cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 627 Documents
IDENTIFIKASI MOLEKULER DAN STATUS KONSERVASI IKAN PARI HIU (RHINIDAE) YANG DIDARATKAN DI PULAU BANGKA Siti Aisyah; Arthur Muhammad Farhaby
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 1 (2021): JFMR VOL 5 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.10

Abstract

The high activity of catching Shark Ray (Rhinidae) have a big impact on the population and affect the balance of the marine ecosystem. This is supported by the characteristics of stingrays that have a lower reproductive ability, slower growth and higher risk of death. Lack of database information, relating to the Shark Ray can reduce oversight or regulations governing the production of the total catch. So the condition is feared impact on the survival of Shark Ray, especially in Bangka Belitung. One of the important databases that must be done is the accurate identification of fish species Shark Ray as a reference in determining the conservation status. The purpose of this research is to identify the molecular basis Shark Ray and the conservation status of the Shark Ray landed on Bangka Island. Shark Ray samples obtained from a source of potential landing in Bangka Island, namely PPN Sungailiat (Bangka Regency), TPI Ketapang (Pangkalpinang City) and TPI Kurau (Central Bangka Regency). The research method consists of three stages: collection of samples, the molecular identification (mtDNA Cytochrome Oxidase Subunit 1 / COI gene), phylogenetic analysis and conservation status of Shark Ray. The results of the COI gene nucleotide character matching were performed by using the BLAST program integrated into GenBank pages and showed that the three samples of Shark Rays were identified as Rhina Ancylostoma species (Bowmouth guitarfish, Shark Ray) with a rate of similarity of 100%. Based on data from the IUCN Red List, the species Rhina Ancylostomain the category of Critically Endangered (CR) and based on the status of trade, at the 18th CoP meeting in Geneva, on August 2019, CITES has added Wedgefishes (Family Rhinidae) in Appendix II.
FATTY ACID COMPOSITION ANALYSIS OF OIL EXTRACT MICROALGAE Spirulina sp. WITH DIFFERENT EXTRACTION METHODS Heder Djamaludin; Anies Chamidah
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.10

Abstract

The microalgae Spirulina sp. is a potential biological resource. Utilization of Spirulina sp. very broad in various industrial fields such as nutraceutical, food, cosmetic and pharmaceutical. The purpose of this study was to analyze the chemical composition and fatty acid profile of the Spirulina sp. extracted by different mechanical cell disruption methods. This research method is descriptive, where the microalgae Spirulina sp. extracted using Microwave-Assisted Extraction (MAE) and Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) methods, then the oil extract was analyzed for chemical composition and fatty acid profile with GC-MS instrument. The results showed that the oil extract of Spirulina sp. which extracted by MAE method contains 12 types of fatty acids where the levels of Saturated Fatty Acid are 56.01%, Mono-Unsaturated Fatty Acid 7.67%, and Poly-Unsaturated Fatty Acid 36.32%. Spirulina sp. oil extract contains ω-6 (17.17-18.87%) and ω-9 (4.34%) unsaturated fatty acids. Then the Spirulina sp. oil extract extracted by the UAE method contains 19 types of fatty acids where the levels of Saturated Fatty acids are 59.25%, Mono-Unsaturated Fatty acids 8.89%, and Poly-Unsaturated Fatty acids 40.87%. Spirulina sp. oil extract contains types of unsaturated fatty acids ω-3 (0.18-0.41%), ω-6 (18.39-27.73%), and ω-9 (3.50%). The highest fatty acid content in Spirulina sp. oil extract are palmitic acid/SFA (53.30-56.57%), oleic acid/MUFA (4.34-4.50%), and linoleic acid/PUFA (18.39-18.88%).
Penilaian Vessel Requirement Dalam Rangka Rencana Ratifikasi Cape Town Agreement Tahun 2012 Ridwan Maulana Nugraha; Fis Purwangka; Budhi Hascaryo Iskandar
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 1 (2021): JFMR VOL 5 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.1

