cover
Contact Name
Anggi
Contact Email
tiasenja91@gmail.com
Phone
+6281215055579
Journal Mail Official
tiasenja91@gmail.com
Editorial Address
Universitas Padjajaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PRofesi Humas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : DOI jurnal: https://doi.org/10.24198/prh
PRofesi Humas published by LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. ISSN 2528-6927 (printed), ISSN 2541-3678 (Online). Incorporate with IPRAHUMAS. PRofesi Humas publish selected paper under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Publishes twice a year. PRofesi Humas provide an open access to public for reading abstract and full papers. PRofesi Humas focused on Public Relations studies. Each edition. PRofesi Humas received manuscripts that had focus on the following issues below with interdisciplinary and multidisciplinary approach. Every article that goes to the chief editorial will be send to section editor through Initial Review processes. Then, the articles will be sent to the peer reviewers to get Double Blind Peer Review Process. Then, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take few months. In the each manuscript, peer reviewer will be rated from the substantial and technical aspects. The peer reviews have expertise in Political Public Relations, Public Relations Management, Public Relations Crisis, Public Relations and Publics, Public Relations Audit, Marketing Public Relations, Corporate Social Responsibility (CSR), and Human Relations. They were also experienced in the prestigious journal management and publication that was spread around the national and abroad. Jurnal PRofesi Humas accredited by Kemenristekdikti RI (Sinta 2) based on SK No. 10/E/KPT/2019
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 133 Documents
City Branding Sawahlunto Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya Melalui Event Sawahlunto International Songket Carnival (Sisca) 2016 Nurkhalila Fajrini; Iriana Bakti; Evi Novianti
PRofesi Humas Vol 2, No 2 (2018): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.683 KB) | DOI: 10.24198/prh.v2i2.12861

Abstract

Songket Silungkang merupakan produk andalan hasil kerajinan masyarakat kota Sawahlunto. Sejarah songket dan sejarah tambang memperkuat city branding Sawahlunto dalam mewujudkan visi “Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya” yang tertuang dalam Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2001 pada event SISCa. Pada SISCa 2016, transformasi Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya direalisasikan melalui konsep dan desain penampilan peserta karnaval. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan dan latar belakang penyelenggara menjadikan Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa) 2016 dalam city branding Sawahlunto Kota Wisata Tambang yang Berbudaya, pemahaman penyelenggara terkait SISCa 2016 dan tindakan komunikasi yang dilakukan penyelenggara SISCa 2016 dalam rangka city branding Sawahlunto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teori konstruksi sosial atas realitas dan konsep city branding menjadi landasan dalam membahas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan penyelenggara menjadikan SISCa 2016 dalam city branding Sawahlunto adalah adanya keterkaitan dampak yang ditimbulkan dari SISCa 2016 tersebut yakni, dampak ekonomi dan dampak pariwisata. Pemahaman penyelenggara SISCa 2016 terkait city branding kota Sawahlunto tertuang dalam Misi SISCa 2016 sebagai bentuk transformasi visi kota dengan mengangkat konsep wisata tambang. Tindakan komunikasi yang dilakukan penyelenggara melalui tiga tahapan komunikasi, yakni (1) komunikasi tahap awal SISCa antara pemerintah dengan pihak internal dan eksternal, (2) komunikasi saat berlangsungnya SISCa 2016 secara verbal dan non verbal, dan (3) komunikasi pasca SISCa 2016 dilakukan untuk menjalin hubungan baik dalam persiapan SISCa selanjutnya. Dengan demikian, penyelenggaraan SISCa 2016 dianggap sebagai salah satu bentuk promosi daerah sebagai perwujudan visi kota Sawahlunto.
Urban toys komunikasi visual sebagai citra intermix tradisional dan budaya populer Rani Chandra Oktaviani
PRofesi Humas Vol 4, No 1 (2019): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.437 KB) | DOI: 10.24198/prh.v4i1.18757

