cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 640 Documents
KARAKTERISTIK STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN TANGERANG, BANTEN Pratiwi, Risma; Maharani, Henni Wijayanti; Delis, Putu Cinthia; Mahardika, Agustin Hari
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 2 (2022): JFMR on August
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.02.2

Abstract

Ekosistem mangrove di Kabupaten Tangerang pernah mengalami kerusakan yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya abrasi. Abrasi di Kabupaten Tangerang menyebabkan berkurangnya ekosistem mangrove di beberapa kecamatan yang ada di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan rehabilitasi wilayah pesisir pada tahun 2015 hingga sekarang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi ekosistem mangrove di Kabupaten Tangerang pada tahun 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis spesies, kerapatan, indeks nilai penting, dan tutupan kanopi mangrove serta menganalisis kondisi ekosistem mangrove di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini dilakukan pada 5 desa di 4 kecamatan bagian utara Kabupaten Tangerang. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret 2021. Pengambilan sampel di 5 stasiun dengan masing-masing stasiun terdapat tiga kali pengulangan dengan menggunakan transek berukuran 10 x 10 m2 untuk tingkat pohon, 5 x 5 m2 untuk tingkat pancang, dan 1 x 1 m2 untuk tingkat semai. Hasil penelitian yang didapat yaitu ditemukan 4 jenis mangrove yang ditemukan di lokasi pengamatan, yaitu Bruguiera parviflora, Avicennia officinalis, Sonneratia caseolaris, dan Avicennia lanata. Ekosistem mangrove di Kabupaten Tangerang memiliki kerapatan pohon tertinggi sebesar 622 ind/ha dengan kategori jarang, sedangkan tingkat anakan dan tingkat semai memiliki kerapatan tertinggi sebesar 6.533 ind/ha dan 22.222 ind/ha dengan kategori sangat padat. Adapun persentase tutupan kanopi mangrove tertinggi di Kabupaten Tangerang yaitu 71,147% dengan kategori sedang.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN BUDIDAYA KJA IKAN KERAPU DI PERAIRAN TELUK PEGAMETAN, KABUPATEN BULELENG, BALI Yuspita, Ni Luh Eta; Kamal, Mohammad Mukhlis; Mashar, Ali; Faiqoh, Elok
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 2 (2022): JFMR on August
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.02.5

Abstract

Teluk Pegametan yang terletak di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng, Bali tercatat memiliki potensi yang besar untuk pengembangan budidaya laut ikan kerapu. Penentuan lokasi budidaya merupakan faktor penentu keberhasilan budidaya ikan kerapu dengan sistem keramba jaring apung (KJA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan budidaya KJA ikan kerapu di perairan Teluk Pegametan, Kabupaten Buleleng, Bali. Penelitian ini menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) berdasarkan matriks kesesuaian kualitas perairan. Parameter kualitas air yang diukur meliputi kedalaman, kecerahan, suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, nitrat, ammonia, dan fosfat dengan pengukuran yang dilakukan di 11 stasiun penelitian. Tingkat kesesuaian lahan dibagi ke dalam 2 (dua) kelas kesesuaian, yaitu sangat sesuai (S1) dan cukup sesuai (S2). Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa kelas sangat sesuai (S1) sebesar 106,31 ha (24,90 %), dan kelas cukup sesuai (S2) sebesar 356,29 ha (73,51 %) dari total keseluruhan luas lahan potensial untuk budidaya ikan kerapu seluas 426,60 ha.
KARAKTERISASI MIKROSTRUKTUR DAN KOMPOSISI UNSUR GELATIN IKAN KURISI (Nemipterus Bathybius) MENGGUNAKAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPY-ENERGY DISPERSIVE X-RAY (SEM-EDX) Mardiyah, Ulfatul; Jamil, Siti Nur Aisyah; Sandra, Lovi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 2 (2022): JFMR on August
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.02.3

