cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PENGUASAAN KONSEP IPA SISWA SD DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING Nugraha, Widdy Sukma
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i2.11907

Abstract

Abstract:. The study reported an increase in critical thinking skill and mastery of science concept in Cisomang 2 primary schools through Problem Based Learning Model.  critical thinking skills Indicators that are used in this study refers to a theory that developed by Ennis, while the  Bloom categorization is used as an indicator of mastery of science concepts. This study uses pretest value and postest value to see the comparison. Data analysis performed in this study is calculate the n-gain increase. From the research results, there is an increased critical thinking skills and mastery sciece concepts after using model Problem Based Learning. Based on research result, there are the increase of critical thinking average after the problem based learning model gived to student and the result is30.70,while the mastery science concept 32,17. Abstrak: Penelitian ini melaporkan  peningkatan kemampuan berpikir kritis dan penguasaan konsep IPA peserta didik di SD Negeri Cisomang 2 dengan menggunakan model Problem Based Learning. Indikator kemampuan berpikir kritis yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada teori yang dikembangkan oleh Ennis, sedangkan kategorisasi Bloom digunakan sebagai indikator penguasaan konsep IPA. Penelitian ini menggunakan nilai pretest (sebelum pembelajaran) dan nilai posttest (setelah pembelajaran) untuk melihat perbandingan kemampuan berpikir kritis dan penguasaan konsep peserta didik.  Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah melihat peningkatan N-gain dari hasil instrumen yang sebelumnya dilakukan uji homogenitas dan uji-t dengan program SPSS 18. Dari hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil peningkatan kemampuan berpikir kritis setelah pembelajaran dengan rata-rata peningkatan 30,70 sementara untuk hasil tes penguasaan konsep terjadi peningkatan dengan rata-rata 32,17. Baik kemampuan berpikir kritis maupun penguasaan konsep terjadi peningkatan yang signifikan.
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK DONGENG DI ERA DIGITAL Nurani, Riga Zahara; Nugraha, Fajar; Sidik, Geri Syahril
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i2.10867

Abstract

Abstract: Learning in the 21st century is inseparable from the influence of digital technology. Learning listening of fairy tale with conventional method (teachers read a fairy tale in front of the class) is no longer suitable to be applied for the students in this digital era, so that a new breakthrough in the use of learning media is needed. Learning listening of fairy tale by using an audio visual media can be one of alternatives used by teachers. Research used an audio visual media in learning listening of fairy tale was conducted in SDN 6 Singaparna. Research method used is descriptive qualitative method. The enthusiasm of students in learning listening of fairy tale by using audio visual media is better than learning listening of fairy tale read by the teacher. This is seen from the average score of listening ability of student’s fairy tales. The average listening ability of student’s fairy tale using audio visual media is 84,53, while the average listening ability of student’s fairy tale before the research  was 67,20. In addition to making the average listening ability of student’s fairy tale increased was by the use of audio visual media that also made students more active in the learning process. This is seen when the teacher asked a few questions when the fairy tale has been played, most students responded well to the questions given by the teacher. Abstrak: Pembelajaran di abad ke-21 ini tidak terlepas dari pengaruh teknologi digital. Pembelajaran menyimak dongeng dengan cara konvensional (guru membacakan dongeng di depan kelas) dirasa sudah tidak cocok lagi diterapkan pada siswa di era digital ini, sehingga diperlukan adanya terobosan baru dalam penggunaan media pembelajaran. Pembelajaran menyimak dongeng dengan menggunakan media audio visual dapat menjadi salah satu alternatif yang bisa digunakan oleh guru. Penelitian tentang penggunaan media audio visual dalam pembelajaran menyimak dongeng dilakukan di SDN 6 Singaparna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif.  Antusiasme siswa dalam pembelajaran menyimak dongeng dengan menggunakan media audio visual lebih baik daripada pembelajaran menyimak dongeng yang dibacakan langsung oleh gurunya. Hal ini terlihat dari rata-rata kemampuan menyimak dongeng siswa. Rata-rata kemampuan menyimak dongeng siswa setelah menggunakan media audio visual adalah 84,53, sedangkan rata-rata kemampuan menyimak dongeng sebelumnya hanya 67,20. Selain membuat rata-rata kemampuan menyimak dongeng siswa meningkat, penggunaan media audio visual juga membuat siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini terlihat saat guru mengajukan beberapa pertanyaan saat dongeng telah diputar, sebagian besar siswa merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA SISWA YANG MEMILIKI KECENDERUNGAN ADIKSI SITUS JEJARING SOSIAL. Dewi, Vivit Puspita
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i2.10873

