cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PKN MELALUI METODE PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE KELAS IV Rumpakha, Vidya; Dwikurnaningsih, Yari
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 2: Juli 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i2.7081

Abstract

Abstract: The background of this study is the low activeness and student learning outcomes in the subject of Civics Education (Civics) of the fourth grade in the fourth semester class of government, there are 14 out of 22 students whose value does not reach Minimal Completeness Criteria (KKM) (≥ 70). The aims of this study is to determine the improvement of student activeness and civics education learning outcomes through the Take and Give Methods Learning fourth graders SDN 1 Buntu Kejajar District Wonosobo Regency. The type of this research is a classroom action research which is conducted in 2 cycles, each cycle consists of 3 stages: 1) Action planning; 2) Implementation of action and Observation; 3) Reflection. Technique of collecting data in the form of test and non test technique, with research instrument in the form of item and observation sheet equipped with rubric measurement of student activeness. The analysis technique used is descriptive comparative technique that is analysis technique that compare the result of pre cycle learning, cycle I, and cycle II. This is indicated by the improvement in student learning outcomes, namely cycle I has increased learning outcomes from the average prasiklus 59.81 to 68.04 (77.27%), the level of student activeness using the likert scale is 70.3 (active). Cycle II has increased learning outcomes from the average cycle I 68,04 to 75,19 (86,36%), student activeness level using likert scale is 78,3 (very active). From this study can be concluded by applying the Take and Give model can significantly improve the learning outcomes and the activity of students of Civics subjects in fourth grade students.Keywords: Student Activeness, Civic Learning Outcomes, Take and Give Learning Methods Abstrak: Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keaktifan siswa dan hasil belajar PKn. Terdapat 14 dari 22 siswa yang nilai PKn tidak mencapai KKM ( ≥ 70). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan siswa dan hasil belajar PKn melalui metode pembelajaran Take and Give siswa kelas IV semester II SDN 1 Buntu Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang prosedur penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 3 tahapan yaitu 1) Perencanaan tindakan; 2) Pelaksanaan tindakan dan Observasi; 3) Refleksi. Teknik pengumpulan data berupa teknik tes dan non tes, dengan instrumen penelitian berupa butir soal dan lembar observasi yang dilengkapi dengan rubrik pengukuran keaktifan siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif komparatif yaitu teknik analisis yang membandingkan hasil belajar pra siklus, siklus I, dan siklus II. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar siswa yaitu siklus I mengalami peningkatan hasil belajar dari rata-rata pra siklus 59,81 menjadi 68,04 (77,27%), tingkat keaktifan siswa menggunakan skala likert adalah 70,3 (aktif). Siklus II mengalami peningkatan hasil belajar dari rata-rata siklus I 68,04 menjadi 75,19 (86,36%), tingkat keaktifan siswa menggunakan skala likert adalah 78,3 (sangat aktif). Dari penelitian ini dapat disimpulkan dengan menerapkan metode pembelajaran Take and Give secara signifikan dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa mata pelajaran PKn pada siswa kelas IV.Kata Kunci: Keaktifan Siswa, Hasil Belajar PKn, Metode Pembelajaran Take and Give
Pengaruh Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Heuristik Pemecahan Masalah dan Sikap Matematis Siswa Sekolah Dasar Ruchaedi, Diding; Suryadi, Didi; Herman, Tatang
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2792

Abstract

Penelitian  ini  dilatarbelakangi  oleh rendahnya kemampuan heuristik pemecahan masalah dan  sikap  matematis  siswa  terhadap pelajaran  matematika.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menelaah perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan sikap matematis siswa yang menggunakan Problem Based Learning (PBL) dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional.  Metode  dalam  penelitian  ini menggunakan  desain  kuasi  eksperimen  dengan  subjek penelitian seluruh siswa kelas V SD Negeri Leuwikujang I sebagai kelas eksperimen dan seluruh siswa kelas V SD Negeri Rajawangi I sebagai kelas kontrol.  Instrumen  yang digunakan  adalah  tes  kemampuan  pemecahan masalah  dan  skala  sikap  matematis siswa.  Data  hasil  penelitian  berupa  skor   pra tes  dan  pasca tes  siswa  dianalisis  dengan menggunakan  uji  t  dan  uji  korelasi  Product  Moment  Pearson.  Berdasarkan  hasil analisis  data  diperoleh  kesimpulan  bahwa, siswa  yang mendapatkan  pembelajaran  Problem Based Learning (PBL) mengalami  peningkatan  pada  kemampuan  strategi heuristic pemecahan masalah dan sikap matematis yang lebih  baik  dibandingkan  dengan  siswa  yang  mendapatkan  pembelajaran matematika  secara  konvensional.
Penggunaan Model Inkuiri Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Pembelajaran IPS Di SD Rustini, Tin; Tjandra, Farida
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 2: Juli 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i2.2829

