cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JURNAL WALENNAE
ISSN : 14110571     EISSN : 2580121X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Walennae’s name was taken from the oldest river, archaeologically, which had flowed most of ancient life even today in South Sulawesi. Walennae Journal is published by Balai Arkeologi Sulawesi Selatan as a way of publication and information on research results in the archaeology and related sciences. This journal is intended for the development of science as a reference that can be accessed by researchers, students, and the general public.
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
“ARAJANNA SOPPENG” MENURUT CERITA RAKYAT Hary Sumange
WalennaE Vol 4 No 1 (2001)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2199.564 KB) | DOI: 10.24832/wln.v4i1.120

Abstract

Apparently arajang has been inadequately interpreted. Arajang which refers to ornaments or regalia are misleading, since Bugis ancestors had interpreted it as small kingdom. It was Arajang which possessed power, as Tomanurung representation after its vanished (mallajang). Arung Bila, Tomanurung replacement, was arajang task officers. King and his people contract within constitutional monarchy governmental sys­tem of Soppeng Kingdom were known with the term mallamungmpatu. The system was based on the princi­pal belief: mangle passing, massongmpawo or to unite lower inspirations with upper policies.
PEMUKIMAN KUNA CENRANA, BONE: BEBERAPA ASPEK DATA SEJARAH-SOSIAL BUGIS M. Irfan Mahmud
WalennaE Vol 3 No 2 (2000)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5438.61 KB) | DOI: 10.24832/wln.v3i2.103

Abstract

Situs Cenrana merupakan zona penting di pesisir selatan Sulawesi, baik ditinjau dari struktur geografis maupun tatanan sosial budaya dan politik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi klauster atau satuan-satuan ruang pada situs Pemukiman kuna Cenrana. Berdasarkan hasil penelusuran pustaka dan observasi lapangan, diperoleh gambaran tentang bentuk-bentuk pembagian ruang atau klaster di situs Pemukiman kuna Cenrana, seperti klauster produksi berada di sebelah barat dan timur istana, produksi strategis berada di sebelah  barat dan di sebelah timur terdapat produksi pertanian.
KOMPLEKS MEGALITIK SEWO, SOPPENG: TINJAUAN AWAL TERHADAP PERIODISASI DAN INTERPRETASI Citra Andari
WalennaE Vol 9 No 2 (2006)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3943.939 KB) | DOI: 10.24832/wln.v9i2.184

Abstract

Bangunan megalitik ditemukan tersebar luas hampir diseluruh kepulauan Indoonesia, salah satunya dapat disaksilakan pada situs Sewo, Soppeng. Situs Sewo telah banyak diungkap yang sifatnya deskriptif, maka kali ini penelitian akan mengungkap mengenai periodesasi dan fungsi dari situs Sewo, yang bertujuan untuk menggambarkan periodesasi dan fungsi situs megalitik Sewo, Soppeng. Metode yang digunakan yaitu melakukan suatu perbandingan dengan situs megalitik yang masih berlanjut berdasarkan gejalan aktivitas masyarakat maupun pola penempatan megalitnya melalui studi etnoarkeologi serta melakukan ekskavasi untuk menghimpun data yang diperlukan kemudian memberikan hipotesa sebagai kesimpulan. Hasil yang diperoleh bahwa situs Sewo sebagai tempat suci yang berfungsi sebagai tempat pemujaan dan sebagai tempat pelantikan seorang pemimpin yang terlihat dari pola penempatannya.
INDUSTRI MAKAM ISLAM DI ALLEKUANG, SIDENRENG RAPPANG, KASUS TEKNOLOGI KUBUR A. Fatmawati Umar
WalennaE Vol 2 No 1 (1999)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2561.668 KB) | DOI: 10.24832/wln.v2i1.69

Abstract

Penelitian ini memberikan gambaran tentang industri teknologi makam islam di desa Allekkuang kabupaten sidenreng Rappang. Tradisi pembuatan nisan-nisan kubur di Allekkuang memperlihatkan adanya satu mata rantai yang menghubungkan budaya masyarakat masa lampau dengan budaya islam. Produk-produk nisan di Allekkuang memeiliki kesamaan pada beberapa kompleks makam kuna si sulawesi selatan baik dari tipe maupun motif hias nisan.
PEMANFAATAN SITUS GUA SEBAGAI STRATEGI ADAPTASI MANUSIA PRASEJARAN DI MAROS, SULAWESI SELATAN nfn Hasanuddin
WalennaE Vol 5 No 2 (2002)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1706.591 KB) | DOI: 10.24832/wln.v5i2.152

