dengan sampel 63 responden remaja thalasemia kisaran usia 14 – 19 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Illness Behavior Questionnaire (IBQ) dari Pilowsky dan Spence (1983) dan kuesioner PedsQL dari Dr. Varni. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji spearman. Hasil penelitian menunjukan perilaku sakit dalam aspek psikososial pada kategori tinggi sebanyak 50.8 persen dan kualitas hidup remaja thalasemia pada kategori rendah 54.0 persen. Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku sakit dalam aspek psikososial dengan kualitas hidup remaja thalasemia. Berdasarkan hasil penelitian ini untuk memberikan informasi kepada teman sejawat agar dalam pelaksanaan pengelolaan remaja thalasemia dapat membuat suatu program layanan konseling , family advocacy dan health teaching guna meminimalkan perilaku sakit dalam aspek psikososial yang berhubungan dengan kualitas hidup remaja thalasemia. Kata Kunci: Kualitas hidup, Perilaku sakit, Remaja Thalasemia. ABSTRACTIll behavior can be conceptualized as a persons response to the perceived health threats. Abnormal illness behavior according to concepts developed by Pilowsky is a response to a person from a state of pain disorders that cause abnormal illness behavior. The emergence of pain in the sick individual behavior can be considered normal behavior. However, if the behavior of these individuals inflict pain on psychosocial aspects of the excessive and negative lead, then the ill behavior will be abnormal illness behavior. This research aims to determine the relationship of pain behavior in the psychosocial aspects of the quality of life of teenagers with thalassemia. This research was a quantitative study with a sample of 63 thalassemia adolescent respondents ranging from 14-19 years old. Data collection using Illness Behavior Questionnaire (IBQ) of Pilowsky and Spence (1983) and PedsQL of Dr. Varni. Data processing using univariate and bivariate analysis using the Spearman test. The results showed psychosocial aspects of illness behavior with high category as much as 50.8 percent and 54.0 percent had low quality of life. There was significant relationship between psychosocial aspects of illness behavior with thalassemia adolescent quality of life. The use of counseling services, family advocacy and health teaching were essential in the implementation of the management of adolescent with thalassemia and minimize the ill behavior in the psychosocial aspects related to the quality of life. Keywords: Quality of life, illness Behavior, Adolescent Thalassemia.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN TBC DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN KEPADA KELUARGA DI PUSKESMAS SIENJO Akbar, Moh.; Lusiawati, Endang; Rahayu, Rahayu
KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.205 KB)

Abstract

ABSTRAKTuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit infeksi yang menular, disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Penanggulangan TB tidak hanya dalam bentuk pengobatan. Namun juga memiliki keterkaitan erat dalam perubahan perilaku penderita, keluarga dan masyarakat terhadap TB itu sendiri. Dalam upaya penanggulangan penyakit TB harus diimbangi dengan pengetahuan yang baik. Penularan penyakit TB juga dipengaruhi oleh perilaku penderita, keluarga serta masyarakat dalam mencegah penularan penyakit TB. Penelitian ini bertujuan diketahuinya hubungan pengetahuan pasien TB Paru dengan perilaku pencegahan penularan kepada anggota Keluarga di wilayah Puskesmas Sienjo. Desain penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional Sebagai populasi adalah seluruh pasien dengan TB Paru yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sienjo dengan jumlah Sampel sebanyak 36 orang yang dipilih secara ”Accidental sampling”. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan variabel penelitian adalah pengetahuan dan perilaku pencegahan penularan TB. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pasien TB Paru dalam pencegahan penularan dengan hasil uji Chi Square nilai p = 0,212 (p Value > 0,05) Diharapkan Puskesmas Sienjo khususnya yang memegang program TB Paru untuk lebih meningkatkan kegiatan-kegiatan yang dapat berguna untuk pasien TB Paru seperti penyuluhan sehingga resiko untuk terjadinya penyebaran berkurang.Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku, Pencegahan Penyakit Tuberculosis  ABSTRACTTuberculosis (TB) is a contagious infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. TB control is not only a form of treatment. But also are closely related to changes in behavior of patients, families and communities to TB itself. In efforts to control TB disease must be balanced with good knowledge. Transmission of TB disease is also influenced by the behavior of patients, families and communities in preventing transmission of TB disease. This study aims to know the correlation between knowledge of pulmonary TB patients with behavioral prevention of transmission to family members in the region Puskesmas Sienjo. This study design was cross-sectional analytic approach As is the entire population of patients with pulmonary TB who were in Puskesmas Sienjo by the number of samples as many as 36 people were selected by "accidental sampling". The research instrument used a questionnaire with variables research is the knowledge and behavior of prevention of transmission of TB. The results showed no association between knowledge and behavior of patients with pulmonary TB in preventing transmission of the results of Chi Square test value of p = 0.212 (p Value> 0.05) Expected health center that holds Sienjo especially pulmonary TB program to further enhance the activities that can be Pulmonary TB is useful for patients such as counseling so that the risk of the spread is reduced.Keywords: Awareness, Behavior, Prevention of Tuberculosis
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI PUSKESMAS GARUDA KOTA BANDUNG Oktaviani, Irma; Hayati, Sri; Supriatin, Eva
KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.059 KB)

