cover
Contact Name
Anggi
Contact Email
tiasenja91@gmail.com
Phone
+6281215055579
Journal Mail Official
tiasenja91@gmail.com
Editorial Address
Universitas Padjajaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PRofesi Humas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : DOI jurnal: https://doi.org/10.24198/prh
PRofesi Humas published by LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. ISSN 2528-6927 (printed), ISSN 2541-3678 (Online). Incorporate with IPRAHUMAS. PRofesi Humas publish selected paper under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Publishes twice a year. PRofesi Humas provide an open access to public for reading abstract and full papers. PRofesi Humas focused on Public Relations studies. Each edition. PRofesi Humas received manuscripts that had focus on the following issues below with interdisciplinary and multidisciplinary approach. Every article that goes to the chief editorial will be send to section editor through Initial Review processes. Then, the articles will be sent to the peer reviewers to get Double Blind Peer Review Process. Then, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take few months. In the each manuscript, peer reviewer will be rated from the substantial and technical aspects. The peer reviews have expertise in Political Public Relations, Public Relations Management, Public Relations Crisis, Public Relations and Publics, Public Relations Audit, Marketing Public Relations, Corporate Social Responsibility (CSR), and Human Relations. They were also experienced in the prestigious journal management and publication that was spread around the national and abroad. Jurnal PRofesi Humas accredited by Kemenristekdikti RI (Sinta 2) based on SK No. 10/E/KPT/2019
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 133 Documents
Strategi Komunikasi Pemasaran Pengelola Clothing Line di Instagram Rini Anisyahrini; Atwar Bajari
PRofesi Humas Vol 3, No 2 (2019): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1046.308 KB) | DOI: 10.24198/prh.v3i2.18920

Abstract

Kota Bandung merupakan tempat berkembang industri kreatif clothing line. Clothing line berupaya membuat, memasarkan dan membangun merek sendiri dalam industri fashion di Instagram.Salah satu clothing line yang menggunakan Instagram adalah @nadjaniindonesia. Penggunaan Instagram tersebut meliputi; pengelolaan akun, membuat capture dan caption, dan management posting yang digunakan dalam akun Instagram sebagai upaya strategi pemasaran. Penelitian ini berupaya menjelaskan; (1) Strategi komunikasi pemasaran akun Instagram @nadjaniindonesia, (2) Pengelolaan akun Instagram @nadjaniindonesia, (3) Proses membuat capture dan caption (4) Management posting akun Instagram @nadjaniindonesia. Penelitian ini menggunakan Studi Kasus untuk menjelaskan strategi komunikasi pemasaran clothing line melalui Instagram. Objek penelitian adalah seluruh aktivitas pengelolaan akun Instagram @nadjaniindonesia.Hasil penelitian menunjukan bahwa; (1) Strategi komunikasi pemasaran dengan meng-endorse “selebgram” dan pemilik merek diendorse menjadi selebgram. Selanjutnya mereka memberikan give away dan kuis, (2) Pengelolaan akun dilakukan oleh pemilik brand dengan tim digital marketing dan website dimana mereka telah menyediakan anggaran untuk promosi, (3) Proses capture foto dan Captions dibuat oleh pemilik brand dan tim digital marketing dan website. Capture foto dan video menggunakan model pemilik brand dan model professional yang ditangani oleh fotografer berpengalaman, (4) Pemilik brand dan tim digital marketing dan website berusaha mengelola posting, mem-follow up dan menjawab setiap komentar dan pertanyaan dari follower. Selanjutnya aktivitas capture foto dan captionsdengan gambar pemilik yang sedang traveling, cenderung mendapatkan respons untuk di “love” dan dikomentari tinggi oleh pembaca serta mendorong pembelian produk.
Pelaksanaan fungsi pokok humas pemerintah pada lembaga pemerintah FX Ari Agung Prastowo
PRofesi Humas Vol 5, No 1 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.532 KB) | DOI: 10.24198/prh.v5i1.23721

