cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 627 Documents
ESTIMASI SERAPAN KARBON PADA HUTAN MANGROVE DESA BEDONO, DEMAK, JAWA TENGAH Fella Suffa Azzahra; Suryanti Suryanti; Sigit Febrianto
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 2 (2020): JFMR VOL 4. NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.15

Abstract

Kadar karbondioksida (CO2) di alam semakin bertambah seiring dengan berkembangnya peradaban manusia. Hutan mangrove dapat menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah yang besar dan waktu yang lama, sehingga mampu menjadi strategi dalam mitigasi perubahan iklim. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kandungan karbon yang ada pada tegakan, sedimen, dan serasah daun mangrove serta tingkat penyerapan CO2. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2019 di kawasan ekosistem hutan mangrove Desa Bedono, Sayung, Demak. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode purposive sampling di 4 stasiun dengan total titik sampling 12. Analisis karbon menggunakan persamaan allometrik untuk menghitung simpanan  karbon pada tegakan, sedimen dan serasah daun menggunakan metode Loss on Ignition (LOI). Hasil yang diperoleh yaitu ditemukan 2 jenis mangrove pada lokasi penelitian yaitu Avicennia marina, dan Rhizopora mucronata. Nilai kerapatan jenis masing-masing spesies yaitu 4875 indv/ha, dan 200 indv/ha. Persentese penutupan rata-rata sebesar 76,94%. Kandungan karbon yang ada pada tegakan, sedimen, dan serasah daun mangrove masing-masing yaitu mangrove sebesar 190,257 ton carbon/ha, 480,608 ton carbon/ha, dan 0,00165 ton carbon/ha /hari.
PENDUGAAN UMUR CAKALANG, Katsuwonus pelamis (Linnaeus, 1758) YANG DIDARATKAN DI UPT P2SKP PONDOKDADAP SENDANGBIRU MELALUI ANALISIS LINGKARAN UMUR Yesika Nanda Pramurdya; Irwan Jatmiko; Muhammad Arif Rahman; Dewa Gede Raka Wiadnya
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 3, No 3 (2019): JFMR VOL 3 No. 3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.03.12

Abstract

Abstract Length-growth analysis of fish cannot be completed without age information. Age study on skipjack has been done through analysis of its first-hard dorsal fin. Sampling was done using 11 fish specimen taken from UPT P2SKP Pondokdadap Sendangbiru, from January to February 2018. Species identification follows the FAO standard procedure (species identification sheet) published 2001. A specimen was deposited at Depository Ichtyologicum Brawijaya with code DIB.FISH 111103. The first hard spine of 11 fish samples were cut with IsoMet low speed cutting machine at 50 mm thickness. The preparates were then analyzed using biological binocular microscope at 40x magnification. The results showed differences in number of growth annuli (annual growth-ring) at different fish length (FL). The number of annuli varied between 4 - 6+ age year at fish length (FL) variation between 38 and 62 cm. These values were closely related to those with other methods such as Modal Progression Analysis (MPA). The number of samples successfully analyzed (5 specimen) were not sufficient for analysis of length-growth parameters (L∞, k and t0). Also, this technique did not apply for age less than yearly unit, but quite affordable (Rp.50.000,- per sample) for a fairly variable amount of specimens. 
DINAMIKA JUMLAH BAKTERI Bacillus subtilis DALAM PENURUNAN KADAR BAHAN ORGANIK TOM LIMBAH BUDIDAYA IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus) Diana Arfiati; Shofiyatul Lailiyah; Karina Farkha Dina; Nunik Cokrowati
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 2 (2020): JFMR VOL 4. NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.6

