cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN PARTISIPASI SOSIAL MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DI SEKOLAH DASAR Widodo, Slamet
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 1: Januari 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i1.8403

Abstract

 Abstract:. The research was conducted on the basis of students' lack of social participation  in the community. The cause of this situation is the lack of understanding of the students related to the importance of social participation skills. The purpose of this study was to describe the increase in the participation of students' social skills. The research design used classroom action research with data collection instruments, namely observation sheets, test sheets and questionnaire sheets. Data analysis technique used quantitative and qualitative. The research results showed that the participation of students' social skills improved through contextual learning approach.Keyword: social studies, Learning Approach Contextual, Social Participation Skills. Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan atas dasar partisipasi sosial siswa yang masih kurang di masyarakat. Penyebabnya adalah kurangnya pemahaman siswa terkait pentingnya keterampilan partisipasi sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan partisipasi sosial siswa. Desain penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas dengan instrument pengumpulan datanya yaitu lembar observasi, lembar tes dan lembar angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa keterampilan partisipasi sosial siswa meningkat melalui pendekatan pembelajaran kontekstual.Kata Kunci: Pendidikan IPS, Pendekatan Pembelajaran Kontekstual, Keterampilan Partisipasi Sosial.
UNDERSTANDING IDEA OF CURRICULUM 2013 AND ITS CONSISTENCY ON DEVELOPING CURRICULUM DOCUMENT AT LEVEL OF EDUCATION UNIT (KTSP) AT PRIMARY SCHOOL LEVEL Prihantini, Prihantini
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 1: Januari 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i1.9745

Abstract

Abstract:. This study is based on various issues of Curriculum 2013, both in terms of teacher readiness to accept the Curriculum 2013, an understanding of the idea of Curriculum 2013, as well as in the implementation of teaching and learning. In the curriculum development theory, curriculum ideas are an important component that the curriculum development team needs to understand, so that the development of curriculum documents composed reflects continuity with curriculum ideas. The purpose of this study is to describe and explore the understanding of principals and teachers about the idea of Curriculum 2013 and its consistency on developing Education Unit Level Curriculum (KTSP) at elementary school in Sukalarang sub-district, Sukabumi regency. The research method applied is qualitative research with descriptive exploratory approach. The conclusions of the study are: (1) the understanding of principals and teachers about the idea of the  Curriculum 2013 at the know stage, the understanding that curriculum ideas have consistency in the development of the Education Unit Level Curriculum (KTSP) document is not yet owned; (2) the development of KTSP document shows no consistency between the idea of Curriculum 2013 with the documents of Book I KTSP, Book II KTSP, and Book III KTSP; (3) the problems faced by school principals and teachers in relation to the Curriculum 2013 is assessment of learning, both with regard to the techniques and types of assessment