cover
Contact Name
Fani Fauziah
Contact Email
fanif6@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
pptksharingknowledge@gmail.com
Editorial Address
Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40972
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Teh dan Kina
ISSN : -     EISSN : 29622034     DOI : -
Jurnal Penelitian Teh dan Kina is a national journal providing rapid publication of peer-reviewed articles concerned with tea and cinchona commodities based on the aspects, agronomy, plant breeding, soil science, crop protection, postharvest technology and social economy. Papers dealing with result of original research on the above aspects are welcomed with no page charge.
Articles 226 Documents
Analisis Pengendalian Mutu Grade Teh Hijau dengan Metode Statistical Quality Control di Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung Kabupaten Bandung Feri Ardiyanti
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v1i1.159

Abstract

Pengendalian mutu dilakukan mulai dari bahan baku, proses produksi, dan produk akhir agar produk yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengendalian mutu secara statistik pada grade teh hijau, mengetahui kemampuan proses dalam menghasilkan grade teh hijau, dan mengetahui fakor-faktor yang mempengaruhi grade teh hijau. Analisis data menggunakan metode statistical quality control, yaitu control chart untuk data variabel (Xbar, R-chart, dan S-chart), capability process, dan diagram fishbone. Hasil penelitian dan analisis peta kendali Xbar, menunjukkan bahwa kualitas grade teh hijau tidak terkendali yang ditunjukkan dengan keberadaan titik sebaran data yang berada di luar batas kendali statistik. Analisis peta kendali R dan S dalam proses pengukuran grade teh hijau menunjukkan bahwa secara keseluruhan proses berada dalam batas kendali statistik. Nilai Cp yang diperoleh 0.289 < 1 yang menunjukkan bahwa kapabilitas proses rendah. Nilai Cpk yang diperoleh sama dengan nilai Cp yang berarti proses menghasilkan produk berada tepat di tengah interval spesifikasi. Dari analisis fishbone, faktor-faktor yang dapat mempengaruhi grade teh antara lain tenaga kerja, proses, lingkungan, mesin, dan bahan baku.
Respons Kepuasan Pengunjung dan Strategi Pengembangan Agrowisata Gamboeng Hasna Athallah Najla; Kralawi Sita
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v1i2.160

Abstract

Agrowisata Gamboeng merupakan salah satu objek wisata yang berlokasi di Kampung Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Tempat wisata ini dikelola oleh Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pengunjung Agrowisata Gamboeng dan mengetahui strategi pengembangan yang tepat bagi Agrowisata Gamboeng dengan Matriks IFE, Matriks EFE, Matriks IE dan Analisis SWOT. Data yang digunakan adalah data primer berupa kuesioner kepuasan pengunjung kepada 47 responden pengunjung dan kuesioner SWOT kepada 8 tenaga ahli Agrowisata Gamboeng. Hasil yang didapat berupa karakteristik pengunjung, distribusi kepuasan pengunjung, kepuasan pengunjung, IFE, EFE, dan perumusan strategi pengembangan yang sebaiknya diterapkan pada Agrowisata Gamboeng. Analisis respons pengunjung menunjukkan pengunjung puas terhadap pelayanan Agrowisata Gamboeng dengan aspek kepuasan terbaik adalah keindahan Agrowisata Gamboeng sedangkan aspek kepuasan terburuk adalah dari akses infrastruktur menuju Agrowisata Gamboeng. Penetapan strategi menggunakan IE menunjukkan posisi dari perusahaan berada pada kuandran I yang dapat digambarkan tumbuh dan membangun (growth and build) maka strategi yang sebaiknya digunakan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya adalah strategi yang intensif dan integratif. Pada analisis SWOT Agrowisata Gamboeng berada pada kuadran II sehingga strategi yang perlu diterapkan adalah strategi diversifikasi.
Pemanfaatan Kultur In vitro untuk Konservasi Plasma Nutfah Teh Muhamad Khais Prayoga
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v1i2.161