Abstract

Abstract:. The purpose of the research is to find out and prove empirically about the effectiveness of sosiodrama techniques to improve interpersonal communication skills in students. The main problem of the research was "what is the interpersonal communication skills of students who have a tendency of social networking adiksi can be upgraded through the technique of sosiodrama?", to see the effectiveness will be conducted by uses comparing students with groups of students who have low skills and has a tendency adiksi social networking with students who have only a low skills but don't have the tendency of adiksi social networking. The method of research used quasi experimental design i.e. nonequivalent (Pre test and Post test) Control-Group Design (pre test and post test on two groups), a group of experiments (groups A1 and A2) and control group (group B1 and B2). Sample research consist of 24 students based on the standards of the ideal group with the number of members in each group of 5 members. The sosiodrama technique to be tested had a good influence, that generate a significant increase in overall score changes no students who decline to interpersonal and communication skills to score adiksi the social networking trend decline. Research recommendations are indicated to the supervising teacher (1); and (2) researchers. Abstrak: Tujuan penelitian adalah mengetahui dan membuktikan secara  empiris tentang efektivitas teknik sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal pada siswa.  Masalah utama penelitian adalah “Apakah keterampilan komunikasi interpersonal siswa yang memiliki kecenderungan adiksi jejaring sosial dapat ditingkatkan melalui teknik sosiodrama?”, untuk melihat keefektifan akan dilakukan dengan cara membandingkan siswa dengan kelompok siswa yang memiliki keterampilan rendah dan memiliki kecenderungan adiksi jejaring sosial dengan siswa yang hanya memiliki keterampilan rendah tetapi tidak memiliki kecenderungan adiksi jejaring sosial. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimen kuasi dengan desain nonequivalent (Pre-test and Post-test) Control-Group Design (pre-test dan post-test pada dua kelompok), yaitu kelompok eksperimen (kelompok A1 dan kelompok A2) dan kelompok kontrol (kelompok B1 dan kelomoik B2). Sampel penelitian sebanyak 24 siswa berdasarkan standar kelompok ideal dengan jumlah anggota pada setiap kelompok 5 anggota. Teknik sosiodrama yang diujikan memiliki daya pengaruh baik, yaitu menghasilkan peningkatan yang signifikan perubahan skor secara keseluruhan tidak ada siswa yang mengalami penurunan untuk keterampilan komunikasi interpersonal dan untuk skor kecenderungan adiksi jejaring sosial mengalami penurunan. Rekomendasi penelitian ditunjukkan kepada (1) guru pembimbing; dan (2) peneliti selanjutnya.
POLYA’S STRATEGY: AN ANALYSIS OF MATHEMATICAL PROBLEM SOLVING DIFFICULTY IN 5TH GRADE ELEMENTARY SCHOOL Nurkaeti, Nunuy
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i2.10868

Abstract

Abstract:. Problem solving is one of ways to develop higher order thinking skills. Strategy of problem solving that can be developed in mathematics learning is Polya's strategy. This study aims to analyze the problem solving difficulties of elementary school students based on Polya strategy. To support this research,descriptive analysis is used on seven elementary school students . The results show that, the difficulty of mathematical problems solving of elementary school students consist of the difficulty of understanding the problem, determining the mathematical formula/concepts that is used, making connections between mathematical concepts, and reviewing the correctness of answers with questions. These happened because the problem presented is in a story problem, that is rarely studied by the students. Students usually solve mathematical problems in a form of routine questions, which only require answers in a form of algorithmic calculations. Abstrak: Pemecahan masalah adalah salah satu cara dalam mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Salah satu strategi pemecahan masalah yang dapat dikembangkan pada pembelajaran matematik adalah strategi Polya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesulitan pemecahan masalah siswa sekolah dasar berdasarkan strategi Polya. Untuk mendukung penelitian ini digunakan analisis deskriptif pada tujuh orang siswa sekolah dasar. Hasilnya menunjukkan bahwa, kesulitan pemecahan masalah matematik siswa sekolah dasar meliputi, kesulitan memahami masalah, menentukan rumus/konsep matematik yang digunakan, membuat koneksi antar konsep matematika, dan melihat kembali kebenaran jawaban dengan soal. Hal tersebut disebabkan, masalah yang disajikan berupa soal cerita yang jarang dipelajari siswa. Siswa biasanya menyelesaikan masalah matematik berupa soal rutin, yang hanya menuntut jawaban berupa perhitungan algoritmik.
EFEKTIVITAS STRATEGI PEMBELAJARAN SMART (STORIES METHOD AND RECALL TRAINING) TERHADAP PENINGKATAN MEMORI KERJA ANAK FASE SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH Lestari, Triana; Nurihsan, Juntika
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i2.10874