and techniques of administering the results of the assessment.Recommendations are proposed to policy makers that training strategies need to be changed from "theory oriented" to "practice oriented" and need to be varied in implementation at the Kecamatan or Cluster levels and enhanced effectiveness of curriculum counseling 2013. For principals and teachers expected to disseminate the 2013 Curriculum should be supported by presenting expert resources during the workshop, Principal Working Group (K3S) and Teachers Working Group (KKG) activities, so that the understanding of the idea of Curriculum 2013 that has not been assessed in training at the Provincial or District level can be strengthened and strengthened during the activities of K3S and KKG.Keyword: Idea of Curriculum 2013, consistency, curriculum development team, KTSP documents, Principal Working Group (K3S), Teachers Working Group (KKG). Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi adanya berbagai permasalahan Kurikulum 2013, baik dari sisi kesiapan guru menerima Kurikulum 2013, pemahaman terhadap ide Kurikulum 2013, maupun dalam implementasi pembelajaran. Dalam landasan teori pengembangan kurikulum, ide kurikulum merupakan komponen penting yang perlu dipahami oleh tim pengembang kurikulum, sehingga pengembangan dokumen kurikulum yang disusun mencerminkan kesinambungan dengan ide kurikulum. Adanya sejumlah permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan meng-eksplorasi pemahaman kepala sekolah dan guru tentang ide Kurikulum 2013 dan konsistensinya terhadap pengembangan dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) jenjang Sekolah Dasar di Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi. Metode penelitian yang diterapkan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratori. Kesimpulan hasil penelitian adalah: (1) pemahaman kepala sekolah dan guru tentang ide Kurikulum 2013 baru pada taraf kenal dan tahu, pemahaman bahwa ide kurikulum memiliki konsistensi dalam pengembangan dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) belum dimiliki; (2) dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikembangkan menunjukkan tidak ada konsistensi antara ide Kurikulum 2013 dengan dokumen Buku I KTSP, Buku II KTSP, dan Buku III KTSP; (3) permasalahan yang dihadapi kepala sekolah dan guru berkaitan dengan Kurikulum 2013 adalah masalah penilaian, baik berkaitan dengan teknik dan jenis penilaian maupun teknik pengadministrasian hasil penilaian. Rekomendasi diusulkan kepada pengambil kebijakan, bahwa strategi pelatihan perlu diubah dari bersifat “theory oriented” kearah “practice oriented” dan perlu divariasikan pelaksanaannya di tingkat Kecamatan atau Gugus Sekolah serta ditingkatkan efektifitas pola pendampingan Kurikulum 2013. Bagi kepala sekolah dan guru diharapkan dalam mendiseminasikan Kurikulum 2013 perlu didukung dengan menghadirkan nara sumber ahli pada saat kegiatan workshop, kegiatan K3S atau KKG, sehingga pemahaman ide Kurikulum 2013 yang belum terkaji dalam pelatihan di tingkat Provinsi atau Kabupaten dapat diperkuat dan dimantapkan pada saat kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Kelompok Kerja Guru (KKG).Kata Kunci: Ide Kurikulum 2013, konsistensi, tim pengembang kurikulum, dokumen KTSP, Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Kelompok Kerja Guru (KKG).
DAFTAR ISI VOLUME 10 NOMOR 1 JANUARI 2018 Editor, Humaniora
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 1: Januari 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i1.9784