Abstract

Air sisa budidaya ikan lele berupa bahan organik apabila dibuang ke perairan secara terus menerus dan berlebihan mengakibatkan pengkayaan nutrisi di perairan sehingga terjadi perubahan lingkungan. Upaya pengelolaan yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar bahan organik adalah dengan menggunakan metode bioremediasi dalam penelitian ini yaitu penambahan bakteri Bacillus subitilis. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahui pengaruh dinamika jumlah bakteri Bacillus subtilis dalam menurunkan kadar bahan organik pada limbah budidaya ikan lele Sangkuriang (Clarias gariepinus). Metode yang digunakan dalam penelitian  atau uji laboratorium adalah metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 perlakuan.  Adapun 2 perlakuan tersebut yaitu perlakuan waktu inkubasi (24, 48, 72, 96 dan 120 jam) dan perlakuan kepadatan bakteri yaitu 107 CFU/mL, 106 CFU/mL dan 105 CFU/mL, dengan ulangan sebanyak 3x dan pengolahan data dilakukan Uji ANOVA dengan menggunakan software SPSS (Statistical Package for Sosial Science) Statistic 23 dan software Minitab 18 untuk uji lanjutan Tukey. Kurva pertumbuhan bakteri bertujuan untuk mengetahui waktu bakteri memasuki fase logaritmik dan fase stasioner.  Hasil pengukuran Total plate count bakteri Bacillus subtillis mengalami peningkatan jumlah bakteri pada semua perlakuan kepadatan setiap 24 jam. Hasil kepadatan bakteri berkisar antara 2,44 x 105 CFU/ml sampai 5,3 x 107 CFU/ml. Selama masih ada bahan organik maka bakteri akan tetap berkembang, bakteri akan menurun seiring nutrientnya habis, jika menurunkan bahan organik dalam waktu 5 hari, tetapi untuk bakteri membutuhkan waktu lebih dari 5 hari bahan organik tidak terdegradasi 100%.
ESTIMASI PRODUKTIVITAS PRIMER FITOPLANKTON DI KAWASAN HUTAN MANGROVE BATUKARAS PANGANDARAN, PROVINSI JAWA BARAT Ramdan Nurdiana; Tri Dewi Kusumaningrum Pribadi; Yudi Nurul Ihsan
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 2 (2020): JFMR VOL 4. NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.11

Abstract

Hutan mangrove merupakan salah satu sumber daya alam yang memiliki fungsi sosial, ekonomi, dan ekologi bagi lingkungan sekitar. Layanan ekosistem mangrove melalui pendekatan produktivitas perairan menjadi salah satu indikator untuk melihat fungsi habitat dan ekologinya. Kajian eksplorasi ini bertujuan untuk menentukan tingkat produktivitas perairan dan korelasinya dengan faktor-faktor lingkungan. Pengukuran produktivitas perairan yang diukur secara musiman dilakukan selama satu tahun. Sampel air diperoleh dari 3 titik sampling yang terbagi menjadi tiga zona (perairan tawar, mangrove, estuari) dengan masing – masing 3 kali pengulangan. Pengukuran produktivitas primerd dilakukan dengan metode oksigen gelap terang. Secara kontras dapat diketahui ahwa nilai produktivitas perairan tertinggi terdapat pada daerah estuari di kedua musim (> 1000 mgC.m-3). Walaupun tidak terdapat korelasi yang signifikan antara produktvitas primer dengan parameter lingkungan, perubahan yang terjadi antara musim memberikan informasi terhadap pengaruh masing-masing parameter.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI YANG DIISOLASI DARI LARVA IKAN KERAPU HIBRIDA CANTIK YANG TERSERANG PENYAKIT EKOR BUNTUNG Mr. Zafran; Suko Ismi; Indah Mastuti; Ketut Mahardika
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 2 (2020): JFMR VOL 4. NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.2

Abstract

Budidaya ikan kerapu sudah berkembang pesat di Indonesia. Beberapa tahun belakangan mulai berkembang jenis kerapu hibrida, antara lain kerapu hibrida cantik. Salah satu kendala dalam pembenihan ikan kerapu hibrida cantik adalah terjadinya serangan penyakit yang menyebabkan sirip ekor ikan jadi buntung. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat bakteri dari ekor larva ikan kerapu hibrida cantik dan mengetahui karakteristiknya. Dari hasil isolasi didapatkan empat  isolat bakteri murni dimana dua isolat tumbuh baik pada media cytophaga agar  membentuk koloni berwarna keputih-putihan dan dua isolat lainnya tumbuh baik pada media TCBS agar membentuk koloni berwarna hijau. Isolat bakteri 1 dan 2 sensitif terhadap antibiotik chloramphenicol dan oxytetracyclin tetapi resisten terhadap antibiotik  ampicillin, novobiocin, erythromycin, streptomycin, dan penicillin. Di pihak lain, isolat bakteri 3 dan 4 hanya sensitif terhadap antibiotik chloramphenicol. Nilai konsentrasi hambat minimum antibiotik oxytetracyclin terhadap bakteri isolat 1 dan 2 adalah 62,5 mg/L, dan terhadap isolat 3 dan 4 adalah 250 mg/L. Antibiotik erysanbe 500 tidak efektif menghambat pertumbuhan keempat bakteri uji sampai konsentrasi 1000 mg/L. Konsentrasi hambat minimum antibiotik inrofloxs-25 untuk bakteri isolat 1 dan 2 adalah 31,2 mg/L, sedangkan untuk bakteri isolat 3 adalah 62,5 mg/L dan untuk bakteri isolat 4 adalah 15,6 mg/L.
A BASELINE STUDY ON MACROZOOBENTHOS ASSEMBLAGES IN PASIR ISLAND Fiddy Semba Prasetiya; Yusuf Arief Nurrahman; Sheila Zalessa; Sri Astuty; Indah Riyantini; Ibnu Faizal
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 2 (2020): JFMR VOL 4. NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.7