Abstract

Fungsi humas dalam sebuah lembaga dapat menjadi sarana untuk mengoptimalkan pelayanan publik khususnya dalam penyebaran informasi. Sehingga jika dilakukan secara optimal, fungsi humas dapat meningkatkan kinerja lembaga juga kepercayaan publik. Kendala dalam pelaksanaan fungsi humas pemerintah harus segera diminimalisir, agar tidak berakibat pada turunnya kepercayaan masyarakat kepada kinerja pemerintah yang berbasis pelayanan. Untuk itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: pelaksanaan fungsi pokok humas pemerintah pada lembaga pemerintah. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan analisis data kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Pejabat Humas Pemerintah yang berasal dari beberapa lembaga diantaranya: (1) Kementerian Pendidikan Nasional; (2) Kementerian Komunikasi dan Informatika; (3) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; (4) Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer diperoleh dari hasil pengamatan dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini adalah terdapat tahapan yang dilakukan lembaga Pemerintah dalam pelaksanaan fungsi Humas sebagai saluran penyebar informasi. Informasi yang disampaikan harus valid dan jelas serta menggunakan media yang tepat. Peneliti merekomendasikan agar lembaga Pemerintah mengoptimalkan media online sebagai sarana untuk menyebarkan informasi pada publik. Begitu pula dengan pelaksanaan fungsi pelayanan publik. Humas Pemerintah sudah hakekatnya untuk menjalankan fungsi ini, maka sudah seharusnya lembaga Pemerintah bisa memberikan pelayanan prima pada masyarakat. Hal yang harus diperhatikan oleh praktisi Humas dalam pelaksanaan Fungsi pokok Humas Pemerintah sebagai fasilitator komunikasi antara lembaga dan masyarakat adalah dengan menggunakan komunikasi dua arah juga bertindak sebagai negosiator bukan hanya sebagai komunikator.
Peran Humas Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum dalam Implementasi Kebijakan Keterbukaan Informasi Eny Ratnasari; Agus Rahmat; FX Ari Agung Prastowo
PRofesi Humas Vol 3, No 1 (2018): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.093 KB) | DOI: 10.24198/prh.v3i1.14034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Humas Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) dalam implementasi kebijakan keterbukaan informasi, dengan fokus kajian penelitian mengenai peran humas dalam implementasi Undang - Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik pada Humas Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) di kota Bandung yaitu Institut Teknologi Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Universitas Padjadjaran. Peneliti ingin mengetahui peran humas PTN BH di kota Bandung sebagai penasehat ahli, fasilitator komunikasi, fasilitator proses pemecahan masalah, dan teknisi komunikasi dalam implementasi kebijakan keterbukaan informasi. Peneliti menggunakan studi deskriptif dengan jenis data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melalui wawancara mendalam, observasi, studi dokumentasi atau studi pustaka. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada tiga Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, sudah melaksanakan peran yang dimilikinya berupa implementasi kebijakan keterbukaan informasi, berperan sebagai penasehat ahli bidang komunikasi, menjadi fasilitator komunikasi dalam proses pemecahan masalah serta menjadi teknisi komunikasi. Namun demikian, ada beberapa hal yang menuntut peningkatan guna menjadikan lebih baik. Karenanya peneliti menyarankan agar masing - masing humas PTN BH di kota Bandung meningkatkan aktivitas evaluasi mengenai keterbukaan informasi yang dilaksanakannya, lebih mensosialisasikan kewajiban untuk membuka informasi pada publik internal, dan membuat struktur birokrasi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi yang lebih efisien.
Strategi pemeliharaan relasional dalam kegiatan public relations online badan publik di Indonesia Syaiful Azhary
PRofesi Humas Vol 4, No 2 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.9 KB) | DOI: 10.24198/prh.v4i2.19558

