cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
Inflementasi Kurikulum Satuan Pendidikan Dalam Menumbuhkembangkan Kecerdasan Majemuk (Multiplate Intelligence) Halimah, Lely
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 1: Januari 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i1.2754

Abstract

ABSTRAKTeori kecerdasan majemuk ini, merupakan salah satu teori yang saat ini sedang menjadi perhatian semua kalangan, lebih-lebih para orang tua dan para pendidik tampaknya begitu antusias untuk mendalaminya bahkan untuk menerapkannya dalam rangka menumbuhkembangkan kecerdasan anak. Mengacu pada teori kecerdasan majemuk, bahwa sesungguhnya setiap anak dilahirkan cerdas. Inilah paradigma baru pendidikan yang sedang berkembang di dunia. Menurut Dr Thomas Amstrong, pakar pendidikan dari Amerika setiap anak dilahirkan dengan membawa potensi yang memungkinkan mereka untuk menjadi cerdas. Sifat yang menjadi bawaan itu antara lain adanya keingintahuan, daya eksplorasi terhadap lingkungan, spontanitas, vitalitas, dan fleksibilitas. Setiap individu memiliki delapan kecerdasan, yang meliputi : (1) Linguistic intelligence (word smart); (2) Logical-mathematical intelligence (number/reasoning smart); (3) Spatial intelligence (picture smart); (4) Bodily-Kinesthetic intelligence (body smart); (5) Musical intelligence (music smart); (6) Interpersonal intelligence (people smart); (7) Intrapersonal intelligence (self smart). Dari ketujuh kecerdasan sebagaimana dikemukakan di atas, pada dasarnya setiap kecerdasan memiliki keunikan masing-masing. Menurut Gardner bahwa setiap kecerdasan dalam upaya mengelola informasi bekerja secara spasial dalam sistem otak manusia. Tetapi pada saat mengeluarkannya, ke delapan jenis kecerdasan itu bekerjasama untuk menghasilkan informasi sesuai yang dibutuhkanKata Kunci: Kecerdasan Jamak, Pebelajaran Berbasis KTSP
Pembelajaran Matematika Membangun Konservasi Materi Pembekajaran Priatna, Dudung
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v3i1.2788

Abstract

AbstrakKetercapaian suatu pembelajaran matematika ditentukan oleh guru dalammenggunakan strategi pembelajaran matematika yang memperhatikan topik yangsedang dibicarakan, tingkat perkembangan intelektual siswa, prinsip dan teoribelajar, keterlibatan aktif siswa, keterkaitan dengan kehidupan siswa, sertapengembangan dan pemahaman penalaran matematika. Kemampuan guru dalam pembelajaran matematika berupa proses pemberian pengalaman belajar kepada siswa melalui serangkaian kegiatan yang terencana sehingga siswa memperoleh kompetensi tentang bahan matematika yang dipelajari. Oleh sebab itu, proses pembelajaran matematika di sekolah dasar menuntut guru untuk memfasilitasi anak dengan kegiatan yang membutuhkan pengalaman dengan manipulatif material yang mempunyai ciri khusus maupun yang terus menerus ada. Manipulatif material yang mempunyai ciri khusus adalah yang dapat dihitung seperti kue, mobil-mobilan, dan titik-titik pada selmbar kertas. Anak-anak dapat menggunakan balok-balok unit atau kubus-kubus untuk dihitung dan ditumpuk. Jenis lainnya seperti mata rantai berwarna, papan mainan, boneka permainan, manik-manik, guntingan gambar pada papan planel dan barang-barang magnetis. Pembelajaran matematika untuk siswa SD laboratorium direkomendasikan berikut ini, yaitu (1) pembelajaran Content-Oriented, tekanannya adalah dimilikinya keterampilan dan cara menjawab (berkomunikasi guru-anak dan anak-anak); dan (2) pembelajaran Learner-Oriented, tekanannya adalah pada bantuan kepada anak dalam menghadapi masalah dan dalam menalar (bimbingan guru dalam kelompok). Perencanaan pembelajaran memperhitungkan kebutuhan belajar  individu atau kelompok anak secara konseptual maupun prosedural agar pembelajaran efektif dan efisien
Pembelajaran Model-Eliciting Activiting (MEAs) Yang Dimodifikasi Dalam Pembelajaran Matematika Dan Statistika Priatna. M, Bambang Avip
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 2: Juli 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i2.2825