Abstract

Pembelajaran di sekolah cenderung sangat teoritis dan terkait dengan kehidupan yang ada lingkungan nyata. Rumusan masalah, bagaimana meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model Inkuiri dan bagaimana hasil belajar IPS dengan menggunakan Model Inkuiri. Proses penerapan model dalam pembelajaran ini berfokus kepada Penelitian Tindakan Kelas( PTK), model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1). Perencanaan (planning), (2). Tindakan (action) (3). Observasi (observation), dan (4). Refleksi (reflection). Peneltian tindakan ini dilakukan dalam tiga siklus, di mana setiap siklus materi dan tujuan pembelajaran yang berbeda. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa model inkuri terbimbing merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, sehingga proses dan hasil belajar siswa akan lebih baik. Pada akhir peneliti ini merekomendasikan bahwa untuk merangsang timbulnya masalah-masalah dari siswa, guru harus memikirkan suatu kegiatan eksplorasi yang akan dilakukan oleh siswa, agar siswa mempunyai gagasan untuk mengemukakan pendapat dan mengajukan pertanyaan terhadap materi yang diajarkan, menumbuhkan keberanian seluruh siswa dalam menggunggkapkan masalah, guru harus memberikan penguatan kepada siswa yang bertanya sehingga siswa lainnya termotivasi untuk bertanya.Kata kunci: Berpikir Kritis,Model Inkuiri, Pembelajaran IPS.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis dan Self Confidence Siswa Kelas V Sekolah Dasar -, Yusmanto; Herman, Tatang
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 2: Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i2.2705

Abstract

Masalah utama penelitian ini adalah bagaimana peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah memperoleh pembelajaran dengan model discovery learning, perbedaan self-confidence siswa setelah memperoleh pembelajaran dengan model discovery learning, dan hubungan kemampuan berpikir kritis matematis dengan selfconfidence siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain kelompok kontrol non ekuivalen. Populasi penelitian adalah siswa kelas V Sekolah Dasar di Kecamatan Tanggeung kabupaten Cianjur. Sampel terdiri dari kelas 48 orang yang dibagi menjadi 24 siswa di kelas Va sebagai kelompok eksperimen dan 24 siswa di kelas Vb sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan terdiri dari instrumen tes, skala self-confidence matematika. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap rata-rata pretes dan postes dengan menggunakan Uji-t, rata-rata gain ternormalisasi antara kedua kelompok sampel dengan uji nonparametrik Mann-Whitney, rata-rata self confidence dengan uji-t, dan hubungan antara kemampuan berpikir kritis matematis dan self-confidence siswa dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan model discovery learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis. Self-confidence matematika siswa di kelas eksperimen yang menggunakan model discovery learning lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran langsung. Tidak terdapat hubungan antara kemampuan berpikir kritis matematis dan self-confidence Siswa SD. Pembelajaran dengan model discovery learning dapat menjadi alternatif model pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan di Sekolah Dasar.
PERILAKU PROSOSIAL (PROSOCIAL BEHAVIOR) ANAK USIA DINI DAN PENGELOLAAN KELAS MELALUI PENGELOMPOKAN USIA RANGKAP (MULTIAGE GROUPING) Matondang, Elvrida Sandra
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 8, No 1: Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v8i1.5120