Abstract

DAFTAR ISI VOLUME 10 NOMOR 1 JANUARI 2018 TABLE OF CONTENTS
PENINGKATAN ECOLITERACY SISWA TERHADAP SAMPAH ORGANIK DAN ANORGANIK MELALUI GROUP INVESTIGATION PADA PEMBELAJARAN IPS Kurniasari, Ria
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i2.10869

Abstract

Abstract:. This research was motivated by the low of students’ ecoliteracy. The low of ecoliteracy could be seen from the students' attitudes toward school environment indifference shown by the behavior of many students still waste rubbish everywhere. Such situation has been a concern of researchers and do a study that aims to improve students’ ecoliteracy in sorting organic and inorganic waste. Therefore, to overcome this problem researcher applied group investigation model, which was one type of model of cooperative learning. The research subjects were students in grade V SDN Sindang I. The method used a Class Action Research (PTK) using Kemmis design and Taggart. The instruments used were observation sheet, student conscience questionnaire sheets, interview sheets and evaluation sheets. Overall implementation group investigation brought positive results to the learning activities and students’ ecoliteracy. Based on the research findings from the data that had been obtained showing that students’ ecoliteracy increased from cycle I to III. Increasing ecoliteracy could be seen from the increasing in the percentage level of achievement of various aspects, namely knowledge, conscience, and also the application. It could be concluded that group investigation could improve students’ ecoliteracy in sorting organic and inorganic waste. Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya ecoliteracy siswa. Rendahnya ecoliteracy tersebut dapat dilihat dari sikap ketidakpedulian siswa terhadap lingkungan sekolah yang ditunjukkan dengan perilaku masih banyaknya siswa yang membuang sampah sembarangan. Keadaan yang demikian telah menjadi kekhawatiran peneliti dan melakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan ecoliteracy siswa dalam memilah sampah organik dan anorganik. Oleh karena itu, untuk mengatasi hal tersebut peneliti menerapkan model pembelajaran group investigation yang merupakan salah satu tipe model cooperative learning. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN Sindang I. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan desain Kemmis dan Taggart. Adapun instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, lembar angket kesadaran siswa, lembar wawancara, dan lembar evaluasi. Secara keseluruhan penerapan group investigation ini membawa hasil yang positif terhadap aktivitas belajar dan ecoliteracy siswa. Berdasarkan temuan-temuan penelitian dari data-data yang telah diperoleh menunjukkan bahwa ecoliteracy siswa meningkat dari siklus I sampai dengan Siklus III. Peningkatan ecoliteracy dapat dilihat dari kenaikan persentase tingkat pencapaian dari berbagai aspek, yaitu aspek pengetahuan, conscience, dan juga aplikasi/tindakan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa group investigation dapat meningkatkan ecoliteracy siswa dalam memilah sampah organik dan anorganik.
INFLUENCE OF CONCRETE-PICTORIAL-ABSTRACT (CPA) APPROACH TOWARDS THE ENHANCEMENT OF MATHEMATICAL CONNECTION ABILITY OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Putri, Hafiziani Eka; Misnarti, Misnarti; Saptini, Ria Dewi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i2.10915