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan ilmu yang berperan dalam mengurangi tingkat risiko dari suatu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini untuk keberadaan peralatan penunjang keselamataan kerja pada kapal purse seine dengan panjang 24 m sampai 45 m di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ) terhadap standar ketentuan peralatan dalam regulasi Cape Town Agreement tahun 2012 dan memberikan rekomendasi untuk pemenuhan standar sesuai ketentuan dalam Cape Town Agreement tahun 2012. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan observasi langsung dan wawancara kepada pemilik dan nahkoda kapal purse seine. Data hasil observasi dan wawancara berupa kondisi peralatan penunjang keselamatan kerja pada kapal purse seine  dengan panjang 24 m sampai 45 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan yang dapat terpenuhi hanya ketentuan terkait radio komunikasi dengan tingkat pemenuhan 100%. Sedangkan ketentuan yang tidak terpenuhi yaitu terkait line throwing appliances, distress signal, radar transponder dan retro reflective materials. Tingkat implementasi peralatan penunjang keselamatan kerja dengan standar ketentuan dalam regulasi Cape Town Agreement tahun 2012 hanya sebesar 0,31%. Pemenuhan terhadap standar yang tertera dalam Cape Town Agreement tahun 2012 bab 7 bagian B mengenai peralatan penunjang keselamatan kerja di atas kapal perlu dilakukan untuk menurunkan potensi terjadinya kecelakaan di laut dan meningkatkan keselamatan jiwa dan harta benda.
MONITORING MANGROVE UNTUK ESTIMASI POTENSI KARBON BIRU DI DUMAI, RIAU Nuryani Wigdati; Frida Sidik; Novia Arinda Pradisty
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.34

Abstract

Mangrove menyediakan berbagai jasa ekosistem, salah satunya adalah sebagai penyerap dan penyimpan karbon biru. Perhitungan jumlah simpanan dan serapan karbon di hutan mangrove menjadi penting karena hutan mangrove di Indonesia memiliki simpanan karbon biru tertinggi di dunia. Informasi potensi karbon biru mangrove dapat diperoleh dari kegiatan monitoring mangrove yang dilakukan secara berkala. Dengan lokasi penelitian di Dumai, Riau, studi ini mengestimasi karbon yang disimpan dan diserap oleh pohon mangrove di tepi sungai dan dalam hutan. Struktur komunitas diketahui dengan menghitung Shannon-Wiener Index, sementara biomasa dan potensi simpanan karbon mangrove dihitung dengan persamaan alometrik khusus berdasarkan jenis. Jenis mangrove yang ditemukan di lokasi penelitian antara lain Rhizophora apiculata, Avicennia marina, Xylocarpus granatum, Bruguiera gymnorrhiza, Sonneratia alba, Lumnitzera racemosa, dan Nypa frutican, dimana  Stasiun Tepi Sungai didominasi oleh Xylocarpus granatum (kisaran Ø 1.36-23.25 cm), sementara Rhizophora apiculata mendominasi stasiun di dalam hutan dengan kisaran Ø 1.27-23.25 cm. Laju pertumbuhan mangrove cukup beragam dan Avicennia marina memiliki laju tercepat. Hasil menunjukan bahwa dengan estimasi rata-rata biomasa mangrove sekitar 596.56 Mg ha-1 hutan mangrove di Dumai, Riau berpotensi menyimpan karbon sebesar 285.24 Mg C ha-1. Karbon yang tersimpan di Stasiun Dalam Hutan lebih besar (332.9 Mg C ha-1) dibandingkan dengan di Stasiun Tepi Sungai (237.58 Mg C ha-1). Apabila satu hektar hutan mangrove di Dumai, Riau, rusak atau hilang, maka potensi karbon yang dilepaskan sebesar 1046.83 Mg CO2 ha-1, yaitu setara dengan jumlah CO2 yang terlepas dari pembakaran 524.82 ton batu bara.Mangroves provide various ecosystem services, one of which is as a carbon sink and storage. The assessment of mangrove carbon stock and sequestration becomes a global concern especially for Indonesia’s mangrove forests that store most of mangrove blue carbon in the world. Blue carbon potentialsl in mangroves can be estimated by assessing mangroves through periodic monitoring. Here, the study was undertaken in mangrove forests in Dumai, Riau and aimed to assess the carbon stored and sequestered in mangroves located riverside and inside the forests. The forest structure was examined with the Shannon-Wiener Index, while biomass and potential carbon storage of mangroves calculated by specific allometric equations based on the species. The species found in the study site were Rhizophora apiculata, Avicennia marina, Xylocarpus granatum, Bruguiera gymnorrhiza, Sonneratia alba, Lumnitzera racemosa, and Nypa frutican. The riverside station was dominated by Xylocarpus granatum (ranging Ø 1.36-23.25 cm), while Rhizophora apiculata dominated the station inside the forest (ranging Ø o1.27-23.25 cm). The rates of mangrove growth varied among the species, with Avicennia marina as the greatest. Our result showed that the mean of mangrove biomass in the study site was 596.56 Mg ha-1 with carbon stock potential of 285.24 Mg C ha-1. Mangroves inside the forests stored more carbon (332.9 Mg C ha-1) than ones in the riverside (237.58 Mg C ha-1). We estimated that the destruction of one hectare of mangrove forest in the study site can potentially release 1046.83 CO2, which is equivalent to CO2 released from 524.82 tonnes of burned coals.
MODEL pH DAN HUBUNGANNYA DENGAN PARAMETER KUALITAS AIR PADA TAMBAK INTENSIF UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) di BANYUWANGI JAWA TIMUR Mr. Supriatna; Mohammad Mahmudi; Muhammad Musa; Kusriani .
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 3 (2020): JFMR VOL 4 NO 3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.8

