cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 627 Documents
TINGKAT TRANSFER OKSIGEN KINCIR AIR SELAMA PERIODE BLIND FEEDING BUDIDAYA INTENSIF UDANG PUTIH (Litopenaeus vannamei) Heri Ariadi; Abdul Wafi; Mohamad Fadjar; Mohammad Mahmudi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 1 (2020): JFMR VOL 4 NO 1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.662 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.2

Abstract

Efektifitas penggunaan kincir air selama masa periode blind feeding budidaya intensif udang vannamei (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu kegiatan penting yang harus diperhatikan demi kelangsungan siklus budidaya yang stabil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat transfer oksigen oleh kincir air serta hubunganya terhadap parameter harian kualitas air tambak. Peneltian ini dilakukan dengan konsep desain kausal ex-post facto selama 30 hari awal masa budidaya intensif udang vannamei (Litopenaeus vannamei) atau selama periode blind feeding budidaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai parameter kualitas air di lokasi tambak masih sesuai ambang batas. Sedangkan tingkat transfer oksigen oleh kincir air bersifat fluktuatif selama 30 hari masa pengamatan. Sementara dari hasil uji korelasi menunjukan bahwa hanya variabel suhu dan salinitas air memiliki keeratan hubungan yang kuat terhadap proses transfer oksigen oleh kincir. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fluktuasi tingkat transfer oksigen oleh kincir air akan berpengaruh ataupun dipengaruhi oleh kondisi suhu dan salinitas air tambak.
INDEKS KESESUAIAN GARAM (IKG) UNTUK MENENTUKAN KESESUAIAN LOKASI PRODUKSI GARAM; ANALISIS LOKASI PRODUKSI GARAM DI KABUPATEN TUBAN DAN KABUPATEN PROBOLINGGO Andi Kurniawan; Abdul Aziz Jaziri; Abdul Aziz Amin; Lutfi Ni'matus Salamah
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 3, No 2 (2019): JFMR VOL 3 NO 2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.905 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.14

Abstract

Garam merupakan komoditas penting yang banyak digunakan secara luas dari kepentingan konsumsi sampai dengan industri. Salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan produksi garam ini adalah kesesuaian lokasi produksi garam. Hanya saja, belum ada metode yang dapat digunakan sebagai acuan dalam penentuan tingkat kesesuaian lokasi produksi garam. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun Indeks Kesesuaian Garam (IKG) untuk menganalsis kesesuaian lokasi produksi garam. Dalam penelitian ini, IKG digunakan untuk menganalisis lokasi produksi garam di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. IKG disusun berdasarkan sembilan parameter kesesuaian yang terdiri dari curah hujan, permeabilitas tanah, jenis tanah, lama penyinaran, kelembapan udara, kecepatan angin, suhu udara, tingkat penguapan dan tingkat kejenuhan air bahan baku. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai IKG lokasi produksi garam di Kabupaten Tuban (Desa Leranwetan) adalah sebesar 86,84 % yang mengindikasikan kalau lokasi ini sudah sangat sesuai untuk produksi garam. Nilai IKG lokasi produksi garam di Kabupaten Probolinggo (Desa Kalibuntu) adalah sebesar 81,57% yang mengindikasikan lokasi ini cukup sesuai sebagai lokasi produksi garam. Studi ini melaporkan untuk pertama kali metode yang dapat digunakan untuk menganalisis tingkat kesesuaian lokasi untuk produksi garam.
ANALISIS KONTRIBUSI DAN DAYA SAING EKSPOR SEKTOR PERIKANAN PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Wildan Alfarizi; Mariyana Sari; Mochammad Fattah
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 1 (2020): JFMR VOL 4 NO 1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.965 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.7

