cover
Contact Name
Indriyanti
Contact Email
indriyanti.iyt@bsi.ac.id
Phone
+62274-4342536
Journal Mail Official
jurnal.pariwisata@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pariwisata
ISSN : 25282220     EISSN : 23556587     DOI : https://doi.org/10.31311/par
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal PARIWISATA Terbit pertama kali pada 2014. Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran dan kajian analisis-kritis mengenai Kepariwisataan dan Destinasi Wisata. Dengan lingkup keilmuan pada bidang: 1. Destinasi Pariwisata 2. Kualitas Pelayanan 3. Perhotelan 4. Budaya 5. Makanan
Articles 190 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA KULONPROGO MENGHADAPI PEMBUKAAN YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT Erlangga Brahmanto
Jurnal Pariwisata Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.217 KB) | DOI: 10.31294/par.v7i1.8359

Abstract

ABSTRAK Bandara merupakan elemen penting dalam pariwisata. Tanpa bandara, akses ke tempat-tempat wisata akan terganggu dan akan menghasilkan lebih sedikit wisatawan. Yogyakarta adalah salah satu tujuan wisata idola bagi wisatawan. Dengan dibukanya bandara baru Yogyakarta International Airport (YIA) dan menjadi bandara berkelas internasional, menjadi tantangan tersendiri bagi daerah Kulon Progo untuk mengembangkan potensi pariwisatanya. Potensi wisata Kulon Progo sangat banyak, misalnya wisata desa Pule Payung, kerajinan batik di Lendah ada bendungan Kamijoro dan sebagainya yang dapat dikembangkan menjadi destinasi andalan Kulon Progo. Kelompok sadar pariwisata di Kulon Progo telah sepakat untuk menggabungkan paket wisata agar lebih menarik. Pemerintah dalam hal ini sebagai agen pariwisata membantu mengembangkan destinasi pariwisata di Kulon Progo dalam konteks pembukaan bandara internasional baru. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa destinasi wisata di Kulon Progo dengan strategi analisis SWOT dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang menarik melalui peran serta pemerintah, perangkat desa dan masyarakat sadar wisata.  Kata kunci: Bandara, Strategi Pengembangan, Accesbility ABSTRACT Airport is an important element in tourism. without the airport, access to tourist attractions will be disrupted and will result in fewer tourists. Yogyakarta is one of the idol tourism destinations for tourists. With the opening of a new airport Yogyakarta International Airport (YIA) and becoming an international-class airport it becomes a challenge for the Kulon Progo area to develop its tourism potential. Kulon Progo tourism potential is very much, for example the village tourism Pule Payung, batik crafts in Lendah there is the Kamijoro dam and so on that can be developed into a Kulon Progo mainstay destination. Tourism conscious groups in Kulon Progo have agreed to combine travel packages to make it more interesting. The government in this case the tourism agency helped to develop tourism destinations in Kulon Progo in the context of opening a new international airport. This research method uses descriptive qualitative method. The results of this study indicate that tourist destinations in Kulon Progo with a SWOT analysis strategy can be developed into attractive tourist attractions through the participation of the government, village officials and the tourism-conscious community. Keywords :  Airport, Development Strategy, Accesbility
KOMPONEN KEPARIWISATAAN DAN PENGEMBANGAN COMMUNITY BASED TOURISM DI DESA WISATA NGLANGGERAN Prihutami Rista Hermawati
Jurnal Pariwisata Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.314 KB) | DOI: 10.31294/par.v7i1.7891

