cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
KONSENTRASI KARBON ORGANIK DAN LOGAM BERAT (Cu, Fe, Mn, Pb) SEDIMEN DI SUNGAI GARANG DAN BANJIR KANAL BARAT, SEMARANG Rahman, Arif; Haeruddin, Haeruddin; Ghofar, Abdul
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 3 (2022): JFMR on December
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.03.3

Abstract

Sungai Garang dan Banjir Kanal Barat (BKB) merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Garang yang bermuara ke Teluk Semarang. Logam berat merupakan salah satu zat pencemar yang dapat ditemukan pada berbagai jenis perairan. Keberadaan karbon organik berperan dalam menentukan konsentrasi logam berat dalam sedimen. Logam berat bersifat mudah terikat pada bahan organik yang selanjutnya mengendap di dasar perairan dan terakumulasi dalam sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsentrasi karbon organik serta logam berat Cu, Fe, Mn, dan Pb sedimen di Sungai Garang dan Banjir Kanal Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2019 dengan dua kali pengambilan sampel di aliran Sungai Garang dan Banjir Kanal Barat yang terdiri dari 3 stasiun pengambilan sampel. Sampel sedimen dikumpulkan dengan menggunakan grab sampler kemudian dilakukan pengukuran konsentrasi karbon organik dan logam berat (Cu, Fe, Mn, dan Pb). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi karbon organik di sedimen berkisar antara 7437,45-20141,75 mg/kg dan menunjukkan konsentrasi yang semakin tinggi ke arah hilir/muara Sungai Banjir Kanal Barat. Sebagian besar konsentrasi logam berat di sedimen tidak melebihi ambang batas, kecuali Pb pada stasiun 2 yang telah melebihi ambang batas pedoman kualitas sedimen untuk perlindungan kehidupan biota akuatik.
HUBUNGAN PARAMETER HIDRO-OSEANOGRAFI DENGAN TUTUPAN KARANG DI PERAIRAN SELAT SEMPU Isdianto, Andik
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 3 (2022): JFMR on December
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.03.7

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem yang unik dan kompleks di perairan, serta menjadi penyangga kehidupan bagi biota di sekitarnya. Namun dibalik fungsi dan manfaatnya yang besar, terumbu karang merupakan ekosistem yang rentan terhadap perubahan kualitas lingkungan. Salah satu parameter lingkungan di perairan adalah parameter hidrooseanografi yang meliputi arus, gelombang, pasang surut dan sedimentasi, dengan pertimbangan tersebut perlu dilakukan penelitian hubungan antara parameter hidrooseanografi dengan karang. Perairan Selat Sempu merupakan perairan yang memiliki karakteristik unik karena berada di antara struktur batuan karst dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pengumpulan data in situ dan ex situ, serta metode analisis menggunakan metode analisis PCA. Hasil parameter kecepatan arus pada daerah ini termasuk dalam kategori cepat dengan nilai 0,16 – 1,32 m/s. Sama halnya dengan arus, nilai gelombang juga menunjukkan nilai yang cukup tinggi dengan rata-rata tinggi signifikansi 47,62 cm. Jenis pasang surut di perairan ini adalah pasang surut campuran ganda miring dengan laju sedimentasi yang relatif tinggi hingga 181 mg/cm2/hari. Nilai persentase tutupan karang pada masing-masing menunjukkan nilai tutupan yang kurang baik dengan nilai persentase tutupan karang hanya berkisar 5-18% dan menunjukkan hubungan yang tidak terlalu signifikan dengan parameter hidro-oseanografi. Hal ini dapat terjadi karena perairan Selat Sempu padat oleh kapal-kapal, baik kapal penangkap ikan maupun kapal wisata.   Coral reefs are a unique and complex ecosystem in waters, as well as being a life support for the surrounding biota. But behind the great functions and benefits, coral reefs are ecosystems that are vulnerable to changes in environmental quality. One of the environmental parameters in the waters is hydro-oceanographic parameters which include currents, waves, tides and sedimentation, with these considerations it is necessary to research the relationship between hydrooceanographic parameters and corals. This is because changes in hydrooceanographic conditions will affect water conditions. The waters of the Sempu Strait are waters that have unique characteristics because they are located between karst rock structures and are directly adjacent to the Indian Ocean. The method used in this study is a quantitative method with in situ and ex situ data collection and for the analysis method using the PCA analysis method. The results of the current velocity parameter in this area are included in the fast category with a value of 0.16 – 1.32 m/s. Similar to current, the wave value also shows a fairly high value with an average significant height of 47.62 cm. The type of tidal in these waters is mixed tidal double skew with a relatively high sedimentation rate of up to 181 mg/cm2/day. The value of the percentage of coral cover in each shows a poor cover value with the percentage value of coral cover only in the range of 5-18% and shows a not very significant relationship with hydro-oceanographic parameters. This could be due to the fact that the waters of the Sempu Strait are densely packed with ships, both fishing vessels and tourist vessels. From the results of PCA analysis, it was found that between hydro-oceanographic parameters and coral cover in the Sempu Strait waters there was a less significant relationship because the value of the closeness of the relationship was below 0.5. This shows that the hydrooceanographic parameters do not significantly affect the growth process of coral reef cover.
UJI TOKSISITAS AKUT (LC50-96 JAM) Ekstrak Caulerpa Lentillifera Dengan Pelarut Metanol Dan Water Extract Terhadap Gula Darah Ikan Komet (C. Auratus) Hertika, Asus Maizar Suryanto; Andayani, Sri; Lusiana, Evellin Dewi; Putra, Renanda Baghaz Dzulhamdani Surya
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 3 (2022): JFMR on December
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.03.5

