cover
Contact Name
Anggi
Contact Email
tiasenja91@gmail.com
Phone
+6281215055579
Journal Mail Official
tiasenja91@gmail.com
Editorial Address
Universitas Padjajaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PRofesi Humas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : DOI jurnal: https://doi.org/10.24198/prh
PRofesi Humas published by LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. ISSN 2528-6927 (printed), ISSN 2541-3678 (Online). Incorporate with IPRAHUMAS. PRofesi Humas publish selected paper under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Publishes twice a year. PRofesi Humas provide an open access to public for reading abstract and full papers. PRofesi Humas focused on Public Relations studies. Each edition. PRofesi Humas received manuscripts that had focus on the following issues below with interdisciplinary and multidisciplinary approach. Every article that goes to the chief editorial will be send to section editor through Initial Review processes. Then, the articles will be sent to the peer reviewers to get Double Blind Peer Review Process. Then, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take few months. In the each manuscript, peer reviewer will be rated from the substantial and technical aspects. The peer reviews have expertise in Political Public Relations, Public Relations Management, Public Relations Crisis, Public Relations and Publics, Public Relations Audit, Marketing Public Relations, Corporate Social Responsibility (CSR), and Human Relations. They were also experienced in the prestigious journal management and publication that was spread around the national and abroad. Jurnal PRofesi Humas accredited by Kemenristekdikti RI (Sinta 2) based on SK No. 10/E/KPT/2019
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 133 Documents
ANALISIS PROMOTION MIX PUSPA IPTEK SUNDIAL KOTA BARU PARAHYANGAN Haura Pranhadijah Rizkahaj; Itca Istia Wahyuni
PRofesi Humas Vol 2, No 1 (2017): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.049 KB) | DOI: 10.24198/prh.v2i1.11456

Abstract

Puspa Iptek Sundial yang berada di Kota Baru Parahyangan merupakan science center yang dikunjungi rata-rata seratus tujuh puluh enam ribu pengunjung setiap tahun dengan area display hanya dua ribu meter persegi yang jika dihitung kepadatannya pertahun, Puspa Iptek Sundial merupakan science center terpadat di Indonesia. Puspa Iptek Sundial merupkan landmark dari Kota Baru Parahyangan yang merupakan proyek berskala kota pertama di area Bandung Raya yang akan menampung segala fasilitas dan fungsi perkotaan. Dengan proyeksi jumlah penduduk seratus ribu orang lebih. Dalam merebut pangsa pasarnya sebagai science center, diperlukannya promotion mix dalam melancarkan strategi komunikasi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui promotion mix yang digunakan dalam melancarkan pemasaran yang dilakukan Puspa Iptek Sundial Kota Baru Parahyangan guna meraih efektivitas pemasaran dan segmentasi yang tepat. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik in-depth interview, observasi langung penelitian di Puspa Iptek Sundial Kota Baru Parahyangan yang juga didukung oleh data dokumentasi dari perusahaan dan informan yang berjumlah tiga orang. Berdasarkan hasil pengolahan data, maka didapatkan bahwa Puspa Iptek Sundial Kota Baru Parahyangan menggunakan elemen promotion mix berupa advertising yaitu berupa billboard, baliho, dan majalah. Sales promotion yang dilakukan yaitu berupa discount, dan cashback. Public relations program yaitu berupa publisitas. Personal selling yaitu berupa event. Direct marketing yaitu berupa email dan event.
PERBANDINGAN PERSEPSI KHALAYAK ANTARA IKLAN YANG MENGANDUNG HUMOR DAN TIDAK MENGANDUNG HUMOR Ira Yuni Mirandha; Adi Bayu Mahadian
PRofesi Humas Vol 1, No 2 (2017): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.107 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i2.11673