Abstract

Abstract - Acute Respiratory Infection is an acute infection disease that attack one or more parts of the respiratory tract from the nose to the pockets of the lung (alveoli) including of adnexal networks such as sinus / cavity around the nose, middle ear cavity and pleura. Survey of Kesehatan Rumah Tangga in 2001 the death rate from pneumonia, to 5 cases in 1000 infants and toodlers die each year,or 12.500 victims per month, or 416 cases a day, or 17 children per hour, or 1 person every 5 minutes toddler.The purpose of this study to identify the associated between acute respiratory infection factors, low birth weight, nutritional status, immunization, residential density and physical environment (ventilation) on the incidence of acute respiratory infection at Puskesmas Garuda Bandung.Design research is an observational analytic, using cross sectional survey design using accidental sampling technique. Analysis used in this study by using chi square analysis. The population is 327 toddlers, and the samples used are toddlers who come to the clinic for treatment, taken as many as 15% of 327 infants and obtained 50 respondents. Statistical analysis of data shows that there associated between low birth weight with acute respiratory infection (p = 0.000 < 0.05), was not associated between nutritional status in infants with the incidence of acute respiratory infection (p = 0.134 > 0.05), thereis a associated between immunization with acute respiratory infection (p = 0.005 < 0.05), there was not associated between the physical environment (ventilation) with acute respiratory infection (p = 0.790 > 0.05). The conclusion that there is a associated between low birth weight and immunization on the incidence of respiratory infections, and there was not associated between nutritional status, residential density and physical environment (ventilation). And suggestions to the clinic to better promote the importance of immunization and prevention of low birth weight babies born in order to reduce the risk of respiratory infection.  Keywords: Acute Respiratory Infection In Toddlers, Factors Associated eith Acute Respiratory Infection, Low Birth Weight, Nutritional Status, Immunization, Residential Density, Physical Environment (Ventilation)  Abstrak - Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) adalah penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung hingga kantong paru (alveoli) termasuk jaringan adneksanya seperti sinus/rongga di sekitar hidung, rongga telinga tengah dan pleura. Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 angka kematian akibat pneumonia, mencapai 5 kasus diantara 1000 bayi dan balita. Ini berarti ISPA mengakibatkan 150 ribu bayi dan balita meninggal setiap tahunnya, atau 12.500 korban perbulan, atau 416 kasus sehari, atau 17 anak per jam, atau 1 orang balita tiap 5 menit. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor-faktor ISPA yaitu BBLR, status gizi, imunisasi, kepadatan tempat tinggal dan lingkungan fisik ventilasi terhadap kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Garuda Kota Bandung. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik, dengan menggunakan rancangan survey cross sectional dengan menggunakan teknik accidental sampling. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan analisa Chi Square. Populasi dalam penelitian ini yaitu 327 balita, dan sampel yang digunakan yaitu balita yang datang berobat ke puskesmas, diambil sebanyak 15% dari 327 balita dan didapat 50 responden. Analisis statistik terhadap data yang diperoleh menunjukan bahwa terdapat hubungan antara BBLR dengan kejadian ISPA pada balita (p=0,000 < 0,05), tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA pada balita (p=0,134 > 0,05), ada hubungan antara imunisasi dengan kejadian ISPA pada balita (p=0,005 < 0,05), tidak ada hubungan antara kepadatan tempat tinggal dengan kejadian ISPA pada balita (p=0,552 > 0,05), tidak ada hubungan antara lingkungan fisik ventilasi dengan kejadian ISPA pada balita (p=0,790 > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan antara BBLR dan imunisasi terhadap kejadian ISPA, serta tidak terdapat hubungan antara status gizi, kepadatan tempat tinggal dan lingkungan fisik ventilasi terhadap kejadian ISPA. Dan saran kepada puskesmas supaya lebih mensosialisasikan pentingnya imunisasi dan pencegahan terjadinya kelahiran bayi yang BBLR agar mengurangi resiko terjadinya ISPA. Kata Kunci : ISPA pada balita, Faktor-faktor yang berhubungan dengan ISPA, BBLR, Status Gizi,Imunisasi, Kepadatan Tempat Tinggal, Lingkungan Fisik (Ventilasi)
HUBUNGAN KINERJA PENGAWAS MENELAN OBAT DENGAN KESEMBUHAN TUBERKULOSIS DI UPT PUSKESMAS ARCAMANIK KOTA BANDUNG Hayati, Dewi; Musa, Elly
KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.587 KB)