Abstract

ABSTRAK Pariwisata menjadi salah satu  sektor prioritas dalam pembangunan nasional. Desa Wisata Nglanggeran merupakan salah satu desa wisata yang cukup berkembang di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi D.I.Yogyakarta dengan keunikan menggabungkan jenis daya tarik ekowisata dan kehidupan sosial-budaya masyarakat melalui desa wisata. Pengelolaan desa wisata ini dilakukan dengan berbasis pada masyarakat (community based tourism) dan berhasil memperoleh beberapa penghargaan seperti ISTA 2017 & ASTA 2018. Berangkat dari keberhasilan tersebut, lantas muncul pertanyaan penelitian tentang bagaimana komponen kepariwisataan dan bagaimana konsep community based tourism (CBT) dilakukan di Desa Wisata Nglanggeran? Metode penelitian dilakukan secara kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Perolehan data primer dilakukan dengan pengamatan langsung dan wawancara mendalam dengan pengurus Pokdarwis Desa Wisata Nglanggeran. Pemilihan narasumber dilakukan dengan teknik purposive. Tujuan penelitian adalah untuk mengindentikasi komponen kepariwisataan serta mengkaji konsep community based tourism (CBT) di Desa Wisata Nglanggeran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen atraksi utama adalah ekowisata Gunung Api Purba Nglanggleran, Air Terjun Kedung Kandang, Embung Nglanggeran, dan 11 paket wisata yang tersedia untuk menarik kunjungan wisatawan. Secara aksesibilitas, desa wisata ini mudah dijangkau, tetapi belum terlayani oleh transportasi umum. Selain itu, sudah terdapat berbagai macam fasilitas pendukung (amenitas) untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan. Dalam hal pengelolaan pariwisata, masyarakat lokal merupakan aktor utama yang terlibat dalam semua aktivitas wisata dan terakomodir pada forum musyawarah desa Selasa Kliwon. Masyarakat memiliki tugas dan tanggung jawab dalam kegiatan wisata yang disesuaikan dengan keahlian masing-masing. Total saat ini terdapat 13 kelompok masyarakat yang dikoordinir oleh Pokdarwis Desa Wisata Nglanggeran sebagai motor penggerak. Kata kunci: Komponen Pariwisata, Pariwisata Berbasis Masyarakat (CBT), Pokdarwis ABSTRACTTourism has become one of the priority sectors in national development. Nglanggeran Tourism Village is one of the developing tourism villages in Gunungkidul Regency, D.I.Yogyakarta Province with its unique type of ecotourism and socio-cultural life through the tourism village. The management of this tourism village is based on the people community (community based tourism) and has won several awards such as ISTA 2017 & ASTA 2018. Based on those successfulness, next questions coming is how the tourism component and the concept of community based tourism (CBT) being implemented in Nglanggeran Tourism Village? The research method was conducted qualitatively with descriptive analysis techniques. Primary data were obtained by direct observation and interview with the Pokdarwis management of the Nglanggeran Tourism Village. The speakers slected through the purposive technique. The purpose of the study was to identify the tourism component and examine the concept of community based tourism (CBT) in Nglanggeran Tourism Village. The Nglanggleran Purba Volcano, Kedung Kandang Waterfall, Nglanggeran Embung, and 11 tour packages are available to attract tourists. The tourism villages is now quite acessible, but so far there no public transportation available. In addition, many facilities (amenitas) are available to improve tourist comfortableness. For the management itself, local communities as the main actors involved in all tourism activities and it was accommodated at the Tuesday Kliwon village consultation forum. The community has duties and responsibilities in tourism activities that are tailored to their respective expertise. In total, there are 13 community groups coordinated by the Nglanggeran Tourism Village Pokdarwis as an activators. Keywords: Tourism Component, Community Based Tourism (CBT), Pokdarwis
IDENTIFIKASI TAMAN SAFARI BOGOR SEBAGAI DESTINASI INCENTIVE Fetty Nurmala Rossi
Jurnal Pariwisata Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.182 KB) | DOI: 10.31294/par.v7i2.8647