Abstract

Periklanan menjadi salah satu komponen penting dalam komunikasi pemasaran. Sebuah iklan akan dipersepsi oleh alam pikir melalui berbagai tahapan. Berupaya menarik perhatian konsumen, pengiklan menyisipkan unsur humor yang identik dengan segala sesuatu yang membuat tertawa dan lucu, yang dijadikan salah satu daya tarik pesan dalam iklan. Penulis ingin melihat perbedaan alam pikir audience dalam mempersepsi antara iklan mengandung humor dan tidak mengandung humor. Untuk itu diperbandingkan iklan mengandung humor, Ramayana Department Store dan iklan tidak mengandung humor, Matahari Department Store. Dalam penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan persepsi audience antara iklan yang mengandung unsur humor dan tidak mengandung unsur humor. Dalam mencapai tujuan penelitian, penulis menggunakan metode kuantitatif agar mendapat pemahaman yang sistematis dan objektif. Dengan menggunakan persepsi selektif Belch dan Belch berdasarkan empat tahap proses persepsi antara lain: terpaan, perhatian, pemahaman dan ingatan terhadap iklan. Dari hasil penelitian, persepsi audience terhadap pemeran iklan, latar dalam iklan, rangkaian adegan dalam iklan serta penggunaan musik dan suara dalam kedua iklan menunjukkan tidak adanya perbedaan tingkat persepsi audience yang signifikan antara dua iklan tersebut. Saran bagi penelitian selanjutnya, diharapkan penelitian ini dapat menambah dan memperluas objek penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar dan representative terhadap target audience iklan agar mampu memberikan gambaran secara jelas dan nyata mengenai hasil penelitian yang diinginkan. Peneliti merekomendasikan pula bagi para pemerakarsa iklan agar menggunakaan unsur humor secara hati-hati, penggunaan humor dalam iklan harus diperhatikan agar tidak merusak pemahaman audience terhadap iklan. Serta pemilihan latar yang akan digunakan dalam iklan agar mampu dipersepsi dengan baik oleh audience.
Desain Interior Sebagai Medium Komunikasi Nonverbal Restoran Eat Happens Dalam Membentuk Reputasi Rana Putri Pradini; Jefri Audi Wempi
PRofesi Humas Vol 3, No 2 (2019): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2248.53 KB) | DOI: 10.24198/prh.v3i2.18734

Abstract

Perubahan gaya hidup, kebiasaan, dan trend dalam menikmati serta mengkonsumsi makanan pada kalangan remaja maupun dewasa, membuat para pebisnis kuliner semakin kreatif menuangkan ide-ide baru mengenai restoran, salah satunya adalah Restoran Eat Happens. Penelitian ini membahas tentang desain interior sebagai medium komunikasi nonverbal restoran Eat Happens dalam membentuk reputasi. Hal ini dilakukan dengan tujuan memahami bagaimana penggunaan desain interior untuk membentuk reputasi restoran Eat Happens. Desain interior suatu restoran diharapkan sesuai dengan konsep restoran itu sendiri agar mencerminkan identitas restoran sehingga menjadi suatu ciri khas dan membentuk reputasi yang baik di benak konsumen. Penelitian ini menggunakan teori Masyarakat Konsumsi dan dilengkapi dengan teori Reputasi, Komunikasi Nonverbal dan Desain Interior. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Kualitatif Deskriptif. Dalam penelitian ini, desain interior industrial-vintage pada restoran Eat Happens mampu menarik perhatian konsumen kemudian konsumen merasa nyaman dan percaya untuk datang mengkonsumsi produk serta suasana restoran. Selanjutnya, konsumen akan terus memberikan timbal balik yang baik kepada restoran dengan bersedia merekomendasikan kepada keluarga dan kerabat nya yang secara tidak langsung dapat membentuk reputasi restoran Eat Happens dimata masyarakat. Penggunaan Desain Interior dianggap menjadi penting untuk memberikan kesan pertama yang baik kepada konsumen, dan menjadi sebuah komunikasi nonverbal restoran kepada konsumen yang dapat membentuk reputasi restoran Eat Happens.
Pemetaan Konten Promosi Digital Bisnis Kuliner kika’s Catering di Media Sosial Yuni Tresnawati; Kurniawan Prasetyo
PRofesi Humas Vol 3, No 1 (2018): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1235.744 KB) | DOI: 10.24198/prh.v3i1.15333

