cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah Pada Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas III SD "X" Serpong Karli, Hilda
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i1.2796

Abstract

Abtsrak Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan penerapan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan sikap ilmiah pada mata pelajaran IPA siswa kelas III SD”X” Serpong. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan dalam 2 siklus. Topik pada siklus I adalah energi panas dan siklus II energi gerak. Pada siklus I dan II keterampilan proses yang dilakukan adalah mengamati dan mengkomunikasikan. Sikap ilmiah yang ingin dikembangkan adalah sikap ingin tahu, berpikiran terbuka dan kerjasama serta sikap peka terhadap lingkungan sekitar. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, lembar pengamatan, dan LKS. Berdasarkan data yang diperoleh sikap ilmiah siswa meningkat. Sikap ingin tahu meningkat 30%, sikap berpikiran terbuka dan kerjasama meningkat 51%, sikap peka terhadap lingkungan meningkat 9%. Secara keseluruhan sikap ilmiah siswa rata-rata meningkat 84,6 %.Kata kunci: Pendekatan Keterampilan Proses, Sikap Ilmiah, Mata Pelajaran IPA
Tantantangan Dan Strategi Pendidikan Islam Dalam Mewujudkan Siswa Dan Sekolah Berkualitas Jenuri, -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v5i1.2833

Abstract

Pendidikan Agama Islam adalah ruh dalam pembentukan siswa berkualitas di sekolah. Perlu strategi yang tepat untuk mewujudkannya. Perubahan yang terjadi di Indonesia berdampak menimbulkan krisis multidimensi. Di tengah upaya penanggulangan krisis, isu pemerataan mutu pendidikan tetap berkembang, baik yang digagas pemerintah maupun yang digagas masyarakat. Kunci kesuksesan sekolah unggul terletak pada aspek manajemen dan kurikulumpembelajarannya. Salah satu rekomendasi sekolah menjadi unggul di masa depan ialah sekolah harus memiliki sembilan standar yaitu: visi misi jelas, kepala sekolah profesional, guru profesional, lingkungan belajar kondusif, pendidikan berbasis ramah siswa, manajemen kuat, kurikulum luas tetapi seimbang diiringi strategi pembelajaran yang efektif, penilaian dan pelaporan prestasi siswa yang bermakna, dan pelibatan masyarakat secara positif partisipatif.Kata kunci: Sekolah Berkualitas (Unggul), Manajemen, Kurikulum, Siswa Berkualitas (Unggul), Pendidikan Agama Islam.
Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika dan Kemampuan Berfikir Kritis Matematis Siswa Kelas V Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Eksloratif Masitoh, Itoh; Prabawanto, Sufyani
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (a) ada atau tidaknya perbedaan peningkatan pemahaman konsep matematika antara siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif dan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. (b) ada atau tidaknya perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif dan siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalen pretestt postest control group. Dengan populasi seluruh siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri yang berada di Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor tahun pelajaran 2014/2015, dan sampelnya adalah siswa kelas V dari dua SDN di wilayah tersebut. Instrumen yang digunakan adalah instrumen te. Hasil penelitian adalah bahwa: (a) Peningkatan pemahaman konsep matematika siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran langsung. (b) Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran langsung.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENCAK SILAT BERBASIS KARAKTER Muhtar, Tatang
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5124

Abstract

Abstract: Enterprise application and improvement of character education is necessary to answer all the problems that occur on these days, especially against the challenges of globalization that is pervasive in almost all areas of life and supported by the progress of information and communication technology. If no steps are taken in anticipation, our nation will gradually lose their national identity as a nation that has a variety of noble values. The main purpose of this research is to improve the character of students through the application of martial arts-based learning model character. The method used is the method quasi experiment pretest and posttest group design. The results obtained inter alia, that the application of martial arts-based learning model can improve the character of the character of elementary school students significantly. This means that there are significant differences between the average value of the character of students before and after implementation of the model-based learning martial arts characters. Therefore, it can be concluded that the application of the model-based martial arts can enhance the character of students with significant character.Keywords: Pencak Silat, Character Education, Elementary School Students Abstrak: Usaha penerapan dan peningkatan pendidikan karakter sangat diperlukan untuk menjawab segala permasalahan yang terjadi pada dewasa ini terutama terhadap tantangan globalisasi yang merambah di hampir seluruh bidang kehidupan dan ditunjang oleh perkembangan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Jika tidak dilakukan langkah-langkah antisipasi, bangsa kita akan sedikit demi sedikit kehilangan jati diri bangsa sebagai bangsa yang memiliki berbagai nilai luhur. Adapun tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan karakter siswa melalui penerapan model pembelajaran pencak silat berbasis karakter. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasieksperimen pretest and postest group design. Adapun hasil yang diperoleh antara lain bahwa penerapan model pembelajaran pencak silat berbasis karakter dapat meningkatkan karakter siswa sekolah dasar secara signifikan. Artinya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata nilai karakter siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajar pencak silat berbasis karakter. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pencak silat berbasis karakter dapat meningkatkan karakter siswanya dengan signifikan.Kata Kunci :Pencak Silat, Pendidikan Karakter, Siswa Sekolah Dasar
Pembelajaran Matematika Kontekstual Kelompok Permanen Dan Tidak Permanen Dalam Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematik Sekolah Dasar Windayana, Husen
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i1.2753