Abstract

Abstract:. The study aims to examine the influence of CPA learning approach towards the enhancement of mathematical connection ability of elementary school students. The present research is a quasi experiment using pretest and posttest design controls in Mathematics applied to 39 elementary school students in Purwakarta, West Java, Indonesia. The results of the study show that mathematical connection ability of elementary school students who were taught using CPA learning approach is enhanced than the elementary school students who were taught using conventional learning as a whole group of high and low achiever students according to their mathematical prior ability. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pendekatan pembelajaran CPA terhadap peningkatan kemampuan koneksi matematika siswa sekolah dasar. Penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan kontrol desain pretest dan posttest dalam Matematika diterapkan kepada 39 siswa sekolah dasar di Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan koneksi matematika siswa sekolah dasar yang diajarkan menggunakan pendekatan pembelajaran CPA lebih meningkat daripada siswa sekolah dasar yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional secara keseluruhan dalam kelompok siswa berprestasi tinggi dan rendah sesuai dengan kemampuan matematika mereka sebelumnya.
CHARACTER EDUCATION DESIGNED BY KI HADJAR DEWANTARA Wijayanti, Dwi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i2.10865

Abstract

Abstract:. Modern technology makes human life style also changesduring the development of the era. The exchange of information from one place to another becomes easier not only for national scoped but also the international scope. Moreover, it makes the foreign culture can easily enter Indonesia, imitated by society and then give impact to the life style of the society including human’s behaviour. It can be said that there is a moral swing in Indonesia nowadays. Many young people are not really enthusiastic in keeping their own culture. They tend to imitate other cultures, behave inappropriately, use illegal drugs, do free sex, bully each other, make genk, scuffle, and even kill people. One of the reasons of this morality crisis is the exemplary crisis. Adults who are supposed to be role models for the younger generation even provide bad examples such as doing corruption, being selfish and do individualist practices of corruption, collusion and nepotism, mutual checks, doing violence such as grabbing, punching and other crimes.Therefore, the government makes effort to overcome the moral crisis through character education or Budi pekerti education. Basically character education is not new concept, Ki Hajdar Dewantara has designed character education since a long time through its principles, foundations, concepts and teachings about Tamansiswa. The principles and teaching can be implemented to toddlers, children, and adolescents until adults. Through the method of literature analysis, this paper seeks to examine and explore more deeply about the character education which designed according to the teaching of Ki HadjarDewantara. Character education designed according to Ki Hadjar Dewantara applied through basic and teaching of Tamansiswa. Basic Tamansiswa includes Panca Dharma that is Nature of universe, Independence, Culture, Nationality and Humanity. While Tamansiswa teaching includes Tri Ngo (ngerti, ngroso, lan nglakoni), Tri N (niteni, niroke, nambahi), Tri Hayu) and most importantly the Trilogi Kepemimpinan (ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tutwuri handayani), all of them are implemented in Tri Pusat Pendidikan  (family, school and community). Abstrak: Teknologi modern membuat gaya hidup manusia juga berubah selama perkembangan zaman. Pertukaran informasi dari satu tempat ke tempat lain menjadi lebih mudah tidak hanya untuk lingkup nasional tetapi juga ruang lingkup internasional. Selain itu, membuat budaya asing dapat dengan mudah masuk ke Indonesia, ditiru oleh masyarakat dan kemudian memberi dampak pada gaya hidup masyarakat termasuk perilaku manusia. Dapat dikatakan bahwa ada ayunan moral di Indonesia saat ini. Banyak anak muda tidak benar-benar antusias dalam menjaga budaya mereka sendiri. Mereka cenderung meniru budaya lain, berperilaku tidak semestinya, menggunakan obat-obatan terlarang, melakukan seks bebas, saling menggertak, membuat genk, perkelahian, dan bahkan membunuh orang. Salah satu alasan krisis moralitas ini adalah krisis yang patut dicontoh. Orang dewasa yang seharusnya menjadi panutan bagi generasi muda bahkan memberikan contoh buruk seperti melakukan korupsi, menjadi egois dan melakukan praktik individualis korupsi, kolusi dan nepotisme, saling memeriksa, melakukan kekerasan seperti menyambar, meninju dan kejahatan lainnya. Oleh karena itu, pemerintah berupaya mengatasi krisis moral melalui pendidikan karakter atau pendidikan Budi pekerti. Pada dasarnya pendidikan karakter bukanlah konsep baru, Ki Hajdar Dewantara telah merancang pendidikan karakter sejak lama melalui prinsip-prinsipnya, yayasan, konsep dan ajaran tentang Tamansiswa. Prinsip-prinsip dan pengajaran dapat diimplementasikan untuk balita, anak-anak, dan remaja sampai dewasa. Melalui metode analisis pustaka, makalah ini berusaha untuk meneliti dan menggali lebih dalam tentang pendidikan karakter yang dirancang sesuai dengan ajaran Ki HadjarDewantara. Pendidikan karakter dirancang sesuai dengan Ki Hadjar Dewantara yang diterapkan melalui dasar dan pengajaran Tamansiswa. Tamansiswa Dasar meliputi Panca Dharma yaitu Alam semesta, Kemerdekaan, Kebudayaan, Kebangsaan, dan Kemanusiaan. Sementara ajaran Tamansiswa mencakup Tri Ngo (ngerti, ngroso, lan nglakoni), Tri N (niteni, niroke, nambahi), Tri Hayu) dan yang paling penting Trilogi Kepemimpinan (ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tutwuri handayani), semua dari mereka diimplementasikan di Tri Pusat Pendidikan (keluarga, sekolah dan masyarakat).
DEVELOPING STUDENTS’ CRITICAL WRITING SKILLS OF ELEMENTARY SCHOOL BY USING VOCABULARY CHART Valentin, Cindy Febilia; Muliasari, Desiani Natalina; Ananthia, Winti
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i2.10870