Abstract

Abstract:. This research aimed to examine the effectiveness of teaching strategy of SMART (Stories Method and Recall Training) in improving elementary children’s working memory. This strategy is designed to enable children to use their working memory efficiently through encoding (stories) and information retrieval training (recalling) in one series of cognition process. The research design applied is one group pretest-posttest design, using a group of subject of 15 elementary students at 7-9 years of age. The researcher used working memory instrument as the measurement of subject response which is developed by the researcher herself with five times of measurement and three times of treatments. The findings show that working memory capacity increases along as they age, and the SMART method improve children’s memory significantly. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas strategi pembelajaran SMART (Stories Method and Recall Training) terhadap peningkatan memori kerja anak fase sekolah dasar kelas rendah. Strategi ini dirancang agar anak dapat menggunakan memori lebih efisien melalui latihan penyandian (stories) dan perolehan kembali informasi (recalling) dalam satu rangkaian proses kognisi. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design, dengan menggunakan sekelompok subjek anak usia sekolah dasar kelas rendah rentang usia 7-9 tahun sejumlah 15 orang. Pengukuran respon subjek menggunakan insrumen memori kerja yang dikembangkan sendiri oleh peneliti, yang dilakukan sebanyak lima kali dengan tiga kali pemberian intervensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas memori kerja meningkat seiiring dengan bertambahnya usia, dan pelatihan strategi pembelajaran SMART (Stories Method and Recall Training) efektif meningkatkan memori kerja anak
DAFTAR ISI VOLUME 10 NOMOR 2 JULI 2018 Editor, EduHumaniora
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i2.12185

Abstract

MENGGUGAT FENOMENA EKSPLOITASI IKAN HIU DENGAN PENDEKATAN LITERASI KRITIS DI SEKOLAH DASAR Rengganis, Ira; Ibrahim, Teguh; Darmayanti, Mela; Juwita, Winda Marlina
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.14179

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to provide an understanding of how critical literacy-based learning practices can be implemented in elementary schools by raising the issue of exploitation of nature. The practice of critical literacy-based learning in this study uses an educational model with problems whose philosophical basis derives from the critical pedagogic of Paulo Freire. The concept of education seeks to deal with humans on problematic phenomena that disturb the balance of life to be addressed critically. The phenomenon that will be sued is "massive exploitation of shark fins by humans". The research method used is qualitative with an auto-ethnographic narrative approach which aims to chronologically describe the experiences of researchers when implementing critical literacy-based learning in elementary schools. The results showed that critical literacy learning using education with problems can be implemented through three stages, namely 1) pre-reading (problematization), 2) reading stage (critical discourse discussions), and 3) post-reading stage (social action) transformative). The implication of critical literacy based learning is the rise of critical awareness of students characterized by several indicators, namely: 1) students are able to name and decipher the core of the problem of exploitation of nature and its causal relationship with greedy and vile human nature; 2) students are able to create illustrated images that represent ideal situations that should occur; 3) students are able to write critical arguments that represent suggestions, criticisms, and hopes for fishermen to be able to maintain marine ecosystems by not exploiting sharks. This research has the significance of enriching pedagogical literacy science, especially critical literacy-based learning in elementary schools.Keywords: Critical Pedagogic, Critical Literacy, Nature Exploitation, Illustration Figure. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman tentang bagaimana praktik pembelajaran berbasis literasi kritis dapat diimplemantisakan di sekolah dasar dengan mengangkat isu eksploitasi alam. Praktik pembelajaran berbasis literasi kritis pada penelitian ini menggunakan model pendidikan hadap masalah yang dasar filosofisnya berasal dari pedagogik kritis Paulo Freire. Konsep pendidikan ini mengupayakan penghadapan manusia pada fenomena problematik yang menganggu keseimbangan kehidupan untuk disikapi secara kritis. Fenomena yang akan digugat adalah “eksploitasi sirip ikan hiu secara masif oleh manusia”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan naratif type auto-etnografi yang bertujuan untuk menceritakan secara kronologis pengalaman peneliti ketika mengimplementasikan pembelajaran berbasis literasi kritis di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran literasi kritis dengan menggunakan pendidikan hadap masalah dapat diimplementasikan melalui tiga tahap yaitu 1) tahap pra-baca (problematisasi), 2) tahap membaca (diskusi-analisis wacana kritis), dan 3) tahap pasca-baca (tindakan sosial transformatif). Implikasi dari pembelajaran berbasis literasi kritis adalah bangkitnya kesadaran kritis siswa yang ditandai oleh beberapa indikator yaitu : 1) siswa mampu menamai dan mengurai inti dari problematika eksploitasi alam dan hubungan kausalitasnya dengan sifat manusia yang serakah dan keji ; 2) siswa mampu mengkreasikan gambar ilustrasi yang merepresentasikan situasi ideal yang seharusnya terjadi; 3) siswa mampu menulis karangan argumentasi kritis yang merepresentasikan saran, kritik, dan harapan pada para nelayan agar mampu menjaga ekosistem laut dengan tidak melakukan eksploitasi ikan hiu. Penelitian ini memiliki signifikansi memperkaya keilmuan pedagogik mulitiliterasi khususnya pembelajaran berbasis literasi kritis di sekolah dasar. Kata Kunci : Pedagogik Kritis, Literasi Kritis, Eksploitasi Alam, Gambar Ilustrasi.
PENGEMBANGAN MEDIA BERBASIS TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY BERMUATAN WAWASAN KEBANGSAAN PADA TOKOH KEPAHLAWANAN Rochmah, Eliya; Labudasari, Erna; Amalia, Nurani
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.11489