Abstract

Wilayah Maros memiliki bukti peninggalan kehidupan masa lalu. Peninggalan tersebut menjasi suatu indikasi bahwa gua-gua daerah Maros umumnya pernah dihuni oleh manusia pendukung khususnya masa berburu tingkat lanjut. Melihat situasi ini, mereka memanfaatkan sumberdaya alam yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi adaptasi manusia prasejarah di Maros. Metode digunakan berupa pengumpulan data pustaka yang mencoba menerapkan konsep antropologi dalam menginterpretasi data arkeologi. Hasil yang diperoleh bahwa gua sebagai hunian memberikan tempat yang nyaman dan perlindungan diri terhadap perubahan iklim. Manusia prasejarah juga mengembangkan kearifan tersendiri dalam menghadapi alam. Tindakan manusia yang memilih tempat hunian, disadari atau tidak telah mengubah ekosistem gua menjadi  ekosistem buatan, perubahan ini disebabkan oleh kegiatan manusia itu sendiri.
ERONG: SALAH SATU BENTUK WADAH KUBUR DI TANA TORAJA SULAWESI SELATAN Bernadeta AKW
WalennaE Vol 13 No 2 (2011)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5713.716 KB) | DOI: 10.24832/wln.v13i2.262

Abstract

Penelitian yang dilakukan dengan metode survei menghasilkan sejumlah data mengenai distribusi wadah penguburan (erong) di wilayah budaya Enrekang Toraja. Erong sebagai wadah berfungsi untuk menempatkan mayat di dalamnya, yang secara implisit juga akan memberikan pengaruh yang kuat pada wadah pengguna dalam mencapai tujuan utamanya, kebahagiaan dalam alam roh untuk orang mati dan kesejahteraan bagi keluarga yang masih hidup. Tana Toraja sebagai daerah budaya, dapat dilihat dari berbagai bentuk warisan material dan juga kebiasaan dan tradisi yang menyertainya masih berlanjut hingga sekarang. Sejumlah situs penguburan gua yang diteliti menunjukkan bahwa erat hubungan antara budaya erong atau duni di Enrekang dan Toraja. Secara geografis, kedua daerah tersebut masih merupakan kesatuan wilayah budaya yang sama, sehingga Toraja dijadikan sebagai areal studi etnoarkeologi. Budaya itu diperkirakan berkembang sebelum Islam diterima secara universal di Sulawesi Selatan.Research using survey method produces some data related to the distribution of burial case (erong) and culture in culture area of Enrekang Toraja. Erong as a case has function to put the human corpse buried inside it. Implicitly it also gives strong influence in order to obtain its main purpose which is to have a happy life in afterlife world and welfare for the living family. Tana Toraja has cultural area which can be seen on various form of heritage materials, habits, and traditions. Those heritage materials still present row on. Some researched cave burial sites show close relationship or erong culture or duni in Enrekang and Toraja. Geographically, these two area are still in the same cultural area, show that Toraja becomes the area for etnoarchaeological study. The development of this culture was estimated before Islam come in universally in South Sulawesi.
ANALISIS TEKNOLOGI LABORATORIS GERABAH SITUS GUAN RAMMANG-RAMMANG, MAROS, SULAWESI SELATAN M. Fadhlan S. Intan
WalennaE Vol 5 No 1 (2002)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2353.081 KB) | DOI: 10.24832/wln.v5i1.143

Abstract

Penelitian yang dilakukan berfokus pada gerabah, dimana gerabah merupakan tinggalan yang cukup memegang peranan penting dalam kehidupan. Sampel gerabah yang akan diteliti berasal dari situs gua rammang-rammang, maros. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan uraian mendalamlam campuran bahan gerabah. Metode yang digunakan menggunakan analisis laboratoris, analisis teknologi melalui fisik dan kimia. Hasil yang diperoleh bahwa kenampakan  warna gerabah disebabkan adanya mineral piroksen pada bahan baku. Bahan baku utama dan bahan tambahan berasal dari jenis lanau pasiran. Berdasarkan kandungan mineral dan non mineral, maka baik bahan baku dan bahan tambahan berasal dari satu lokasi yang sama.
KONFLIK KEPENTINGAN DALAM REVITALISASI LAPANGAN KAREBOSI Basran Burhan
WalennaE Vol 12 No 1 (2010)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2144.871 KB) | DOI: 10.24832/wln.v12i1.229