Abstract

ABSTRAK Faktor penting keberhasilan suatu perjalanan insentif berasal dari pemilihan destinasi yang dituju. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan atribut destinasi incentive yang dikaitkan dengan Kawasan Taman Safari sebagai Destinasi Incentive. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan deskriptif kualitatif yang didukung dengan Analisa Triangulasi Sumber dengan cara membandingkan berbagai sumber informasi yang menjadi objek penelitian. Metode Pengumpulan data yang diusulkan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Responden dalam penelitian adalah perusahaan atau organizer yang menangani di bidang incentive dan pengelola Kawasan Taman Safari. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa atribut destinasi incentive yang terdiri dari Akomodasi (Accommodation), Fasilitas Restoran (Restaurant Facility), Akses Destinasi (Destination Accessibility), Kesadaran Destinasi (Destination Awareness), Pembaruan destinasi (Destination Novelty), Citra Destinasi (Destination Image), Keamanan dan keselamtan (Safety and security), Hiburan dan peluang selain meeting (Entertainment and extra meeting opportunities), Kualitas dan Efisiensi Karyawan (Quality and Efficient of industry personnel), Pengaturan fisik dan sosial budaya (Physical and Socio Cultural Setting), Ekspektasi Cuaca  (Expected Weather), dan Keterjangkauan keseluruhan (Overall Affordability). hanya dua atribut yang tidak dipenuhi oleh Kawasan Taman Safari sebagai Destinasi Incentive yaitu Citra Destinasi (Destination Image) dan Pengaturan fisik dan sosial budaya (Physical and Socio Cultural Setting)   Kata kunci: Perjalanan Insentif, Destinasi, Atraksi, Taman Safari  ABSTRACT The success of Incentive Travel from the selection of destinations. This study aims to identify attributes of Incentive Destination on Safari Park area. This research uses a qualitative descriptive method with triangulation analysis by comparing various source. Data collection methods proposed in this study are pbservation, interviews, and documentation. Respondent from organizer who handle in incentive management and safari park management. The result in this research have been identified twelve of attributes incentive destination consisting of Accommodation, Restaurant Facility, Destination Accessibility, Destination Awareness, Destination Novelty, Destination Image, Safety and security, Entertainment and extra meeting opportunities, Quality and Efficient of industry personnel, Physical and Socio Cultural Setting, Expected Weather, and Overall Affordability. There are two attributes not covered by Safari Park area as  Incentive Destination are Destination Image and Physical and Socio Cultural Setting.  Keywords: Incentive Travel, Destination, Attraction, Safari Park
STRATEGI PEMELIHARAAN DAN PENGEMBANGAN FASILITAS WISATA BAGI KENYAMANAN PENGUNJUNG PULE PAYUNG YOGYAKARTA Atun Yulianto; Ani Wijayanti
Jurnal Pariwisata Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.056 KB) | DOI: 10.31294/par.v7i2.8932

Abstract

ABSTRAK Pemeliharaan fasilitas wisata sering menjadi faktor yang terabaikan pada destinasi wisata yang sedang berkembang. Pengelola lebih fokus pada upaya pengembangan dan mendatangkan pengunjung. Hal ini karena pemeliharaan fasilitas wisata cenderung mendatangkan biaya dari pada keuntungan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan alternatif strategi pemeliharaan dan pengembangan fasilitas wisata bagi kenyamanan pengunjung Pule Payung Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah diskriptif kualitatif dengan metode analisis SWOT sebagai upaya merumuskan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total score pembobotan faktor internal pada matrik IFAS adalah 2,54 lebih kecil dari 3 atau dengan posisi tidak kuat. Dengan rincian total score faktor internal pada unsur kekuatan lebih kecil dari kelemahannya dengan perbandingan 1,26 : 1,28. Hal ini berarti strategi pemeliharaan dan pengembangan dapat dirumuskan dengan memanfaatkan kelemahan fasilitas wisata yang ada. Sedangkan total score pembobotan faktor eksternal pada matrik EFAS menghasilkan 3,09 atau kuat karena berada antara nilai 3-4 (Utama & Mahadewi, 2012). Dengan rincian total score faktor eksternal pada unsur ancaman lebih besar dari pada peluang dengan perbandingan 1,72 : 1,37. Hal ini berarti strategi pemeliharaan dan pengembangan dapat dirumuskan dengan memanfaatkan faktor eksternal ancaman terhadap fasilitas wisata yang ada. Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan kombinasi kelemahan dan ancaman yang dirumuskan dalam analisis SWOT menghasilkan dua strategi prioritas yaitu (1) membangun kerjasama dengan operator telekomunikasi sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kelengkapan fasilitas penerima sinyal telepon selular dan internet melalui pengadaan penguat sinyal telekomunikasi ataupun dengan BTS, (2) menambah kelengkapan fasilitas wisata dengan pemeliharaan preventif  dan represif untuk pagar kayu yang telah lapuk atau dimakan rayap serta pengaman bagian tebing yang mudah longsor dengan bronjong sebagai upaya keamanan bagi pengunjung. Kata Kunci : Pemeliharaan, Pengembangan, Kenyamanan ABSTRACT Maintenance of tourist facilities is often an overlooked factor in developing tourist destinations. Managers are more focused on development efforts and bringing in visitors. This is because maintaining tourist facilities tends to incur costs rather than profits. This study aims to produce an alternative strategy for maintaining and developing tourist facilities for the convenience of visitors to Pule Payung Yogyakarta. The research method used is descriptive qualitative with the SWOT analysis method as an effort to formulate a strategy. The results showed that the total internal factor weighted score in the IFAS matrix was 2.54 smaller than 3 or the position was not strong. With details, the total score of internal factors on the element of strength is smaller than the weakness with a ratio of 1.26: 1.28. This means that maintenance and development strategies can be formulated by taking advantage of the weaknesses of existing tourist facilities. While the total external factor weighted score on the EFAS matrix resulted in 3.09 or strong because it was between the values of 3-4 (Utama & Mahadewi, 2012). With details, the total score of external factors on the element of threat is greater than the opportunity with a ratio of 1.72: 1.37. This means that maintenance and development strategies can be formulated by utilizing external factors of a threat to existing tourist facilities. The conclusion of this study is based on the combination of weaknesses and threats formulated in the SWOT analysis to produce two priority strategies, namely (1) building cooperation with telecommunications operators as a preventive effort to improve the completeness of receiving facilities for cellular phone and internet signals through the provision of telecommunications signal amplifiers or with BTS, ( 2) adding to the completeness of tourist facilities with preventive and repressive maintenance for rotten wooden fences or being eaten by termites as well as protection of landslide cliffs with gabions as security measures for visitors.Keywords: Maintenance, Development, Comfort
STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA JOLLONG DI KABUPATEN PATI Remaylian Nurani; Wiludjeng Roessali; Titik Ekowati
Jurnal Pariwisata Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.738 KB) | DOI: 10.31294/par.v7i2.8206