Abstract

Konservasi plasma nutfah teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) umumnya dilakukan dalam keadaan tanaman tumbuh optimal secara ex situ di lapang. Metode tersebut memiliki kelemahan yaitu risiko terjadinya kehilangan plasma nutfah akibat serangan organisme pengganggu tanaman atau cekaman lingkungan abiotik sangat besar. Selain itu metode konservasi di lapang diperlukan lahan yang cukup luas. Alternatif konservasi yang lebih efektif dan efisien untuk tanaman teh adalah kultur in vitro. Keberhasilan kultur in vitro dipengaruhi oleh faktor genotipe bahan tanaman, eksplan yang digunakan, komposisi nutrisi pada media, zat pengatur tumbuh yang digunakan, serta lingkungan yang meliputi kondisi fisik kultur seperti temperatur dan cahaya. Sampai saat ini pemanfaatan kultur in vitro untuk kegiatan konservasi tanaman teh di Indonesia belum dilakukan. Penelitian-penelitian mengarah pada kegiatan perbanyakan untuk memproduksi bibit teh sintetik yang seragam. Berbeda dengan di Indonesia, di Negara Spanyol telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan teknik kultur in vitro untuk konservasi tanaman kerabat teh. Konservasi plasma nutfah secara in vitro telah sukses dilakukan pada tanaman-tanaman seperti kopi, strawberry, pisang dan jeruk besar. Pada dasarnya konservasi secara in vitro berfokus pada pelambatan laju pertumbuhan tanaman. Agar konservasi secara in vitro untuk plasma nutfah teh bisa dilakukan maka perlu dilakukan penelitian terkait: 1) pemilihan bagian tanaman teh terbaik sebagai bahan eksplan kultur jaringan, 2) proses sterilisasi untuk mencegah terjadinya kontaminasi, dan 3) media dan kondisi lingkungan yang dapat menghambat laju pertumbuhan namun tidak mematikan tanaman.
Analisis efektivitas tenaga kerja pada stasiun kerja sortasi kering teh hijau menggunakan metode overall labor effectiveness (OLE) di PPTK Bayu Anggara
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v1i2.165

Abstract

Ketatnya persaingan industri pada era sekarang ini, semakin memacu perusahaan manufacturing untuk terus melakukan perbaikan demi keberlanjutan perusahaan. Permintaan pasar harus dapat dipenuhi perusahaan sebagai upaya menjaga kepercayaan dari konsumen. Usaha yang perlu dilakukan perusahan untuk meningkatkan produktivitas diantaranya dengan meningkatkan efesiensi tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat efektivitas tenaga kerja dan mengidentifikasi kemungkinan yang dapat menurunkan nilai OLE. pada stasiun kerja sortasi kering di Pabrik Teh Hijau PPTK. Penelitian ini menggunakan metode Overall Labor Effectiveness (OLE) dan diagram fishbone. Indikator yang dihitung meliputi availability, performance, dan quality yang diamati selama enam hari (13-18 Januari 2020) pada stasiun kerja sortasi kering. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa nilai OLE yaitu 55,77%. Nilai ini berada dibawah standar dunia yaitu 85%. Setelah diindentifikasi kemungkinan penyebab masalah yang sangat mempengaruhi nilai OLE yaitu : 1) Berdasarkan pengukuran selama 6 hari yaitu rata-rata mengalami keterlambatan bahan selama 90 menit dan 2) Kekurangan mesin fibro sehingga menyebabkan penumpukan bahan pada mesin tersebut.
Analisis postur kerja di stasiun sortasi kering pabrik teh hijau PPTK Gambung dengan metode REBA (Rapid Entire Body As-sessment) Yudhisthira Timur
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v1i2.167

Abstract

Tuntutan kerja yang tinggi sering membuat pekerja mengabaikan kenyamanan dan keselamatan, sehingga kecelakaan kerja sering terjadi di pabrik, seperti di stasiun sortasi kering Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK). Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk 1) menganalisis keluhan Musculoceletal Disorders (MSDs) dengan Nordic Body Map (NBM) dan 2) menganalisis postur kerja dengan metode REBA. Penelitian ini dilakukan pada 13-20 November 2020 di stasiun sortasi kering PPTK. Hasil yang diperoleh penelitian ini antara lain 1) diketahui bahwa karakteristik pekerja tidak selalu berpengaruh pada keluhan MSDs, 2) bagian tubuh yang paling sering dikeluhkan paling sakit adalah lengan bawah kanan, dan 3) sebagian besar pekerja memiliki skor NBM yang kecil. Pada analisis postur keja dengan metode REBA, diketahui bahwa kegiatan-kegiatan seperti memindahkan karung ke mesin midleton, memindahkan karung dari suatu mesin ke mesin lain dengan satu tangan, dan mengangkat karung dari bawah ke atas (pada mesin dengan corong di atas) memiliki skor REBA yang tinggi sehingga disarankan untuk segera dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan perbaikan segera.
Klasifikasi Citra Klon Teh Seri GMB Menggunakan Convolu-tional Neural Network (CNN) dengan Arsitektur Resnet, Vggnet, dan Alexnet Muhammad Husnul Hayat
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v1i2.168