Abstract

Caulerpa lentilifera merupakan makroalga atau sering disebut dengan anggur laut yang mudah ditemui di Indonesia. Berbagai aktivitas manfaat dari Anggur laut telah ditemukan untuk kegiatan akuakultur salah satunya yakni dalam peningkatan sistem imun ikan. Kajian penggunaan caulerpa sebagai imunostimulan yang efektif perlu dilakukan penelitian untuk menentukan dosis yang tepat untuk meningkatkan imune ikan. Uji toksisitas akut merupakan uji awal yang diperlukan untuk mengetahui dosis lethal ekstrak caulerpa. Hasil uji toksisitas akut dijadikan sebagai dasar penentuan dosis pada uji sub kronis yang selanjutnya akan diketahui dosis efektif dalam peningkatan imunitas ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis toksisitas akut ekstrak pelarut yang berbeda yakni pelarut metanol dan pelarut water extract dan menguji pada kadar glukosa darah ikan sebagai indikator tingkat stress ikan. Metode yang digunakan dalam ekstraksi dengan menerapkan metode maserasi dengan pelarut metanol dan pelarut water extract. Uji toksisitas yang dilakukan yaitu metode penentuan LC50-96jamdengan analisis probit.  Metode ini dilakukan diawali dengan uji pendahuluan untuk menentukan ambang lethal atas dan ambang lethal bawah. Selanjutnya dilakukan uji sesungguhnya untuk menentukan nilai LC50-96jam . Pada proses uji toksisitas dilakukan pengamatan kadar glukosa darah ikan komet menggunakan kit blood glucose. Pada penelitian juga dilakukan pengukuran kualitas air seperti suhu, pH dan oksigen terlarut (DO). Hasil penelitian menunjukkan toksisitas akut tertinggi pada ekstrak Caulerpa lentilifera dengan pelarut Metanol sebesar 0,761 ppm. Selanjutnya kadar gula darah tertinggi didapatkan pada ekstrak Caulerpa lentilifera dengan pelarut Metanol sebesar 102 mg/dL pada konsentrasi 0,24 ppm. Parameter kualitas air menunjukkan bahwa pengukuran suhu, pH, oksigen terlarut (DO) didapatkan nilai masih dalam ambang batas untuk mendukung hidup ikan.   Caulerpa lentilifera is a sea grape like-macroalga that grows well in Indonesia. Many beneficial activities of sea grapes have been found for aquaculture, such as to increase fish immune system. However, Caulerpa lentilifera potency as an effective immunostimulant need to evaluate further to determine the proper dose to increase fish immunity. Acute toxicity test is the initial test needed to determine the lethal dose of Caulerpa lentilifera extract. The results then used as the basis to define the dose in the sub-chronic test and further to decide the effective dose in increasing fish immunity. The purpose of this study was to analyze the acute toxicity of different solvent extracts (methanol and water extract) and to evaluate the blood glucose levels of fish studied as an indicator of fish stress levels. The extraction method used was the maceration method . Toxicity test  was carried out to determine LC50-96hours with probit analysis. The toxicity preliminary test was performed to define the upper and the lower lethal threshold. The further toxicity test was carried out to determine the value of LC50-96hours. In the toxicity test process, the blood glucose levels of comet fish were observed using a blood glucose kit. In this study water quality parameters such as temperature, pH, and dissolved oxygen (DO) were also  asesses. The results showed that the highest acute toxicity was found at Caulerpa lentilifera extracted with methanol at 0.761 ppm. Furthermore, the highest blood sugar levels  at 102 mg/dL were found in Caulerpa lentilifera extracted with methanol of at a concentration 0.24 ppm. Water quality parameters indicate that the temperature, pH, and dissolved oxygen (DO) values ​​are still within the threshold to support fish life.
Implementasi Kebijakan Larangan Ekspor Benih Bening Lobster Sesuai Dengan Permen-Kp No 17 Tahun 2021 Di Pantai Popoh Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung Sari, mariyana; Wildan Al Farizi; Diah Ajeng Pramesti
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 3 (2022): JFMR on December
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.03.8