Abstract

Gelatin ikan merupakan salah satu alternatif pengganti gelatin sapi maupun babi. Tulang ikan kurisi merupakan salah satu limbah yang memiliki potensi sebagai bahan baku gelatin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mikrostruktur dan komposisi unsur gelatin ikan kurisi dan gelatin komersial sebagai pembanding menggunakan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray (SEM-EDX). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa gelatin ikan kurisi memiliki struktur permukaan yang lebih porus. Sedangkan mikrostruktur gelatin komersial memiliki bentuk yang lebih baik, yakni jaringan permukaan yang dimiliki gelatin komersial lebih seragam dibandingkan dengan gelatin ikan kurisi. Beberapa unsur yang terdeteksi dalam gelatin komersial maupun gelatin kepala ikan kurisi antara lain lain: karbon (C), nitrogen (N), oksigen (O), natrium (Na), sulfur (S) dan klor (Cl). Sedangkan unsur fosfor (P) dan kalsium (Ca) hanya terdeteksi pada gelatin kepala ikan kurisi. Selain itu, unsur kalium (K) hanya terdeteksi pada gelatin komersial.
ANALISIS KEANEKARAGAMAN PERIFITON DI ANAK SUNGAI BRANTAS, MALANG, JAWA TIMUR, INDONESIA Soraya, Indah; Islamy, R Adharyan
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 1 (2022): JFMR on April
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas perifiton sungai telah merespons kondisi lingkungan. Mereka berguna dalam menggambarkan keadaan ekologis, kinerja, dan keberlanjutan ekosistem karena kemampuan untuk mengukur berbagai parameter lingkungan dan menghubungkannya dengan keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan. Studi ini menyelidiki keanekaragaman perifiton Sungai Bango di Malang dan karenanya menghasilkan daftar periksa kekayaan perifiton sungai, terutama perifiton epilitik. Pengambilan sampel perifiton dan identifikasi dilakukan di Laboratorium Hidrobiologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang. Penelitian ini dilakukan seminggu sekali dalam sebulan (Mei 2020) antara jam 9 dan 13 (GMT + 7). Identifikasi dan sampel Perifiton dikumpulkan dengan cara mengikis substrat (batuan/batuan) di dalam dan di sekitar titik pengambilan sampel air masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan total perifiton berkisar antara 938.900 Ind/mm2 sampai dengan 1.598.125 Ind/mm2 dengan 30 genera yang ditemukan. Kami berasumsi bahwa titik sampling 1 sampai 3 memiliki indeks keanekaragaman sedang; Sebaran jumlah individu tiap spesies tergolong sedang; stabilitas komunitas sedang dan organisme akuatik dapat mentolerir kondisi lingkungan. Namun, titik pengambilan sampel 4 memiliki keragaman yang rendah; sebaran jumlah masing-masing spesies rendah; stabilitas komunitasnya rendah dan hanya dapat ditoleransi oleh organisme akuatik tertentu.
STUDI PUSTAKA: DISTRIBUSI DAN SEBARAN LAMUN DI JAWA TIMUR Julianinda, Yanida Azhari; Dewi, Citra Satrya Utama; Kasitowati, Rarasrum Dyah; Kurniawan, Fery
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 1 (2022): JFMR on April
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.14

Abstract

Sebagai ekosistem, fungsi ekologis yang unik dari padang lamun memberikan banyak manfaat bagi organisme yang tinggal di wilayah pesisir. Namun saat ini telah terjadi perubahan ekosistem dan keanekaragaman hayati yang terjadi pada skala lokal dan global. Penelitian ini, bertujuan untuk menggambarkan wilayah distribusi lamun di Indonesia dan Jawa Timur yang dapat menjadi acuan mengenai sebaran, tipe substrat dan habitat dari lamun. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data 5 tahun terakhir (2016-2021). Hasil penelitian ini pada wilayah Jawa Timur ditemukan sebanyak 11 jenis lamun di 8 lokasi penelitian diantaranya Lamongan, Gresik, Situbondo, Banyuwangi, Malang, Pacitan, Bangkalan, dan Sumenep. Jenis lamun yang ditemukan di Jawa Timur diantaranya Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Haludole pinifolia, Halodule uninervis, Halophila decipiens, Halophila ovalis, Halophila minor, Syringodium iseotifolium, dan Thalassodendron ciliatum. Kondisi lamun di Jawa Timur juga tergolong cukup baik dengan nilai kerapatan tertinggi sebesar 2524-5592 ind/m2 pada Perairan Situbondo dan kerapatan jenis terendah sebesar 4,42-13,05 ind/m2 pada Perairan Banyuwangi. Nilai persentase tutupan lamun tertinggi sebesar 37-62% di Perairan Situbondo dan nilai tutupan terendah sebesar 3,56-16,44% di Perairan Malang.
Tipologi Ekonomi Dan Daya Saing Sektor Perikanan Provinsi Jawa Timur Sofiati, Dwi; Fattah, Mochammad; Purwanti, Pudji; Anandya, Asyifa; Aisyah, Diana
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 2 (2022): JFMR on August
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.02.1