Abstract

Produktivitas daun teh di Indonesia dari waktu ke waktu semakin menurun. Hal ini disebabkan oleh ketidakcocokan dalam memilih klon teh seri GMB yang digunakan. Klon teh seri GMB terdiri dari GMB 1 sampai dengan GMB 11. Keterbatasan karyawan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) dan para petani teh dalam mengklasifikasi klon teh seri GMB untuk membedakan jenis antar klon yang secara morfologi memiliki tingkat kemiripan yang begitu dekat menjadi alasan kurang optimal dalam memilih klon teh seri GMB yang cocok untuk digunakan. Pada penelitian ini, dirancang suatu sistem secara visual yang mampu mengklasifikasi jenis klon teh yang terdiri dari 11 kelas yaitu GMB 1-11 dengan pengolahan citra digital. Citra data diambil menggunakan kamera handphone, kemudian dilakukan pre-processing resize dan augmentasi. Convolutional Neural Network (CNN) menjadi suatu metode pelatihan dalam mengenali objek melalui sistem yang ditunjang oleh arsitektur ResNet, VGGNet, dan AlexNet dengan keunggulan tingkat akurasi yang baik karena kemampuannya dalam menyederhanakan citra melalui banyak layer. Sistem mampu mengklasifikasikan citra klon teh seri GMB 1 sampai dengan GMB 11. Skenario pengujian yang digunakan adalah menggunakan jumlah dataset 1100 yang menjadi data asli dan 2860 yang menjadi data hasil pre- processing augmentasi. Pengujian terbaik menggunakan data hasil augmentasi sebanyak 2640 data latih dan 220 data uji. Parameter sistem terbaik didapatkan akurasi pada ResNet 97.80%, VGGNet 95.45% dan AlexNet 98.18%.
Deteksi Jenis Daun Teh Klon Seri GMB Menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) dengan Arsitektur GoogLeNet Alvian Ihza Fahmi Alvian; Nur Ibrahim; Syamsul Rizal; Heri Syahrian; Vitria Puspitasari Rahadi
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v2i1.169

Abstract

Varietas Assamica merupakan salah satu dari berbagai macam varietas teh yang ada di Indonesia. Varietas ini diantaranya terdapat sebelas klon yang dikenal sebagai klon seri GMB. Klon ini sudah diteliti oleh Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK), dengan penamaan GMB 1-11. Namun, tidak banyak orang yang dapat membedakan sebelas klon ini secara visual. Beberapa faktor penyebab sulitnya membedakan jenis klon seri GMB adalah struktur dan warna yang memiliki banyak kesamaan. Klon seri GMB memiliki kapasitas produksi yang berbeda, sehingga berpengaruh pada tingkat keuntungan penanamannya. Sebelumnya telah dilakukan penelitian perancangan sistem untuk mengklasifikasi lima dari sebelas jenis daun teh klon seri GMB tersebut, namun tingkat akurasi belum sesuai dengan harapan. Pada penelitian ini digunakan bahasa pemrograman Python dengan metode Convolutional Neural Network (CNN) dengan arsitektur GoogLeNet sebagai pengolahan citra digital dari data set daun teh klon seri GMB. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah sistem dengan kemampuan mengklasifikasikan sebelas daun teh klon seri GMB menggunakan metode CNN dengan arsitektur GoogLeNet. Sistem mengolah data hasil augmentasi, dengan data latih sebanyak 2640 dan data uji sebanyak 220. Sistem mencapai akurasi sebesar 60,55%, 2,74 loss, dan presisi sebesar 63% menggunakan Adam Optimizer dengan learning rate 0,0001.
Pengaruh Pengolahan Tanah dan Aplikasi Asam Humat Ekstrak Rumput Laut terhadap Tanaman Teh Setelah Dipangkas Erdiansyah Rezamela; Restu Wulansari
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v2i1.170