Abstract

Praktik humas di negara demokratis harus menyajikan informasi yang akurat dan dalam bentuk komunikasi dua arah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi strategi public relations online dalam website resmi yang dijalankan oleh lembaga-lembaga publik di Indonesia menggunakan analisis strategi pemeliharaan relasional. Penelitian ini menggunakan metode analisis strategi pemeliharaan relasional dari Grunig dan Huang, 1999, dengan pendekatan positivisme dan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dengan menggunakan analisis isi berupa fitur strategi pemeliharaan relasional pada website dan proporsional stratified random sampling berdasarkan hasil pemeringkatan penghargaan keterbukaan informasi badan publik di Indonesia tahun 2016. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi, rekomendasi, dan bimbingan teknis oleh badan publik dalam membangun fitur yang mendukung transparansi dan akuntabilitas informasi kepada publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas badan publik di Indonesia lebih cenderung menggunakan platform media sosial untuk pemeliharaan relasional dengan publik daripada memanfaatkan fitur strategi pemeliharaan hubungan di website resmi mereka. Masih terdapat kesalahpahaman cara pandang humas badan publik di Indonesia dalam mendefinisikan aktivitas public relations online identik dengan pemanfaatan media sosial dalam kegiatan kehumasan. Selain itu, peraturan keterbukaan informasi publik belum cukup untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas informasi dilihat dari penggunaan fitur pemeliharaan relasional. Dibutuhkan kerangka acuan, pengetahuan dan pengalaman di bidang kehumasan dalam meningkatkan pengelolaan website yang informatif dan dialogis serta mampu menjalin hubungan baik dengan publik untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas informasi.
MANAJEMEN KAMPANYE ELIMINASI KAKI GAJAH DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN DI KABUPATEN BOGOR Seftia Rahmaning Tyas; Hanny Hafiar; Anwar Sani
PRofesi Humas Vol 2, No 1 (2017): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.084 KB) | DOI: 10.24198/prh.v2i1.12008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses prakampanye, proses pengelolaan kampanye, dan hasil evaluasi kampanye oleh Kementerian Kesehatan. Penelitian ini menggunakan konsep manajemen kampanye oleh Antar Venus yang dikembangkan berdasarkan Model Kampanye Ostergaard. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, teknik dokumen, studi kepustakaan, dan angket menggunakan teknik pengumpulan informan dengan purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif, sedangkan teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa proses kampanye Belkaga dibagi dalam tiga tahap yaitu prakampanye, pengelolaan kampanye, dan evaluasi kampanye. Hasil prakampanye menyatakan bahwa masih banyak daerah di Indonesia yang merupakan daerah endemis dan belum melaksanakan program Pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis (POPMF). Hasil pengelolaan menunjukkan bahwa Kementerian Kesehatan RI tidak melakukan identifikasi segmentasi sasaran berdasarkan klasifikasi warga yang sehat, terduga tertular virus, serta warga yang teridentifikasi penyakit sehingga pesan yang disampaikan dibuat sama rata. Selain itu, penyebaran informasi yang kurang jelas mengakibatkan pesan yang diterima khalayak tidak sesuai dengan apa yang ingin disampaikan komunikator. Kesimpulannya, masalah kampanye Belkaga timbul karena manajemen kampanye yang kurang efektif oleh Kementerian Kesehatan RI. Peneliti menyarankan agar Kementerian Kesehatan RI menyesuaikan pesan berdasarkan klasifikasi warga sehat, terduga tertular virus, serta warga yang teridentifikasi penyakit sehingga pesan tepat sasaran, mengoptimalkan media yang digunakan, memberikan pelatihan penyampaian informasi kepada kader kesehatan.
PEMBENTUKAN BRAND AWARENESS WARUNK INDOMIE UPNORMAL MELALUI FOOD BLOGGER Geuit Septiani; Suwandi Sumartias; Susie Perbawasari
PRofesi Humas Vol 1, No 2 (2017): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.772 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i2.10400

Abstract

Warunk Upnormal merupakan sebuah tempat makan di Kota Bandung yang saat ini menjadi tren anak muda Bandung untuk nongkrong menghabiskan waktu bersama teman sambil bersantap menu-menu yang spesial. Warunk Upnormal juga sebagai warung pertama di Indonesia yang menghadirkan konsep warung indomie dengan kemasan kekinian (Pelopor Warunk Indomie Kekinian). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan pembentukan brand awareness Warunk Indomie Up advertorial online normal melalui food blogger di Kota Bandung. Bagaimana peran food blogger dalam menarik perhatian, menciptakan pemahaman konsumen, dan menciptakan ingatan konsumen mengenai Warunk Indomie Upnormal. Metode penelitianyang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan data kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terstruktur, observasi partisipasi pasif, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan aspek menarik perhatian yaitu dengan menceritakan pengalaman yang jujur, mengutamakan isi konten, menyelipkan meme lucu, dan komentar positif dari pembaca. Aspek menciptakan pemahaman yaitu dengan mencantumkan informasi yang jelas, memberi keterangan pada setiap foto, bahasa yang disesuaikan dengan target pembaca dan menceritakan keunikan Warunk Upnormal. Aspek menciptakan ingatan yaitu dengan penyebaran informasi mulut ke mulut, meng-upload advertorial online dan kuis, menceritakan kepuasan, dan membuat promosi unik dan menarik. Saran sebaiknya ulasan Warunk Upnormal menampilkan foto yang lebih variatif dan inovatif dibandingkan review tempat makan lain, dan dalam membentuk ingatan sebaiknya menu utama indomie yang lebih sering ditampilkan dibandingkan menu-menu lain.
Pendekatan intercultural communication pada public relations PT Santos dalam membangun komunikasi empati Neng Yayu; Anisti Anisti; Dasrun Hidayat; Mahardiansyah Suhadi
PRofesi Humas Vol 4, No 1 (2019): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.901 KB) | DOI: 10.24198/prh.v4i1.18626