Abstract

Abstract: The aspect of moral development is of great concern of early childhood caregivers. Moral development, which is now better known as prosocial behaviors include behaviors such as empathy, generosity, cooperation, caring, and many more. Various attempts to build prosocial behavior has been carried out in kindergarten, including in one of international preschools  in Bandung that management class is using the multiage grouping.  According to this phenomenon which needed to be achieved, such as the form of prosocial behavior of the child at the multiage grouping, factors that affect the incidence of prosocial behavior in multiage grouping, teachers intervention to any problems relate to prosocial behavior in the multiage grouping, the efforts of teachers to develop prosocial behavior in multiage grouping, the efforts of teachers to manage classes with the concept of multiage grouping. The purpose of doing this research on the grounds of how the management class that uses multiage grouping can increase prosocial behavior of children between the age range of 3-6 years.  The method used in this study is a qualitative approach using case studies, data collection is done by observation, interview and documentation. The findings of this study represent children’s prosocial behavior in the form of cooperative behavior, friendship, helping, sharing, and caring. Children prosocial behavior should practically continually place in their environment and if the foundation is strong enough, they will easily adjust to school environment, especially in a school where the class management is using multiage grouping.Keywords: Early Childhood, Multiage Grouping, Pro-social Behavior Abstrak: Aspek perkembangan moral adalah perhatian besar dari pengasuh anak usia dini. perkembangan moral, yang sekarang lebih dikenal sebagai perilaku prososial mencakup perilaku seperti empati, kedermawanan, kerjasama, peduli, dan banyak lagi. Berbagai upaya untuk membangun perilaku prososial telah dilakukan di TK, termasuk di salah satu TK internasional di Bandung yang kelas manajemen menggunakan pengelompokan multiage. Menurut fenomena ini yang perlu dicapai, seperti bentuk perilaku prososial anak di kelompok multiage, faktor yang mempengaruhi timbulnya perilaku prososial dalam pengelompokan multiage, guru intervensi untuk masalah berhubungan dengan perilaku prososial dalam pengelompokan multiage , upaya guru untuk mengembangkan perilaku prososial dalam pengelompokan multiage, upaya guru untuk mengelola kelas dengan konsep pengelompokan multiage. Tujuan melakukan penelitian ini dengan alasan bagaimana manajemen kelas yang menggunakan pengelompokan multiage dapat meningkatkan perilaku prososial anak-anak antara usia 3-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi kasus, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian ini merupakan perilaku prososial anak-anak dalam bentuk perilaku kooperatif, persahabatan, membantu, berbagi, dan peduli. Anak-anak perilaku prososial harus praktis terus menempatkan di lingkungan mereka dan jika yayasan cukup kuat, mereka akan dengan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah, terutama di sekolah di mana manajemen kelas menggunakan pengelompokan aneka usia.Kata Kunci: Usia Dini, Perilaku Prososial, Pengelompokan Aneka Usia
Peranan Media Gambar Dalam Pembelajaran Menulis Syahrudin, Didin
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i1.2746

Abstract

ABSTRAKMedia dalam pengertian umum merupakan sarana komunikasi. Sedangkan dalam pendidikan media dapat diartikan sebagai alat bantu yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guru dalam mencapai tujuan pengajaran. oleh karena itu media pengajaran lebih dikenal dengan sebutan alat bantu pengajaran atau alat peraga. Dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di sekolah dasar khususnya dalam pembelajaran menulis karangan prosa, penggunaan media tepat digunakan sebab penjelasan guru tidak cukup dengan metode ceramah atau penugasan saja, melainkan harus dibantu dengan alat berupa media. Pemilihan media pembelajaran harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak dan tujuan pembelajaran. Media gambar adalah salah satu media yang sering digunakan dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah dasar terutama dalam keterampilan menulis.Kata Kunci: Media Gambar, Pembelajaran Menulis
Optimalisasi Penerapan Model Pembelajaran Reading Aloud With Comprehension (RAC) untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Sekolah Dasar Ernalis, -; Syahrudin, D; Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 7, No 1: Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v7i1.2783

Abstract

Masalah penelitian ini dibatasi pada masalah utama yang muncul dalam pembelajaran membaca permulaan di sekolah dasar. Masalah tersebut adalah kurang terbinanya keterampilan membaca permulaan para siswa. Faktor utama yang menyebabkan hal tersebut adalah belum diterapkannya model pembelajaran membaca permulaan yang tepat bagi siswa. Sejalan dengan masalah ini tujuan penelitian yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah untuk mengetahui, menjelaskan, dan memaparkan (1) perbedaan kemampuan membaca permulaan antara siswa SD yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model RAC dan yang tidak menggunakan model RAC dan (2) faktor-faktor utama yang mendukung kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian campuran tipe eksplanatori. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa sekolah dasar di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung dan Kecamatan Ujungberung Kota Bandung. Data Penelitian akan dikumpulkan dengan menggunakan instrumen (1) kuesioner (2) wawancara, (3) penilaian hasil belajar, (4) penilaian proses/keterampilan, (5) catatan lapangan, dan (6) dokumentasi. Data hasil penelitian akan diolah dengan menggunakan teknik pengolahan data kualitatif dan teknik pengolahan data kuantitatif dengan uji statistika. Berdasarkan hasil pengolahan data diketahui bahwa (1) terdapat perbedaan kemampuan membaca permulaan antara siswa SD yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model RAC dan yang tidak menggunakan model RAC dan (2) faktor-faktor utama yang mendukung kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar adalah faktor intensitas membaca, strategi pembelajaran membaca, dan pengayaan bahan bacaan.
Model Interaktif Dalam Pembelajaran IPS Rustini, Tin
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 1: Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i1.2818