Abstract

ABSTRAKTulisan ini bertujuan untuk memperkenalkan pembelajaran Model-Eliciting Activities (MEAs) yang dimodifikasi sebagai model pembelajaran yang relatif baru di Indonesia dan mungkin di dunia. Pembelajaran MEAs yang dimodifikasi merupakan memodifikasi dari pembelajaran MEAs sebelumnya dengan cara memasukan Didactical Design Research(DDR) dan menyempurnakan langkahlangkah pembelajarannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran MEAs yang dimodifikasi dapat mengoptimalkan peningkatan kemampuan berpikir statisis mahasiswa.Kata kunci: Model-Eliciting Activities (MEAs) yang dimodifikasi
Optimalisasi Peningkatan Keterampilan Mengajar Mahasiswa Dengan Menerapkan Model Berbasis Masalah dalam Pembelajaran IPS di SD Sundari, Nina; Susilowati, -; Wahyuningsih, Yona
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 6, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v6i2.4577

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa keterampilan mengajar mahasiswa dalam pembelajaran IPS yang disimulasikan di dalam kelas belum terlihat selayaknya seorang guru dengan menampilkan berbagai keterampilan mengajar yang meliputi membuka menutup pelajaran, menjelaskan, bertanya dasar dan lanjut, mengelola gelas, mengadakan variasi, membimbing diskusi dan kelompok kecil. Dari temuan tersebut dapat dirumuskan masalah yakni bagaimana peningkatkan keterampilan mengajar mahasiswa dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan model berbasis masalah. Penelitian ini pun bertujuan meningkatkan keterampilan mengajar mahasiswa dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan model berbasis masalah. Pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah dilakukan oleh mahasiswa semester 4 di UPI Kampus Cibiru menggunakan metode deskriptif yang diawali dengan penyajian permasalahan diikuti dengan melakukan analisa terhadap informasi sebagai landasan dalam memecahkan permasalahan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, catatan lapangan penampilan mengajar mahasiswa pada tiap pertemuan perkuliahan. Hasil penelitian mengalami peningkatan yakni pada Pembelajaran 1 mahasiswa mampu mengoptimalkan 4 keterampilan mengajar, Pembelajaran 2 mahasiswa mampu mengoptimalkan 5 keterampilan mengajar, dan Pembelajaran 3 keterampilan mengajar dilakukan optimal. Hal ini berdasarkan hasil observasi dan hasil penampilan simulasi mahasiswa.
Studi Kasus Imflementasi Manajemen Berbasis Sekolah Di Sekolah Dasar Kartini, Tien
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 1, No 2: Juli 2009
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v1i2.2737

Abstract

Abstrak  Konsep manajemen berbasis sekolah memang sudah lama digembor‐gemborkan. Bahkan konsep ini sudah lama diterapkan di sekolah. Namun demikian sampai saat ini masih terdapat sejumlah masalah berkenaan dengan penafsiran konsep manajemen berbasis sekolah. Penafsiran yang salah terhadap konsep manajemen berbasis sekolah dapat menyebabkan lambatnya pelaksanaan manajemen berbasis sekolah selama ini. Sekolah sampai saat ini belum mampu melaksanakan MBS secara utuh di sekolah. Berbagai kebijakan yang sifatnya praktis pun masih terkesan menunggu kebijakan instansi atau lembaga di atas sekolah. Tentu saja hal ini akan menyebabkan macetnya pelaksanaan MBS di sekolah. Manajemen berbasis sekolah juga sering disalah tafsirkan dengan konsep swastanisasi pendidikan. Hal ini berdampak buruk bagi sekolah khususnya terhadap timbulnya pandangan negatif masyarakat yang seolah‐olah memandang semua beban sekolah dibebankan kepada orang tua murid. Dampak salah tafsir ini menyebabkan orang tua mengeluh dan cenderung memandang pihak sekolah sebagai lembaga ekonomis bukan lembaga nirlaba. Berbagai salah tafsir ini harus diluruskan dengan jalan menguraikan konsep MBS secara jelas dan ilmiahKata Kunci: manajemen berbasis sekolah, kasus MBS, sekolah dasar
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 KELAS 1 SEKOLAH DASAR Octaviani, Srikandi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 2: Juli 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i2.7039