Abstract

Penelitian ini menggunakan dasain kausal dengan metode deskriptif  yang bersifat ex post-facto atau kajian fenomena alami yang mempelajari proses-proses yang terjadi ditambak sesuai dengan kondisi yang ada dengan mengobservasi kegiatan budidaya udang vaname secara intensif pada petak tambak yang terkendali selama ± 100 hari. Kegiatan pengelolaan tambak dilakukan sesuai dengan prosedur operasional baku . Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian meliputi satu petak tambak berukuran  3.295,5  m2, berpola intensif dengan padat tebar 120 ekor/m2, sarana dan prasarana produksi serta alat pengambilan dan pengukur contoh sesuai dengan variabel yang diukur. Parameter utama yang diukur adalah pH harian pada pagi hari dan siang hari.  Parameter  pendukung lainnya yang diukur setiap hari adalah suhu, salinitas, kecerahan, dan mingguan TOM, karbonat, bikarbonat dan total alkalinitas  Data yang dikumpulkan dianalisis untuk melihat keragaman data yang diukur. Selanjutnya dibuat model model hubungan pH-pagi dan pH sore hari selama satu siklus pemeliharaan udang vanamei. Selanjutnya dibuat korelasi antara kelarutan pH dengan Parameter kualitas air lainnya. Untuk mengetahui keterkaitan antar variabel, data yang diperoleh dianalisis regresi dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 16 serta analisis deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan pH-pagi ditambak udang adalah 7.94  ±  0.41 (7.70- 9.00) dan model hubungan pH-pagi adalah oksigen terlarut harian adalah  Y = = 0.0065x2 - 0.1973 X + 9.48 (R² = 0.77)  dan pH-siang hari adalah Y = 0.0064x2 - 0.175x + 9.4825 (R² = 0.801).  pH air tambak  berkorelasi dengan suhu,  total alkalinitas dan  karbonat (CO32-) dan korelasi  negatif dengan ortho fospat (PO43-), bikarbonat (HCO3-) dan TOM (total organic matter) dan tidak ada korelasinya dengan salinitas dan kelarutan oksigen di dalam air tambak
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TAMBAK GARAM MENGGUNAKAN INDEKS KESESUAIAN LAHAN GARAM (IKLG) DI DESA TLUWUK, PATI Salma Nurfaiza; Bambang Sulardiono; Haeruddin .
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.1

