JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
JIME (Journal of Industrial and Manufacturing Engineering) is a journal of scientific work in the Industrial Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Medan Area University which presents research results in the fields of Manufacturing, Ergonomics, and Industrial Management. The accepted journal is expected to be related to increasing productivity and current issue
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER"
:
13 Documents
clear
Penerapan Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam Aktivitas Kerja Coal Hauling di PT. XYZ
Rembulan, Glisina Dwinoor;
Sumakud, Christovel Ridgel Ronaldo
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i2.11352
The implementation of an occupational health and safety (K3) program can be an effort for mining companies to make efforts to prevent accidents in mining work activities such as coal hauling. Based on this, the purpose of this study was to analyze the implementation of K3 (occupational health and safety) on coal hauling activities by PT. XYZ with HAZOP and HIRARC methods. The research was carried out using data collection methods such as interviews, observations, and document studies. Furthermore, the data were analyzed using the HAZOP and HIRARC methods, which are data analysis methods that aim to determine the potential hazards that exist in mining work activities. The results showed that through the HAZOP analysis showed that there were 12 sources of danger in 5 work activities in the Coal hauling section. These 12 hazard sources are divided into 4 hazard categories with 56% high risk, 24% moderate risk, 15% extreme conditions, and 5% low risk. Based on this, it can be seen that the potential hazard by causing work accidents is quite significant. Meanwhile, the HIRARC analysis shows that there are 6 sources of danger with 9 potential work accidents which are divided into 4 categories of hazards as much as 51% high risk 4 potential risks, 21% extreme risk with 1 high value potential risk, 18% low risk with 3 potential risks, and 10% medium risk with 1 potential hazard. This potential and source of danger has and will continue to allow for the occurrence of losses, both material and physical injury to employees.
Analisis Metode Pengendalian Kualitas Produk sebagai Pencegahan Kegagalan Produksi: A Literature Review
Siallagan, Sahala;
Diomen Syahputra Manik
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i2.11403
In the manufacturing industry, quality plays an important role as a criterion for assessing industrial readiness. In the production process, failure to meet product standards often results in defective or damaged products. Therefore, companies should prevent and reduce the number of defective products that do not meet standardization provisions. The purpose of the study is to develop theoretical and practical aspects of the analysis of product quality control methods for product failure prevention. This study is a literature review by means of a library data collection published nationally in the past ten years, especially in Industrial engineering. The results show that the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) method is most frequently used in quality control studies. The FMEA may prevent the failures that arise so that product failures can be reduced, which increases the company's revenue. This method can be compared with other similar studies for further analysis. Combining FMEA with other methods can be considered a novelty that can be utilized to increase the business of both products and services in society, especially in small and medium enterprises.
Penjadwalan Preventive Maintenance pada Mesin Coding Printer (Studi Kasus PT. XYZ)
Attalla, Muhammad Fachrendy Noval;
Albana, Abduh Sayid
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i2.11614
Mesin merupakan salah satu alat utama yang digunakan oleh industri manufaktur. Mesin yang digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama akan mengalami kerusakan atau penurunan performansi. Kerusakan sebuah mesin akan berakibat pada keterlambatan waktu produksi. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan perawatan atau perbaikan pada mesin untuk menghindari keterlambatan tersebut. Salah satu cara perawatan mesin adalah dengan Preventive Maintenance. Preventive Maintenance merupakan sebuah metode untuk menghindari kerusakan tak terduga pada mesin-mesin produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari penjadwalan yang dapat meminimalkan waktu keterlambatan saat proses produksi berlangsung pada mesin coding printer di PT. XYZ. Model penjadwalan ini mempertimbangkan ketersediaan waktu dan teknisi. Model ini menggunakan perhitungan metode empiris dan failure distribution. Model ini menghasilkan keluaran dalam bentuk jadwal. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data-data saat proses pada PT. XYZ. Model penjadwalan ini dapat menjadi referensi jadwal preventive maintenance yang meminimalkan waktu keterlambatan produksi untuk jenis kasus serupa.