Abstract

Abstract: Curriculum 2013 emphasizes the implementation of a thematic approach. This research was carried out considering the necessity of teachers to implement thematic learning model based on the curriculum in 2013 taking into account the importance of the application of the thematic learning in elementary schools. This research produces thematic instructional materials theme natural events valid and effective. Expansion of early draft thematic teaching materials validated by four experts. The evaluation of the teaching materials thematic theme natural events specified valid, suggestions and feedback used to revise the draft. The results of test calculations show the individual completeness tcount (6.70) ttable (1.71) means that the learner achieved mastery learning with a minimum value of 72 standards, classical completeness reach 91.6% 75% standard set classical completeness, and the results of comparative tests is post-test pre-test mean value, meaning that a change in the learning achievement of learners towards better after using the activity book.Keywords: Development, Learning Material, Thematic, Curriculum 2013, activity book  Abstrak: Kurikulum 2013 menekankan pembelajaran dengan pendekatan tematik. Penelitian ini dilaksanakan mengingat keharusan guru melaksanakan model pembelajaran tematik yang benar berdasarkan kurikulum 2013 dengan mempertimbangkan pentingnya penerapan model pembelajaran tematik di sekolah dasar. Penelitian ini menghasilkan bahan ajar tematik tema peristiwa alam yang valid dan efektif. Pengembangan draft awal bahan ajar tematik divalidasi oleh empat orang ahli. Hasil penilaian ahli terhadap bahan ajar tematik tema peristiwa alam dinyatakan valid, saran dan masukan ahli digunakan untuk merevisi draft. Draft 2 kemudian diuji coba keefektifannya. Hasil perhitungan uji ketuntasan individual menunjukkan bahwa nilai thitung (6,70) ttabel (1,71) artinya peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar dengan standar minimal nilai 72, ketuntasan klasikal mencapai 91,6% 75% standar ketuntasan klasikal yang ditetapkan, dan hasil uji banding dimana nilai mean post-test nilai mean pre-test, artinya bahwa terjadi perubahan prestasi belajar peserta didik ke arah yang lebih baik setelah menggunakan activity book. Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Tematik, Kurikulum 2013, activity book
PERSEPSI DAN MOTIVASI MAHASISWA PGSD FKIP UNPAS TENTANG PROFESI GURU Murfiah, Uum
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 1: Januari 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i1.8735