Abstract

Industri pertanian, kehutanan dan perikanan Provinsi Jawa Timur memberikan kontribusi terbesar pada posisi urutan ketiga sebesar 12,36% sedangkan sektor perikanan memberikan kontribusi sebesar 2,43%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tipologi ekonomi dan daya saing sektor perikanan Provinsi Jawa Timur. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tipologi Klassen dan relative comparative advantage (RCA). Tipologi ekonomi sektor perikanan Provinsi Jawa Timur menghasilkan laju pertumbuhan sebesar 2,42% dan kontribusi sebesar 2,43% menunjukkan bahwa sektor perikanan tergolong industri berkembang. Namun, nilai tersebut mendekati persentase kontribusi Indonesia sebesar 2,63% sehingga mempunyai peluang tergolong industri prima. Ekspor ikan dan udang menghasilkan nilai rata-rata RCA mulai tahun 2014-2021 sebesar 2,1 maka Provinsi Jawa Timur mempunyai daya saing terhadap Provinsi yang lain
Dinamika Populasi Ikan Cakalang (Katsuwonus Pelamis) Yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Samudera (Pps) Cilacap Rahmawati, Rizki Amalina; M.Si, Anhar Solichin; Taufani, Wiwiet Teguh
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 3 (2022): JFMR on December
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.03.6

Abstract

Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan salah satu komoditas yang banyak didaratkan di PPS Cilacap. Terjadinya penurunan produksi ikan Cakalang di PPS Cilacap selama 10 tahun terakhir menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi stok ikan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi mengenai parameter populasi ikan Cakalang. Pengambilan data primer dilakukan pada November 2019-Januari 2020 menggunakan metode acak sederhana dengan jumlah sampel 934 ekor, sedangkan data sekunder berupa data produksi ikan Cakalang tahun 2010-2018. Analisa data dilakukan untuk mengetahui struktur ukuran, hubungan panjang bobot, faktor kondisi, Lc50%, Lm, parameter pertumbuhan, mortalitas total (Z), mortalitas alami (M), mortalitas penangkapan (F), tingkat eksploitasi (E) dan MSY. Data dianalisa dengan menggunakan program FiSAT-II. Panjang ikan yang tertangkap berkisar antara 310-790 mmFL dan bobot 200-8600 gram. Analisa panjang bobot menunjukkan ikan bersifat alometrik positif dengan persamaan W = 0,000006005L3,16. Analisa pertumbuhan menunjukkan L∞ sebesar 850 mmFL, koefisien pertumbuhan 0,34 pertahun dan to -0,1941 pertahun. Mortalitas total (Z) ikan sebesar 1,29 pertahun, mortalitas penangkapan (F) 0,94 pertahun dan mortalitas alami (M) 0,35 pertahun. Tingkat eksploitasi (E) telah mencapai 0,73 pertahun yang menunjukkan tingkat ekploitasi berlebih   Skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) is one of commodities that landed in PPS Cilacap. The decline in fish production of skipjack tuna in PPS Cilacap over the past 10 years has raised concerns about the condition of the fish stocks. This study aims to find out information about the parameters of fish populations. Primary data collection was carried out in November 2019-January 2020 using a simple random method with a total number of 934 samples, while secondary data were from fish production data of skipjack tuna from 2010-2018. Data analysis was carried out to determine the size structure, weight length relationship, condition factors, Lc50%, Lm, growth parameters, total mortality (Z), natural mortality (M), capture mortality (F), exploitation rate (E) and MSY. Data were analyzed using the FiSAT-II program. The length of fish caught ranges from 310-790 mmFL and weighs 200-8600 grams. Weight length analysis shows fish are allometric positive with the equation W = 0,000006005L3,16. Growth analysis shows L∞ of 850 mmFL, growth coefficient of 0,34 per year and to -0,1941 per year. Total (Z) fish mortality is 1,29 per year, fishing mortality (F) is 0,94 per year and natural mortality (M) is 0,35 per year. The level of exploitation (E) has reached 0,73 per year indicating the level of overexploitation.
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP UDANG VANAME (Litopenaeus Vannamei) SECARA INTENSIF DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA renitasari, diana putri; Yunarty, Yunarty
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 3 (2022): JFMR on December
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.03.1