Abstract

Garam merupakan komoditas ekonomis penting di Indonesia. Tambak garam merupakan salah satu bentuk pemanfaatan wilayah pesisir. Akan tetapi, wilayah pesisir di Indonesia tak semuanya dapat dimanfaatkan sebagai tambak garam. Kabupaten Pati merupakan salah satu wilayah yang berpotensi sebagai lokasi tambak garam. Lokasi penelitian ini adalah tambak garam di Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa. Tambak garam di lokasi tersebut masih menghasilkan kualitas dan produktivitas garam yang kurang optimal. Hal ini dimungkinkan karena pemilihan lokasi yang kurang sesuai untuk dijadikan lahan tambak garam serta pembangunan infrastruktur yang kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian lahan tambak garam di Desa Tluwuk, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus, 2020. Metode sampling yang digunakan adalah Pengambilan Sampel Acak Berlapis (Stratified Random Sampling). Analisis data yang digunakan adalah teknik skoring dengan menganalisis parameter fisika dan kimia lahan tambak garam dan melakukan skoring serta perhitungan indeks kesesuaian lahan garam. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesesuaian lahan tambak garam di Desa Tluwuk termasuk kategori sangat sesuai dengan Indeks Kesesuaian Lahan Garam (IKLG) 85% untuk tambak yang terdekat dari pantai dan kategori sesuai dengan IKLG 68% untuk tambak yang terjauh dari pantai.
APLIKASI STOCHASTIC PRODUCTION FRONTIER DALAM PENGUKURAN EFISIENSI TEKNIS BUDIDAYA UDANG VANAME DI JAWA TIMUR Riski Agung Lestariadi; Lina Asmarawati
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis diantara petambak udang dengan menggunakan pendekatan stochastic frontier yang digabungkan dengan model efek inefisiensi. Data dikumpulkan dari 245 sampel petambak udang di Kabupaten Lamongan, Banyuwangi, dan Pacitan menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil empiris menunjukkan bahwa tenaga kerja, pupuk, pakan buatan dan padat penebaran adalah faktor-faktor yang mempengaruhi variasi dalam output. Hasil analisis menunjukkan bahwa 68% () kesalahan acak yang dihasilkan oleh model disebabkan oleh inefisiensi yang terjadi dalam proses produksi udang vaname. Skor efisiensi teknis petambak udang bervariasi, berkisar antara 0,77 - 0,97 dengan rata-rata 0,92. Faktor-faktor yang mempengaruhi inefisiensi teknis dalam budidaya udang vaname di daerah penelitian diduga berasal dari atribut yang melekat pada petambak udang seperti umur, tingkat pendidikan, dan pengalaman dalam budidaya vaname
KERAGAMAN GENETIK IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer Bloch, 1790) TIPE LIAR DAN DOMESTIKASI MENGGUNAKAN METODE Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) Irmawati .; Basse Siang Parawansa; Asmi Citra Malina A.R Tassakka; Ma’rifa Baharuddin; Siti Halimah Larekeng
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 1 (2021): JFMR VOL 5 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.15

Abstract

Kegiatan pembesaran ikan kakap putih di beberapa Kabupaten di Sulawesi Selatan yang menggunakan benih yang diproduksi dari balai perikanan di Sulawesi Selatan dan Ambon telah berkembang selama beberapa tahun terakhir. Akan tetapi, benih yang dihasilkan dari kegiatan pembenihan tersebut memiliki kualitas yang masih rendah yang diduga karena keragaman genetik yang rendah. Penelitian ini menggunakan metode Random Amplified Polymorphic DNA, RAPD untuk menganalisis variasi genetik ikan kakap putih tipe liar dari Bulungan Kalimantan Utara dan ikan hasil domestikasi dari panti pembenihan di Ambon yang dibesarkan di tambak rakyat di Desa Borongkalukua Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan kakap putih tipe liar memiliki nilai heterozigositas yang lebih tinggi dibandingkan dengan ikan kakap putih hasil domestikasi. Jarak genetik antar individu-individu di dalam populasi tipe liar lebih tinggi dibandingkan dengan jarak genetik individu-individu hasil domestikasi. Dendogram dan pohon filogenetik yang dibentuk berdasarkan evolutionary dissimilarity menunjukkan bahwa pada tingkat ketidakmiripan 10% ikan kakap putih tipe liar dari Bulungan Kalimantan Timur membentuk klaster yang terpisah dengan ikan kakap putih hasil domestikasi dari Ambon yang dipelihara di tambak Dusun Borongkalukua Kabupaten Maros. Keragaman genetik ikan hasil domestikasi lebih rendah dibandingkan ikan tipe liar dan menunjukkan pola evolusi yang pholyphyly Hasil yang diperoleh tersebut menunjukkan bahwa marka RAPD dapat digunakan untuk menganalisis perubahan keragaman genetik antara populasi ikan kakap putih tipe liar dan hasil domestikasi serta bermanfaat sebagai informasi dalam menyusun strategi pemanfaatan wild population sebagai sumber induk dan konservasi plasma nutfah ikan kakap putih.
SKRINING BAKTERI PENGHASIL ENZIM AMILASE DARI SEDIMEN TAMBAK UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) Diva Triza Novitasari; Pujiono Wahyu Purnomo; Oktavianto Eko Jati; Diah Ayuningrum; Aninditia Sabdaningsih
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.15