Abstract

Abstract:. This article is part of a classroom action research. The paper aims to describe how vocabulary chart is implemented in the writing learning process to develop elementary school students’ English as a Foreign Language (EFL) critical writing skills. The subject of the study is 28 primary school students grade 3 in one of the public schools in Bandung. The Classroom Action Research was employed in the study. The vocabulary chart was used in a 3-cycle lesson consisting of 9 meetings. This paper focuses on the implementation of vocabulary chart in the first cycle. This research is a qualitative research which used classroom observation, documentation, field note and student interview as the instrument of collecting data. After that the obtained data were discussed and processed to be  described, analyzed, and reflected. The data that has been described is then analyzed to  get the findings. In conclusion, the application of the vocabulary chart to develop elementary school students’ EFL critical writing skill can be implemented in two stages, namely: 1) the vocabulary chart delivery, and  2) the using of vocabulary chart in the students’ critical thinking. The study reveals that the vocabulary chart can develop elementary school students’ EFL critical writing skills.Abstrak: Artikel ini adalah bagian dari penelitian tindakan kelas. Makalah ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana bagan kosakata diimplementasikan dalam proses pembelajaran menulis untuk mengembangkan kemampuan menulis kritis bahasa Inggris siswa sebagai Bahasa Asing (EFL). Subyek penelitian adalah 28 siswa sekolah dasar di kelas 3 di salah satu sekolah umum di Bandung. Penelitian Tindakan Kelas digunakan dalam penelitian ini. Bagan kosakata digunakan dalam pelajaran 3-siklus yang terdiri dari 9 pertemuan. Makalah ini berfokus pada penerapan grafik kosakata dalam siklus pertama. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan observasi kelas, dokumentasi, catatan lapangan dan wawancara siswa. Setelah itu data didiskusikan dan diproses dengan cara yang dijelaskan, dianalisis, dan dipantulkan. Data yang telah dijelaskan dianalisis untuk melepaskan temuan. Dalam pengiriman grafik kosakata, dan 2) penggunaan grafik kosakata dalam pemikiran kritis siswa. Studi ini mengungkapkan bahwa grafik kosakata dapat mengembangkan keterampilan menulis kritis EFL siswa sekolah dasar.
RE-INTERPRETASI DAN RE-ORIENTASI PENDIDIKAN INKLUSIF Herawati, Nenden Ineu
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i2.11906

Abstract

Abstract: The understanding of inclusive education is still inaccurate, so the interpretation and orientation towards that implementation are not appropriate as it should be. Nowadays, be found in the field that term of inclusive education is only limited to children with special needs learned together with general children in regular schools. Whereas, the term of inclusive education refer to provide the possible opportunity or access widely for all children in order to obtain the quality of education and in accordance with the needs without discrimination. Therefore, schools that enroll in inclusive education are required to adjust in terms of curriculum, facilities, the infrastructure of education, and learning systems as well that adjusted with the needs of children with special needs. In the other hand, children with special needs are those with temporary or permanent special needs that require more intense educational services. If children are required to receive an education service that is appropriate to their needs and existence through an inclusive education program, it will provide the possible opportunity widely for all children with special needs to get a proper education according to their needs. Moreover, it can create an education system that respects to diversity, non-discrimination and friendly in learning. Thus, it can implement the mandate of the Constitution of 1945, article 31, paragraph 1, Law of 2003 No. 20 regarding National Education System on article 5, paragraph 1, and Law of 2002 No 23 regarding The Right and Protection of Children in article 51. Abstrak: Pemahaman terhadap pendidikan Inklusif masih belum tepat, sehingga in terpretasi dan o-rientasi pelaksanaannya pun belum sesuai  sebagaimana seharusnya yang sekarang dijumpai di lapangan bahwa yang dinamakan pendidikan inklusif adalah hanya sebatas anak kebutuhan khusus belajar bersama-sama dengan anak-anak normal di sekolah reguler.Padahal yang dinamakan pendidikan inklusif adalah memberikan kesempatan atau akses yang seluas-luasnya kepada semua anak untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan sesuai dengan kebutuhan tanpa diskriminasi, oleh karena itu sekolah yang menyeleggarakan pendidikan inklusif dituntut harus menyesuaikan baik dari segi kurikulum, sarana dan prasarana pendidikan maupun sistem pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan individu peserta didik yang berkebutuhan khusus. Sedangkan yang dimaksud dengan anak berkebutuhan khusus adalah mereka yang memiliki kebutuhan khusus sementara atau permanen yang membutuhkan pelayanan pendidikan yang lebih intens. Jika anak berkebutuhan mendapat layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan keberadaannya melalui program pemdidikan inklusif, maka akan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua anak berkebutuhan khusus mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan kebutuhannya. Serta dapat menciptakan sistem pendidikan yang menghargai keanekaragaman, tidak diskriminasi serta ramah terhadap pembelajaran sehingga dapat mengamalkan amanat Undang-Undang-Undang 1945 pasal 31 ayat 1 juga undang-undang  No 20 tahun 2003 tentang system pendidikan Nasional pasal 5 ayat 1 dan Undang-Undang no 23 tahun 2002 tentang hak dan perlindungan anak pasal 51.
ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR DALAM MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH Saja’ah, Ummu Fauzi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i2.10866

