cover
Contact Name
Indriyanti
Contact Email
indriyanti.iyt@bsi.ac.id
Phone
+62274-4342536
Journal Mail Official
jurnal.pariwisata@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pariwisata
ISSN : 25282220     EISSN : 23556587     DOI : https://doi.org/10.31311/par
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal PARIWISATA Terbit pertama kali pada 2014. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai Kepariwisataan dan Destinasi Wisata. Dengan lingkup keilmuan pada bidang: 1. Destinasi Pariwisata 2. Kualitas Pelayanan 3. Perhotelan 4. Budaya 5. Makanan
Articles 190 Documents
SINERGITAS ANTARA PEMANDU WISATA DAN OPERATOR TUR (Study Kasus di CV Gondes Karya Mandiri) I Putu Hardani HD
Jurnal Pariwisata Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.618 KB) | DOI: 10.31294/par.v8i2.10785

Abstract

ABSTRAK Pemandu wisata dengan Operator Tur merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam pelaksanaan paket wisata. Sehingga koordinasi diantara kedua bagian ini sangat diperlukan agar paket wisata yang dijual dapat berjalan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Metode Penelitian yang digunakan yaitu  penelitian kualitatif tentang Sinergitas Antara Pemandu Wisata Dan Operator Tur di CV Gondes Karya Mandiri, data dianalisa dari 16 pemandu wisatadan 5 eksekutif operator tur dengan menganalisa 15 atribut. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pemandu wisata dan opearatur tur saling bekerjasama dengan sinergi meskipun ada sedikit perbedaan persepsi namun tetap bisa berjalan dan bekerjasama dengan baik. Saran  dari hasil penelitian ini memberikan rekomendasi untuk memberikan pembeda pada penggajian. Selain itu juga memberikan rekomendasi pada penelitian selanjutnya untuk meneliti tingkat kepuasan pelayanan pemandu wisata dengan Operator Tur. Kata Kunci : Pemandu Wisata, Operator Tur, Paket Wisata, Sinergitas ABSTRAK Tour guide with Tour Operator are two things that can not be separated in the implementation of tour packages. So that coordination between these two parts is necessary so that the tour packages sold can sucsesfull. This study aims to find out the relationships that are interrelated with each other. The research method used is qualitative research on synergy between tour guides and tour operators at CV Gondes Karya Mandiri, data analyzed from 16 tour guides and 5 executive tour operators by analyzing 15 attributes. The results of the study mentioned that tour guides and tour operators cooperate with each other with synergy although there is a slight difference in perception but still can run and cooperate well. Suggestions from the results of this study provide recommendations to provide differentiation on payroll. In addition, it also provides recommendations on further research to examine the level of satisfaction of tour guide services with Tour Operators. Keywords : Tour Guide, Tour Operator, Tour Packages, Synergy
PERILAKU WISATAWAN PANTAI NGURBLOAT DAN NGURSARNADAN ERA NEW NORMAL TERHADAP KEPUTUSAN BERWISATA Ida I Dewa Ayu Raka Susanty; Melissa Justine Renjaan
Jurnal Pariwisata Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.102 KB) | DOI: 10.31294/par.v8i2.10142