Analisis Perbaikan Proses Hauling Material Timbunan dari Quarry ke Lokasi Proyek Konstruksi
Hadiwinata, Hadiwinata;
Iskandarini, Iskandarini;
Meilita Tryana Sembiring;
Alda, Tania
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i2.12153
Penelitian ini dilaksanakan pada proyek konstruksi yang berada di wilayah Sumatera Utara. Proyek ini berfokus pada Pembangunan Bendungan yaitu Main Dam dan Cofferdam sebagai upaya untuk mengendalikan banjir dan pemenuhan kebutuhan air baku di salah satu kota di Sumatera Utara. Proyek pembangunan bendungan ini membutuhkan material timbunan dengan volume yang sangat besar. Siklus hauling material dari quarry menuju bendungan dimulai dengan memuat material di quarry menggunakan excavator. Material tersebut kemudian diangkut menuju bendungan sejauh 18 km menggunakan dump truk. Setelah tiba di area timbunan bendungan, dilakukan proses pembongkaran muatan menggunakan bulldozer. Kondisi di Lokasi proyek menunjukkan bahwa waktu siklus (cycle time) hauling material dari quarry menuju bendungan kemudian kembali ke quarry berfluktuasi. Hal ini juga berdampak terhadap hasil produksi hauling material. Hasil produksi hauling material yang berfluktuasi disebabkan oleh dinamika pada pengerjaan proyek yang disebabkan oleh faktor teknis maupun non teknis sehingga menyebabkan penyelesaian proyek melebihi waktu yang telah direncanakan sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hauling material timbunan dari quarry ke lokasi proyek konstruksi bendungan dan menentukan manajemen operasionalnya. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hauling material timbunan dari quarry ke lokasi proyek konstruksi bendungan sehingga mengakibatkan tidak tercapainya target produksi harian adalah faktor manusia, faktor material, faktor metode, faktor mesin/peralatan dan faktor lingkungan. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, maka manajemen operasional pada hauling material timbunan dari quarry ke lokasi proyek konstruksi bendungan yaitu melakukan pengawasan secara intens terhadap jadwal kegiatan proyek, membuat metode kerja yang sesuai dengan keadaan di lokasi proyek, menjalin komunikasi dan koordinasi secara terstruktur, melakukan perawatan terhadap alat berat secara teratur, pelatihan dan evaluasi secara rutin, dan membuat SOP yang jelas untuk setiap tahapan pengerjaan di lokasi proyek konstruksi bendungan.
Penurunan Kadar Ammonia dari Air Limbah Industri Menggunakan Jet Bubble Column dengan Solvent KOH
Wan Qori Sri Maulani;
Muhammad Zaman;
Muhammad Yerizam
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i2.12490
Ammonia merupakan salah satu senyawa yang dihasilkan dari proses industri pembuatan pupuk urea yang bersifat toksik dan berbahaya. Ammonia yang terkandung dalam air limbah dapat berdampak besar terhadap lingkungan dan sekitarnya jika langsung dibuang tanpa pengolahan yang baik terlebih dahulu. Oleh karena itu, diperlukan adanya teknik pengolahan limbah yang menjadi bagian penting untuk menjaga kelestarian lingkungan. Jet Bubble Column merupakan salah satu metode yang dapat diterapkan untuk penurunan kadar ammonia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung koefisien perpindahan massa dan efisiensi untuk mengurangi kadar ammonia dalam air limbah industri melalui penggunaan udara stripping. Pada penelitian ini akan dilihat pengaruh dari variabel yang akan divariasikan, seperti laju alir udara (6-20 L/menit) dan temperatur (35°C dan 50°C). Kadar ammonia akan dianalisis menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis dengan reagen Nessler dan panjang gelombang 460 nm. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan laju alir udara, temperatur, dan waktu stripping memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai koefisien perpindahan massa dan efisiensi penurunan ammonia. Nilai koefisien perpindahan massa (KLa) terbaik diperoleh pada kondisi Qg = 20 L/menit dan T = 50°C yaitu sebesar 0,936 jam-1 dengan efisiensi sebesar 64,58%.