Abstract

Biodiversity of macrozoobenthos in Pasir Island, Brebes, is under-explored. On the other hand, the baseline information regarding macrozoobenthos is essentially required for better future environmental management. This research aims to analyze macrozoobenthos community structure in the Pasir Island that has not been documented. Surveys were carried out in the rainy season. In this study, a total of 10 sampling locations were classified into two different groups that represent “control” and “disturbed” station. The main structural parameters of the macrozoobenthos identified at each station were specific richness (S), abundance (number of individuals m-2, N) and the Pielou’s index (J). Additionally, the pairwise comparison between groups was conducted by using analysis of similarity (ANOSIM) and the similarity percentage (SIMPER) to obtain the description of community structure. A total of 1054 specimens were counted from the “control” and “disturbed” stations. These specimens belonged to five animal classes, namely, Bivalvia, Gastropoda, Malacostraca, Cephalopoda and Echinoidea. ANOSIM and SIMPER analysis demonstrated that a significant difference was found between “control“ and  “disturbed“ stations with the percentage of dissimilarity value of 88.82%. In addition, environmental variables such pH, salinity and type of substrates contributed significantly to this difference. This result provides insight regarding macrozoobenthos diversity and ecological information that may contribute to further conservation management in the Pasir Island, Indonesia.
SPOT REKRUTMEN KARANG PADA TERUMBU BUATAN BIOREEFTEK DI PERAIRAN PESISIR DESA KEROBOKAN,BULELENG, BALI Eghbert Eghbert Elvan Ampou; Camellia Kusuma Tito; Iis Triyulianty; Nuryani Widagti
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.28

Abstract

Perairan pesisir Desa Kerobokanmemiliki wilayah terumbu karang yang penting karena terdapat spot rekrutmen sebagai wilayah terumbu buatan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai indeks keanekaragaman, keseragamandan dominansi karang pada terumbu buatan alami “Bioreeftek” di salah satu spot perairan pesisir Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.Metode penelitian yang diaplikasikan adalah observasi dengan sensus visual dengan kamera bawah air dan peralatan selam SCUBA pada enam unit terumbu buatan. Pengambilan data observasi dilakukan pada September 2020. Total rekrutmen karang yang ditemukan sebanyaksembilan jenis biota pada terumbu buatan B1-B6 (B=Bioreeftek), yaituPodobacia sp, Sponge, Atriolum robustum, Favites sp, Gorgonia sp, Porites sp, Diploastrea sp, Coralline algae dan Pocillopora damicornis. IndeksKeanekaragaman tertinggi B3 = 3,4; Indeks Keseragaman tertinggi B3 = 2, 48; Indeks Dominansi tertinggi B5 = 0,68. Biota yang paling banyak ditemukan pada terumbu buatan B1-B6 adalahCoralline algae dan karang Scleractinia dari jenisFavites sp. Kondisi kualitas air di perairan Buleleng menunjukan kondisi normaldan masih berada pada standar baku yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004, kecuali konsentrasi nutrien.This study aims to determine the diversity index value, uniformity, and dominance of corals on natural artificial reefs "Bioreeftek" in Kerobokan Village coastal waters, Sawan District, Buleleng Regency, Bali Province. Data collection was carried out on September 2020. Observations with visual census using underwater cameras and SCUBA diving equipment was applied to observe coral recruitment insix artificial reef units. The results showed that there werenine types of biota found on artificial reefs B1-B6 (B = bioreeftek), that werePodobacia sp, Sponge, Atriollum robustum, Favites sp, Gorgonia sp, Porites sp, Diploastrea sp, Coralline algae and Pocillopora damicornis. The highest diversity index found in B3 = 3,4; The highest uniformity index found B3 = 2,48; and the highest dominance index was in B5 = 0,68. Coralline algae and Scleractinian corals (Favites sp)were abundantly found in artificial reefs B1-B6.Water quality condition in Buleleng water generally showed a normal condition for supporting marine lifes, with exception of nutrient
HUBUNGAN KEKERUHAN TERHADAP SUSPENDED PARTICULATED MATTER (SPM) DAN KLOROFIL DALAM TAMBAK UDANG Dita Tania Suhendar; Suhendar I Sachoemar; Azam B Zaidy
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 3 (2020): JFMR VOL 4 NO 3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.03.3