Abstract

ABSTRAK Keberlanjutan bisnis agrowisata perlu dipertahankan dengan menciptakan strategi pengembangan guna mengatasi ketidakpastian jumlah pengunjung. Strategi yang disusun diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan ke Agrowisata Jollong. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan strategi alternatif yang dapat diterapkan dalam pengembangan Agrowisata Jollong. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2019 – Januari 2020 di Agrowisata Jollong dengan metode survei. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive dengan alasan bahwa Agrowisata Jollong menjadi salah satu objek wisata populer di Kabupaten Pati yang menawarkan konsep wisata alam dan edukasi.  Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah 20 pengunjung Agrowisata Jollong, 3 orang perwakilan dari pengelola Agrowisata Jollong, 1 orang perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Pati, 1 orang perwakilan dari PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) IX dan Kepala Desa Sitiluhur, dipilih secara sengaja/purposive berdasarkan pertimbangan bahwa responden sampel penelitian berpengaruh terhadap perkembangan agrowisata dan paham dengan isi kuesioner. Metode analisis yang digunakan yaitu SWOT (Strength, Weakness, Opportunities and Threat). Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa posisi Agrowisata Jollong berada pada kuadran I artinya memiliki posisi internal dan eksternal yang kuat sehingga perlu dipertahankan. Pemilihan alternatif strategi yang dapat diterapkan yaitu strategi S-O (Strength-Opportunities) dengan  menonjolkan konsep back to nature sebagai daya tarik wisatawan dan memanfaatkan dukungan pemerintah dalam membuat jalur penghubung antara lahan Kebun Jollong ke Kebun Jurang guna memudahkan akses kunjungan wisatawan ke Agrowisata Jollong. Kata kunci: agrowisata, Jollong, strategi pengembangan, SWOT ABSTRACT The sustainability of the agro-tourism business needs to be maintained by creating a development strategy to overcome the uncertainty of the number of visitors. The strategy are formulated be expected to increase the number of visits to Jollong Agrotourism. The purpose of the research to make alternative strategies that can be applied in Jollong Agro-Tourism. The study was conducted in December 2019 - January 2020 in Jollong Agro Tourism, using survey method. The location of study was determined purposively based on Jollong Agro-tourism is one of the populer tourist object in Pati Regency that provided of nature and education learning concept. The sample used in the study were 20 visitors to Jollong Agro-Tourism, 3 representatives from management of Jollong Agro Tourism, 1 representative from Pati District Tourism Office, 1 representative from PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) IX and Head of Sitiluhur Village, were chosen purposively based on the consideration that the research sample respondents affected the development of agrotourism and understood contents of questionnaire. Analytical method used is SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threat). SWOT analysis results show that Jollong Agro Tourism position is in quadrant I which means it has a strong internal and external position so it needs to be maintained. Selection of alternative strategies that can be applied is S-O (Strength-Opportunities) strategy by highlighting concept of back to nature as a tourist attraction and utilizing government support in making connecting path between the Kebun Jollong to Kebun Jurang fields to access Jollong Agrotourism easier. Keywords: agrotourism, Jollong, SWOT, the development strategy
DAMPAK SOSIAL BUDAYA PARIWISATA: MASYARAKAT MAJEMUK, KONFLIK DAN INTEGRASI SOSIAL DI YOGYAKARTA Firdaus Yusrizal; Agung Yoga Asmoro
Jurnal Pariwisata Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.284 KB) | DOI: 10.31294/par.v7i2.8559

