cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 627 Documents
BEBERAPA MACAM CACAT TUBUH YANG TERJADI PADA BENIH IKAN KERAPU CANTANG HASIL HATCHERY Ismi, Suko
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 1 (2020): JFMR VOL 4 NO 1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.188 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.14

Abstract

Cantang grouper is a hybrid between female tiger grouper (Epinephelus fuscoguttatus) and male giant grouper (Epinephelus lanceolatus) cantang grouper is currently in big demand for aquaculture because it has fast growth. Seed requirement of this fish can be supplied from hatcheries production, one of the constraints of the hatchery production it is deformities. The purpose of this study is to know the kinds of deformities that occur in fish seeds produced from the hatchery. The study was conducted in  Gerokgak District , Buleleng Regency, Bali. Data obtained by survey and direct observation in several hatcheries and  collected was analyzed descriptively. The results showed that highest deformity were open gills reached 90.1%, followed by deformity of tail  72.6%, head and mouth  reached 23.8% and backbone (kiposis, lordosis skiolosis) reached 20.8%. High deformities in the resulting seed will result in losses to the hatchery because the seed can't sell.
PREELIMINARY STUDY: WATER QUALITY PARAMETER ANALYZES OF SALT EVAPORATION PONDS IN KECAMATAN GALIS KAB. PAMEKASAN, EAST JAVA Onie Wiwid Jayanthi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 1 (2020): JFMR VOL 4 NO 1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.891 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.19

Abstract

AbstractWater quality is an important parameter that affects the productivity and quality of salt produced in the traditional salt ponds. Environmental factors of water quality in salt ponds include bouzem plots, brine plots, peminihan ponds, and crystallization tables are important to be analyzed so that the quality of community salt can be improved, but some research is very limited about this so this research needs to be carried out. The method that used in this research is exploratory descriptive method by measuring water quality in bouzem plots, brine plots, evaporation ponds and crystallization tables. The result of water quality in bouzem plots (temperature=32ᴼC; pH=8,5; DO = 5,2 mg/L; salinity=2,5ᴼBe), evaporations ponds (temperature=34ᴼC ; pH=8,5 – 8,6 ; DO=5,4 – 6,2 mg/L; salinity=34ᴼBe), brine plots (temperature=39ᴼC ; pH=7,4 – 7,5 ; DO=2,8 – 3,3 mg/L; salinity=20ᴼBe), and crystallization tables (temperature=38ᴼC ; pH=5,7 – 6,4 ; DO=1,2 – 1,3 mg/L; salinity=29ᴼBe) Keywords: Water quality, Salt Evaporation Ponds, Pamekasan
STATUS KEBERLANJUTAN KAWASAN PESISIR BERBASIS BUDIDAYA UDANG VANAME DI KECAMATAN INDRAMAYU dwi putri wigiani; Bambang Widigdo; Kadarwan Soewardi; Mr. Taryono
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 3, No 2 (2019): JFMR VOL 3 NO 2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.426 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.3

Abstract

Kecamatan Indramayu merupakan salah satu kecamatan di pesisir Kabupaten Indramayu yang memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi produksi udang vaname melalui kegiatan budidaya baik dengan teknologi tradisional maupun intensif. Budidaya udang di Indramayu yang telah berlangsung sejak tahun 1980-an tentunya memberikan dampak terhadap keberlanjutan kawasan pesisir di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai status keberlanjutan kawasan pesisir berbasis kegiatan budidaya udang vaname di Kecamatan Indramayu. Metode yang digunakan adalah metode analisis Rap - Shrimp Farm (Rap-SF) hasil modifikasi dari RAPFISH dengan menggunakan 5 dimensi yaitu ekologi, ekonomi, sosial, hukum dan kelembagaan, serta teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan kawasan pesisir di Kecamatan Indramayu berdasarkan tingkat teknologinya menunjukkan perbedaan. Indeks keberlanjutan kawasan pesisir berbasis budidaya udang vaname dengan teknologi tradisional plus dikategorikan kurang berkelanjutan dengan nilai indeks yang dihasilkan sebesar 50,36  dan untuk teknologi intensif dikategorikan cukup berkelanjutan dengan indeks keberlanjutan sebesar 51,85. Guna meningkatan status keberlanjutannya maka direkomendasikan strategi pengelolaan kawasan pesisir berbasis budidaya udang vaname dilakukan dengan pendekatan pengelolaan kawasan budidaya berbasis klasterisasi.  
ASPEK BIOLOGI DAN TINGKAT PEMANFAATAN UDANG DOGOL (Metapenaeus ensis) DI PERAIRAN MEULABOH Mr. Hufiadi; Ap'idatul Hasanah; Andina Ramadhani Putri Pane
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 1 (2020): JFMR VOL 4 NO 1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.541 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.24