Abstract

Abstract:. This study is to know how a media plan of augmented reality-based which contains nationality knowledge in studying the national heroes. The method of this study was research and developement (RD with was applied four instruments, they are questionnaires for experts in media, lesson, then teachers and students’ responses in term of applying the media. While the subject of this study which became its trial was thirty 5th students of SDN Kangrgraksan, Kota Cirebon. The result shows that the media plan was developed thorugh some steps, they are potential and problem, collecting data, designing product, validating design, revising design, and testing the product. The validation result of the media was obtained 94.4% which is categorized very appropriate and the validation lesson of expert was gained that the lesson is categorized valid. Besides that, the students’ responses toward it ware 83.3% said very agree and others 16.7% agree and teachers’ responses toward it were 73.3%  and it was categorized good. Keyword: Augmented Reality, Nationality Knowledge, National Heroes Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perancangan media berbasis teknologi augmented reality bermuatan wawasan kebangsaan pada materi tokoh kepahlawanan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (RD) dengan menggunakan empat instrumen yaitu angket ahli media, angket ahli materi, angket respon siswa dan guru tentang media. Sementara subjek penelitian yang dijadikan uji coba pemakaian adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Kanggraksan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan media berbasis teknologi augmented reality bermuatan wawasan kebangsaan dikembangkan melalui tahapan potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, dan uji coba pemakaian. Hasil validasi media diperoleh 94.4% media dalam kategori Sangat Layak dan hasil validasi ahli materi diperoleh hasil bahwa materi tergolong valid. Selain itu, hasil respon siswa terhadap media adalah sebanyak 83.3% siswa menjawab Sangat Setuju dan sisanya 16.7% menjawab Setuju dan hasil respon guru terhadap media adalah 73.3% dalam kategori Baik.Kata Kunci: Augmented Reality, Wawasan Kebangsaan, Tokoh Pahlawan
POLA BUDAYA BANYUWANGI DALAM NOVEL KARYA HASNAN SINGODIMAYAN SEBAGAI PENGENALAN BUDAYA PADA MATERI TEMATIK PENDIDIKAN DASAR Lesmana, Iga Bagus; Sudikan, Setya Yuwana
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.14054