Pengendalian Bahan Baku dengan Metode Material Requirement Planning (MRP) Produk Tas pada UKM Wira Bag’s Productions
Marwan, Marwan;
Ismail, Ismail;
Ahmad Reza Pratama
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i2.12773
Dalam dunia industri, efisiensi dan efektivitas memiliki hubungan yang sangat erat dengan produktivitas usaha kecil menengah (UKM). Untuk memenangkan persaingan di antara sektor UKM, beberapa faktor yang menentukan antara lain adalah kualitas, harga, dan pelayanan. UKM dituntut untuk meningkatkan daya saing mereka dengan cara meningkatkan kualitas produk yang ditawarkan dengan biaya yang seefisien mungkin. Oleh karena itu, UKM harus mampu mengatur desain proses bisnis dan sumber daya mereka secara optimal agar bisa bersaing dengan UKM lainnya. Selain itu, kemajuan teknologi informasi memberikan peluang besar untuk melakukan inovasi dalam proses bisnis dan aktivitas produksi, serta memudahkan pemasaran.
Optimalisasi Proses Produksi Kemeja Lengan Pendek Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing dan Kaizen
Alditama, Rizky;
Apriani, Ratna Agil;
Kirana, Nabila Lintang;
Basuki, Demas Emirbuwono
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i2.12867
Perkembangan industri kini semakin pesat ditandai dengan perkembangan Industri 4.0. Globalisasi dan liberalisasi ekonomi juga turut meningkatkan persaingan perusahaan di berbagai aspek industri. Kerja Praktik merupakan salah satu syarat kelulusan S1 Teknik Industri Universitas Islam Indonesia, sekaligus dapat dijadikan media untuk mahasiswa mengimplementasikan ilmu Industri di dunia kerja secara langsung sehingga dapat membantu perkembangan perusahaan. CV. Jodion Unggul Perkasa adalah perusahaan yang bergerak di industri garmen. Salah satu produk yang dihasilkan adalah kemeja casual lengan pendek brand Tom Tailor yang sudah diproduksi sejak November 2021 – Maret 2022. Permintaan dan target produksi harian perusahaan termasuk tinggi, tetapi target tersebut tidak diimbangi dengan performa produksi yang baik. Departemen cutting dan sewing merupakan dua stasiun kerja yang memiliki aktivitas paling banyak tetapi terdapat banyak kekurangan yang menyebabkan adanya pemborosan. Jenis pemborosan yang paling banyak terjadi adalah waiting dan overproduction dimana mencapai sekitar 250 unit pemborosan. Berdasarkan permasalaham tersebut dilakukanlah analisis pemborosan dan saran perbaikan menggunakan prinsip lean manufacturing dan kaizen. Didapatkan hasil perubahan dari metode VALSAT khususnya melalui Process Activity Mapping tool dimana total waktu produksi awal seesar 301.12 detik dengan masih adanya beberapa aktivitas tidak penting, kemudian diberi saran perbaikan berupa eliminasi dan pengurangan durasi di aktivitas tertentu sehingga berubah menjadi 253,713 detik.