Abstract

Abstract:. One of the goals of mathematical education is for students to have the ability to solve problems that include the ability to understand problems, design math models, complete the model and interpret the solutions obtained. So that students are expected to solve the problems that they encounter in their daily lives. However, difficulties can not be avoided when students are faced with the problems they encountered. The purpose of this study is to explain 1) Student difficulties in completing problem-solving question based on Polya's approach; 2) The cause of student difficulty in completing problem solving. Research method used is descriptive qualitative research method. The subject of this research is the fourth grade students in one elementary school in West Bandung Regency with a total of 30 students. Once analyzed, the results obtained are that students are having difficulty at 1) Determining the way in which the solution should be done to solve the problem; 2) Perform correct count operation 3) Conclude from result obtained. Abstrak: Salah satu dari tujuan pendidikan matematika adalah agar siswa memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh. Sehingga siswa diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan yang ia temui dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kesulitan-kesulitan tidak dapat dihindari ketika siswa dihadapkan pada persoalan yang ia temui. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan 1) Kesulitan-kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah berdasarkan langkah menurut Polya; 2) Penyebab kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IV di salah satu SD di Kabupaten Bandung Barat dengan jumlah siswa 30 orang. Setelah dianalisis, hasil yang diperoleh bahwa siswa mengalami kesulitan pada 1) Menentukan cara penyelesaian yang seharusnya dilakukan untuk menyelesaikan soal tersebut; 2) Melakukan operasi hitung secara benar 3) Membuat kesimpulan dari hasil yang telah diperoleh.
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK MAHASISWA PGSD DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Yuniawatika, Yuniawatika
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 10, No 2: Juli 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v10i2.10872

Abstract

Abstract:. The ability of connections is a capability that students need to possess because it will help master the understanding of concepts and help in solving problems through interrelationships between mathematical concepts, interdisciplinary, and with everyday life. This study aims to determine differences in mathematical connection ability of male and female PGSD students. This research is a research with quantitative approach type of comparative research. The data collection is done by giving the students the ability to test mathematical connection in the form of essay that has been valid and reliable. The total number of students who worked on connection ability test were 63 male and female students who had taken basic mathematics, basic arithmetic, and measurement geometry. The result of the research shows that there is difference of problem solving ability of mathematic problem of PGSD student from gender difference. This means that the mathematical connection ability of male and female PGSD students is different. Abstrak: Kemampuan koneksi merupakan kemampuan yang perlu dimiliki oleh mahasiswa karena akan membantu penguasaan pemahaman konsep dan membantu dalam menyelesaikan masalah melalui keterkaitan antar konsep matematika, antar disiplin ilmu, dan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan koneksi matematik mahasiswa PGSD laki-laki dan perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif tipe penelitian komparatif. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan mahasiswa tes kemampuan koneksi matematik berbentuk essay yang telah valid dan reliabel. Total mahasiswa yang mengerjakan tes kemampuan koneksi adalah 63 mahasiswa laki-laki dan perempuan yang telah mengambil mata kuliah matematika dasar, aritmetika dasar, dan geometri pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematik mahasiswa PGSD ditinjau dari perbedaan gender. Artinya kemampuan koneksi matematik mahasiswa PGSD laki-laki dan perempuan berbeda.