Abstract

Udang dogol (Metapenaeus ensis) merupakan salah satu komoditas udang yang ditangkap menggunakan alat tangkap pukat dasar di perairan Meulaboh.  Diperlukan informasi ilmiah agar dapat dilakukan upaya pengelolaan sumberdaya udang dogol agar populasinya tetap terjaga dan lestari. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aspek biologi baik struktur ukuran, hubungan panjang karapas dengan bobot tubuh, rasio kelamin, tingkat kematangan gonad, perbandingan ukuran pertama kali tertangkap (Lc) dengan ukuran pertama kali matang gonad (Lm) serta tingkat pemanfaatannya di perairan Meulaboh. Penelitian dilakukan dari April sampai dengan Desember 2018 dengan sampel sebanyak 4.701 ekor baik jantan maupun betina. Struktur ukuran udang dogol 12 – 50 mm dengan dominan pada ukuran 30 mm dengan pola pertumbuhan allometrik negatif. Rasio kelamin udang seimbang antara jantan dengan betina dengan tingkat kematangan gonad tertinggi pada bulan September yang diprediksi sebagai puncak musim pemijahan. Ukuran pertama kali matang gonad (25,95 mm), udang dogol di perairan Meulaboh lebih dahulu matang gonad dari pada ukuran pertama kali tertangkap (28,10 mm) sehingga telah memberikan kontribusi di lingkungan (Lm > Lc). Tingkat pemanfaatan  (E) udang dogol masih rendah (0,35) dan ini menunjukkan masih dapat dilakukan upaya peningkatan penangkapan, dan didukung dengan tidak menggunakan alat tangkap pukat dasar sesuai dengan Permen KP Nomor 2 Tahun 2015.
Efikasi Oxytetracycline Terhadap Kesehatan Ikan Lele yang Diinfeksi Bakteri Edwardsiella tarda Qurrota A'yunin; Hartati Kartikaningsih; Sri Andayani; Nasrullah Bai Arifin
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 3, No 1 (2019): JFMR VOL 3 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.183 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.15

Abstract

Edwardsielliosis is a disease that commonly infects freshwater fish including catfish (Clarias sp). Edwardsielliosis is caused by Edwardsiella tarda infection and causes mass mortality in catfish farming. Overcoming diseases in freshwater fish can use drugs or antibiotics that are classified as safe and their use is in accordance with government regulations. This study aims to determine the appropriate dosage of Oxytetracycline in catfish infected by E. tarda bacteria through histological analysis. The study design used Completely Randomized Design with 3 treatments, 1 control and 3 replications in each treatment. Catfish used were ± 25 cm in size and the dose of oxytetracycline used were 15, 30, and 45 ppm. The results showed tissue damage edema, vacuolization, necrosis, and haemorhage in fish infected with Edwardsiella tarda bacteria with the lowest damage at 45 ppm of oxytetracycline treatment. The results indicate that oxytetracycline has an effect on muscle histology and recovery of fish health.
UKURAN PERTAMA KALI TERTANGKAP, UKURAN PERTAMA KALI MATANG GONAD DAN STATUS PENGUSAHAAN Selar boops DI PERAIRAN BITUNG Rudi Saranga; Silvester Simau; Jerry Kalesaran
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 3, No 1 (2019): JFMR VOL 3 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.146 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.9