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kontribusi dan daya saing sektor perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah library research dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Analisis data kuantitatif yang digunakan adalah kontribusi dan daya saing (RCA). Perikanan darat memberikan kontribusi 53,7% terhadap sektor perikanan lebih tinggi daripada perikanan laut sebesar 46,3%. Kontribusi nilai ekspor sektor perikanan terhadap nilai ekspor provinsi Nusa Tenggara Barat masih rendah sebesar 0,26%. Nilai daya saing ekspor perikanan provinsi Nusa Tenggara Barat terhadap provinsi lain sebesar 0,09 atau lebih kecil dari 1 sehingga kemampuan daya saing lemah. Pemerintah NTB bersama masyarakat perikanan memanfaatkan potensi perikanan darat untuk meningkatkan kontribusi dan daya saing.
PENGARUH ESCAPE GAP PADA ALAT TANGKAP BUBU LIPAT TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS) Muhammad Arif Rahman; Shofiatul Kholishoh; Dewa Gede Raka Wiadnya
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 3, No 3 (2019): JFMR VOL 3 No. 3
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.498 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.03.1

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas ekonomis penting ke-4 yang telah dieskpor ke berbagai negara. Berdasarkan Permen KP No. 56 tahun 2016, rajungan hanya boleh ditangkap dengan ukuran lebar karapas > 10 cm atau berat > 60 g ekor-1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bubu dengan escape gap terhadap ukuran hasil tangkapan rajungan berdasarkan experimental fishing. Percobaan lapang dilakukan pada bulan Januari - Februari 2019 di Desa Pangkahwetan, Kabupaten Gresik. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier dan uji-t. Hasil analisis data didapatkan dimensi escape gap yang sesuai adalah 4,6 * 2,6 (p * t) cm. Hasil tangkapan dengan lebar karapas ≤ 10 cm pada bubu dengan escape gap lebih sedikit dari pada bubu tanpa escape gap (8% : 29%). Bubu dengan escape gap memiliki rata – rata berat yang lebih besar dari pada bubu tanpa escape gap (115,9 : 87,4). Uji-t menunjukkan t hitung < t tabel (1,981 < 2,037) sehingga penggunaan escape gap pada bubu lipat tidak berpengaruh nyata terhadap berat hasil tangkapan rajungan. Penelitian ini dimungkinan bisa memberikan hasil lebih nyata jika ulangan diperbanyak.
AONORI YANG DIPERKAYA SPIRULINA DAN EKSTRAK SARGASSUM SP. SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL Anies Chamidah
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 1 (2020): JFMR VOL 4 NO 1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.612 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.12

Abstract

Aonori, yaitu produk khas Jepang berupa serbuk kasar berukuran 2 – 3 mm dari alga hijau jenis Monostroma dan Enteromorpha yang ditaburkan di atas Okonomiyaki, Takoyaki, Yakisoba, Tororo (sayuran Jepang parut), Natto (kacang kedelai fermentasi), dan bola nasi. Untuk  mengurangi impor dilakukan rekayasa bahan baku, E. spinosum adalah alga merah yang dapat diolah menjadi aonori tetapi harus di kombinasikan dengan rumput laut yang lain agar mempunyai karakteristik fisik dan organoleptik yang mirip dengan nori aslinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh proporsi E. spinosum dan S. crassifolium  serta S. platensis yang berbeda yang menghasilkan aonori terbaik. Aonori terbaik dihasilkan  dengan proporsi 40% E. spinosum dan 60% S. crassifolium serta 22,5% S. platensis, yang memiliki sifat fisik ketebalan, kuat tarik dan daya serap air berturut-turut: 0,469 mm; 214,7 kgf/cm2 dan 178,01%. Dan kadar air, lemak, abu, protein serta dietary fiber sebesar 16,90%, 4,46%,  6,55%, 4,84%, 25,60%.  Dengan rasa, aroma, tekstur dan warna berturut-turut sebesar  4,90, 4,45, 4,37 dan 5,43 yang menunjukkan agak lebih baik daripada kontrol, serta rendemen sebesar 4,43% . 
Hubungan Laju Penyerapan Kuning Telur dengan Pertumbuhan Larva Ikan Maanvis (Pterophyllum scalare) Soko Nuswantoro; Anindito Pradhana; Ruby Vidia Kusumah; Fani Fariedah
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 3, No 2 (2019): JFMR VOL 3 NO 2
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.35 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penyerapan kuning telur ikan maanvis (Pterophyllum scalare) pada pertumbuhan larva. Ikan hias mulai diminati oleh masyarakat. Indonesia menjadi salah satu eksportir ikan hias ke luar negeri. Ikan maanvis merupakan ikan yang dapat dibudidayakan dengan pemijahan alami. Pemberian pakan yang tepat dapat mengurangi cost dalam usaha pembenihan dalam fase larva. Metode penelitian ini menggunakan embrio ikan maanvis dengan parameter volume kuning telur dan panjang larva selama 8 hari, diamati setiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan volume kuning telur yang berkurang diimbangi dengan pertambahan panjangnya ukuran larva. Pada penelitian ini terdapat hubungan laju penyerapan kuning telur dengan pertambahan panjang ukuran larva
KEANEKARAGAMAN KOMUNITAS MAKROBENTHOS PADA EKOSISTEM MANGROVE DI DESA BANYUURIP KECAMATAN UJUNG PANGKAH KABUPATEN GRESIK Sri Oetami Madyowati; Achmad Kusyairi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 1 (2020): JFMR VOL 4 NO 1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.603 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.17