Abstract

Urban toys, khususnya di Indonesia semakin berkembang, terpaan urban toys sebagai karya populer dinilai akan mengikis unsur budaya tradisional. Sebelumnya “Toys” hanya diartikan sebagai mainan yang diproduksi untuk mainan anak, namun pada tahun 90an hingga 2000 awal, muncul toys movement, dimana mainan bukan hanya sekedar menyodorkan keunikan bentuk, namun memiliki konsep dan gagasan yang berusaha dikomunikasikan oleh designer/artis kepada khalayak. Artis Indonesia juga mulai menaruh muatan tradisional kedalam karya urban toys mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi, model komunikasi, aspek dominan dan identifikasi komunikasi visual literasi artis urban toys di Indonesia. Penelitian ini mengangkat teori literasi visual, konsep komunikasi visual, dengan metodologi penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Narasumber penelitian ini adalah beberapa designer toys Indonesia yang telah ditentukan secara spesifik berkaitan dengan fokus penelitian. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan diantaranya urban toys dalam komunikasi visual memiliki fungsi visualisasi karya seni, kritik sosial, aspirasi politik lokal, hingga pesan budaya tradisional. Terdapat dua model komunikasi artis dalam membuat urban toys yaitu melalui proses original dan customize. Aspek komunikasi visual lebih dominan pada mediated message, yakni urban toys sebagai media perantara dalam penyampaian pesan budaya Indonesia. Literasi komunikasi visual artis Indonesia diidentifikasi pada advance level. Jika dikaitkan dengan kompetensi artis, maka fokus berada pada penerapan beberapa aspek yaitu adanya proses konstruksi, kemampuan menggambarkan visualisasi tiga dimensi, produksi original konseptualiasi, dan produksi konsep mix communication. Simpulan penelitian ini menekankan pada implikasi teoretis yang menunjukan bahwa urban toys dengan konsep budaya populer yang dinilai dapat melunturkan budaya tradisional, dapat dikombinasikan dengan konsep dan pesan tradisional.
MANAJEMEN SPECIAL EVENT AJB BUMIPUTERA 1912 BANDUNG MELALUI CUSTOMER GATHERING Chintia Melva Cahaya L. Tobing; Susie Perbawasari; Lukiati Komala Erdinaya
PRofesi Humas Vol 2, No 1 (2017): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.97 KB) | DOI: 10.24198/prh.v2i1.9881

Abstract

Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 merupakan salah satu perusahaan asuransi di Indonesia yang sudah berdiri lebih dari seratus tahun. Di tengah goncangan ekonomi, AJB Bumiputera 1912 tetap berjalan stabil. Hal ini tidak lepas dari kepercayaan pelanggan yang tetap loyal menjadi mitra AJB Bumiputera, serta upaya dari perusahaan dalam membangun hubungan baik dengan pelanggan, karena bagi perusahaan pelanggan merupakan hal utama. Untuk mempertahankan hubungan baik tersebut, AJB Bumiputera 1912 Bandung memutuskan untuk mempertahankan loyalitas pelanggannya dengan mengadakan special event customer gathering di Kantor Wilayah Bandung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen special event customer gathering AJB Bumiputera 1912 Bandung di Soreang dalam mempertahankan loyalitas pelanggan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan jenis penyajian data kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi partisipan aktif, dan studi kepustakaan, dengan teknik pengumpulan key informant purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen special event AJB Bumiputera 1912 Bandung melalui customer gathering di Soreang dilakukan dengan riset informal melalui focus group discussion (FGD). Hasil riset menyatakan bahwa calon peserta yang akan diundang adalah para pejabat sesuai kriteria produk menjadi indikator loyalitas dan konsep acara semiformal. Desain acara dilakukan dengan pemilihan tema elegan, mewah, dan semiformal. 
Emergency Response Plan Garuda Indonesia Gian Prima Yogi; Yanti Setianti; Aat Ruchiat Nugraha
PRofesi Humas Vol 1, No 1 (2016): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.862 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i1.8537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang, proses implementasi, dan pemahaman manajemen terhadap Emergency Response Plan dalam penanganan krisis Garuda Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan Teori Reputasi. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang dibentuknya Emergency Response Plan adalah bisnis Garuda Indonesia yang sangat rentan terhadap krisis sehingga diperlukan manual penanganan krisis yang ditetapkan oleh perusahaan. Implementasinya adalah setiap karyawan Garuda Indonesia yang tergabung dalam Emergency Response Plan sudah mengetahui tugasnya masing-masing pada saat terjadi krisis, unit Corporate Communications secara garis besar bertugas untuk menjaga arus informasi tentang krisis yang terjadi kepada media massa dan keluarga penumpang. Pemahaman manajemen Garuda Indonesia terhadap Emergency Response Plan ditunjukkan dengan pemahaman karyawan terhadap tugas yang harus dilakukan setiap orang pada saat terjadi krisis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari latar belakang, implementasi, dan pemahaman manajemen diperoleh fakta bahwa pelaksanaan Emergency Response Plan di Garuda Indonesia ini merupakan sistem yang sangat vital dalam menjaga kelancaran kegiatan bisnis Garuda Indonesia agar selalu dapat mengatasi krisis dengan baik.
Konstruksi Citra Anggota Komunitas Virtual pada Bigo Live Aftri Mardianti Fitria; Arie Prasetio
PRofesi Humas Vol 3, No 2 (2019): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.723 KB) | DOI: 10.24198/prh.v3i2.12918