Abstract

Kegiatan promosi adalah salah satu hal terpenting dalam menjalankan sebuah bisnis untuk memasarkan produk/jasa. Sejalan dengan berkembangnya teknologi yang ada saat ini, strategi dalam melakukan pemasaran pun juga mulai berubah ke arah yang lebih modern, yaitu dengan teknologi internet, atau yang kemudian dikenal dengan istilah digital marketing. Beragam jenis media sosial dan karakteristiknya dapat menjadi alternatif untuk melakukan promosi digital bisnis kuliner. Banyaknya kemudahan dan fungsi dalam penggunaan media digital, telah mendorong banyak pengusaha dalam bidang usaha kuliner untuk ikut serta dalam memanfaatkan fasilitas media digital sebagai sarana promosi produk-produknya. Salah satunya adalah dengan menggunakan media sosial sebagai media promosi.Media sosial yang sering digunakan adalahFacebook dan Instagram, berdasarkan survei emarketer yaitu sebesar 87,5% untuk facebook dan 69,2% untuk Instagram, tentang tren penggunaan media sosial. Fakta inilah yang juga disadari oleh Kika’s Catering, salah satu bisnis kuliner yang menggunakan media sosial untuk kegiatan promosinya. Namun beragam jenis media sosial yang ada tentu memiliki sifat, karakteristik, ciri khas, konten, bahkan tujuan yang berbeda pula. Menggunakan media sosial yang tidak tepat dapat menyebabkan kegiatan promosi menjadi tidak efektif. Konten promosi menjadi hal penting dalam menggunakan media sosial yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pemetaan konten promosi digital bisnis kuliner di Facebook dan Instagram.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa beberapa hal yang harus menjadi perhatian dalam melakukan kegiatan promosi digital adalah mendefinisikan target konsumen, dan penggunaan konten promosi. Konten yang tepat digunakan pada Instagram adalah visual/image dan hashtag.Sedangkan untuk Facebook adalah photo album, teks, dan fanpage.
Makna Kegiatan Unilever Future Leaders League bagi Para Peserta Gede Adi Wiswa Mitra Artawan; Evie Ariadne Shinta Dewi; Heru Ryanto Budiana
PRofesi Humas Vol 1, No 1 (2016): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.959 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i1.9469

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah dimana peneliti menemukan fenomena di dalam sebuah kompetisi bisnis yang bernama Unilver Future Leaders League, dimana para peserta yang pada awalnya memiliki motif yang sedemikian rupa, dengan tujuan atau harapan awal mereka untuk mengikuti UFLL, menjadi berbeda setelah mereka selesai mengikuti kompetisi ini dimana peserta akhirnya tertarik untuk bergabung lebih lanjut dengan Unilever sebagai karyawanmereka, meskipun tidak ada ajakan langsung dari Unilever untuk bergabung menjadi karyawan selama UFLL berlangsung. Peneliti disini menarik benang merah dimana UFLL tentu memiliki makna tersendiri bagi setiap individu peserta.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kegiatan Unilever Future Leaders League oleh para peserta. Teori Fenomenologi Alfred Schutz digunakan sebagai landasanteori dalam penelitian ini. Metodologi yang digunakan yaitu kualitatif dengan teknikpengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi pustaka. Adapun key informan di dalam penelitian ini adalah para peserta dari kompetisi UFLL.Hasil dari penelitian ini adalah kegiatanUnilever Future Leaders League terbagi menjadi dua makna, makna UFLL sebagai kompetisi dan makna UFLL sebagai peluang unutk meneruskan karir di Uinlever. UFLL sebagai kompetisi dimaknai oleh para peserta sebagai sarana transformasi diri, tempat pembentukkan karakter dan langkah awal untuk bekerja di Unilever. Sedangkan makna UFLL sebegai peluang meneruskna karir di Unilever terbagi menjadi makna afirmatif, makna relatif dan makna negatif.Kesimpulan dari penelitian ini adalah dimana makna yang terdapat dalam setiap individu informan terbentuk dari pengalaman mereka selama mengikuti berbagai kegiatan di dalam kompetisi UFLL dan hasil saling bertukar makna dengan sesama peserta. Saran peneliti adalah sebaiknya Unilever memberikan wadah atau lebih mengorganisir para peserta yang telah selesai mengikuti Unilever Future Leaders League sesuai dengan tujuan awal Unilever yaitu untuk menjadikan mereka ambassador dari Unilever.Selain itu Unilever sebaiknya melakukan follow up kepada peserta sehingga nantinya peserta yang ingin melanjutkan karir ke Unilever dapat terakomodasi. Terakhir adalah sebaiknya Unilever memberikan kegiatan khusus dengan tema kepemimpinan sehingga benang merah dari kegiatan ini tetap terjaga. 
Manajemen krisis public relations dalam menangani penolakan imunisasi measles rubella Wulan Yulianti; Rino Febrianno Boer
PRofesi Humas Vol 4, No 2 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.435 KB) | DOI: 10.24198/prh.v4i2.23700