Abstract

Fenomena yang diteliti tentang komunikasi yang dibangun oleh public relations PT Santos. Pada praktiknya komunikasi tidak berjalan baik sehingga diperlukan pendekatan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan komunikasi antara public relations Santos dengan masyarakat Gili Genting Madura Provinsi Jawa Timur. Untuk menemukan tujuan tersebut, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan studi etnografi public relations. Studi ini berfokus pada perilaku komunikasi untuk membangun hubungan. Dalam hal ini adalah komunikasi empati public relations dalam membangun hubungan dengan masyarakat Gili Genting. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam yang melibatkan delapan orang informan. Adapun teori yang digunakan yaitu teori public relations budaya, komunikasi empati dan manajemen hubungan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pendekatan komunikasi empati public relations PT Santos, dipengaruhi oleh budaya lokal. Budaya sebagai konteks komunikasi untuk memahami situasi masyarakat setempat. Hal ini dilakukan melalui kegiatan analisis situasi. Selanjutnya, public relations membuat perencanaan komunikasi meliputi pembuatan program, sosialisasi program, dan evaluasi program. Pendekatan yang dilakukan melalui keterlibatan secara langsung dengan kegiatan masyaraat. Public Relations menyesuaikan diri, melakukan adaptasi dengan lingkungan setempat. Penyesuaian meliputi bahasa dan gaya berpakaian. Hal ini sangat membantu perolehan data yang dapat dijadikan sebagai dasar pembuatan dan sosialisasi program. Keterlibatan diri dengan menposisikan sebagai anggota masyarakat setempat merupakan bagian dari upaya komunikasi empati yang dibangun oleh public relations. Komunikasi ini dilandasi oleh rasa percaya dan keterbukaan sehingga dapat membangun relasi budaya.
Dekonstruksi Citra Politik Jokowi Dalam Media Sosial Rusmulyadi Rusmulyadi; Hanny Hafiar
PRofesi Humas Vol 3, No 1 (2018): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.31 KB) | DOI: 10.24198/prh.v3i1.16729

Abstract

Proses pembentukan citra politik dapat terjadi dalam semua lini media, tidak terkecuali lewat media sosial. Media sosial telah banyak digunakan untuk mem-brading citra politik seseorang atau partai politik tertentu. Sebaliknya, media sosial ternyata juga digunakan sebagai media pertarungan simbolik untuk mendekonstuksi atau pun mendegradasi citra politik seseorang atau lembaga politik. Twitter merupakan salah satu jenis media sosial dengan karakter microblogging yang turut dimanfaatkan untuk mengkonstruksi dan juga mendekonstruksi citra politik.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa bagaimana citra politik mengalami dekonstruksi dalam ruang media sosial. Analisa penelitian diarahkan terhadap postingan twitter dalam hastag #2019Ganti Presiden. Sampel teks diambil dari tweet netizen yang ada dalam hastag tersebut selama bulan April 2018. Hastag ini sendiri mengacu pada upaya untuk memviralkan pergantian Presiden dalam perhelatan Pilpres 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisa isi kualitatif. Penelitian ini dapat disebut sebagai penelitian analisa isi teks dengan aplikasi interpretasi hermeneutis terhadap teks twitter yang dijadikan objek penelitian. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa dalam ruang media sosial citra politik Jokowi berupaya didekonstruksi dan dicitrakan sebagai sosok yang tidak kompeten, tidak memiliki kapabilitas sebagai pemimpin dan inkonsiten terhadap janji-janji politiknya. Berdasarkan hasil analisa dapat disimpulkan bahwa media sosial Twitter telah menjadi saluran bagi kontestasi dan perebutan citra politik. Tentu saja, di dalamnya ada proses kontruksi dan dekonstruksi.
Penggunaan Media Massa sebagai Agen Sosialisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat akan Pentingnya Imunisasi Kokom Komariah; Priyo Subekti
PRofesi Humas Vol 1, No 1 (2016): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.186 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i1.9502