Abstract

Media sosial terus berkembang membuat interaksi di ruang siber semakin terasa nyata dengan perkembangan fitur yang disediakan oleh media sosial. Bigo Live merupakan media sosial yang muncul di Indonesia pada tanggal 1 Juni 2016 dengan konten live video streaming. Media sosial ini menjadi lebih banyak diminati karena penggunanya dapat mendapatkan penghasilan dari melakukan live. Interaksi sosial yang terjadi di Bigo Live memunculkan fenomena terbentuknya komunitas virtual, salah satunya adalah komunitas virtual KCM (Keluarga Cemara). Jenis penelitian ini menggunakan metode etnografi virtual dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi yang dilakukan secara online maupun offline. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang yang terdiri dari lima anggota KCM dan satu orang konsultan media digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana motif, interaksi sosial, dan proses pengelolaan kesan dalam komunitas virtual berdasarkan interaksi sosial yang dilakukan oleh pengguna media sosial Bigo Live. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana motif pengguna Bigo Live yaitu ingin mencapai nilai sosial, nilai psikologis, dan nilai material. Interaksi sosial yang terjadi dalam komunitas virtual KCM di Bigo Live di dasari oleh faktor imitasi, faktor sugesti, dan faktor simpati di mana menghasilkan berbagai simbol yang dimaknai bersama sehingga menjadi dasar dalam melakukan interaksi sosial di Bigo Live yang membentuk citra anggota KCM. Tidak hanya itu, terdapat berbagai varietas bahasa yang muncul baik yang berasal dari perangkat maupun dari interaksi sosial yang terjadi di Bigo Live.
Mediated relationship: menakar hubungan organisasi-publik dalam akun Instagram resmi perusahaan telekomunikasi Syaifa Tania
PRofesi Humas Vol 5, No 1 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.768 KB) | DOI: 10.24198/prh.v5i1.24703

Abstract

Orientasi utama dalam praktik komunikasi korporat adalah kemampuan humas untuk mengelola hubungan organisasi dan publik yang efektif. Selaras dengan peran humas untuk menjalankan fungsi komunikasi publik yang bersifat simetris dua arah, kehadiran media baru dianggap sebagai media komunikasi yang potensial untuk mewujudkan fungsi tersebut. Seiring dengan perkembangan tren media baru, Instagram menjadi salah satu media komunikasi yang banyak digunakan organisasi. Meskipun demikian, sebagai platform media sosial berbasis visual, Instagram belum sepenuhnya mampu dipraktikkan untuk membangun relasi dialogis antara organisasi dan publik. Studi ini berupaya menakar hubungan organisasi dan publik yang ditampilkan di tiga akun Instagram resmi perusahaan penyedia jasa telekomunikasi seluler Indonesia. Metode yang diterapkan dalam studi ini adalah analisis isi kuantitatif dengan menggunakan empat dimensi hubungan dan dua bentuk luaran hubungan sebagai kerangka konseptualnya. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan persepsi antara organisasi dan publik dalam memaknai Instagram sebagai media komunikasi korporat. Organisasi cenderung menggunakan Instagram sebagai media pembentuk citra, sementara publik memosisikan Instagram sebagai media pelayanan keluhan konsumen seperti kanal lainnya. Secara umum, tarikan atas simpulan utama menunjukkan bahwa tidak ada formula tunggal dalam praktik penggunaan media sosial di antara organisasi. Meskipun ketiga organisasi bergerak di bidang industri yang sama, namun hal tersebut tidak serta merta membuat ketiganya menerapkan pola serupa dalam memanfaatkan media sosial sebagai kanal komunikasi untuk menjalin hubungan organisasi dan publik.
Penggunaan Akun Instagram Sebagai Media Informasi Wisata Kuliner Difa Nurhasna Ayutiani; Berlian Primadani Satria Putri
PRofesi Humas Vol 3, No 1 (2018): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.74 KB) | DOI: 10.24198/prh.v3i1.11683