Abstract

Indonesia termasuk salah satu negara di dunia yang melakukan ekspor lobster dengan posisi terbesar ke-17 eksportir dunia. Namun karena aktifitas penangkapan terjadi secara massal dan tanpa terkendali serta tidak adanya batasan untuk ekspor benih lobster, telah mengancam populasi biota bernilai ekonomi tinggi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui jenis lobster dan tujuan lokasi penjualannya; 2) Menganalisis implementasi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI  Nomor 17/Permen-KP/2021 terkait pengelolaan dan penangkapan benih bening lobster pada nelayan; 3 )Menganalisis persepsi yang ditimbulkan dari nelayan  terhadap adanya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 17/Permen-KP/2021 terkait pengelolaan dan penangkapan benih bening lobster. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Narasumber adalah nelayan penangkap benih lobster, pengepul benih lobster dan pemerintah yaitu Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung. Metode analisis data pada penelitian ini adalah dengan model Miles and Hubberman yaitu menggunakan analisis reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta policy output dan policy outcome. Hasil kesimpulan sebagai berikut: Jenis lobster yang dijual di Pantai Popoh hanya jenis lobster mutiara dan pasir. Lokasi penjualan ke pengepul besar di Prigi Trenggalek. Implementasi Permen-KP Nomor 17 Tahun 2021 di Pantai Popoh sudah dilaksanakan secara baik dengan bertahap. Persepsi nelayan Pantai Popoh terkait adanya Permen KP Nomor 17 Tahun 2021 terkait pemahaman 80% nelayan paham, kesetujuan 100% nelayan setuju, pengaruh terhadap ekosistem laut 40% nelayan setuju, keefektifan 66,67% nelayan setuju, dan pemberian sosialisasi 80% nelayan setuju sudah dilakukan dengan baik.   Indonesia is one of the countries in the world that exports lobster with the position of the 17th largest exporter in the world. However, because of the activities that occur en masse and uncontrolled and there is no limit to the export of lobster, it has threatened the population of these high-economy viable seeds. The aims of this research are: 1) Knowing the type of lobster used, and the purpose of the sale location; 2) Analyzing the implementation of the Regulation of the Minister of Maritime Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia Number 17/Permen-KP/2021 related to the management and catching of lobster clear seeds for fishermen; 3) Analyzing the perceptions generated by fishermen regarding the Regulation of the Minister of Maritime Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia Number 17/Permen-KP/2021 regarding the management and catching of lobster seeds. The sampling method was carried out purposively. The resource persons are fishermen who catch lobster seeds, collectors of lobster seeds and the government, namely the Fisheries Service of Tulungagung Regency. The data analysis method in this study is the Miles and Hubberman model, which uses data reduction analysis, data presentation, drawing conclusions, and policy outputs and policy results. The conclusions are as follows: The type of lobster sold at Popoh Beach is only pearl and sand lobster. Location of sales to big collectors in Prigi Trenggalek. The implementation of Permen-KP Number 17 of 2021 at Popoh Beach has been carried out properly in stages. The perception of fishermen and stakeholders regarding the regulation agrees because it has advantages and disadvantages from its implementation.  
KEANEKARAGAMAN IKAN DI SUNGAI CILUTUNG KABUPATEN SUMEDANG, PROVINSI JAWA BARAT: FISH DIVERSITY AT CILUTUNG RIVER SUMEDANG REGENCY, WEST JAVA Mumtaz, Yasmin; Yustiati, Ayi; Iskandar, Iskandar; Ibnu Bangkit Bioshina Suryadi; Titin Herawati
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 1 (2023): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.0067.01.2