Abstract

Pada tahun 2017 fenomena imunisasi Measles rubella menarik perhatian publik. Adanya tindakan penolakan dari para orang tua menghasilkan pemberitaan negatif dan mengantarkan Kementerian Kesehatan pada situasi krisis. Public relations merupakan divisi yang berperan untuk melindungi dan mempertahankan reputasi yang dimiliki oleh organisasi melalui tindakan manajemen krisis. Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui manajemen krisis yang dilakukan oleh public relations Kementerian Kesehatan yang diperdalam dengan menggunakan Situational Crisis Communication Theory. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara mendalam serta mengumpulkan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen krisis yang dilakukan oleh public relations Kementerian Kesehatan pada tahap pre-krisis adalah kegiatan monitoring media. Saat krisis terjadi respon yang dilakukan tergolong strategi diminish untuk mengurangi dampak negatif dari peristiwa krisis. Beberapa tindakan yang dilakukan yaitu bekerja sama dengan Komite Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, penyebaran release melalui website, berkomunikasi dengan Pemerintahan daerah, Dinas Kesehatan daerah, serta memanfaatkan media tradisional dan digital. Pada tahap post-krisis dilakukan dialog dengan Majelis Ulama Indonesia untuk melakukan kajian lebih lanjut mengenai kehalalan vaksin. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan krisis terjadi karena perbaikan komunikasi dan kerja sama dengan para stakeholder. Adapun sarannya adalah sebaiknya ketika terjadi perbedaan pemahaman dengan Majelis Ulama Indonesia, public relations Kementerian Kesehatan dapat melakukan komunikasi yang lebih cepat agar masalah segera teratasi.
Motivasi Wartawan Menjadi Anggota Kelompok Kerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat Kadia Sandi; Reni Nuraeni
PRofesi Humas Vol 2, No 2 (2018): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.331 KB) | DOI: 10.24198/prh.v2i2.12618

Abstract

Wartawan adalah orang yang melakukan pekerjaan kewartawanan dan atau tugas-tugas jurnalistik secara rutin. Dalam menjalankan tugas sebagai pencari berita, seorang wartawan biasanya ikut bergabung ke dalam sebuah kelompok kerja wartawan. Salah satu kelompok kerja wartawan adalah kelompok kerja (POKJA) wartawan Gedung Sate yang sengaja dibentuk dalam instansi pemerintahan. Kegiatan Pokja wartawan Gedung Sate akan mengacu kepada pemberitaan tentang roda pemerintahan maupun kegiatan pemerintahan, yang disebarluaskan demi kepentingan masyarakat. Anggota kelompok kerja wartawan pemerintah provinsi terbanyak saat ini adalah kelompok kerja Gedung Sate yaitu sebanyak 53 anggota. Hal ini didasari dengan adanya motivasi yang berasal dari individu baik melalui internal maupun eksternal. Motivasi individu yang berasal dari internal merupakan keinginan seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang berasal dari dalam diri individu tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis permasalahan tentang motivasi yang diberikan oleh pemerintahan Gedung Sate dalam sebuah kelompok kerja mempengaruhi wartawan untuk bergabung ke dalam kelompok kerja wartawan Gedung Sate. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yakni berasal dari berbagai sumber baik observasi langsung kelapangan, wawancara dengan narasumber, studi dokumentasi yang berasal langsung dari sumber serta arsip kepustakaan seperti mengumpulkan berbagai tulisan yang terkait. Paradigma yang digunakan adalah paradigma postpositivisme mengharuskan hubungan antara pengamat atau peneliti dengan objek atau realitas yang diteliti tidaklah bisa dipisahkan. Penelitian ini akan ditelaah melalui teori motivasi Mashlow terdapat lima kebutuhan yang berasal dari internal manusia yaitu kebutuhan psikologis, kebutuhan kemanan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri.
Pengelolaan reputasi pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir melalui media online I Aeni Muharromah
PRofesi Humas Vol 4, No 1 (2019): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/prh.v4i1.19616

Abstract

Reputasi merupakan konsep penting bagi organisasi, dibutuhkan waktu yang lama dan upaya berkesinambungan untuk membangunnya. Penggunaan media online dapat dimanfaatkan dengan baik oleh lembaga dalam rangka mengkounter terkait isu nuklir yang sangat sensitif di masyarakat. Penelitian inibertujuan untuk melihat bagaimana pemanfaatkan media online dalam penyebaran informasi mengenai Iptek Nuklir sebagai suatu upaya menjaga reputasi lembaga. Hasil tabulasi setiap berita yang terdiri atas menelaah berita dan mengklasifikasikan sifat pemberitaan yang bernilai positif, negatif dan netral sebagai bahan evaluasi yang dapat menjadi perhatian media. Dengan metode deskriptif-kualitatif, data pemberitaan media online selama tahun 2017 sebanyak 324 buah yang terdiri atas nilai positif 56%, netral 38% dan negatif sebanyak 7%.Adapun isu yang terbanyak adalah mengenai PLTN, diseminasi sosialisasi, aplikasi iptek nuklir bidang kesehatan, pertanian, kecelakaan nuklir dan bidang pangan. Sedangkan 10 media terbanyak memuat pemberitaan nuklir adalah Detik, Tempo, Antara, Tribun, Kompas, Viva, Jawa Post, Republika, Liputan 6, dan Media Indonesia. Untuk isu pemberitaan PLTN menghasilkan kecenderungan negatif sebesar 45% dan medianya adalah Tribun, sebaliknya dengan pemberitaan Tempo sebanyak 9 kali menghasilkan nilai positif sebesar 78%. Dengan pendekatan media coverage, manajemen pemberitaan dan informasi melalui media online, dan pemilihan isu, dan press release yang memuat pesan yang ingin disampaikan organisasi kepada publiknya sangat berkontribusi pada reputasi BATAN.
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK INDIVIDU PETANI DENGAN KOHESIVITAS KELOMPOK TANI TANAMAN OBAT Iriana Bakti; Evi Novianti; Centurion Chandratama Priyatna; Heru Ryanto Budiana
PRofesi Humas Vol 1, No 2 (2017): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.875 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i2.10294