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan padat penebaran terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname. Penelitian ini dilakukan selama DOC 80 dengan kepadatan X1 200 ekor/m2, X2 300 ekor/m2 dan X3 150 ekor/m2. Pengambilan data pertumbuhan dilakukan setiap 10 hari sekali. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pada perlakuan X1, X2, X3 rata-rata mengalami peningkatan pertumbuhan bobot dari DOC 30 sampai DOC 80. X1 menunjukan laju pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan dengan X2 dan X3. Begitu juga, tingkat kelangsungn hidup udang pada X1 lebih tinggi dibandingkan X2 dan X3. Hal ini diduga jumlah populasi dapat mempengarui pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang. Oleh karena itu dalam budidaya perlu adanya pertimbangan dan perhitungan yang matang dalam menentukan jumlah padat tebar. The purpose of this study was to analyze the differences in stocking density on the growth and survivel rate of whiteleg shrimp. This research was conducted during DOC 80 with a density of X1 200 individuals/m2, X2 300 individuals/m2, and X3 150 individuals/m2. Growth data collection is carried out every 10 days. The data analysis method used is descriptive quantitative. The results of the research on treatment X1, X2, X3 experienced an increase in weight growth from DOC 30 to DOC 80. X1 showed a higher growth rate compared to X2 and X3. Similary, the survival rate of shrimp at X1 was higher than in X2 and X3. It is assumed that the population number can affect the growth and survival of shrimp. Therefore, in shrimp farming, it is necessary to have careful consideration and calculation in determining the amount of stocking density.
Analisis Kesehatan Ikan Berdasarkan Kualitas Air Pada Budidaya Ikan Koi (Cyprinus Sp. ) Sistem Resirkulasi Sa'adati, Feni Tri; Andayani, Sri
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 3 (2022): JFMR on December
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.03.4

Abstract

Ikan koi (Cyprinus sp.) memiliki daya tarik tersendiri dikarenakan keindahan bentuk dan corak warnanya. Ikan koi memiliki prospek penjualan yang baik dan memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga banyak pengusaha membudidayakan ikan koi dan diperjualbelikan. Budidaya ikan koi tentu tidak terlepas dari kendala, seperti kolam yang telah terkontaminasi mikroba dapat menyebabkan ikan sakit atau bahkan dapat menyebabkan kematian. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan ikan yaitu dengan memantau kualitas air. Usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi permasalahan di atas adalah mengaplikasikan sistem resirkulasi akuakultur. Sistem resirkulasi pada prinsipnya adalah penggunaan kembali air yang telah dikeluarkan dari kegiatan budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air yang berguna dalam penentuan kondisi kesehatan pada ikan koi (Cyprinus sp.) yang dibudidayakan menggunakan sistem resirkulasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan, 1 kontrol dan 2 kali ulangan. Perlakuan K (kontrol negatif/non resirkulasi), perlakuan A (dakron+batu apung), B (dakron+pasir) dan C (pasir+batu apung). Hasil yang diperoleh pada penelitian budidaya ikan koi (Cyprinus sp.) sistem resirkulasi dengan penggunaan filter yang berbeda antar tiap perlakuan memberikan kualitas air yang berbeda. Hasil kualitas air yang terbaik didapatkan pada perlakuan C (pasir+batu apung) yang memiliki kisaran nilai yang baik untuk pertumbuhan ikan koi (Cyprinus sp.).   Koi fish (Cyprinus sp.) has its own charm because of the beauty of its shape and color pattern. Koi fish have good sales prospects and have high economic value, so many entrepreneurs cultivate koi fish and trade them. Koi fish farming certainly cannot be separated from obstacles, such as ponds that have been contaminated with microbes that can cause fish to get sick or even cause death. One way to maintain fish health is to monitor water quality. Efforts that can be made to overcome the above problems are to apply aquaculture recirculation systems. The recirculation system in principle is the reuse of water that has been removed from cultivation activities. This study aims to determine the quality of water that is useful in determining the health condition of koi fish (Cyprinus sp.) which are cultured using a recirculation system. The research method used was Completely Randomized Design (CRD) which consisted of 4 treatments, 1 control and 2 replications. Treatment K (negative control/non-recirculating), treatment A (dacron + pumice), B (dacron + sand) and C (sand + pumice). The results obtained in the study of koi fish (Cyprinus sp.) recirculating systems with the use of different filters between each treatment gave different water quality. The best water quality results were obtained in treatment C (sand + pumice) which had a good range of values for the growth of koi fish (Cyprinus sp.).
Infeksi Aeromonas hydrophila dan Dampaknya pada Parameter Darah Ikan Nila Oreochromis niloticus Pattipeiluhu, Shelly Mieke; Laimeheriwa, Bruri Melky; Lekatompessy, Allyes Amarens P.
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 6 No. 3 (2022): JFMR on December
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.03.2