Abstract

AbstrakSalah satu pembelajaran tujuan IPS yang ingin di kembangkan adalah membentuk siswa menjadi waarga negara yang aktif. Dalam hal ini diartikan sebagai manusia yang mampu mengambil keputusan yakni mulai memecahkan masalah-masalah dirinya, sosial, sampai kemampuan mempengaruhi kebijakan umum. Pembelajaran merupakan interaksi antar komponen pembelajaran tersebut, diantaranya guru, siswa, materi pembelajaran, metode, media dan sumber dan tujuan pembelajaran. Model interaktif dalam pembelajaran IPS memberikan alternatif bagi terciptanya situasi belajar yang dapat menumbuhkembangkan peran aktif siswa selama kegiatan berlangsungKata Kunci : Model Interaktif dan Pembelajaran IPS
Optimalisasi Teori Vygotsky Melalui Media Kartu Frase untuk Menanamkan Bagian Sederhana Kalimat Bahasa Inggris Gusrayani, Diah
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 6, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v6i2.4572

Abstract

Mengajar bahasa banyak dipahami sebagai mengajar tentang bahasa itu sendiri, bukan tentang fungsinya atau dalam konteks apa bahasa digunakan. Guru banyak yang gagal mengkontekstualkan bahasa, atau lebih khususnya dalam konteks pelajaran bahasa Inggris di SD kelas rendah, kata-kata yang diperkenalkan pada siswa. Perkara mengajar bahasa di usia tersebut yang berkisar pada cara menulis, mengucapkan dan memahami artinya, menjadi abstrak dirasakan siswa karena guru jarang menggunakan media dan atau strategi mengajar yang baik dan efektif. Bahasa Inggris yang memiliki pola terbalik dalam penyusunan kata menjadi frase, ini pun menjadi masalah tersendiri. Konsep yang abstrak harus bisa dipahami secara konkret, apalagi ketika konsep ini dirasa sangat baru oleh siswa. Makalah ini memaparkan satu jenis media yang bisa menjembatani verbalisme guru dalam menjelaskan frase dalam bahasa Inggris pada siswa kelas rendah (1, 2, 3) yang baru mengenal bentuk dan struktur bahasa ini. Media kartu frase (phrase card) ini memiliki ukuran yang bebas dan bisa beragam, berisikan tulisan yang jelas dibaca dari jarak jauh, dan warna serta tata letak yang eye-catching. Pembuatan media ini telah dilakukan oleh 30 guru SD di Kabupaten Sumedang serta diujicobakan di kelaskelasnya. Hasilnya, pemahaman siswa terhadap makna dan tertib susunan frase tersebut melesat signifikan. Bantuan orang dewasa dalam memperkuat pemahaman siswa dengan melibatkan siswa itu sendiri dalam mengkonstruksi pemahamannya inilah yang direkomendasikan Vygotsky dalam teorinya
Pembaharuan Pendidikan Islam Di Sekolah Dasar Menuju Masyarakat Madani -, Jenuri
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 2: Juli 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v1i2.2732

Abstract

Abstrak  Masyarakat madani merupakan suatu ujud masyarakat yang memiliki kemandirian aktivitas dengan ciri: universalitas, supermasi, keabadian, pemerataan kekuatan, kebaikan dari dan untuk bersama, meraih kebajikan umum, piranti eksternal, bukan berinteraksi pada keuntungan, dan kesempatan yang sama dan merata kepada setiap warganya. ciri masyarakat ini merupakan masyarakat yang ideal dalam kehidupan. Untuk Pemerintah pada era reformasi ini, akan mengarakan semua potensi bangsa berupa pendidikan, ekonomi, politik, hukum, sosial budaya, militer, kerah masyarakat madani yang dicita‐citakan. Sejalan dengan konsep tersebut, agar dasar pendidikan Islam relevan dengan kepentingan umat Islam dan relevan dengan disain masyarakat madani, penerapan konsep dasar filsafat dan teori pendidikan harus memperhatikan konteks suprasistem bagi kepentingan komunitas "masyarakat madani" yang dicita‐citakan bangsa ini.Kata Kunci: masyarakat madani; pembaharuan pendidikan Islam