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tentang kemampuan penalaran, komunikasi matematik dan sikap siswa dengan pembelajaran kontekstual melalui belajar kelompok permanen dan kelompok tidak permanen, kemudian dilihat pengaruhnya terhadap kemampuan penalaran, komunikasi matematik, dan sikap siswa. Penelitian ini menggunakan disain kuasi eksperimen kelompok kontrol pretes-postes. Kelompok pertama adalah kelas eksperimen yang terdiri dari dua pasang kumpulan siswa yang masing-masing memperoleh pembelajaran matematika kontekstual kelompok permanen dan pembelajaran matematika kontekstual kelompok tidak permanen menurut katagori sekolah sedang dan rendah. Sedangkan kelompok kontrol adalah siswa yang memperoleh pembelajaran matematika biasa menurut katagori sekolah sedang dan rendah. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa sekolah dasar kelas empat di wilayah Kabupaten Bandung, dan pemilihan sampel secara purposif menurut sekolah dan secara acak menurut kelas. Hasil penelitian menunjukkan secara signifikan pada tingkat kepercayaan 0,05 bahwa kemampuan penalaran, komunikasi matematik, dan sikap siswa dalam pembelajaran matematika kontekstual kelompok permanen (PMKKP) dan kelompok tidak permanen (PMKKTP) lebih baik dari pembelajaran matematika biasa dalam katagori sekolah sedang dan rendah. Namun kemampuan penalaran, komunikasi matematik, dan sikap siswa pada pembelajaran matematika kontekstual kelompok permanen (PMKKP) dan kelompok tidak permanen (PMKKTP) tidak berbeda secara signifikan dalam katagori sekolah sedang dan rendah. Terjadi interaksi antara model pembelajaran dengan katagori sekolah terhadap kemampuan komunikasi matematik dan sikap siswa. Untuk kemampuan komunikasi matematik dan sikap siswa model pembelajaran matematika kontekstual kelompok permanen (PMKKP) baik untuk katagori sekolah sedang dan pembelajaran matematika kontekstual kelompok tidak permanen (PMKKTP) baik untuk katagori sekolah rendah.Kata Kunci: Pembelajaran Matematika Kontekstual, Kelompok Permanen, Kelompok Tidak Permanen, Penalaran, Komunikasi Matematik.
Meningkatkan Kemampuan Problem Posing Matematika Mahasiswa Calon Guru SD Melalui Model Pembelajaran SCPBL S, Dina Mayadiana
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i1.2787

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategipenyelesaian mahasiswa untuk menjawab tugas dan tingkat kemampuan problem posing matematika (KPPM) setelah model pembelajaran SCPBL berlangsung. Penelitian didasari oleh problem posing sebagai komponen penting dalam doing matematika (Brown Walter, 1993) dan rendahnya TKPPM nahasiswa (Mayadiana, 2010). Model pembelajaran SCPBL dapat didesain oleh dosen sehingga mahasiswa terbiasa untuk menyelesaikan tugas TKPPM bila dipahami dari awal, inti, tujuan, dan sumber belajarnya.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan sampel mahasiswa S-1PGSD B UPI sebanyak 47 mahasiswa kelas eksperimen dan 47 mahasiswa kelaskontrol (KK). Instrumen yang digunakan pada penelitian ini tes essay TKPPMterkait konsep Aljabar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi enyelesaianmahasiswa KE (Kelas Eksperimen) secara signifikan lebih baik dari pada mahasiswa KK. Selanjutnya untuk Tugas 1 dan 2, tingkat KPPM mahasiswa KEsecara signifikan lebih baik daripada mahasiswa KK yaitu pada tingkat 4. Khususuntuk Tugas 3, mahasiswa KE dan KK keduanya berada pada Tingkat 5. Kata Kunci: Model Pembelajaran SCPBL, Problem Posing, dan Matematika.
Penerapan Metode Bermain Peran Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemeranan Drama Fahmiasih, R Arnis
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 2: Juli 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i2.2824