Analisis Motion and Time Study pada Proses Produksi Briket Tempurung Kelapa
Ngizudin, Risal;
Harmoko, Harmoko;
Ahmad Syauqi Naja
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i2.12923
Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis dan memahami gerakan manusia serta waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan proses pembuatan briket. Aktivitas gerakan yang dilakukan harus efektif dan waktu proses setiap kegiatan harus dibuat standar agar waktu produksi dapat mudah diatur dan ditemukan sistem kerja terbaik atau efisien. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu metode Motion and Time Study yaitu metode yang berguna untuk mengevaluasi gerakan produksi briket dengan mengelompokkan dan menemukan efisiensi dari gerakan tersebut. Selain mengidentifikasi juga mencari waktu baku dari sebuah proses sehingga waktu dapat terstandarisasi. Hasil dari penelitian waktu siklus untuk pembuatan briket adalah 171,70 menit. Dengan rata-rata waktu proses paling lama adalah proses pengeringan briket dengan waktu rata-rata 120,70 menit.Waktu normal pembuatan briket dengan mempertinbangkan rating factor adalah 212,88 menit.Waktu baku/waktu standar pembuatan briket adalah 304,42 menit. Berdasarkan peta tangan kanan, tangan kanan digunakan secara dominan untuk mengambil adonan briket dan mengarahkan kedalam cetakan total waktu mengarahkan adonan kedalam cetakan adalah 146 detik. Sedangkan menurut peta tangan kiri disimpulkan bahwa tangan kiri lebih dominan digunakan untuk memegang cetakan dengan total waktu adalah 200 detik dan menganggur selama 15 detik.
Pengukuran Tingkat Kebisingan dan Pencahayaan pada Lingkungan Kerja pada PT X di Kota Ambon
Rizky Dwi Putra Malan;
Rasyid, Mentari;
Aminah Soleman
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i2.12981
Pencahayaan dan kebisingan merupakan bagian dalam pengukuran kinerja fisik terhadap pegawai. Untuk mendapatkan kinerja dan kenyaman dalam bekerja pencahayaan dan kebisingan harus disesuaikan sehingga pekerja dapat bekerja dengan maksimal. Salah satu komponen bahaya fisik yang paling umum di lingkungan kerja adalah kebisingan. Kebisingan merupakan suatu hal yang paling tidak dikehendaki oleh telinga, karena bunyi dari kebisingan merupakan suara yang berkelanjutan atau impulsif yang dapat mengakibatkan kerusakan pada telingan, dengan pemaparan yang tidak sesuai dengan standart yang berlaku tentu akan mempercepat kerusakan kerusakan pada sistem pendengaran. Selain kebisingan, pencahayaan juga memegang peranan penting sebagai prioritas saat bekerja. Tingkat pencahayaan yang tidak mencukupi atau lebih akan berdampak terhadap lelahnya syaraf penglihatan, sehingga dapat menurunkan kualitas pekerja. Pengukuran pencahayaan dan kebisingan dilakukan pada PT X dan dilakukan rekomendasi perbaikan workstation dilingkungan kerja tersebut.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa, Harga dan Fasilitas terhadap Kepuasan Pelanggan di PT Semenanjung Televisi Kabel
Trisna Mesra;
Hanifatul Rahmi;
M. Syahreza;
Melliana, Melliana
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jime.v8i2.13134
Customer satisfaction is the most crucial thing in the service business, so business owners need to pay attention to every aspect in increasing customer satisfaction. Customer satisfaction is the level of consumer feelings after comparing what they receive and their expectations. Satisfied consumers will be loyal longer, less sensitive to price and give good comments about the company. Based on these problems, it was done to find out whether the quality of service, price and facilities have a positive and significant effect on customer satisfaction at Semenanjung Cable Television. The data collection technique was through a questionnaire distributed to 147 respondents who were customers of Peninsula Cable Television. The method used in this study was Partial Least Square (PLS) with the help of SmartPLS software for data processing. The results showed that the service quality variable with a regression coefficient value of 0.125 did not have a significant effect on customer satisfaction. The Price variable with a regression coefficient value of 0.391 had a significant effect on customer satisfaction and the facility variable with a regression coefficient value of 0.382 had a significant effect on customer satisfaction. The service quality variable with a regression coefficient value of 0.4 has a significant effect on price and the facility variable with a regression coefficient value of 0.367 has a significant effect on price. From these results it can be concluded that the service quality variable has a positive but not significant effect on Customer Satisfaction at Semenanjung Cable Television. The price variable has a positive and significant effect on customer satisfaction at Peninsula Cable Television. The facility variable has a positive and significant effect on customer satisfaction at Semenanjung Cable Television.