Abstract

Abstract:. Teaching profession is a noble and professional job. Becoming a noble and professional teacher requires a graduate level of education. Entering this profession begun with the perception. and the true motivation of the teaching profession. Therefore, the purpose of this study was to describe the perception and motivation of PGSD FKIP Unpas students in semester VII about the primary-school teacher profession. The method applied a qualitative approach since the researcher attempted to reveal the natural situation and social phenomenon of the case of study. Data collection techniques used the observation and interviews. The data checking was done with credibility, dependebality, and confirmability. The data analysis was done through individual case analysis. The findings of the study that the teaching profession was a job which requires competence and expertise, which should be systematically prepared since they were enrolled as students of PGSD study program until they were graduated from the program. The perception and motivation of PGSD students towards the teaching profession was increasing along with their knowledge and experience in college. The implications of this research provide a spectrum in the future for PGSD program managers to design a continuous program of teacher professional development to strengthen the identity of prospective teachers.Keyword: Perception, student motivations, teacher profession. Abstrak: Profesi guru merupakan pekerjaan yang mulia dan profesional.  Menjadi guru yang mulia dan profesional membutuhkan pendidikan setingkat sarjana keguruan. Sejatinya memasuki profesi guru, diawali oleh persepsi dan motivasi yang benar terhadap profesi guru. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perpsepsi dan motivasi mahasiswa PGSD FKIP Unpas semester VII tentang profesi guru sekolah dasar. Metode penelitian menerapkan pendekatan kualitatif karena peneliti berupaya mengungkap situasi alamiah dan fenomena sosial dari kasus yang diteliti. Tehnik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara. Pengecekan data dilakukan dengan kredibilitas, dependabilitas dan konfirmabilitas. Analisis data dilakukan melalui analisis kasus individu. Temuan penelitian bahwa profesi guru merupakan  pekerjaan yang membutuhkan kompetensi dan keahlian yang secara sistematis perlu disiapkan sejak menjadi mahasiswa keguruan sampai lulus dari program studi PGSD. Persepsi dan motivasi mahasiswa PGSD terhadap profesi guru meningkat sejalan dengan pengetahuan dan pengalaman yang mereka peroleh di bangku kuliah. Implikasi penelitian ini memberikan spektrum ke depan agar pengelola program studi PGSD mendesain program pengembangan profesi guru secara berkelanjutan untuk memperkokoh jati diri mahasiswa calon guru.Kata Kunci: Persepsi, motivasi mahasiswa, profesi guru.
EFEKTIVITAS PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS BAHAN AJAR IPA CALON GURU SD Susilawati, -; Jannah, Widia Nur; Dianasari, -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 1: Januari 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i1.8871

Abstract

Abstract:. The purpose of this research is to analyze the effectiveness of Project Based Learning (PjBL) of writing skills on Science teaching materials to elementary school teachers candidates.This research used experimental methods (single-one group pretest-posttest design) with instruments such as portofolio assessment sheets, observation sheets, and  questionnaire sheets .The effectiveness of analyzing used n-gain and t-test .The subject of this research is elementary school teachers candidates who contracted “Science Learning”subject  in a program study teacher education of elementary school at University Muhammadiyah Cirebon. The findings of this study has produced a contextual book for Science teaching material. In addition, there is an increased of elementary school teachers candidates who prepared the teaching materials in a printed form relevant to the needs and characters of the students as well as the curriculum. It is proven by assessments that the ability rose significantly from 2,71 (category  is adequate skill) to 3,83 (category is skilled) and supported by the n-gain value  at 0,87. Based on the t-test count of 8,050 larger than t-table 2,045. Recommendations from this research is that PjBL as a learning model could become one of the alternative learning models to improve writing skills material for elementary school teachers candidates.Keyword: Project-Based-Learning, science-materials-teaching, elementary-schoo-teachers- candidates. Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas Project Based Learning (PjBL) terhadap keterampilan menulis bahan ajar IPA Calon Guru SD. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen (Single-One Group Pretest-Posttest Design) dengan menggunakan instrumen berupa lembar penilaian portofolio, lembar observasi, dan lembar angket. Efektivitas dianalisis menggunakan n-gain dan uji T. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa calon guru yang mengontrak matakuliah Pembelajaran IPA di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Cirebon. Temuan penelitian ini telah menghasilkan buku ajar cetak IPA yang kontekstual. Selain itu, keterampilan calon guru dalam menyusun bahan ajar cetak yang relevan dengan kebutuhan dan karakter siswa serta kurikulum yang berlaku juga meningkat. Hal ini dibuktikan dengan hasil penilaian yang meningkat signifikan dari 2,71 (kategori cukup terampil) menjadi 3,83 (kategori terampil) serta didukung oleh hasil n-Gain yang tinggi yaitu 0,87. Selain itu berdasarkan uji T diketahui bahwa t hitung sebesar 8,050 lebih besar dari t tabel yaitu 2,045. Rekomendasi dari penelitian ini model PjBL dapat dijadikan salah satu alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis bahan ajar mahasiswa calon guru SD.Kata Kunci: Project-Based-Learning, Bahan Ajar IPA, Calon Guru SD.
PELAKSANAAN HIDDEN CURRICULUM PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AL-ISLAM DI SD MUHAMMADIYAH WIROBRAJAN I YOGYAKARTA Maryani, Ika; Dewi, Fitria
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 1: Januari 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i1.8396