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah kemampuan pembelajaran sastra dalam memerankan drama yang masih rendah di kelas V SDN Ciporeat 3 Kota Bandung. Banyak siswa yang malu-malu bahkan tidak mau memerankan drama di depan kelas yang disebabkan oleh kurang mampunya guru dalam menyajikan pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan. Dalam hal ini peneliti menerapkan metode bermain peran dalam meningkatkan kemampuan pemeranan drama pada siswa kelas V SD dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas dan kemampuan siswa dalam pembelajaran pemeranan drama dengan menggunakan metode bermain peran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model Elliot dengan tiga siklus dan sembilan tindakan. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, catatan lapangan, LKS, lembar evaluasi dan dokumentasi berupa foto dan video. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan selama proses pembelajaran berlangsung ditemukan beberapa hal penting. Siswa lebih antusias dan aktif selama proses pembelajaran berlangsung dan kemampuan siswa dalam pemeranan drama pun terus meningkat pada tiap siklusnya. Hal ini terbukti dari rata-rata nilai aktivitas siswa dalam memerankan drama pada pada siklus satu yaitu 58, siklus dua yaitu 66, dan siklus tiga yaitu 84. Adapun Ratarata nilai kemampuan siswa dalam memerankan drama pada siklus satu yaitu 52, pada siklus dua yaitu 63 dan pada siklus tiga yaitu 73.Kata Kunci : Metode Bermain Peran dan Pemeranan Drama
Peningkatan Hasil Belajar IPS dan Self Esteem Siswa SD Melalui Multimedia dalam Pembelajaran IPS Rustini, Tin
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 6, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v6i2.4576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan peningkatan hasil belajar IPS dan self esteem siswa yang pembelajarannya menggunakan multimedia dan konvensional. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen dan desain yang digunakankelompok kontrol non ekivalendengan instrumen penelitian yang digunakan berupa tes hasil belajar IPS dan non-tes (self esteem). Data yang dianalisis adalah data pretes, postes, dan n-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar IPSdan self esteem siswa setelah mendapatkan pembelajaran dengan multimedia lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran IPS secara konvensional; Tidak terdapat hubungan yang positif antara hasil belajar IPS siswa dan self esteem siswa dalam pembelajaran yang menggunakan pembelajaran dengan multimedia.
Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar Berbasis pembelajaran Tematik Saputra, Targana Adi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 2: Juli 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v1i2.2736

Abstract

AbstrakPendekatan pembelajaran tematik dalam IPS sering disebut dengan pendekatan interdisipliner. Model pembelajaran tematik pada hakikatnya merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan peserta didik baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip‐prinsip secara holistik dan otentik.   Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu‐ilmu sosial seperti: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya.  Ilmu Pengetahuan Sosial dirumuskan atas dasar realitas dan fenomena sosial yang mewujudkan satu pendekatan interdisipliner dari aspek dan cabang‐cabang ilmu‐ilmu sosial (sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, hukum, dan budaya). IPS atau studi sosial itu merupakan bagian dari kurikulum    sekolah yang diturunkan dari isi materi cabang‐cabang ilmu‐ilmu sosial: sosiologi, sejarah, geografi, ekonomi, politik, antropologi, filsafat, dan psikologi sosial. Sejalan dengan konsep tersebut, pembelajaran tematik dalam IPS adalah model pembelajaran yang pengembangannya dimulai dengan menentukan topik tertentu sebagai tema atau topik sentral, setelah tema ditetapkan maka selanjutnya tema itu dijadikan dasar untuk menentukan dasar sub‐sub tema dari bidang studi lain yang terkait.Kata Kunci : Pembelajaran Tematik , IPS
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PENDIDIKAN MATEMATIKA 1 UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MAHASISWA PGSD UNIVERSITAS KUNINGAN Nurhasanah, Aan
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 2: Juli 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i2.7017

Abstract

Abstract:. This research and development aims to produce teaching materials for improving the quality of learning of Elementary Teacher Education students of University of Kuningan especially on Mathematics Education I course. This research using Dick and Carey Research Development model. The research stages are (a) the stages of analysis performed on the curriculum, the needs of the students and the lecturers' needs. (B) the product development stage is a lecture module, which is analyzed by expert team. (C) the pilot stage, this stage is done if the expert team has finished validating the teaching materials to be used in the lecture process. The results showed that the teaching materials developed can improve the quality of learning with the average achievement of pre-test of 65.76 while the mean post-test value of 78.20. Then the results of the observer assessment showed that 78% of students follow the course activities well.Keywords: teaching materials, quality of learning, mathematics education Abstrak: Penelitian dan pengembangan ini bertujuan menghasilkan bahan ajar untuk peningkatan kualitas pembelajaran mahasiswa PGSD Universitas Kuningan khususnya pada matakuliah Pendidikan Matematika I. Metode penelitian yang digunakan adalah model Dick and Carey. Tahapan penelitian terdiri dari (a) tahapan analisis yang dilakukan terhadap kurikulum, kebutuhan mahasiswa serta kebutuhan dosen. (b) tahapan pengembangan produk berupa modul perkuliahan, yang dianalisis oleh tim ahli. (c) tahapan uji coba, tahapan ini dilakukan jika tim ahli telah selesai memvalidasi bahan ajar yang akan digunakan dalam proses perkuliahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan rerata pencapaian pretes sebesar 65,76 sedangkan rerata nilai postes sebesar 78,20. Kemudian hasil penilaian observer menunjukan 78% mahasiswa mengikuti aktivitas perkuliahan dengan baik.Kata kunci : bahan ajar, kualitas pembelajaran, pendidikan matematika