Abstract

Petani merupakan salah satu elemen penting dalam proses pengelolaan tanaman obat di Jawa Barat. Mereka berusaha berinteraksi, baik dengan sesama anggota kelompoknya, maupun dengan kelompok lain, serta dengan para petugas yang membinanya, sehingga dari interaksi tersebut terbangun kohesivitas kelompok di antara mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) hubungan antara jenis kelamin petani dan kohesivitas kelompok tani, 2) hubungan lamanya bertani dengan kohesivitas kelompok tani, dan 3) hubungan antara luas lahan yang dimiliki dan kohesivitas kelompok tani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini survei eksplanatif. Teknik analisis menggunakan korelasional, dan rumus statistik untuk menguji hipotesis adalah rank order Spearmans. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, pedoman wawancara, dan studi kepustakaan. Populasi penelitian ini adalah kelompok tani tanaman obat di Jawa Barat. Teknik sampling yang digunakan adalah multy stage cluster sampling. Sampel penelitian berasal dari Kabupaten Bogor (K. T Lindung harapan dan K. L Tani Mekar), Kabupaten Sukabumi (Gapoktan Kamuningjaya), dan Kabupaten Majalengka (KT Melati, KT Dahlia, dan Cempaka Mukti). Seluruhnya ada 114 anggota. Hasil penelitian ini antara lain: 1) terdapat hubungan antara jenis kelamin petani dengan kohesivitas kelompok tani tanaman obat, 2) terdapat hubungan antara lamanya bertani dengan kohesivitas kelompok tani, dan 3) terdapat hubungan antara luas lahan yang dimiliki dengan kohesivitas kelompok tani. Secara umum karakteristik individu petani memiliki hubungan yang positif dengan kohesivitas kelompok tani. Petani mayoritas wanita pada umumnya memiliki kesamaan pandangan, senang pada kegiatan kelompok, menjadikan pertemuan kelompok sebagai wadah belajar untuk meningkatkan wawasan, pembagian tugas, dan kerja sama. Demikian pula dengan luas lahan yang dimiliki, relatif terbatas, menjadikan anggota kelompok tani tersebut merasa senasib dan tidak terdapat gap kepemilikan tanah, sehingga mereka bisa bekerja sama untuk mengelola tanaman obat disesuaikan dengan lahan yang ada. Lamanya bertani tidak ada hubungannya dengan kohesivitas, karena komoditas yang ditanam bukan komoditas unggulan.
Peta Luaran Lembaga Pendidikan Komunikasi (Studi pada Program Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran) Agus Rahmat
PRofesi Humas Vol 1, No 1 (2016): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.964 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i1.9221

Abstract

Kesadaran akan pentingnya sumber daya manusia yang berkualitas telah lama menjadi kesepakatan para pemimpin, yang tidak ada kesepakatan adalah konsep kualitas dari hasil pendidikan. Penelitian ini tidak untuk memperdebatkan apakah kelompok pendidikan vokasi yang lebih berkualitas atau pendidikan akademik yang lebih berkualitas. Penelitian ini lebih berpegang pada pemikiran bahwa kualitas dari sebuah pendidikan pada akhirnya bertumbu pada penerimaan luaran sebuah lembaga pendidikan termasuk perguruan tinggi oleh masyarakat pengguna, dan penerimaan luaran oleh pengguna inilah yang akan memunculkan penilaian masyarakat mengenai tinggi atau rendah kualitas lembaga pendidikan.Kata kunci : Sumber daya, pendidikan, luaran, pengguna, kualitas

Page 6 of 14 | Total Record : 133