Abstract

Penelitian yang berjudul ‘Penggunaan Akun Instagram sebagai Media Informasi Wisata Kuliner (Studi Virtual Etnografi pada Followers Akun @Kulinerbandung)’ bertujuan untuk Mengetahui penggunaan akun Instagram @Kulinerbandung oleh followers-nya dalam menjadikan akun tersebut sebagai informasi kuliner berdasarkan respons kognitif, afektif dan behavioral menurut Steven M. Chaffee. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode yang dilakukan adalah virtual etnografi. Kajian virtual etnografi ini adalah sebuah pola pendekatan penelitian terhadap internet yang dilakukan tergantung bagaimana individu itu menanggapinya. Budaya yang terdapat didalam sebuah internet bisa di perluas dengan menggunakan perspektif etnografi melalui konstusi teknologi dalam konteks fenomena sosial budaya yang terkandung di dalamnya. Fokus penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana hasil atau perubahan respons kognitif, afektif dan behavioral dalam penggunaan akun Instagram @Kulinerbandung oleh followers-nya. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara offline dan online secara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah adanya perubahan dalam respons kognitif yaitu followers mendapatkan informasi dan manfaat yang didapatkan dari akun @Kulinerbandung. Setelah mendapatkan informasi dan manfaat, followers juga mengalami respons afektif yaitu adanya perubahan emosi atau perasaan setelah melihat postingan akun @Kulinerbandung, setelah merasakan respons afektif, munculah sebuah respons behavioral yaitu adanya tindakan berwisata kuliner, dan memberikan informasi kembali setelah melihat postingan akun @Kulinerbandung.
Strategi brand activation Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah di masa pandemi COVID-19 Erwin Rasyid; Ade Putranto Prasetyo Wijiharto Tunggali
PRofesi Humas Vol 6, No 2 (2022): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v6i2.30565

Abstract

Sejak awal kemunculannya di Wuhan, penyebaran COVID-19 di seluruh dunia telah menyebabkan perubahan besar dalam interaksi sosial di berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. COVID-19 juga memiliki tingkat penyebaran yang sangat cepat dan masif dibandingkan dengan virus-virus yang pernah ada sebelumnya. Menurut analisis jaringan dari kampus Cornell menunjukkan bagaimana universitas merupakan ruang yang rentan menjadi kluster penyebaran COVID-19. Pandemi COVID-19 tidak hanya memaksa perguruan tinggi mengubah metode pembelajarannya. Berdasarkan hasil koordinasi Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTSI), sejumlah perguruan tinggi swasta di Indonesia terancam mengalami kebangkrutan akibat berkurangnya jumlah mahasiswa baru. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan yang juga banyak berkontribusi di sektor pendidikan, tentu tidak terlepas dari dampak yang ditimbulkan oleh Pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana aktivitas brand activation PTMA di masa Pandemi COVID-19. Aktivitas brand activation yang menjadi strategi komunikasi pemasaran yang PTMA dalam mencapai target penerimaan jumlah mahasiswa baru. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek dari penelitian ini adalah Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah yang berbasis di Daerah Istimewa Yogyakarta. Subjek PTMA tersebut terdiri dari Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan brand activation yang dilaksanakan PTMA di masa pandemi berbasis bantuan dan sukarelawan. Kegiatan brand activation PTMA di masa pandemi ini juga memanfaatkan media sosial atau biasa disebut sebagai strategi pada kegiatan promosi dan publikasi. Segala aktivitas brand activation tetap merujuk pada pelaksanaan caturdharma perguruan tinggi dan tetap merujuk pada kebijakan penanganan COVID-19 pimpinan pusat Muhammadiyah.
Fleksibilitas interpretatif teknologi web 2.0 bagi pengelola media sosial instansi pemerintah Kunti Puspitasari; Irwansyah Irwansyah
PRofesi Humas Vol 6, No 2 (2022): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v6i2.28623