Abstract

ABSTRAKPenyakit tuberkulosis adalah penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat.  WHO telah merekomendasikan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) sebagai strategi dalam penanggulangan TB. Kesembuhan pengobatan TB sangat ditentukan oleh adanya keteraturan minum obat anti tuberkulosis. Hal ini dapat dicapai dengan adanya pengawas menelan obat (PMO) yang memantau dan mengingatkan penderita TB untuk meminum obat secara teratur. PMO sangat penting untuk mendampingi penderita agar dicapai hasil yang optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kinerja PMO dengan kesembuhan TB. Metode penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah penderita TB dengan jumlah sampel 37 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah kinerja PMO, sedangkan variabel terikatnya adalah kesembuhan TB. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square untuk mengetahui hubungan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja PMO dengan kesembuhan TB dengan nilai p value = 0,001. Kesimpulan bahwa kinerja PMO yang baik akan membantu meningkatkan angka kesembuhan TB. Saran bagi PMO untuk lebih meningkatkan kinerja nya sehingga mencapai hasil yang optimal terhadap kesembuhan TB.Kata Kunci     : kinerja PMO; pengawas menelan obat; kesembuhan TB ABSTRACKTuberculosis is an infectious disease remains a public health problem. WHO has recommended DOTS strategy (Directly Observed Treatment Short-course) in TB control. Cure TB treatment is determined by the regularity of taking anti tuberculosis drugs. This can be achieved by the supervisor to take medication (PMO) that monitor and remind TB patients to take medicine regularly. PMO is very important to assist the patient in order to achieve optimal results. The purpose of this study was to analize the relationship between the perpormance of PMO to the cure of TB. The methode of this research is a correlation study with cross sectional. Sampels in this research is patients with TB. The number of the sample was 37 people who have met the inclusion criteria by using sampling technique. The independent variable of this reasearch is performance of PMO, while the dependent variable is the cure of TB. Data were analyzed using chi square test to know the relationship. The result of the research indicate that there is a significant correlation between the performance of PMO to the cure of TB with P value = 0,001. The conclusion is a good performance of PMO will help to improve the cure rate of TB. Suggestions for the PMO to increase performance so that achieve result optimal for cure TB.Keyword          : performance of PMO; PMO; cure of TB
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Metode Kontrasepsi Dengan Pemilihan Kontrasepsi (Studi Kasus: Puskesmas Majalaya) Hayati, Sri; Maidartati, Maidartati; Komar, Swara Nur
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.073 KB)

