cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 324 Documents
PENGARUH ACCELERATED LEARNING BERBASIS MUSIK BAROK TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN Ahmad, Hariyatunnisa; Rukayah, Rukayah; Triyanto, Triyanto
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.14055

Abstract

Abstract: Reading comprehension is flexible and sustainable cognitive and constructive process. Students 'understanding of reading content is still low, therefore there is need strategies to improve students' reading comprehension ability. One of strategy that can be used in reading comprehension learning is Accelerated Learning based on baroque music. Baroque music has no lyrics and neutral, besides that the baroque music have a strong influence on the ability to absorb information and memorize it. The purpose of this study was to determine differences in scores on the read comprehension ability of fifth grade students of elementary school before and after learning using Accelerated Learning based on baroque music. The design of this study uses nonequivalent control group with data collection techniques using test. The collected data were tested using Independent Sample t-test with a significance level of 5%. The results showed that there was a significant difference between the score of reading comprehension ability of fifth grade students of elementary school before and after learning using Accelerated Learning based on baroque music.Keywords: reading comprehension, learning strategy, Accelerated Learning, baroque music Abstrak: Membaca pemahaman adalah proses kognitif dan konstruktif yang fleksibel dan berkelanjutan. Pemahaman siswa mengenai isi bacaan masih belum optimal, oleh karena itu perlu adanya strategi untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa. Salah satu strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman adalah Accelerated Learning berbasis musik barok. Musik barok tidak memiliki lirik dan netral, selain itu musik barok memiliki pengaruh yang kuat pada kemampuan untuk menyerap informasi dan menghafalnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan skor pada kemampuan membaca pemahaman siswa kelas 5 sekolah dasar sebelum dan sesudah belajar menggunakan Accelerated Learning berbasis musik barok. Desain penelitian ini menggunakan nonequivalent control group dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes. Data yang terkumpul diuji menggunakan Independent Sample t-test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara skor kemampuan membaca pemahaman siswa kelas 5 sekolah dasar sebelum dan sesudah pembelajaran yang menerapkan Accelerated Learning berbasis musik barok.Kata kunci: membaca pemahaman, strategi pembelajaran, Accelerated Learning, musik barok
INTERACTIVE MULTIMEDIA ON LOCAL LANGUAGE LEARNING OF ELEMENTARY SCHOOL IN SURAKARTA CITY Daryanto, Joko; Karsono, Karsono
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.14056

Abstract

This research about the use of interactive multimedia in Local Language Learning in the Elementary School in Surakarta region aimed to find out the effectiveness of the use interactive multimedia in the Wayang Purwa and Javanese script topics. This research applied research and development (RD) method with one-group pretest-posttest experimental design. The data were collected using tests. The validity test comprised of instrument and content validation. The results of the treatment to the third-grade students of SD Negeri Karangasem III Surakarta in the topic of Wayang Purwa showed that the average score in the pre-cycle, first cycle, and second cycle always increased. In the pre-cycle, the students' average score was 54.9 with the completeness percentage of 31.2 %. The average score after the treatment in the first cycle was 72.34 with the completeness percentage of 71.88 and in the second cycle was 81.27 with the completeness percentage of 90.63 %. The same results were also obtained in the topic of Javanese script in the second-grade students of SD Tunggulsari II Surakarta indicating that the average score of pre-cycle, first cycle, and second cycle always increased. The classical completeness percentage in the pre-cycle of 6.25 % increased to 56.25 % in the first cycle and 93.75 in the second cycle. The conclusion is that the used of interactive multimedia can improve the skills of Wayang Purwa storytelling and Javanese-script writing.
ANALISIS TEKNIK PENILAIAN SIKAP SOSIAL SISWA DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013 DI SDN 1 WATULIMO Tiara, Shintia Kandita; Sari, Eka Yuliana
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.11905