Abstract

Mangrove Ecosystem in the Banyuurip Village Ujung Pangkah District Gresik Regency is a coastal area that has a fairly extensive mangrove forest and human activities are also increasing, it will directly affect the existence of biota in the mangrove ecosystem, one of the affected biota are macrobentos. The purpose of this study is to determine the community structure (species composition, average abundance, and relative abundance) and Ecological Index (Diversity Index and Dominance Index) macrobenthos. Determination of the station based on the condition of mangrove forests, substrate and surrounding activities, consisting of 3 stations namely station 1 in residential areas, station 2 at the residents' water gate, station 3 at the river mouth near the ocean. The results obtained were 15 species of macrobenthos diversity, divided into 10 types of Gastropoda class, 4 types of Malacostraca class and 1 type of Polychaeta class. Makrobentos abundance between 114 ind / m2 to 159 ind / m2. Diversity Index between 1.6605 and 2.5737. Dominance Index between 0.0803 to 0.2669. The structure of the macrobenthos community is stable with a diversity of species and the distribution of the number of individuals of each species is evenly distributed, the community is uniform and there are no species that dominate so that the environmental conditions in the Mangrove Ecosystem in Banyuurip Village District Ujung Pangkah Gresik Regency is said to be still good. 
Reproductive Aspects of Banana Prawn (Fenneropenaeus Merguiensis) For Recommendations of The South Sorong MPA Zone Arya Kusuma Dhani; Ehdra Beta Marsan; Duranta D Kembaren; Mr. Mansur; Christovel Rotinsulu
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 4, No 1 (2020): JFMR VOL 4 NO 1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.108 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.01.22

Abstract

Reproduction aspects of banana prawn were important in determining of the fisheries management. These results can indicate the condition of fisheries that are or will be managed. Banana prawn was one of the main commodities in South Sorong fisheries. This study aims to estimate some of the reproductive aspects of Fenneropenaeus merguiensis as part of a management measure to determining the zone to be a no-take zone area in the prospective area of South Sorong MPAs. The data analyzed were from data collecting from January to December 2018 in three sampling sites in South Sorong, among others Inanwatan, Bakoi, and Konda with the results of 5,009 carapace length samples, 4,589 including sex observation and 3,621 including banana prawn GMS observations. Data analysis performed by analyzing the distribution of carapace length frequency, sex ratio, length-weight relationship, length at first maturity (Lm50), and length at first captured (Lc50). The results of this analysis showed that the ratio between male and female gender was not balanced, with male gender to be less with a ratio of 0.4: 1.4 overall in NTZ 2 and 3. Comparison of Lc and Lm in NTZ 2 and NTZ 3 were respectively Lc < Lm and Lc > Lm. More fishing pressure will have implications to reduce the average size of banana prawn caught. Overall, NTZ 3 had relatively more stable conditions compared to NTZ 2.
DAMPAK CUACA EKSTRIM PERIODE TAHUN 2016 – 2018 TERHADAP KAWASAN KONSERVASI PENYU DI SEPANJANG PESISIR SELATAN JAWA TIMUR Dhira Khurniawan Saputra; Arief Darmawan; Sulastri Arsad
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 3, No 1 (2019): JFMR VOL 3 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.986 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.17