Abstract

Sungai Cilutung merupakan anak sungai dari Sungai Cimanuk di Jawa Barat. Riset ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman ikan yang hidup di Sungai Cilutung pada bulan September-November 2020. Metode yang digunakan dalam riset adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel ditentukan dengan metode purposive sampling dan dilakukan pada tiga stasiun penelitian. Parameter yang diamati yaitu kelimpahan, keanekaragaman, dominansi, dan keseragaman. Ikan yang tertangkap sebanyak 300 ekor terdiri dari 10 spesies dalam 4 famili dan identifikasi menggunakan metode taksonomi dengan melihat ciri meristik dan morfometrik. Indeks keanekaragaman pada stasiun 1, 2, dan 3 memiliki nilai 1.03 ≤ H’ ≤ 1.57 dan dalam kategori rendah. Indeks dominansi pada stasiun 1, 2, dan 3 memiliki nilai 0.28 < C ≤ 0.38 dan dalam kategori rendah. Indeks keseragaman memiliki nilai 0.26 < E ≤ 0.37 dan dalam kategori kecil, struktur komunitas tertekan.   The Cilutung River is a tributary of the Cimanuk River in West Java. This research aims to determine the diversity of fish that live in the Cilutung River in September-November 2020. The method used in the research is the survey method. The sampling technique was determined by purposive sampling method and was carried out at three research stations. Parameters observed were abundance, diversity, dominance, and evenness. 300 fish caught consisting of 10 species in 4 families and identified using taxonomic method by looking at meristic and morphometric characteristic. The diversity index at stations 1, 2, and 3 has a value of 1.03 H' 1.57 and is in a low category. The dominance index at stations 1, 2, and 3 has a value of 0.28 < C 0.38 and is in a low category. The evenness index has a value of 0.26 < E 0.37 and in the small category, the community structure is depressed.
PERBANDINGAN PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN PIGMEN RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii LOKAL DAN HASIL KULTUR JARINGAN: COMPARISON OF GROWTH AND PIGMENT CONTENT ON LOCAL AND TISSUE CULTURE OF SEAWEED Eucheuma cottonii Andre, Novidya Salnida; Salnida Yuniarti Lumbessy; Andre Rachmat Scabra
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 1 (2023): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.01.6