Abstract

ABSTRAKKeluarga Berencana merupakan suatu program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk. Perencanaan jumlah keluarga melalui pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi baik kontrasepsi hormonal atau kontrasepsi non hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang metode kontrasepsi dengan pemilihan kontrasepsi hormonal dan non hormonal di Wilayah Puskesmas Majalaya Kabupaten Bandung. Desain penelitian ini menggunakan desain studi korelasi  (Corelation Study) dengan rancangan operasional silang (Cross Sectional). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh akseptor yang menggunakan KB baru di Puskesmas Majalaya Kabupaten Bandung sebanyak 236 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Probability sampling dengan Stratified Random Sampling, sampel yang digunakan sebanyak 148 responden. Uji analisa data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Chi square (x2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 148 responden sebagian besar responden yang memiliki pengetahuan cukuptentang pemilihan alat kontrasepsi sebanyak 91 (61.5%) dan untuk pemilihan metode kontrasepsi hormonal dan non hormonal sebagian besar responden menggunakan kontrasepsi hormonal sebanyak 177 orang (79.1%). Hasil uji statistic chi square menunjukkan bahwa tidak terdapat  hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu mengenai metode kontrasepsi dengan pemilihan kontrasepsi Hormonal dan Non Hormonal di Wilayah Puskesmas Majalaya Kabupaten Bandung dengan p-value 0,423 > 0,05. Saran bagi puskesmas diharapkan dapat memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat tentang pengetahuan pemilihan metode kontrasepsi secara tepat dan benar dalam upaya meningkatkan pengetahuan pada akseptor KB atau masyarakat. Kata Kunci: Kontrasepsi Hormonal dan Non Hormonal, Pengetahuan. ABSTRACTFamily Planning is a government program designed to balance needs and populations. Planning the number of families through restrictions that can be done using contraceptives either hormonal contraceptives or non hormonal contraceptives. This study aims to determine the relationship between maternal knowledge about contraceptive methods with choice of hormonal contraception and non Hormon in Majalaya Regency Bandung Regency. The design of this study used the design of correlation studies with cross sectional design. Population in this research are all acceptors who use new KB at Majalaya Health Center Bandung Regency as many as 236 people. Sampling technique in this study is Probability sampling with Stratified Random Sampling, the sample used as many as 148 respondents. Test of data analysis in this research is done by using Chi Square correlation test x2. The results showed that of 148 respondents most of respondents who have enough knowledge about the choice of contraception were 91 (61,5%) and for the selection of hormonal and non hormonal contraception method, most of respondent use hormonal contraception counted 177 people (79,7%). The result of chi square statistic test shows that there is no significant correlation between mother knowledge about contraception method with hormonal and non hormonal contraception choice in Majalaya Regency Bandung with p value 0,423> 0,05. Suggestion for puskesmas is expected to give health education to public about knowledge about choosing contraception method appropriately and correctly in an effort to increase knowledge about KB acceptor or community. Keywords: Hormonal Contraception and Non Hormonal, Knowledge. 
PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II TENTANG PERAWATAN KAKI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIKUTRA BARU KECAMATAN CIBEUNYING KALER BANDUNG Okatiranti, Okatiranti
KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (2013): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.031 KB)