Abstract

This research was carried out because the information related to the size of fish capture and the status of exploiting S. boops was still very little, especially in the waters around Bitung. The appropriate size of capture and exploitation status can be used as a reference to assess whether the utilization of S. boops resources in the waters around Bitung is in accordance with the sustainable management guidelines for fish resources. This study aims (1) to get the size of the first caught fish (Lc); (2) get the size of fish first cooked gonad (Lm); (3) obtain S. boops business status. The sampling of fish was obtained from the Bitung coastal fishermen who landed his catch at the Bitung Ocean Port. Retrieval of fish sample data was carried out from February 2016 to January 2017 with a total samples 1,659 using the survey method. The results showed that the size of first captured 15.10 cm FL while the size of the first matured obtained 16.30 cm FL. The status of exploitation based on the comparison of Lc and Lm parameters that percentage of matured and the SPR value categorized as overfishing.
PREVALENSI EKTOPARASIT PADA IKAN BUDIDAYA DI KARAMBA JARING APUNG DI TELUK KAPING, BULELENG, BALI Zafran Jamaris; Dez Roza; Ketut Mahardika
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 3, No 1 (2019): JFMR VOL 3 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.77 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.4

Abstract

Perairan laut Buleleng Utara merupakan salah satu sentra pengembangan budidaya perikanan laut di Propinsi Bali. Salah satu kendala dalam pengembangan budidaya laut adalah terjadinya kematian ikan budidaya yang antara lain disebabkan oleh serangan parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit yang menginfeksi ikan yang dibudidayakan di karamba jaring apung (KJA) serta tingkat prevalensinya. Penelitian dilakukan selama lima bulan dengan cara mengambil masing-masing 10 ekor sampel ikan dari tiga KJA berbeda yang berlokasi di Teluk Kaping, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali. Sampel ikan dalam keadaan hidup yang diambil setiap bulan selanjutnya dibawa ke laboratorium Patologi Balai Besar Riset Budidaya laut dan Penyuluhan Perikanan, Gondol, Bali. Pengamatan morfologi parasit dilakukan secara mikroskopis terhadap preparat insang dan lendir permukaan tubuh ikan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa parasit utama yang menginfeksi ikan adalah lintah Hirudinea (Zeylanicobdella arugamensis) dengan prevalensi mencapai 100% diikuti oleh Benedenia sp (40%), Trichodina sp (33.33%), cacing insang (33.33%), Lepeophtheirus sp (26.67%), dan Cryptocaryon irritans (13.33%).
KAJIAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE LIT, PIT, DAN QT UNTUK MONITORING TUTUPAN SUBSTRAT Nur Kholis Wahib; Oktiyas Muzaky Luthfi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 3, No 3 (2019): JFMR VOL 3 No. 3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.03.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang efektif untuk monitoring tutupan substrat dan untuk mengetahui kondisi substrat di Perairan Pulau Tinabo Besar. Substrat merupakan susunan dasar perairan yang tersusun dari dua komponen, yaitu biotik dan abiotik. Substrat terbagi menjadi dua kategori, yaitu living dan non-living. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ImageJ dan Ms. Excel 2016. Tutupan rata-rata substrat living metode Line Intercept Transect (LIT) sebesar 34%, tutupan rata-rata substrat living metode Point Intercept Transect (PIT) sebesar 36%, dan tutupan rata-rata substrat living metode Quadrant Transect (LIT) sebesar 11%. Perbandingan dari tiga metode untuk monitoring tutupan substrat di Perairan Pulau Tinabo Besar didapatkan hasil monitoring dengan metode Point Intercep Transet (PIT) memiliki nilai living yang lebih besar dari kedua metode lainnya. Metode yang paling efektif untuk monitoring substrat di Perairan Pulau Tinabo Besar adalah metode Point Intercept Transect (PIT) dan kondisi tutupan substrat di Perairan Pulau Tinabo Besar masuk kedalam kategori sedang dengan persentase living sebesar 36% dan non-living sebesar 64%.
KAJIAN PENGGUNAAN JENIS IKAN DAN TEPUNG TERIGU PADA KUALITAS KIMIA, FISIK, DAN ORGANOLEPTIK KAMABOKO Chairil Anwar; Ika Rezvani Aprita; Miss Irmayanti
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 3, No 3 (2019): JFMR VOL 3 No. 3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.5 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.03.2