Abstract

Kegiatan pengembangan budidaya rumput laut Eucheuma cottonii saat ini telah berhasil mengembangkan bibit hasil kultur jaringan untuk mengoptimalisasikan penyediaan bibit rumput laut, sehingga para pembudidaya tidak hanya mengandalkan penggunaan bibit lokal yang berulang sajaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan dan kandungan pigmen rumput laut E.cottonii yang dibudidayakan menggunakan bibit lokal dan kultur jaringan. Penelitian dilakukan di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL), Gerupuk, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat selama 42 hari dengan metode patok dasar. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 2 perlakuan jenis bibit, yaitu A ( bibit lokal) dan B (bibit kuljar) dengan 30 ulangan. Parameter yang diukur adalah berat mutlak, laju pertumbuhan harian, produksi rumput laut, kandungan klrofil dan fikoeritrin serta kualitas air. Data dinalisa menggunakan uji statistik non-parametrik (Uji t) t-Student menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bibit hasil kultur jaringan dan bibit lokal memberikan pertumbuhan dan produksi yang berbeda. Penggunaan bibit hasil kultur jaringan merupakan perlakuan terbaik karena dapat memberikan bobot mutlak rumput laut E. cottonii sebesar 201,17 g, laju pertumbuhan harian sebesar 2.62% / hari dan produksi rumput laut sebesar 609,60 g/m, didukung oleh kandungan pigmen klorofil-a dan fikoeritrin yang tinggi yaitu berturut-turut 1,60 mg/L dan 6,13 mg/L Hubungan kandungan pigmen dan laju pertumbuhan rumput laut secara umum memiliki korelasi yang kuat baik pada penggunaan bibit hasil kultur jaringan maupun bibit lokal dengan nilai koefisien korelasinya (R2) diatas 50%. Penggunaan bibit hasil kultur jaringan dapat meningkatkan produktivitas yang lebih baik dalam budidaya E.cottonii.   Eucheuma cottonii seaweed cultivation development activities have now succeeded in developing tissue culture seeds to optimize the supply of seaweed seeds, so that cultivators do not rely solely on the repeated use of local seeds.This study aimed to analyze the growth and pigment content of E. cottonii seaweed cultivated using local seeds and tissue culture. The study was conducted at the Marine Cultivation Fisheries Center (BPBL), Gerupuk, Central Lombok, West Nusa Tenggara for 42 days using the baseline method. This study was an experiment with a completely randomized design consisting of 2 treatments of seed types, namely A (local seeds) and B (tissue culture seeds) with 30 replications. Parameters measured were absolute weight, daily growth rate, seaweed production, chlorophyll and phycoerythrin content and water quality. Data were analyzed using non-parametric statistical test (t-test) t-Student using SPSS program. The results showed that the use of tissue cultured seeds and local seeds gave different growth and production. The use of tissue culture seedlings is the best treatment because it can provide an absolute weight of E. cottonii seaweed of 201.17 g, daily growth of 2.62% / day and seaweed production of 609.60 g/m, supported by the high content of chlorophyll-a and phycoerythrin pigments, 1.60 mg/L and 6.13 mg/L, respectively. In general, the relationship between pigment content and growth rate of seaweed has a strong correlation both in the use of tissue culture seeds and local seeds with a correlation coefficient (R2) above 50%. The use of tissue cultured seedlings can increase better productivity in the cultivation of E. cottoni
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PERAIRAN TEMAJUK KECAMATAN PALOH KALIMANTAN BARAT: COMMUNITY STRUCTURE OF MACROALGAE IN TEMAJUK WATERS PALOH DISTRICT WEST KALIMANTAN Safitri, Ikha; Warsidah, Warsidah; Sofiana, Mega Sari Juane; Gusmalawati, Dwi; Rousdy, Diah Wulandari; Aswandi, Aswandi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 1 (2023): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.01.7

Abstract

Makroalga merupakan salah satu potensi sumberdaya laut yang secara ekologis berperan dalam meningkatkan produktivitas primer perairan, bioremediasi berbagai jenis polutan, penyedia oksigen, sumber makanan, dan menyediakan habitat berbagai jenis biota akuatik lainnya. Secara ekonomi, makroalga juga potensial untuk dikembangkan karena mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan di berbagai bidang industri. Keanekaragaman jenis dan kelimpahan makroalga sangat dipengaruhi oleh parameter fisika-kimia perairan. Desa Temajuk, Kecamatan Paloh memiliki keanekaragaman sumberdaya alam, termasuk makroalga. Lokasi pengambilan sampel sebanyak tiga stasiun dan ditentukan menggunakan metode purposive sampling, berdasarkan keberadaan makroalga. Sampling makroalga dilakukan menggunakan kuadrat transek dengan ukuran 10x10 m2 dan pengukuran parameter fisika-kimia perairan menggunakan WQC AZ 8603. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis makroalga yang ditemukan yaitu Padina, Turbinaria, Sargassum, Acanthopora, dan Gracilaria. Dari semua jenis yang teridentifikasi, Phaeophyceae memiliki persen kontribusi lebih besar (60%), serta Padina dan Sargassum memiliki kelimpahan tertinggi, yaitu 21,31 ind/mek 2 dan 19,42 ind/m2 secara berturut-turut. Perairan Desa Temajuk memiliki tingkat keanekaragaman sedang, keseragaman tinggi, dan dominansi rendah. Kondisi perairan mempengaruhi kelimpahan makroalga di perairan Desa Temajuk, Kecamatan Paloh.   Macroalgae is one of the potential marine resources that ecologically plays a crucial role in increasing the water’s primary productivity, bioremediation of various types of pollutants, as food sources, providing oxygen and habitat for various aquatic biota. Economically, macroalgae also potential to be developed because it contains various bioactive compounds that can be used in various industrial fields. Species diversity and abundance of macroalgae are strongly influenced by physio-chemical water parameters. Temajuk Village located in Paloh District has a high diversity of natural resources, including macroalgae. The sampling locations were three stations and determined using purposive sampling method, based on the presence of macroalgae. A sampling of macroalgae was carried out using a quadratic transect with a size of 10x10 m2 and measurement of the physio-chemical parameters was done using WQC AZ 8603 instrument. The results showed that the genera of macroalgae found were Padina, Turbinaria, Sargassum, Acanthopora, and Gracilaria. Among the identified species, Phaeophyceae had the highest percentage contribution (60%), which Padina and Sargassum had the highest abundances, such as 21.31 ind/m2 and 19.42 ind/m2, respectively. The waters of Temajuk have a moderate level of diversity, high uniformity, and low dominance. Water conditions influenced the diversity and abundance of macroalgae in the water of Temajuk, Paloh District.
PERTUMBUHAN LOBSTER AIR TAWAR Cherax quadricarinatus YANG DIBERIKAN PAKAN SEGAR BERBEDA: GROWTH OF FRESHWATER CRAYFISH Cherax quadricarinatus WHICH IS GIVEN DIFFERENT FRESH FEED Muhammad Safir; Akbar Marzuki Tahya; Hikmah Asdin
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 1 (2023): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.01.9