Abstract

Tambak budidaya udang banyak memproduksi limbah organik yang berasal dari sisa metabolisme dan sisa pakan dari kultivan budidaya. Keberadaan limbah organik yang melimpah dan tidak didampingi dengan manajemen kualitas air, akan mengakibatkan dampak buruk pada kultivan seperti kematian. Proses bioremediasi termasuk salah satu cara untuk membersihkan bahan pencemar pada lingkungan tambak yang dibantu oleh agen biologis yaitu bakteri. Bakteri amilolitik dapat digunakan sebagai agen bioremediator pada lingkungan karena menghasilkan enzim amilase. Amilase merupakan enzim yang mampu menghidrolisis pati menjadi senyawa yang lebih sederhana. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri dari sedimen tambak udang vanname dan melakukan skrining enzim amilase menggunakan media Starch Casein Nitrat (SCN). Sedimen diambil pada 5 lokasi tambak pasca panen di Kabupaten Rembang. Sampel diisolasi menggunakan teknik pour plate dan purifikasi dengan teknik streak plate, sedangkan skrining enzim dilakukan dengan teknik dotting. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa terdapat 20 isolat bakteri yang diisolasi dari sedimen tambak udang vanname dan 9 isolat bakteri menunjukkan aktivitas enzim amilase, diketahui dari zona bening yang dihasilkan pada isolat setelah ditambahkan iodine.
Analisa Sebaran Panjang dan Hubungan Panjang Bobot Tuna Sirip Kuning Thunnus albacares (Bonnaterre, 1788) yang Didaratkan di Pelabuhan Benoa, Bali Tiara Gadis Safitri; Roy Kurniawan; DGR. Wiadnya
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 1 (2021): JFMR VOL 5 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.6

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan rawai tuna, sebaran frekuensi panjang baku dan panjang cagak, hubungan panjang berat tuna sirip kuning Thunnus albacares (Bonnaterre, 1788) pada bulan Juni-Juli yang didaratkan di Pelabuhan Benoa, Bali. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di pelabuhan Benoa pada tanggal 18 Juni sampai 12 Juli 2019. Kegiatan enumerasi yang dilakukan pada penelitian ini berdasarkan standard IOTC (Indian Ocean Tuna Commision) dengan menggunakan standard sampling minimal 30%. Hasil dari enumerasi ini kemudian akan diolah menjadi sebuah data komunikatif yang menunjukan berbagai macam jenis informasi. Hasil dari studi ini didapatkan bahwa: 1) dengan mengambil sampel 160 ekor ikan pada tanggal 18 Juni-12 Juli 2019 yang didaratkan di pelabuhan Benoa, Bali didapatkan analisa sebaran panjang cagak tuna sirip kuning memiliki kisaran panjang 91-165 cmFL dan sebesar 99% dari total sampel sudah layak tangkap. 2) Hasil dari monitoring 160 ekor panjang tuna sirip kuning memiliki pola pertumbuhan isometrik. 3) Analisa hubungan panjang baku dan panjang cagak 160 ekor tuna sirip kuning menghasilkan sebuah rumus estimasi yaitu FL = -2,4334 + 1,107xSL. 4) Hasil tangkapan rawai tuna yang didaratkan di pelabuhan Benoa, Bali didominasi oleh hasil tangkapan sampingan sebesar 65% dengan keadaan beku. Beberapa hal ini menunjukan bahwa kegiatan enumerasi merupakan kegiatan penting untuk memperoleh data dilapang secara langsung terdiri dari pengukuran panjang baku, panjang cagak, dan bobot tuna sirip kuning sehingga data dapat diolah menjadi informasi serta kebijakan dapat ditentukan.