Abstract

Penelitian ini berjudul Penggunaan Media Massa Sebagai Agen Sosialisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dalam meningkatkan Kesadaran Masyarakat akan pentingnya Imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) media yang digunakan dalam upaya sosialiasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi pasca isu vaksin mengandung Tripsin; 2) hambatan yang di hadapai Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya  dalam upaya sosiliasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi pasca isu vaksin mengandung Tripsin. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan data kualitatif. Lokasi penelitian di Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Media yang digunakan dalam upaya sosialiasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi pasca isu vaksin mengandung Tripsin yaitu secara nasional dari pemerintah melalui media massa (televisi, radio),  media sosial (twitter, facebook), serta media nir-massa (spanduk, pamflet, baligo, brosur, CD). Secara khususnya Pemkab. Tasikmalaya untuk media massanya melalui radio swasta (2 radio swasta yang ada di kota tasikmalaya yaitu Talk show), media nir-massa (spanduk, baligo, umbul-umbul, balon, kaos), serta media sosial (twitter, WA, bbm); 2) Hambatan-hambatan yang dihadapi Dinkes Kab. Tasikmalaya dalam sosialisasi dan pelaksanaan PIN polio 2016 : a) Biaya  sosialisasi dan pelaksanaan Program Imunisasi Nasional (PIN) Polio ini adalah dari APBN, APBD melalui BOK (bantuan operasional kesehatan) th 2016. Akan tetapi karena pelaksanaan PIN 2016 ini jatuh di bulan Maret, anggaran dana tersebut belum ‘turun’, oleh karena itu semua dana adalah dana talangan dan utang; b) Terbatasnya petugas Dinkes; c) Kondisi  ada lokasi masyarakat jauh dan susah dijangkau kendaraan bermotor, sehingga pada pelaksanaan PIN memakan waktu 3 hari dan ada yang dilaksanakan sore hari; d) Tempat membawa vaksin (termos vaksin) standar internasional yang dimiliki Dinkes dan Puskesmas kurang jumlahnya,  sementara harganya mahal  dan anggaran belum turun.  
Strategi promosi dan komunikasi “UIN SUSKA Mengajar” dalam meningkatkan kesadaran publik mengenai pendidikan Marda Al Hayyuni; Genny Gustina Sari
PRofesi Humas Vol 5, No 1 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.599 KB) | DOI: 10.24198/prh.v5i1.17783

Abstract

UIN SUSKA Mengajar adalah nama sebuah komunitas yang kini sudah menjadi bagian dari unit kegiatan mahasiswa di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. UIN SUSKA Mengajar merupakan suatu gerakan peduli pendidikan anak pedalaman dengan cara melahirkan relawan, membina relawan-relawan yang tanggap dan peduli terhadap masalah pendidikan di daerah pedalaman dan menjembatani aspirasi anak-anak pedalaman agar dapat diperhatikan pemerintah. Tujuan dari UIN SUSKA Mengajar adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak pedalaman yang tidak terjamah oleh pemerintah. Daerah Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau merupakan salah satu daerah yang saat ini menjadi fokus daerah pengembangan pendidikan UIN SUSKA Mengajar. Penelitian ini membahas bagaimana strategi promosi dan komunikasi yang dilakukan oleh UIN SUSKA Mengajar dalam menjalin hubungan dengan masyarakat di Provinsi Riau agar dapat meningkatkan kesadaran pendidikan dan sekaligus membantu pendidikan anak-anak daerah pedalaman yang tidak terjangkau oleh pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik purposive. Hasil penelitian ini adalah strategi promosi dan komunikasi UIN SUSKA Mengajar dalam meningkatkan kesadaran pendidikan publik adalah dengan memfokuskan 4 (empat) elemen komunikasi, yaitu elemen komunikator yang memiliki kriteria kreadibilitas komunikator, daya tarik komunikator, dan penguasaan komunikator. Kedua, elemen komunikan yaitu latar belakang pendidikan, latar belakang agama, dan jenis kelamin. Ketiga, elemen strategi penyampain pesan yang dilakukan adalah dengan melakukan penekanan pada inti pokok pesan. Keempat adalah elemen pemilihan media, yaitu dengan memilih media cetak dan media sosial berupa Website, Instagram, Facebook, dan Whatsapp sebagai sarana membantu penyebaran informasi dan komunikasi.

Page 7 of 14 | Total Record : 133