Abstract

Ikan nila memiliki kerentanan terhadap infeksi Aeromonas hydrophila dan itu merupakan kendala pada produksi dan pengembangan industri akuakultur. Ikan yang terinfeksi mengalami perubahan gambaran sel darah yang disebabkan oleh respon imun ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh infeksi bakteri A. hydrophila pada parameter darah ikan nila dalam hal ini total eritrosit (TEC), total leukosit (TLC), diferensial leukosit, dan tanda-tanda klinisnya. Sembilan ekor ikan nila ukuran 98 ± 9,3 cm dipaparkan melalui perendaman dalam tiga konsentrasi bakteri yang berbeda, yaitu 0 cfu/ml (kontrol), 103cfu/ml, dan 105cfu/ml. Sampel darah diambil pada hari pertama, ketiga, dan kelima setelah paparan. Metode hemositometer dan hapusan darah digunakan untuk menghitung dan mengidentifikasi jenis sel darah putih. Hasil penelitian menunjukkan jumlah leukosit tertinggi yaitu 160.900 sel/mm3 dan limfosit 79,6 % ditemukan pada sampel darah ikan setelah 5 hari percobaan dan telah dipapar 105bakteri. Dengan perlakuan yang sama, eritrosit (TEC), sebaliknya, paling rendah yaitu 1,2 x 106 sel/mm3. Gejala klinis menunjukkan perdarahan hebat pada kulit, lepasnya sisik dan kerusakan sirip yang terjadi setelah 3 hari percobaan. Sistem kekebalan tubuh ikan nila jelas memiliki reaksi positif terhadap infeksi Aeromonas. Hasil ini akan berkontribusi untuk pemahaman lebih lanjut tentang patogenesis dan sistem pertahanan ikan yang terinfeksi Aeromonas.   Tilapia is susceptible to Aeromonas hydrophila and it is a constraint on production and development of the aquaculture industry. Infected fish experience changes in the appearance of blood cells caused by the fish's immune response infection. A. hydrophila on blood parameters of tilapia in this case total erythrocytes (TEC), total leukocytes (TLC), differential leukocytes, and clinical signs. Nine tilapia sized 98 ± 9.3 cm were exposed by immersion in three different concentrations of bacteria, namely 0 cfu/ml (control),103cfu/ml, and 105cfu/ml. Blood samples were taken on the first, third, and fifth days after exposure. The hemocytometer and blood smear methods are used to count and identify the type of white blood cells. The results showed that the highest number of leukocytes was 160,900 cells/mm3 and 79.6% lymphocytes were found in fish blood samples after 5 days of experimentation and had been exposed to 105bacteria. With the same treatment, erythrocytes (TEC), on the other hand, were the lowest at 1.2 x 106cells /mm3. Clinical symptoms showed heavy bleeding on the skin, loss of scales and fin damage that occurred after 3 days of experimentation. The immune system of tilapia clearly has a positive reaction to Aeromonas. These results will contribute to further understanding of the pathogenesis and defense systems of fish infected with Aeromonas.