Abstract

Abstrak: Kurikulum 2013 yang sudah mulai diujicobakan pada tahun ajaran 2013-2014 menuntut guru untuk melakukan penilaian pada semua aspek perkembangan. Aspek tersebut ialah aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penilaian ketiga aspek ini harus dilakukan oleh guru itu sendiri. Penilaian sikap siswa yang juga dianggap penting dalam pendidikan Kurikulum 2013  dibagi menjadi dua jenis penialaian, yaitu sikap spiritual dan sikap sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana teknik penilaian sikap sosial siswa dalam penerapan Kurikulum 2013 di SDN 1 Watulimo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek tahun ajaran 2017-2018. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan metode pengumpulan data  observasi, wawancara dan studi dokumenter. Metode ini digunakan untuk memperoleh data teknik penilaian sikap sosial yang dilakukan oleh guru. Instrument yang digunakan berupa lembar observasi kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan lembar wawancara dengan jawaban terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tahapan penilaian yang dilakukan oleh guru, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan penilaian sikap sosial siswa. Sesuai dengan buku panduan penilaian sikap sosial siswa Kurikulum 2013 disebutkan bahwa ada empat teknik penilaian sikap sosial yaitu obsrvasi, jurnal, penilaian antarteman dan penilaian diri. Pada sekolah yang diteliti ditemukan bahwa sekolah hanya menggunakan dua jenis teknik penilaian, yaitu observasi dan jurnal.Kata Kunci: Kurikulum 2013, Sikap Sosial, Teknik penilaian
THE EFFECT OF BRAIN BASED LEARNING MODEL ON STUDENT’S HIGH ORDER THINKING SKILLS Yustitia, Via; Wardani, Imas Srinana; Juniarso, Triman
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.14058

Abstract

Abstract: This research aims to determine differences in student’s high order thinking skills taught by brain based learning model with student’s high order thinking skills taught by direct learning model. The study was conducted through a quasi-experimental posttest design. The population of this study was students of the elementary school teacher education department of Adi Buana PGRI University of Surabaya, by using Random Sampling. The subjects are 80 students inclasses 2017-A and 2017-B. The data was collected by using test method. The data analyses were T test the difference of average, to examine the distinction of high order thinking skills between the brain based learning and direct learning class. The result of the study showed that score average of the student’s high order thinking skills in brain based learning classwere better than score average of of the student’s high order thinking skills in direct learning class.Keyword: Brain based learning, High order thinking skills Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa yang diajarkan oleh model pembelajaran berbasis otak dengan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa yang diajarkan oleh model pembelajaran langsung. Penelitian ini dilakukan melalui desain posttest kuasi-eksperimental. Populasi penelitian ini adalah siswa jurusan pendidikan guru sekolah dasar Universitas Adi Buana PGRI Surabaya, dengan menggunakan Random Sampling. Subjek penelitian ini adalah 80 siswa yang mencakup 2017-A dan 2017-B. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Analisis data adalah uji T perbedaan rata-rata, untuk menguji perbedaan keterampilan berpikir tingkat tinggi antara pembelajaran berbasis otak dan kelas pembelajaran langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa di kelas pembelajaran berbasis otak lebih baik daripada skor rata-rata keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa di kelas pembelajaran langsung.Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Otak, Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi
FENOMENA DISPARITAS PENGELOLAAN KELAS ANTARA SD NEGERI DAN SWASTA UNGGULAN DI TEGAL Yawart, Ulfa Khasanah; Bakti, Ageng; Sari, Resta Rahma
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.11971

Abstract

Abstract:. Class management or class management is a conscious effort of a teacher to organize learning activities systematically. Class management is a factor that has the first position as a determinant of student learning outcomes. This study aims to determine the effect of class management between Primary and Private Primary Schools in Tegal. The method used in this study is to use qualitative-quantitative methods. . The object of this study was grade 2 students at the Mendangusuman Public Elementary School (SDK 1) and class 1 SD Pelita Harapan Bangsa (PHB). Data collection techniques in this study used observation, interviews, questionnaires, and documentation techniques. Whereas to analyze the data obtained, researchers used the SPSS version 23.0 statistical program with the results of data analysis stating that the average teacher's ability in classroom management in MKK 1 SDN was 68.52 and in PHB SD was 88.77. While the student learning outcomes in MKK 1 SDN amounted to 94.32 with the lowest score of 86 and the highest score of 100. And for the learning outcomes in elementary school PHB amounted to 98.15 with the lowest score 89 and the highest score of 100.Keyword: Class management, elementary school Abstrak: Pengelolaan kelas atau manajemen kelas merupakan usaha sadar seorang guru untuk mengatur kegiatan pembelajaran secara sistematis. Pengelolaan kelas merupakan faktor yang mempunyai kedudukan pertama sebagai penentu hasil belajar siswa. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengelolaan kelas antara SD Negeri dan SD Swasta Unggulan di Tegal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif-kuantitatif. . Objek penelitian ini adalah siswa kelas 2 SD Negeri Mangkukusuman (MKK) 1 dan kelas 1 SD Pelita Harapan Bangsa (PHB). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data yang didapat, peneliti menggunakan program statistik SPSS versi 23.0 dengan hasil analisis data menyatakan rata-rata kemampuan guru dalam pengelolaan kelas di SDN MKK 1 adalah 68,52 dan di SD PHB sebesar 88,77. Sedangkan hasil belajar siswa pada SDN MKK 1 sebesar 94,32 dengan nilai terendah 86 dan nilai tertinggi 100. Dan untuk hasil belajar pada SD PHB sebesar 98,15 dengan nilai terendah 89 dan nilai tertinggi 100.Kata Kunci: Pengelolaan kelas, Sekolah dasar
DAFTAR ISI VOLUME 11 NOMOR 1 2019 Editor, EduHumaniora
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.15273