Abstract

ABSTRAK Wabah COVID-19 di seluruh dunia telah membuat dunia terhenti, dan pariwisata menjadi yang terpuruk dari semua sektor ekonomi utama di seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Pulau – pulau kecil di Indonesia timur yang menggantungkan perekonomian dari segi pariwisata bahari juga terkena dampak besar akibat situasi pandemi. Kabupaten Maluku Tenggara adalah salah satunya. Pelonggaran terhadap aktivitas industri pariwisata dimulai sejak diumumkannya masa new normal oleh pemerintah. Dua destinasi unggulan Kabupaten Maluku Tenggara yakni Pantai Ngurbloat dan Ngursarnadan memulai aktivitas pada kawasan wisata dengan jumlah pengunjung yang didominasi oleh wisatawan lokal. Tingginya wisatawan lokal yang berwisata, menunjukan kebutuhan masyarakat terhadap aktivitas berwisata sangat tinggi. Perilaku wisatawan terhadap keputusan berwisata dalam masa new normal dapat dipicu oleh berbagai faktor. Proses pengambilan keputusan wisatawan dalam berwisata ke destinasi wisata pantai Ngurbloat dan Ngursarnadan sangat penting diketahui oleh stakeholder atau pengelola kawasan wisata Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh perilaku wisatawan secara simultan terhadap keputusan berwisata, pengaruh secara parsial perilaku wisatawan terhadap keputusan berwisata serta faktor yang paling menonjol mempengaruhi keputusan wisatawan dalam berwisata pada Pantai Ngurbloat dan Ngursardanan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara dengan analisa regeresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis secara simultan berpengaruh terhadap keputusan wisatawan berkunjung ke pantai Ngurbloat dan Ngursarnadan. Sedangkan, pengaruh secara parsial hanya pada faktor sosial, pribadi dan psikologis berpengaruh terhadap keputusan wisatawan untuk berkunjung ke Pantai Ngurbloat dan Ngursarnadan. Faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan berwisata wisatawan adalah faktor psikologis dengan nilai Koefisien sebesar 0.497 Kata Kunci : Perilaku Wisatawan, Keputusan berwisata, Pantai Ngurbloat, Pantai   Ngursarnadan ABSTRACT The worldwide outbreak of COVID-19 has brought the world to a standstill, and tourism has been the worst affected of all major economic sectors  in the entire world as well as Indonesia. In eastern Indonesia, the economy of small islands depends on the marine tourism sector which has been affected by the pandemic. Southeast Maluku Regency is one of the islands affected by pandemic. The government has suspended the activity of tourist and travel. The tourism industry is gradually starting to recovery and improve. reopened tourist areas in Southeast Maluku Regency have begun in August 2020 with the COVID-19 health protocol. Two leading destinations of Southeast Maluku Regency, Ngurbloat Beach and Ngursarnadan Beach, started activities in tourist areas with the number of visitors dominated by local tourists. The purpose of this study was to know and explain the influence of tourist behavior simultaneously on travel decisions, the partial influence of tourist behavior on travel decisions and the dominant faktor influencing the decision of tourists in visiting Ngurbloat and Ngursardanan Beaches. The results of this study showed that cultural, social, personal and psychological faktors silmultan influence the decision of tourists visiting Ngurbloat  and Ngursarnadan Beach. Meanwhile, the partial influence is only on social, personal and psychological factors on the decision of tourist to visit Ngurbloat and Ngursarnadan beach. The most dominant factor influencing the decision to travel is the psychological factor with a coefficient value of 0.497 Keywords: Tourist Behavior, Travel decisions, Ngurbloat Beach, Ngursarnadan Beach
HUBUNGAN JUMLAH OBJEK WISATA, HOTEL DAN BIRO PERJALANAN DENGAN JUMLAH WISATAWAN KE D.I.Y. Atun Yulianto; Citra Unik Mayasari
Jurnal Pariwisata Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.619 KB) | DOI: 10.31294/par.v8i2.11454

Abstract

ABSTRAK Banyaknya jumlah kunjungan wisatawan di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi peluang besar bagi pelaku industry pariwisata untuk mengembangkan bisnisnya. Namun demikian dibutuhkan konsistensi dalam pengembangan pengelolaan yang berkesinambungan untuk dapat bertahan dalam persaingan. Hal ini  terkait dengan kreativitas pengelola untuk berinovasi dalam industry wisata agar usaha pariwisatanya diminati masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jumlah objek wisata, hotel dan biro perjalanan dengan jumlah kunjungan wisatawan ke tujuan wisata di D.I. Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan diskriptif kualitatif yang didukung analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara jumlah hotel dan biro perjalanan dengan jumlah kunjungan wisatawan. Nilai signifikansi mendekati 0,000 pada tingkat probabilitas 5%. Sementara jumlah objek wisata tidak memiliki hubungan erat dengan jumlah kunjungan, namun jenis objek wisata memiliki potensi hubungan terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Kata Kunci: Objek Wisata, Hotel, Biro Perjalanan, Kunjungan Wisatawan ABSTRACT The large number of tourist visits in the Special Region of Yogyakarta is a great opportunity for the tourism industry players to develop their business. However, consistency in the development of sustainable management is needed to survive in the competition. This is related to the creativity of managers to innovate in the tourism industry so that their tourism business is in demand by the community. The purpose of this study was to determine the relationship between the number of tourist objects, hotels and travel agencies with the number of tourist visits to tourist destinations in D.I. Yogyakarta. The research method used is a qualitative descriptive approach supported by quantitative data analysis. The results showed a significant relationship between the number of hotels and travel agencies with the number of tourist visits. The significance value is close to 0.000 at the 5% probability level. While the number of tourist objects does not have a close relationship with the number of visits, the types of attractions have a potential relationship to the number of tourist visits. Keywords: Tourism Object, Hotel, Travel Agency, Tourist Visit
KEIGO DAN MUDHA KRAMA : RAGAM HORMAT PADA MASYARAKAT JEPANG DAN JAWA Devita Widyaningtyas Yogyanti; Mery Kharismawati
Jurnal Pariwisata Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.113 KB) | DOI: 10.31294/par.v8i2.11504