Abstract

Pengembangan budidaya lobster air tawar jenis Cherax quadricarinatus masih terbatas pada skala kecil. Pengetahuan terhadap domestikasi spesies krustasea tersebut masih terus dipelajari untuk mengembangkan budidaya secara luas, termasuk sosialisasi teknologinya. Salah satu faktor penting yang perlu diketahui untuk mendukung pengembangan budidaya adalah pakan ideal dalam menunjang pertumbuhan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam mengoptimalkan pertumbuhan lobster air tawar melalui pemberian pakan dalam bentuk segar dan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis pakan segar yang dapat memberikan pertumbuhan tertinggi pada lobster air tawar. Penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan jenis pakan segar yakni wortel, keong mas, cacing tanah dan ikan teri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan wortel, keong mas, cacing tanah, dan ikan teri menghasilkan pertambahan bobot individu sebesar 0,42; 0,38; 0,49; dan 0,11 g. Laju pertumbuhan harian secara berurut sebesar 0,40; 0,43; 0,69; 0,13%/hari. Hasil analisis menunjukkan bahwa bobot dan pertumbuhan lobster lebih tinggi (p<0.05) diperoleh pada perlakuan pakan cacing tanah (0,49 g dan 0,69%/hari). Kelangsungan hidup untuk semua perlakuan berkisar antara 68,75-87,50% (p>0.05). Penelitian menemukan jenis pakan segar dari cacing tanah Lumbricus rubellus yang menghasilkan respons pertumbuhan lobster air tawar yang tinggi.   Aquaculture of freshwater crayfish Cherax quadricarinatus, is still a small scale. Knowledge of the domestication of these crustacean species is still being studied to develop aquaculture widely, including the socialization of the technology. One important factor that needs to be known to support the development of aquaculture is the ideal feed to support growth. One of the efforts that can be done in optimizing the growth of freshwater crayfish is through the provision of fresh and consistent feed. This study aims to determine the type of fresh-feed that can provide the highest growth in freshwater crayfish. This study consisted of 4 treatments of fresh-feed, namely carrots, gold snails, earthworms and anchovies. The results showed that the feeding of carrots, gold snails, earthworms, and anchovies resulted in an individual weight gain of 0.42; 0.38; 0.49; and 0.11 g. The daily growth rate is 0.40 respectively; 0.43; 0.69; 0.13%/day. The results of the analysis showed that the higher weight and growth of lobster (p<0.05) was obtained in earthworm feed (0.49 g and 0.69%/day). Survival for all treatments ranged from 68.75-87.50% (p>0.05). Study found a type of fresh feed from the earthworm Lumbricus rubellus which resulted in a high growth response of freshwater crayfish.
COMPOSITION AND DENSITY OF MACRO MARINE DEBRIS IN THE MANGROVE AREA OF KERAMAT VILLAGE MANANGGU SUB-DISTRICT BOALEMO REGENCY Mohamad Aldi Alex Ikano; Faizal Kasim; Kadim, Miftahul Khair; Muthmainnah, Muthmainnah
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 1 (2023): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.01.5