Abstract

Teknologi Web 2.0 sebagai web partisipatif ditandai kehadiran media sosial yang memiliki jangkauan luas dan cepat, serta melibatkan penggunanya. Saat ini, media sosial dimanfaatkan untuk menjalankan komunikasi publik kementerian/lembaga pemerintah. Media sosial instansi pemerintah seharusnya menawarkan interaksi antara instansi pemerintah dengan masyarakat sesuai tipologi Web 2.0 dan sebagai ruang layanan publik. Pengelolaan media sosial juga strategis dalam menjaga reputasi instansi pemerintah. Pengelolaan media sosial di kementerian/lembaga pemerintah umumnya dijalankan oleh kehumasan dengan menunjuk tim atau seorang pengelola/admin media sosial. Penelitian ini melihat bagaimana pengelola/admin media sosial kementerian/lembaga pemerintah sebagai kelompok sosial relevan (pengguna) menginterpretasikan teknologi Web 2.0, dalam hal ini media sosial, berdasarkan perspektif Social Construction of Technology (SCOT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruksionisme, Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam kepada tiga pengelola/admin media sosial di tiga kementerian dan lembaga yang berbeda. Hasil penelitian menggambarkan pengelola/admin media sosial kementerian/lembaga pemerintah memiliki fleksibilitas interpretatif yang sama dalam menggunakan media sosial, namun berbeda dari cara kerjanya. Interpretasi ini terkait penggunaan ruang interaksi dalam merespon komentar warganet. Perbedaan cara penggunaan terkait dengan konteks yang lebih luas, yaitu kultur organisasi, pemahaman akan struktur lain, serta kondisi politik yang sedang berkembang. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pengembangan konsep SCOT pada penggunaan media sosial kementerian/lembaga pemerintah bagi kelompok sosial relevan lainnya, yaitu pengamat.
Strategi rebranding hubungan masyarakat LAZISNU pada upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Barat Hoerul Umam; Muhammad Yusuf Wibisono; Dadang Kahmad; Asep Saeful Muhtadi
PRofesi Humas Vol 6, No 2 (2022): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v6i2.35288

Abstract

Kemiskinan masih menjadi masalah di Indonesia. Sementara itu, pengelolaan zakat dapat menjadi kekuatan masyarakat untuk pengentasan kemiskinan di negeri berpenduduk mayoritas Islam ini. Di Indonesia sendiri memang sudah ada beberapa badan atau organisasi yang bertanggungjawab dalam mengumpulkan dan mengelola zakat salah satunya adalah lembaga zakat milik Nahdlatul Ulama. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi program pengentasan kemiskinan di Jawa Barat melalui zakat yang dilakukan oleh lembaga filantropi Islam LAZISNU (Lembaga Zakat Infaq Sodaqoh Nahdlatul Ulama). Sumber data penelitian ini adalah tokoh-tokoh yang dianggap penting dari NU-Care LAZISNU Jawa Barat. Kepada mereka dan kantor mereka diadakan pengamatan, wawancara, dan pengumpulan dokumen sebagai langkah-langkah pengumpulan data. Data kemudian dianalisis dengan model interaktif dari Miles dan Huberman, yaitu dengan cara pereduksian, penyajian, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum lahirnya LAZISNU, filantropi NU (Nahdlatul Ulama) awalnya terpusat pada peran kiai dan pesantren sehingga tidak bisa dilepaskan dari praktik wakaf yang berasal dari keluarga kiai maupun bantuan dari masyarakat sekitar baik dalam bentuk zakat, infaq, maupun sedekah. Namun demikian, masyarakat belum terbiasa dengan perilaku filantropi tersebut dari segi kelembagaan. Masyarakat selama ini lebih percaya pada perorangan untuk menitipkan dermanya. Di sinilah perlunya upaya-upaya pengembangan program filantropi menjadi sebuah perilaku yang memasyarakat. Kajian ini memperlihatkan upaya-upaya tersebut di lingkungan Nahdlatul Ulama Jawa Barat dengan cara melakukan rebranding pada lembaga zakat, infaq, dan sedekahnya.

Page 8 of 14 | Total Record : 133