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian kualitiatif mengenai perbandingan budaya. Dalam hal ini, bentuk budaya yang dibandingkan adalah ragam bahasa hormat dalam Bahasa Jawa dan Jepang. Penelitian bertujuan untuk membandingkan dan mengetahui peranan ragam hormat dalam generasi muda di Jawa dan Jepang. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ragam hormat dalam bahasa Jawa dan Jepang terdiri dari beberapa tingkatan bahasa. Tingkatan ragam hormat dalam bahasa Jepang adalah Sonkeigo, Kenjoogo dan Teineigo sedangkan dalam tingkatan ragam hormat dalam bahasa Jawa adalah Mudha Krama yang terbentuk dari Krama Inggil, Krama Andhap dan Krama. Dalam bahasa Jepang ragam hormat direalisasikan menggunakan leksem serta bentuk sintaktis, sedangkan dalam bahasa Jawa direalisasikan dengan leksem dan afiks. Pada perkembangannya bahasa Jawa semakin jarang digunakan di masyarakat Jawa karena fungsi basa krama telah digantikan oleh bahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia, sehingga tidak ada kepentingan bagi generasi muda untuk menguasainya. Hal ini berbeda dengan keigo, yang hingga saat ini masih aktif digunakan dan dipelajari generasi muda Jepang yang ingin sukses dalam berkarir dan berkehidupan sosial. Kata kunci :   keigo, mudha krama, ragam hormat, perbandingan  ABSTRACTThis research is qualitative research about cultural comparison. The cultures being compared are Javanese and Japanese language honorific forms. The aims of this research are to compare and examine the roles of honorific form in the Javanese and Japanese young generations. The result shows that honorific forms in Javanese and Japanese consist of language levels. Sonkeigo, Kenjoogo, Teineigo are the variety of honorific forms (Keigo) in Japanese, while in Javanese the variety of honorific forms is indicated by Mudha Krama which has 3 variants, Krama Inggil, krama Andhap, and krama. In Japanese, the honorific style is realized using lexemes and syntactic forms, while in Javanese it is defined by lexemes and affixes. In its development, the Javanese language is become rarely used in Javanese society because the basic manner function has been replaced by the national language (Bahasa Indonesia. So there is no urgency for the young generation to master it. This is different from Keigo, which is actively used and studied by the recent Japanese generation who want to be successful in their careers and social life.Keywords: keigo, mudha krama, honorific form, comparation 
DIVERSIVIKASI PRODUK DAN EFISIENSI BISNIS DALAM KEBERLANJUTAN GREEN HOTEL PADA ERA NEW NORMAL DI HYATT REGENCY YOGYAKARTA Heni Widyaningsih; Hery Krestanto; T. Prasetyo Hadi Atmoko
Jurnal Pariwisata Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.739 KB) | DOI: 10.31294/par.v8i2.11505