Abstract

This study aims to determine the composition and density of macro marine debris in the mangrove area of Keramat Village, Mananggu Sub-District, Boalemo Regency. This research was carried out from August to September 2021. Data collection was carried out using a purposive sampling survey method using 3 line transects to collect macro-sized waste types. The results of the study found that several types of waste in the mangrove area of Keramat Village consisted of plastic and non-plastic waste. The composition of plastic waste amounted to 99.14%, and non-plastic waste was 0.86%. The highest density was found in line transect 1 with a value of 6500 amount/ha.
PERILAKU EKONOMI RUMAH TANGGA NELAYAN PURSE SEINE DAN TINGKAT KESEJAHTERAANNYA DI KECAMATAN PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO: ECONOMIC BEHAVIOR OF PURSE SEINE FISHERMEN'S HOUSEHOLDS AND THEIR WELFARE LEVEL IN PANARUKAN DISTRICT, SITUBONDO REGENCY Purwanti, Pudji; Mochammad Fattah; Yulia Sekar Suminar; Dwi Sofiati
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 1 (2023): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.01.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk perilaku ekonomi rumah tangga nelayan purse seine, baik juragan dan anak buah kapalnya dalam kegiatan melaut dan aktifitas ekonomi lainnya saat tidak musim ikan. Dari perilaku ekonomi rumah tangga yang terdiri dari kegiatan produktif baik kegiatan perikanan maupun kegiatan non perikanan, pendapatan rumah tangga dan pengeluaran pokok tersebut, dilanjutkan dengan pengukuran tingkat kesejahteraan rumah tangga nelayan purse seine. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2022. Pengambilan sample secara purposive sampling, dengan jumlah respoden terpilih sebanyak 13 nelayan juragan dan 41 nelayan ABK. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung keuntungan alat tangkap purse seine. Analisis tikngkat kesejahteraan menggunakan ukuran tingkar kesejahteraan BPS 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku produksi melaut, dalam satu trip melaut nelayan purse seine menghabiskan waktu selama 4-5 hari, atau 4 hingga 5 trip dalam sebulan saat musim puncak. rata – rata nelayan melaut pada musim puncak adalah sebanyak 164 Hari Orang Kerja (HOK). Sedangkan pada musim sedang nelayan purse seine melakukan penangkapan ikan dengan rata – rata waktu yang dibutuhkan pada musim sedang adalah 40 – 50 jam per minggu nya selama 3 bulan. Kegiatan produktif penangkapan ikan dilakukan selama 15 – 22 hari dengan 3 -4 trip. Jenis ikan yang ditangkap antara lain layur, tongkol, tengiri dan ikan teri. Saat musim sedang rata-rata melaut 4 hingga 5 kali dalam seminggu. Hasil tangkapan saat musim sedang adalah cumi cumi dan gurita. Saat tidak musim ikan, beberapa nelayan melakukan kegiatan non perikanan, Dari hasil produksi melaut dan non perikanan rumah tangga mampu memenuhi kebutuhan pokok pangan dan kebutuhan pokok non pangan. Bahkan beberapa responden masih bisa menyisakan pendapatan untuk menabung. Tingkat kesejahteraan nelayan juragan berdasarkan kriteria indikator kesejahteraan Biro Pusat Statistik(BPS) tahun 2014 menunjukkan bahwa rumah tangga nelayan juragan termasuk kategori keluarga sejahtera. Terdapat 6 rumah tangga nelayan buruh yang belum sejahtera.   This study aims to determine the economic behavior of purse seine fisherman’s households, both skipper and crew in fishing activities and other economic activities during non-fishing season. The economic behavior of the household consists of productive activities (fishery and non-fishing activities), household income and basic expenditures, also followed by measuring the welfare level of purse seine fishermen’s households. The results showed that the behavior of fishing production, in one fishing trip, purse seine fishermen spend 4-5 days, or 4 to 5 trips a month during peak season. The average number of fishermen in the peak season fishing is 164 HOK, while the average in the middle season of purse seine fishermen is 40-50 hours per week for 3 months. Productive fishing activities was carried out for 15 – 22 days with 3-4 trips. Types of fish caught include layur, tuna, mackerel and anchovies. During the season, the average is 4 to 5 times a week. The catch during the middle season is squid and octopus and when non-fishing season, fishermen did farming activities. There are only 4 respondents still do fishing activities even though it is not fish season. From the results of fishing and farming, households are able to meet basic food and non-food needs. Even some respondents can still leave income to save. The welfare level of small-scale fishermen based on the 2014 BPS welfare indicator criteria shows that small-scale fishing households in Karanggandu Village are categorized as prosperous families.