Abstract

Abstract - The death rate due to gangrenous ulcers in patients with diabetes mellitus as much as 17% -32%, while the amputation rate ranges between 15-30%. Complications in foot have a high incidence and occurs because the lack of treatments and not effective preventive measures taken.This research aims to know the description of the knowledge of diabetes mellitus type II patients about foot care, type of this research is descriptive exploratory. Samples are taken by simple random sampling as many as 34 patients with diabetes mellitus type II in the working area of Cikutra Baru Community Health Centers (Puskesmas) Cibeunying Kaler District Bandung. Techniques of data collection by using questionnaire and the data processed by using the percentage distribution.The results of this research showed some respondents that is 17 respondents (50%) had good knowledge about foot care, a minority of respondents that is 12 respondents (35%) have sufficient knowledge and very few respondents that is 5 respondents (15%) have poor knowledge.The conclusions of this research is the knowledge of diabetes mellitus type II patients about foot care at Cikutra Baru Community Health Centers (Puskesmas) Cibeunying Kaler District is good. Keywords: Diabetes Mellitus, Foot Care, The Knowledge Abstrak - Angka kematian akibat ulkus gangren pada penderita diabetes melitus sebanyak 17%-32%, sedangkan laju amputasi berkisar antara 15-30%. Komplikasi pada kaki terjadi dalam insidensi yang tinggi dan terjadi karena kurangnya perawatan dan tidak efektifnya tindakan pencegahan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan pasien diabetes melitus tipe II tentang perawatan kaki, jenis penelitian dekriptif eksploratif. Sampel yang diambil berdasarkan simple random sampling yaitu sebanyak 34 pasien diabetes melitus tipe II di wilayah kerja puskesmas Cikutra Baru Kecamatan Cibeunying Kaler Bandung. Teknik pengumpulan data dengan mengunakan angket kemudian data diolah dengan menggunakan distribusi prosentase.Hasil penelitian menunjukan sebagian responden yaitu 17 responden (50%) memiliki pengetahuan yang baik tentang perawatan kaki, sebagian kecil responden yaitu 12 responden (35%) memiliki pengetahuan yang cukup baik dan sangat sedikit responden yaitu 5 responden (15%) memiliki pengetahuan yang kurang baik. Simpulan dalam penelitian ini adalah pengetahuan pasien diabetes melitus tipc II tentang perawatan kaki di puskesmas Cikutra Baru Kecamatan Cibeunying Kaler adalah baik. Kata Kunci : Diabetes Mellitus, Perawatan Kaki, Pengetahuan 
PENGARUH PENKES STIMULASI PERKEMBANGAN ANAK TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANGTUA DI RUMAH BINTANG ISLAMIC PRE SCHOOL Nurjanah, Nunung
KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): Jurnal KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.402 KB)

Abstract

ABSTRACT - The stimulation of development is the important thing that all parents have to do to get optimalize of growth and development of their children. Largely, parents do not know about the stimulaton of development of child. This research aims to know the differences of parents’s knowledge and attitude before and after getting health education about developmental stimulation in children at Rumah Bintang Islamic Pre School. The study design used was a quasi experiment. The samples were parents of pre-school age children. Sampling technique used is total sampling with 32 parents.   Data collected through questionnaires . Analysis of the data using bivariate analysis paired two-sample t test to compare the knowledge and attitudes before and after health education. Before health education are most parents have sufficient knowledge and attitudes supportive , whereas after health education is known that all parents have a good knowledge and favorable attitude . Statistical test results obtained p value 0.000 , it can be concluded that there is a significant difference between knowledge and attitudes of parents before and after health education. Suggestions for nursing staff to develop child health education on growth and development in the early childhood education. While parents can better perform developmental stimulation while playing with great affection .Keywords : quasi-experimental , developmental stimulation , health education. ABSTRAK - Stimulasi perkembangan merupakan hal penting yang harus dilakukan orang tua untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Sebagian besar orang tua belum mengetahui upaya stimulasi perkembangan pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap orang tua sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang stimulasi perkembangan pada anak di Rumah Bintang Islamic Pre School. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Sampel penelitian adalah orang tua yang memiliki anak usia pra sekolah. Teknik  sampel yang digunakan adalah  total sampling dengan jumlah 32 orang tua. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Analisis data menggunakan analisis bivariat uji T dua sampel berpasangan untuk membandingkan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. Sebelum dilakukan pendidikan kesehatan adalah sebagian besar orang tua memiliki pengetahuan cukup dan sikap mendukung, sedangkan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan diketahui seluruh orang tua memiliki pengetahuan yang baik dan sikap yang mendukung. Hasil uji statistik didapatkan p value 0.000 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap orang tua sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan. Saran untuk tenaga keperawatan anak dapat mengembangkan pendidikan kesehatan tentang pertumbuhan dan perkembangan di tempat pendidikan anak usia dini. Sedangkan orang tua dapat lebih melakukan stimulasi perkembangan sambil bermain dengan penuh kasih sayang.Kata kunci : quasi eksperimen, stimulasi perkembangan, pendidikan kesehatan

Page 3 of 11 | Total Record : 110