Abstract

ABSTRAK Pariwisata telah menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu provinsi paling majemuk di Indonesia. Kemajemukan menyimpan bahaya laten, berupa potensi gesekan pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengungkap perkembangan pariwisata di Yogyakarta serta dampak sosial budaya yang mengikutinya dengan fokus kepada faktor yang mendorong terwujudnya integrasi sosial masyarakat Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian terapan social impact ini adalah eksploratori kualitatif, yang dilakukan dalam rentang waktu satu tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi komprehensif, in-depth interview, dokumentasi, komparasi historis, serta didukung data kuantitatif non-reaktif. Selanjutnya, analisa penelitian lebih banyak ditekankan pada analisis literatur yang dilakukan secara deskriptif. Kemajemukan di Yogyakarta ada semenjak dulu, perkembangan pariwisata semakin mempertegas kemajemukan masyarakat. Interaksi sosial yang terjadi  berujung pada konflik sosial atau terciptanya integrasi sosial di masyarakat. Namun nilai kerukunan dan rasa hormat, serta budaya gotong royong ditambah dengan figur positif dari Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X telah mampu memperkecil konflik yang terjadi selama ini. Kata kunci: Dampak Sosial Budaya; Masyarakat Majemuk; Konflik Sosial; Integrasi Sosial; Pariwisata; Yogyakarta ABSTRACT Tourism makes Yogyakarta one of the most diverse provinces in Indonesia. Pluralism holds latent threats in the form of potential animosities in society. This study aims to uncover the tourism development in Yogyakarta and its socio-cultural impact, focusing on factors that encourage the social integration of the people. The method in these applied social impact research is qualitative exploratory, carried out in one year. Data collection is carried out with comprehensive observation, in-depth interviews, documentation, historical comparison, and supported by non-reactive quantitative data. Furthermore, we emphasized the research in the analysis of literature. Pluralism in Yogyakarta has always existed. Tourism development further increased diversity. Social interactions that occur will lead to social conflict or the creation of social integration in society. However, the value of harmony, respect, and cooperation culture, coupled with a definite figure from the King of Yogyakarta, has been able to minimize conflicts in the community. Keywords: Socio-Cultural Impacts; Pluralism; Social conflicts; Social Integration; Tourism; Yogyakarta
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PRAMUWISATA DALAM PERSEPSI WISATAWAN DI MUSEUM LA GALIGO KOTA MAKASSAR Anni Nurinsani; Windra Aini; Suardi Suardi
Jurnal Pariwisata Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.525 KB) | DOI: 10.31294/par.v7i2.8584