Abstract

ABSTRAKDampak Covid 19 yang dirasakan dibidang perhotelan memaksa pihak hotel untuk melakukan hemat energi dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversivikasi produk dan efisiensi bisnis dalam keberlanjutan green hotel pada era new normal di Hyatt Regency Yogyakarta.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi dan study Pustaka.  Keberlanjutan green hotel di hyatt Regency dilakukan dengan diversivikasi produk dan efisiensi bisnis.  Diversivikasi produk di Hyatt Regency yaitu Merancang working space (Work From Hyatt), Summer camp untuk anak anak, walk the dog, menjual swimming poll untuk tamu di luar Hyatt. Diversivikasi produk tersebut dijalankan dengan ketentuan wajib mengkonsumsi food atau beverage di Hyatt Hotel minimal Rp. 100.000,- per peserta, Bekerjasma dengan grab wheels, konsep angkringan yang higienis, sehat, murah dan enak,  serta melakukan efisiensi bisnis dengan menghemat energi listrik tanpa mengurangi pelayanan ke tamu dengan cara mengarahkan listrik kamar dengan gantungan kunci, sehingga jika tamu mengambil kartu kunci sebagian besar listrik peralatan akan mati secara otomatis, mengarahkan dispenser semua area,  ke sakelar lampu, sehingga ketika mematikan lampu kantor akan otomatis mematikan dispenser,  meminimalkan penggunaan kertas dan menggunakan kertas daur ulang, membangun kesadaran untuk program menabung energi melalui poster dan juga kampanye, menggunakan ecowasher untuk toilet, menggunakan lampu LED, menggunakan digital Thermostat, memasang pengatur waktu untuk penerangan area publik, memasang tab air otomatis di ruang makan karyawan, memasang pengatur waktu untuk instalasi pengolahan air limbah, menggunakan topside gas LPG Bulk, memasang arduino untuk mengatur pompa air portabel berjalan, dan pengaturan sauna. Kata kunci: Diversivikasi produk, Efisiensi Bisnis, Green Hotel   ABSTRACTAbstract- The impact of Covid 19 felt in the hospitality sector forced the hotel to save energy and costs. This study aims to determine product diversification and business efficiency in the sustainability of green hotels in the new normal era at Hyatt Regency Yogyakarta. This study uses qualitative methods with data collection techniques of observation, interviews, documentation and literature study. The sustainability of the green hotel at Hyatt Regency is carried out by product diversification and business efficiency. Product diversification at Hyatt Regency is Designing a working space (Work From Hyatt), Summer camp for children, walk the dog, selling swimming polls for guests outside the Hyatt. The product diversification is carried out with the condition that it is mandatory to consume food or beverage at the Hyatt Hotel at least Rp. 100,000 per participant, Collaborating with grab wheels, the concept of angkringan that is hygienic, healthy, cheap and delicious, and conducts business efficiency by saving electrical energy without reducing service to guests by directing the room electricity with a key chain, so that if guests take key cards most of the the electricity of the equipment will turn off automatically, directing the dispenser of all back office areas to the light switch, so that when turning off the office lights it will automatically turn off the dispenser, minimizing paper use and using recycled paper, building awareness for energy saving programs through posters and campaigns, using ecowasher for toilets, using LED lights, using digital thermostats, installing timers for lighting public areas, installing automatic water tabs in employee dining rooms, installing timers for wastewater treatment plants, using topside LPG Bulk gas, installing arduino to regulate portal water pumps buzzer running, and sauna setting. Keywords: Product diversification, Business Efficiency, Green Hotel
DAMPAK MEDIA SOSIAL DAN WORD OF MOUTH TERHADAP OVERTOURISM Meitolo Hulu; Fenisa Putri; Stephanie Natasya; Michelle -
Jurnal Pariwisata Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2611.375 KB) | DOI: 10.31294/par.v8i2.10968