Abstract

Kualitas air ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor fisika yang terdiri dari suhu, kekeruhan dan padatan terlarut. Kekeruhan merupakan salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan udang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kekeruhan terhadap SPM dan kandungan klorofil dalam tambak udang. Penelitian berlangsung di tambak BAPPL Serang, Banten pada bulan Agustus- November 2019. Metode yang digunakan adalah survey dan analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara kekeruhan dan SPM adalah positif kuat dengan R2 sebesar 0.99 sedangkan untuk hubungan kekeruhan dengan klorofil memiliki nilai R2 sebesar 0.69 yang artinya kekeruhan mempengaruhi SPM dan klorofil namun untuk SPM memiliki pengaruh yang sangat kuat sedangkan pada klorofil tidak memiliki pengaruh yang kuat karena terdapat faktor lain yang mempengaruhi kandungan klorofil.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN PADA LAHAN PESISIR KABUPATEN JEPARA Arif Mustofa; Decky Rochmanto
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 1 (2021): JFMR VOL 5 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.19

Abstract

Analisis daya dukung lahan terhadap budidaya perikanan sangat penting dilakukan agar usaha budidaya tidak menemukan hambatan. Analisis keseuaian lahan dilakukan dengan melakukan evaluasi karakteristik lahan disesuaikan dengan kriteria hasil penelitian yang telah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mengevaluasi kesesuaian lahan pesisir Kabupaten Jepara sebagai lahan budidaya perikanan. Metode penelitian berupa survei dan metode analisis data didasarkan pada kriteria kesesuaian lahan pesisir dimodifikasi dari beberapa sumber peneliti terdahulu. Kriteria tersebut berupa tekstur tanah, kelerengan pantai, tipe pantai, curah hujan, kondisi hidrologi, jalur hijau, pH tanah dan penutupan lahan. Pengukuran dan pengambilan sampel di titik pengamatan yang berumlah delapan yaitu Kecamatan Kedung, Tahunan, Jepara, Mlonggo, Bangsri, Kembang, Keling dan Donorojo. Analisa data menggunakan scoring dengan tiga tingkatan 100, 90 dan 80 serta hasil total penjumlah skor dengan kriteria daya dukung baik bernilai 91-100, daya dukung sedang bernilai 81-90 dan daya dukung rendah bernilai < 80. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah pesisir Kabupaten Jepara yang memiliki karakteristik daya dukung lahan baik terhadap budidaya perikanan adalah wilayah pesisir Kecamatan Kedung, Mlonggo dan Keling. Kriteria daya dukung sedang adalah wilayah pesissir Kecamatan Tahunan, Jepara, Bangsri, Kembang dan Donorojo. Tidak ditemukan kriteria daya dukung lahan rendah di wilayah pesisir Kabupaten Jepara
PEMODELAN DAN ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KABUPATEN SITUBONDO, JAWA TIMUR M. Arif Zainul Fuad; Annisa Kusuma Fajari; Nurin Hidayati
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 5, No 2 (2021): JFMR VOL 5 NO.2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.02.19

Abstract

Pesisir Kabupaten Situbondo yang terletak di pantai utara Jawa diduga cenderung mengalami akresi. Akan tetapi terdapat beberapa daerah di Situbondo yang rawan abrasi, seperti daerah Banyuglugur dan Besuki. Kecamatan Banyuglugur, Besuki, Mlandingan, dan Suboh merupakan daerah pesisir yang padat pemukiman dan rawan terhadap perubahan. Oleh sebab itu dilakukan prediksi perubahan garis pantai menggunakan one-line model agar dapat meminimalisir dampak yang akan terjadi. Data utama untuk memodelkan prediksi garis pantai adalah  koordinat garis pantai, kemiringan pantai, dan gelombang. Dilakukan perhitungan transpor sedimen menggunakan rumus CERC untuk mengetahui erosi maupun akresi. Kemudian didapat perubahan garis pantai berdasarkan waktu yang ditentukan. Berdasarkan hasil prediksi menggunakan one-line model, terdapat daerah di pesisir bagian barat Kabupaten Situbondo yang diprediksi mengalami erosi dan akresi. Erosi terjadi di lokasi Pantai Tampora, pemukiman Banyuglugur, tambak Kecamatan Suboh, dan  tanah kosong di TPI Mlandingan. Akresi akan dominan terjadi di lokasi mangrove Kecamatan Banyuglugur, muara Sungai Lobawang, muara Sungai Deluang, Pantai Dubibir, mangrove Kecamatan Suboh, dan muara Sungai Gardu Rusak. Pada lokasi yang mengalami garis pantai mundur, pola transpor sedimennya termasuk dalam kategori erosion. Sedangkan area yang mengalami garis pantai maju memiliki pola transpor yang termasuk dalam kategori transport as bed load. Secara kseluruhan, area penelitian mengalami akresi dengan laju akresi sebesar 0,217 m/tahun.