Abstract

ABSTRAK Museum La Galigo merupakan salah satu daya tarik wisata yang menarik dikunjungi bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Makassar. Peran pramuwisata menjadi prioritas di kawasan tersebut dalam memberikan pelayanan, karena penilaian wisatawan terhadap suatu destinasi wisata dinilai dari kualitas pelayanan yang diberikan oleh pramuwisata kepada wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap kualitas pelayanan pramuwisata di museum La Galigo Kota Makassar. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan teknik survey, populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang berkunjung ke Museum La Galigo Kota Makassar, analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pramuwisata kepada wisatawan yang berkunjung di Museum La Galigo Kota Makassar termasuk dalam kategori baik. Hal itu dilihat dari 13 pernyataan yang terdapat dalam kuesioner penelitian dan telah di isi oleh 100 responden Kata Kunci: kualitas pelayayan, pramuwisata, persepsi, wisatawan ABSTRACT La Galigo Museum is one of the interesting tourist attractions visited by tourists visiting Makassar City. The role of guides becomes a priority in the region in providing services, because tourist ratings of a tourist destination are judged by the quality of services provided by guides to tourists. This study aims to determine the perception of tourists on the quality of tour guide services at La Galigo museum, Makassar city. This research method is a quantitative method using survey techniques, the population in this study are tourists visiting the La Galigo Museum in Makassar City, data analysis used is descriptive statistical analysis. The results of this study indicate that the quality of tour guide services to tourists visiting the La Galigo Museum in Makassar City is included in both categories. This was seen from the 13 statements contained in the research questionnaire and were filled out by 100 respondents. Keywords: Service quality, Guides, Perceptions, Tourist.
BEBERAPA MASALAH DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA DI INDONESIA Nugroho Sumarjiyanto BM
Jurnal Pariwisata Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.789 KB) | DOI: 10.31294/par.v7i2.8810

Abstract

ABSTRAK Sektor pariwisata di Indonesia saat ini diandalkan sebagai sektor alternatif untuk mendorong perekonomian Indonesia karena dua sektor yang selama ini diandalkan yaitu sektor industri dan sektor pertanian cenderung mengalami stagnasi. Dalam perkembangannya sektor pariwisata di Indonesia menghadapi berbagai masalah. Tujuan penelitian dalam tulisan ini adalah menganalisis sumbangan sektor pariwisata dalam perekonomian Indonesia dan masalah-masalah yang dihadapi sektor pariwisata di Indonesia serta bagaimana solusinya.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis dan kualitatif. Metode pengumpulan data adalah metode dokumentasi dari sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan sumbangan sektor pariwisata terhadap perekonomian Indonesia sangat besar dalam bentuk sumbangannya terhadap PDB, penerimaan devisa,dan penyerapan tenaga kerja. Sedangkan  beberapa masalah yang dihadapi sektor pariwisata di Indonesia: peraturan yang tumpang tindih, kurangnya kualitas SDM,  kurangnya publikasi , belum baiknya infrastruktur, masih kurangnya investasi, kurang diperhatikannya aspek lingkungan hidup, dan kurangnya perhatian pada objek wisata religi. Atas dasar masalah tersebut diusulkan kebijakan untuk mengatasi berbagai masalah tersebut yaitu menghapus tumpang tindih peraturan, peningkatan jumlah SDM yang bersertifikasi, publikasi yang lebih detil, dilanjutkannya pembangunan infrastruktur yang mendukung pariwisata, insentif bagi investor di sektor pariwisata, dan penegakkan hukum yang tegas atas pelanggaran yang menyebabkan rusaknya lingkungan hidup. Bagi penelitian lebih lanjut diusulkan penelitian dengan objek yang lebih detil. Kata Kunci: Sumbangan Sektor Pariwisata, Masalah dan Kebijakan ABSTRACT The tourism sector in Indonesia is currently relied on as an alternative sector to boost the Indonesian economy because the two sectors that have been relied on, namely the industrial sector and the agricultural sector, tend to become stagnant. In its development the tourism sector in Indonesia faces various problems. The research objectives in this paper is to analyze the contribution of the tourism sector to the Indonesian economy and the problems faced by the tourism sector in Indonesia and how to solve them. The research method used is descriptive analytical and qualitative. The data collection method is a method of documentation from secondary sources. The results showed that the tourism sector's contribution to the Indonesian economy is very large in the form of its contribution to GDP, foreign exchange earnings, and employment. Meanwhile, some of the problems faced by the tourism sector in Indonesia are: overlapping regulations, lack of quality human resources, lack of publication, poor infrastructure, lack of investment, lack of attention to environmental aspects, and lack of attention to religious tourism objects. On the basis of these problems, policies are proposed to overcome these various problems, namely eliminating overlapping regulations, increasing the number of certified human resources, more detailed publications, continuing infrastructure development that supports tourism, incentives for investors in the tourism sector, and enforcing strict laws for violations committed. causing damage to the environment. For further research, research with more detailed objects is proposed. Key Words: The contribution of Tourism Sector, Problem and Policy
PENGARUH NILAI HARGA MAKANAN TERHADAP SIKAP TURIS PADA MAKANAN LOKAL SUMATERA BARAT Azmen Kahar; Sharnuke Asrilsyak
Jurnal Pariwisata Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.414 KB) | DOI: 10.31294/par.v8i1.8673