Abstract

ABSTRAKEra digital telah mengubah gaya hidup masyarakat menjadi pengguna media sosial. Penggunaan media sosial menjadi meningkat dalam menyebarkan berita maupun dalam mencari berita. Informasi pariwisata dan berbagi pengalaman berwisata sering dilakukan oleh wisatawan melalui media sosial yang memicu ketertarikan calon wisatawan untuk berkunjung di suatu destinasi. Penelitian ini menganalisis dampak media sosial dan word of mouth terhadap over-tourism dengan pendekatan kuantitatif menggunakan alat analisis Smart PLS 3. Metode survey digunakan untuk menyebarkan kuesioner kepada 106 mahasiswa yang menggunakan media sosial dalam mencari informasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial dan word of mouth berpengaruh positif dan signifikan terhadap over-tourism. Artinya semakin banyak pengguna media sosial serta pelaku word of mouth memberikan kontribusi terhadap peningkatan jumlah wisatawan yang mengakibatkan terjadinya over-tourism. Pemangku kepentingan pariwisata harus mengelola media sosial dengan baik supaya tidak terjadi kesalah-pahaman baik dari pemberi informasi maupun penerima informasi, karena media sosial merupakan salah satu cara dalam membangun hubungan dengan wisatawan dan calon wisatawan.Kata Kunci: media sosial, word of mouth, over-tourism, pariwisata, wisatawanABSTRACTThe digital era has changed people's lifestyles into social media users. The use of social media is increasing in spreading the news as well as in searching for news. Tourism information and sharing of travel experiences are often done by tourists through social media which triggers the interest of potential tourists to visit a destination. This study analyzes the impact of social media and word of mouth on over-tourism with a quantitative approach using the Smart PLS 3 analysis tool. The survey method was used to distribute questionnaires to 106 students who used social media to find information. The results of this study indicate that social media and word of mouth have a positive and significant effect on over-tourism. This means that more and more social media users and word of mouth actors contribute to the increase in the number of tourists which results in over-tourism. Tourism stakeholders must manage social media well so that there are no misunderstandings from both information givers and recipients of information, because social media is one way to build relationships with tourists and potential tourists.Key words: Social media, word of mouth, over-tourism, tourism, tourists
ANALISIS POTENSI OBJEK DAYA TARIK WISATA DI KAWASAN SARIBU RUMAH GADANG Fondina Gusriza
Jurnal Pariwisata Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.052 KB) | DOI: 10.31294/par.v9i1.10003

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi objek daya tarik wisata di Kawasan Saribu Rumah Gadang. Beberapa objek wisata yang sudah eksis di kawasan ini: Rumah Gadang Gajah Maram, Surau Menara, Jembatan Kuning, Festival Saribu Rumah Gadang dan Menara Songket. Kawasan ini memiliki objek daya tarik wisata lain yang potensial dikelola dan dikembangkan agar Kawasan Saribu Rumah Gadang semakin dikenal wisatawan.  Oleh karena itu perlu dianalisis potensi objek daya tarik wisata di Kawasan Saribu Rumah Gadang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Analisis daya tarik menggunakan indikator: daya tarik alam, budaya, sosial dan daya tarik yang dibangun untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi potensi yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Saribu Rumah Gadang belum optimal mengembangkan potensi daya tarik wisata yang ada. Potensi yang bisa dikembangkan diantaranya; potensi alam: wisata edukatif pertanian tradisional, mengitari kawasan menggunakan sepeda ontel, potensi budaya: upacara adat, pertunjukan kesenian mingguan atau bulanan, potensi sosial: memaksimalkan pengelolaan 130 cagar budaya yang ada, wisata edukasi terkait Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu, upacara turun mandi, makan bajamba, dan potensi yang dibangun: memaksimalkan pengelolaan daya tarik yang sudah eksis seperti Menara Songket dengan menyewakan pakaian Minang seperti baju kurung basiba, takuluak untuk perempuan dan destar atau desta bagi laki-laki. Berdasarkan analisis ini, diharapkan seluruh stakeholder dapat memaksimalkan potensi yang ada. Agar jumlah kunjungan wisatawan semakin meningkat dan Kawasan Saribu Rumah Gadang semakin dikenal wisatawan lokal maupun wisatawan internasional. Kata kunci: Analisis Potensi Wisata, Objek Daya Tarik Wisata, Kawasan Saribu Rumah GadangABSTRAKThis study aims to analyze the potential objects of tourist attraction in the Saribu Rumah Gadang Region. Several tourist objects that already exist in this region: Rumah Gadang Gajah Maram, Surau Menara, Jembatan Kuning, Festival Saribu Rumah Gadang and Tower Songket. This area has other potential tourist attractions to be managed and developed so that the Saribu Rumah Gadang area is increasingly recognized by tourists. Therefore it is necessary to analyze the potential objects of tourist attraction in the Saribu Rumah Gadang Region. This research was conducted with a descriptive-qualitative approach. Analysis of the appeal of using the indicator: the attractiveness of natural, cultural, social and appeal that was built to identify and explore the existing potential. The results showed that the Saribu Rumah Gadang Region is not optimal in developing the potential of existing tourist attractions. The potential that could be developed including; natural potential: educational tours of traditional agriculture, circled area using the ontel bicycle, the potential of culture: the traditional ceremony, performing arts weekly or monthly, social potential: maximize the management of 130 cultural heritage, educational tours related to the Kerajaan Alam Surambi Sungai Pagu ceremony child shower, makan bajamba, and potential built: maximize the management of the appeal, which has existed as Menara Songket by renting garments such as baju kuruang basiba, takuluak for women headbands and Desta for men. Based on this analysis, it is expected that all stakeholders can maximize existing potential. The number of tourists is increasing and Kawasan Saribu Rumah Gadang increasingly recognized tourists both local and international travelers. Keywords: Tourism Potential Analysis, Tourism Objects Attraction, Saribu Rumah Gadang Area
UPAYA INBOUND MARKETING OLEH GEMBIRA LOKA ZOO YOGYAKARTA DI ERA PANDEMI COVID 19 Diah Pradiatiningtyas
Jurnal Pariwisata Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.847 KB) | DOI: 10.31294/par.v9i1.12607