Abstract

PENGARUH STRATEGI RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V SD Sundahry, Sundahry; Fitria, Yanti; Rakimahwati, Rakimahwati
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.9766

Abstract

Abstract:. The basic criteria of integrated teaching are: teaching includes educational goals in which learners actively participate in the learning process, teaching begins with a theme relevant to the learner's life, learners engage in learning and active thinking processes to practice critical thinking skills. Critical thinking skill is an activity of thinking about an idea or idea related to a given concept or a presented problem. Critical thinking is also understood as the activity of analyzing ideas or ideas in a more specific way, distinguishing them sharply, choosing, identifying, studying, and developing them in a more perfect direction. The purpose of this study was to investigate: the influence of reciprocal teaching strategies on the critical thinking skills of learners. This research is a quasi experimental type research. The population is all students in SD Nanggalo Tarusan Pesisir Selatan and the samples are students of VA and VB class as many as 50 people. This sampling technique is porpusive sampling. Data from the research results obtained from critical thinking skills tests. The results showed that the critical thinking skills of learners who were given a reciprocal teaching strategy were higher than conventional learning. Keyword: Reciprocal teaching, Critical Thinking Skill, Thematic Abstrak: Kriteria mendasar tentang pengajaran terintegrasi antara lain; pengajaran meliputi tujuan pendidikan dalam hal peserta didik secara aktif berpartisipasi dalam proses belajar, pengajaran dimulai dari suatu tema yang relevan dengan kehidupan peserta didik, peserta didik terlibat dalam proses belajar dan berpikir aktif untuk melatih keterampilan berpikir kritis. Keterampilan berpikir kritis adalah suatu kegiatan cara berpikir tentang ide atau gagasan yang berhubungan dengan konsep yang diberikan atau masalah yang dipaparkan. Berpikir kritis juga dipahami sebagai kegiatan menganalisis idea atau gagasan ke arah yang lebih spesifik, membedakannya secara tajam, memilih, mengidentifikasi, mengkaji, dan mengembangkannya ke arah yang lebih sempurna. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki: pengaruh strategi reciprocal teaching terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian jenis quasi eksperimen. Populasinya adalah seluruh peserta didik di SD Nanggalo Tarusan Pesisir Selatan dan sampelnya adalah peserta didik kelas VA dan VB sebanyak 50 orang. Teknik pengeambilan sampel ini porpusive sampling. Data dari hasil penelitian diperoleh dari tes keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian menunujukan bahwa keterampilan berpikir kritis peserta didik yang diberi strategi reciprocal teaching lebih tinggi dibandingkan pembelajaran konvesional.Kata Kunci: Reciprocal teaching, Keterampilan Berpikir Kritis, Tematik
MANFAAT MOTIVASI BELAJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL G12 Zaitun, Zaitun
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 11, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v11i1.12388