Abstract

ABSTRAKBanyaknya daerah wisata yang ada di Indonesia menyebabkan perlu adanya diferensiasi dalam hal keunikan. Salah satunya adalah kota Padang, salah satu destinasi wisata khusunya pada bidang kuliner. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Nilai Harga Makanan terhadap Sikap Turis Pada Makanan Lokal Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kausatif yang melihat pengaruh variabel bebas yaitu nilai harga makanan terhadap variabel terikat yaitu sikap turis pada makanan lokal padang. Responden dalam penelitian ini adalah turis/wisatawan nusantara yang mengunjungi daerah wisata kota Padang. Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 200 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa Nilai Harga Makanan berpengaruh signifikan terhadap Sikap Turis Pada Makanan Lokal Padang. Kata Kunci: Nilai-nilai Konsumsi (TCV), Nilai Harga Makanan, Sikap Turis Pada Makanan Lokal ABSTRACTThe large number of tourist areas in Indonesia requires differentiation in terms of uniqueness. One of them is the city of Padang, a tourist destination especially in the culinary field. This study aims to analyze the effect of the value of price on tourist attitudes on lokal Padang food. This type of research is a causative study that looks at the influence of independent variables, namely the value of food taste to the dependent variable, namely the attitude of tourists to lokal Padang food. Respondents in this study were tourists / tourists visiting the tourist area of the city of Padang. Determination of the number of samples using a purposive sampling technique of 200 respondents. The data analysis technique used is path analysis. The results showed that the price of food significantly influenced the attitude of tourists in lokal Padang food. Keywords: Theory of Consumption Values (TCV), Price Values, Tourist Attitudes in Lokal Foods
PENGARUH ATRIBUT TUJUAN TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN: STUDI PADA WALKING TOURISM Filda Rahmiati; Ahmad Nur Dani
Jurnal Pariwisata Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Pariwisata
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.371 KB) | DOI: 10.31294/par.v7i2.8728

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kualitas Atribut Tujuan (Aksesibilitas, Atraksi, Fasilitas, Kegiatan, Paket yang Tersedia, Layanan Tambahan) mempengaruhi kepuasan wisatawan pada Walking Tourism atau disebut juga dengan berwisata dengan berjalan kaki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dan sampling non probabilitas dengan purposive sampling. Kuisioner yang terdiri dari 38 pertanyaan dengan skala likert dibagikan kepada 319 responden. Hasil ini menegaskan bahwa Daya Tarik, Kegiatan, dan Fasilitas memiliki pengaruh signifikan parsial terhadap kepuasan wisatawan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa semua atribut tujuan (Aksesibilitas, Daya Tarik, Fasilitas, Kegiatan, Paket yang Tersedia, dan layanan tambahan) memiliki pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap kepuasan wisatawan pada Walking Tourism. Penelitian ini hanya fokus pada satu tujuan wisata yang merupakan tujuan wisata dengan berjalan kaki (Walking Tourism). Walking tourism tidak terbatas pada pengembangan pariwisata juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan mendukung ekonomi pedesaan setempat. Kata Kunci: Atribut Tujuan, Kepuasan Wisatawan, Walking Tourism.  ABSTRACT This research was conducted to determine how the quality of Destination Attributes (Accessibility, Attractions, Amenities, Activities, Available Packages, Ancillary Services) influences on tourist satisfaction on Walking Tourism. This research used a quantitative research method and Non-probability sampling with purposive sampling. Questionnaires consisting of 38 questions with the Likert scale was distributed to 319 respondents. The result affirmed that Attraction, Activities, and Amenities have a partial significant influence towards tourist satisfaction in Dieng Plateau. This study also showed that all destination attributes (Accessibility, Attractions, Amenities, Activities, Available Packages and Ancilliary services) have simultaneously significant influence towards tourist satisfaction on Walking Tourism of Dieng Plateau. This research only focuses on one tourism destination represent walking tourism destination. Walking tourism are not limited to tourism development also contributes to improving the quality of life of communities and support the local rural economy. Keywords: Destination Attributes, Tourist Satisfaction, Walking Tourism

Page 11 of 19 | Total Record : 190