Abstract

One of the tourist attractions in Yogyakarta that has been affected by the Covid pandemic is Gembira Loka Zoo (GL Zoo). GL Zoo had not been operating for a long time during the Covid 19 pandemic, this had an impact on the company's income, where they had to continue to provide food for their animals. In September 2021, GL Zoo is allowed to operate again with various new policies. With the reopening of GL Zoo, the manager needs a massive promotional media to provide information back to customers. The use of inbound marketing through the use of websites, blogs and social media is an important thing for business people to do because it can increase sales significantly. This study tries to examine the efforts of GL Zoo to implement Inbound Marketing. The research was conducted by descriptive qualitative method with data collection using observation. The results obtained are that GL Zoo has made Inbound Marketing efforts quite well, but has not been maximized. The implementations carried out by GL Zoo are Attract, Close, and Delight. While the convert stage has been attempted, as shown on the website, when the observation was carried out, the landing page for booking tickets to visit could not be done.Keywords: inbound marketing, GL Zoo, Marketing, TourismSalah satu obyek wisata di Yogyakarta yang terdampak pandemic Covid adalah Gembira Loka Zoo (GL Zoo). GL Zoo sempat tidak beroperasi lama selama pandemic Covid 19, hal tersebut berdampak pada pendapatan perusahaan, dimana mereka harus tetap memberikan pakan satwa-satwanya. Pada September 2021, GL Zoo diperbolehkan beroperasi kembali dengan berbagai kebijakan baru. Dengan dibukanya Kembali GL Zoo maka pengelola membutuhkan media promosi yang massif untuk memberikan informasi kembali bagi pelanggan. Penggunaan inbound marketing melalui pemanfaatan website, blog dan media sosial adalah hal yang penting untuk dilakukan oleh para pelaku usaha karena dapat meingkatkan penjualan secara signifikan. Penelitian ini mencoba meneliti upaya GL Zoo menerapkan Inbound Marketing. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data menggunakan observasi. Hasil yang diperoleh adalah GL Zoo telah melakukan upaya Inbound Marketing secara cukup baik, namun belum maksimal. Penerapan yang dilakukan GL Zoo yaitu Attract, Close, dan Delight. Sementara tahapan convert telah diupayakan seperti terlihat di websitenya, namun saat observasi dilakukan landing page untuk pemesanan tiket berkunjung tidak dapat dilakukan.Kata Kunci: Inbound Marketing, GL Zoo, Pemasaran, Pariwisata
KONSEP BRANDING WISATA BERBASIS PEMASARAN DIGITAL DI DESA SIRNAJAYA, KABUPATEN BOGOR Januarani Razak; Evi Novianti
Jurnal Pariwisata Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.829 KB) | DOI: 10.31294/par.v9i1.11803