Abstract

City as center of agglomeration is an important parameter to measure the growth of a region. The completion of facilities and infrastructure will invite people to stay. So that, the annual population growth become unaviodable. By the growth of population, the public utility and settlement requirement also progressively increase which also implicatese on wider land re­quirement level. Karebosi's Revitalization Project as the answer of Makassar's City Government on society's the need on facilities, in its implementation apparently ignore contained historical points at in it. Since its early development on 16th October 2007, have evoked conflicts of a variety the interested parties. Makassar's City Government who give management rights to PT. Tosan Permai up to 30 year gets lampooning of a variety party, such from the public, academician, NGOs, Cultural Concerned Institution (Provincial Beurau of Tourism and BPPP) and environment observer. This writing tries to see Karebosi as one place which have historical point but haven't gotten law protection corresponds to that affixed on Law No. 5 years 1992 about Cultural Pledge Object.Kota sebagai pusat aglomerasi adalah parameter penting untuk mengukur pertumbuhan suatu daerah. Selesainya fasilitas dan infrastruktur akan mengundang orang untuk berkunjung. Dengan demikian, pertumbuhan populasi tahunan menjadi tidak dapat diubah. Dengan pertumbuhan populasi, kebutuhan utilitas publik dan pemukiman juga semakin meningkat yang juga berimplikasi pada tingkat permintaan lahan yang lebih luas. Proyek Revitalisasi Karebosi sebagai jawaban Pemerintah Kota Makassar tentang kebutuhan masyarakat akan fasilitas, dalam implementasinya nampaknya mengabaikan poin sejarah yang terkandung di dalamnya. Sejak awal pengembangannya pada 16 Oktober 2007, telah menimbulkan konflik dari berbagai pihak yang berkepentingan. Pemerintah Kota Makassar yang memberikan hak pengelolaan kepada PT. Tosan Permai hingga 30 tahun mendapatkan lamponing dari berbagai pihak, seperti dari publik, akademisi, LSM, Lembaga Peduli Budaya (Beurau Pariwisata dan BPPP) dan pengamat lingkungan. Tulisan ini mencoba melihat Karebosi sebagai salah satu tempat yang memiliki titik sejarah tetapi belum mendapatkan perlindungan hukum sesuai dengan yang tercantum pada UU No. 5 tahun 1992 tentang Objek Sumpah Budaya.
SURVEY OF PRE-ISLAMIC HISTORICAL SITES IN LUWU, SOUTH SULAWESI David Bulbeck; Bagyo Prasetyo
WalennaE Vol 1 No 1 (1998)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5786.691 KB) | DOI: 10.24832/wln.v1i1.301

Abstract

No Abstract
NASKAH KUNO DARI KESULTANAN BUTON, SULAWESI TENGGARA: IDENTIFIKASI AWAL nfn Muhaeminah; nfn Sarjiyanto
WalennaE Vol 1 No 1 (1998)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3873.186 KB) | DOI: 10.24832/wln.v1i1.303

Abstract

Tulisan ini mencoba menyajikan hasil penelitian awal dengan memfokuskan perhatian pada potensi tinggalan naskah dari kesultanan Buton, dengan mengidentifikasinya berdasarkan aspek fisik dan kandungan teksnya secara umum. Adapun metode yang digunakan yaitu observasi berupa deskripsi naskah. Dari hasil kajian terhadap beberapa naskah kuno islam dari kesultanan Buton, secara umum dapat di identifikasi bahwa naskah-naskah tersebut berisi do’a, syair, jimat, mantra dan ajaran-ajaran agama dimana dari analisis terhadap atribut fikik dapat diketahui kronologi relatif, sumber kertas naskah, tempat produksi kertas naskah dan kontak-kontak budaya yang pernah terjadi terkait naskah tersebut antara Kesultanan Buton dengan dunia luar.