Abstract

Abstract: Learning is an obligation as well as a spiritual need of human. Especially in the global era that all sophisticated has given various consequences and influence both positive and negative. The positive value must provide good for learners but the negative value with a series of moral decadence cases such as cheating in learning activities, plagiarism, lazy, immoral, free sex, deteriorating of polite values need to be handled by the return to a moral formation which oriented in motivation. This paper offers the motivation to learn based on the local wisdom of G12 as a motivator to learn because motivation and encouragement become something important in improving the learning effort in achieving the expected goals. The purpose of this paper was to foster and improve the motivation to learn based on local wisdom G12 as well as preserve the G12 and explore the values of motivation contained therein. The method used was descriptive qualitative with content analysis as well as Peirce's semiotics where collected primary and secondary data, then described, analyzed, and so found the result and conclusion that the benefits of learning motivation based on G12 include: fostering religious values in the students, moral formation, increase the spirit of learning, enrichment of learning for educators, educators as role models in learning and inheritance of local wisdom values.Keywords: the benefits of learning motivation,  local wisdom, G12 Abstrak: Belajar merupakan kewajiban sekaligus kebutuhan rohani manusia. Apalagi di era global yang serba canggih telah memberikan berbagai konsekuensi serta pengaruh baik itu positif maupun  negative. Nilai positif pastinya memberikan kebaikan bagi peserta didik namun nilai negative dengan serentetan kasus dekadensi moral seperti mencontek dalam aktivitas pembelajaran, plagiat,malas,asusila, free sex,pudarnya nilai sopan santun perlu ditangani dengan kembali pada pembinaan akhlak berorientasi pada motivasi. Tulisan ini menawarkan motivasi belajar berbasis kearifan local G12 sebagai pendorong dan penggerak untuk belajar karena motivasi dan dorongan menjadi sesuatu yang penting dalam meningkatkan usaha belajar dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Tujuan tulisan ini adalah untuk menumbuhkan serta meningkatkan motivasi belajar  berbasis kearifan local G12 sekaligus melestarikan G12 serta menggali nilai-nilai bermuatan motivasi yang ada didalamnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatatif dengan dengan anaisis isi dan semiotic Pierce dimana dikumpulkan data primer dan skunder,selanjutnya di deskripsikan, dianalisis dan sehingga ditemukan hasil dan kesimpulan  bahwa manfaat motivasi belajar berbasis G12 antara lain : menumbuhkan nilai religious dalam diri peserta didik,  pembinaan akhlak mulia, meningkatkan semangat belajar, pengayaan pembelajaran bagi pendidik, pendidik sebagai role model dalam pembelajaran dan pewarisan nilai-nilai kearifan local..Kata kunci: Manfaat motivasi belajar, kearifan lokal, G12
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH INKLUSI SEKOLAH DASAR INTERNATIONAL ISLAMIC SCHOOL (INTIS) YOGYAKARTA Nuniek Rahmatika; Dani Ratrianasari; Hendro Widodo
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 12, No 1: January 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v12i1.18596

Abstract

UNESCO mecetuskan bahwa educational for all atau pendidikan untuk semua atau pendidikan disemua kalangan yang berarti bahwa semua siswa berhak mendapatkan apa yang dicita-citakan, dan tanpa diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kurikulum 2013 dapat diimplementasikan di sekolah inklusi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan mendalam mengenai isu atau fenomena di sekolah inklusi. Wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian yaitu wakil kepala sekolah bagian kurikulum, koordinator inklusi, wali kelas dan guru pendamping khusus. Hasil penelitian penunjukkan bahwa: 1) Penerapan kurikulum 2013 di sekolah inklusi, dimulai pada perencanaan, pembuatan RPP dan silabus dibuat bersama-sama guru pendamping khusus. penyususnan RPP dan silabus dilakukan sesuai dengan hasil assessmen psikolog berdasarkan apa yang dibutuhkan oleh siswa berkebutuhan. 2) Perbedaan dan kesamaan kurikulum 2013 pada siswa berkebutuhan khusus. berdasarkan hal tersebut, dalam RPP masih belum ada perbedaan dan pemisahan antara siswa berkebutuhan dan siswa reguler.  Perbedaan tersebut terletak pada penyampaian metode yang dilakukan oleh guru pendamping khusus. 3) Evaluasi yang diterapkan pada kurikulum 2013 untuk siswa berkebutuhan khusus dengan melakukan laporan perkembangan siswa berkebutuhan bekerjasama dengan guru pendamping khusus. Guru pendamping akan menganalisis perubahan-perubahan yang terjadi pada siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.
MODEL PENDIDIKAN HOLISTIK BERBASIS KARAKTER DI SEKOLAH KARAKTER INDONESIA HERITAGE FOUNDATION Niya Yuliana; M. Dahlan R; Muhammad Fahri
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 12, No 1: January 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v12i1.15872

Abstract

Rusaknya karakter bangsa menjadikan pendidikan karakter penting ditengah dunia pendidikan saat ini. Perkembangan pendidikan karakter diharapkan mampu memberikan perubahan terhadap tingkah laku pada peserta didik. Karena itu pendidikan karakter tidak hanya menjadi sebuah teori semata, melainkan harus terimplementasi di setiap kegiatan terutama di sekolah. Dalam upaya penerapannya, maka pendidikan karakter membutuhkan model yang tepat agar teraplikasikan dalam kehidupannya. Salah satu pendekatan yang dilakukan oleh lembaga Indonesia Heritage Foundation (IHF) adalah dengan memunculkan model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK). Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan sebuah model PHBK yang berhasil dalam membentuk karakter anak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dengan menggunakan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi guna memperdalam data hasil temuan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan yang digunakan untuk mengolah data pada pembahasan hasil penelitian. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa model ini telah berhasil dalam menumbuhkan karakter anak pada Sekolah Dasar Karakter IHF. Dalam proses pengajarannya, model ini menciptakan dua bentuk pengajaran yaitu pendidikan karakter yang terintegrasi dengan mata pelajaran, dan secara khusus melalui pengaliran pilar karakter.