Abstract

ABSTRAKDesa Sirnajaya merupakan salah satu desa wisata berbasis alam dengan branding utama bertajuk “Agrowisata Situ Rawa Gede”. Permasalahan promosi dan konsep branding yang masih belum matang menyebabkan proses pemasaran destinasi wisata menjadi berjalan lambat. Artikel ini menyajikan tentang perumusan strategi branding pemasaran berbasis digital yang tepat sebagai langkah awal meningkatkan citra wisata di Desa Sirnajaya. Data-data berupa hasil wawancara tentang kondisi pemasaran wisata, data observasi kondisi lapangan, dan data survei review pengunjung dari Google Maps diolah menggunakan metode analisis isi, gap analisis, dan analisis deskriptif kualitatif. Hasilnya didapatkan startegi umum untuk memperkuat branding “Agrowisata Situ Rawa Gede” salah satunya dengan meningkatkan strukturisasi konsep promosi dan konsep branding serta meningkatkan kualitas jaringan ke berbagai platform digital untuk membangun citra kawasan. Kata Kunci : Agrowisata Situ Rawa Gede, Branding, Desa Sirnajaya, Pemasaran. ABSTRACTSirnajaya Village is one of the nature-based tourism villages with the main branding entitled "Agrotourism Situ Rawa Gede". Promotional problems and immature branding concepts cause the tourism destination marketing process to run slowly. This article presents the formulation of the right digital-based marketing branding strategy as the first step to improve the image of tourism in Sirnajaya Village. The data in the form of interviews about tourism marketing conditions, observation data on field conditions, and visitor review survey data from Google Maps were processed using content analysis, gap analysis, and qualitative descriptive analysis methods. The result is a general strategy to strengthen the branding of “Agrowisata Situ Rawa Gede”, one of which is by increasing the structuring of the promotion concept and branding concept as well as improving the quality of the network to various digital platforms to build the regional image. Keywords : Agrowisata Situ Rawa Gede, Branding, Sirnajaya Village, Marketing.
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN DAN TINGKAT HUNIAN KAMAR HOTEL D.I. YOGYAKARTA Atun Yulianto; Emmita Devi Hari Putri; Dyah Mustika Wardani
Jurnal Pariwisata Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.764 KB) | DOI: 10.31294/par.v9i1.12331

Abstract

Pandemi covid-19 yang melanda hampir seluruh belahan dunia menjadi salah satu faktor penyebab menurunnya jumlah kunjungan wisatawan dan menginap di hotel yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi DIY tahun 2021 dalam laporannya menyampaikan bahwa secara umum jumlah tamu yang datang untuk menginap di hotel pada tahun 2020 mengalami pengurangan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak covid-19 terhadap tingkat hunian kamar hotel melalui jumlah kunjungan wisatawan ke D.I. Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan analisis jalur model regresi sederhana untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat melalui variabel intervening. Metode pengumpulan data adalah observasi dan pustaka dengan pengambilan sampel data melalui data sekunder dari pihak lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa covid-19 secara langsung dan signifikan berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan maupun tingkat hunian kamar hotel di D.I. Yogyakarta. Namun demikian covid-19 secara tidak langsung melalui jumlah wisatawan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat hunian kamar hotel di D.I. Yogyakarta. The COVID-19 pandemic, which has hit almost all parts of the world, is one of the factors causing the decline in the number of tourist visits and hotel stays in the Special Region of Yogyakarta. According to data from the Central Statistics Agency of DIY Province in 2021, in its report, it said that in general the number of guests who came to stay at hotels in 2020 had decreased compared to the previous year. The purpose of this study was to determine the impact of covid-19 on hotel room occupancy rates through the number of tourist visits to D.I. Yogyakarta. This study uses quantitative methods, with a simple regression model path analysis to measure how much influence the independent variable has on the dependent variable through the intervening variable. The data collection method is observation and literature by taking data samples through secondary data from other parties. The results of this study indicate that COVID-19 directly and significantly affects the number of tourist visits and the occupancy rate of hotel rooms in D.I. Yogyakarta. However, covid-19 indirectly through the number of tourists does not have a significant influence on the occupancy rate of hotel rooms in D.I. Yogyakarta. Keywords : Covid-19, tourism visits, room occupancy