Abstract

Abstract:. This research aims to explain the cultural expression in the novel by Hasnan Singodimayan based on the perspective of cultural ecology. These cultural expressions include social patterns, political patterns, religious patterns. Hasnan Singodimayan's novel that was examined was the novel Kerudung Santet Gandrung and Niti Negari Bala Abangan. This research is a qualitative descriptive type and uses an interdisciplinary approach. Data collection using library techniques, while analyzing data using content analysis techniques. Content analysis is done by inference and analysis. The theory used is cultural ecology belonging to Julian H. Steward. The results showed that the cultural expression in the novel Kerudung Santet Gandrung and Niti Negari Bala Abangan contained human behavior patterns. This pattern is a social pattern, political pattern, and religious pattern. Social patterns can be found in community interactions and visiting activities and receiving guests. Political patterns exist in the Banyuwangi system of government during the Dutch, PKI, and current politics. Religious patterns are found in religious behavior that combines religion and culture. Based on data analysis, it can be concluded that cultural expressions in Kerudung Santet Gandrung and Niti Negari Bala Abangan form cultural patterns, namely reciprocal social patterns, historical patterns in the form of history or periods, and religious patterns which are a combination of religion and culture.Keyword: The benefits of learning motivation,  local wisdom of G1 Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ekspresi budaya dalam novel karya Hasnan Singodimayan berdasarkan perspektif ekologi budaya. Ekspresi budaya tersebut meliputi pola sosial, pola politik, pola religi. Novel Hasnan Singodimayan yang diteliti adalah novel Kerudung Santet Gandrung dan Niti Negari Bala Abangan. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan interdisipliner. Pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, sedangkan penganalisisan data menggunakan teknik analisis konten. Analisis konten dilakukan dengan cara inferensi dan analisis. Teori yang digunakan adalah ekologi budaya milik Julian H. Steward. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi budaya dalam novel Kerudung Santet Gandrung dan Niti Negari Bala Abangan terdapat pola prilaku manusia. Pola tersebut merupakan pola sosial, pola politik, dan pola religi. Pola sosial dapat ditemukan pada interaksi masyarakat dan kegiatan bertamu dan menerima tamu. Pola politik terdapat pada sistem pemerintahan Banyuwangi pada masa Belanda, PKI, dan politik saat ini. Pola religi terdapat pada perilaku beragama yang memadukan agama dan budaya. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa ekspresi budaya dalam novel Kerudung Santet Gandrung dan Niti Negari Bala Abangan membentuk pola-pola budaya, yakni pola sosial yang bersifat timbal balik, pola politik yang berbentuk historis atau masa ke masa, dan pola religi yang merupakan perpaduan antara agama dan budaya.Kata Kunci: Ekspresi Budaya , Pola Budya, Ekologi Budaya 
PEMAHAMAN GURU TENTANG PENDEKATAN SAINTIFIK DAN IMPLIKASINYA DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Rostika, Deti; Prihantini, Prihantini
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.14443

Abstract

Abstract:. Implementation of the 2013 Curriculum essentially sets out three main things, namely the application of integrated thematic learning, the use of scientific approaches to learning, and authentic assessment. Some of the results of previous research on the implementation of the 2013 Curriculum, among others, found that teachers were less able to utilize learning resources from the surrounding environment and teachers tended to maintain conventional teaching habits. For this reason, through this study, researchers want to describe how teachers understand scientific approaches; how the teacher exposes the learning implementation plan; how the teacher applies the scientific approach to learning, and whether there is a contribution between the understanding of the scientific approach to the application of learning carried out by the teacher. The research method used is the Mixed Method Research model 'Embedded Design'. The results obtained from this study can be concluded that: (1) In general, teachers have understood the scientific approach, but have not understood how to implement this approach in learning in elementary schools; (2) Learning Implementation Plans (RPP) made by the teacher have not described learning activities oriented to the scientific approach; (3) Implementation of the implementation of learning carried out by the teacher has not reflected the application of the scientific approach; (4) Understanding the scientific approach contributes 10% to the implementation of learning. Therefore, being able to apply a scientific approach is not only determined by understanding, but it requires the efforts of teachers to always seek other knowledge that can add to and improve self-efficacy Keyword: scientific approach, thinking skills and scientific work, Mixed method research embedded models Abstrak: Implementasi Kurikulum 2013 pada intinya menetapkan tiga hal utama, yaitu penerapan pembelajaran tematik terpadu, penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran, dan penilaian autentik. Beberapa hasil penelitian terdahulu tentang implementasi Kurikulum 2013, antara lain ditemukan bahwa guru kurang mampu memanfaatkan sumber-sumber belajar dari alam sekitar dan guru cenderung mempertahankan kebiasaan mengajar konvensional. Untuk itu melalui penelitian ini, peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana pemahaman guru terhadap pendekatan saintifik; bagaimana guru membuar rencana pelaksanaan pembelajaran; bagaimana guru menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran, dan apakah ada kontribusi antara pemahaman pendekatan saintifik terhadap penerapan pembelajaran yang dilaksanakan guru. Metode penelitian yang digunakan adalah Mixed Method Research model ‘Embedded Design’. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Pada umumnya guru telah memahami pendekatan saintifik, tetapi belum memahami cara mengimplementasikan pendekatan tersebut dalam pembelajaran di Sekolah Dasar; (2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat guru belum menggambarkan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik; (3) Implementasi pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan guru belum mencerminkan pada penerapan pendekatan saintifik; (4) Pemahaman pendekatan saintifik berkontribusi 10 % terhadap implementasi pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu untuk bisa menerapkan pendekatan saintifik tidak hanya ditentukan oleh pemahaman, tetapi diperlukan upaya guru untuk selalu mencari pengetahuan lain yang dapat menambah dan meningkatkan efikasi diri.Kata Kunci: pendekatan saintifik, keterampilan berpikir dan kerja ilmiah, Mixed method research embedded model.