Abstract

Abstract:. The problem that often arise in the study is the lack of understanding of the hidden curriculum so the teacher does not know the positive impact of the hidden curriculum activity itself, despite the fact that the hidden curriculum activities are often carried out in the learning process. This study was aimed to describe the hidden curriculum implementation strategy on educational subjects of Al-Islam in SD Muhammadiyah I Yogyakarta Wirobrajan academic year 2017/2018. The method used in this research was descriptive qualitative and the  data collection technique used observation, interviews, and documentation. The results showed that the implementation of the hidden curriculum on the educational subjects of Al-Islam had positive habit to students during the learning process by using expository  and inquiry strategy for the achievement of school goals along with the vision and mission of the school established to form Islamic generation, knowledgeable, noble, and cultured.Keywords: Hidden Curriculum, Al-Islam Education Abstrak: Permasalahan yang sering muncul di dalam pembelajaran adalah kurangnya pemahaman guru mengenai hidden curriculum sehingga guru tidak mengetahui dampak positif dari kegiatan hidden curriculum itu sendiri, meskipun pada kenyataannya kegiatan hidden curriculum sering dilaksanakan tanpa disengaja di dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pelaksanaan hidden curriculum pada mata pelajaran pendidikan Al-Islam di SD Muhammadiyah Wirobrajan I Yogyakarta tahun ajaran 2017/2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan hidden curriculum pada mata pelajaran pendidikan Al-Islam sudah baik memberikan pembiasaan yang positif kepada siswa pada saat pembelajaran berlangsung dengan menggunakan srategi ekspositori dan inquiry demi tercapainya tujuan sekolah serta visi misi sekolah yang sudah ditetapkan yaitu terbentuknya  generasi islami, berilmu, berakhlak mulia, dan berbudaya.Kata Kunci: Hidden Curriculum, Pendidikan Al-Islam
PEMBELAJARAN MENULIS PUISI BEBAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE SUGESTI IMAJINATIF PADA KELAS V SDN 001 SALO Pebriana, Putri Hana
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 1: Januari 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i1.7135

Abstract

Abstract: This research begins with the problem of low ability to write free poetry in grade V SDN 001 Salo under Minimum Passing Criterion (KKM) that is 70. Out of 30 students only 13 students reaching KKM that is about 43.33%. The aim of the study is to improve the ability to write free poetry by using imaginative suggestion method. This research is a classroom action research (PTK) conducted in two cycles. This research was conducted in grade V students SDN 001 Salo 2016/2017 with a total of 30 students.The ability to write free poetry of the students have increased from cycle I to cycle II. The ability to write free poetry of the students before the action that achieved KKM only 13 students with the classical average of 43,33%. Then in the first cycle students who reach the KKM only 21 students with a classical average of 70%. In cycle II 26 students reached KKM with a classical average of 86.66%. Keywords: Write free poems, method of imaginative suggestion Abstrak: Pembelajaran Menulis Puisi Bebas Dengan Menggunakan Metode Sugesti Imajinatif  Pada Kelas V SDN 001 Salo. Penelitian ini berawal dari permasalahan rendahnya kemampuan menulis puisi bebas pada siswa kelas V SDN 001 Salo di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70. Dari 30 siswa hanya 13 siswa yang mencapai KKM yaitu sekitar 43,33%. Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi bebas dengan menggunakan metode sugesti imajinatif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan di siswa kelas V SDN 001 Salo 2016/2017 dengan jumlah siswa 30 orang. Kemampuan menulis puisi bebas pada siswa  mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Kemampuan menulis puisi bebas pada siswa sebelum tindakan yang mencapai KKM hanya 13 siswa dengan rata-rata klasikal sebesar 43,33%. Kemudian pada siklus I siswa yang mencapai KKM hanya 21 siswa dengan rata-rata klasikal sebesar 70%. Siklus II siswa yang mencapai KKM 26 siswa dengan rata-rata klasikal sebesar 86,66%Kata kunci: Menulis puisi bebas, metode sugesti imajinatif