Abstract

Ikan sebagai salah satu produk hasil perairan merupakan sumber protein hewani mengandung protein yang cukup tinggi dan komposisi asam amino yang lengkap. Namun, ikan mudah menglami kerusakan dan pembusukan. Oleh sebab itu, untuk menanggulangi hal tersebut maka diperlukan suatu cara pengolahan ikan sehingga dapat mempertahankan daya simpan serta daya awet ikan tanpa mengurangi nilai gizinya. Salah satu produk hasil pengolahan ikan adalah kamaboko. Kamaboko adalah suatu bentuk kue ikan yang terbuat dari gel protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis ikan (bandeng dan kembung) dan konsentrasi tepung terigu yang digunakan terhadap mutu kamaboko ikan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor jenis ikan (bandeng dan kembung) dan konsentrasi tepung terigu (5%, 10%, 15%, dan 20%) dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor jenis ikan dan konsentrasi tepung terigu memberikan pengaruh yang nyata terhadap kekenyalan dan kekerasan kamaboko yang dihasilkan. Faktor jenis ikan dan konsentrasi tepung terigu memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap kadar air dan kadar protein kamabako yang dihasilkan. Berdasarkan hasil analisis kimia terhadap kadar protein kamaboko menunjukkan bahwa kamaboko jenis ikan bandeng pada konsentrasi tepung terigu 5 % adalah produk terbaik karena memiliki kadar protein tertinggi yaitu 11,67 %, sehingga dapat meningkatkan konsumsi protein masyarakat sebagai sumber gizi penting. Hasil uji organoleptik, tingkat penerimaan panelis terhadap warna, penampakan, aroma, rasa, tekstur serta uji potong menunjukkan bahwa kamaboko dengan perlakuan jenis ikan bandeng dengan penambahan tepung terigu pada konsentrasi 5% merupakan perlakuan terbaik.
IDENTIFIKASI BAKTERI PADA LARVA IKAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares) Indah Mastuti; Ananto Setiadi; Des Roza; Ketut Mahardika
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 1 (2020): JFMR VOL 4 NO 1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.909 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.1

Abstract

Perbenihan tuna sirip kuning (Thunus albacares) telah dilakukan sejak tahun 2015 di Balai Besar Riset Budidaya Laut dan Penyuluhan Perikanan, Gondol, Bali. Akan tetapi, dalam perbenihan tuna sirip kuning masih dihadapkan adanya tingkat kematian yang tinggi pada tahap larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri pada perbenihan larva tuna sirip kuning. Bakteri diisolasi dari larva umur 5, 10, 15, 20 hari setelah menetas pada media marine agar. Koloni bakteri yang tumbuh direisolasi berdasarkan morfologinya. Setiap isolat diidentifikasi secara molekuler berdasarkan urutan nukleotida dalam gen ribosom 16S menggunakan pasangan primer 27F dan 1492R. Kesamaan masing-masing urutan nukleotida dianalisis dengan BLAST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 9 isolat bakteri dari larva ikan tuna sirip kuning yang tumbuh dengan morfologi berbeda. Hasil Analisa BLAST, bakteri tersebut memiliki kemiripan dengan Bacillus cereus, B. methylotrophicus, B. amyloliquefaciens, Pseudomonas plecoglossicida, P. putida dan Vibrio sp. strain voc. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi awal tentang bakteri yang ada pada larva ikan tuna sirip kuning.

Page 5 of 63 | Total Record : 627