Abstract

Semakin intensifnya kegiatan budidaya di perkebunan teh, akan berpotensi terjadinya penurunan kesuburan tanah khususnya pada areal pertanaman teh setelah dipangkas. Areal setelah dipangkas mempunyai permukaan lahan yang terbuka dan berpengaruh terhadap penurunan produktivitas lahan. Oleh karena itu, pengolahan tanah setelah pangkas dengan garpu tanah dan pemberian asam humat ekstrak rumput laut dilakukan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengolahan tanah dan aplikasi asam humat terhadap pertumbuhan tunas dan produksi jendangan setelah pangkasan. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari sampai Juli 2017 di Kebun Percobaan Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) pada areal tanaman teh produktif klon GMB7 setelah dipangkas. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah perlakuan pengolahan tanah (kontrol, garpu rengat dan garpu balik); faktor kedua adalah pemberian asam humat (dosis per ha 4 l/ha, dosis 6 l/ha dan dosis 8 l/ha dengan volume semprot 200 l/ha). Parameter pengamatan terdiri dari kadar pati kualitatif; jumlah tunas per plot; produksi jendangan per plot (kg) dan intensitas cahaya di bawah tajuk. Hasil penelitian diperoleh bahwa penggarpuan tanah dan pemberian asam humat belum memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah tunas dan produksi pucuk segar jendangan sampai 4 bulan setelah pangkas, namun pemberian asam humat dosis 8 l/ha menunjukkan kecenderungan peningkatan produksi segar setelah pangkas.
Gaya Hidup, Persepsi, dan Motivasi Konsumen Milenial terhadap Produk Berbasis Bubuk Teh Hijau: Studi Kasus pada Mahasiswa Antropologi Fisip Unpad Malika Ade Arintya; Erna Herawati; Kralawi Sita
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v2i1.171

Abstract

Tidak kalah dengan negara-negara penghasil teh lainnya, industri produk teh pun turut berkembang juga di Indonesia. Diantara banyaknya teh yang terproduksi, Indonesia juga menjadi produsen salah satu bentuk olahan populer teh hijau; bubuk teh hijau. Untuk meningkatkan pemasaran dan penjualan produk bubuk teh hijau, perlu melihat gaya hidup dari konsumen yang hendak dituju, dimana nantinya faktor pendorong konsumen untuk mengonsumsi produk tersebut dapat terlihat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dan mengkaji gaya hidup kelompok masyarakat muda, dalam penelitian ini adalah mahasiswa Antropologi FISIP Unpad, sebagai target konsumen dari produk bubuk teh hijau. Penelitian ini menggunakan metode survei secara daring, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Olahan bubuk teh hijau bukanlah suatu hal yang mengikat responden milenial secara kultural; (2) Tidak banyak hal yang membuat responden secara khusus memotivasi mereka untuk mengonsumsi bubuk teh hijau dalam kesehariannya; (3) Minimnya pengetahuan umum responden terkait produk bubuk teh hijau, pasalnya responden milenial tidak begitu memerhatikan aspek manfaat dari bubuk teh hijau, melainkan lebih fokus pada rasa dari produk tersebut; (4) Responden tidak menerapkan gaya hidup konsumen teh dimana mereka mengonsumsi bubuk teh hijau dalam kesehariannya, namun produk ini menjadi bagian dari konsumsi mereka dalam memenuhi kebutuhan sosial, sebagai produk makanan dan minuman untuk menemani mereka bersosialisasi, dibandingkan dikonsumsi sebagai produk kecantikan atau kesehatan; dan (5) Perlu adanya strategi pendekatan pada konsumen milenial dengan target membangun brand awareness yang dapat dilakukan melalui promosi yang dilakukan oleh para influencer dengan sebaran umur yang setara dengan generasi milenial.
Relasi Gender di Pabrik Pengolahan Teh Hijau Pusat Penelitian Teh dan Kina Paramita Jayanthi; Erna Herawati; Kralawi Sita
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Sains Teh dan Kina
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/pptk.jur.jstk.v2i1.173

Abstract

Divisi kerja yang ada pada karyawan pengolahan teh hijau Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) dipengaruhi erat oleh budaya patriarki. Hal ini mengarah pada terjadinya perbedaan partisipasi, akses dan kontrol antar kedua gender tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan relasi gender yang ada pada karyawan pengolahan teh di PPTK serta pengaruhnya terhadap kinerja karyawan dengan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, data kemudian akan dianalisis menggunakan Gender Analysis Pathway. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja karyawan pabrik pengolahan teh hijau terdeteksi amat baik. Pembagian kerja antara perempuan dan laki-laki di pabrik teh hijau, secara umum dapat dinegosiasikan. Akses terhadap fasilitas perusahaan, upah dan jam kerja dibagi secara setara berdasarkan status karyawan. Namun, dalam akses atas jenis pekerjaan masih terdapat ketimpangan relasi gender di mana mayoritas jenis pekerjaan masih didominasi oleh laki-laki. Hal ini dipengaruhi erat oleh mesin pabrik yang belum ramah perempuan dan budaya patriarki sehingga perempuan kesulitan untuk mengaksesnya.