Abstract

Kawasan pesisir Jawa Timur memiliki beberapa lokasi pendaratan dan peneluran penyu, akan tetapi pada saat ini belum terdapat data komprehensif yang menggambarkan kondisi dan sensitivitas kawasan tersebut terhadap ancaman perubahan iklim. Fenomena cuaca ekstrim di Samudera Hindia timur pada kurun waktu 2016 – 2018 diduga memberikan dampak terhadap pantai peneluran penyu di pesisir Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi fisik dan pengelolaan pada 6 lokasi utama peneluran penyu di pesisir Jawa Timur. Taman Nasional Alas Purwo dan Taman Nasional Meru Betiri merupakan kawasan konservasi penyu yang dikelola oleh pemerintah, sedangkan lokasi lainnya merupakan lokasi peneluran penyu yang dikonservasi oleh kelompok masyarakat, diantaranya Pantai Taman Ria (Pacitan), Pantai Kili Kili (Trenggalek), Pantai Pathuk Gebang (Tulungagung) dan Pantai Bajulmati (Malang). Kegiatan observasi lapangan dilaksanakan pada Tahun 2017 dan 2018. Variabel pengamatan meliputi perubahan fisik pantai akibat cuaca ekstrim, sementara analisis komponen eksposur dan sensitivitas habitat didapatkan dari pengukuran variabel temperatur substrat, serta event siklon dan anomali SPL. Hasil penelitian menunjukkan cuaca ekstrim berupa gelombang tinggi dan banjir pasang yang menyebabkan adanya fitur abrasi dan pergeseran lokasi peneluran pada pantai pendaratan penyu. Curah hujan yang tinggi pada musim peneluran menyebabkan suhu substrat berada pada rentang bawah pivot (25 – 28◦C) dengan kelembaban bervariasi. Walaupun begitu, belum terdapat bentuk manajemen adaptif terhadap perubahan iklim pada seluruh area konservasi penyu di Jawa Timur. 
PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK DAN MINYAK IKAN PADA PAKAN TERHADAP HISTOPATOLOGI LAMBUNG IKAN SIDAT (Anguilla sp.) Izzah, Nailul; Arsad, Sulastri; Ekawati, Arning Wilujeng
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 3, No 1 (2019): JFMR VOL 3 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.135 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.11

Abstract

Ikan sidat (Anguilla sp.) merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai permintaan ekspor yang tinggi di Indonesia. Tetapi pada tahun 2011 volume ekspor menurun sebesar 39.1% yang diakibatkan oleh lambatnya laju pertumbuhan karena rendahnya daya cerna protein, karbohidrat dan lemak dalam pakan oleh sidat. Pemeriksaan histopatologi merupakan salah satu cara dalam mendiagnosa adanya perubahan sel dalam jaringan ikan. Metode yang digunakan yaitu eksperimental dengan dosis probiotik yang berbeda 10 ml/kg; 15 ml/kg; 20 ml/kg dan 25 ml/kg dan penambahan minyak ikan masing-masing 5%. Dari hasil penelitian, nilai skoring kerusakan histopatologi lambung terendah pada perlakuan dosis 15 ml/kg diperoleh rata-rata dan standart deviasi kerusakan jaringan sebesar (1.40±0.20) radang; (1.27±0.23) kongesti dan (1.53±0.43) nekrosis. Sedangkan nilai makrofag tertinggi pada dosis 15ml/kg dengan nilai 2.13±0.31 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai tersebut mampu memberikan perbedaan yang signifikan terhadap histopatologi lambung pada ikan sidat (Anguilla sp.) selama masa pemeliharaan. Penggunaan probitoik dapat menurunkan resiko kerusakan histopatologi lambung ikan sidat dan dapat lebih efektif meningkatkan daya cerna ikan sidat sehingga dapat diaplikasikan pada budidaya ikan sidat (Anguilla sp.) dengan dosis 15ml/kg dan minyak ikan 5% pada pellet guna meminimalisir kerusakan jaringan pada sel.Kata kunci: Ikan sidat, Kesehatan ikan, Probiotik, Histopatologi

Page 9 of 63 | Total Record : 627